Blog

Scroll Down

Info seputar pengetahuan petani, perkopian hingga tips menarik untuk anda

Mahasiswa Universitas Jambi Ikuti Kelas Alko Academy

Alko Academy - Kembali selenggarakan kelas bersama Mahasiswa Program MBKM Riset Inovasi Keilmuwan guna memberikan pengetahuan komprehensif kepada mahasiswa pengelolaan Kopi dari Hulu ke Hilir serta menginisiasi Kerjasama dalam bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Kamis 13 Juli 2023).Melalui surat dengan kop resmi "Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi UNIVERSITAS JAMBI Pusat Unggulan Ipteks Eko-eduwisata Kopi Liberika Terintegrasi Mangrove (PUI-E2KOLIM)" pada tanggal 05 juli 2023 mengirimkan surat permohonan kunjungan dengan nomor surat 12/ PUI-E2KOLIM/VII/2023 kepada direktur Alko Academy (Erna Yunita, S.Pd).  Alko Academy merupakan salah satu divisi kami yang memiliki beberapa program edukasi dan pendidikan dalam peningkatan kapasitas generasi petani muda perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, para petani muda perlu diberi edukasi dan pendampingan untuk menjadi petani modern, memiliki pemaham mengelola hasil pertanian kopi dan memiliki kemampuan analisa bisnis dengan belajar dari cara budidaya, pasca panen dan pengembangan bisnis kopi yang berkelanjutan. Selain itu kami (Alko Academy) juga Melakukan edukasi kepada petani dan masyarakat pelaku kopi dari kebun ke secangkir kopi, serta memberikan beasiswa kepada Mahasiswa anak petani untuk keberlangsungan bisnis dan ketersedian komoditi berkualitas ber-standar tinggi agar mampu berdaya saing menembus pasar global.     foto kegiatan pembelajaran dikelas alko academy (pada hari kamis, 13 juli 2023)Selanjutnya kegiatan kelas alko academy secara resmi dibuka oleh Erna Yunita, S.Pd (Direktur Alko Academy), dan sekaligus salah satu narasumber kegiatan yang hadiri beberapa Dosen Pembimbing dan Mahasiswa Universitas jambi. diantaranya yaitu, Indra Lasmana Tarigan, S.Pd., M.Sc (Dosen Kimia), Mahya Ihsan, S.Si., M.Si (Dosen Biologi), Zairaini Adriliana (Mahasiswa Kimia), Alya Adiningtyas Putri (Mahasiswa Kimia) Sonia (Mahasiswa Kimia), Emi Lestari Perangin-angin (Mahasiswa Kimia), Marsella Oktavioni (Mahasiswa Kimia), Putri Nur Shadrina (Mahasiswa Kimia), M. Jovan Pradipta (Mahasiswa Biologi),Juni Harlin (Mahasiswa Biologi), Sindi Setia Rahayu (Mahasiswa Biologi), dan Melina Manalu (Mahasiswa Biologi).Kelas Alko Academy diawali dengan beberapa materi teori budidaya, pasca panen, hingga pemasaran secara detail dan terstruktur dengan pedoman "Modul Pelatihan Alko Academy" yang telah kami susun melalui riset secara profesional oleh team kami di lapangan.  setelah penyampaian teori pembelajaran yang dilakukan dikelas alko academy berlangsung sekitar 2 jam oleh Erna Yunita, S.Pd (Direktur Alko Academy). Kegiatan yang di ikuti oleh  beberapa mahasiswa UNJA ini dilanjutkan dengan Praktek langsung kelapangan yang di pandu oleh pemateri Alko Academi ke-dua yaitu Edwin Trio Putra (Praktisi Lapangan).    Foto kegiatan Praktek Lapangan Mahasiswa UNJA di Alko AcademySetelah mengikuti pembelajaran secara teori dikelas, Mahasiswa diajak kelapangan (Workshop) untuk mempraktikan secara langsung teknis-teknis yang telah mereka pelajari sesuai dengan Modul Alko Academy yang menjadi buku panduan-nya. dilapangan  Edwin Trio Putra, memberikan wawasan dan edukasi secara real dilapangan mulai dari proses pembibitan, penanaman, perawatan, pemangkasan, panen, hingga proses pasca panen yang sesuai dengan standar Modul Pelatihan Alko Academi yang telah teruji melalui kajian-kajian dan penelitian.   Foto kegiatan sesi cupping mahasiswa UNJA dikelas Alko Academy Kamis/13/juli/2023Tidak ketinggalan  sesi Cupping Coffee juga diajarkan secara profesional oleh team Alko Academy dalam kegiatan ini, Para Mahasiswa yang mengikuti kegiatan di berikan edukasi pemahaman tentang Bagian pertama dari proses pencicipan (cupping) adalah di dalam lidah, di sini kita akan merasakan karakteristik-karakteristik dasar dari kopi seperti acidity (karakter asam), sweetness (karakter manis), bitterness (karakter pahit), saltiness (karakter asin—jika ada), dan savories atau rasa intinya. Proses standar dari coffee cupping dimulai dengan mengendusnya dalam, lalu menyeruputnya dengan kuat sehingga kopi yang disesap itu bisa “terlempar” ke seluruh langit-langit mulut.Tahapan Cupping sangatlah penting untuk diketahui sebelum lanjut ketahap selanjutnya yaitu kelas pemasaran komoditi yang di pandu langsung oleh Hongly Fernando Direktur PT. Alko Sumatra Internasional salah satu divisi kami yang bergerak dibidang Pemasaran dan Eksportir kopi.                                                                                                                                                                                                                                              Foto kegiatan kelas alko Academy dengan Mahasiswa UNJA di Kantor Komersil AlkoDalam sesinya, Hongly Fernando menyampaikan beberapa materi yang cukup menarik mulai dari persiapan packaging, riset pasar, hingga penerapan Teknologi Blockchain dalam Teknologi ini memungkinkan customer mengetahui proses kopi dari petik, roasting, hingga penyajian. Seusai pembahasan mulai dari Budidaya, Pasca hingga penerapan Teknologi dalam mendongkrak pasar dunia, Salah satu Mahasiswa Biologi "Juni Harlin" dalam sesi diskusi menyampaikan keinginanya untuk mengembangkan varietas kopi melalui metode kultur jaringan, tentu saja ide ini mendapat respon sangat baik dari Hongli Fernando. Keseriusan pembahasan kultur jaringan juga dibuktikan dengan ketertarikan kerjasama yang di sampaikan oleh Indra Lasmana Tarigan, S.Pd., M.Sc (Dosen Kimia) antara (PUI E2-KOLIM) dan Alko Academy. Mendengar hal ini "Suryono" CEO Alko merespon sangat baik semangat dan kemauan dalam Inovasi mengembangkan varietas melalui kultur jaringan,"Alko fokus melakukan banyak Kerjasama dengan univesitas-universitas di Indonesia, saat ini dengan harapan dapat menciptakan inovasi di dunia pertanian dalam upaya meningkatkan produktifitas dan kuantitas dari intervensi akdemisi ini selaras juga dg program pengembangan tekonology blockchain untuk tracebility kopi.  kerjasama ALKO selain denganUNJA juga dengan Tamsis Padang, UNP, Univesitas Atma Jaya, ITB, IPB, STEBANK, UPP Bengkulu, STAIN Kerinci dan  univesitas lainnya. kali ini kegiatan Mahasiswa Unja untuk Kelas kampus merdeka dalam budidaya kopi di Alko akademi, mahasiswa itu harus kolaborasi dengan petani dan membantu petani agar lebih maju dan moderen."-(ujar suryono).Ketua Koperasi Alko " Sriyanti" juga merespon baik kegiatan yang diselenggarakan pada hari Kamis, 13 Juli 2023. Ketua koperasi alko juga menyampaikan bahwa "Koperasi alko selalu fokus di preserving nature dg melakukan kegiatan penghijaun, konservasi dan juga pertanian berkelanjutan. kopi adalah tanaman konservasi dan sdh wajib bagi mahasiswa dari universitas yang sudah ada kerjasama dengan koperasi alko diharapkan dapat bersinergi untuk juga peduli dan membangun petani dari sisi akademisi" -(Ujar Sriyanti).  kamu tertarik mengikuti kelas di Alko Academy? yuk daftar gratis di www.alko.id/academy dapatkan kelas ekslusif bersama mentor-mentor terbaik kami.#alkoacademy

Read More  

Admin Alko | 16/07/2023

Peletakan Batu Pertama Bantuan Dome Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi Kepada Koperasi Arabika Tani (ALKO)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, pada Selasa (22/12/2020) menyerahkan bantuan dome atau rumah penjemuran kopi dengan peletakan batu pertama Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada Kelompok Tani Desa Batu Hampar, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci.Turut hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Manajer Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP-PUR) Kantor Perwakilan Bank Indonsia Provinsi Jambi, Bambang Prasetyo, anggota DPR RI Komisi XI, Hasbi Anshory, dan Gabungan Kelompok Tani Kopi di Desa Batu Hampar.Pada kegiatan peletakan batu pertama bantuan dome di Desa Pasar Minggu Batu Hampar, Direktur Koperasi Arabika Tani yaitu Nopa Suryono, dalam sambutannya juga mengucapkan “Terima kasih kepada Bank Indonesia dan anggota DPR RI, atas bantuan pengembangan kopi arabika berupa peletakan batu pertama pembangunan rumah pengering kopi (Dome). “Ini sangat membantu sekali, ini menjadi nilai tambah dalam peningkatan pengembangan kopi arabika,” ungkapnya.Sementara itu, Bambang Prasetyo, dalam sambutannya mengapresiasi anggota DPR RI Komisi XI, Hasbi Anshory yang aktif menjalin koordinasi dengan Bank Indonesia, sehingga Program Sosial Bank Indonesia berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat. “Program ini bertujuan untuk mengangkat UMKM dan Gapoktan di Jambi, untuk lebih ditingkatkan lagi sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.Bantuan ini merupakan PSBI yang memang diarahkan untuk produk unggulan, khususnya UMKM yang potensial. Ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di Jambi. Ini kita coba dorong, agar pemulihan ekonomi Jambi bisa diupayakan kembali pulih.Harapan untuk Gapoktan, agar bantuan ini bisa melestarikan produk unggulan, bisa menjadi nilai tambah untuk masyarakat, punya nilai manfaat. “Setelah ini, akan ada monitoring dan evaluasi. Jika ini positif, sehingga ke depan bisa kita kembangkan lagi,” harapnya.Hasbi Anshory, anggota DPR RI Komisi XI yang membidangi Keuangan dan Perbankan, menjelaskan bahwa sebagai anggota DPR RI di Komisi XI yang mitranya salah satunya Bank Indonesia. Sehingga salah satu tugasnya yakni memastikan PSBI diterima dengan baik oleh masyarakat. “Kita ingin, yang kita bantu terus berkembang, sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat,”.Sumber: Jambi Ekspres Onlinehttps://jambiekspres.co.id/read/2020/12/23/39460/kantor-perwakilan-bi-provinsi-jambi-serahkan-bantuan-psbi/

Read More  

Admin Alko | 08/08/2021

Traceability Teknologi Blockchain Angkat Petani Kopi Naik Kelas

Hi Sobat WikiWu!Pernah dengar kata-kata Traceability kah? Nah, Traceability itu secara harfiah artinya adalah ketelusuran. Apa sih manfaat dari Traceability bagi para UMKM dan Petani Kopi? Kadin Indonesia bersama dengan Kadin Sumatera Barat dibawah kepemimpinan Bapak Buchari Bachter selaku Ketua Kadin SumBar, dan Bapak Pebriyansyah selaku WKU Perdagangan Kadin Sumatera Barat memiliki Program Ketelusuran di Industri Kopi bersama dengan partner usaha Kadin Sumatera Barat Alko Kopi dan Aplikasi Kommu yang dikembangkan bersama.  Program Traceability ini memanfaatkan teknologi Blockchain loh! canggih sekali!Latar belakang dikembangkan teknologi ini adalah karena trend industri kopi yang butuh untuk mengetahui originalitas biji kopi tersebut. sehingga diperlukan tracking menggunakan aplikasi berbasis blockchain.Dengan adanya traceability, Petani dan UMKM penghasil biji kopi ternyata sangat diuntungkan, karena mereka diberikan platform untuk menampilkan usaha dan keoriginalitasan mereka, sehingga mereka naik kelas. Latas, mengapa menggunakan teknologi Blockchain? Ternyata teknologi Blockchain sangat canggih, teknologi blockchain sekali sudah diunggah, tidak dapat diubah, sehingga originalitasnya sangat terjamin, dan jauh dari kata Manipulasi. diatas adalah gambaran bagaimana aplikasi Kommu bekerja. Jadi, masing-masing pelaku usaha mulai dari petani sampai pembeli kopi di supermarket maupun kopi sama-sama dapat melakukan Scanning pada QR code yang mengacu pada website yang akan menampilkan informasi masing-masing pelaku. Tapi sebelum itu, petani dan pelaku usaha wajin memasukan data kedalam aplikasi, aplikasi akan mengunggahnya ke jaringan Blockchain, sehingga datanya original, tidak akan bisa dimanipulasi. Canggih sekali kan Aplikasi Kommu?Program ini menjadi program Kadin Sumatera Barat loh. Bagi UMKM yang berminat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut bisa langsung cek website Kommu pada button dibawah ini: Sumber : https://wikiwirausaha.id/traceability-teknologi-blockchain-angkat-petani-kopi-naik-kelas/Editor : Jefri Afriadi"Anda tertarik dengan kelas Alko Akademi? yuk gabung sekarng di www.alko.id/academy "

Read More  

Admin Alko | 02/07/2023

5 HAL YANG PERLU KAMU KETAHUI TENTANG LATTE ART

Beberapa orang mengatakan bahwa latte art adalah seni melukis di atas kopi.Saat menikmati café latte hampir di semua coffee shop kita takkan mendapati secangkir café latte yang polos tanpa hiasan. Hiasan khas yang memperindah kopi kita ini disebut latte art. Saat barista beraksi membuatnya di coffee bar, kita yang menontonnya tertegun takjub. Betapa dengan mudahnya para barista ini memeragakan ‘melukis’ kopi dengan susu yang dibuat sedemikian rupa. Tapi tahukah kamu latte art tak lahir begitu saja. Diperlukan ketrampilan khusus dan tentunya science agar latte art lahir dengan sempurna. Ngomong-ngomong soal latte art, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui agar secangkir latte-mu mampu diapresiasi lebih dari sekedar minuman yang indah.Lahirnya Latte ArtKopi dan susu telah dikonsumsi sejak zaman dahulu. Tapi untuk menciptakan latte art diperlukan satu orang yang benar-benar menciptakannya. Adalah David Schomer seorang pria yang berasal dari Amerika Serikat yang tergila-gila menciptakan seni di atas kopi pada pertengahan 1980-an. Dan ternyata ada juga seorang pria Italia bernama Luigi Lupi di waktu yang hampir bersamaan melakukan hal yang sama yaitu latte art. Jadi tercatat dua orang penemu latte art di waktu yang hampir bersamaan.Siapapun yang terlebih dahulu menemukan metode ini tak ada yang menyangkal bahwa David Schomer-lah yang dianggap paling ahli dan bahkan telah membuat buku tentang ini. Pada 1994 di dalam artikel Coffee Talk, Schomer mengatakan bahwa dia telah mengembangkan bentuk hati ke dalam latte sejak musim gugur di 1989. Dalam artikel tersebut Schomer secara tidak langsung mematenkan ‘bentuk hati’ dalam latte art. Latte Art is All About “Science”Kenapa? Karena latte art tak lahir dari sekedar menuangkan susu ke dalam espresso. Latte art terjadi karena bantuan susu yang dipanaskan dengan steamer atau frother dan membentuk microfoam. Kehadiran microfoam ini mengubah karakteristik dari susu cair biasa. Dalam bahasa ilmiah proses ini disebut denaturasi. Susu terdiri dari lemak, gula dan protein. Ketika susu diuapkan maka lemak mengurai dan memecah gula yang ada padanya dan membuat susu terasa lebih manis. Nah, susu yang telah menghasilkan microfoam inilah yang dituangkan barista ke dalam espresso dan bisa dibentuk menjadi berbagai desain dalam latte art.Latte Art ChampionshipTak hanya sekedar membuat seni di atas kopi, latte art kini telah diangkan menjadi sesuatu yang serius dan dipertandingkan. Tahun ini pemenang latte art championship adalah Caleb Cha yang berasal dari Australia. Seluruh dunia mengirimkan delegasi jagoannya untuk dipertandingkan dan meraih piala paling bergengsi di kancah per-latte art dunia. Baru tahu kan secangkir latte yang kamu teguk itu ternyata diapresiasi sebegitu tingginya?Senjata Membuat Latte ArtJika seorang pelukis memerlukan kuas dan kanvas, maka barista memerlukan milk jug untuk melukis di atas cangkir. Milk jug adalah kuas bagi latte art. Bisa kamu bayangkan secangkir latte di atas cangkir acme cup yang berisi latte art sempurna berbentu rosetta. Semua itu berkat milk jug yang dikendalikan baristanya. Milk jug sendiri terdiri dari berbagai jenis brand. Mulai dari Milk Jug Motta, Latte Pro hingga Espro Toroid. Bahannya juga beragam karena ada yang terbuat dari stainless steel hingga teflon. Selain milk jug, biasanya latte art juga dibantu oleh Motta Latte Art Pen yang berguna menghias latte menjadi lebih indah.Bukan Barista tapi Ingin Belajar Latte Art? BisaYuk ikuti kelas Barista bersama mentor terbaik hanya di Alko Akademi.

Read More  

Admin Alko | 14/06/2023

Komunitas petani Koperasi ALKO Menyikapi Undang Undang Bernama EUDR/ Uni Eropa Deforestation Regulation dengan kopi Tracebility berbasis Blockchain teknology

PADA 16 Mei 2023 Uni Eropa (UE) secara resmi mengadopsi aturan baru yang akan membantu blok perdagangan mengurangi kontribusinya terhadap deforestasi global. Menurut situs resmi Parlemen Uni Eropa sebagaimana dimuat dalam berita Dewan Eropa pada Jumat (19 Mei 2023) disebutkan bahwa “peraturan baru tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa konsumsi dan perdagangan produk-produk tersebut oleh UE tidak berkontribusi terhadap perusakan hutan atau penggundulan hutan".Definisi deforestasi dalam undang-undang deforestasi UE sejalan dengan definisi Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), yaitu konversi hutan untuk penggunaan pertanian, baik yang disebabkan oleh manusia atau tidak. Degradasi hutan didefinisikan sebagai perubahan struktural tutupan hutan berupa konversi hutan primer menjadi hutan tanaman dan hutan tanaman atau lahan berhutan lainnya.Sedangkan degradasi hutan diartikan sebagai perubahan struktur tutupan hutan, berupa perubahan perkebunan pada hutan primer menjadi hutan buatan yang sengaja ditanami sesuatu, atau hutan dengan pepohonan untuk produksi kayu yang dikelola oleh manusia.Konflik kebijakan UE dengan aturan multilateralPeraturan EUDR jelas tidak sejalan dengan prinsip dan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Hal tersebut juga bertentangan dengan semangat kerjasama antar negara dunia untuk mengatasi isu perubahan iklim baik dalam kerangka pembangunan berkelanjutan (SDGs), Paris Agreement maupun COP.Kebijakan due diligence UE tidak seimbang dan tidak berdasarkan komitmen yang telah disepakati secara global (khususnya Paris Agreement on Climate Change). Kita telah melihat bahwa kebijakan ini cenderung bersifat restriktif dan berpotensi tidak sejalan dengan aturan perdagangan internasional.Di tengah memanasnya konflik deforestasi, Indonesia dan Uni Eropa baru saja memasuki putaran ke-14 perundingan perjanjian perdagangan atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Sepanjang tahun 2022, total perdagangan Indonesia-Uni Eropa tercatat sebesar US$33,2 miliar.Bagaimana sikap kita terhadap hukum UE? Jujur saja, melawan hukum hanya akan membuat pemerintah Indonesia kehilangan kesempatan untuk memperbaiki pengelolaan dan kelestarian hutan, yang saat ini mendapat perhatian positif dari para mitranya termasuk Uni Eropa.Risiko menolak hukumPertama, mari kita lihat dari sudut pandang tantangan. Delapan komoditas pertanian dan turunannya, yaitu minyak sawit, daging sapi, kakao, kopi, kedelai, kayu, karet, arang, dan kertas cetak, hanya akan diizinkan masuk ke pasar UE jika pemasok produk berhasil mengeluarkan ”pernyataan uji tuntas” .Pernyataan tersebut menegaskan asal produk, yang tidak boleh berasal dari lahan yang dibuka dari hutan. Pemasok atau importir juga harus memverifikasi bahwa produk mematuhi undang-undang yang relevan di negara asal, termasuk menghormati hak asasi manusia, dan melindungi hak masyarakat adat yang terkena dampak produksi barang, jika ada.Beberapa peluangKeuntungan apa yang mungkin dapat kita ambil dengan undang-undang yang baru? Indonesia dapat melibatkan Uni Eropa dalam negosiasi yang konstruktif terkait pemanfaatan program Kemitraan Hutan yang telah dibentuk oleh tim Komisi Uni Eropa.Program Kemitraan Hutan didirikan untuk membantu negara-negara mitra memperkuat tata kelola hutan mereka dan menciptakan peluang sosial-ekonomi bagi masyarakat melalui rantai nilai yang berkelanjutan. Komisi UE telah menjanjikan 1 miliar Euro (US$1,1 miliar) untuk memfasilitasi perlindungan, restorasi, dan pengelolaan hutan berkelanjutan di negara-negara mitra.Sisi positifnya, program kerjasama ini akan dirancang sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara mitra Eropa. Keterlibatan yang aktif dan konstruktif dengan UE sangat penting, terutama selama masa transisi sebelum hukum ditegakkan sepenuhnya.Komisi UE akan menggunakan sistem pembandingan yang menentukan klasifikasi negara, dalam kategori risiko rendah, risiko standar, atau risiko tinggi. Kategorisasi ini diperoleh berdasarkan penilaian yang obyektif dan transparan. Produk dari negara berisiko rendah akan melalui prosedur uji tuntas yang disederhanakan.Ekspor kayu bulat juga dipengaruhi oleh kebijakan UE baru-baru ini.Ada jalan keluarUndang-undang penggundulan hutan UE juga akan memberlakukan ketertelusuran wajib atas suatu barang menggunakan teknologi identifikasi geolokasi, yang akan mengungkap lokasi tempat produk itu ditanam.Hal ini dapat dinegosiasikan dengan UE dalam program kemitraan, dengan mendiskusikan cara terbaik untuk membantu petani kecil menggunakan telepon pintar dan menyediakan geotag, atau informasi pemosisian data, di pertanian mereka. Program ini dapat membantu petani kecil di Indonesia menjadi lebih kuat secara organisasi, selain membangun kemitraan sekaligus meningkatkan keterampilan mereka.Pemberdayaan dapat diperoleh melalui pelatihan-pelatihan yang tentunya mereka butuhkan. Misalnya pelatihan dalam mengelola data agar dapat ditelusuri sumbernya. Namun, akan ada sejumlah besar data yang harus dikumpulkan untuk melewati proses due diligence.Teknologi BlockchainSeperti diketahui, teknologi dan ketertelusuran blockchain sudah mulai digunakan di Indonesia dengan beberapa perusahaan kopi dan koperasi. Namun, tidak banyak pengusaha dan pembuat keputusan Indonesia yang memahami teknologi dan ketertelusuran blockchain.“Dengan penerapan blockchain, diharapkan akan mendapatkan kepercayaan konsumen dari seluruh lapisan masyarakat dan petani yang menanam kopi,” ujar Suryono B. Tani, pendiri Koperasi Tani Korintji Alam (ALKO), menyatakan pihaknya selalu menjaga kualitas kacang yang dia hasilkan bersama para petani. Pernyataan ini disampaikan saat saya diwawancarai secara virtual, Selasa (23 Mei 2023).Ketertelusuran ini dapat meningkatkan pendidikan bagi petani, memberikan kualitas pada kopi dan menjaga keaslian tanaman kopi. Sehingga harapannya dengan ketertelusuran ini para penikmat kopi dan petani sama-sama mendapatkan keuntungan langsung dari harga kopi. Harapan selanjutnya adalah dengan harga yang lebih baik para petani sendiri akan lebih siap menjaga alam.Siapkah Indonesia?Terlepas siap atau tidak siap, produk kopi Indonesia perlu ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya karena pasar UE memiliki persyaratan standar yang tinggi. Standar yang berlaku di UE juga menyesuaikan persepsi konsumen, antara lain produk ramah lingkungan, produk pertanian organik, dan perdagangan produk mengikuti sistem perdagangan yang adil.Semoga teknologi blockchain dapat mengurangi kekhawatiran tentang hambatan ekspor yang diberlakukan oleh negara lain, termasuk UE. Sebelum mengekspor kopi kami ke luar negeri, kami dapat memeriksa kualitas dan keasliannya menggunakan teknologi blockchain, sebagai lawan dari "uji tuntas" yang dilakukan oleh negara-negara tersebut.Dengan demikian, harga kopi untuk ekspor tidak hanya bersaing, tetapi juga kualitas produk yang baik, karena keasliannya sudah terverifikasi.Sumber: https://traveltext.id/2023/05/25/response-to-the-european-unions-policy-towards-free-deforestation/Penulis: Bagas Hapsoro , pegiat diplomasi kopi. Duta Besar RI untuk Swedia (2016-2020), Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN (2009-2012), Duta Besar RI untuk Lebanon (2007-2009).Penyunting: Jefri Afriadi 

Read More  

Admin Alko | 03/06/2023

Suryono Mendigitalisasi Kopi Kayu Aro

Suryono, petani kopi Kayu Aro, Jambi, membangun ekosistem komunitas kopi di sana dan memasukkan ke dalam block chain untuk pedagangan adil.OlehNINUK M PAMBUDY12 Desember 2022 05:17 WIB·Suryono yang sukses mendigitalisasikan kopi kayu aro demi perdagangan yang adil. Kini Suryono menjabat CEO PT Alko Sumatera Internasional. KOMPAS/NINUK MARDIANA PAMBUDY (NSuryono yang sukses mendigitalisasikan kopi kayu aro demi perdagangan yang adil. Kini Suryono menjabat CEO PT Alko Sumatera Internasional.Di kaki Gunung Kerinci pada ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut, petani kopi di Kayu Aro, Jambi, boleh membanggakan diri. Kopi arabika mereka sudah mendapat pengakuan indikasi geografis, berarti memiliki ciri khas daerah itu. Kopi hasil kebun Perkumpulan Petani Alam Korintji atau Alko pun mendapat pembeli di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.Adalah lima orang muda dari Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, sebagai pemula perubahan perilaku petani kopi di sana. Mereka terusik melihat petani mengambil kayu dari hutan Taman Nasional Kerinci Seblat yang tidak jauh dari kampung mereka. Suryono mengajak empat temannya: Erna, Nopal, Kelik, dan Hendra yang dosen di Universitas Negeri Padang, pada tahun 2014 memikirkan cara mengajak petani berhenti mengambil kayu dari taman nasional.Sumber: https://www.kompas.id/baca/tokoh/2022/12/11/suryono-mendigitalisasi-kopi-kayu-aroEditor: Jefri Afriadi 

Read More  

Admin Alko | 14/01/2023

DEVELOPING COFFEE BUSINESS ECOSYSTEM IN SOCIAL FORESTRY

(Partnership between KUPS Register Lima and PT ALKO Sumatra International Coffee for Robusta Coffee Export and Arabica Coffee Agroforestry Development)In the rise of social forestry development, various programs have been introduced to enhance and achieve its goals facilitated by government agencies. The high potential of the coffee business in Bengkulu Province earns the opportunity for their product marketing to be extended for export to the regional and global markets. Seizing this chance, an FGD with the signing ceremony involving various stakeholders took place in Rejang Lebong on Saturday, 22 October 2022.The FGD involved related stakeholders, such as the Social Forestry Business Group (KUPS) of Tebat Pulau Village in Register Lima, PT Alko Sumatra International Coffee (Hongli Fernando), The Indonesian Environment Fund (BPDLH Ministry of Finance), Head of Provincial Environment and Forestry Agency (Safnizar), higher education institutions (University of Bengkulu and Pat Petulai University), Rita Savitri Christina Sinaga from Center for Social Forestry and Environmental Partnership for Sumatra Region, and local coffee farmers within social forestry scheme. Siswahyono and Hefri Oktoyoki are the academics from the Department of Forestry UNIB as the expert to assist this activity.                                                                     The FGD on Coffee Business Ecosystem in Social ForestryThis FGD also emphasized the importance of building the business ecosystem, not only the business unit. Currently, the product of “Register Lima Coffee” managed by the KUPS Register Lima holds the silver category. The forum also stated its commitment to improving institutional capacity, technology processes, and blockchain systems to enhance and maintain product quality to be more competitive in the market and empower local farmers to guarantee mutual benefit between businesses and the people. The event continued with the inaugural planting of arabica coffee at the KUPS Register Lima Plot attended by all stakeholders.Planting arabica coffee in Register Lima Plot Sunday, October 23, 2022, located in Tebat Pulau Village, which was attended by the Governor of Bengkulu (represented by the Head of the DLHK), Deputy Regent Rejang Lebong (Mr. Hendra wahyudiansyah), Member of the Bengkulu Provincial Parliament  (Heri Purwanto), Head of KPHL Bukit Daun (Yudi Riswanda), Vice Rector of Pat Petulai University (Fitri Lestari), Academician of University of Bengkulu.The signing ceremony was held the following day between the KUPS Register Lima and PT Alko Sumatra International Coffee. There was also coffee cupping assessed by Priatna, an internationally licensed cupper for the sample products. The score was 87.75 (specialty coffee), 83.19 and 81.30 for the premium coffee category. He also added that the results of this cupping score play an essential role in the implementation of the economic, social, and environment to make this business ecosystem more sustainable in the future.The signing ceremony between KUPS Register Lima and PT Alko Sumatra International CoffeeSumber: https://agriculture.unib.ac.id/

Read More  

Admin Alko | 26/10/2022

5 Pembisnis Kopi Asal Jepang Belajar Budidaya Kopi Arabika di Kerinci, Jambi - Alko academy

Alko academy - Merupakan salah satu Divisi Pendidikan yang secara konsisten memberdayakan kegiatan masyarakat, salah satunya dengan mengadakan pelatihan gratis bagi petani tentang kopi GAP (Good Agriculture Practice), mulai dari pola tanam hingga pasca panen, termasuk melakukan pendampingan usaha kepada kelompok tani wanita di bawah persatuan. Bukti Konsistensi Alko academy dalam program edukasi kopi dan bisnis salah satunya  adalah dengan adanya kegiatan "ALKO ACADEMY INTERNATIONAL 2nd BATCH JAPAN 2022" yang sudah berlangsung selama tiga hari digedung Alko Academy (AKMI) Kayu aro, kabupaten Kerinci, Prov. Jambi. Dalam kegitan yang berlangsung selama tiga hari dengan  empat peserta dari negeri sakura (Jepang) dan satu peserta dari Jakarta (indonesia), Kelima peserta dalam kegiatan ini merupakan pembisnis kopi bertaraf Internasional yang datang ke Kerinci untuk mengikuti kelas Budidaya dan prosesing kopi mulai dari : 1. Pembibitan KopiPada hari pertama peserta mengikuti kegiatan dengan materi dasar pembibitan kopi (seedling). Mulai dari tahap menyeleksi calon benih sesuai dengan Kriteria, hingga proses penyemaian dengan menggunakan media tanam yang tepat. Biasanya biji kopi akan mulai berkecambah saat menginjak umur 4-8 minggu jika ditanam di dataran tinggi yang hawanya sejuk. Sedangkan didataran rendah, biji dapat berkecambah lebih cepat, yaitu sekitar 3-4 minggu.2. Transplanting                                                                                                                       Setelah peserta mengikuti materi pembibitan kopi, selanjutnya peserta dipandu untuk melakukan pemindahan bibit kopi yang usia tumbuhnya sudah memenui syarat untuk dipindahkan ke media polybag. Kegiatan ini disebut juga sebagai (Transplanting). yang bertujuan untuk Mempercepat pertumbuhan bibit kopi,  Mempermudah bibit kopi menyesuaikan diri dengan lingkungan, mengurangi tinggat kematian bibit kopi dilapangan,  memudahkan pemindahan bibit dilapangan dan msih banyak lagi manfaat lainya.3. PlantingSelanjutnya peserta bersama team alko academy melakukan tahap pemindahan bibit yang kopi yang sudah memenuhi syarat dan kriteria penanaman kelapangan/lahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sebenarnya, lahan untuk menanam harus disiapkan juga tanaman Peneduh/Penaung. Mengapa begitu? Sebab tanaman peneduh ini memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu mengatur intensitas sinar matahari yang masuk, karena kopi tidak memerlukan sinar matahari yang penuh dan intens.4. MaintaningSetelah selesai ditahap pemindahan bibit kopi kelapangan selanjutnya peserta memasuki materi yang tidak kalah penting dalam budidaya tananaman kopi yaitu tahap perawatan/pemeliharaan tanaman kopi mulai dari, Teknik penyiangan, pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi, peremajaan, sanitasi, hingga pengendalian HPT.  Produksi dan produktivitas tanaman kopi arabika yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain faktor teknis pemeliharaannya. Faktor teknis pemeliharaan menjadi begitu penting karena harus sesuai dengan lingkungan fisik dari tanaman kopi, dan Manfaat pemangkasan pada tanaman kopi bertujuan agar pohon tetap rendah sehingga mudah perawatannya, membentuk cabang produktif yang baru, mempermudah masuknya cahaya dan mempermudah pengendalian hama dan penyakit. Pemangkasan juga dapat dilakukan selama panen sambil menghilangkan cabang - cabang yang tidak produktif, cabang liar maupun yang sudah tua. Cabang yang kurang produktif dipangkas agar unsur hara yang diberikan melalui pemupukan dapat tersalur ke batang yang lebih produktif. Secara morfologi buah kopi muncul pada percabangan, pemangkasan dilakukan bukan hanya untuk menghasilkan cabang saja (pertumbuhan vegetatif) tetapi juga menghasilkan banyak buah.5. Harveting Tahapan yang paling menyenangkan dari proses buidaya Kopi Aarabika tentunya saat melakukan pemanenan (Harvest). Tidak hanya Peserta Alko academy saja yang menantikan momen ini berlangsung, setiap petani kopi tentunya juga menunggu moment ini setelah terlepas dari proses, Pembibitan, Tarnsplanting, Planting, Mantaning, hingga Harvesting. Kopi Arabika mulai berbuah pada umur 2-4  tahun. Petik buah yang betul masak dengan warna merah, tua agar menghasilkan kopi yang berkualitas. Pada waktu panen (pemetikan) agar berhati-hati supaya tidak ada bagian pohon/cabang/ranting) yang rusak sehingga tidak menimbulkan stres dan mengganggu perkembangan selanjutnya.Itulah beberapa Potret kegiatan Alko academi 'International 2nd Batch Japan 2022". Pada hari pertama dengan materi Teknik Budidaya Kopi Arabika yang berlangsung di Gedung Alko academy (AKMI), Kayu aro, Kab. Kerinci, Prov. Jambi, Indonesia. Tetap nantikan Artikel kami selanjutnya dan untuk mengetahui informasi program kami lebih detail klik disini.

Read More  

Admin Alko | 17/09/2022

Koperasi ALKO Arabika Tani mengadakan pembagian sertifikat SHU serta RAT tahun buku 2021

Koperasi ALKO ARABIKA TANI melakukan pembagian Sertifikat SHU kepada anggota koperasi dan kelompok tani untuk hasil RAT tahun buku 2021. Sertifikat SHU yang merupakan lembar saham untuk diberikan kepada petani anggota Koperasi ALKO arabika tani sebagai apresiasi dalam ikut serta sebagai anggota koperasi yang aktif. Acara di adakan di Salah satu unit usaha di bawah koperasi yaitu di Agrowisata BUKIT CINTA Kayu aro kerinci yang di hadiri oleh seluruh anggota koperasi.Adapun poin utama pada RAT yang dilakukan adalah,1. Laporan ketua koperasi kepada anggota tentang kegiatan selama tahun buku 2021.2. laporan ketua tentang pergantian anggota keluar masuk. 4 keluar dan 4 masuk aggota baru3. laporan hasil usaha koperasi selama 1 tahun buku di 2021. dimana sumber masuk dari koperasi adalah dari anak perusahaan di bawah Koperasi arabika tani yaitu ptm alko, pt. alko tourism, pt prima aro, pt IKM dan Alko akademi dengan total pendapan bersih 168jt rupiah.4.pelaporan pengeluaran selama setahun berupa pemberian beasiswa kepada anak petani, asuransi petani, subsidi pendidikan, operasional kegiatan dan sarana senilai total 145jt.5. Pembagian Sertifikat SHU kepada anggota koperasi aktif

Read More  

Admin Alko | 20/06/2022

PT. Alko Sumatra Internasional Dilirik Investor Dalam-Luar Negeri

PT Alko Sumatra Internasional terus melejit menjadi perusahaan terbaik dalam bidang khusus ekspor kopi. Terbaru, PT Alko Sumatra Internasional tersebut berhasil mengekspor dalam jumlah besar kopi dari Solok Selatan, Sumatera Barat ke negara Jepang. CEO PT Alko Sumatra Internasional, Suryono mengatakan, dengan semangat Alko mendampingi petani, Alko saat ini membuka peluang bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar baik investor dalam dan luar negeri.“Untuk saat ini, beberapa perusahaan besar sebagai investor baik dalam dan luar negeri tertarik bergabung atau bekerjasama dengan PT Alko Sumatra Internasional dalam hal pengembangan komoditi kopi Nusantara yang lebih besar dengan menggunakan tresbility” ungkap Suryono, Minggu (01/05/2022).Suryono menceritakan, PT Alko Sumatra Internasional sebagai perusahaan akan terus konsisten mendampingi petani diseluruh Nusantara untuk terus mengembangkan komoditi kopi untuk bisa di ekspor ke luar negeri. “Itu kami buktikan dengan ekspor yang telah menembus ke beberapa negara yang terkenal ketat seperti Jepang, Norwegia, Inggris, New Zeeland dan juga Amerika Serikat,” ujarnya.Terbaru, menurut Suryono, karena melihat konsistensi PT Alko Sumatra Internasional, ada sebuah perusahaan besar dari Swiss yang bersedia dan siap bekerjasama dengan PT Alko Sumatra Internasional.“Terbaru ada dari Swiss, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada banyak perusahaan besar lagi termasuk lokal yang bisa bekerjasama dalam pengembangan project nantinya,” jelasnya.Senada, Direktur Operasional PT Alko Sumatra Internasional, Pebriyansah mengatakan akan siap berkolaborasi dengan siapapun dalam pengembangan komoditi kopi Nusantara. “Kita siap berkolaborasi dengan siapapun asal benar benar konsisten, tidak hanya investasi tetapi juga pengembangan komoditi kopi itu sendiri kepada petani-petani kita,” ujarnya.Menurut Pebriyansah, jika komoditi kopi berhasil kita kembangkan terus kearah yang lebih baik, para petani kopi di Indonesia akan sejahtera dalam hal ekonomi dan kopi akan menjadi komoditi Indonesia paling dilirik dunia internasional. Jika tadi CEO PT Alko Sumatra Internasional membuka rahasia ada tawaran dari luar negeri, untuk di Indonesia, menurut Pebriyansah ada perusahaan besar di pulau Jawa dan Sumatera yang juga menyatakan siap bergabung dalam pengembangan project tersebut.“Kita akan jadi perusahaan go publik dengan arah menembus IPO dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.Sumber : https://beritasumbar.com/pt-alko-sumatra-internasional-dilirik-investor-dalam-luar-negeri/

Read More  

Admin Alko | 12/06/2022

Berdayakan Petani Lokal, Alko Sumatera Kopi Ekspor 8 Ton Kopi Solok Selatan ke Jepang

Alko Sumatera Kopi ekspor 8 ton kopi asal Solok Selatan ke Jepang melalui Pelabuhan Teluk Bayur, Padang ke Kobe, Jepang.Direktur Alko Sumatera Kopi Suryono mengatakan pengiriman tersebut direncanakan pada Jumat 6 Mei 2022 mendatang."Hari ini sudah dimasukkan ke kontainer untuk nantinya dikirim ke Jepang yang merupakan fresh market bagi Kopi Solok Selatan," kata Direktur Alko Sumatera Kopi Suryono ketika dihubungi Haluan Padang, Rabu 27 April 2022.Ia menjelaskan bahwa Alko Sumatera Kopi adalah badan usaha berbentuk koperasi yang berbasis di Kabupaten Kerinci yang juga memiliki perusahaan eksportir. "Alko aktif dalam mendampingi kelompok-kelompok tani untuk menjadi eksportir, produk-produknya diekspor yang tersebar di beberapa kabupaten," ujar Suryono.Ia menambahkan untuk kelompok tani di Sumbar, tersebar di Lasi, Kabupaten Agam dan Kabupaten Solok Selatan."Untuk di Agam, Alko bahkan sudah menanami 100 Ha bibit kopi bersama petani lokal," kata Direktur Alko Sumatera Kopi.Menurutnya, sebelum melakukan ekspor ke Jepang, Alko sudah mencoba mempromosikan kopi Solok Selatan agar bisa dikenal oleh para pembeli dan mendapat respon yang bagus."Kami sudah memiliki pembeli di 16 negara dan kami kirim terusmengirimkan sample hingga akhirnya ada yang cocok dengan kopi Solok Selatan serta menimbulkan adanya permintaan," katanya.Lebih lanjut, dengan adanya permintaan tersebut membuat jumlahnya semakin meningkat seperti 300 kg dan 500 kg ke Norwegia, Belanda, dan Malaysia serta ada pembeli di Jepang minta lumayan besar hingga 3 ton."Akhirnya kita kumpulkan petaninya, lalu kopi tersebut diekspor atas nama petani, kami hanya sebagai undername saja sebagai penyedia jasa ekspor dan Alko hanya mendapat fee beberapa rupiah dari total pembayaran," ujar Suryono.Sementara itu, untuk memproses kopi sebelum dikirim dilakukan atas nama Zikwan sehingga akhirnya sesuai dengan standar Jepang yang cukup tinggi."Diketahui, permintaan tersebut bermula sejak Januari dari perusahaan bernama Saka No Tochu Co LTD, perusahaan yang memiliki banyak kafe kecil di Jepang," katanya.Ia menambahkan bahwa Alko yang berdiri sejak 2017 dan mulai mengekspor kopi sejak 2019 tersebut menggunakan teknologi blockchain untuk tracking asal-usul kopi."Negara-negara pertama yang menjadi tujuan ekspor kala itu yakni Malaysia, Jepang, dan Amerika Serikat. Salah satu pembeli kopi adalah pusat jaringan kafe Starbucks di Seattle, Amerika Serikat," ujarnya.Sumber : https://padang.harianhaluan.com/reportase/pr-1063311725/berdayakan-petani-lokal-alko-sumatera-kopi-ekspor-8-ton-kopi-solok-selatan-ke-jepangPenulis : Muhammad Daffa De Benny Putra

Read More  

Admin Alko | 12/05/2022

PT Alko Sumatra Internasional Ekspor Kopi dari Sumbar ke Jepang

Sebanyak delapan ton biji kopi arabika yang ditanam warga di Solok Selatan diekspor ke Jepang. Ini merupakan realisasi dari komitmen PT. Alko Sumatra dalam membina petani dan menyediakan pasar ekspor kopi.Hal tersebut disampaikan CEO PT. Alko Sumatra Internasional Suryono setelah pelepasan eksport kopi PT Alko Sumatra Internasional ke Jepang, Jumat (29/04/2022)Suryono mengatakan kegiatan tersebut merupakan eskpor perdana Alko dari pelabuhan teluk Bayur Padang ke Jepang yang mana kontrak Alko dan saka no tochu co sebanyak 150 ton."Hari ini dari Sumbar baru 8 ton dengan kopi Arabika specialty natural dengan harga di bandrol 7.9 US Dollar . Alko sendiri perusahaan eksport yang menerapkan konsep tranparansi dari hulu ke hilir dengan di dukung teknologi blokchain treacibility sehingga customer benar benar mengetahui dari mana sumber kopi yang di minum serta siapa petani nya secara real," ujar Suryono.Ditempat yang sama, Direktur PT Alko Sumatra Internasional Pebriansyah menceritakan Sumbar punya potensi besar untuk pertanian kopi. Lanskap alam Sumbar yang dilalui jalur pegunungan vulkanik, sangat mendukung untuk ditanami kopi.“Kita di Sumbar ini punya tujuh gunung vulkanik dengan ketinggian di atas 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang cocok untuk tanaman kopi. Sekarang tinggal mempersiapkan sumber daya manusia yang mau mengelolanya,” katanya.Pebri menjelaskan, selain punya gunung vulkanik, bentang alam Sumbar juga terdiri dari daerah dataran tinggi yang potensial. “Daerah di bawah 1000 mdpl bisa ditanami kopi robusta juga. Ini dua-duanya punya market yang besar di pasar internasional,” ujarnya.Pebri mengatakan, perusahaannya akan menjamin produksi kopi dari petani punya market yang pasti. “Kita ingin mengembalikan kejayaan kopi di Sumatra Westkust ini. Kopi di kawasan Sumatra bagian tengah-pesisir ini punya sejarah gemilang sebelum kedatangan Belanda pada kisaran abad 17. Kopi dari sini sudah diekspor hingga ke Amerika ketika itu,” katanya.Pebri melanjutkan, selain menjembatani petani dengan market, saat ini PT. Alko tengah mengembangkan teknologi blokchain. Melalui mekanisme blokchain, kata Pebri, konsumen bisa tahu perjalanan kopi, mulai dari asalnya hingga sampai di kedai kopi. “Konsumen bisa tahu keaslian kopi, ditanam oleh siapa, ditanam di daerah mana dan bahkan sampai ke informasi kapan buah kopi dipanen,” tutur Pebri.“Dengan adanya teknologi blokchain ini, pembeli percaya kepada kita untuk memproduksi kopi. Ini adalah upaya dalam transparansi produksi kopi sehingga keaslian kopi terjamin,” kata Pebri.Perlu diketahui, 8 ton biji kopi kering yang di eksport tersebut diproses oleh petani binaan PT. Alko Sumatra Internasional, Zikwan yang mulai belajar budidaya kopi dengan PT. Alko sejak 2016 silam.“Pada 2016 kita tanam, kemudian tahun 2018 panen. 2019 belajar prosesor biji kopi dan 2020 mulai ekspor berkolaborasi di bawah koperasi Alko,” kata Zikwan dikutip dari langgam.id.Zikwan mengatakan, prospek pertanian kopi sangat menjanjikan. Apalagi, dengan adanya pihak yang menjembatani petani dengan pasar ekspor.Zikwan mengatakan bahwa delapan ton biji kopi itu dikelola oleh “Kelompok Tani Zikwan” yang beranggotakan 20 orang. “Jadi, selain kita yang tanam, ada sekitar 200 lebih petani penyuplai yang berkontribusi terhadap keberhasilan ekspor kali ini,” katanya saat pelepasan ekspor kopi, di depo kontainer Pelabuhan Teluk Bayur, Jumat (29/4/2022).Kata Zikwan, kopi ekspor harus diproses secara teliti agar meminimalisir kerusakan. Selain itu, tingkat kematangan buah kopi juga akan menentukan kualitas.“Jadi yang diekspor hari ini, kita yang proses, petani-petani hanya menjual dalam bentuk kopi ceri (buah kopi yang baru dipetik), setelah itu baru diproses, mulai dari sortir hingga layak ekspor dalam bentuk biji kering,” kata Zikwan.Adapun Zikwan sendiri mengelola lahan yang ditanami kopi seluas dua hektare. “Ini adalah ekspor kopi yang ke sekian kalinya sejak tahun 2020 berkolaborasi dengan PT. Alko Sumatra Internasional,” kata Zikwan.Kendati demikian, menurut Zikwan, komoditi kopi punya tantangan tersendiri dari segi kuantitas. Kata dia, produksi kopi dari petani terus mengalami penurunan.“Tantangannya di produksi yang semakin lama makin menurun. Karena tidak semua petani itu merawat kebunnya dengan serius,” katanya.Zikwan melanjutkan, per kilonya biji kopi arabika siap ekspor dihargai Rp98 ribu. Sedangkan harga buah kopi ceri yang baru dipetik oleh petani, dihargai Rp12 ribu per kilonya.“Untuk proses dari buah kopi hingga siap ekspor ini memakan waktu kurang lebih empat bulan,” pungkas Zikwan. (**/Zaki)Sumber : https://retizen.republika.co.id/posts/119980/pt-alko-sumatra-internasional-ekspor-kopi-dari-sumbar-ke-jepangPenulis : Fauzaki Aulia

Read More  

Admin Alko | 12/05/2022

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.