Mahasiswa Universitas Jambi Ikuti Kelas Alko Academy

Admin Alko |

Mahasiswa Universitas Jambi Ikuti Kelas Alko Academy

Alko Academy - Kembali selenggarakan kelas bersama Mahasiswa Program MBKM Riset Inovasi Keilmuwan guna memberikan pengetahuan komprehensif kepada mahasiswa pengelolaan Kopi dari Hulu ke Hilir serta menginisiasi Kerjasama dalam bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Kamis 13 Juli 2023).

Melalui surat dengan kop resmi "Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi UNIVERSITAS JAMBI Pusat Unggulan Ipteks Eko-eduwisata Kopi Liberika Terintegrasi Mangrove (PUI-E2KOLIM)" pada tanggal 05 juli 2023 mengirimkan surat permohonan kunjungan dengan nomor surat 12/ PUI-E2KOLIM/VII/2023 kepada direktur Alko Academy (Erna Yunita, S.Pd).  Alko Academy merupakan salah satu divisi kami yang memiliki beberapa program edukasi dan pendidikan dalam peningkatan kapasitas generasi petani muda perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, para petani muda perlu diberi edukasi dan pendampingan untuk menjadi petani modern, memiliki pemaham mengelola hasil pertanian kopi dan memiliki kemampuan analisa bisnis dengan belajar dari cara budidaya, pasca panen dan pengembangan bisnis kopi yang berkelanjutan. Selain itu kami (Alko Academy) juga Melakukan edukasi kepada petani dan masyarakat pelaku kopi dari kebun ke secangkir kopi, serta memberikan beasiswa kepada Mahasiswa anak petani untuk keberlangsungan bisnis dan ketersedian komoditi berkualitas ber-standar tinggi agar mampu berdaya saing menembus pasar global.

     

foto kegiatan pembelajaran dikelas alko academy (pada hari kamis, 13 juli 2023)


Selanjutnya kegiatan kelas alko academy secara resmi dibuka oleh Erna Yunita, S.Pd (Direktur Alko Academy), dan sekaligus salah satu narasumber kegiatan yang hadiri beberapa Dosen Pembimbing dan Mahasiswa Universitas jambi. diantaranya yaitu, Indra Lasmana Tarigan, S.Pd., M.Sc (Dosen Kimia), Mahya Ihsan, S.Si., M.Si (Dosen Biologi), Zairaini Adriliana (Mahasiswa Kimia), Alya Adiningtyas Putri (Mahasiswa Kimia) Sonia (Mahasiswa Kimia), Emi Lestari Perangin-angin (Mahasiswa Kimia), Marsella Oktavioni (Mahasiswa Kimia), Putri Nur Shadrina (Mahasiswa Kimia), M. Jovan Pradipta (Mahasiswa Biologi),Juni Harlin (Mahasiswa Biologi), Sindi Setia Rahayu (Mahasiswa Biologi), dan Melina Manalu (Mahasiswa Biologi).

Kelas Alko Academy diawali dengan beberapa materi teori budidaya, pasca panen, hingga pemasaran secara detail dan terstruktur dengan pedoman "Modul Pelatihan Alko Academy" yang telah kami susun melalui riset secara profesional oleh team kami di lapangan.  setelah penyampaian teori pembelajaran yang dilakukan dikelas alko academy berlangsung sekitar 2 jam oleh Erna Yunita, S.Pd (Direktur Alko Academy). Kegiatan yang di ikuti oleh  beberapa mahasiswa UNJA ini dilanjutkan dengan Praktek langsung kelapangan yang di pandu oleh pemateri Alko Academi ke-dua yaitu Edwin Trio Putra (Praktisi Lapangan).


    

Foto kegiatan Praktek Lapangan Mahasiswa UNJA di Alko Academy


Setelah mengikuti pembelajaran secara teori dikelas, Mahasiswa diajak kelapangan (Workshop) untuk mempraktikan secara langsung teknis-teknis yang telah mereka pelajari sesuai dengan Modul Alko Academy yang menjadi buku panduan-nya. dilapangan  Edwin Trio Putra, memberikan wawasan dan edukasi secara real dilapangan mulai dari proses pembibitan, penanaman, perawatan, pemangkasan, panen, hingga proses pasca panen yang sesuai dengan standar Modul Pelatihan Alko Academi yang telah teruji melalui kajian-kajian dan penelitian.


   

Foto kegiatan sesi cupping mahasiswa UNJA dikelas Alko Academy Kamis/13/juli/2023

Tidak ketinggalan  sesi Cupping Coffee juga diajarkan secara profesional oleh team Alko Academy dalam kegiatan ini, Para Mahasiswa yang mengikuti kegiatan di berikan edukasi pemahaman tentang Bagian pertama dari proses pencicipan (cupping) adalah di dalam lidah, di sini kita akan merasakan karakteristik-karakteristik dasar dari kopi seperti acidity (karakter asam), sweetness (karakter manis), bitterness (karakter pahit), saltiness (karakter asin—jika ada), dan savories atau rasa intinya. Proses standar dari coffee cupping dimulai dengan mengendusnya dalam, lalu menyeruputnya dengan kuat sehingga kopi yang disesap itu bisa “terlempar” ke seluruh langit-langit mulut.
Tahapan Cupping sangatlah penting untuk diketahui sebelum lanjut ketahap selanjutnya yaitu kelas pemasaran komoditi yang di pandu langsung oleh Hongly Fernando Direktur PT. Alko Sumatra Internasional salah satu divisi kami yang bergerak dibidang Pemasaran dan Eksportir kopi.                                                                                                                                                                                                                                              Foto kegiatan kelas alko Academy dengan Mahasiswa UNJA di Kantor Komersil Alko
Dalam sesinya, Hongly Fernando menyampaikan beberapa materi yang cukup menarik mulai dari persiapan packaging, riset pasar, hingga penerapan Teknologi Blockchain dalam Teknologi ini memungkinkan customer mengetahui proses kopi dari petik, roasting, hingga penyajian. 
Seusai pembahasan mulai dari Budidaya, Pasca hingga penerapan Teknologi dalam mendongkrak pasar dunia, Salah satu Mahasiswa Biologi "Juni Harlin" dalam sesi diskusi menyampaikan keinginanya untuk mengembangkan varietas kopi melalui metode kultur jaringan, tentu saja ide ini mendapat respon sangat baik dari Hongli Fernando. Keseriusan pembahasan kultur jaringan juga dibuktikan dengan ketertarikan kerjasama yang di sampaikan oleh Indra Lasmana Tarigan, S.Pd., M.Sc (Dosen Kimia) antara (PUI E2-KOLIM) dan Alko Academy. Mendengar hal ini "Suryono" CEO Alko merespon sangat baik semangat dan kemauan dalam Inovasi mengembangkan varietas melalui kultur jaringan,
"Alko fokus melakukan banyak Kerjasama dengan univesitas-universitas di Indonesia, saat ini dengan harapan dapat menciptakan inovasi di dunia pertanian dalam upaya meningkatkan produktifitas dan kuantitas dari intervensi akdemisi ini selaras juga dg program pengembangan tekonology blockchain untuk tracebility kopi.  kerjasama ALKO selain denganUNJA juga dengan Tamsis Padang, UNP, Univesitas Atma Jaya, ITB, IPB, STEBANK, UPP Bengkulu, STAIN Kerinci dan  univesitas lainnya. kali ini kegiatan Mahasiswa Unja untuk Kelas kampus merdeka dalam budidaya kopi di Alko akademi, mahasiswa itu harus kolaborasi dengan petani dan membantu petani agar lebih maju dan moderen."-(ujar suryono).
Ketua Koperasi Alko " Sriyanti" juga merespon baik kegiatan yang diselenggarakan pada hari Kamis, 13 Juli 2023. Ketua koperasi alko juga menyampaikan bahwa "Koperasi alko selalu fokus di preserving nature dg melakukan kegiatan penghijaun, konservasi dan juga pertanian berkelanjutan. kopi adalah tanaman konservasi dan sdh wajib bagi mahasiswa dari universitas yang sudah ada kerjasama dengan koperasi alko diharapkan dapat bersinergi untuk juga peduli dan membangun petani dari sisi akademisi" -(Ujar Sriyanti).

  


kamu tertarik mengikuti kelas di Alko Academy? yuk daftar gratis di www.alko.id/academy dapatkan kelas ekslusif bersama mentor-mentor terbaik kami.

#alkoacademy







Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.