Komunitas petani Koperasi ALKO Menyikapi Undang Undang Bernama EUDR/ Uni Eropa Deforestation Regulation dengan kopi Tracebility berbasis Blockchain teknology

Admin Alko | 03/06/2023

PADA 16 Mei 2023 Uni Eropa (UE) secara resmi mengadopsi aturan baru yang akan membantu blok perdagangan mengurangi kontribusinya terhadap deforestasi global. Menurut situs resmi Parlemen Uni Eropa sebagaimana dimuat dalam berita Dewan Eropa pada Jumat (19 Mei 2023) disebutkan bahwa “peraturan baru tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa konsumsi dan perdagangan produk-produk tersebut oleh UE tidak berkontribusi terhadap perusakan hutan atau penggundulan hutan".

Definisi deforestasi dalam undang-undang deforestasi UE sejalan dengan definisi Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), yaitu konversi hutan untuk penggunaan pertanian, baik yang disebabkan oleh manusia atau tidak. Degradasi hutan didefinisikan sebagai perubahan struktural tutupan hutan berupa konversi hutan primer menjadi hutan tanaman dan hutan tanaman atau lahan berhutan lainnya.

Sedangkan degradasi hutan diartikan sebagai perubahan struktur tutupan hutan, berupa perubahan perkebunan pada hutan primer menjadi hutan buatan yang sengaja ditanami sesuatu, atau hutan dengan pepohonan untuk produksi kayu yang dikelola oleh manusia.

Konflik kebijakan UE dengan aturan multilateral
Peraturan EUDR jelas tidak sejalan dengan prinsip dan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Hal tersebut juga bertentangan dengan semangat kerjasama antar negara dunia untuk mengatasi isu perubahan iklim baik dalam kerangka pembangunan berkelanjutan (SDGs), Paris Agreement maupun COP.

Kebijakan due diligence UE tidak seimbang dan tidak berdasarkan komitmen yang telah disepakati secara global (khususnya Paris Agreement on Climate Change). Kita telah melihat bahwa kebijakan ini cenderung bersifat restriktif dan berpotensi tidak sejalan dengan aturan perdagangan internasional.

Di tengah memanasnya konflik deforestasi, Indonesia dan Uni Eropa baru saja memasuki putaran ke-14 perundingan perjanjian perdagangan atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Sepanjang tahun 2022, total perdagangan Indonesia-Uni Eropa tercatat sebesar US$33,2 miliar.

Bagaimana sikap kita terhadap hukum UE? Jujur saja, melawan hukum hanya akan membuat pemerintah Indonesia kehilangan kesempatan untuk memperbaiki pengelolaan dan kelestarian hutan, yang saat ini mendapat perhatian positif dari para mitranya termasuk Uni Eropa.

Risiko menolak hukum
Pertama, mari kita lihat dari sudut pandang tantangan. Delapan komoditas pertanian dan turunannya, yaitu minyak sawit, daging sapi, kakao, kopi, kedelai, kayu, karet, arang, dan kertas cetak, hanya akan diizinkan masuk ke pasar UE jika pemasok produk berhasil mengeluarkan ”pernyataan uji tuntas” .

Pernyataan tersebut menegaskan asal produk, yang tidak boleh berasal dari lahan yang dibuka dari hutan. Pemasok atau importir juga harus memverifikasi bahwa produk mematuhi undang-undang yang relevan di negara asal, termasuk menghormati hak asasi manusia, dan melindungi hak masyarakat adat yang terkena dampak produksi barang, jika ada.

Beberapa peluang
Keuntungan apa yang mungkin dapat kita ambil dengan undang-undang yang baru? Indonesia dapat melibatkan Uni Eropa dalam negosiasi yang konstruktif terkait pemanfaatan program Kemitraan Hutan yang telah dibentuk oleh tim Komisi Uni Eropa.

Program Kemitraan Hutan didirikan untuk membantu negara-negara mitra memperkuat tata kelola hutan mereka dan menciptakan peluang sosial-ekonomi bagi masyarakat melalui rantai nilai yang berkelanjutan. Komisi UE telah menjanjikan 1 miliar Euro (US$1,1 miliar) untuk memfasilitasi perlindungan, restorasi, dan pengelolaan hutan berkelanjutan di negara-negara mitra.

Sisi positifnya, program kerjasama ini akan dirancang sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara mitra Eropa. Keterlibatan yang aktif dan konstruktif dengan UE sangat penting, terutama selama masa transisi sebelum hukum ditegakkan sepenuhnya.

Komisi UE akan menggunakan sistem pembandingan yang menentukan klasifikasi negara, dalam kategori risiko rendah, risiko standar, atau risiko tinggi. Kategorisasi ini diperoleh berdasarkan penilaian yang obyektif dan transparan. Produk dari negara berisiko rendah akan melalui prosedur uji tuntas yang disederhanakan.

Ekspor kayu bulat juga dipengaruhi oleh kebijakan UE baru-baru ini.

Ada jalan keluar
Undang-undang penggundulan hutan UE juga akan memberlakukan ketertelusuran wajib atas suatu barang menggunakan teknologi identifikasi geolokasi, yang akan mengungkap lokasi tempat produk itu ditanam.

Hal ini dapat dinegosiasikan dengan UE dalam program kemitraan, dengan mendiskusikan cara terbaik untuk membantu petani kecil menggunakan telepon pintar dan menyediakan geotag, atau informasi pemosisian data, di pertanian mereka. Program ini dapat membantu petani kecil di Indonesia menjadi lebih kuat secara organisasi, selain membangun kemitraan sekaligus meningkatkan keterampilan mereka.

Pemberdayaan dapat diperoleh melalui pelatihan-pelatihan yang tentunya mereka butuhkan. Misalnya pelatihan dalam mengelola data agar dapat ditelusuri sumbernya. Namun, akan ada sejumlah besar data yang harus dikumpulkan untuk melewati proses due diligence.

Teknologi Blockchain
Seperti diketahui, teknologi dan ketertelusuran blockchain sudah mulai digunakan di Indonesia dengan beberapa perusahaan kopi dan koperasi. Namun, tidak banyak pengusaha dan pembuat keputusan Indonesia yang memahami teknologi dan ketertelusuran blockchain.

“Dengan penerapan blockchain, diharapkan akan mendapatkan kepercayaan konsumen dari seluruh lapisan masyarakat dan petani yang menanam kopi,” ujar Suryono B. Tani, pendiri Koperasi Tani Korintji Alam (ALKO), menyatakan pihaknya selalu menjaga kualitas kacang yang dia hasilkan bersama para petani. Pernyataan ini disampaikan saat saya diwawancarai secara virtual, Selasa (23 Mei 2023).

Ketertelusuran ini dapat meningkatkan pendidikan bagi petani, memberikan kualitas pada kopi dan menjaga keaslian tanaman kopi. Sehingga harapannya dengan ketertelusuran ini para penikmat kopi dan petani sama-sama mendapatkan keuntungan langsung dari harga kopi. Harapan selanjutnya adalah dengan harga yang lebih baik para petani sendiri akan lebih siap menjaga alam.

Siapkah Indonesia?
Terlepas siap atau tidak siap, produk kopi Indonesia perlu ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya karena pasar UE memiliki persyaratan standar yang tinggi. Standar yang berlaku di UE juga menyesuaikan persepsi konsumen, antara lain produk ramah lingkungan, produk pertanian organik, dan perdagangan produk mengikuti sistem perdagangan yang adil.

Semoga teknologi blockchain dapat mengurangi kekhawatiran tentang hambatan ekspor yang diberlakukan oleh negara lain, termasuk UE. Sebelum mengekspor kopi kami ke luar negeri, kami dapat memeriksa kualitas dan keasliannya menggunakan teknologi blockchain, sebagai lawan dari "uji tuntas" yang dilakukan oleh negara-negara tersebut.

Dengan demikian, harga kopi untuk ekspor tidak hanya bersaing, tetapi juga kualitas produk yang baik, karena keasliannya sudah terverifikasi.

Sumber: https://traveltext.id/2023/05/25/response-to-the-european-unions-policy-towards-free-deforestation/

Penulis: Bagas Hapsoro , pegiat diplomasi kopi. Duta Besar RI untuk Swedia (2016-2020), Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN (2009-2012), Duta Besar RI untuk Lebanon (2007-2009).

Penyunting: Jefri Afriadi 

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kerja Sama Internasional Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan, Buka Peluang Ekspor Multi-Komoditas dari KerinciKERINCI, 18 Juli 2026 – Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Capulus Bean (Private) Limited, perusahaan perdagangan komoditas asal Pakistan, dalam sebuah seremoni yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak baru kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan, khususnya dalam pengembangan rantai pasok kopi premium yang mengedepankan traceability, keberlanjutan, dan pemberdayaan petani. Tidak hanya berorientasi pada transaksi dagang, kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem perdagangan jangka panjang yang memberikan nilai tambah langsung kepada petani.MoU ditandatangani oleh Suryono, mewakili Koperasi ALKO dan PT ALKO Sumatra Kopi, serta Ameer Khurram Rathore, Chief Operating Officer Capulus Bean (Private) Limited.Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan perdagangan kopi dan komoditas unggulan lainnya, pembangunan jaringan distribusi menuju Pakistan, pertukaran informasi pasar, pengembangan sistem rantai pasok berstandar internasional, serta kolaborasi investasi untuk memperkuat perdagangan kedua negara.Dari Green Bean Menuju Ekosistem BerkelanjutanDuta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengatakan kunjungan ke Kerinci mengubah perspektifnya mengenai industri kopi Indonesia.Menurutnya, ALKO tidak sekadar menjual kopi, tetapi membangun sebuah ekosistem bisnis yang terintegrasi dari petani hingga pasar internasional."Sebelum datang ke Kerinci, kami berpikir kerja sama ini hanya tentang kopi. Namun setelah melihat langsung ALKO, kami menemukan sesuatu yang lebih besar. Yang dibangun bukan hanya perdagangan green bean, tetapi sebuah ekosistem yang menggabungkan keberlanjutan, pemberdayaan petani, inovasi, dan sistem traceability. Karena itu kami melihat peluang kerja sama tidak hanya pada kopi, tetapi juga berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya."Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan dagang Indonesia–Pakistan berpotensi berkembang ke sektor pertanian yang lebih luas, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan Pakistan terhadap produk pangan dan komoditas tropis berkualitas.Pakistan Menjadi Hub Baru PerdaganganDalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat menjadikan Pakistan sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi produk-produk ALKO menuju kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.Capulus Bean akan berperan sebagai mitra distribusi sekaligus pengembang pasar, sementara ALKO bertanggung jawab menjaga kontinuitas pasokan, kualitas produk, dan sistem ketertelusuran yang menjadi standar utama pembeli internasional.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas pasar ekspor."Kami tidak mencari pembeli yang hanya datang membeli satu kontainer, tetapi mitra yang memiliki visi membangun pasar bersama. Karena itu kerja sama ini disusun dalam kerangka jangka panjang sehingga petani memperoleh kepastian pasar sekaligus kepastian harga."Menurutnya, model bisnis ALKO dibangun dengan prinsip bahwa peningkatan ekspor harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.Traceability Menjadi Nilai TambahDirektur International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menarik perhatian mitra Pakistan adalah sistem blockchain traceability yang telah diterapkan ALKO.Melalui platform digital Qthink-X, seluruh rantai pasok dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses panen, pascapanen, hingga pengiriman ke negara tujuan.Menurut Pebriyansah, pendekatan tersebut kini menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan global."Buyer internasional saat ini tidak lagi hanya membeli kopi berkualitas. Mereka membutuhkan transparansi, data, dan kepastian bahwa produk dihasilkan melalui praktik yang berkelanjutan. Sistem traceability yang kami bangun menjadi jembatan kepercayaan antara petani di Kerinci dengan konsumen dunia."Ia menambahkan, kerja sama dengan Pakistan menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian mampu membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau.Momentum Baru Diplomasi EkonomiKunjungan Duta Besar Pakistan beserta delegasi bisnis merupakan bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan yang telah terjalin selama puluhan tahun.Dalam beberapa hari kunjungannya di Kerinci, delegasi melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari mengunjungi kebun kopi anggota ALKO, melihat proses budidaya agroforestri, mempelajari sistem pengolahan kopi, mengikuti sesi cupping, hingga berdiskusi mengenai penerapan teknologi blockchain dan keberlanjutan.Kehadiran langsung Duta Besar dinilai memberikan sinyal kuat bahwa hubungan perdagangan kedua negara kini semakin diarahkan pada kemitraan antarlembaga dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan antarpemerintah.Menuju Perdagangan Multi-KomoditasSelain kopi specialty, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama untuk berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya.Menurut ALKO, model bisnis yang dikembangkan memungkinkan berbagai komoditas pertanian dipasarkan melalui sistem yang sama, yakni berbasis kualitas, keberlanjutan, dan ketertelusuran.Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Pakistan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi produk-produk pertanian bernilai tambah lainnya.Bagi ALKO, penandatanganan MoU ini menjadi lebih dari sekadar dokumen kerja sama. Kesepakatan tersebut merupakan fondasi bagi pembangunan koridor perdagangan baru antara Kerinci dan Pakistan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok produk pertanian premium yang mampu memenuhi tuntutan pasar global melalui inovasi, teknologi, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.