Blog

Scroll Down

Info seputar pengetahuan petani, perkopian hingga tips menarik untuk anda

Festival Pesta Rakyat Petani Kerinci 2026 Perkuat Ekosistem Kopi dari Petani hingga Pasar Global

KERINCI, Jambi —11-13/ Koperasi Alam Korintji Internasional (ALKO) bersama petani dan berbagai mitra menyelenggarakan Festival Pesta Rakyat Petani Kerinci 2026 pada 11–12 September 2026 di Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jambi.Mengusung semangat memperkuat ekosistem kopi dari hulu hingga hilir, festival ini mempertemukan petani, kelompok tani, koperasi, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, komunitas, hingga pembeli kopi dari pasar internasional.Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi ajang perayaan petani kopi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat akses pembiayaan, traceability, perdagangan kopi, hilirisasi, serta kemitraan kehutanan dan agroforestri.ALKO dan BPDLH Perkuat Akses Dana Bergulir PetaniSalah satu agenda utama festival adalah penandatanganan sejumlah kerja sama strategis, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) antara ALKO dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat peran ALKO sebagai mitra agregator dalam membantu akses pembiayaan fasilitas dana bergulir kepada petani binaan koperasi ALKO.Pada tahap awal, program akan menyasar petani binaan di Kerinci, Jambi dan Bengkulu, dengan target sekitar 100 petani dan nilai pembiayaan diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.Program kemudian direncanakan berkembang menjadi sekitar 800 petani, dan tahap berikutnya mencapai 2.500 petani binaan ALKO, dengan target penyaluran pembiayaan hingga Rp37,5 miliar sampai 2027.Skema tersebut juga akan diperkuat dengan pemanfaatan teknologi QThink-X untuk mendukung data, monitoring dan mitigasi dalam ekosistem petani.Kolaborasi ALKO dan WARSISelain dengan BPDLH, ALKO juga menandatangani MoU dengan KKI WARSI untuk mengembangkan potensi hutan adat, sumber daya lokal dan kelompok binaan WARSI.Dalam kerja sama tersebut, ALKO diposisikan untuk dapat berperan sebagai offtaker maupun agregator bagi produk dan potensi ekonomi masyarakat binaan.Kerja sama ini memperluas pendekatan ALKO yang tidak hanya berorientasi pada perdagangan kopi, tetapi juga membangun keterhubungan antara petani, masyarakat sekitar hutan, konservasi, agroforestri dan pasar.Kontrak Pembelian Kopi dengan Royal Coffee USAFestival juga menjadi momentum penguatan akses pasar internasional.ALKO menandatangani kontrak pembelian kopi dengan Royal Coffee USA untuk kopi Kerinci yang direncanakan dikirim pada Oktober dan November 2026.Kontrak tersebut mencakup dua kontainer kopi dengan nilai sekitar Rp6,5 miliar atau USD 365.000.Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pasar kopi Kerinci sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani dan ekosistem produksi di tingkat hulu.Pelepasan Ekspor Kopi ke Kanada dan MalaysiaDalam rangkaian acara, ALKO juga melakukan pelepasan ekspor kopi ke pasar internasional.Sebanyak 7 ton kopi senilai sekitar USD74.000 dilepas menuju Kanada. Jumlah yang sama juga dilepas menuju Malaysia kepada dua buyer, dengan nilai sekitar USD74.000.Dengan demikian, total ekspor yang dilepas dalam momentum tersebut mencapai 14 ton, dengan nilai sekitar USD148.000 atau Rp2,6 miliar.Pelepasan ekspor ini menjadi simbol bahwa kopi Kerinci tidak hanya memiliki potensi sebagai komoditas lokal, tetapi juga semakin terhubung dengan rantai perdagangan global.Festival Tidak Berhenti di PerdaganganFestival Pesta Rakyat Petani Kerinci 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukasi dan interaksi langsung dengan ekosistem kopi.Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan tari selamat datang, doa, sambutan para pemangku kepentingan, penandatanganan kerja sama, pelepasan ekspor, serta pertunjukan budaya berupa Tari Petani dan Reog.Pada sore hari, peserta mengikuti Coffee Fun Brew, lomba kopi, seminar dan business matching.Sementara pada hari kedua, peserta mengikuti coffee field trip dengan mengunjungi pabrik ALKO, kebun kopi dan lokasi pengolahan kopi sebelum kembali ke lokasi festival.Di lokasi utama, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Internasional, Coffee Fun Brewing dan diskusi mengenai masa depan kopi Kerinci.Salah satu tema penting yang diangkat adalah “Upaya Membangun Ekosistem Traceability Kopi Agroforestry Kerinci Berbasis Blockchain Web 3.0” sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai tambah dan daya saing kopi Kerinci di pasar global.Dari Kebun, Teknologi hingga Pasar DuniaKetua Pembina Koperasi Alam Korintji Internasional (ALKO), Suryono, dalam rangkaian kegiatan tersebut menekankan pentingnya membangun ekosistem yang menghubungkan petani dengan pembiayaan, teknologi, pengolahan dan pasar.Menurutnya, penguatan koperasi tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Petani juga membutuhkan akses terhadap teknologi, pembiayaan dan kepastian pasar.Melalui berbagai kerja sama yang dibangun, ALKO mendorong agar petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi menjadi bagian penting dalam rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Festival Pesta Rakyat Petani Kerinci 2026 akhirnya menjadi ruang pertemuan antara petani, hutan, teknologi, pembiayaan dan pasar internasional.Dari Kerinci, pesan yang dibawa adalah bahwa masa depan kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas biji, tetapi juga oleh bagaimana seluruh ekosistem di belakangnya—mulai dari petani, koperasi, lingkungan, teknologi hingga pembeli global—dibangun secara bersama-sama.

Read More  

Admin Alko | 14/09/2026

Ekspor Perdana Kopi Bengkulu ke Italia: Wakil Gubernur Dukung Penuh, ALKO dan BI Perkuat Ekosistem Petani Siap Ekspor

BENGKULU,  Sejarah baru bagi Provinsi Bengkulu terukir pada Senin, 7 September 2026. Untuk pertama kalinya, kopi asal Bumi Rafflesia resmi diekspor langsung dengan identitas daerah sendiri. Sebanyak 1,92 ton biji kopi robusta dengan branding "Ngopi Bengkulu" dilepas ke Italia, menandai babak baru dalam perjalanan komoditas unggulan daerah menuju panggung dunia.Acara pelepasan ekspor perdana ini berlangsung di Kabupaten Kepahiang dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Bupati Kepahiang H. Zurdinata, unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, pelaku usaha, serta puluhan wartawan ekonomi.Momen ini bukan sekadar seremoni. Selama ini, kopi Bengkulu yang merupakan produsen kopi peringkat 5 nasional dengan produksi mencapai 55 ribu ton atau 7,23 persen dari total produksi nasional pada 2023, kerap keluar negeri tanpa identitas daerah. Aktivitas ekspor kopi memang telah berlangsung, namun komoditas tersebut belum sepenuhnya tercatat sebagai ekspor yang berasal langsung dari Bengkulu.Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menegaskan bahwa ekspor perdana ini menjadi momentum penting bagi Provinsi Bengkulu."Ekspor kopi sering kali dilakukan, bahkan mungkin setiap hari. Tetapi ekspor yang tercatat berasal dari Bengkulu, dengan Surat Keterangan Asal atau Certificate of Origin yang berasal dari Bengkulu, mungkin baru dilakukan hari ini," ujar Wahyu.Menurutnya, kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan perekonomian Provinsi Bengkulu. Ia berharap momentum ekspor perdana ini dapat menjadi awal bagi semakin banyak komoditas unggulan daerah yang tercatat sebagai produk ekspor Bengkulu.Wakil Gubernur: Ini Langkah Awal, Tak Ada Lagi Kopi Bengkulu Bernama Kopi LampungWakil Gubernur Bengkulu dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ekspor perdana ini. Ia menegaskan bahwa momentum ini menjadi langkah awal yang sangat penting bagi Provinsi Bengkulu."Saya mendukung penuh kegiatan perdana ini. Ke depannya, ini menjadi langkah awal yang menentukan. Tidak boleh lagi ada kopi Bengkulu yang keluar dengan nama kopi Lampung. Kopi Bengkulu harus punya nama sendiri, identitas sendiri, dan kita mulai hari ini," tegas Wakil Gubernur.Pernyataan ini merespons kondisi selama ini di mana kopi Bengkulu yang memiliki kualitas baik kerap dipasarkan melalui provinsi lain sehingga tercatat sebagai ekspor daerah lain. Dengan adanya Surat Keterangan Asal (SKA) Bengkulu dan branding "Ngopi Bengkulu", identitas kopi daerah kini mulai terbangun.Wakil Gubernur juga mengapresiasi peran PT ALKO Sumatera Kopi yang telah menjadi motor penggerak ekosistem kopi Bengkulu, mulai dari pendampingan petani hingga fasilitasi ekspor langsung ke pasar internasional."Ngopi Bengkulu": Dari Identitas Daerah Menuju Merek GlobalSelama ini kopi Bengkulu memiliki kualitas yang baik, namun masih menghadapi tantangan pada aspek branding, hilirisasi, dan akses pasar. Sebagian besar kopi Bengkulu dipasarkan melalui provinsi lain sehingga identitas kopi daerah kurang dikenal langsung di pasar internasional.Bupati Kepahiang H. Zurdinata menyatakan bahwa ekspor kopi melalui Pelabuhan Pulau Baai memberikan nilai tersendiri bagi Provinsi Bengkulu. Sebab, kopi yang dikirim ke pasar luar negeri tersebut membawa nama Bengkulu sebagai daerah penghasil kopi."Ekspor kopi kali ini Bengkulu dapat nama, karena diekspor lewat Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Terbentuk pasar di internasional ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani kopi," ujar Zurdinata.Menurutnya, ekspor perdana tersebut tidak hanya sebatas kegiatan perdagangan, tetapi menjadi awal untuk membangun "branding kopi Bengkulu" agar semakin dikenal di pasar dunia. Dengan terbentuknya pasar internasional, rantai ekonomi komoditas kopi diharapkan semakin kuat dan memberikan manfaat lebih besar bagi petani.Zurdinata menyebutkan, Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang merupakan daerah penghasil kopi Robusta yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bersama. Penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) di tiga daerah tersebut dinilai penting untuk membangun kolaborasi pertanian yang mampu menembus pasar global.Bantuan Sarana Produksi dari BI untuk UMKM Binaan ALKODalam acara yang sama, dilakukan penyerahan bantuan sarana produksi kepada dua UMKM binaan ALKO, yaitu:1. Koperasi Belirang Bumi Persada2. Koperasi Sinar Alamat SentosaBantuan berupa mesin roasting dan mesin sortasi ini diberikan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kapasitas produksi kopi daerah. Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas olahan kopi sehingga nilai tambah produk semakin tinggi."Kami dari BI Bengkulu memberikan bantuan mesin roasting dan mesin sortasi kepada dua koperasi binaan ALKO. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung penguatan kapasitas petani dan pelaku usaha kopi di Bengkulu agar siap ekspor," ujar Wahyu.Lima KUPS dan Koperasi Ikut dalam Ekspor PerdanaSelain dua koperasi penerima bantuan, ekspor perdana kali ini juga melibatkan 3 KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) binaan Warsi yang kopinya ikut dikirim dalam container ekspor ALKO ke Italia, yaitu:1. KUPS Pesona Bukit Resam2. KUPS Kopi Sako Lemunakai3. KUPS Sumur Alam (Bengkulu Utara)Kelima entitas petani ini menjadi bagian dari ekosistem kopi Bengkulu yang kini mulai terhubung langsung dengan pasar ekspor. Produksi kopi mereka dikonsolidasikan oleh ALKO sebagai agregator dan dikirim bersama dalam ekspor perdana yang bersejarah ini.ALKO dan BI Jalin Kerja Sama Inklusif Bangun Petani Siap EksporDirektur PT ALKO Sumatera Kopi menegaskan bahwa perusahaan memiliki kerja sama yang inklusif dengan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu dalam membangun petani siap ekspor di Kabupaten Rejang Lebong dan sekitarnya."ALKO memiliki kerja sama inklusif dengan BI Bengkulu untuk membangun petani siap ekspor di Rejang Lebong dan Bengkulu. Kami bersama BI melakukan pendampingan mulai dari hulu, peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan, hingga akses pasar ekspor," jelas perwakilan ALKO.Kerja sama ini mencakup berbagai aspek, antara lain:· Pendampingan teknis budidaya kopi berkualitas· Pelatihan pascapanen dan pengolahan· Penguatan kelembagaan koperasi dan KUPS· Fasilitasi akses pembiayaan· Penggunaan teknologi traceability QThink-X· Pendampingan sertifikasi dan standar eksporQThink-X: Teknologi Traceability untuk Transparansi Rantai PasokALKO juga memperkenalkan implementasi sistem QThink-X, platform traceability berbasis blockchain yang memungkinkan asal-usul kopi dapat ditelusuri mulai dari petani, lahan, proses pasca panen, hingga distribusi ekspor. Teknologi ini dinilai penting untuk menjawab tuntutan pasar global yang kini semakin ketat terhadap standar keberlanjutan dan transparansi produk.Direktur Operasional PT ALKO Sumatra Kopi, Hongly Fernando, dalam forum diskusi sebelumnya menyoroti pentingnya transformasi industri kopi nasional yang tidak hanya fokus pada produksi bahan baku, tetapi juga pada pembangunan identitas daerah, transparansi rantai pasok, dan penguatan merek kopi Indonesia di pasar dunia."Pasar global hari ini tidak hanya membeli kopi, tetapi juga membeli cerita, asal-usul, keberlanjutan, dan transparansi produk. Karena itu kopi Bengkulu memiliki peluang besar jika dibangun dengan ekosistem yang kuat," ujar Hongly.Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung petani, Koperasi Petani Alam Korintji (ALKO) memberikan akses penggunaan platform QThink-X secara gratis kepada petani dan kelompok tani di Bengkulu. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi sektor pertanian sekaligus membantu petani memenuhi standar pasar global tanpa beban biaya tambahan.Dukungan BI Bengkulu dan Kolaborasi Lintas SektorBank Indonesia Perwakilan Bengkulu memainkan peran penting dalam mendorong penguatan komoditas kopi daerah agar mampu menembus pasar internasional secara langsung. BI juga menekankan pentingnya peran perbankan dalam mendukung pelaku usaha, khususnya UMKM dan eksportir kopi.Wahyu mengatakan dukungan perbankan diperlukan tidak hanya dalam pembiayaan pengembangan produksi, tetapi juga pada tahap transaksi perdagangan internasional."Kalau kita ingin berusaha agar UMKM lebih kuat lagi, perbankan menjadi kunci, baik untuk pengembangan produksi maupun nanti pada saat fasilitasi untuk kredit ekspor," jelasnya.Ia menambahkan, bank devisa memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekspor, termasuk fasilitasi penerbitan Letter of Credit (LC) serta berbagai kebutuhan transaksi perdagangan internasional lainnya.BI Bengkulu juga terus mendorong pelaku UMKM kopi untuk meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, serta memperluas akses pasar hingga tingkat nasional dan internasional. BI bahkan mengarahkan kopi Bengkulu untuk membangun kerja sama dengan jaringan kedai kopi berskala nasional dan internasional, termasuk Starbucks dan Tomoro Coffee.Potensi Besar dan Tantangan ke DepanProvinsi Bengkulu memiliki potensi signifikan pada kopi robusta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Bengkulu merupakan produsen kopi terbesar ke-5 di Indonesia dengan produksi mencapai 55 ribu ton. Namun, tantangan pada aspek tata kelola usaha, kelembagaan, serta mutu pascapanen masih menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama.Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki daerah, khususnya sektor kopi dan perhutanan sosial, harus mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, pada awal tahun 2026 telah diluncurkan Program Kopi Merah Putih, yang menjadi salah satu strategi percepatan hilirisasi kopi dan penguatan ekonomi masyarakat desa. Program tersebut kini sejalan dengan peluncuran Strategi dan Transformasi Ekonomi Komunitas Perhutanan Sosial (PS) yang fokus pada pengembangan model bisnis berbasis masyarakat.Provinsi Bengkulu menjadi salah satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang menjadi lokus intervensi program tersebut, dengan total dukungan anggaran sebesar USD 1.453.904 atau setara Rp23,55 miliar dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan RI.Harapan Besar untuk Kesejahteraan PetaniDengan adanya branding dan pengiriman langsung dari Bengkulu, diharapkan Kopi Bengkulu dapat dikenal di tingkat dunia. Hal ini diyakini akan berdampak pada peningkatan permintaan, kenaikan harga, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Provinsi Bengkulu.Bupati Kepahiang dalam sambutannya menegaskan bahwa ini bukan sekadar ekspor biasa."Ini adalah langkah awal kita untuk membawa nama Kopi Bengkulu ke dunia. Kalau sudah dikenal dunia, pasarnya pasti banyak, pembelinya pasti banyak, dan ujungnya harga kopi petani kita naik. Harapan kita satu: meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Provinsi Bengkulu," tegasnya.Wakil Gubernur Bengkulu menutup sambutannya dengan optimisme tinggi."Ini langkah awal kita. Tidak boleh lagi ada kopi Bengkulu yang keluar dengan nama daerah lain. Kita mulai dari sekarang, kita bangun bersama, dan saya yakin kopi Bengkulu akan dikenal dunia," pungkasnya.BI Bengkulu berharap ekspor perdana ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pintu masuk untuk memperkuat rantai pasok kopi Bengkulu dari hulu hingga hilir. Mulai dari peningkatan kualitas produksi, pengolahan pascapanen, pembiayaan, sertifikasi, penguatan kelembagaan petani, hingga pemasaran internasional perlu dilakukan secara berkesinambungan.Ekspor perdana ini juga menunjukkan bahwa kopi Bengkulu memiliki peluang untuk menembus pasar global. BI Bengkulu selanjutnya berupaya memperluas akses pasar agar produk kopi daerah tidak berhenti pada pasar ekspor, tetapi juga masuk ke rantai pasok perusahaan dan jaringan usaha berskala besar.Sinergi antara pemerintah daerah, BI, perbankan, eksportir, pelaku UMKM, dan petani dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan. Dengan terbukanya peluang ekspor dan rencana kemitraan dengan jaringan kedai kopi besar, kopi Bengkulu diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu produk unggulan daerah dan membawa manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.

Read More  

Admin Alko | 07/09/2026

Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kayu Aro Kerinci 2026, Menguatkan Ekosistem Kopi dari Hulu hingga Hilir

KERINCI, JAMBI — Koperasi Alam Korintji Internasional (ALKO) bersama Petani Kopi Kerinci akan menyelenggarakan Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kayu Aro Kerinci 2026 pada 11–12 September 2026 di Aula Podium/Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jambi.Festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem kopi Kerinci dari hulu hingga hilir. Petani dan kelompok tani, koperasi, UMKM, pelaku usaha, pemerintah, asosiasi, akademisi, hingga mitra pasar dari dalam dan luar negeri akan dipertemukan dalam satu rangkaian kegiatan.Bagi ALKO, festival ini bukan sekadar agenda perayaan petani kopi. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peran dalam membangun masa depan kopi Kerinci secara bersama-sama.Mempertemukan Petani dan PasarSejumlah agenda telah disiapkan dalam festival, mulai dari pembukaan, seminar dan diskusi, business matching, forum hilirisasi, hingga pengenalan kebun dan proses pengolahan kopi.Melalui business matching, petani, koperasi, UMKM dan pelaku usaha akan memperoleh ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan calon mitra pasar.Forum tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru sekaligus memperkuat hubungan antara produsen kopi di tingkat lokal dengan pasar yang lebih luas.Sementara itu, forum hilirisasi akan membahas bagaimana kopi Kerinci dapat dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas bahan baku, tetapi juga menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih besar.Traceability Kopi Agroforestry Berbasis BlockchainSalah satu agenda inti festival adalah talk show dengan tema:“Upaya Membangun Ekosistem Traceability Kopi Agroforestry Kerinci Berbasis Blockchain Web 3.0 sebagai Kekuatan Nilai Tambah Kopi Kerinci untuk Pasar Global.”Tema ini menjadi bagian penting dalam festival karena perkembangan industri kopi semakin membutuhkan transparansi dan ketertelusuran.Melalui sistem traceability, informasi mengenai perjalanan kopi dari tingkat kebun hingga pasar dapat dikembangkan secara lebih terstruktur.Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan terhadap produk kopi Kerinci, sekaligus memberikan ruang bagi identitas petani, kebun, proses produksi dan karakter wilayah untuk tetap menjadi bagian dari cerita produk.Bagi ALKO, teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi diharapkan menjadi infrastruktur yang membantu memperkuat hubungan antara petani, koperasi, pelaku usaha dan pasar.Melihat Kopi dari KebunFestival juga akan membawa peserta lebih dekat dengan sumber produksi melalui pengenalan kebun dan proses pengolahan kopi.Agenda ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung bagaimana kopi diproduksi dan diproses sebelum menjadi produk yang dipasarkan.Pendekatan tersebut penting untuk memperlihatkan bahwa di balik secangkir kopi terdapat proses panjang yang melibatkan petani, lingkungan, pengetahuan lokal, pengolahan dan rantai perdagangan.Khusus bagi kopi Kerinci, aspek agroforestry menjadi bagian penting dari pembicaraan mengenai keberlanjutan produksi.Pengembangan kopi dalam sistem agroforestry dapat mempertemukan kepentingan ekonomi petani dengan upaya menjaga keberagaman tanaman dan lingkungan.Ruang KolaborasiFestival Pesta Rakyat Petani Kopi Kayu Aro Kerinci 2026 diharapkan menjadi ruang bertemunya berbagai perspektif.Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan kebijakan dan ekosistem pendukung. Akademisi dapat berkontribusi melalui pengetahuan dan riset. Pelaku usaha membuka akses terhadap pengolahan dan pasar. Sementara petani menjadi aktor utama yang menghasilkan kopi dari tingkat kebun.Koperasi kemudian menjadi salah satu penghubung yang memperkuat posisi petani dalam ekosistem tersebut.Kolaborasi lintas pihak inilah yang menjadi salah satu gagasan utama festival.Menguatkan Kopi KerinciMelalui festival ini, ALKO bersama petani kopi Kerinci ingin mendorong agar pengembangan kopi dilakukan secara lebih terintegrasi.Tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga mencakup kelembagaan petani, kualitas, pengolahan, hilirisasi, teknologi traceability, akses pembiayaan, pemasaran dan hubungan dengan pasar.Dengan pendekatan tersebut, festival diharapkan menghasilkan lebih dari sekadar diskusi. Pertemuan antarpihak dapat menjadi awal dari kerja sama dan program yang memberikan manfaat nyata bagi petani.Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kayu Aro Kerinci 2026 akan berlangsung:Tanggal: 11–12 September 2026Tempat: Aula Podium/Lapangan Desa Batang SangirKabupaten: Kerinci, Provinsi JambiDari Kayu Aro, festival ini membawa satu pesan utama: masa depan kopi Kerinci dibangun bersama—dari kebun petani, melalui koperasi dan teknologi, hingga terhubung dengan pasar.

Read More  

Admin Alko | 04/09/2026

Ekspor Rutin Kopi Arabika Specialty ALKO ke Malaysia Dilakukan via Belawan

MEDAN — Aktivitas perdagangan kopi Arabika specialty Indonesia kembali dilakukan ALKO Sumatra Kopi melalui pengiriman menuju Malaysia. Pengiriman pada Agustus 2026 ini dilakukan melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, sebagai bagian dari aktivitas ekspor rutin ALKO ke pasar regional.Pengiriman tersebut mengusung tema “Road to Ekspor Kopi Arabika Specialty Indonesia Berbasis Traceability Blockchain ke Malaysia – Agustus 2026 via Belawan.” Dalam dokumentasi pengiriman, kopi telah dipersiapkan dalam kemasan ekspor dan ditempatkan di fasilitas logistik sebelum diberangkatkan menuju Malaysia.Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengiriman ini adalah penggunaan pendekatan traceability melalui QThink-X Traceability Apps. Sistem tersebut dikembangkan untuk mendukung pencatatan dan keterlacakan rantai pasok kopi, sehingga informasi mengenai perjalanan produk dari sumber produksi hingga perdagangan dapat dikelola secara lebih terstruktur.Ekspor Rutin, Bukan Sekadar PengirimanBagi ALKO, aktivitas ekspor ke Malaysia merupakan bagian dari kesinambungan perdagangan kopi Indonesia dengan pasar internasional. Karena itu, pengiriman ini tidak ditempatkan sebagai sekadar pencapaian satu kali, melainkan bagian dari upaya menjaga kontinuitas pasokan dan hubungan dagang dengan mitra di luar negeri.Malaysia juga menjadi salah satu pasar regional yang strategis bagi kopi Indonesia. Kedekatan geografis dengan Indonesia membuka peluang pengembangan perdagangan sekaligus memungkinkan terbentuknya rantai pasok yang lebih efisien.Namun, perkembangan perdagangan kopi saat ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyediakan produk. Pembeli semakin membutuhkan informasi mengenai asal-usul, proses produksi, kualitas, dan perjalanan produk.Dalam konteks tersebut, traceability menjadi bagian penting dari pengembangan perdagangan kopi.Menghubungkan Petani dengan PasarPenggunaan QThink-X diarahkan untuk mendukung keterhubungan antara data di tingkat hulu dengan aktivitas perdagangan di tingkat hilir.Bagi ekosistem kopi, pendekatan ini memiliki arti penting karena nilai sebuah kopi specialty tidak hanya berada pada produk akhirnya. Identitas wilayah, petani, proses budidaya, pascapanen, pengolahan dan rantai perdagangan turut membentuk nilai produk.Dengan sistem ketertelusuran, informasi tersebut dapat dikelola secara lebih sistematis sehingga hubungan antara petani, koperasi, pengolah, eksportir dan pembeli dapat dibangun dalam satu ekosistem data.Konsep tersebut juga membuka peluang pengembangan layanan yang lebih luas di masa mendatang, termasuk penguatan akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar keberlanjutan dan pengelolaan risiko rantai pasok.Dari Belawan Menuju MalaysiaPemilihan Belawan sebagai jalur pengiriman memperlihatkan peran penting pelabuhan di Sumatera Utara dalam mendukung perdagangan komoditas dari Sumatera menuju pasar regional.Kopi yang telah dipersiapkan untuk ekspor kemudian masuk dalam proses logistik sebelum diberangkatkan ke Malaysia. Dokumentasi pengiriman pada 20 Agustus 2026 menunjukkan komoditas telah berada di fasilitas logistik di kawasan Surabaya sebelum proses pengiriman melalui jalur Belawan.Dengan demikian, rantai logistik kopi membutuhkan koordinasi dari titik pengumpulan dan pengolahan hingga pelabuhan keberangkatan.Bagi ALKO, aspek tersebut menjadi bagian dari proses membangun perdagangan kopi yang tidak hanya berorientasi pada volume, tetapi juga pada konsistensi kualitas, ketertelusuran dan keberlanjutan hubungan dagang.Teknologi sebagai Infrastruktur KepercayaanPerdagangan kopi specialty membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi antara produsen dan pembeli. Teknologi traceability kemudian menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu menyediakan informasi tersebut.Melalui QThink-X, ALKO mengembangkan pendekatan digital untuk mendukung pencatatan rantai pasok. Teknologi ditempatkan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antara produksi kopi di tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Model ini sejalan dengan arah perkembangan industri kopi global yang semakin menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam rantai pasok.Karena itu, ekspor rutin ke Malaysia sekaligus menjadi ruang untuk terus mengembangkan penerapan teknologi dalam perdagangan kopi Indonesia.Menjaga Nilai Tambah di Tingkat PetaniPada akhirnya, penguatan ekspor diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas perdagangan, tetapi juga memberikan dampak lebih besar bagi petani kopi.Ketika asal-usul dan perjalanan produk dapat terdokumentasi dengan baik, identitas kopi dari wilayah produksi dapat dipertahankan ketika produk memasuki pasar. Hal ini menjadi penting bagi pengembangan kopi specialty yang memiliki karakter dan nilai berdasarkan daerah asalnya.ALKO menempatkan petani dan kelembagaan ekonomi mereka sebagai bagian dari rantai nilai tersebut. Dengan dukungan teknologi, perdagangan dan pengelolaan data diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi.Pengiriman kopi Arabika specialty Indonesia ke Malaysia melalui Belawan pada Agustus 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana perdagangan rutin, logistik dan teknologi traceability mulai berjalan dalam satu ekosistem.Bagi kopi Indonesia, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar bagaimana produk dapat masuk ke pasar internasional, tetapi bagaimana hubungan dagang dapat dijaga secara konsisten, produk dapat ditelusuri, dan nilai tambah dapat semakin dirasakan di tingkat petani.Dari kebun ke pasar, kopi Indonesia tidak hanya dikirim—tetapi juga membawa data, identitas, dan cerita dari para petaninya.

Read More  

Admin Alko | 03/09/2026

Kopi Robusta Premium Indonesia Menuju Naples, QThink-X Bawa Traceability Berbasis Blockchain ke Pasar Italia

SURABAYA — Kopi robusta premium Indonesia kembali mencatat langkah menuju pasar Eropa. Sebuah kontainer ekspor yang mengusung program “Road to Milan” menunjukkan pengiriman kopi robusta premium Indonesia berbasis traceability blockchain menuju Naples, Italia, melalui jalur logistik Surabaya pada Agustus 2026.Informasi tersebut terlihat pada penanda yang terpasang di kontainer dalam dokumentasi pengiriman. Program ini melibatkan ALKO dan menggunakan QThink-X Traceability Apps sebagai bagian dari sistem ketertelusuran produk.Penggunaan teknologi traceability menjadi bagian penting dalam upaya membawa kopi Indonesia ke pasar global. Bukan semata-mata mengenai pengiriman komoditas dari Indonesia ke Eropa, tetapi juga bagaimana perjalanan kopi dapat ditelusuri dari sumbernya hingga menjadi produk yang diterima konsumen.Pada kontainer tersebut tercantum keterangan “Ekspor Kopi Robusta Premium Indonesia Flores Berbasis Traceability Blockchain ke Naples – Agustus 2026 via Surabaya”. Identitas ALKO dan QThink-X juga ditampilkan sebagai bagian dari ekosistem program.Dari kebun ke pasar globalPenggunaan teknologi ketertelusuran menjadi semakin relevan bagi komoditas kopi. Konsumen dan pembeli di pasar internasional tidak hanya memperhatikan rasa dan kualitas biji kopi, tetapi juga semakin memperhatikan asal produk, proses produksi, keberlanjutan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok.Dalam konteks tersebut, blockchain traceability dapat digunakan untuk membangun rekam jejak digital yang lebih terstruktur. Informasi mengenai asal kopi, proses di tingkat petani, pengolahan, hingga rantai distribusi dapat menjadi bagian dari data yang mendukung transparansi produk.QThink-X diposisikan dalam ekosistem tersebut sebagai aplikasi ketertelusuran yang menghubungkan aktivitas di lapangan dengan informasi digital.Langkah ini juga sejalan dengan gagasan besar ALKO untuk membangun ekosistem kopi yang tidak berhenti pada perdagangan komoditas, tetapi memperkuat hubungan antara petani, koperasi, pengolah, pelaku usaha, hingga pembeli di pasar internasional.Dengan demikian, kopi tidak lagi hanya hadir sebagai komoditas yang dikirim dalam kontainer. Di belakang satu pengiriman terdapat cerita mengenai kebun, petani, proses produksi, kualitas, dan sistem yang memungkinkan perjalanan produk tersebut ditelusuri.Teknologi menjadi bagian dari nilai kopiPenggunaan QThink-X dalam pengiriman ini memperlihatkan bahwa teknologi mulai ditempatkan sebagai bagian dari nilai tambah kopi Indonesia.Ketertelusuran dapat menjadi instrumen untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin menuntut transparansi. Bagi petani dan pelaku usaha, data yang tercatat juga dapat menjadi dasar untuk membangun sistem produksi yang lebih terukur.Bagi pembeli, ketertelusuran memberikan informasi mengenai dari mana produk berasal dan bagaimana produk tersebut melewati rantai pasok.Model seperti ini menjadi penting ketika kopi Indonesia masuk ke pasar yang memiliki persyaratan dan ekspektasi tinggi terhadap kualitas serta keberlanjutan.Pengiriman melalui Surabaya menuju Naples juga memperlihatkan bahwa rantai kopi Indonesia semakin terhubung dengan pasar internasional. Dari wilayah produksi di Indonesia, kopi bergerak melalui jaringan logistik nasional sebelum memasuki pasar Eropa.Bukan sekadar eksporBagi ALKO, langkah ini dapat dibaca sebagai bagian dari perjalanan membangun ekosistem kopi berbasis data dan ketertelusuran.Pengembangan ekosistem tersebut sebelumnya juga dikaitkan dengan penguatan koperasi dan kelompok usaha petani, pengembangan agroforestri, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung transparansi rantai pasok.Karena itu, keberadaan QThink-X dalam pengiriman kopi bukan sekadar pelengkap administratif. Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa perjalanan kopi dari hulu hingga hilir dapat terdokumentasi.Hal ini sekaligus membuka peluang bagi kopi Indonesia untuk membawa lebih banyak informasi mengenai identitas produknya ketika memasuki pasar global.Kopi robusta premium dari Flores yang diberangkatkan melalui Surabaya menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas Indonesia dapat dipadukan dengan teknologi ketertelusuran untuk menjawab tuntutan perdagangan modern.Di tengah persaingan kopi dunia, nilai sebuah produk semakin ditentukan bukan hanya oleh apa yang ada di dalam cangkir, tetapi juga oleh cerita dan bukti di balik produk tersebut.Dari kebun, data, hingga kontainer—perjalanan kopi Indonesia menuju pasar Eropa kini membawa identitas yang semakin lengkap.

Read More  

Admin Alko | 26/08/2026

Lentera Nusantara: Menuju Edukasi Digital, Masyarakat Sehat, dan Ekonomi Kreatif Pengabdian Masyarakat Ikatan Mahasiswa Kerinci 2026

Mengabdi Tanpa Henti Untuk KerinciIbrahim Ash ShidiqHubungan InternasionalFakultas ilmu sosial dan ilmu politikUniversitas AndalasCerita Perjalanan kami selama 50 menit dari Sungai Penuh ke Desa Lolo Kecil, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci. Hamparan desa ini menjadi saksi bisu langkah awal kami dalam melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Ikatan Mahasiswa Kerinci Universitas Andalas (IMK-UNAND) tahun 2026. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama satu minggu penuh, terhitung dari tanggal 5 hingga 11 Agustus 2026. Pemerintahan desa beserta tokoh masyarakat setempat menyambut hangat kedatangan kami dalam acara pembukaan di hari pertama. Semua anggota panitia merasa sangat bersemangat untuk memulai seluruh rangkaian agenda yang telah dipersiapkan dari jauh hari.Tantangan pertama langsung menyapa kami saat mulai mengamati keseharian masyarakat setempat. Mayoritas penduduk di desa ini, mencapai angka 80 persen, menggantungkan hidup sebagai seorang petani. Mereka terbiasa berangkat ke ladang sejak pagi buta dan baru kembali pulang saat matahari mulai condong ke barat. Kondisi ini tentu saja bikin kami memutar otak dalam menyusun jadwal kegiatan agar partisipasi warga bisa maksimal. Waktu yang paling ideal untuk mengumpulkan warga ternyata sangat singkat, yakni dari setelah waktu Ashar hingga menjelang Maghrib. Keterbatasan durasi ini justru mengajarkan kami arti efisiensi dan kelincahan strategi dalam mengeksekusi sebuah acara.Beragam program kerja kami susun sedemikian rupa untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat desa. Hari kedua kami awali dengan kegiatan gotong royong membersihkan gedung pemuda desa yang akan menjadi pusat seluruh aktivitas. Sore harinya, gedung tersebut langsung digunakan untuk menggelar dua seminar penting bagi warga setempat. Seminar pertama berfokus pada kesehatan orang tua, secara khusus membahas pentingnya makanan bergizi dan kontrol gula darah. Sesi berikutnya diisi oleh perwakilan Bank 9 Jambi yang memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pentingnya menabung di instansi tersebut. Antusiasme warga terlihat sangat jelas meski mereka baru saja melepas lelah sepulang dari kebun.Rangkaian kegiatan edukatif berlanjut pada hari ketiga dengan menghadirkan praktisi berpengalaman dari PT ALKO Sumatra Kopi. Sesi diskusi kali ini mengambil fokus utama pada teknik perawatan tanaman kopi serta strategi hilirisasi produk lokal kebanggaan Kerinci. Pihak pemateri memaparkan secara rinci tahapan krusial pascapanen yang berpotensi besar mendongkrak nilai jual biji kopi di pasaran luas. Warga desa tampak menyimak setiap penjelasan tersebut dengan tingkat antusiasme yang sangat tinggi. Pemateri turut membagikan pandangan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari nilai yang mampu diberikan kepada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. PT ALKO Sumatra Kopi melalui perwakilannya menunjukkan secara langsung bahwa dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Pengetahuan ini sukses membuka wawasan para petani Lolo Kecil tentang potensi ekonomi besar yang tersembunyi di balik kebun kopi mereka.Fokus pengabdian kami kemudian beralih pada pelestarian lingkungan di hari ke empat melalui aksi penanaman bibit pohon. Kami bersama-sama menanam 20 bibit nangka dan 20 bibit jengkol di berbagai titik sekitar desa. Langkah kecil ini kami harapkan dapat memberikan manfaat sekaligus tambahan nilai ekonomis bagi warga Lolo Kecil di masa depan.Interaksi dengan anak-anak desa menjadi warna tersendiri dalam perjalanan pengabdian ini di hari kelima. Kami mengunjungi Sekolah Dasar (SD) setempat untuk melaksanakan senam pagi bersama para siswa dan guru. Keceriaan anak-anak semakin meningkat saat kami mengadakan lomba mewarnai untuk siswa kelas 1 hingga 3. Siswa kelas 4, 5, dan 6 juga tidak kalah semangat saat lomba cerdas cermat yang kami pandu. Pengalaman berharga lainnya di lingkungan sekolah kami dapatkan saat ikut menjadi petugas upacara bendera di hari Senin. Pihak sekolah sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang turut menanamkan rasa disiplin kepada para murid.Kedekatan kami dengan warga ternyata tidak hanya melalui deretan program formal yang sudah direncanakan. Pada hari minggu dengan jadwal yang telah ditetapkan kami membuat kegiatan didikan subuh untuk anak-anak Desa Lolo kecil, Siang nya kami melakukan jejak sejarah berkunjung ke rumah depati parbo lalu mendengarkan cerita sejarah depati parbo dan Kami juga menyempatkan diri untuk mengikuti pengajian rutin bersama ibu-ibu majelis taklim di saat agenda panitia sedang kosong saat sore hari. di hari terakhir kami semua panitia membantu pihak puskesmas setempat. Kami mendampingi para tenaga kesehatan dalam melakukan pengecekan medis untuk warga dewasa dan pelayanan posyandu bagi balita. Seluruh agenda resmi ini ditutup dengan acara perpisahan pada sore harinya untuk saling menyampaikan kesan dan pesan mendalam. Panitia pengabdian mulai membersihkan tempat tinggal setelah acara selesai dan bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing.Pengabdian ini pada akhirnya tidak hanya memberikan rentetan dampak bagi desa, melainkan juga bagi internal organisasi kami. Mayoritas anggota panitia yang ikut serta adalah mahasiswa semester dua yang belum pernah merasakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini secara langsung menjadi wadah pembelajaran bagi kami untuk mempraktikkan cara bersosialisasi yang baik dengan masyarakat desa. Dinamika dan ragam masalah yang muncul selama satu minggu kami jadikan bahan evaluasi untuk diselesaikan bersama. Penyelesaian masalah secara musyawarah ini menjadi bekal mental yang berharga untuk melangkah ke depannya.

Read More  

Admin Alko | 21/08/2026

Alko Gandeng BPDLH Perluas Akses Dana Bergulir untuk Petani Kopi di Kerinci dan Bengkulu

JAKARTA —19/8, Upaya memperluas akses pembiayaan bagi petani kopi di wilayah Kerinci dan Bengkulu memasuki tahap baru. Alko menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk membangun kerja sama penyaluran pembiayaan dana bergulir kepada petani dalam ekosistem koperasi dan closed-loop Alko.Kerja sama tersebut menempatkan Alko sebagai mitra agregator, yang berperan menghubungkan dan mengonsolidasikan petani anggota koperasi dalam ekosistem Alko agar dapat mengakses skema pembiayaan BPDLH.Penandatanganan MoU ditandai dengan pertemuan dan penyerahan dokumen kerja sama antara perwakilan BPDLH dan Alko. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembiayaan yang lebih terstruktur bagi petani, sekaligus memperkuat praktik pertanian yang berkelanjutan.Pada tahap awal, program ditargetkan menjangkau sekitar 100 petani. Selanjutnya, cakupan program direncanakan diperluas hingga sekitar 2.000 petani anggota dalam ekosistem closed-loop Alko di wilayah Kerinci dan Bengkulu.Skema tersebut tidak hanya diarahkan pada penyaluran dana, tetapi juga akan dilengkapi dengan mekanisme mitigasi dan pemantauan berbasis teknologi. Salah satu instrumen yang disiapkan adalah pemanfaatan QThink-X untuk mendukung pengelolaan dan pemantauan program di tingkat petani.Dengan pendekatan tersebut, pembiayaan diharapkan tidak berhenti pada aspek pencairan dana. Data dan aktivitas petani dapat dipantau secara lebih terstruktur sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai tujuan dan prinsip keberlanjutan.Kerja sama ini juga memperkuat model closed-loop ecosystem yang dikembangkan Alko, yakni pendekatan yang menghubungkan petani, koperasi, pendampingan, pembiayaan, produksi, hingga akses pasar dalam satu ekosistem.Bagi petani kopi, akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kapasitas usaha. Dana yang tersedia dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan produktif petani, pengembangan kebun, peningkatan kualitas produksi, maupun penguatan praktik pertanian yang memperhatikan aspek lingkungan.Kolaborasi dengan BPDLH sekaligus membuka peluang agar agenda pembiayaan petani berjalan beriringan dengan agenda perlindungan lingkungan. Dengan demikian, penguatan ekonomi petani tidak dipisahkan dari upaya menjaga ekosistem tempat kopi tersebut dibudidayakan.Alko melihat kerja sama ini sebagai langkah awal untuk membangun model pembiayaan yang lebih dekat dengan kebutuhan petani. Setelah tahap awal berjalan, cakupan penerima manfaat akan dievaluasi dan dikembangkan secara bertahap.Target 2.000 petani dalam ekosistem closed-loop Alko menjadi bagian dari visi jangka menengah untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat posisi koperasi dan kelompok usaha petani sebagai bagian penting dari rantai nilai kopi.Pemanfaatan teknologi QThink-X nantinya diharapkan dapat membantu proses mitigasi, pemantauan wilayah, serta pengelolaan data petani. Pendekatan berbasis data ini penting untuk memastikan program pembiayaan dapat dipantau secara lebih transparan dan terukur.Kerja sama Alko dan BPDLH juga menunjukkan bahwa pengembangan komoditas kopi tidak semata-mata berbicara mengenai produksi dan pasar. Di tingkat hulu, keberlanjutan usaha petani membutuhkan dukungan pembiayaan, kelembagaan, teknologi, dan tata kelola yang saling terhubung.Bagi Kerinci dan Bengkulu, langkah tersebut memiliki arti penting karena kedua wilayah merupakan bagian dari kawasan penghasil kopi yang memiliki potensi ekonomi sekaligus nilai ekologis yang besar.Melalui kemitraan ini, Alko berharap semakin banyak petani memperoleh akses terhadap pembiayaan produktif tanpa harus berjalan sendiri. Koperasi dan ekosistem closed-loop diharapkan menjadi penghubung antara kebutuhan petani dan berbagai sumber dukungan yang tersedia.Tahap awal dengan 100 petani akan menjadi pijakan untuk melihat efektivitas model tersebut sebelum diperluas kepada ribuan anggota lainnya.Pada akhirnya, kerja sama ini diarahkan untuk membangun satu ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, pembiayaan, teknologi, lingkungan, dan pasar secara lebih terintegrasi.Bukan sekadar menyalurkan dana, kolaborasi Alko dan BPDLH ini diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat fondasi ekonomi petani kopi sekaligus memastikan pertumbuhan sektor kopi tetap berjalan sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Read More  

Admin Alko | 20/08/2026

One KG One Pack: Menghubungkan Sampah, Kopi Kerinci, dan Gerakan Konservasi

KAYU ARO, 17/8— Persoalan sampah di kawasan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, mendorong lahirnya gerakan kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menghubungkan kepedulian lingkungan dengan kopi lokal, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi.Melalui program One KG One Pack, masyarakat diajak mengumpulkan 1 kilogram sampah anorganik untuk ditukarkan dengan 1 bungkus kopi Kerinci.Program ini menjadi bagian dari gerakan bersama yang melibatkan ALKO, Uminomuko Coffee, Resona Bank, komunitas, masyarakat, sekolah, serta pengelola kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).Bagi ALKO, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi. Sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan kebersihan, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk membangun kesadaran masyarakat dan menggerakkan nilai ekonomi lokal.Dukungan dari JepangPerwakilan Uminomuko Coffee, Mizuhu Sigemuro, menyampaikan apresiasi terhadap ALKO dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.Menurut Mizuhu, kolaborasi ini telah dibangun sejak 2024 dan masih akan dilanjutkan dalam beberapa tahun ke depan.“Kami dari Uminomuko Coffee dan Resona Bank sangat mengapresiasi karena kegiatan ini dapat terlaksana melalui kolaborasi dengan masyarakat,” ujar Mizuhu.Ia menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar proyek pembersihan lingkungan.“Ini bukan akhir. Kami ingin terus mendukung ALKO dan komunitas di Kayu Aro, bukan hanya dalam kegiatan bersih-bersih, tetapi juga pendidikan dan pengembangan masyarakat,” katanya.Menurut Mizuhu, keberlanjutan program justru menjadi bagian penting dari kerja sama tersebut.Karena itu, pihaknya berencana memperluas kegiatan edukasi lingkungan dengan melibatkan lebih banyak anak sekolah dasar di kawasan Kayu Aro.“Tahun depan kami ingin memperluas program ini dengan melibatkan lebih banyak anak-anak sekolah dasar di Kayu Aro,” ujarnya.Selain pendidikan, Uminomuko Coffee juga tengah menjajaki kolaborasi dengan seniman Jepang untuk membuat proyek seni bersama masyarakat.Dari Sampah ke KonservasiMizuhu melihat peluang kerja sama yang lebih luas. Menurut dia, gerakan bersama di Kayu Aro dapat dikembangkan tidak hanya untuk menangani sampah, tetapi juga menyentuh isu kehutanan dan konservasi.Ia menyebut dukungan terhadap program konservasi harimau sebagai salah satu kemungkinan pengembangan kolaborasi.“Kami berharap semakin banyak komunitas yang terlibat, bukan hanya untuk persoalan sampah, tetapi juga program kehutanan, konservasi, dan dukungan terhadap konservasi harimau,” kata Mizuhu.Gagasan tersebut sejalan dengan peran Balai Besar TNKS dalam menjaga kawasan Gunung Kerinci.Perwakilan Resort TNKS, Eko, mengatakan persoalan sampah di kawasan gunung membutuhkan perhatian dari hulu hingga hilir.Menurut dia, membersihkan sampah dari jalur pendakian merupakan satu tahap. Tantangan berikutnya adalah memastikan sampah yang telah diturunkan dapat dipilah dan dikelola dengan baik.Dalam aksi bersih Gunung Kerinci sebelumnya, sekitar 409 kilogram sampah berhasil diturunkan dari jalur pendakian.Sampah tersebut kemudian dipilah. Material yang masih mempunyai nilai ekonomi, seperti botol, disalurkan kepada pemulung atau pihak yang dapat memanfaatkannya kembali.Sebagian sampah lainnya juga telah dimanfaatkan melalui proses pengolahan hingga menghasilkan kompos.Eko menilai pola tersebut perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi.Kopi sebagai PenghubungProgram One KG One Pack menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam kampanye lingkungan.Sampah yang dikumpulkan masyarakat diberi nilai melalui produk kopi Kerinci. Dengan demikian, gerakan kebersihan sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kopi yang dihasilkan petani lokal.Kopi dalam program ini bukan sekadar hadiah atas sampah yang dikumpulkan. Lebih jauh, kopi menjadi simbol hubungan antara petani, lingkungan, masyarakat, dan pasar.Kopi tumbuh di bentang alam yang harus dijaga. Karena itu, menjaga lingkungan tempat kopi diproduksi juga menjadi bagian dari menjaga keberlanjutan mata pencaharian petani.Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan bagi Kerinci yang memiliki kawasan pertanian, perkebunan, wisata, dan ekosistem hutan yang saling berkaitan.Membangun Gerakan yang BerkelanjutanProgram ini juga memperkuat pesan bahwa persoalan sampah bukan tanggung jawab satu lembaga.Komunitas tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat. Pelaku usaha dapat berkontribusi melalui dukungan program. Sekolah memiliki peran membangun kesadaran generasi muda, sementara pengelola kawasan konservasi menjaga keberlanjutan ekosistem.Karena itu, kolaborasi menjadi fondasi utama gerakan.Bagi ALKO, kegiatan seperti One KG One Pack diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program ini perlu terus dikembangkan menjadi gerakan yang mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus sosial dan ekonomi.Ke depan, ruang kolaborasi dapat diperluas melalui edukasi anak-anak, pengelolaan sampah, kegiatan seni, agroforestri, konservasi hutan, hingga perlindungan satwa liar.Dari satu kilogram sampah yang dikumpulkan, lahir sebuah pesan yang lebih besar: bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan memperkuat ekonomi lokal.Dan dari kopi Kerinci, gerakan itu kembali mengingatkan bahwa produk yang lahir dari alam hanya akan terus tumbuh apabila alam tempatnya berasal juga dijaga bersama.

Read More  

Admin Alko | 18/08/2026

Gotong Royong Jaga Kebersihan dan Wisata Kayu Aro, Semua Pihak Diajak Atasi Sampah

KAYU ARO, KERINCI 15/8— Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di kawasan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, terus diperkuat melalui gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai pihak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi membersihkan sampah, tetapi juga bagian dari edukasi dan upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.Kegiatan tersebut melibatkan ALKO, Universitas Andalas, Universitas Jambi, Universitas Merangin, SDN 175 Batang Sangir, Komunitas CB, PSHT, Prima Agro, dan Gerakan Peduli Lingkungan Bersih (GPLBP), serta relawan dan masyarakat setempat.Kegiatan juga mendapat dukungan dari jejaring internasional, termasuk Uminomuko Coffee Jepang dan Resona Bank Jepang, yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kopi, masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.Bagi ALKO, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan di wilayah sentra kopi Kerinci. Persoalan sampah dipandang tidak dapat diselesaikan oleh satu kelompok saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga mitra pembangunan.Dari Aksi Bersih Menuju Sistem PengelolaanKepala Desa Kersituwo, Kecamatan Kayu Aro, Sigit Purnomo, mengapresiasi keterlibatan ALKO dan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.Menurut Sigit, kegiatan gotong royong harus menjadi pintu masuk menuju langkah yang lebih konkret dan berkelanjutan.“Harapan kami tentunya tidak hanya pada saat ini saja kita melakukan pembersihan atau gotong royong. Langkah yang perlu kita tindak lanjuti adalah setelah gotong royong ini, apa yang akan kita tempuh untuk jangka panjang,” ujar Sigit.Ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat mendukung program pengelolaan sampah setelah kegiatan bersih-bersih dilakukan.Menurutnya, mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir belum menyelesaikan persoalan secara mendasar.“Kalau kita mengumpulkan sampah, kemudian diambil pihak terkait, sifatnya kita hanya memindahkan. Kalau langkah strategisnya, bagusnya memang sampah itu dikelola,” katanya.Karena itu, Sigit membuka peluang pengembangan teknologi pengolahan sampah di kawasan Kayu Aro. Sampah yang telah dipilah dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna, termasuk RDF maupun pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot.Desa Dorong Sistem Jemput SampahPemerintah Desa Kersituwo juga telah memiliki gagasan untuk membangun sistem penjemputan sampah dari rumah warga.Sampah diharapkan dipilah sejak dari sumbernya, antara sampah organik dan anorganik. Masyarakat bahkan disebut siap memberikan kontribusi melalui swadaya atau retribusi untuk mendukung operasional petugas.Namun, menurut Sigit, masih diperlukan kepastian mengenai proses pengolahan setelah sampah dikumpulkan.“Yang kami khawatirkan, sampah ini nanti bisa dikelola atau dijemput oleh siapa. Ending-nya itu yang belum kami dapat solusinya,” ujarnya.Hal tersebut menunjukkan pentingnya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari rumah tangga, pengumpulan, pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan.Menjaga Lingkungan, Menjaga WisataKayu Aro memiliki lanskap yang menjadi bagian penting dari daya tarik Kerinci. Kawasan perkebunan, pegunungan, dan jalur menuju Gunung Kerinci menjadi aset lingkungan sekaligus potensi wisata yang perlu dijaga.Karena itu, kebersihan kawasan tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga dengan kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.Sigit mengajak wisatawan dan pendaki untuk membawa kembali sampah yang dihasilkan selama berada di kawasan Kayu Aro.“Kalau Anda datang ke Kersituwo ataupun sekitar wilayahnya, tolong sampah yang memang bisa dimusnahkan, tolong musnahkan. Yang bisa dibawa, tolong dibawa ke bawah. Terpenting jalur pendakian, tolong kita sama-sama menjaga,” katanya.Ia juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan apabila menemukan praktik pembuangan sampah sembarangan.Komunitas Konsisten Menjaga LingkunganAnggota GPLBP, Edwin Steven, mengatakan komunitasnya secara rutin melakukan kegiatan lingkungan, termasuk penanaman pohon dan aksi kebersihan.Penghijauan telah dilakukan di sekitar kawasan Kebun Teh hingga arah Batang Sangir dan Sungai Jambu. Sejumlah pohon yang ditanam komunitas tersebut kini telah berusia sekitar lima hingga enam tahun.Menurut Edwin, penghijauan dan kebersihan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.“Kalau buang sampah itu pada tempatnya. Jangan di tempat sembarangan, di pinggir jalan, karena menyusahkan banyak orang,” ujarnya.Ia juga mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait agar lebih aktif menangani persoalan sampah.“Pemerintah harus lebih tegas lagi, lebih bergerak lagi untuk mengurus sampah bersama ini,” katanya.Edukasi Dimulai dari Anak-AnakKegiatan tersebut juga melibatkan pelajar sebagai bagian dari edukasi lingkungan sejak dini.Syafiq Reska Aditya, siswa SDN 175 Batang Sangir, mengaku senang mengikuti kegiatan bersih-bersih lingkungan.“Seru,” kata Syafiq.Ia kemudian menyampaikan ajakan sederhana kepada teman-temannya agar tidak membuang sampah sembarangan.“Ayo kawan-kawan, jangan buang sampah. Buang sampah pada tempatnya, supaya Kayu Aro bersih dan sehat,” ujarnya.Keterlibatan anak-anak menjadi pengingat bahwa gerakan lingkungan tidak hanya berbicara mengenai penanganan sampah saat ini, tetapi juga membangun kebiasaan dan kesadaran generasi berikutnya.Kolaborasi untuk Lingkungan BerkelanjutanKegiatan gotong royong ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kawasan Kayu Aro.Bagi ALKO, isu lingkungan memiliki hubungan erat dengan keberlanjutan kopi dan kehidupan petani. Lingkungan yang terjaga akan mendukung keberlanjutan produksi pertanian sekaligus mempertahankan daya tarik kawasan Kerinci sebagai daerah wisata dan sentra kopi.Keterlibatan perguruan tinggi, sekolah, komunitas, pemerintah desa, pelaku usaha, serta mitra internasional menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui kolaborasi.Dukungan Uminomuko Coffee Jepang dan Resona Bank Jepang juga menjadi bagian dari jejaring kerja sama yang mempertemukan isu kopi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.Ke depan, kegiatan bersih-bersih diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat. Gerakan tersebut perlu dilanjutkan dengan edukasi, pemilahan sampah dari sumber, sistem pengumpulan, pengolahan, serta pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kayu Aro.Gotong royong membersihkan sampah adalah langkah awal. Membangun sistem agar sampah tidak kembali menjadi persoalan adalah tantangan berikutnya. Karena itu, menjaga Kayu Aro tetap bersih, sehat, dan lestari membutuhkan komitmen dan kerja bersama dari semua pihak.

Read More  

Admin Alko | 15/08/2026

Kopi Kerinci Tak Lagi Sekadar Menembus Pasar Global, tetapi Memperkuat Posisi di Perdagangan Dunia

KERINCI, — Kopi spesialti Kerinci dinilai telah berhasil menembus pasar global. Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar membawa kopi asal Kabupaten Kerinci, Jambi, ke pasar internasional, melainkan memperkuat posisi petani dan pelaku usaha dalam rantai perdagangan kopi dunia.Hal itu mengemuka dalam Seminar Internasional “Petani Kopi Go Global” yang mengangkat tema “Positioning of Indonesia’s Kerinci Specialty Coffee in the World Trade II” dan “The Opportunities of Gen Z’s Lifestyle Shifts in Influencing the Global Economic Order”, Kamis (13/8/2026).Seminar yang berlangsung di Pelangi Guest House, Kerinci, tersebut digelar secara hybrid, dengan menghadirkan narasumber dan peserta secara langsung maupun daring melalui Zoom.Forum itu mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, stakeholder, pelaku usaha, akademisi, organisasi nonpemerintah (NGO), hingga penggiat kopi dan lingkungan.Seminar dimoderatori Abdul Haris Zulkifli dan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Bagas Haspor, Katya Gorska dari Kindred Forest Inggris, Herlina, Agung Wibowo, Prayono Artyanto, Asep Muhammad Awaludin, P.A. QThink-X, serta Mitsuho Sigemura.Bagas: Tantangan Berikutnya Memperkuat Posisi PetaniBagas Haspor menekankan bahwa keberhasilan kopi Kerinci memasuki pasar global harus diikuti dengan upaya menjaga kualitas sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai nilai kopi.“Tantangannya sekarang bukan lagi sekadar menembus pasar global, tetapi bagaimana menjaga kualitas dan memperkuat posisi petani.”Menurut Bagas, pasar global harus dipandang bukan hanya sebagai tempat menjual produk, tetapi juga sebagai ruang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan kesejahteraan masyarakat yang berada di tingkat produksi.Karena itu, hubungan antara petani, koperasi, pelaku usaha, pemerintah, dan pembeli internasional perlu dibangun secara berkelanjutan.Katya: Pasar Inggris Mulai Mengenali Karakter Kopi KerinciSementara itu, Katya Gorska dari Kindred Forest, Inggris, menyampaikan perkembangan penerimaan kopi Kerinci di pasar Inggris.Menurut Katya, konsumen dan roaster di Inggris mulai mencari kopi dengan karakter rasa yang berbeda. Kopi Kerinci dinilai memiliki keunggulan karena menawarkan karakter fruity, acidity yang cerah, rasa manis, dan kompleksitas yang berbeda dari profil kopi Indonesia yang selama ini lebih dikenal melalui kopi Sumatera yang cenderung berat dan spicy.Kindred Forest telah membeli kopi Kerinci sejak 2024. Volume pembelian kemudian meningkat dari beberapa ratus kilogram menjadi sekitar satu ton dan selanjutnya sekitar dua ton.Peningkatan pembelian tersebut, kata Katya, menunjukkan adanya pertumbuhan permintaan terhadap kopi Kerinci.Ia juga menjelaskan bahwa tiga proses pengolahan—washed, natural, dan honey—mendapat penerimaan positif. Namun, kopi dengan proses honey menjadi salah satu yang paling diminati karena karakter manis dan kompleksitas rasanya.Bagi pasar Inggris, kata Katya, harga dan kualitas menjadi dua faktor utama dalam keputusan pembelian roaster. Selain itu, konsistensi kualitas, minimnya cacat biji, diferensiasi rasa, transparansi, dan ketertelusuran juga semakin penting.Asep: Petani Harus Mendapat Nilai TambahAsep Muhammad Awaludin menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas petani agar tidak berhenti pada produksi bahan baku.“Petani harus memiliki akses terhadap teknologi, pasar, modal, dan pengetahuan agar mendapatkan nilai tambah yang lebih besar.”Menurut Asep, pengembangan kopi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari budidaya, pengolahan, pemasaran hingga penguatan posisi petani dalam rantai perdagangan.Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan diversifikasi sumber pendapatan petani.Konsep agroforestri menjadi salah satu pendekatan yang dinilai relevan karena memungkinkan petani mengombinasikan tanaman kopi dengan tanaman lain seperti alpukat maupun tanaman berkayu.Dengan pola tersebut, petani dapat memperoleh sumber pendapatan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang sekaligus menjaga tutupan vegetasi di kawasan kebun.Herlina: Perempuan Bukan Sekadar PelengkapDalam forum tersebut, Herlina menyoroti besarnya peran perempuan dalam ekosistem kopi.Ia menjelaskan, perempuan terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari penanaman, pemeliharaan, panen, pascapanen, perdagangan, pelatihan hingga manajemen.“Perempuan bukan sekadar pelengkap dalam ekosistem kopi. Mereka terlibat dari budidaya hingga manajemen dan pengambilan keputusan.”Herlina juga menyinggung masih adanya kesenjangan dalam kepemilikan dan pengelolaan usaha kopi oleh perempuan. Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu diarahkan pada peningkatan akses terhadap lahan, modal, teknologi, pengetahuan dan ruang pengambilan keputusan.Pembentukan kelompok perempuan juga menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan agar perempuan memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat dan meningkatkan kapasitas secara lebih bebas.QThink-X: Ketertelusuran Menjadi Nilai TambahSementara itu, P.A. QThink-X memaparkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat ketertelusuran kopi.Teknologi QThink-X dikembangkan untuk mendokumentasikan perjalanan kopi dari kebun, proses pengolahan hingga produk yang sampai ke konsumen.“Ketertelusuran menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan pasar dan meningkatkan nilai tambah kopi.”Melalui sistem tersebut, informasi mengenai asal-usul kopi, proses produksi dan perjalanan komoditas dapat diketahui secara lebih transparan.Pendekatan itu dinilai semakin relevan karena pasar internasional tidak hanya mempertimbangkan rasa dan kualitas kopi, tetapi juga aspek keberlanjutan, lingkungan, kesejahteraan petani, serta transparansi rantai pasok.Agroforestri dan Cerita Kopi Menjadi KekuatanDalam seminar juga dibahas bahwa kopi Kerinci memiliki cerita yang kuat karena dikembangkan melalui pendekatan yang mengedepankan kelestarian lingkungan.Kopi yang dibudidayakan dengan sistem agroforestri tidak hanya menghasilkan biji kopi, tetapi juga mempertahankan keberadaan pohon dan tanaman lain di dalam ekosistem kebun.Konsep tersebut sekaligus memberikan peluang diversifikasi pendapatan bagi petani.Tanaman kopi dapat menjadi sumber pendapatan utama, sementara tanaman buah dan tanaman berkayu memberikan sumber pendapatan pada periode berbeda.Dengan demikian, kebun kopi tidak hanya dilihat sebagai lahan produksi satu komoditas, tetapi sebagai ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.Seminar Menyatukan Kepentingan Kopi, Petani, dan LingkunganSeminar internasional tersebut pada akhirnya memperlihatkan bahwa pengembangan kopi Kerinci tidak dapat dipisahkan dari isu petani, perdagangan, teknologi, perempuan, generasi muda dan lingkungan.Kopi Kerinci sudah memiliki akses ke pasar internasional. Persoalan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan kualitas, memenuhi kebutuhan pembeli, memperkuat ketertelusuran, menciptakan diferensiasi produk, serta memastikan manfaat ekonomi perdagangan global semakin besar dirasakan petani.Forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, NGO, penggiat kopi dan lingkungan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman dari tingkat kebun dengan kebutuhan pasar internasional.Dengan fondasi kualitas kopi, agroforestri, pemberdayaan masyarakat, peran perempuan dan teknologi ketertelusuran, kopi Kerinci memiliki modal untuk tidak hanya hadir di pasar global, tetapi juga membangun hubungan perdagangan yang lebih berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat di daerah asalnya.

Read More  

Admin Alko | 13/08/2026

Dari Sampah Menjadi Karya, dari Pengalaman Menjadi Pembelajaran

Aulia SyarifaPenyuluhan PertanianFakultas PertanianUniversitas AndalasAda banyak hal yang saya temukan selama menjalani magang di PT ALKO Sumatra Kopi. Bukan hanya tentang kopi, proses pengolahan, maupun dunia kerja, tetapi juga tentang bagaimana sebuah lingkungan kerja dapat menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan pengalaman-pengalaman baru yang mungkin tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya berkesempatan mengikuti pelatihan pengolahan sampah anorganik. Dalam kegiatan tersebut, kami belajar memanfaatkan limbah kemasan Masako yang sudah tidak terpakai untuk diubah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai guna, yaitu tas. Dari sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai sampah, kami belajar menciptakan sesuatu yang dapat kembali digunakan. Sederhana, tetapi memiliki makna yang begitu besar.Kegiatan ini menyadarkan saya bahwa nilai sebuah benda tidak selalu berakhir ketika fungsi awalnya selesai. Dengan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian, sesuatu yang dianggap tidak berguna dapat diberikan kesempatan kedua untuk menjadi sesuatu yang bernilai. Begitu pula dengan sampah—ketika dikelola dengan baik, ia bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk menciptakan karya dan nilai ekonomi.Yang membuat pengalaman ini semakin berharga adalah kesempatan yang diberikan kepada saya untuk turut memandu jalannya acara. Berdiri di depan peserta, mengatur alur kegiatan, menyampaikan informasi, dan memastikan acara berjalan dengan baik menjadi pengalaman yang secara perlahan membangun keberanian dalam diri saya. Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut terlihat sederhana, tetapi bagi saya, kesempatan itu menjadi salah satu ruang untuk keluar dari zona nyaman dan belajar mempercayai kemampuan diri sendiri.Saya bersyukur karena selama berada di PT ALKO Sumatra Kopi, saya tidak hanya ditempatkan sebagai seseorang yang datang untuk belajar tentang pekerjaan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan. PT ALKO Sumatra Kopi bagi saya bukan sekadar tempat melaksanakan kewajiban magang, melainkan tempat di mana saya mendapatkan banyak pelajaran tentang kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, hingga keberanian untuk mengambil peran.Di tengah kesibukan dan berbagai aktivitas selama magang, saya semakin memahami bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari nilai yang mampu diberikan kepada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. PT ALKO Sumatra Kopi menunjukkan bahwa dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Hal tersebut menjadi salah satu hal yang membuat pengalaman magang saya terasa semakin bermakna.Bagi saya, pelatihan pengolahan sampah ini bukan sekadar tentang membuat tas dari kemasan bekas. Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan tentang cara melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda: bahwa di balik sesuatu yang dianggap tidak bernilai, selalu ada kemungkinan untuk menciptakan nilai baru.Dan mungkin, begitulah perjalanan magang saya di PT ALKO Sumatra Kopi. Saya datang untuk belajar, tetapi justru pulang membawa jauh lebih banyak hal—pengalaman, keberanian, keterampilan, relasi, dan cerita yang akan saya ingat. Setiap kegiatan menjadi bagian kecil dari proses panjang dalam membentuk diri saya.Karena pada akhirnya, magang bukan hanya tentang apa yang kita kerjakan, tetapi tentang siapa diri kita setelah melewati semua pengalaman itu. Dan PT ALKO Sumatra Kopi telah menjadi salah satu tempat yang memberi saya ruang untuk tumbuh, mencoba, berkontribusi, dan belajar bahwa setiap pengalaman, sekecil apa pun, selalu memiliki nilai ketika kita mampu memaknainya.

Read More  

Admin Alko | 09/08/2026

Kelompok Wanita Tani Desa Batang Sangir Tingkatkan Kapasitas Melalui Pelatihan Pengolahan Sampah

KERINCI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah "Meningkatkan Kapasitas dan Komunitas dalam Pengolahan Sampah" yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Desa Batang Sangir, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.Pelatihan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan.Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Batang Sangir, yang sekaligus menjadi narasumber utama dengan materi mengenai pengolahan sampah organik. Dalam paparannya, Kepala Desa menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, sampah organik, khususnya limbah dapur yang setiap hari dihasilkan oleh rumah tangga, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan pekarangan pangan keluarga.Sesi praktik kemudian dilanjutkan oleh Ibu Kaliem, yang memberikan pelatihan mengenai pengolahan sampah nonorganik. Peserta diperkenalkan pada teknik pemilahan, pemanfaatan kembali (reuse), hingga pengolahan sampah plastik menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, seperti tas belanja, keranjang, dompet, tempat tisu, wadah serbaguna, serta berbagai produk kreatif lainnya yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami proses pengelolaan sampah secara aplikatif.Kegiatan ini secara khusus mendukung penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai garda terdepan dalam membangun budaya peduli lingkungan di tingkat rumah tangga. Dengan pengetahuan yang diperoleh, para anggota KWT diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah, mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai.Pelatihan diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bareng, KWT Bina Tani, KWT Sekar Tani, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Kolaborasi antara kelompok perempuan tani dan mahasiswa diharapkan mampu memperluas penyebaran pengetahuan mengenai pengelolaan sampah hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengolah sampah, tetapi juga pemahaman bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi sirkular, di mana limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Penyelenggara berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan meningkatnya kapasitas komunitas dalam mengelola sampah secara mandiri, Desa Batang Sangir diharapkan mampu menjadi contoh desa yang bersih, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.