Blog

Scroll Down

Info seputar pengetahuan petani, perkopian hingga tips menarik untuk anda

Dilepas Wagub, Kopi Sumbar Asal Solok Selatan Diekspor ke Jepang

Dilepas Wagub, Kopi Sumbar Asal Solok Selatan Diekspor ke JepangSebanyak 8 ton kopi Sumatera Barat (Sumbar) asal Kabupaten Solok Selatan diekspor ke Kobe, Jepang. Untuk ekspor tersebut, Zikwan, petani kopi asal Solok Selatan bekerja sama dengan PT. Alko Sumatra Internasional.Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy turut hadir melepas ekspor tersebut di depo kontainer Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Jumat (29/4/2022).Ia mengatakan, pemerintah provinsi ingin mendorong naiknya produktivitas kopi di Sumbar. Karena itu, ia ingin turun ke petani kopi bertanya tentang apa yang bisa dilakuka oleh pemprov."Bantuan seperti apa dari provinsi yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan produksi petani kopi," katanya.Menurut Audy, kunci utama agar ekspor berkesinambungan adalah peningkatan produksi. "Kunci ekspor adalah kuantitas, kualitas dan kontiniutas," ujarnya.Pemprov Sumbar, menurutnya, ingin mencari tahu kendala petani untuk meningkatkan produksi. "Kira-kira apa kendala petani dan bagaimana supaya produksi bisa ditingkatkan," tutur Audy.Zikwan mengatakan, delapan ton biji kopi itu dikelola oleh "Kelompok Tani Zikwan" yang beranggotakan 20 orang. "Jadi, selain kita yang tanam, ada sekitar 200 lebih petani penyuplai yang berkontribusi terhadap keberhasilan ekspor kali ini," katanya. Untuk sampai bisa mengekspor, Zikwan sudah berproses sejak tahun 2016 lalu. "Pada 2016 kita tanam, kemudian tahun 2018 panen. 2019 belajar prosesor biji kopi dan 2020 mulai ekspor berkolaborasi di bawah koperasi Alko," kata Zikwan.Zikwan mengatakan, pertanian kopi punya prospek dan sangat menjanjikan secara ekonomi. Hal ini didukung adanya pihak yang menjembatani petani dengan pasar ekspor.Direktur PT. Alko Sumatra Pebriansyah mengatakan, ekspor komoditi kopi ke Jepang kali ini merupakan realisasi komitmen PT. Alko Sumatra dalam membina petani dan menyediakan pasar ekspor kopi.Menurutnya, pasar ekspor kopi sedang menjanjikan. Sumatra Barat yang banyak memiliki bentang alam pegunungan, punya harapan cerah bagi pertanian kopi. "Kita di Sumbar ini punya tujuh gunung vulkanik dengan ketinggian di atas 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang cocok untuk tanaman kopi. Sekarang tinggal mempersiapkan sumber daya manusia yang mau mengelolanya," katanya.Pebri menjelaskan, selain punya gunung vulkanik, bentang alam Sumbar juga terdiri dari daerah dataran tinggi yang potensial. "Daerah di bawah 1000 mdpl bisa ditanami kopi robusta juga. Ini dua-duanya punya market yang besar di pasar internasional," ujarnya.Ia berharap akan terus muncul petani kopi yang bisa mengelola kopi hingga mencapai pasar ekspor di Sumbar. "Alko akan terus berupaya melahirkan Zikwan lainnya di Sumbar," katanya.Pebri memaparkan sejumlah target ekspor ke depan. Pertama ke Mesir dan Arab Saudi 4 kontainer per bulan (4 x 19,2 ton x 12 bulan = 9200 ton/tahun). Kedua, ke Malaysia 86 ton/tahun. Selanjutnya, ke Norwegia 3 kontainer/tahun 19,2x3 = 57,6 ton. Lalu ke Jepang 8 konatiner = 153 ton /tahun. Kemudian, ke Taiwan, Australia, Inggris, Kanada, Singapura, New Zealand, Cina, Uzbekistan, Prancis dan Myanmar masih microlat rata 1 ton sampai dengan 4 ton per pengiriman.

Read More  

Admin Alko | 05/05/2022

Alko Dukung percepatan Eskpotir Sumatera Barat

dalam rangka mendukung banyaknya pelaku eskportir, PT ALKO SUMATRA INTERNASIONAL bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung kegiatan workshop eskport yang di adakan di Hotel Truntrum Padang. Kegiatan ini hasil kolaborasi berbagai pihak yang mendukung ekosistemeskport, antara lain Perbankan (BNI) forwoder ( PT INDO LAUTAN GLOBAL) , Nusantara Coffee, PT MITRA KERINCI kegiatan ini dalam rangkamemperbanyak pelaku eskport komoditi dari Sumatra 

Read More  

Admin Alko | 18/04/2022

Kembangkan 100 Ha Kebun, Alko dan Kopi Lasi Reborn Terapkan Teknologi Blockchain

Langgam.id – Kopi Lasi Reborn di bawah bendera PT Perkebunan Kopi Merapi dan PT Alko Sumatra kopi sepakat mengembangkan kebun kopi Arabika di kawasan Gunung Marapi, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.Kerja sama tersebut disepakati di Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Agam, pada Kamis (23/3/2022). Kedua pihak sepakat mengembangkan perkebunan kopi hingga 100 hektare.Sebelumnya, kerja sama tersebut untuk 20 hektare lahan. Selama setahun terakhir di areal yang terletak di Lasi itu, telah tertanam kopi Arabika. Kerja sama tersebut yang ditingkatkan jadi 100 hektare mulai tahun ini. Bahkan target ke depan bisa lebih hingga 1000 ha. Kedua pihak sepakat menerapkan kopi dengan standar GAP dan standar ekspor, membangun database, penerapan blokchain treacibility, transfer teknologi dan akses pasar ekspor.CEO Alko Sumatra Kopi Suryono menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan kopi di Kawasan Gunung Marapi. “Kita juga siap membuka akses pasar ekspor ke depan,” katanya.Anton, perwakilan PT Perkebunan Kopi Merapi mengatakan siap bekerja sama dengan Alko untuk mengembangkan kopi di kawasan itu dengan standar dan teknologi blokchain.Rinal Wahyudi, salah seorang insiator pengembangan Kopi Lasi, optimistis program ini dapat berjalan, sehingga ke depan kawasan Merapi kembali lagi sebagai penghasil kopi terbesar di Sumbar.Direktur Operasional Alko Pebriyansah mengatakan, jenis tanah vulkanik di kawasan kaki Gunung Marapi sangat subur. “Ketinggian kawasan ini antara 1000-1600 mdpl dengan tanah gembur, sangat cocok dikembangkan dengan kopi Arabika varietas dari Gayo. Dengan pemandangan yang indah, kawasan Marapi sangat bisa menjadi kawasan edukasi dan agrowisata kopi di Sumatra Barat,” ujarnya dalam siaran pers kepada langgam.id.sumber : https://langgam.id/kembangkan-100-ha-kebun-alko-dan-kopi-lasi-reborn-terapkan-teknologi-blockchain/

Read More  

Admin Alko | 15/04/2022

Petani Kopi Kerinci Harus Bisa Tingkatkan Kualitas Kopi Kerinci Masuk Komoditi Eksport

Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH meminta para petani kopi di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi terus meningkatkan kualitas produk olahan kopi unggul Kerinci guna mempertahankan pasar komuditi eksport ke luar negeri.Peningkatan kualitas kopi sangat mendukung kelanggengan ekspor kopi Kerinci ke beberapa negara yang selama ini menjadi pasar utama kopi Kerinci, yakni Norwegia, Mesir, Taiwan dan Amerika Serikat.“Saya mengajak para petani dan koperasi kopi di Kerinci agar terus mempertahankan kualitas kopi Kerinci. Hal ini penting agar pemasaran kopi Kerinci semakin luas di pasaran internasional. Kopi Kerinci sudah menembus pasar ekspor ke Norwegia, Mesir, Taiwan dan Amerika Serikat. Pasar luar negeri tersebut haris dipertahankan,”kata Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH ketika meninjau Koperasi Kopi Alam Korintji (Alko) Sumatera Coffe di di Desa Sungai Sikai, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Minggu (16/1/2022).Menurut Al Haris, kopi Kerinci jenis Arabica yang dikembangkan petani dan Koperasi Alko Kerinci sudah diolah dengan baik.  Pengolahan kopi unggul Kerinci tersebut dibantu koperasi dengan sarana prasarana pengolahan yang memadai, sehingga menghasilkan kualitas kopi yang baik. Kualitas kopi Kerinci tidak diragukan lagi. Saat ini petani Kerinci sudah mengekspor kopi ke berbagai negara.“Kita harus terus mempertahankan kualitas kopi Kerinci ini. Dengan demikian kopi Kerinci, Jambi bisa menjadi kopi pilihan terbaik di tingkat dunia. Pertanian dan pengolahan kopi Kerinci sudah terintegrasi dengan baik. Penanaman kopi yang dilakukan petani, pengolahan kopi yang dilakukan koperasi dan ekspor kopi Kerinci yang dilakukan eksportir sudah tertata dan terprogram dengan baik, sehingga kualitas kopi Kerinci tetap terjaga,”katanyaAl Haris mengatakan, terintegrasinya pertanian, pengolahan dan perdagangan atau ekspor kopi Kerinci dapat mencegah hal hal yang tidak diinginkan. Misalnya pencatutan nama kopi Kerinci di daerah lain.  Jadi kopi Kerinci harus tetap mempertahankan kualitas dan trade mark (merek dagang). Meskipun ekspor kopi Kerinci dalam bentuk bahan mentah, namun dalam pengemasan tetap memakai nama kopi Kerinci.“Saat ini Kerinci, Jambi baru berhasil mengekspor kopi jenis Arabica. Ke depan saya menginginkan kopi jenis Liberika yang berasal dari Jambi juga bisa memiliki pangsa pasar tersendiri. Tentunya tiap jenis kopi pasti ada penikmatnya,”katanya.Dikatakan, pengembangan sentra produksi kopi di Kabupaten Kerinci terus berlangsung. Pengembangan perkebunan kopi penting untuk mampu menyerap banyak tenaga kerja dan membantu mengurangi angka pengangguran. Pengembangan sentra produksi kopi di Kerinci dan daerah lain di Jambi harus terus berjalan guna memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan perekonomian Provinsi Jambi.  “Kedepannya kita akan mencoba memadukannya perkebunan dan pengolahan kopi dengan program Dua Miliar Satu Kecamatan (Dumisake) Jambi guna meningkatkan perkebunan dan ekspor,”katanya.Sementara itu Manager Koperasi Alko Sumatera Coffe, Suharyono pada kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya kini fokus mengembangkan sentra produksi kopi, khususnya kopi Robusta dan Arabica, Exco Wisata dan Alko Akademi. Alko Akademi adalah program beasiswa kepada anak petani yang kuliah di jurusan pertanian dan memiliki komitmen kembali ke kampung halaman untuk bertani dan membangun kampung halaman. “Kita juga telah memberikan Holis Asuransi agar petani bisa nyaman dalam bekerja dan memiliki jaminan pertanian. Pada bulan Februari 2022 ini, kami akan melakukan ekspor kopi robusta ke Amerika dan Mesir dengan jumlah lebih kurang 250 ton yang diambil dari beberapa daerah,”ujarnya. Suharyono mengatakan, pihaknya membutuhkan dukungan Pemprov Jambi menyediakan infrastruktur (penampungan produksi) kopi Robusta di Kabupaten Merangin hingga enam bulan mendatang. Infratruktur itu penting agar Koperasi Alko Kerinci membantu pemasaran kopi Merangin. (adv)Sementara itu seusai meninjau pengolahan kopi Koperasi Alko Kerinci, Al haris juga meninjau sentra perkebunan tebu di Desa Sungai Asam Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci yang memiliki luas areal lebih kurang 1.800 hektar. Menurut Al Haris, Pemprov Jambi juga akan membantu pengembangan perkebunan tebu di Kerinci karena pangsa pasarnya juga cukup menjanjikan. Produksi perkebunan tebu Kerinci yang cukup luas sudah memiliki pangsa pasar. Para petani tebu di Kerinci hanya membutuhkan sarana dan prasarana pertanian dan pengolahan tebo. “Kami akan berusaha membantu menangani permasalahan tersebut. Sentra perkebunan tebi di Kerinci diharapkan tetap eksis. Petani tetap menanam tebu, janganberalih ke tanaman lain. Dengan demikian produksi tebu Kerinci bisa memenuhi permintaan pasar secara konsisten,”katanyaomuditi eksport ke luar negeri.Penulis : Rizki OkfiandiSumber : https://brito.id/al-haris-petani-kopi-kerinci-harus-bisa-tingkatkan-kualitas-kopi-kerinci-masuk-komoditi-eksport

Read More  

Admin Alko | 13/04/2022

Tingkatkan Produksi Kopi, Petani Kerinci Minta Perhatian Pemerintah

Komoditas kopi Kerinci menjadi primadona dan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Pasalnya meski di tengah pandemi, produksi kopi Kerinci yang dikelola oleh berbagai sentra kopi masih exis dan mampu menembus pasar Internasional. Namun sayangnya hasil produksi kopi Kerinci belum mampu memenuhi secara penuh kebutuhan ekspor ke berbagai Negara, dikarenakan produksi kopi yang menurun serta infrastruktur yang belum memadai.CEO Alko Sumatra Kopi Suryono selaku ekportir kopi Kerinci mengharapkan adanya support dan perhatian dari Pemerintah Daerah untuk membantu para petani dalam proses perawatan agar hasil produksi kopi bisa terus stabil.“Sekarang ini, perkebunan kopi kerinci berada pada fase dimana buahnya berkurang dan perlu pembaharuan tanaman, jadi setidaknya pemerintah bisa membantu untuk pengadaan bibit unggul maupun bantuan pupuk, untuk meningkatkan kembali produksi kopi,” ujar Saryono kepada rri.co.id, Minggu (06/03/2022).Suryono menyebutkan, perlu adanya peningkatan dan pembenahan fasilitas serta infratruktur khususnya di pelabuhan, agar lebih mempermudah dalam proses kegiatan ekspor.“Saat ini kan gudang khusus kopi belum tersedia di Jambi, jadi harapan kita ya ada gudang khusus lah, sehingga ini bisa mempermudah dalam proses kegiatan ekspor kita,” harapnya.Diketahui, saat ini produksi kopi Kerinci mampu menembus diberbagai negara Asia dan Eropa, bahkan salah satu sentra produksi kopi Kerinci telah mampu melakukan ekspor ke 16 negara dengan jumlah ekspor terbesar ke negara Amerika dan Jepang. Dan sejauh ini sudah ada empat sentra produksi kopi yang menjadi eksportir kopi Kerinci ke luar negeri.Penulis : Sri WahyuniSumber : https://rri.co.id/jambi/daerah/1378494/tingkatkan-produksi-kopi-petani-kerinci-minta-perhatian-pemerintah?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Read More  

Admin Alko | 17/03/2022

Permintaan Ekspor Kopi Kerinci Terus Meningkat

Meski di tengah pandemi Covid-19, kegiatan ekspor hasil perkebunan di Kabupaten Kerinci seperti kopi masih terus berjaya bahkan meningkat dari sebelumnya. Sejumlah sentra produksi kopi Kerinci telah mampu mengekspor kopi hingga keberbagai Negara di Eropa dan Asia. Salah satunya Koperasi Alko Sumatra Coffe yang memiliki sentra produksi kopi dengan kualitas baik, hingga mampu menembus pasar Internasional di 16 negara dengan kegiatan ekspor terbesar yakni ke negara Amerika dan Jepang.CEO Alko Sumatra Coffe Suryono mengatakan, permintaan ekspor kopi Kerinci cukup tinggi, namun dengan hasil produksi 2 kontainer setiap bulannya, Koperasi Alko belum mampu memcukupi kebutuhan ekspor tersebut dan hanya bisa melakukan ekspor kopi ke berbagai Negara dengan kurun waktu tiga bulan sekali.“Selama pandemi Covid-19 memang sempat mengalami penurunan kegiatan ekspor,karena waktu itu sejumlah Negara menunda kontrak kerja. Namun dengan memanfaatkan teknologi yang ada, alhamdulillah kopi Kerinci masih tetap mampu menembus pasar internasional bahkan dengan harga jual  yang lebih tinggi,” ungkap Suryono kepada rri.co.id, Jum’at (04/03/2022).Sementara itu, seorang petani kopi Kerinci Kaliyem mengaku senang dan bangga kopi Kerinci berhasil menembus pasar Internasional.“Alhamdulillah dengan adanya ekspor kopi Kerinci, turut berdampak terhadap peningkatan harga jual kopi yang kami kelola, dan pada akhirnya ini bermuara pada penigkatan ekonomi masyarakat,” bebernya.Petani kopi yang tergabung dalam Koperasi Alko saat ini sebanyak 720 petani dengan luas lahan perkebunan seluas 450 hektar. Disamping itu,selain terfokus pada kegiatan ekspor kopi, Koperasi Alko juga memiliki program Alko Akademi yakni memberikan beasiswa kepada anak petani yang kuliah di jurusan pertanian dan memiliki komitmen untuk bertani serta membangun kampung halaman. Bahkan untuk memberikan keamanan dan jaminan dalam bekerja, Koperasi Alko juga memberikan holis asuransi kepada para petani.Penulis : Sri WahyuniSumber:https://rri.co.id/jambi/ekonomi/1376295/permintaan-ekspor-kopi-kerinci-terus-meningkat?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Read More  

Admin Alko | 17/03/2022

Al Haris Ajak Petani Pertahankan Kualitas Kopi KerincI

Gunung Tujuh - Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris,S.Sos.,M.H, mengajak para petani dan koperasi kopi agar terus mempertahankan kualitas Kopi Kerinci, sehingga pemasaran Kopi Kerinci semakin luas di pasaran internasional. “Kita harus terus mempertahankan kualitas Kopi Kerinci ini untuk lebih memperluas pangsa pasarnya, mengingat saat ini kita telah mengekspor Kopi Kerinci ke berbagai negara antara lain, Norwegia, Mesir, Taiwan dan Amerika,” ajak Al Haris. Hal tersebut disampaikan Al Haris usai melakukan Peninjauan Koperasi Kopi Alam Korintji (Alko) Sumatera Coffe, bertempat di Desa Sungai Sikai Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci, Minggu (16/01/2022).“Kopi Kerinci jenis Arabica ini telah diolah dengan baik oleh para petani yang dibantu pendampingan dari koperasi dengan sarana prasarana pengolahan yang memadai sehingga menghasilkan kualitas kopi yang baik. Kualitas Kopi Kerinci tidak diragukan lagi, karena saat ini kita telah mengekspor kopi ke berbagai negara,” kata Al Haris.“Kita harus terus mempertahankan kualitas Kopi Kerinci ini, sehingga bisa mempersembahkan kopi Jambi untuk dunia karena kopi di Jambi merupakan kopi kopi yang memiliki kualitas terbaik di dunia. Alhamdulillah Kopi Kerinci sudah terintegrasi dengan baik, mulai dari petani sampai kepada tahap eksportir, sehingga kualitasnya bisa tetap terjaga,” sambung Al Haris.Al Haris menuturkan, dengan terintegrasinya Kopi Kerinci saat ini, dapat mencegah hal hal yang tidak diinginkan dan tetap memakai nama Kopi Kerinci meskipun berada di luar Provinsi Jambi. Jadi meskipun ekspor dalam bentuk bahan mentah, namun dalam pengemasan tetap memakai nama Kopi Kerinci.“Saat ini kita baru berbicara kopi jenis Arabica, kedepan saya menginginkan kopi jenis Liberika yang berasal dari Jambi juga bisa memiliki pangsa pasar tersendiri, karena tentu tiap tiap jenis kopi pasti ada penikmatnya,” tutur Al Haris.Al Haris mengharapkan, pengembangan sentra produksi kopi di Kabupaten Kerinci ini terus berjalan, karena melalui sentra produksi kopi ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dan membantu mengurangi angka pengangguran. “Pengembangan sentra produksi kopi ini harus terus berjalan karena memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan perekonomian Provinsi Jambi. Kedepannya kita akan mencoba memadukannya dengan program Dua Miliar Satu Kecamatan (Dumisake) milik Pemerintah Provinsi Jambi,” harap Al Haris.CEO Alko Sumatera Coffe, Suharyono melaporkan Alko Sumatera Coffe ini memiliki fokus pada sentra produksi coffe, kopi Robusta dan Arabica, ExcoWisata dan Alko Akademi. Alko Akademi adalah program beasiswa kepada anak petani yang kuliah di jurusan Pertanian dan memiliki komitmen kembali ke kampung halaman untuk bertani dan membangun kampung halaman.“Kita juga telah memberikan Holis Asuransi agar petani bisa nyaman dalam bekerja dan memiliki jaminan pertanian. Pada bulan Februari 2022 ini, kami akan melakukan ekspor kopi robusta ke Amerika dan Mesir dengan jumlah lebih kurang 250 ton yang diambil dari beberapa daerah,” ujar Suharyono.“Kita siap berkomitmen dengan Pemerintah Provinsi Jambi untuk waktu 5-6 bulan ke depan dan meminta Bapak Gubernur Jambi bisa mempersiapkan infrastruktur bagi Kopi Robusta di Merangin dan siap membantu dalam memasarkannya,” tutup Suharyono.Usai melakukan peninjauan ke Koperasi Kopi Alko Sumatera, Al haris juga meninjau sentra perkebunan tebu di Desa Sungai Asam Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci yang memiliki luas areal lebih kurang 1.800 hektar.Dalam sesi wawancara, Al Haris menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jambi akan mendukung dan mendorong sentra perkebunan tebu karena pangsa pasarnya juga cukup menjanjikan. “Artinya dengan area perkebunan tebu yang cukup luas ini, pangsa pasarnya bagus. Tadi kita telah berdiskusi dengan para petani dan mereka mengeluhkan kekurangan sarana dan prasarana,” kata Al Haris.“Pemerintah Provinsi Jambi akan berusaha membantu menangani permasalahan tersebut, intinya adalah jika ini merupakan areal khusus sentra tebu, kedepannya harus konsisten dengan pengolahan tebu. Kedepannya harus fokus pada tanaman tebu saja, jangan berubah ubah dan diganti dengan tanaman lainnya,” tutup Al Haris.Penulis :  Redaksi FaktaSumber : https://fakta.co/2022/01/16/al-haris-ajak-petani-pertahankan-kualitas-kopi-kerinci/

Read More  

Admin Alko | 16/01/2022

Kemlu Mulai Pendidikan Kopi Bagi Diplomat RI

JAKARTA, KRJOGJA.com – Mulai 8 Nopember 2021 pendidikan dan pelatihan mengenai kopi diterapkan di Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu). Direktur Sekdilu Lintang P. Wibawa menyatakan bahwa kegiatan pendidikan kopi untuk para diplomat ini diselenggarakan dalam bentuk pengenalan kopi secara teori dilanjutkan dengan praktek. Kegiatan coffee tasting dilakukan di Pusdiklat dan beberapa Cafe, yaitu Tanamera Cafe dan Noozkav Kafe.Sebanyak 62 orang peserta yang tergabung dalam Sekdilu Angkatan ke-42 telah mengikuti dua sesi (teori dan praktek) dan lokasi yang terpisah. Materi yang dipresentasikan adalah tentang ejarah dan latar belakang kopi di Indonesia, kopi spesialti, indikasi geografis, para pemangku kepentingan spesialti kopi, produksi kopi dari A sampai Z, serta perdagangan kopi dunia.Dalam program pengenalan kopi tersebut beberapa duta besar telah diundang sebagai penanggap dan melakukan sharing informasi kepada para siswa Sekdilu, yaitu: Dubes/Diplomat Ahli Utama Prayono Atiyanto, Dubes Djumantoro Purbo dan Dubes Bagas Hapsoro. Kesemuanya telah memberikan tanggapan positif dan feedback kepada para siswa Sekdilu Angkatan 42 tersebut.Kemlu juga mengundang enam pemerhati dan produsen kopi untuk melengkapi pemahaman peserta tentang tantangan dan peluang promosi Kopi Nusantara. Mereka adalah Daroe Handojo (Noozkav Kopi Indonesia), Yugian Leonardy (Gravfarm Indonesia), Suryono Bagus Tani (ALKO Sumatra Kopi), Adi W. Taroepratjeka (Coffee Lab) dan Renata Bukvić-Letica (Tanamera Coffee).Dalam kerja praktek tersebut diberikan pengenalan tentang coffee tasting khusus kopi spesialti Indonesia. Khusus di Tanamera pelajaran tentang Coffee Tasting diberikan oleh Jason Park, Direktur Tanamera yang juga merupakan Arabika Q Grader.Coffee cupping menurut Jason ditujukan untuk memperkenalkan speciality coffee Indonesia yang banyak dijumpai di Sumatera, Jawa, Kintamani Bali, Toraja, dan lain sebagainya.Biji kopi hanya bisa dikategorikan sebagai speciality coffee bila memperoleh nilai (grade) 80 atau lebih di skala 100-poin coffee review. Penilaian tersebut terhitung mulai dari cara penanaman, bentuk biji yang sempurna, serta proses pengolahan dan pengeringan terbaik.Setelah penjelasan dan contoh diberikan oleh Jason, para siswa Sekdilu diberi kesempatan untuk melakukan coffee tasting termasuk cara menyeduh dan menyajikannya.Dubes Prayono Atiyanto, salah seorang widyaiswara di Pusdiklat menyatakan bahwa dengan dimulainya pendidikan dan ketrampilan kopi tersebut Kemlu telah membuat sejarah. Selanjutnya juga disebutkan bahwa segala aspek yang berkaitan dengan sejarah, tradisi, kehidupan sosial sampai promosi kopi di luar negeri harus dipahami dan dijalankan oleh diplomat Indonesia. ”Namun menggarap kopi tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri,” ujar Prayono.Sementara itu Renata Bukvic-Letica dari Kopi Tanamera memberikan apresiasinya kepada Kemlu atas acara pengenalan kopi bagi diplomat dan coffee tasting. Langkah menurut Renata dalam pendidikan berperan besar dan sangat strategis dalam ”sustainability” (keberlanjutan) kopi. Artinya semakin banyak calon diplomat yang mengetahui tentang produk dan praktiknya, semakin dapat memvalidasi dan memperluas jangkauan pasarnya.”Kedepan industri kopi perlu bekerjasama dengan IPTEK termasuk teknologi, kimia dan biologi. Bagaimana juga perdagangan akan dipengaruhi oleh mutu, kualitas, dan rekam jejak,” ujar Renata.Daroe Handoyo, Direktur Noozkav Kopi Indonesia menyatakan penghargaan atas diselenggarakan acara ini. Disebutkan bahwa diplomat layak memahami kopi sebelumnya mempromosikan kepada pihak luar. Kopi adalah dekat dengan masyarakat dan tidak ada konflik antar keduanya. Juga damai dengan alam.Daroe menyatakan bisa memberi masukan seperti ke pelestarian alam. Atau pada pihak yang bergerak di komoditas kopi, supaya lebih bergerak ke konservasi. ”Salah satu perhatian saya adalah melarang adanya luwak tangkaran untuk menghasilkan kopi, yang tidak menguntungkan petani dan mengeksploitasi binatang karena tidak membiarkannya berada di alam liar,” kata Daroe.Dalam memberikan pengamatannya, Dubes Bagas Hapsoro mengharapkan agar para calon diplomat memanfaatkan masa pandemi dengan berinovasi dan menciptakan nilai tambah melalui penguatan penerapan teknologi, sustainability, dan traceability. Selain itu, para pelaku industri kopi nasional juga diharapkan dapat memperluas pasar, khususnya untuk produk specialty coffee. Sebagai negara produsen kopi terbesar ke-4 di dunia, produk specialty coffee Indonesia dikenal di mancanegara sebagai salah satu yang terbaik di dunia.Diakhir pertemuan, para pakar kopi dan para dubes senior sepakat bahwa hasil kertas kerja kelompok ini akan menjadi dasar penyusunan Buku ‘Narasi Kopi’. Buku tersebut akan merupakan pengantar praktis mengenai diplomasi kopi yang menjadi pegangan para diplomat RI. (*)Sumber : https://www.krjogja.com/peristiwa/nasional/kemlu-mulai-pendidikan-kopi-bagi-diplomat-ri/Penulis : Ivan Aditya

Read More  

Admin Alko | 23/11/2021

Kopi Arabika Solok Selatan untuk Ekspor ke Amerika Sudah Tahap Pengemasan

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Kopi Arabika Solok Selatan (Solsel) masuk tahap pengemasan produk untuk memenuhi pasar Royal Amerika. Pengiriman sebanyak 3 ton di jadwalkan akhir Oktober 2021."Iya, Kita sudah mulai melakukan pengemasan produk Kopi Arabika asal Solsel untuk Royal Amerika. Ini bukti dari Alko Kopi Sumatra selaku eksportir ingin membranding Kopi Solsel," kata Petani Kopi Arabika Solsel, Zikwan pada Harianhaluan.com, Selasa (19/10/2021).Menurut Zikwan, kendala saat ini pihaknya belum mampu memenuhi kuota Kopi Arabika Solsel yang dipesan."Sekarang kopi Arabika sedang habis buah (trek) sehingga kesulitan dalam memenuhi permintaan. Akan tetapi, kami tetap berupaya maksimal untuk memenuhi kuota tersebut. Pastinya kita tetap berjuang penuhi target atas nama Solsel walaupun tertatih-tatih," kata Zikwan.Terpisah, CEO Alko Kopi Sumatra, Suryono Bagas menyatakan pengiriman kopi ke Royal Amerika 19,2ton tiap bulan. Dan setiap kopi yang dikirim berdasarkan nama petani dan asalnya karena menggunakan sistem tracebility atau ketelusuran asal usul kopi."Jadi walau yang ekspor kopinya bendera Alko, namun nama petani dan asal kopi tetap di sebutkan. Tujuannya adalah trasapransi asal usul kopi buat buyer (pembeli) dan sekalin membuat bangga petani dan daerah asal nya," ucap Suryono.Dia menyatakan untuk setiap karung kopi disesuaikan dengan jumlah kuota permintaan koipnya."Selain kopi dengan nama Zikwan Solsel 3 ton, ada kopi dengan nama HT kopi Gunung Tujuh sebanyak 6 ton, Kopi Erna Manis Kayu Aro 6 ton dan kopi Fatar 4,2ton," bebernya.Suryono melanjutkan untuk ekspor ke Royal Amerika pihaknya masih menunggu adanya jadwal kapal dan seharusnya akhir Oktober di kirim namun estimasi kapal pertengahan November 2021."Alko siap bantu untuk masukann semua kopi dari basis komunitas untuk tampil dengan nama asalanya. Alko hanya jadi sarananya saja," tutupnya. Sumber : https://www.harianhaluan.com/nasional/pr-101502918/kopi-arabika-solok-selatan-untuk-ekspor-ke-amerika-sudah-tahap-pengemasan?page=allPenulis : Jefli Bridge

Read More  

Admin Alko | 23/11/2021

Kisah Petani Kopi di Sumbar yang Sukses Tembus Pasar Internasional

IDXChannel - Petani yang tinggal di Dusun Ambun Dalam, Jorong Bukik Malintang Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sukses menjajaki kopi Arabika ke mancanegara. Adapun ekspor perdana mulai Agustus 2021 ke Norwegia dengan volume 1 ton dalam bentuk biji kopi yang belum dipanggang (green coffe bean). Bahkan setelah sukses ekspor ke Benua Eropa, kopi Arabika Solsel sekarang masuk tahap pengemasan produk untuk memenuhi pasar Royal Amerika, Pengiriman sebanyak 3 ton di jadwalkan akhir Oktober 2021. "Iya, Kita sudah mulai melakukan pengemasan produk Kopi Arabika asal Solsel untuk Royal Amerika. Ini bukti dari Alko Kopi Sumatra selaku eksportir ingin membranding Kopi Solsel," kata Zikwan, Rabu (20/10/2021). Zikwan mulai merintis kebun kopi Arabika dilahan seluas 2 haktare pada 2016, dan saat awal-awal panen mengalami kendala dalam pemasaran kopi Arabika karena pangsa pasar dalam negeri dominan pada jenis Robusta, Dia mengatakan kualitas jenis kopi Arabika asal Solsel cukup bagus dan diterima oleh pasar luar negeri, akan tetapi masih terkendala oleh pasokan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri. Untuk bisa memenuhi target pasar, Zikwan juga menampung kopi dari petani dan selanjutnya diproses di rumah prosesor kopi miliknya. Saat ini biji kopi petik merah (cerry) dibeli dari petani lokal dengan harga Rp9 ribu/kg dan untuk green coffe bean Rp90 ribu/kg, Pihaknya dalam ekspor kopi masih belum mandiri, alias masih menjalin kemitraan dengan eksportir asal Kerinci, Jambi. Yakni koperasi Alko Kopi Sumatra. Menurut Zikwan, kendala saat ini pihaknya belum mampu memenuhi kuota Kopi Arabika Solsel yang dipesan. "Sekarang kopi Arabika sedang habis buah (trek) sehingga kesulitan dalam memenuhi permintaan. Akan tetapi, pihaknya tetap berupaya maksimal untuk memenuhi kuota tersebut. Jelasnya kita tetap berjuang penuhi target atas nama Solsel walaupun tertatih-tatih," kata Zikwan. Terpisah, CEO Alko Kopi Sumatra, Suryono Bagas menyatakan pengiriman kopi ke Royal Amerika 19,2ton tiap bulan. Dan setiap kopi yang dikirim berdasarkan nama petani dan asalnya karena menggunakan sistem tracebility atau ketelusuran asal usul kopi. "Jadi walau yang ekspor kopinya bendera Alko, namun nama petani dan asal kopi tetap di sebutkan. Tujuannya adalah trasapransi asal usul kopi buat buyer (pembeli) dan sekalin membuat bangga petani dan daerah asal nya," ucap Suryono. Dia menyatakan untuk setiap karung kopi disesuaikan dengan jumlah kuota permintaan koipnya. "Selain kopi dengan nama Zikwan Solsel 3 ton, ada kopi dengan nama HT kopi Gunung Tujuh sebanyak 6 ton, Kopi Erna Manis Kayu Aro 6 ton dan kopi Fatar 4,2ton," bebernya. Suryono melanjutkan untuk ekspor ke Royal Amerika pihaknya masih menunggu adanya jadwal kapal dan seharusnya akhir Oktober di kirim namun estimasi kapal pertengahan November 2021."Alko siap bantu untuk masukann semua kopi dari basis komunitas untuk tampil dengan nama asalanya. Alko hanya jadi sarananya saja," tutupnya. Penulis : SandySumber : IDXChannel -  https://www.idxchannel.com/inspirator/kisah-petani-kopi-di-sumbar-yang-sukses-tembus-pasar-internasional-1

Read More  

Admin Alko | 19/10/2021

TESHA Duta Kopi Indonesia tahun 2021, di menangkan Putri dari Kerinci-Jambi.

Kabupaten Kerinci adalah salah satu penghasil Kopi terbesar di provinsi Jambi, Oleh sebab itu pemerintah provinsi jambi banyak membantu dalam pengembangan serta produksi kopi di daerah Kerinci, seperti bantuan Bibit kopi beserta pupuk, karena keberhasilan petani dalam pengelolaan bibit kopi di kerinci.Terbukti baru baru ini di jambi mengadakan acara pemilihan Duta Kopi Indonesia untuk mewakili ke tingkat nasional, Dalam acara Pemilihan Duta Kopi Indonesia yang akan mewakili untuk Provinsi Jambi Terpilih Tesha  mahasiswi asal kabupaten kerinci-jambi. Dari beberapa orang utusan kabupaten-kota seprovinsi jambi. Tesha seorang Mahasiswi yang menggemari kopi kerinci, dia sangat menghargai karya Petani kopi kerinci, dengan menjadi duta kopi, dirinya bertekad ingin kuat untuk turut memperkenalakan dan memasarkan kopi kerinci secara nasional dan internasional.Sehingga Petani kopi mendapatkan pembeli yang pasti. Dan pada akhirnya bisa mensejahterakan petani kopi.Selama ini Tesha belajar tentang kopi di volcano coffee dan Alko Sumatera Kopi. Suryono Pimpinan Alko Sumatera Kopi mengucapkan selamat kepada Tesha yang mendapat Duta Kopi Indonesia dari provinsi jambi.Kami Bangga punya Putri asal kerinci yang terpilih menjadi Duta kopi Indonesia Jambi untuk mewakili ke tingkat nasional, Tutup Suryono. Penulis : MulyonoSumber : Kerinci – JurnalPolisi.id - https://www.jurnalpolisi.id/2021/09/tesha-duta-kopi-indonesia-tahun-2021-di-menangkan-putri-dari-kerinci-jambi/

Read More  

Admin Alko | 17/10/2021

MERAJUT DALAM INDONESIA COFFEE EXPO 2021

Dikuti oleh 25 peserta dari berbagai daerah di indonesia, termasuk ETALASEdengan produknya BUN Coffee yang menghadirkan Aroma, Rasa dan Sehat Kopi Jambi (Arabika, Robusta, Liberika) sebagai perwakilan dari Provinsi Jambi bersama ALKO Kerinci, hari ini (Minggu, 11 Juli 2021) Gamal Institute melaksanakan Pameran Virtual dengan tajuk Indonesia Coffee Expo dengan menghadirkan tidak kurang dari 100 orang penggiat kopi dan para buyer dan calon buyer yang hadir dalam room zoom yang dibuka lebih dari 3 jam tersebut.Dimulai dari Jam 10 pagi, antusias peserta untuk saling promosi dan saling sharing pun berlangsung relatif rapi. Hal ini sepertinya tidak luput dari beberapa hal yang dibuat oleh panitia diantaranya :1. Peserta harus menampilkan produk yg akan dipasarkan di depan kamera sehingga bisa terlihat pengunjung.2. Masing-masing peserta dikunjungi MC dan ditanyai selama 3 sd 4 menit, tidak ada sesi diskusi, pembeli yg berminat berdiskuai via chat3. Selama peserta belum atau sudah diwawancarai tetap tidak mengaktifkan speaker. Namun utk menarik perhatian pengunjung semua peserta dibebaskan memanfaatkan chat room dengan menyampaikan info produk, nomor kontak, atau share file doc, pdf, foto dan video.Alhasil, room chat pada zoom dibanjiri saling share informasi, tentunya sembari tetap saling sharing informasi dengan tetap menyimak dari peserta yang diwawancarai oleh MC sebelum diakhiri oleh session diskusi singkat terkait perkopian Indonesia di dalam maupun dimacanegara.Nama perusahaan/poktan: ALKO SUMATRA KOPI”Pemilik/ketua: SURYONOLokasi: JL SUNGAI SIKAI NO 15 RT 04, DESA SUNGAI SIKAI, KEC.GUNUNG TUJUH, KAB.KERINCI, JAMBIProduk yg dipasarkan: GREEN BEAN KOPI ARABIKA KERINCIPengalaman ekspor: TELAH MENGEKSPOR GREEN BEAN KOPI KE USA, FRANCE, NORWEY, MALAYSIA, JEPANG, STARBUCKS, BELGIUM, CAIROSertifikasi produk/kebun: BPOM, CAFE PRICTICEPenulis :  Kopi JambiSumber : https://etalasekopijambi.com/merajut-dalam-indonesia-coffee-expo-2021/

Read More  

Admin Alko | 17/10/2021

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.