Ekspor Perdana Kopi Bengkulu ke Italia: Wakil Gubernur Dukung Penuh, ALKO dan BI Perkuat Ekosistem Petani Siap Ekspor

Admin Alko |

Ekspor Perdana Kopi Bengkulu ke Italia: Wakil Gubernur Dukung Penuh, ALKO dan BI Perkuat Ekosistem Petani Siap Ekspor


BENGKULU,  Sejarah baru bagi Provinsi Bengkulu terukir pada Senin, 7 September 2026. Untuk pertama kalinya, kopi asal Bumi Rafflesia resmi diekspor langsung dengan identitas daerah sendiri. Sebanyak 1,92 ton biji kopi robusta dengan branding "Ngopi Bengkulu" dilepas ke Italia, menandai babak baru dalam perjalanan komoditas unggulan daerah menuju panggung dunia.


Acara pelepasan ekspor perdana ini berlangsung di Kabupaten Kepahiang dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Bupati Kepahiang H. Zurdinata, unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, pelaku usaha, serta puluhan wartawan ekonomi.


Momen ini bukan sekadar seremoni. Selama ini, kopi Bengkulu yang merupakan produsen kopi peringkat 5 nasional dengan produksi mencapai 55 ribu ton atau 7,23 persen dari total produksi nasional pada 2023, kerap keluar negeri tanpa identitas daerah. Aktivitas ekspor kopi memang telah berlangsung, namun komoditas tersebut belum sepenuhnya tercatat sebagai ekspor yang berasal langsung dari Bengkulu.


Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menegaskan bahwa ekspor perdana ini menjadi momentum penting bagi Provinsi Bengkulu.


"Ekspor kopi sering kali dilakukan, bahkan mungkin setiap hari. Tetapi ekspor yang tercatat berasal dari Bengkulu, dengan Surat Keterangan Asal atau Certificate of Origin yang berasal dari Bengkulu, mungkin baru dilakukan hari ini," ujar Wahyu.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan perekonomian Provinsi Bengkulu. Ia berharap momentum ekspor perdana ini dapat menjadi awal bagi semakin banyak komoditas unggulan daerah yang tercatat sebagai produk ekspor Bengkulu.


Wakil Gubernur: Ini Langkah Awal, Tak Ada Lagi Kopi Bengkulu Bernama Kopi Lampung


Wakil Gubernur Bengkulu dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ekspor perdana ini. Ia menegaskan bahwa momentum ini menjadi langkah awal yang sangat penting bagi Provinsi Bengkulu.


"Saya mendukung penuh kegiatan perdana ini. Ke depannya, ini menjadi langkah awal yang menentukan. Tidak boleh lagi ada kopi Bengkulu yang keluar dengan nama kopi Lampung. Kopi Bengkulu harus punya nama sendiri, identitas sendiri, dan kita mulai hari ini," tegas Wakil Gubernur.


Pernyataan ini merespons kondisi selama ini di mana kopi Bengkulu yang memiliki kualitas baik kerap dipasarkan melalui provinsi lain sehingga tercatat sebagai ekspor daerah lain. Dengan adanya Surat Keterangan Asal (SKA) Bengkulu dan branding "Ngopi Bengkulu", identitas kopi daerah kini mulai terbangun.


Wakil Gubernur juga mengapresiasi peran PT ALKO Sumatera Kopi yang telah menjadi motor penggerak ekosistem kopi Bengkulu, mulai dari pendampingan petani hingga fasilitasi ekspor langsung ke pasar internasional.


"Ngopi Bengkulu": Dari Identitas Daerah Menuju Merek Global


Selama ini kopi Bengkulu memiliki kualitas yang baik, namun masih menghadapi tantangan pada aspek branding, hilirisasi, dan akses pasar. Sebagian besar kopi Bengkulu dipasarkan melalui provinsi lain sehingga identitas kopi daerah kurang dikenal langsung di pasar internasional.


Bupati Kepahiang H. Zurdinata menyatakan bahwa ekspor kopi melalui Pelabuhan Pulau Baai memberikan nilai tersendiri bagi Provinsi Bengkulu. Sebab, kopi yang dikirim ke pasar luar negeri tersebut membawa nama Bengkulu sebagai daerah penghasil kopi.


"Ekspor kopi kali ini Bengkulu dapat nama, karena diekspor lewat Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Terbentuk pasar di internasional ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani kopi," ujar Zurdinata.


Menurutnya, ekspor perdana tersebut tidak hanya sebatas kegiatan perdagangan, tetapi menjadi awal untuk membangun "branding kopi Bengkulu" agar semakin dikenal di pasar dunia. Dengan terbentuknya pasar internasional, rantai ekonomi komoditas kopi diharapkan semakin kuat dan memberikan manfaat lebih besar bagi petani.


Zurdinata menyebutkan, Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang merupakan daerah penghasil kopi Robusta yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bersama. Penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) di tiga daerah tersebut dinilai penting untuk membangun kolaborasi pertanian yang mampu menembus pasar global.


Bantuan Sarana Produksi dari BI untuk UMKM Binaan ALKO


Dalam acara yang sama, dilakukan penyerahan bantuan sarana produksi kepada dua UMKM binaan ALKO, yaitu:


1. Koperasi Belirang Bumi Persada

2. Koperasi Sinar Alamat Sentosa


Bantuan berupa mesin roasting dan mesin sortasi ini diberikan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kapasitas produksi kopi daerah. Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas olahan kopi sehingga nilai tambah produk semakin tinggi.


"Kami dari BI Bengkulu memberikan bantuan mesin roasting dan mesin sortasi kepada dua koperasi binaan ALKO. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung penguatan kapasitas petani dan pelaku usaha kopi di Bengkulu agar siap ekspor," ujar Wahyu.


Lima KUPS dan Koperasi Ikut dalam Ekspor Perdana


Selain dua koperasi penerima bantuan, ekspor perdana kali ini juga melibatkan 3 KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) binaan Warsi yang kopinya ikut dikirim dalam container ekspor ALKO ke Italia, yaitu:


1. KUPS Pesona Bukit Resam

2. KUPS Kopi Sako Lemunakai

3. KUPS Sumur Alam (Bengkulu Utara)


Kelima entitas petani ini menjadi bagian dari ekosistem kopi Bengkulu yang kini mulai terhubung langsung dengan pasar ekspor. Produksi kopi mereka dikonsolidasikan oleh ALKO sebagai agregator dan dikirim bersama dalam ekspor perdana yang bersejarah ini.


ALKO dan BI Jalin Kerja Sama Inklusif Bangun Petani Siap Ekspor


Direktur PT ALKO Sumatera Kopi menegaskan bahwa perusahaan memiliki kerja sama yang inklusif dengan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu dalam membangun petani siap ekspor di Kabupaten Rejang Lebong dan sekitarnya.


"ALKO memiliki kerja sama inklusif dengan BI Bengkulu untuk membangun petani siap ekspor di Rejang Lebong dan Bengkulu. Kami bersama BI melakukan pendampingan mulai dari hulu, peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan, hingga akses pasar ekspor," jelas perwakilan ALKO.


Kerja sama ini mencakup berbagai aspek, antara lain:


· Pendampingan teknis budidaya kopi berkualitas

· Pelatihan pascapanen dan pengolahan

· Penguatan kelembagaan koperasi dan KUPS

· Fasilitasi akses pembiayaan

· Penggunaan teknologi traceability QThink-X

· Pendampingan sertifikasi dan standar ekspor


QThink-X: Teknologi Traceability untuk Transparansi Rantai Pasok


ALKO juga memperkenalkan implementasi sistem QThink-X, platform traceability berbasis blockchain yang memungkinkan asal-usul kopi dapat ditelusuri mulai dari petani, lahan, proses pasca panen, hingga distribusi ekspor. Teknologi ini dinilai penting untuk menjawab tuntutan pasar global yang kini semakin ketat terhadap standar keberlanjutan dan transparansi produk.


Direktur Operasional PT ALKO Sumatra Kopi, Hongly Fernando, dalam forum diskusi sebelumnya menyoroti pentingnya transformasi industri kopi nasional yang tidak hanya fokus pada produksi bahan baku, tetapi juga pada pembangunan identitas daerah, transparansi rantai pasok, dan penguatan merek kopi Indonesia di pasar dunia.


"Pasar global hari ini tidak hanya membeli kopi, tetapi juga membeli cerita, asal-usul, keberlanjutan, dan transparansi produk. Karena itu kopi Bengkulu memiliki peluang besar jika dibangun dengan ekosistem yang kuat," ujar Hongly.


Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung petani, Koperasi Petani Alam Korintji (ALKO) memberikan akses penggunaan platform QThink-X secara gratis kepada petani dan kelompok tani di Bengkulu. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi sektor pertanian sekaligus membantu petani memenuhi standar pasar global tanpa beban biaya tambahan.


Dukungan BI Bengkulu dan Kolaborasi Lintas Sektor


Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu memainkan peran penting dalam mendorong penguatan komoditas kopi daerah agar mampu menembus pasar internasional secara langsung. BI juga menekankan pentingnya peran perbankan dalam mendukung pelaku usaha, khususnya UMKM dan eksportir kopi.


Wahyu mengatakan dukungan perbankan diperlukan tidak hanya dalam pembiayaan pengembangan produksi, tetapi juga pada tahap transaksi perdagangan internasional.


"Kalau kita ingin berusaha agar UMKM lebih kuat lagi, perbankan menjadi kunci, baik untuk pengembangan produksi maupun nanti pada saat fasilitasi untuk kredit ekspor," jelasnya.


Ia menambahkan, bank devisa memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekspor, termasuk fasilitasi penerbitan Letter of Credit (LC) serta berbagai kebutuhan transaksi perdagangan internasional lainnya.


BI Bengkulu juga terus mendorong pelaku UMKM kopi untuk meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, serta memperluas akses pasar hingga tingkat nasional dan internasional. BI bahkan mengarahkan kopi Bengkulu untuk membangun kerja sama dengan jaringan kedai kopi berskala nasional dan internasional, termasuk Starbucks dan Tomoro Coffee.


Potensi Besar dan Tantangan ke Depan


Provinsi Bengkulu memiliki potensi signifikan pada kopi robusta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Bengkulu merupakan produsen kopi terbesar ke-5 di Indonesia dengan produksi mencapai 55 ribu ton. Namun, tantangan pada aspek tata kelola usaha, kelembagaan, serta mutu pascapanen masih menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama.


Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki daerah, khususnya sektor kopi dan perhutanan sosial, harus mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.


Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, pada awal tahun 2026 telah diluncurkan Program Kopi Merah Putih, yang menjadi salah satu strategi percepatan hilirisasi kopi dan penguatan ekonomi masyarakat desa. Program tersebut kini sejalan dengan peluncuran Strategi dan Transformasi Ekonomi Komunitas Perhutanan Sosial (PS) yang fokus pada pengembangan model bisnis berbasis masyarakat.


Provinsi Bengkulu menjadi salah satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang menjadi lokus intervensi program tersebut, dengan total dukungan anggaran sebesar USD 1.453.904 atau setara Rp23,55 miliar dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan RI.


Harapan Besar untuk Kesejahteraan Petani


Dengan adanya branding dan pengiriman langsung dari Bengkulu, diharapkan Kopi Bengkulu dapat dikenal di tingkat dunia. Hal ini diyakini akan berdampak pada peningkatan permintaan, kenaikan harga, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Provinsi Bengkulu.


Bupati Kepahiang dalam sambutannya menegaskan bahwa ini bukan sekadar ekspor biasa.


"Ini adalah langkah awal kita untuk membawa nama Kopi Bengkulu ke dunia. Kalau sudah dikenal dunia, pasarnya pasti banyak, pembelinya pasti banyak, dan ujungnya harga kopi petani kita naik. Harapan kita satu: meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Provinsi Bengkulu," tegasnya.


Wakil Gubernur Bengkulu menutup sambutannya dengan optimisme tinggi.


"Ini langkah awal kita. Tidak boleh lagi ada kopi Bengkulu yang keluar dengan nama daerah lain. Kita mulai dari sekarang, kita bangun bersama, dan saya yakin kopi Bengkulu akan dikenal dunia," pungkasnya.


BI Bengkulu berharap ekspor perdana ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pintu masuk untuk memperkuat rantai pasok kopi Bengkulu dari hulu hingga hilir. Mulai dari peningkatan kualitas produksi, pengolahan pascapanen, pembiayaan, sertifikasi, penguatan kelembagaan petani, hingga pemasaran internasional perlu dilakukan secara berkesinambungan.


Ekspor perdana ini juga menunjukkan bahwa kopi Bengkulu memiliki peluang untuk menembus pasar global. BI Bengkulu selanjutnya berupaya memperluas akses pasar agar produk kopi daerah tidak berhenti pada pasar ekspor, tetapi juga masuk ke rantai pasok perusahaan dan jaringan usaha berskala besar.


Sinergi antara pemerintah daerah, BI, perbankan, eksportir, pelaku UMKM, dan petani dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan. Dengan terbukanya peluang ekspor dan rencana kemitraan dengan jaringan kedai kopi besar, kopi Bengkulu diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu produk unggulan daerah dan membawa manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.


Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Empat Kali Kirim Kopi ke Oman dalam Empat Bulan, ALKO Perkuat Traceability Berbasis Blockchain

SUMATERA — Koperasi Alam Korintji Internasional (ALKO) kembali mengirimkan kopi Arabika specialty Indonesia ke Oman melalui jalur laut dari Pelabuhan Belawan pada September 2026. Pengiriman ini menjadi bagian dari empat kali transaksi pengiriman kopi Sumatra ke pasar Oman dalam kurun empat bulan, terdiri dari dua pengiriman melalui jalur udara dan dua melalui jalur laut.Pengiriman terbaru tersebut mengusung model traceability berbasis blockchain melalui aplikasi QThink-X Traceability Apps. Pendekatan ini dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran kopi, sehingga informasi mengenai asal-usul dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi.Berdasarkan informasi pengiriman sebelumnya, salah satu pengiriman melalui jalur udara mencapai volume 8 ton. Pada pengiriman terbaru, kopi Arabika specialty dikirim menggunakan kontainer melalui Pelabuhan Belawan dengan tujuan Oman.Traceability, dari Kebun hingga Pasar InternasionalBagi ALKO, ekspor kopi tidak hanya berorientasi pada pengiriman komoditas, tetapi juga pada pembangunan sistem rantai pasok yang lebih transparan dan dapat ditelusuri.Melalui model traceability, informasi mengenai asal kopi, data petani dan kebun, proses produksi, penanganan pascapanen, pengolahan hingga tahapan perdagangan dapat dihimpun sesuai ketersediaan dan verifikasi data.Penggunaan teknologi blockchain dalam ekosistem QThink-X diarahkan untuk mendukung pencatatan data dan riwayat produk. Dengan pendekatan tersebut, informasi ketertelusuran dapat menjadi bagian dari dokumentasi rantai pasok yang dapat diperiksa oleh pihak terkait sesuai akses dan data yang tersedia.Model ini penting bagi pengembangan kopi specialty karena nilai produk tidak hanya ditentukan oleh karakter rasa dan kualitas fisik, tetapi juga oleh kejelasan asal-usul, konsistensi mutu dan transparansi proses produksi.Empat Pengiriman dalam Empat BulanDalam empat bulan terakhir, pasar Oman telah melakukan empat kali pembelian kopi Sumatra dari ALKO. Rangkaian tersebut mencakup dua pengiriman melalui udara dan dua pengiriman melalui jalur laut.Pengiriman melalui udara memberikan alternatif untuk kebutuhan logistik tertentu, sedangkan jalur laut menjadi pilihan untuk pengiriman menggunakan kontainer. Penggunaan kedua moda tersebut memberikan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pembeli internasional.Pengiriman terbaru melalui Belawan sekaligus memperlihatkan bagaimana ekspor kopi dapat dikembangkan bersama sistem ketertelusuran digital. Dengan dokumentasi yang semakin terstruktur, ALKO berupaya memperkuat hubungan antara pasokan dari Indonesia dan kebutuhan pasar tujuan.Membangun Kepercayaan melalui DataDalam perdagangan internasional, traceability dapat membantu pembeli memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai asal dan perjalanan produk. Namun, kelengkapan dan akurasi informasi tetap bergantung pada data yang dikumpulkan, diverifikasi dan diperbarui sepanjang rantai pasok.Karena itu, pengembangan traceability perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pencatatan produksi, penerapan praktik pascapanen yang baik, pengendalian mutu dan tata kelola data.Bagi ALKO, pendekatan ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem kopi berkelanjutan yang menghubungkan petani, kelompok tani, koperasi, prosesor, teknologi dan pembeli internasional.Memperkuat Posisi Kopi SumatraPembelian berulang dari Oman memberikan peluang bagi ALKO untuk memperkuat hubungan dagang dan mengembangkan pasokan kopi Sumatra secara berkelanjutan.Ke depan, pengembangan pasar tidak hanya bertumpu pada kontinuitas pasokan dan kualitas kopi, tetapi juga pada kemampuan membangun informasi asal-usul produk yang transparan dan terdokumentasi.Melalui integrasi kopi specialty dengan model traceability berbasis blockchain, ALKO berupaya membangun rantai nilai yang menghubungkan kebun, petani, pengolahan, ketertelusuran digital, ekspor dan pasar internasional.Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing kopi Indonesia melalui kombinasi kualitas produk, keberlanjutan dan transparansi rantai pasok.Dari kebun di Sumatra hingga pasar Oman, traceability menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan memperkuat masa depan perdagangan kopi Indonesia.

Read More  

Admin Alko | 10/10/2026

Difasilitasi APINDO Sumbar, ALKO Gandeng PT. Salimbado Jaya Garap 400 Ribu Benih Kopi di Gunung Sago

Limapuluh Kota 8/10/2026 - Kolaborasi untuk melahirkan _local champion_ ekspor kopi Minang terwujud berkat peran Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumatera Barat.Dalam rangkaian kunjungan APINDO Sumbar ke anggotanya yang merupakan pelaku usaha ekspor, APINDO mempertemukan Koperasi Alam Korintji (ALKO) dengan perusahaan lokal asal Payakumbuh, PT. Salimbado Jaya Indonesia (SJI) sebagai prosesor kopi ekspor dari Kabupaten Lima Puluh Kota.Dari pertemuan tersebut, disepakati kemitraan strategis untuk menyiapkan 400 ribu benih kopi robusta yang akan ditanam di kawasan sekitar Gunung Sago.Kolaborasi ini menjadi langkah pengembangan kopi Minang secara masif. Pasalnya, ALKO telah memiliki pasar ekspor khusus untuk kopi Minang, namun suplai belum terpenuhi."Sejak 2019 ALKO telah membangun komunikasi pasar dari hulu ke hilir untuk kopi Minang, namun permintaan buyer ekspor hingga saat ini belum dapat dipenuhi karena produksi kopi Minang yang lolos ekspor masih sedikit," ujar Suryono, Direktur Utama ALKO.Kehadiran ALKO ingin menjadi standar Quality Control (QC) kopi Minang siap ekspor dan diekspor oleh perusahaan lokal dari Sumbar sendiri. Direktur Operasional ALKO Sumatra Barat Pebriansyah menambahkan, "Dilihat dari data perdagangan eksportir, belum tercatat perusahaan kopi lokal Sumbar yang mengekspor kopi dari Sumbar selain ALKO. Tentu perlu ada gerakan untuk menumbuhkan _local champion_ menjadi eksportir kopi Minang. Terima kasih kepada APINDO Sumbar yang telah memfasilitasi pertemuan ini."Sementara itu, Direktur PT. Salimbado Jaya Indonesia, Sepdi Tito, menjelaskan Gunung Sago memiliki potensi besar untuk robusta. Kepastian pasar dari ALKO membuatnya yakin menggerakkan petani."Kerja sama dengan ALKO memberikan kepastian pasar, membuat kami yakin untuk menggerakkan petani lokal agar kembali menanam di lahan-lahan yang masih kosong. Kami bersama ALKO akan menyiapkan 400 ribu benih untuk dibagikan kepada petani dengan skema koperasi dan petani plasma. Saat ini benih yang siap tanam baru 80 ribu," jelas Sepdi Tito.Sepdi Tito menambahkan, pihaknya bersama APINDO Sumbar akan meminta dukungan Pemda Lima Puluh Kota agar ada sinergi pemerintah daerah untuk memenuhi permintaan pasar kopi Minang yang besar."Permintaan buyer pasar kopi Minang ini sudah ada sejak 2021. Kalau dari data produksi kita ada ribuan ton, tapi untuk memenuhi 1 kontainer saja belum ada _local champion_ yang muncul. Dengan banyaknya kelompok tani kopi dan adanya asosiasi kopi saat ini, pekerjaan itu seharusnya bisa lebih mudah dengan kolaborasi yang difasilitasi APINDO ini," tutupnya.Pebriansyah menjelaskan kerjsama ini akan menerapkan aplikasi Qthink-X untuk penerapan prinsip-prinsip traceability berbasis blockchain kopi Minang, untuk dapat mengetahui sumber dari kebun kopi di tanam dan mengenalkan kembali Sumatera Kopi Minang berbasis origin (admin-)

Read More  

Admin Alko | 10/10/2026

ALKO Gandeng Empat Mitra Vietnam, Ekspor Berbasis Blockchain

Vietnam,  – PT ALKO Kerinci memperluas jaringan kerja sama internasional dengan menggandeng empat mitra kopi Vietnam, yakni Robo Farm, Elon Farm, Thy Thy Farm, dan Like Farm. Kemitraan ini menjadi bagian dari strategi ALKO membangun rantai pasok kopi global yang transparan, terverifikasi, dan siap menembus pasar Eropa.Langkah ini menegaskan posisi kopi ALKO tidak hanya sebagai produk lokal, tetapi sebagai brand kopi yang mulai bergerak di panggung internasional. Dengan mengusung traceability blockchain, ALKO ingin memastikan setiap biji kopi yang diproduksi dan diekspor memiliki jejak asal-usul yang jelas, mulai dari kebun hingga pasar tujuan.Robo Farm Jadi Markas Processing ALKO di VietnamDalam kerja sama ini, SG Robo Factory atau Robo Farm Coffee Factory akan menjadi markas processing standar ALKO untuk ekspor kopi Vietnam berbasis blockchain. Robo Factory memiliki fasilitas processing kopi lengkap di Vietnam dan siap dijadikan tempat processing bagi ALKO.Keunggulan prosesor Vietnam tersebut adalah fasilitasnya yang berstandar tinggi. Kerja sama dengan ALKO diharapkan membuka pasar kopi Vietnam berbasis traceability blockchain. Robo Factory akan menjadi hub processing ALKO di Vietnam sekaligus markas ALKO di sana.Founder dan Direktur Robo Farm Coffee Factory adalah Ms. Le Thi Huyen Trang. Lokasinya berada di Tan Ha, Lam Dong, Vietnam. Ms. Le Thi Huyen Trang juga tercatat sebagai anggota Koperasi Alam Korintji.Perkebunan Thy Thy  dan Arabika Specialty VietnamKerja sama dengan petani prosesor sebagai hilir di Vietnam dilakukan dengan Thy Thy Farm. Thy Thy Farm merupakan pemilik kebun kopi Arabika Specialty Vietnam dengan tanaman varietas kopi Arabika baru dan tingkat produktivitas tinggi, hampir rata-rata 4 ton per hektar green bean.Kebun ini telah menerapkan traceability menggunakan aplikasi Qthink-X. Pemilik kebun, Ms. Le Huyen Ngoc Thy, merupakan ketua kelompok tani wanita Kebun Arabika Thy Thy Farm.Elon Farm dan Like Farm Perkuat Kopi RobustaUntuk komoditas Robusta, ALKO bekerja sama dengan Ms. Jenny dari Elon Farm. Elon Farm merupakan prosesor kopi yang memiliki lima petani anggota suplier. Selain memiliki kebun, Elon Farm juga memiliki homestay untuk tamu yang berkunjung. Elon Farm sebagai petani Vietnam mitra koperasi pertama telah menerapkan traceability berbasis blockchain Qthink-X sejak tahun lalu.Petani robusta lain yang terlibat adalah Mr. Mia Huyen Nguyen Quoc Thang, owner Like Farm. Like Farm merupakan unit perkebunan kopi Robusta skala besar yang mencapai 40 hektar di Lam Dong. Kerja sama ini mencakup penerapan traceability blockchain Qthink-X dan menjadikan Like Farm sebagai mitra koperasi ALKO dalam produksi kopi Vietnam untuk pasar Eropa menggunakan blockchain.Blockchain Jadi Nilai Jual Kopi ALKO di Pasar GlobalMelalui empat mitra tersebut, ALKO membangun ekosistem kopi global yang tidak hanya berorientasi pada volume produksi, tetapi juga pada kualitas, keterlacakan, dan kepercayaan pasar. Penerapan Qthink-X di kebun-kebun mitra Vietnam menjadi salah satu kunci untuk memenuhi permintaan pasar internasional, khususnya Eropa, yang semakin ketat terhadap aspek sustainability dan transparansi rantai pasok.Dengan kerja sama ini, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia dan kopi Vietnam di pasar global. Empat kelompok mitra yang terlibat, yaitu Robo Farm, Elon Farm, Thy Thy Farm, dan Like Farm, menjadi fondasi awal bagi ALKO dalam membangun jaringan kopi global berbasis blockchain.

Read More  

Admin Alko | 03/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.