Lentera Nusantara: Menuju Edukasi Digital, Masyarakat Sehat, dan Ekonomi Kreatif Pengabdian Masyarakat Ikatan Mahasiswa Kerinci 2026

Admin Alko | 21/08/2026


Mengabdi Tanpa Henti Untuk Kerinci


Ibrahim Ash Shidiq

Hubungan Internasional

Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik

Universitas Andalas


Cerita Perjalanan kami selama 50 menit dari Sungai Penuh ke Desa Lolo Kecil, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci. Hamparan desa ini menjadi saksi bisu langkah awal kami dalam melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Ikatan Mahasiswa Kerinci Universitas Andalas (IMK-UNAND) tahun 2026. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama satu minggu penuh, terhitung dari tanggal 5 hingga 11 Agustus 2026. Pemerintahan desa beserta tokoh masyarakat setempat menyambut hangat kedatangan kami dalam acara pembukaan di hari pertama. Semua anggota panitia merasa sangat bersemangat untuk memulai seluruh rangkaian agenda yang telah dipersiapkan dari jauh hari.


Tantangan pertama langsung menyapa kami saat mulai mengamati keseharian masyarakat setempat. Mayoritas penduduk di desa ini, mencapai angka 80 persen, menggantungkan hidup sebagai seorang petani. Mereka terbiasa berangkat ke ladang sejak pagi buta dan baru kembali pulang saat matahari mulai condong ke barat. Kondisi ini tentu saja bikin kami memutar otak dalam menyusun jadwal kegiatan agar partisipasi warga bisa maksimal. Waktu yang paling ideal untuk mengumpulkan warga ternyata sangat singkat, yakni dari setelah waktu Ashar hingga menjelang Maghrib. Keterbatasan durasi ini justru mengajarkan kami arti efisiensi dan kelincahan strategi dalam mengeksekusi sebuah acara.


Beragam program kerja kami susun sedemikian rupa untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat desa. Hari kedua kami awali dengan kegiatan gotong royong membersihkan gedung pemuda desa yang akan menjadi pusat seluruh aktivitas. Sore harinya, gedung tersebut langsung digunakan untuk menggelar dua seminar penting bagi warga setempat. Seminar pertama berfokus pada kesehatan orang tua, secara khusus membahas pentingnya makanan bergizi dan kontrol gula darah. Sesi berikutnya diisi oleh perwakilan Bank 9 Jambi yang memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pentingnya menabung di instansi tersebut. Antusiasme warga terlihat sangat jelas meski mereka baru saja melepas lelah sepulang dari kebun.


Rangkaian kegiatan edukatif berlanjut pada hari ketiga dengan menghadirkan praktisi berpengalaman dari PT ALKO Sumatra Kopi. Sesi diskusi kali ini mengambil fokus utama pada teknik perawatan tanaman kopi serta strategi hilirisasi produk lokal kebanggaan Kerinci. Pihak pemateri memaparkan secara rinci tahapan krusial pascapanen yang berpotensi besar mendongkrak nilai jual biji kopi di pasaran luas. Warga desa tampak menyimak setiap penjelasan tersebut dengan tingkat antusiasme yang sangat tinggi. Pemateri turut membagikan pandangan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari nilai yang mampu diberikan kepada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. PT ALKO Sumatra Kopi melalui perwakilannya menunjukkan secara langsung bahwa dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Pengetahuan ini sukses membuka wawasan para petani Lolo Kecil tentang potensi ekonomi besar yang tersembunyi di balik kebun kopi mereka.


Fokus pengabdian kami kemudian beralih pada pelestarian lingkungan di hari ke empat melalui aksi penanaman bibit pohon. Kami bersama-sama menanam 20 bibit nangka dan 20 bibit jengkol di berbagai titik sekitar desa. Langkah kecil ini kami harapkan dapat memberikan manfaat sekaligus tambahan nilai ekonomis bagi warga Lolo Kecil di masa depan.


Interaksi dengan anak-anak desa menjadi warna tersendiri dalam perjalanan pengabdian ini di hari kelima. Kami mengunjungi Sekolah Dasar (SD) setempat untuk melaksanakan senam pagi bersama para siswa dan guru. Keceriaan anak-anak semakin meningkat saat kami mengadakan lomba mewarnai untuk siswa kelas 1 hingga 3. Siswa kelas 4, 5, dan 6 juga tidak kalah semangat saat lomba cerdas cermat yang kami pandu. Pengalaman berharga lainnya di lingkungan sekolah kami dapatkan saat ikut menjadi petugas upacara bendera di hari Senin. Pihak sekolah sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang turut menanamkan rasa disiplin kepada para murid.


Kedekatan kami dengan warga ternyata tidak hanya melalui deretan program formal yang sudah direncanakan. Pada hari minggu dengan jadwal yang telah ditetapkan kami membuat kegiatan didikan subuh untuk anak-anak Desa Lolo kecil, Siang nya kami melakukan jejak sejarah berkunjung ke rumah depati parbo lalu mendengarkan cerita sejarah depati parbo dan Kami juga menyempatkan diri untuk mengikuti pengajian rutin bersama ibu-ibu majelis taklim di saat agenda panitia sedang kosong saat sore hari. di hari terakhir kami semua panitia membantu pihak puskesmas setempat. Kami mendampingi para tenaga kesehatan dalam melakukan pengecekan medis untuk warga dewasa dan pelayanan posyandu bagi balita. Seluruh agenda resmi ini ditutup dengan acara perpisahan pada sore harinya untuk saling menyampaikan kesan dan pesan mendalam. Panitia pengabdian mulai membersihkan tempat tinggal setelah acara selesai dan bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing.


Pengabdian ini pada akhirnya tidak hanya memberikan rentetan dampak bagi desa, melainkan juga bagi internal organisasi kami. Mayoritas anggota panitia yang ikut serta adalah mahasiswa semester dua yang belum pernah merasakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini secara langsung menjadi wadah pembelajaran bagi kami untuk mempraktikkan cara bersosialisasi yang baik dengan masyarakat desa. Dinamika dan ragam masalah yang muncul selama satu minggu kami jadikan bahan evaluasi untuk diselesaikan bersama. Penyelesaian masalah secara musyawarah ini menjadi bekal mental yang berharga untuk melangkah ke depannya.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Vietnam,  โ€“ PT ALKO Kerinci memperluas jaringan kerja sama internasional dengan menggandeng empat mitra kopi Vietnam, yakni Robo Farm, Elon Farm, Thy Thy Farm, dan Like Farm. Kemitraan ini menjadi bagian dari strategi ALKO membangun rantai pasok kopi global yang transparan, terverifikasi, dan siap menembus pasar Eropa.Langkah ini menegaskan posisi kopi ALKO tidak hanya sebagai produk lokal, tetapi sebagai brand kopi yang mulai bergerak di panggung internasional. Dengan mengusung traceability blockchain, ALKO ingin memastikan setiap biji kopi yang diproduksi dan diekspor memiliki jejak asal-usul yang jelas, mulai dari kebun hingga pasar tujuan.Robo Farm Jadi Markas Processing ALKO di VietnamDalam kerja sama ini, SG Robo Factory atau Robo Farm Coffee Factory akan menjadi markas processing standar ALKO untuk ekspor kopi Vietnam berbasis blockchain. Robo Factory memiliki fasilitas processing kopi lengkap di Vietnam dan siap dijadikan tempat processing bagi ALKO.Keunggulan prosesor Vietnam tersebut adalah fasilitasnya yang berstandar tinggi. Kerja sama dengan ALKO diharapkan membuka pasar kopi Vietnam berbasis traceability blockchain. Robo Factory akan menjadi hub processing ALKO di Vietnam sekaligus markas ALKO di sana.Founder dan Direktur Robo Farm Coffee Factory adalah Ms. Le Thi Huyen Trang. Lokasinya berada di Tan Ha, Lam Dong, Vietnam. Ms. Le Thi Huyen Trang juga tercatat sebagai anggota Koperasi Alam Korintji.Perkebunan Thy Thy  dan Arabika Specialty VietnamKerja sama dengan petani prosesor sebagai hilir di Vietnam dilakukan dengan Thy Thy Farm. Thy Thy Farm merupakan pemilik kebun kopi Arabika Specialty Vietnam dengan tanaman varietas kopi Arabika baru dan tingkat produktivitas tinggi, hampir rata-rata 4 ton per hektar green bean.Kebun ini telah menerapkan traceability menggunakan aplikasi Qthink-X. Pemilik kebun, Ms. Le Huyen Ngoc Thy, merupakan ketua kelompok tani wanita Kebun Arabika Thy Thy Farm.Elon Farm dan Like Farm Perkuat Kopi RobustaUntuk komoditas Robusta, ALKO bekerja sama dengan Ms. Jenny dari Elon Farm. Elon Farm merupakan prosesor kopi yang memiliki lima petani anggota suplier. Selain memiliki kebun, Elon Farm juga memiliki homestay untuk tamu yang berkunjung. Elon Farm sebagai petani Vietnam mitra koperasi pertama telah menerapkan traceability berbasis blockchain Qthink-X sejak tahun lalu.Petani robusta lain yang terlibat adalah Mr. Mia Huyen Nguyen Quoc Thang, owner Like Farm. Like Farm merupakan unit perkebunan kopi Robusta skala besar yang mencapai 40 hektar di Lam Dong. Kerja sama ini mencakup penerapan traceability blockchain Qthink-X dan menjadikan Like Farm sebagai mitra koperasi ALKO dalam produksi kopi Vietnam untuk pasar Eropa menggunakan blockchain.Blockchain Jadi Nilai Jual Kopi ALKO di Pasar GlobalMelalui empat mitra tersebut, ALKO membangun ekosistem kopi global yang tidak hanya berorientasi pada volume produksi, tetapi juga pada kualitas, keterlacakan, dan kepercayaan pasar. Penerapan Qthink-X di kebun-kebun mitra Vietnam menjadi salah satu kunci untuk memenuhi permintaan pasar internasional, khususnya Eropa, yang semakin ketat terhadap aspek sustainability dan transparansi rantai pasok.Dengan kerja sama ini, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia dan kopi Vietnam di pasar global. Empat kelompok mitra yang terlibat, yaitu Robo Farm, Elon Farm, Thy Thy Farm, dan Like Farm, menjadi fondasi awal bagi ALKO dalam membangun jaringan kopi global berbasis blockchain.

Read More  

Admin Alko | 03/10/2026

Jakarta, alko.id โ€“ PT ALKO Kerinci turut berpartisipasi dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) dan International Coffee Day (ICD) 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI). Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabuโ€“Kamis, 30 Septemberโ€“1 Oktober 2026, di Auditorium Gedung F, Komplek Kementerian Pertanian RI, Jl. Harsono RM No. 3, Jakarta Selatan.Acara ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari pengurus DEKOPI seluruh Indonesia, perwakilan anggota DEKOPI, instansi pemerintah, dan swasta terkait. Rangkaian kegiatan meliputi talkshow, business matching, pameran, serta promosi peralatan mesin dan sarana industri perkopian.Business Matching Pertemukan Seller dan BuyerPada hari pertama, Rabu (30/9/2026), agenda utama diisi dengan Coffee Business Forum dan Business Matching. Forum ini mempertemukan buyer dari Jakarta dan sekitarnya dengan seller UMKM kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut dipandu oleh Ketua II DEKOPI, Bapak Syafrudin.PT ALKO Kerinci menjadi salah satu seller yang terdaftar dalam acara business matching tersebut. Dalam forum itu, ALKO Kerinci dihadiri oleh Chief Operating Officer (COO) Puput Puspita Sari. Kehadiran ALKO Kerinci dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat jaringan pemasaran kopi Kerinci ke buyer Jakarta dan pasar nasional.Selain ALKO Kerinci, sejumlah seller lain yang turut berpartisipasi antara lain Koperasi Kopi Baburrayyan (Takengon, Aceh), Koperasi Kopi Mal Agri (Medan, Sumatera Utara), Koperasi Wanoja (Jawa Barat), Koperasi Kopi Robusta Temanggung (Jawa Tengah), Gravfarms (Ciwidey, Jawa Barat), dan petani kopi robusta dari Provinsi Lampung.Coffee Tasting & Cupping dan Munas DEKOPIMasih di hari yang sama, agenda dilanjutkan dengan Coffee Tasting & Cupping yang menampilkan UMKM kopi dari Aceh sampai Papua. Sesi ini juga dipandu oleh Ketua II DEKOPI, Bapak Syafrudin.Kegiatan hari pertama ditutup dengan Musyawarah Nasional DEKOPI yang dipandu oleh Ketua Munas DEKOPI, Bapak Mahatma Gandhi.ICD Celebration dan National Coffee ForumPada hari kedua, Kamis (1/10/2026), digelar ICD Celebration and National Coffee Forum. Acara dibuka dengan laporan Ketua Umum DEKOPI periode 2026โ€“2030, dilanjutkan sambutan Menteri Pertanian RI, Bapak Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., sekaligus acara Sruput Kopi bersama Menteri Pertanian RI.Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan Program Kopi Diplomat yang dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Bapak Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M.Agenda berlanjut dengan Dialog Nasional Kopi (Coffee Talk) bertema "Masa Depan Kopi Indonesia dari Petani ke Pasar Dunia". Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Prof. Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, M.S., Dr. Herdrajad Natawidjaja, Moelyono Soesilo, Dr. Ir. Purwadi, dan Ahmad Supriyono. Diskusi dimoderatori oleh Ibu Dini Astika Sari, M.Biotech (Kepala Puslitkoka), dengan penanggap Bapak Dr. Surip Mawardi dan Bapak Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin.Beberapa isu yang dibahas dalam dialog tersebut meliputi masa depan kopi Indonesia, isu sustainability melalui konsep Indonesia Sustainable of Coffee, hilirisasi kopi untuk mendorong nilai tambah dari kebun sampai industri, serta isu regenerasi petani melalui pembangunan Sekolah Kopi Nusantara.Acara kemudian ditutup oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.Komitmen ALKO KerinciPartisipasi PT ALKO Kerinci dalam Business Matching DEKOPI dan International Coffee Day 2026 menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendukung pengembangan industri kopi nasional, khususnya kopi Kerinci. Melalui forum ini, ALKO Kerinci berharap dapat memperluas jaringan kemitraan dengan buyer nasional dan meningkatkan daya saing kopi Kerinci di pasar yang lebih luas.Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan kemitraan PT ALKO Kerinci, silakan menghubungi kanal resmi perusahaan.

Read More  

Admin Alko | 03/10/2026

PADANG,  โ€“ Aspek pemberdayaan perempuan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi pembahasan utama dalam sesi bertema "Mengulik Bisnis Kopi" pada Musyawarah Daerah (Musda) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat. Dalam forum tersebut, Koperasi ALKO hadir sebagai narasumber untuk memaparkan bagaimana kedua isu tersebut menjadi kunci nilai tambah sebuah produk kopi di era industri hospitality yang semakin sadar akan keberlanjutan.Suryono, perwakilan dari Koperasi ALKO, menjelaskan bahwa nilai tambah sebuah produk kopi saat ini tidak lagi bisa diukur hanya dari cita rasanya semata. Ada faktor krusial lain yang menentukan daya saing di pasar, terutama di sektor perhotelan, yakni keterlacakan (traceability) serta komitmen terhadap pemberdayaan perempuan (women empowerment) dalam rantai produksinya."Kami ingin mengangkat narasi bahwa kopi yang baik adalah kopi yang peduli pada keberlangsungan lingkungan dan pemberdayaan perempuan di rantai produksinya," ujar Suryono dalam presentasinya, Rabu (30/9/2026).Menurut Suryono, konsumen modern, termasuk tamu hotel, kini semakin sadar dan menghargai produk yang memiliki dampak sosial dan lingkungan yang positif. Hal ini menjadikan isu keberlanjutan sebagai nilai jual yang relevan dengan tren industri hospitality saat ini. Ia mencontohkan bagaimana hotel-hotel berbintang di kota-kota besar mulai menuntut produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki jejak produksi yang jelas dan ramah lingkungan.Traceability sebagai Fondasi KepercayaanDalam pemaparannya, Suryono menekankan bahwa traceability atau keterlacakan produk menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan konsumen. Ia menjelaskan bahwa setiap biji kopi yang dihasilkan oleh ALKO dapat dilacak asal-usulnya, mulai dari kebun tempat biji kopi ditanam, siapa petani yang mengelolanya, hingga proses pascapanen yang dilalui."Traceability bukan sekadar formalitas. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada konsumen. Ketika sebuah hotel menyajikan kopi kami, mereka bisa dengan bangga menceritakan kepada tamunya bahwa kopi ini berasal dari petani tertentu di Kerinci, diolah dengan metode tertentu, dan memberikan dampak positif bagi komunitas lokal," jelas Suryono.Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sistem keterlacakan ini juga memungkinkan ALKO untuk memastikan bahwa praktik pertanian yang digunakan oleh para mitra petaninya tetap ramah lingkungan. Misalnya, penggunaan pupuk organik, pengelolaan air yang efisien, serta penghindaran deforestasi dalam proses perluasan lahan kopi."Kami tidak hanya menjual kopi. Kami menjual cerita dan nilai. Dan nilai itu harus bisa dibuktikan, bukan hanya diklaim," tegasnya.Pemberdayaan Perempuan di Rantai Produksi KopiSalah satu poin yang paling disorot dalam presentasi ALKO adalah komitmen terhadap pemberdayaan perempuan. Suryono memaparkan bahwa perempuan memainkan peran yang sangat penting dalam rantai produksi kopi, mulai dari penanaman, pemetikan, sortasi biji, hingga proses pengolahan pascapanen. Namun, sering kali kontribusi mereka tidak terlihat dan tidak dihargai secara ekonomi."Di banyak komunitas petani kopi, perempuan adalah tulang punggung produksi. Mereka yang memetik dengan teliti, mereka yang menyortir biji terbaik, dan mereka yang memastikan kualitas tetap terjaga. Tapi sayangnya, suara dan kesejahteraan mereka sering terabaikan," ujar Suryono.Melalui program pemberdayaan yang dijalankan ALKO, perempuan-perempuan di komunitas petani kopi Kerinci diberikan pelatihan, akses terhadap sumber daya, serta posisi yang lebih setara dalam pengambilan keputusan. ALKO juga memastikan bahwa upah yang diterima oleh pekerja perempuan setara dengan pekerja laki-laki untuk pekerjaan yang sama."Kami percaya bahwa kopi yang baik lahir dari sistem yang adil. Jika perempuan sejahtera, maka kualitas kopi yang dihasilkan juga akan semakin baik," tambahnya.Suryono juga menyoroti bahwa isu pemberdayaan perempuan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya tujuan kelima tentang kesetaraan gender dan tujuan kedelapan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.Ajakan Kolaborasi dengan Industri HospitalityDalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, Suryono mengajak para pelaku industri hospitality di Sumatera Barat untuk berkolaborasi. Ia berharap Kopi Kerinci dapat masuk dan disajikan di berbagai hotel serta restoran di Sumbar sebagai produk unggulan yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan."Kopi Kerinci memiliki keunggulan kompetitif. Bukan hanya dari segi rasa, tetapi juga karena produk ini peduli terhadap isu keberlanjutan dan lingkungan," ujar Suryono.Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara produsen kopi dan industri perhotelan dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Hotel-hotel dapat menawarkan pengalaman kopi yang autentik dan bermakna kepada tamunya, sementara petani kopi lokal mendapatkan akses pasar yang lebih stabil dan harga yang lebih adil."Kami ingin hotel-hotel di Sumbar menjadi duta kopi Kerinci. Setiap cangkir yang disajikan adalah cerita tentang petani lokal, tentang perempuan yang berdaya, dan tentang lingkungan yang terjaga," ungkapnya.Suryono juga menyampaikan bahwa ALKO terbuka untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan PHRI Sumbar, termasuk dalam hal pelatihan barista, penyediaan biji kopi berkualitas, serta program edukasi tentang kopi berkelanjutan bagi para staf hotel dan restoran.Respons Positif dari Peserta MusdaAjakan kolaborasi yang disampaikan oleh ALKO mendapat respons positif dari para peserta Musda PHRI Sumbar. Beberapa perwakilan hotel dan restoran yang hadir menyatakan ketertarikan mereka untuk menjajaki kerja sama dengan ALKO, terutama untuk menyediakan kopi lokal berkualitas tinggi bagi tamu mereka."Kami sangat mengapresiasi inisiatif ALKO. Isu keberlanjutan dan pemberdayaan perempuan adalah nilai tambah yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini," ujar salah satu peserta Musda.Peserta lain menambahkan bahwa wisatawan, terutama yang berasal dari luar negeri, semakin menghargai produk-produk yang memiliki cerita dan dampak sosial yang jelas. Hal ini menjadi peluang bagi industri hospitality Sumbar untuk menonjolkan keunikan produk lokal seperti Kopi Kerinci.Membangun Masa Depan Kopi yang BerkelanjutanDi akhir presentasinya, Suryono menegaskan bahwa visi ALKO bukan hanya tentang menjual kopi, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi semua pihak yang terlibat dalam rantai produksi. Ia berharap bahwa apa yang dilakukan oleh ALKO dapat menjadi contoh bagi koperasi dan produsen kopi lain di Indonesia."Kami ingin membuktikan bahwa bisnis kopi bisa menjadi kekuatan untuk perubahan positif. Kopi bisa menjadi alat untuk memberdayakan perempuan, menjaga lingkungan, dan memperkuat ekonomi lokal," pungkasnya.Dengan mengangkat isu pemberdayaan perempuan dan lingkungan di forum bergengsi seperti Musda PHRI Sumbar, ALKO berharap dapat membuka jalan bagi Kopi Kerinci untuk bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus membuktikan bahwa produk lokal Sumatera Barat mampu memenuhi standar global yang mengedepankan praktik ramah lingkungan dan keadilan sosial.Melalui ajakan kolaborasi ini, ALKO berharap industri hospitality Sumbar dapat menjadi pionir dalam mengangkat produk kopi lokal yang berwawasan lingkungan, sekaligus memperkuat posisi Kopi Kerinci di pasar nasional dan internasional. (*)

Read More  

Admin Alko | 01/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

ยฉ 2021 ALKO - All Rights Reserved.