Gotong Royong Jaga Kebersihan dan Wisata Kayu Aro, Semua Pihak Diajak Atasi Sampah

Admin Alko | 15/08/2026


KAYU ARO, KERINCI 15/8— Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di kawasan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, terus diperkuat melalui gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai pihak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi membersihkan sampah, tetapi juga bagian dari edukasi dan upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut melibatkan ALKO, Universitas Andalas, Universitas Jambi, Universitas Merangin, SDN 175 Batang Sangir, Komunitas CB, PSHT, Prima Agro, dan Gerakan Peduli Lingkungan Bersih (GPLBP), serta relawan dan masyarakat setempat.

Kegiatan juga mendapat dukungan dari jejaring internasional, termasuk Uminomuko Coffee Jepang dan Resona Bank Jepang, yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kopi, masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.

Bagi ALKO, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan di wilayah sentra kopi Kerinci. Persoalan sampah dipandang tidak dapat diselesaikan oleh satu kelompok saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga mitra pembangunan.


Dari Aksi Bersih Menuju Sistem Pengelolaan

Kepala Desa Kersituwo, Kecamatan Kayu Aro, Sigit Purnomo, mengapresiasi keterlibatan ALKO dan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.

Menurut Sigit, kegiatan gotong royong harus menjadi pintu masuk menuju langkah yang lebih konkret dan berkelanjutan.

“Harapan kami tentunya tidak hanya pada saat ini saja kita melakukan pembersihan atau gotong royong. Langkah yang perlu kita tindak lanjuti adalah setelah gotong royong ini, apa yang akan kita tempuh untuk jangka panjang,” ujar Sigit.


Ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat mendukung program pengelolaan sampah setelah kegiatan bersih-bersih dilakukan.

Menurutnya, mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir belum menyelesaikan persoalan secara mendasar.

“Kalau kita mengumpulkan sampah, kemudian diambil pihak terkait, sifatnya kita hanya memindahkan. Kalau langkah strategisnya, bagusnya memang sampah itu dikelola,” katanya.

Karena itu, Sigit membuka peluang pengembangan teknologi pengolahan sampah di kawasan Kayu Aro. Sampah yang telah dipilah dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna, termasuk RDF maupun pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot.

Desa Dorong Sistem Jemput Sampah

Pemerintah Desa Kersituwo juga telah memiliki gagasan untuk membangun sistem penjemputan sampah dari rumah warga.

Sampah diharapkan dipilah sejak dari sumbernya, antara sampah organik dan anorganik. Masyarakat bahkan disebut siap memberikan kontribusi melalui swadaya atau retribusi untuk mendukung operasional petugas.

Namun, menurut Sigit, masih diperlukan kepastian mengenai proses pengolahan setelah sampah dikumpulkan.

“Yang kami khawatirkan, sampah ini nanti bisa dikelola atau dijemput oleh siapa. Ending-nya itu yang belum kami dapat solusinya,” ujarnya.

Hal tersebut menunjukkan pentingnya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari rumah tangga, pengumpulan, pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan.


Menjaga Lingkungan, Menjaga Wisata

Kayu Aro memiliki lanskap yang menjadi bagian penting dari daya tarik Kerinci. Kawasan perkebunan, pegunungan, dan jalur menuju Gunung Kerinci menjadi aset lingkungan sekaligus potensi wisata yang perlu dijaga.

Karena itu, kebersihan kawasan tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga dengan kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Sigit mengajak wisatawan dan pendaki untuk membawa kembali sampah yang dihasilkan selama berada di kawasan Kayu Aro.

“Kalau Anda datang ke Kersituwo ataupun sekitar wilayahnya, tolong sampah yang memang bisa dimusnahkan, tolong musnahkan. Yang bisa dibawa, tolong dibawa ke bawah. Terpenting jalur pendakian, tolong kita sama-sama menjaga,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan apabila menemukan praktik pembuangan sampah sembarangan.

Komunitas Konsisten Menjaga Lingkungan

Anggota GPLBP, Edwin Steven, mengatakan komunitasnya secara rutin melakukan kegiatan lingkungan, termasuk penanaman pohon dan aksi kebersihan.

Penghijauan telah dilakukan di sekitar kawasan Kebun Teh hingga arah Batang Sangir dan Sungai Jambu. Sejumlah pohon yang ditanam komunitas tersebut kini telah berusia sekitar lima hingga enam tahun.

Menurut Edwin, penghijauan dan kebersihan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

“Kalau buang sampah itu pada tempatnya. Jangan di tempat sembarangan, di pinggir jalan, karena menyusahkan banyak orang,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait agar lebih aktif menangani persoalan sampah.

“Pemerintah harus lebih tegas lagi, lebih bergerak lagi untuk mengurus sampah bersama ini,” katanya.

Edukasi Dimulai dari Anak-Anak

Kegiatan tersebut juga melibatkan pelajar sebagai bagian dari edukasi lingkungan sejak dini.

Syafiq Reska Aditya, siswa SDN 175 Batang Sangir, mengaku senang mengikuti kegiatan bersih-bersih lingkungan.

“Seru,” kata Syafiq.

Ia kemudian menyampaikan ajakan sederhana kepada teman-temannya agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Ayo kawan-kawan, jangan buang sampah. Buang sampah pada tempatnya, supaya Kayu Aro bersih dan sehat,” ujarnya.

Keterlibatan anak-anak menjadi pengingat bahwa gerakan lingkungan tidak hanya berbicara mengenai penanganan sampah saat ini, tetapi juga membangun kebiasaan dan kesadaran generasi berikutnya.

Kolaborasi untuk Lingkungan Berkelanjutan

Kegiatan gotong royong ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kawasan Kayu Aro.

Bagi ALKO, isu lingkungan memiliki hubungan erat dengan keberlanjutan kopi dan kehidupan petani. Lingkungan yang terjaga akan mendukung keberlanjutan produksi pertanian sekaligus mempertahankan daya tarik kawasan Kerinci sebagai daerah wisata dan sentra kopi.

Keterlibatan perguruan tinggi, sekolah, komunitas, pemerintah desa, pelaku usaha, serta mitra internasional menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui kolaborasi.

Dukungan Uminomuko Coffee Jepang dan Resona Bank Jepang juga menjadi bagian dari jejaring kerja sama yang mempertemukan isu kopi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.

Ke depan, kegiatan bersih-bersih diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat. Gerakan tersebut perlu dilanjutkan dengan edukasi, pemilahan sampah dari sumber, sistem pengumpulan, pengolahan, serta pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kayu Aro.

Gotong royong membersihkan sampah adalah langkah awal. Membangun sistem agar sampah tidak kembali menjadi persoalan adalah tantangan berikutnya. Karena itu, menjaga Kayu Aro tetap bersih, sehat, dan lestari membutuhkan komitmen dan kerja bersama dari semua pihak.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

KAYU ARO, KERINCI 15/8— Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di kawasan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, terus diperkuat melalui gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai pihak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi membersihkan sampah, tetapi juga bagian dari edukasi dan upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.Kegiatan tersebut melibatkan ALKO, Universitas Andalas, Universitas Jambi, Universitas Merangin, SDN 175 Batang Sangir, Komunitas CB, PSHT, Prima Agro, dan Gerakan Peduli Lingkungan Bersih (GPLBP), serta relawan dan masyarakat setempat.Kegiatan juga mendapat dukungan dari jejaring internasional, termasuk Uminomuko Coffee Jepang dan Resona Bank Jepang, yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kopi, masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.Bagi ALKO, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan di wilayah sentra kopi Kerinci. Persoalan sampah dipandang tidak dapat diselesaikan oleh satu kelompok saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga mitra pembangunan.Dari Aksi Bersih Menuju Sistem PengelolaanKepala Desa Kersituwo, Kecamatan Kayu Aro, Sigit Purnomo, mengapresiasi keterlibatan ALKO dan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.Menurut Sigit, kegiatan gotong royong harus menjadi pintu masuk menuju langkah yang lebih konkret dan berkelanjutan.“Harapan kami tentunya tidak hanya pada saat ini saja kita melakukan pembersihan atau gotong royong. Langkah yang perlu kita tindak lanjuti adalah setelah gotong royong ini, apa yang akan kita tempuh untuk jangka panjang,” ujar Sigit.Ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat mendukung program pengelolaan sampah setelah kegiatan bersih-bersih dilakukan.Menurutnya, mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir belum menyelesaikan persoalan secara mendasar.“Kalau kita mengumpulkan sampah, kemudian diambil pihak terkait, sifatnya kita hanya memindahkan. Kalau langkah strategisnya, bagusnya memang sampah itu dikelola,” katanya.Karena itu, Sigit membuka peluang pengembangan teknologi pengolahan sampah di kawasan Kayu Aro. Sampah yang telah dipilah dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna, termasuk RDF maupun pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot.Desa Dorong Sistem Jemput SampahPemerintah Desa Kersituwo juga telah memiliki gagasan untuk membangun sistem penjemputan sampah dari rumah warga.Sampah diharapkan dipilah sejak dari sumbernya, antara sampah organik dan anorganik. Masyarakat bahkan disebut siap memberikan kontribusi melalui swadaya atau retribusi untuk mendukung operasional petugas.Namun, menurut Sigit, masih diperlukan kepastian mengenai proses pengolahan setelah sampah dikumpulkan.“Yang kami khawatirkan, sampah ini nanti bisa dikelola atau dijemput oleh siapa. Ending-nya itu yang belum kami dapat solusinya,” ujarnya.Hal tersebut menunjukkan pentingnya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari rumah tangga, pengumpulan, pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan.Menjaga Lingkungan, Menjaga WisataKayu Aro memiliki lanskap yang menjadi bagian penting dari daya tarik Kerinci. Kawasan perkebunan, pegunungan, dan jalur menuju Gunung Kerinci menjadi aset lingkungan sekaligus potensi wisata yang perlu dijaga.Karena itu, kebersihan kawasan tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga dengan kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.Sigit mengajak wisatawan dan pendaki untuk membawa kembali sampah yang dihasilkan selama berada di kawasan Kayu Aro.“Kalau Anda datang ke Kersituwo ataupun sekitar wilayahnya, tolong sampah yang memang bisa dimusnahkan, tolong musnahkan. Yang bisa dibawa, tolong dibawa ke bawah. Terpenting jalur pendakian, tolong kita sama-sama menjaga,” katanya.Ia juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan apabila menemukan praktik pembuangan sampah sembarangan.Komunitas Konsisten Menjaga LingkunganAnggota GPLBP, Edwin Steven, mengatakan komunitasnya secara rutin melakukan kegiatan lingkungan, termasuk penanaman pohon dan aksi kebersihan.Penghijauan telah dilakukan di sekitar kawasan Kebun Teh hingga arah Batang Sangir dan Sungai Jambu. Sejumlah pohon yang ditanam komunitas tersebut kini telah berusia sekitar lima hingga enam tahun.Menurut Edwin, penghijauan dan kebersihan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.“Kalau buang sampah itu pada tempatnya. Jangan di tempat sembarangan, di pinggir jalan, karena menyusahkan banyak orang,” ujarnya.Ia juga mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait agar lebih aktif menangani persoalan sampah.“Pemerintah harus lebih tegas lagi, lebih bergerak lagi untuk mengurus sampah bersama ini,” katanya.Edukasi Dimulai dari Anak-AnakKegiatan tersebut juga melibatkan pelajar sebagai bagian dari edukasi lingkungan sejak dini.Syafiq Reska Aditya, siswa SDN 175 Batang Sangir, mengaku senang mengikuti kegiatan bersih-bersih lingkungan.“Seru,” kata Syafiq.Ia kemudian menyampaikan ajakan sederhana kepada teman-temannya agar tidak membuang sampah sembarangan.“Ayo kawan-kawan, jangan buang sampah. Buang sampah pada tempatnya, supaya Kayu Aro bersih dan sehat,” ujarnya.Keterlibatan anak-anak menjadi pengingat bahwa gerakan lingkungan tidak hanya berbicara mengenai penanganan sampah saat ini, tetapi juga membangun kebiasaan dan kesadaran generasi berikutnya.Kolaborasi untuk Lingkungan BerkelanjutanKegiatan gotong royong ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kawasan Kayu Aro.Bagi ALKO, isu lingkungan memiliki hubungan erat dengan keberlanjutan kopi dan kehidupan petani. Lingkungan yang terjaga akan mendukung keberlanjutan produksi pertanian sekaligus mempertahankan daya tarik kawasan Kerinci sebagai daerah wisata dan sentra kopi.Keterlibatan perguruan tinggi, sekolah, komunitas, pemerintah desa, pelaku usaha, serta mitra internasional menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui kolaborasi.Dukungan Uminomuko Coffee Jepang dan Resona Bank Jepang juga menjadi bagian dari jejaring kerja sama yang mempertemukan isu kopi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.Ke depan, kegiatan bersih-bersih diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat. Gerakan tersebut perlu dilanjutkan dengan edukasi, pemilahan sampah dari sumber, sistem pengumpulan, pengolahan, serta pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kayu Aro.Gotong royong membersihkan sampah adalah langkah awal. Membangun sistem agar sampah tidak kembali menjadi persoalan adalah tantangan berikutnya. Karena itu, menjaga Kayu Aro tetap bersih, sehat, dan lestari membutuhkan komitmen dan kerja bersama dari semua pihak.

Read More  

Admin Alko | 15/08/2026

KERINCI, — Kopi spesialti Kerinci dinilai telah berhasil menembus pasar global. Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar membawa kopi asal Kabupaten Kerinci, Jambi, ke pasar internasional, melainkan memperkuat posisi petani dan pelaku usaha dalam rantai perdagangan kopi dunia.Hal itu mengemuka dalam Seminar Internasional “Petani Kopi Go Global” yang mengangkat tema “Positioning of Indonesia’s Kerinci Specialty Coffee in the World Trade II” dan “The Opportunities of Gen Z’s Lifestyle Shifts in Influencing the Global Economic Order”, Kamis (13/8/2026).Seminar yang berlangsung di Pelangi Guest House, Kerinci, tersebut digelar secara hybrid, dengan menghadirkan narasumber dan peserta secara langsung maupun daring melalui Zoom.Forum itu mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, stakeholder, pelaku usaha, akademisi, organisasi nonpemerintah (NGO), hingga penggiat kopi dan lingkungan.Seminar dimoderatori Abdul Haris Zulkifli dan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Bagas Haspor, Katya Gorska dari Kindred Forest Inggris, Herlina, Agung Wibowo, Prayono Artyanto, Asep Muhammad Awaludin, P.A. QThink-X, serta Mitsuho Sigemura.Bagas: Tantangan Berikutnya Memperkuat Posisi PetaniBagas Haspor menekankan bahwa keberhasilan kopi Kerinci memasuki pasar global harus diikuti dengan upaya menjaga kualitas sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai nilai kopi.“Tantangannya sekarang bukan lagi sekadar menembus pasar global, tetapi bagaimana menjaga kualitas dan memperkuat posisi petani.”Menurut Bagas, pasar global harus dipandang bukan hanya sebagai tempat menjual produk, tetapi juga sebagai ruang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan kesejahteraan masyarakat yang berada di tingkat produksi.Karena itu, hubungan antara petani, koperasi, pelaku usaha, pemerintah, dan pembeli internasional perlu dibangun secara berkelanjutan.Katya: Pasar Inggris Mulai Mengenali Karakter Kopi KerinciSementara itu, Katya Gorska dari Kindred Forest, Inggris, menyampaikan perkembangan penerimaan kopi Kerinci di pasar Inggris.Menurut Katya, konsumen dan roaster di Inggris mulai mencari kopi dengan karakter rasa yang berbeda. Kopi Kerinci dinilai memiliki keunggulan karena menawarkan karakter fruity, acidity yang cerah, rasa manis, dan kompleksitas yang berbeda dari profil kopi Indonesia yang selama ini lebih dikenal melalui kopi Sumatera yang cenderung berat dan spicy.Kindred Forest telah membeli kopi Kerinci sejak 2024. Volume pembelian kemudian meningkat dari beberapa ratus kilogram menjadi sekitar satu ton dan selanjutnya sekitar dua ton.Peningkatan pembelian tersebut, kata Katya, menunjukkan adanya pertumbuhan permintaan terhadap kopi Kerinci.Ia juga menjelaskan bahwa tiga proses pengolahan—washed, natural, dan honey—mendapat penerimaan positif. Namun, kopi dengan proses honey menjadi salah satu yang paling diminati karena karakter manis dan kompleksitas rasanya.Bagi pasar Inggris, kata Katya, harga dan kualitas menjadi dua faktor utama dalam keputusan pembelian roaster. Selain itu, konsistensi kualitas, minimnya cacat biji, diferensiasi rasa, transparansi, dan ketertelusuran juga semakin penting.Asep: Petani Harus Mendapat Nilai TambahAsep Muhammad Awaludin menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas petani agar tidak berhenti pada produksi bahan baku.“Petani harus memiliki akses terhadap teknologi, pasar, modal, dan pengetahuan agar mendapatkan nilai tambah yang lebih besar.”Menurut Asep, pengembangan kopi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari budidaya, pengolahan, pemasaran hingga penguatan posisi petani dalam rantai perdagangan.Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan diversifikasi sumber pendapatan petani.Konsep agroforestri menjadi salah satu pendekatan yang dinilai relevan karena memungkinkan petani mengombinasikan tanaman kopi dengan tanaman lain seperti alpukat maupun tanaman berkayu.Dengan pola tersebut, petani dapat memperoleh sumber pendapatan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang sekaligus menjaga tutupan vegetasi di kawasan kebun.Herlina: Perempuan Bukan Sekadar PelengkapDalam forum tersebut, Herlina menyoroti besarnya peran perempuan dalam ekosistem kopi.Ia menjelaskan, perempuan terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari penanaman, pemeliharaan, panen, pascapanen, perdagangan, pelatihan hingga manajemen.“Perempuan bukan sekadar pelengkap dalam ekosistem kopi. Mereka terlibat dari budidaya hingga manajemen dan pengambilan keputusan.”Herlina juga menyinggung masih adanya kesenjangan dalam kepemilikan dan pengelolaan usaha kopi oleh perempuan. Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu diarahkan pada peningkatan akses terhadap lahan, modal, teknologi, pengetahuan dan ruang pengambilan keputusan.Pembentukan kelompok perempuan juga menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan agar perempuan memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat dan meningkatkan kapasitas secara lebih bebas.QThink-X: Ketertelusuran Menjadi Nilai TambahSementara itu, P.A. QThink-X memaparkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat ketertelusuran kopi.Teknologi QThink-X dikembangkan untuk mendokumentasikan perjalanan kopi dari kebun, proses pengolahan hingga produk yang sampai ke konsumen.“Ketertelusuran menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan pasar dan meningkatkan nilai tambah kopi.”Melalui sistem tersebut, informasi mengenai asal-usul kopi, proses produksi dan perjalanan komoditas dapat diketahui secara lebih transparan.Pendekatan itu dinilai semakin relevan karena pasar internasional tidak hanya mempertimbangkan rasa dan kualitas kopi, tetapi juga aspek keberlanjutan, lingkungan, kesejahteraan petani, serta transparansi rantai pasok.Agroforestri dan Cerita Kopi Menjadi KekuatanDalam seminar juga dibahas bahwa kopi Kerinci memiliki cerita yang kuat karena dikembangkan melalui pendekatan yang mengedepankan kelestarian lingkungan.Kopi yang dibudidayakan dengan sistem agroforestri tidak hanya menghasilkan biji kopi, tetapi juga mempertahankan keberadaan pohon dan tanaman lain di dalam ekosistem kebun.Konsep tersebut sekaligus memberikan peluang diversifikasi pendapatan bagi petani.Tanaman kopi dapat menjadi sumber pendapatan utama, sementara tanaman buah dan tanaman berkayu memberikan sumber pendapatan pada periode berbeda.Dengan demikian, kebun kopi tidak hanya dilihat sebagai lahan produksi satu komoditas, tetapi sebagai ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.Seminar Menyatukan Kepentingan Kopi, Petani, dan LingkunganSeminar internasional tersebut pada akhirnya memperlihatkan bahwa pengembangan kopi Kerinci tidak dapat dipisahkan dari isu petani, perdagangan, teknologi, perempuan, generasi muda dan lingkungan.Kopi Kerinci sudah memiliki akses ke pasar internasional. Persoalan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan kualitas, memenuhi kebutuhan pembeli, memperkuat ketertelusuran, menciptakan diferensiasi produk, serta memastikan manfaat ekonomi perdagangan global semakin besar dirasakan petani.Forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, NGO, penggiat kopi dan lingkungan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman dari tingkat kebun dengan kebutuhan pasar internasional.Dengan fondasi kualitas kopi, agroforestri, pemberdayaan masyarakat, peran perempuan dan teknologi ketertelusuran, kopi Kerinci memiliki modal untuk tidak hanya hadir di pasar global, tetapi juga membangun hubungan perdagangan yang lebih berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat di daerah asalnya.

Read More  

Admin Alko | 13/08/2026

Aulia SyarifaPenyuluhan PertanianFakultas PertanianUniversitas AndalasAda banyak hal yang saya temukan selama menjalani magang di PT ALKO Sumatra Kopi. Bukan hanya tentang kopi, proses pengolahan, maupun dunia kerja, tetapi juga tentang bagaimana sebuah lingkungan kerja dapat menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan pengalaman-pengalaman baru yang mungkin tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya berkesempatan mengikuti pelatihan pengolahan sampah anorganik. Dalam kegiatan tersebut, kami belajar memanfaatkan limbah kemasan Masako yang sudah tidak terpakai untuk diubah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai guna, yaitu tas. Dari sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai sampah, kami belajar menciptakan sesuatu yang dapat kembali digunakan. Sederhana, tetapi memiliki makna yang begitu besar.Kegiatan ini menyadarkan saya bahwa nilai sebuah benda tidak selalu berakhir ketika fungsi awalnya selesai. Dengan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian, sesuatu yang dianggap tidak berguna dapat diberikan kesempatan kedua untuk menjadi sesuatu yang bernilai. Begitu pula dengan sampah—ketika dikelola dengan baik, ia bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk menciptakan karya dan nilai ekonomi.Yang membuat pengalaman ini semakin berharga adalah kesempatan yang diberikan kepada saya untuk turut memandu jalannya acara. Berdiri di depan peserta, mengatur alur kegiatan, menyampaikan informasi, dan memastikan acara berjalan dengan baik menjadi pengalaman yang secara perlahan membangun keberanian dalam diri saya. Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut terlihat sederhana, tetapi bagi saya, kesempatan itu menjadi salah satu ruang untuk keluar dari zona nyaman dan belajar mempercayai kemampuan diri sendiri.Saya bersyukur karena selama berada di PT ALKO Sumatra Kopi, saya tidak hanya ditempatkan sebagai seseorang yang datang untuk belajar tentang pekerjaan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan. PT ALKO Sumatra Kopi bagi saya bukan sekadar tempat melaksanakan kewajiban magang, melainkan tempat di mana saya mendapatkan banyak pelajaran tentang kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, hingga keberanian untuk mengambil peran.Di tengah kesibukan dan berbagai aktivitas selama magang, saya semakin memahami bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari nilai yang mampu diberikan kepada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. PT ALKO Sumatra Kopi menunjukkan bahwa dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Hal tersebut menjadi salah satu hal yang membuat pengalaman magang saya terasa semakin bermakna.Bagi saya, pelatihan pengolahan sampah ini bukan sekadar tentang membuat tas dari kemasan bekas. Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan tentang cara melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda: bahwa di balik sesuatu yang dianggap tidak bernilai, selalu ada kemungkinan untuk menciptakan nilai baru.Dan mungkin, begitulah perjalanan magang saya di PT ALKO Sumatra Kopi. Saya datang untuk belajar, tetapi justru pulang membawa jauh lebih banyak hal—pengalaman, keberanian, keterampilan, relasi, dan cerita yang akan saya ingat. Setiap kegiatan menjadi bagian kecil dari proses panjang dalam membentuk diri saya.Karena pada akhirnya, magang bukan hanya tentang apa yang kita kerjakan, tetapi tentang siapa diri kita setelah melewati semua pengalaman itu. Dan PT ALKO Sumatra Kopi telah menjadi salah satu tempat yang memberi saya ruang untuk tumbuh, mencoba, berkontribusi, dan belajar bahwa setiap pengalaman, sekecil apa pun, selalu memiliki nilai ketika kita mampu memaknainya.

Read More  

Admin Alko | 09/08/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.