Blog

Scroll Down

Info seputar pengetahuan petani, perkopian hingga tips menarik untuk anda

143 Petani Kopi di Sumbar dan Lampung Terdata: Langkah Awal Menuju Ekspor Perdana ALKO

Kolaborasi antara ALKO Sumatra International dan Sustainable Farming Foundation (SFF) membuahkan hasil penting: proses pendataan 143 petani kopi di dua wilayah sentra produksi—Kabupaten Lima Puluh Kota (Sumatera Barat) dan Lampung Selatan—telah rampung.Dalam sepekan terakhir, tim lapangan bergerak aktif mendatangi petani anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) untuk melakukan pendataan menyeluruh. Hasilnya, sebanyak 98 petani di Sumatera Barat dan 45 petani di Lampung berhasil terdata lengkap. Data yang dikumpulkan bukan hanya soal nama dan alamat, tapi mencakup informasi lokasi lahan (dengan titik koordinat GPS), luasan kebun, foto langsung kebun dan petani, serta informasi budidaya kopi yang mereka jalankan.Kenapa Pendataan Ini Penting?Pendataan ini bukan sekadar mengisi formulir. Ini adalah langkah awal membangun sistem kopi rakyat yang transparan dan siap ekspor. Dalam konteks perdagangan global saat ini, traceability atau ketertelusuran menjadi kunci. Pembeli internasional ingin tahu: siapa petaninya, dari mana kopinya, dan bagaimana kopi itu diproduksi. Maka, data menjadi aset utama yang tak bisa diabaikan.Bagi ALKO, ini adalah bentuk komitmen untuk memberdayakan petani dari hulu hingga ke hilir. Dengan data yang lengkap, akurat, dan valid, kita bisa membangun kepercayaan pasar, menyusun strategi pemasaran yang tepat, dan membuka akses pasar baru yang lebih adil dan berkelanjutan.Menuju Gelar Karya dan Ekspor PerdanaKegiatan pendataan ini juga menjadi fondasi penting menjelang agenda besar ALKO: “Gelar Karya dan Ekspor Perdana” yang direncanakan pada 15 Juni 2025. Acara ini akan menjadi panggung pertama bagi petani dan kelompok dampingan ALKO untuk menunjukkan hasil kerja kerasnya ke publik dan buyer potensial, baik lokal maupun internasional.Selain pameran produk kopi rakyat, rencananya kegiatan ini juga akan menandai pelepasan ekspor perdana dari wilayah binaan ALKO, terutama dari KUPS yang telah melalui proses verifikasi data dan kualitas.Apa Langkah Selanjutnya?Setelah pendataan selesai, tim akan fokus pada proses entry dan validasi data. Dibutuhkan waktu sekitar tiga hari dengan dukungan empat personel untuk memastikan seluruh informasi masuk ke sistem dengan rapi dan akurat. Data ini akan menjadi basis pengambilan keputusan strategis, mulai dari penjadwalan panen, pembelian kopi, hingga perencanaan ekspor.Dalam waktu dekat, akan dilakukan rapat lanjutan di Payakumbuh untuk mempresentasikan hasil pendataan dan menyusun strategi akselerasi program. ALKO akan terus bekerja sama dengan SFF dan mitra lokal lainnya untuk memastikan semua proses berjalan lancar.Menyambut Masa Depan Kopi Rakyat yang BerdayaApa yang sedang dilakukan ALKO dan SFF adalah bagian dari gerakan besar membangun kopi rakyat yang terorganisir, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang kopi, tapi tentang nasib petani, tentang ekonomi desa, dan tentang masa depan lingkungan.Dengan data yang kuat, jejaring kemitraan yang solid, dan semangat kolaborasi yang tinggi, ALKO percaya bahwa kopi rakyat Indonesia bisa bersaing di pasar global—tanpa harus kehilangan nilai lokalnya.Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses ini. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar.#ALKOBlog #KopiRakyat #PetaniBerdaya #Sumbar #Lampung #EksporKopi #Sustainability #PerhutananSosial

Read More  

Admin Alko | 01/06/2025

"TRACEABILITY KOPI GUNUNG KERINCI BERBASIS BLOCKCHAIN: Lompatan Digital untuk Transparansi, Kepercayaan, dan Pemberdayaan

Koperasi Alko Sumatra Kopi (ALKO) kembali melakukan terobosan dalam industri kopi nasional dengan meluncurkan sistem Coffee Traceability berbasis Blockchain dan AI (Artificial Intelligence) untuk setiap produk kopi hasil panen petani Gunung Kerinci. Inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan pasar global terhadap transparansi rantai pasok, namun juga memperkuat posisi kopi Kerinci di kancah internasional sebagai produk unggulan yang berkelanjutan, akuntabel, dan berkeadilan sosial.Sistem ini menggabungkan pertanian konvensional dengan teknologi digital terkini, di mana setiap proses produksi kopi — dari kebun hingga ke cangkir — dapat dilacak secara terbuka melalui pemindaian QR Code. Dengan hanya satu kali pemindaian, konsumen bisa mengetahui siapa petani yang memanen kopi, di mana lokasi kebunnya, bagaimana proses pascapanennya dilakukan, hingga bagaimana kopi tersebut didistribusikan dan dijual.Mengapa Blockchain?Teknologi blockchain menawarkan sistem pencatatan data yang tidak dapat diubah, transparan, dan terdesentralisasi, menjadikannya solusi ideal untuk sistem ketelusuran (traceability) produk pertanian. Dalam konteks kopi, blockchain memastikan bahwa setiap titik dalam rantai pasok — mulai dari petani, pengolah, koperasi, eksportir, hingga roaster — tercatat secara permanen dan dapat diaudit kapan saja oleh siapa pun.Dengan pendekatan ini, ALKO menjawab tantangan industri kopi saat ini, yakni kurangnya kepercayaan konsumen terhadap klaim keberlanjutan, asal-usul kopi yang tidak jelas, serta praktik-praktik perdagangan yang kurang adil bagi petani di hulu.Kemitraan Strategis dengan QThink-XUntuk mewujudkan sistem ini, ALKO bekerja sama dengan QThink-X, sebuah platform teknologi digital yang mengintegrasikan AI dan blockchain dalam sistem traceability produk agrikultur. Dalam kolaborasi ini, QThink-X menyediakan dashboard traceability, pelatihan kepada petani, serta sistem dokumentasi yang memungkinkan setiap batch kopi memiliki "paspor digital" berisi semua data relevan.Dampak Bagi PetaniLebih dari 2000 petani kopi Kerinci yang tergabung dalam ALKO kini menjadi bagian dari ekosistem digital ini. Setiap petani mendapatkan identitas digital, pelatihan digitalisasi data pertanian, serta akses ke sistem insentif berbasis data performa dan keberlanjutan. Data yang dimasukkan meliputi:Lokasi kebun (geo-tagging),Praktik pertanian yang dilakukan,Tanggal panen,Volume panen,Proses pascapanen, dan standar kualitas.Dengan masuknya data ini ke dalam blockchain, petani dapat membuktikan praktik pertanian berkelanjutan, membuka peluang pasar premium, serta memperkuat posisi tawar dalam negosiasi harga.Manfaat Bagi Konsumen dan Pembeli InternasionalKonsumen kini tidak hanya menikmati secangkir kopi, tetapi juga dapat:Mengenal petani yang memproduksi kopi tersebut,Mengetahui nilai sosial dan lingkungan di balik produksi kopi,Melihat dokumentasi foto, video, dan sertifikasi,Melakukan respons konsumen secara langsung kepada komunitas petani melalui dashboard yang tersedia.Bagi pembeli internasional, sistem ini mendukung upaya kepatuhan terhadap regulasi EUDR (EU Deforestation Regulation) dan tren ESG (Environmental, Social, Governance) yang kini menjadi prasyarat dalam perdagangan global.Preserving Nature & Empowering PeopleMelalui slogan "Preserves Nature and Empowers People", ALKO tidak hanya berfokus pada kualitas produk tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan mengadopsi sistem traceability berbasis blockchain ini, ALKO menunjukkan bahwa kopi unggulan Indonesia bisa maju melalui digitalisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan kearifan petani.Langkah Selanjutnya: Arah Digitalisasi Kopi IndonesiaDalam lima tahun ke depan, ALKO menargetkan:100% kopi anggota koperasi sudah masuk sistem traceability berbasis blockchain,Menjadi model replikasi bagi koperasi-koperasi kopi lain di Sumatera dan Indonesia,Menjadi bagian dari platform nasional dan internasional untuk perdagangan kopi berbasis keberlanjutan,Meningkatkan penghasilan petani melalui premium price dan akses pasar langsungALKO juga tengah menjajaki kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian pertanian, NGO, dan pembeli global untuk memperluas adopsi teknologi ini sebagai standar baru dalam sistem pertanian dan ekspor kopi Indonesia.Tautan untuk Melacak Kopi AndaPindai QR Code berikut atau akses melalui tautan di bawah ini untuk melihat langsung sistem ketelusuran kopi ALKO: 👉 https://qthink-x.com/alko-coffee (contoh link, dapat diganti sesuai real link)Tentang Koperasi ALKO Sumatra KopiKoperasi ALKO Sumatra Kopi adalah koperasi petani kopi di Gunung Kerinci, Sumatra, yang berdiri atas dasar nilai-nilai keberlanjutan, keadilan, dan partisipasi petani. ALKO telah mengekspor kopi ke berbagai negara termasuk Jepang, Jerman, dan AS, serta dikenal sebagai pelopor green movement di industri kopi Sumatra melalui program "1 Kg Sampah Tukar Kopi", penanaman pohon, pelatihan petani, dan sertifikasi berstandar internasional.Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: 📞 +62 813 1234 5003🌐 www.alko.id📧 info@alko.id📷 Instagram: @alkosumatrakopiKontak Media: Puput Sari Puspita – Project Manager

Read More  

Admin Alko | 31/05/2025

Menghadapi Krisis Iklim: Ketahanan Petani Kopi ALKO di Tengah Perubahan Zaman

Perubahan iklim menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian, khususnya komoditas seperti kopi yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan lingkungan mikro yang stabil. Di Dataran Tinggi Kayu Aro, para petani kopi anggota ALKO dihadapkan pada perubahan pola hujan, meningkatnya suhu rata-rata, serta munculnya hama dan penyakit baru yang sebelumnya tidak umum ditemukan. Kondisi ini menuntut adaptasi cepat dan kolaborasi kuat antarpetani, koperasi, dan berbagai pihak.Tantangan Global Perubahan Iklim terhadap KopiSecara global, industri kopi menghadapi ancaman nyata akibat pemanasan global. Lahan-lahan kopi arabika yang sebelumnya produktif mulai menurun hasilnya. Menurut laporan ilmiah, lebih dari 50% lahan kopi saat ini dapat menjadi tidak cocok ditanami pada tahun 2050 jika tidak ada langkah mitigasi yang nyata. Negara-negara penghasil kopi seperti Brasil, Ethiopia, dan Vietnam sudah mulai mengalami dampak perubahan iklim ini dalam bentuk gagal panen, banjir bandang, dan kekeringan ekstrem.Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi utama juga tidak luput dari dampak ini. Kopi arabika, yang biasanya tumbuh di dataran tinggi dengan suhu sejuk, mulai terdesak naik ke ketinggian lebih tinggi, menyempitkan wilayah tanam. Inilah yang membuat upaya adaptasi dan mitigasi menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi koperasi-koperasi rakyat seperti ALKO.Adaptasi di Lapangan: Belajar dari Pengalaman PetaniPetani-petani anggota ALKO mulai membuktikan bahwa ketahanan dapat dibangun dari bawah. Salah satu kelompok petani di Desa Giri Mulyo berhasil bangkit dari dua tahun gagal panen dengan menerapkan pola tanam baru. Mereka mengganti penggunaan pupuk kimia dengan pupuk organik fermentasi lokal, menanam kembali pohon pelindung, dan memperbaiki sistem drainase kebun. Hasilnya, produksi kopi mereka kembali meningkat dan kualitas ceri kopi pun membaik.Kisah keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi petani lain dan menjadi materi pelatihan di ALKO Academy. Melalui sistem mentor sesama petani, praktik baik menyebar lebih cepat dan diterima lebih mudah karena berbasis pengalaman langsung.Agroforestry: Solusi Budidaya Kopi Ramah IklimBudidaya kopi ramah iklim menjadi prioritas. Petani dibekali pengetahuan tentang agroforestry, penggunaan tanaman peneduh alami, pengelolaan air yang efisien, dan penggunaan bahan organik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Praktik budidaya ini terbukti mampu menstabilkan ekosistem kebun dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap tekanan iklim.Dalam praktik agroforestry, kopi ditanam di bawah naungan pohon-pohon kayu keras seperti lamtoro, alpukat, dan nangka. Selain meniru ekosistem hutan alami, model ini juga meningkatkan keanekaragaman hayati dan memperbaiki kelembapan tanah. Naungan alami dari pohon-pohon ini juga mengurangi risiko stress tanaman akibat panas ekstrem.Sebagai tambahan, beberapa petani menanam tanaman sela seperti kunyit, jahe, dan cabai. Diversifikasi ini menciptakan sumber pendapatan tambahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga petani.Peran ALKO Academy dalam Pendidikan Iklim dan KopiALKO Academy menjadi garda depan dalam membangun kapasitas petani menghadapi perubahan iklim. Kurikulumnya mencakup pelatihan teknik budidaya kopi berkelanjutan, manajemen ekosistem kebun, konservasi tanah dan air, serta pemanfaatan teknologi tepat guna.Pelatihan dilakukan dalam bentuk Sekolah Lapang, praktik langsung di kebun, dan diskusi kelompok. Setiap tahapan pelatihan dirancang untuk membentuk petani sebagai pelaku utama perubahan, bukan sekadar penerima bantuan teknis.Selain itu, ALKO mendorong sertifikasi kompetensi kopi bagi SDM lokal. Sertifikasi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang kerja di sektor pascapanen, quality control, dan eksportasi.Digitalisasi dan Sistem Informasi PetaniInovasi ALKO tidak berhenti pada pelatihan. Melalui sistem manajemen digital yang terhubung melalui situs resmi alko.id, petani dapat mengakses informasi cuaca harian, logbook budidaya, dan panduan teknis secara daring. Setiap petani memiliki akun tersendiri yang mencatat sejarah kebun mereka, termasuk data produksi, pengolahan, dan inspeksi kebun.Platform ini menjadi bagian dari sistem transparansi dan traceability ALKO, sekaligus menjadi alat pemantauan dampak perubahan iklim terhadap produksi di tingkat mikro. Data dari lapangan digunakan tim ALKO untuk melakukan evaluasi dan perbaikan strategi secara berkala.Kolaborasi dan Mitigasi Jangka PanjangUntuk memperkuat daya tahan jangka panjang, ALKO menjalin kolaborasi dengan berbagai universitas dan lembaga riset. Penelitian bersama dilakukan untuk mengembangkan varietas lokal yang lebih tahan terhadap jamur karat daun dan hama batang. Petani dilibatkan secara aktif dalam proses uji coba dan evaluasi varietas ini.Selain itu, program konservasi alam juga dijalankan secara kolektif. Petani ALKO berpartisipasi dalam penanaman ribuan pohon di sekitar mata air dan daerah aliran sungai untuk menjaga pasokan air jangka panjang. Limbah pascapanen kopi seperti kulit buah dan ampas dijadikan kompos atau bahan bakar alternatif melalui teknologi biochar.Membangun Harapan Baru dari Akar RumputPerjalanan ALKO menghadapi krisis iklim adalah cerita tentang harapan dan ketangguhan dari komunitas akar rumput. Dengan pengetahuan, solidaritas, dan inovasi, para petani membuktikan bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim bukan hanya mungkin, tapi bisa menjadi jalan untuk memperkuat kedaulatan pangan dan memperluas peluang ekonomi.Ketika dunia terus mencari solusi terhadap krisis iklim, kisah seperti yang dilakukan ALKO menjadi contoh konkret bahwa transformasi menuju pertanian berkelanjutan bisa dimulai dari kebun rakyat, oleh petani biasa, untuk masa depan yang luar biasa.

Read More  

Admin Alko | 28/05/2025

Pemasaran dan Branding Kopi Specialty: Membangun Citra Kopi Kerinci di Pasar Global

I. PendahuluanKeunggulan kopi specialty tidak hanya terletak pada kualitasnya, tetapi juga pada cara kopi tersebut dikisahkan dan diposisikan di pasar. Pemasaran dan branding menjadi elemen penting dalam menembus pasar global yang kompetitif. ALKO Sumatra Kopi memahami bahwa kopi bukan sekadar komoditas, tetapi cerita tentang tanah, petani, dan proses yang jujur. Maka dari itu, strategi pemasaran kami berakar pada narasi lokal, konsistensi mutu, dan jejaring internasional.II. Strategi Branding ALKO Sumatra Kopi Identitas Geografis: “Kerinci, The Volcano Coffee” Menonjolkan keunikan kopi yang tumbuh di lereng Gunung Kerinci. Daya tarik: ekosistem pegunungan, tanah vulkanik, konservasi TNKS. Storytelling Petani dan Proses Setiap batch dilengkapi dengan cerita petani, lokasi kebun, dan metode pascapanen. Menguatkan koneksi emosional dengan konsumen luar negeri. Sertifikasi dan Traceability sebagai Nilai Tambah Sertifikasi organik, Rainforest Alliance, dan (dalam proses) Fair Trade. Sistem traceability digital berbasis Dimitra & AgUnity. Visual Branding dan Desain Kemasan Desain minimalis bernuansa alam dan budaya lokal. Bahasa bilingual (Indonesia–Inggris) pada semua label ekspor. III. Kanal Pemasaran Pemasaran Ekspor (B2B) Target: roastery dan green bean buyer di Jepang, Eropa Utara, dan AS. Strategi: Partisipasi dalam pameran kopi internasional (SCAJ Jepang, World of Coffee Eropa, dll). Cupping session virtual & onsite dengan calon buyer. Menyediakan sample kit (30–50 gr green bean dengan COA dan profil sensorik). Pasar Domestik (B2C dan B2B) Kerjasama dengan kafe-kafe third-wave coffee di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Penjualan roasted bean melalui marketplace dan website (www.alko.id). Kolaborasi brand kopi lokal untuk produk co-branding (misal: Kerinci Reserve Edition). Marketplace dan Digital Marketing Aktif di Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop untuk roasted bean. Strategi konten: edukasi tentang specialty coffee, profil petani, dan tutorial seduh manual. Peningkatan visibilitas melalui SEO dan kampanye media sosial. IV. Kolaborasi dan Komunitas Kemitraan dengan Roastery Internasional Beberapa roastery mitra: Fuglen (Jepang), Tim Wendelboe (Norwegia), Koppi (Swedia). Skema pembelian langsung dari koperasi (direct trade). Kopi dan Pariwisata (Agro-Ecotourism) ALKO membangun paket “Coffee Origin Tour” untuk buyer dan wisatawan kopi. Pengalaman langsung: ikut panen, proses pascapanen, dan cupping di farm. Komunitas Kopi Lokal Mengadakan workshop bersama barista, roaster, dan pegiat kopi di Sumatra. Kolaborasi bersama komunitas seperti SCAI, Coffee Collective Indonesia, dan Barista Kerinci. V. Capaian Pemasaran Volume ekspor meningkat 250% dalam 3 tahun terakhir (2021–2024). Reputasi ALKO sebagai produsen kopi transparan dan berkelanjutan tumbuh di pasar Jepang dan Skandinavia. Peningkatan harga jual green bean 2–3 kali lipat dibandingkan kopi konvensional. Penerimaan positif terhadap kemasan dan citra kopi Kerinci di pasar specialty global. VI. Tantangan dan Solusi Tantangan Solusi ALKO Branding kopi Indonesia masih lemah di luar negeri Aktif mengangkat narasi lokal dan menjalin relasi dengan buyer Kurangnya akses promosi langsung Menyusun roadshow kopi dan pameran bersama komunitas SCAI Kompetisi dari negara lain (Ethiopia, Kolombia) Menonjolkan keunikan rasa (floral–herbal khas Kerinci) dan pendekatan agroforestri VII. KesimpulanPemasaran dan branding bukan hanya soal menjual kopi, tetapi membangun ekosistem. ALKO Sumatra Kopi terus mengembangkan pendekatan yang menggabungkan nilai lokal, keunggulan mutu, dan teknologi pemasaran modern. Dengan misi membawa kopi Kerinci menjadi nama besar di dunia kopi specialty, setiap langkah pemasaran kami adalah bagian dari perjalanan panjang petani dan cita rasa Indonesia.

Read More  

Admin Alko | 27/05/2025

Penandatanganan MoU Strategis antara ALKO dan Greenloot untuk Membangun Ekosistem Kopi Spesialti Berbasis Traceability Global

Jakarta – [25 Mei ], 2025PT ALKO Sumatra Kopi (ALKO) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis dengan Greenloot, perusahaan global di bidang pertanian berkelanjutan, untuk mengembangkan ekosistem kopi spesialti berbasis traceability yang mencakup petani dari Brasil, Etiopia, dan Asia Tenggara. Kolaborasi ini juga mencakup pembukaan ALKO Traceability Hub di Dubai sebagai titik konektivitas strategis menuju pasar Uni Eropa (UE).Melalui kemitraan ini, Greenloot akan mengintegrasikan rantai pasok petaninya ke dalam platform digital Qthingx_Trace (https://qthingx.com/#features), dari pengembang untuk menjamin transparansi, keberlanjutan, dan kepatuhan terhadap standar global, termasuk EU Deforestation Regulation (EUDR)."Kami percaya kolaborasi ini akan memperkuat posisi kopi berkelanjutan Indonesia dan dunia dalam rantai pasok global berbasis teknologi dan integritas," ujar Suryono, CEO ALKO.Sebagai bagian dari kesepakatan, Greenloot juga meminta pengembangan dashboard khusus di dalam Qthingx untuk memantau kinerja dan aktivitas petani mereka secara real-time, dari proses budidaya hingga pascapanen. ALKO akan mengembangkan antarmuka pengguna yang disesuaikan dengan prinsip kedaulatan data dan pemberdayaan petani digital."Kami meyakini masa depan industri kopi ada pada kolaborasi lintas-negara yang transparan dan didukung teknologi. Bersama ALKO, kami siap membawanya ke level global," ujar Youssef Benalla, CEO Greenloot.Melalui kolaborasi ini, kopi spesialti dari Brasil, Etiopia, dan Sumatra akan terhubung langsung ke pasar-pasar global yang membutuhkan jejak asal (origin verification), keberlanjutan, dan ketertelusuran rantai pasok secara menyeluruh.Tentang PT ALKO Sumatra Kopi (ALKO) PT ALKO Sumatra Kopi (ALKO) adalah eksportir utama kopi spesialti berbasis di Kerinci, Jambi, Indonesia, yang menaungi lebih dari 3.000 petani kecil. ALKO dikenal karena praktik pertanian regeneratif, perdagangan berkeadilan, dan penerapan blockchain traceability melalui platform digital Qthingx_Trace.ALKO berkolaborasi dengan koperasi petani, lembaga internasional seperti WWF dan Fair Trade, serta pemerintah daerah dalam mengembangkan pemetaan lahan bebas deforestasi, kalkulasi jejak karbon, dan dashboard keberlanjutan. ALKO juga mempelopori program '1 Kg Sampah Tukar 1 pcs Kopi' untuk mendukung ekonomi sirkular dan pelestarian lingkungan.Sebagai integrator ekosistem traceability kopi Indonesia, ALKO menjembatani petani kecil dengan pasar global yang menuntut standar tinggi akan kualitas, keberlanjutan, dan transparansi.Informasi Lebih Lanjut Email: info@alko.id Web: www.alko.id | https://qthingx.com/#featuresALKO Traceability Hub – Dubai (Launching 2025)

Read More  

Admin Alko | 23/05/2025

Digitalisasi dan Teknologi: Fondasi Rantai Pasok Kopi yang Transparan dan Berkelanjutan

Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, regulasi ekspor yang semakin ketat, dan kebutuhan akan transparansi, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. ALKO telah menempatkan transformasi digital sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem kopi yang efisien, tangguh, dan dapat ditelusuri.Digitalisasi dalam konteks kopi tidak hanya soal penggunaan perangkat digital, tetapi juga tentang bagaimana informasi, data, dan proses disusun untuk mendukung keberlanjutan dari hulu ke hilir. ALKO mengembangkan sistem berbasis data yang mengintegrasikan informasi petani, lahan, budidaya, panen, hingga distribusi.Salah satu pilar utama digitalisasi ALKO adalah traceability (ketertelusuran). Setiap biji kopi yang diproduksi oleh anggota dapat ditelusuri asal-usulnya hingga ke petani dan kebunnya. Ini memberikan jaminan kepada konsumen global bahwa kopi yang mereka nikmati berasal dari praktik yang ramah lingkungan, etis, dan tidak berasal dari kawasan hutan yang dilindungi.Untuk mendukung hal ini, ALKO memanfaatkan teknologi blockchain dan sistem input lapangan berbasis aplikasi. Petani dan pendamping lapangan mengisi data kegiatan secara berkala melalui perangkat Android. Data ini kemudian diverifikasi dan disimpan dalam sistem yang aman, transparan, dan tidak dapat dimanipulasi.Teknologi ini juga memungkinkan pelaporan dan analisis performa petani, serta rekomendasi budidaya berbasis data. Dengan begitu, intervensi teknis dan pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.ALKO juga menggunakan teknologi digital untuk mendukung proses pascapanen. Data tentang sortasi, kadar air, profil rasa, dan hasil uji mutu disimpan secara sistematis untuk memastikan konsistensi dan kualitas produk. Informasi ini juga berguna dalam proses grading dan pengambilan keputusan ekspor.Penerapan sistem informasi rantai pasok memungkinkan ALKO mengelola stok secara real-time, memperkirakan produksi berdasarkan cuaca dan musim, serta melakukan perencanaan pengiriman secara lebih efisien. Ini sangat penting dalam menjaga komitmen kepada buyer dan mengurangi risiko pembatalan kontrak.Digitalisasi juga menjembatani komunikasi antara petani, koperasi, dan pembeli. Dengan sistem berbasis cloud dan dashboard interaktif, pembeli dapat memantau progres pengiriman, proses pascapanen, hingga status keberlanjutan produk yang mereka pesan.Lebih dari itu, teknologi digunakan untuk membangun hubungan emosional dan edukatif dengan konsumen. Melalui QR code pada kemasan, pembeli dapat mengakses cerita tentang petani, lokasi kebun, hingga proses produksi kopi mereka. Ini menciptakan nilai tambah dan loyalitas pasar.Digitalisasi juga memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama, bukan hanya sebagai penyedia bahan baku. Dengan menguasai data dan memahami nilai produk mereka, petani menjadi lebih percaya diri dalam bernegosiasi, merancang strategi produksi, dan meningkatkan pendapatan.Teknologi bukan hanya milik generasi muda, namun juga dijadikan alat inklusi bagi kelompok-kelompok yang sebelumnya tertinggal. ALKO melatih petani, pendamping lapangan, dan manajer koperasi untuk menggunakan teknologi digital secara praktis dan relevan dengan kebutuhan mereka.Langkah-langkah ini semakin memperkuat posisi ALKO sebagai pelopor ekosistem kopi berbasis keberlanjutan dan teknologi di Sumatera. Dengan sistem digital yang solid, ALKO mampu memenuhi tuntutan pasar ekspor yang menginginkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga transparan dan bertanggung jawab.Digitalisasi bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk menciptakan dampak nyata: efisiensi, keadilan, keterbukaan, dan keberlanjutan. Dalam semangat itu, ALKO terus berinovasi agar ekosistem kopi lokal mampu bersaing dan bertumbuh secara sehat di tengah disrupsi global.

Read More  

Admin Alko | 23/05/2025

Kunjungan Mitra Dagang Jepang dan Yaman: Persiapan Pengiriman Kopi Kerinci ke Pasar Internasional

Kerinci, 21 Mei 2025 — Koperasi ALKO Sumatra International menerima kunjungan dua mitra dagang internasional yaitu Hitomi Yokoi dari Jepang dan Terq Abdullah dari Yaman. Kunjungan ini merupakan bagian dari proses kontrol kualitas (Quality Control/QC) serta finalisasi persiapan pengiriman kopi tahap awal ke Jepang yang direncanakan pada awal Juni 2025.Pengiriman tahap pertama ini akan mencakup satu lot kontainer kopi ALKO dengan proses natural dan wet hulled, sebagai bagian dari komitmen koperasi dalam menghadirkan kopi berkualitas tinggi dari Gunung Kerinci ke pasar global.Hitomi Yokoi, pemilik Cafe Shop Asalam di Osaka, merupakan mitra jangka panjang yang telah memasarkan kopi Kerinci sejak tahun 2022, baik untuk kebutuhan roastery pribadinya maupun untuk pasokan ke berbagai cafe shop lainnya di Jepang.Terq Abdullah, mitra dari Yaman, hadir dalam rangka menjajaki kerja sama jangka panjang untuk kebutuhan pasar Timur Tengah yang semakin mengapresiasi kopi asal Indonesia, khususnya dari dataran tinggi Kerinci.Selama kunjungan, para mitra diajak untuk melihat secara langsung proses budidaya di kebun petani, pengolahan pascapanen di unit produksi ALKO, mengikuti sesi cupping untuk evaluasi cita rasa, serta tur edukatif dalam rangka memperkuat pemahaman terhadap ekosistem kopi Kerinci yang berkelanjutan.Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi ALKO dalam membangun kepercayaan, transparansi, dan kemitraan jangka panjang dengan pembeli internasional. Koperasi ALKO terus berkomitmen untuk menjaga kualitas, menjaga kelestarian alam, serta memberdayakan petani lokal sebagai aktor utama dalam rantai pasok kopi yang berkeadilan.Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Puput Sari Puspita Project Manager - Koperasi ALKO Sumatra International 📞 +62 812 8883 5003 📧 info@alko.id 🌐 www.alko.id

Read More  

Admin Alko | 21/05/2025

Generasi Muda dan Perempuan: Pilar Masa Depan Kopi Kerinci

2 Dalam lanskap perubahan global, transformasi sektor kopi tidak hanya ditentukan oleh teknologi atau pasar, tetapi juga oleh siapa yang terlibat di dalamnya. ALKO memandang bahwa generasi muda dan perempuan adalah dua kekuatan utama yang perlu diperkuat untuk menciptakan ekosistem kopi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Generasi muda di Kerinci dan sekitarnya seringkali melihat pertanian sebagai profesi yang kurang menjanjikan. Namun, ALKO hadir untuk mengubah narasi itu. Melalui pelatihan, magang, dan keterlibatan dalam proyek digitalisasi pertanian, ALKO membuka peluang baru agar anak muda bisa melihat kopi bukan sekadar hasil panen, melainkan juga identitas, kreativitas, dan peluang wirausaha. Kurikulum kopi yang dikembangkan oleh ALKO Academy menjadi salah satu kunci. Anak-anak muda dilibatkan dalam seluruh rantai nilai — mulai dari pembibitan, budidaya, pascapanen, penyangraian, hingga pemasaran. Mereka juga dikenalkan pada konsep traceability, sustainability, dan teknologi blockchain sebagai masa depan industri kopi. Sementara itu, peran perempuan dalam ekosistem kopi tak kalah penting. Selama ini, perempuan terlibat dalam banyak tahapan produksi, namun jarang terlihat di ruang pengambilan keputusan. ALKO secara aktif mendorong peningkatan kapasitas dan kepercayaan diri perempuan petani untuk menjadi pelaku utama, bukan pelengkap. Melalui program pelatihan khusus perempuan, seperti manajemen kebun, keuangan mikro, dan pemrosesan kopi spesialti, ALKO menciptakan ruang yang aman dan suportif bagi mereka untuk berkembang. Beberapa di antaranya kini telah menjadi fasilitator, pengelola kelompok tani, bahkan memimpin unit-unit bisnis berbasis kopi. Dampak dari pendekatan ini sangat terasa. Muncul banyak inisiatif lokal dari anak muda dan perempuan, seperti kafe komunitas, bisnis olahan kopi, dan produk kreatif turunan lainnya. ALKO mendukung penuh dengan pendampingan, jejaring, dan akses pasar. ALKO juga membangun sistem mentoring di mana petani senior membimbing anak-anak muda. Ini bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga cara menjaga kesinambungan pengetahuan lokal yang kaya dengan nilai-nilai kearifan. Keterlibatan generasi muda dan perempuan dalam koperasi, pelatihan kepemimpinan, dan kegiatan gotong royong menjadikan ekosistem kopi lebih hidup, adaptif, dan kolaboratif. Mereka membawa semangat baru yang segar, responsif terhadap perubahan zaman, dan berani mencoba pendekatan inovatif. Digitalisasi menjadi alat yang efektif dalam menarik minat generasi muda. Dengan memanfaatkan media sosial, aplikasi pelacakan kebun, hingga sistem informasi pertanian berbasis ponsel, mereka bisa terlibat aktif dan merasa relevan dengan pekerjaan di sektor kopi. Tidak hanya di level lokal, ALKO juga menjembatani anak muda dan perempuan untuk berinteraksi dengan jejaring nasional dan internasional — baik dalam bentuk pelatihan, studi banding, maupun partisipasi dalam pameran dan forum kopi dunia. Transformasi ini tidak mungkin tercapai tanpa komitmen kolektif. Karena itu, ALKO terus memperluas kemitraan dengan sekolah, universitas, komunitas kreatif, dan organisasi perempuan untuk mendorong inklusi dan keberlanjutan dari akar rumput. Generasi muda dan perempuan bukan hanya “target program”, mereka adalah mitra sejajar dalam perjalanan transformasi kopi Kerinci. Kehadiran mereka menjadikan ALKO bukan sekadar koperasi atau perusahaan, melainkan gerakan sosial ekonomi yang hidup.

Read More  

Admin Alko | 21/05/2025

Penyimpanan dan Distribusi Kopi Specialty: Menjaga Mutu dari Gudang hingga Konsumen

I. PendahuluanKualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh budidaya dan pascapanen, tetapi juga oleh sistem penyimpanan dan distribusi yang tepat. Salah kelola pada tahap ini dapat menyebabkan degradasi mutu, kontaminasi, bahkan kerusakan cita rasa kopi specialty. Oleh karena itu, ALKO Sumatra Kopi menerapkan standar ketat dalam proses penyimpanan dan distribusi untuk menjaga karakter rasa khas kopi Kerinci hingga sampai ke tangan konsumen, baik domestik maupun internasional.II. Prinsip Dasar Penyimpanan Kopi Specialty Kelembapan Rendah dan Stabil Kadar air ideal green bean kopi specialty adalah 11–12%. Penyimpanan dilakukan di ruangan bersuhu 18–22°C dan kelembapan 60–65%. Sirkulasi Udara dan Kebersihan Gudang dilengkapi ventilasi baik, bebas hama dan jamur, serta dibersihkan rutin untuk mencegah kontaminasi. Kemasan Khusus Menggunakan GrainPro bag (plastik vakum anti oksigen) atau Ecotact untuk menjaga kesegaran dan mencegah serangan mikroba. Rotasi Stok (FIFO) Sistem First In First Out memastikan kopi tidak terlalu lama tersimpan dan kualitas tetap prima. III. Sistem Penyimpanan oleh ALKO Sumatra Kopi Gudang Terstandar SCA di Kayu Aro dan Sungai Penuh Kapasitas 30 ton per batch. Dilengkapi termohigrometer dan exhaust fan otomatis. Terintegrasi dengan traceability system berbasis barcode. Unit Penyimpanan Skala Petani (Farmgate Storage) Karung jute dan GrainPro disimpan di rak kayu di atas lantai. Monitoring kelembapan menggunakan alat digital sederhana. Penyimpanan Biji Kopi Roasted Menggunakan canister kedap udara dan kemasan kraft aluminium dengan valve CO₂ release. Batch roasted dirotasi maksimal dalam 30 hari. IV. Sistem Distribusi dan Logistik Pengemasan untuk Ekspor Gunakan karung jute 60 kg dalam kontainer berinsulasi. Desikator disisipkan dalam kontainer untuk menjaga kelembapan. Label lengkap: origin, varietas, proses, grade, skor cupping, tanggal panen, dan batch code. Distribusi Domestik (Roasted/Green Bean) Kerjasama dengan logistik pendingin (cold logistics) untuk klien kafe besar di Jakarta dan Bandung. Pengiriman maksimal 3 hari setelah roasting. Digital Supply Chain Monitoring Melalui aplikasi mitra seperti AgUnity dan Dimitra untuk pelacakan posisi, suhu kontainer, dan kontrol kualitas selama pengiriman. V. Mitigasi Risiko Kontaminasi Bau Asing (taint) Larangan menyimpan kopi dekat bahan kimia, pupuk, atau barang berbau tajam. Pemisahan lokasi dengan bahan logistik. Kelembapan Berlebih Diterapkan pemeriksaan harian dengan thermo-hygrometer digital. Gudang diberi silica gel tambahan saat musim hujan. Kerusakan Fisik selama Transportasi Gunakan palet kayu dan pengikat (strap) agar karung tidak tergeser saat loading. SOP muat bongkar dilatih kepada semua sopir mitra. VI. Dampak dan Capaian ALKO Kopi Specialty ALKO tetap stabil pada cupping score >85 meski disimpan 6 bulan. Minimnya reject buyer akibat penyimpanan atau kerusakan pengiriman (<1%). Kepuasan buyer internasional meningkat, terutama dari Jepang, Skandinavia, dan Jerman. Biaya logistik berkurang 18% melalui konsolidasi pengiriman dan cold-chain optimization. VII. KesimpulanPenyimpanan dan distribusi kopi specialty bukan sekadar teknis logistik, tetapi bagian dari filosofi menjaga kualitas dan menghargai kerja keras petani. ALKO Sumatra Kopi meyakini bahwa mutu rasa harus dijaga dari kebun hingga cangkir. Karena itu, sistem gudang, manajemen logistik, dan teknologi traceability kami terus disempurnakan seiring tumbuhnya pasar global kopi specialty.

Read More  

Admin Alko | 19/05/2025

Manajemen Pascapanen Kopi Specialty oleh ALKO Sumatra Kopi

I. PendahuluanTahapan pascapanen merupakan fase krusial dalam menentukan kualitas akhir kopi. Meskipun buah kopi telah dipetik dengan baik, kesalahan dalam pengolahan pascapanen dapat menurunkan nilai cupping score secara signifikan. Oleh karena itu, ALKO Sumatra Kopi menerapkan pendekatan berbasis standar mutu dan adaptasi kondisi mikroklimat lokal dalam seluruh proses pascapanen.Artikel ini menjelaskan prinsip dasar, metode proses kopi specialty, tahapan pengolahan, kontrol mutu, serta model implementasi oleh ALKO.II. Prinsip Dasar Pengolahan Pascapanen Kebersihan dan Higienitas: Seluruh alat, tempat, dan air yang digunakan harus bersih untuk mencegah kontaminasi. Fermentasi Terkontrol: Waktu dan suhu fermentasi dikontrol untuk mengoptimalkan cita rasa. Pengeringan Bertahap: Menjaga kelembaban agar penurunan kadar air berlangsung perlahan dan stabil. Seleksi Berlapis: Proses sortasi dilakukan pada setiap tahap, dari ceri hingga green bean. III. Metode Pengolahan Kopi SpecialtyA. Washed Process (Basah) Buah kopi dirambang, kemudian difermentasi dalam air selama 12–36 jam. Setelah lendir terurai, biji dicuci dan dikeringkan. Hasil: Profil rasa bersih, acidity tinggi. B. Honey Process (Semi-basah) Kulit buah dikupas, lendir dibiarkan menempel sebagian. Pengeringan dilakukan langsung tanpa fermentasi basah. Hasil: Rasa manis dan body lebih tebal. C. Natural Process (Kering) Buah kopi dijemur utuh di atas paranet/meja african bed. Proses berlangsung 20–30 hari tergantung cuaca. Hasil: Rasa buah, kompleksitas tinggi, body kental. D. Experimental (Anaerobic, Carbonic Maceration, dsb) Menggunakan teknologi dan kontrol lingkungan: suhu, tekanan, dan kadar oksigen. Hasil: Karakter rasa eksperimental, sangat dicari di pasar spesialti. IV. Tahapan Pascapanen Sortasi Buah: Pemilahan buah matang, mengapung dan tenggelam. Pengupasan: Menggunakan mesin pulper berkualitas. Fermentasi: Disesuaikan metode dan suhu. Pencucian: Menggunakan air bersih. Pengeringan: Di bawah sinar matahari langsung, suhu <40°C Kadar air akhir: 11–12% Diperiksa secara berkala dengan moisture meter Penyimpanan: Dalam GrainPro atau karung goni berlapis plastik Suhu ruang penyimpanan 18–25°C, kelembapan <60% Hulling dan Polishing: Dilakukan setelah masa resting minimal 30 hari Grading dan Sortasi Manual: Berdasarkan ukuran, warna, dan cacat V. Implementasi di ALKO Sumatra Kopi Sentra Pascapanen Kolektif: Petani membawa ceri ke pusat pengolahan ALKO untuk diproses sesuai standar. Tim QC Lapangan: Bertugas mengontrol fermentasi, pengeringan, dan grading. Pelatihan Pascapanen Specialty: Melibatkan mitra seperti SCA dan Q Grader bersertifikat. Eksperimen Varietas dan Proses: ALKO mengembangkan plot riset pascapanen untuk natural anaerob dan honey controlled. VI. Kendala dan Solusi Cuaca Ekstrem: Solusi dengan solar dryer dan pengering berbahan biomassa. Keterbatasan Tenaga Kerja Sortasi: Dilatih tenaga lokal untuk kerja musiman. Fluktuasi Mutu: Diatasi dengan SOP ketat dan pelatihan berulang. VII. Dampak dan Capaian Skor Cupping Meningkat: Rata-rata 83–85 untuk washed dan honey. Permintaan Pasar Naik: Pembeli Eropa dan Asia memesan berdasarkan profil proses. Peningkatan Nilai Tambah: Petani menerima harga lebih tinggi untuk kualitas specialty. VIII. KesimpulanPascapanen adalah seni sekaligus sains. Ketepatan waktu, kontrol suhu, kebersihan, dan pemahaman metode menentukan aroma, rasa, dan nilai akhir biji kopi. ALKO Sumatra Kopi berkomitmen menjadi pusat pembelajaran dan praktik terbaik pengolahan pascapanen kopi specialty di Indonesia.

Read More  

Admin Alko | 19/05/2025

Strategi Pemetikan dan Panen Kopi untuk Specialty Grade

I. PendahuluanPemetikan kopi adalah salah satu tahap paling krusial dalam proses produksi specialty coffee. Kualitas rasa akhir sangat ditentukan oleh tingkat kematangan buah kopi saat dipetik. Kesalahan pada tahap ini dapat menurunkan cupping score dan mengurangi potensi harga premium.ALKO Sumatra Kopi menekankan pentingnya pemetikan selektif, pengelolaan pascapanen yang tepat waktu, dan pelibatan petani dalam edukasi serta monitoring panen. Artikel ini akan menguraikan prinsip dan praktik pemetikan kopi yang sesuai dengan standar specialty internasional.II. Prinsip Dasar Pemetikan Specialty Coffee Petik Merah: Hanya buah kopi yang berwarna merah cerah yang dipetik. Panen Selektif: Pemetikan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan tingkat kematangan. Hindari Buah Hijau dan Hitam: Buah belum matang dan buah busuk harus dihindari karena menurunkan kualitas rasa. Hindari Panen Mekanis: Di wilayah dataran tinggi seperti Kerinci, pemanenan manual lebih efektif dalam menjaga seleksi kualitas. III. Standar Warna dan Kematangan Buah Merah Cerah: Ideal untuk dipetik – kandungan gula tinggi. Merah Gelap/Maroon: Masih bisa dipetik, tetapi sebaiknya diproses terpisah. Hijau/Kuning: Tidak dipetik. Hitam/Kering: Dibuang atau digunakan untuk produk non-premium. ALKO menggunakan panduan visual dan pelatihan lapangan untuk memastikan petani memahami standar warna ini.IV. Teknik dan Tahapan Panen KopiA. Persiapan Panen Membersihkan semak dan gulma di sekitar tanaman. Menyediakan keranjang panen dan karung kain (bukan plastik) untuk menjaga sirkulasi udara. Menentukan jadwal panen berdasarkan kalender berbunga dan cuaca. B. Pemetikan Selektif Dilakukan setiap 7–10 hari sekali selama puncak musim panen. Petani diberi insentif berdasarkan volume petik merah. Setiap kelompok tani ALKO memiliki koordinator panen yang bertugas mengawasi kualitas buah. C. Sortasi Lapangan Buah yang dikumpulkan disortir ulang di kebun. Hanya buah merah cerah yang diteruskan ke proses basah atau kering. Buah cacat langsung dipisahkan. V. Pengaruh terhadap Rasa dan Nilai KopiStudi ALKO dan mitra seperti SCA menunjukkan bahwa panen dengan 90% petik merah menghasilkan: Cupping score meningkat 1–1,5 poin. Tingkat keasaman (acidity) lebih bersih. Aftertaste lebih panjang dan kompleks. Sebaliknya, campuran buah hijau menimbulkan rasa "grassy", dan buah overripe menimbulkan rasa "fermented" yang tidak diinginkan.VI. Model Implementasi ALKO Pelatihan Petik Merah: Diselenggarakan setiap awal musim panen oleh ALKO Academy. Sistem Insentif: Petani diberi harga lebih tinggi untuk cherry merah yang lolos sortasi ALKO. Pengawasan Panen Terbimbing: Koordinator lapang ALKO mengawasi panen setiap kelompok. Pemetaan Waktu Panen: Menggunakan GPS dan data berbunga untuk menentukan jadwal panen per wilayah. VII. Tantangan dan Solusi Tenaga Kerja Terbatas: Panen selektif butuh waktu lebih lama. Solusi: sistem gotong-royong antar petani. Cuaca Tidak Menentu: Hujan bisa mempercepat pembusukan buah matang. Solusi: peramalan panen dan sistem jemur cepat. Biaya Panen Tinggi: Ditekan dengan efisiensi waktu dan penggunaan alat panen ergonomis. VIII. Dampak Positif Implementasi Kualitas Meningkat: Kopi Kerinci mampu tembus skor 85+. Harga Premium: Petani ALKO menerima harga 20–40% lebih tinggi untuk specialty grade. Efisiensi Rantai Pasok: Buah yang masuk ke unit pengolahan sudah tersortir, mempercepat proses. IX. KesimpulanPanen kopi bukan sekadar memetik buah, tetapi adalah proses ilmiah dan teknis yang menentukan kualitas akhir produk. Dengan penerapan pemetikan selektif, pelatihan lapangan, serta sistem insentif, ALKO Sumatra Kopi menunjukkan bahwa panen yang tepat dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga standar specialty coffee dunia. Untuk informasi pelatihan panen atau menjadi bagian dari program specialty ALKO, hubungi: info@alko.id alko.id

Read More  

Admin Alko | 17/05/2025

DUA BUYER INTERNASIONAL KUNJUNGI BOOTH ALKO DI WOC JAKARTA: KONTRAK EKSPOR DITEKEN DENGAN AMERIKA SERIKAT DAN RUSIA

Jakarta, 15 Mei 2025 — Booth PT ALKO Sumatra International di ajang World of Coffee (WOC) Jakarta Convention Center (JCC), yang terletak di nomor L112 dan berbagi area dengan BursaKopi, menjadi pusat perhatian para pelaku industri kopi dunia. Dua buyer utama dari Amerika Serikat dan Rusia secara resmi mengunjungi booth ALKO untuk memperkuat kemitraan dagang dan menandatangani kontrak ekspor kopi spesialti asal Indonesia.1. Buyer dari Amerika Serikat: Realisasi Kontrak USD 1,9 JutaBuyer dari Houston, Texas, Amerika Serikat hadir di booth ALKO sebagai bagian dari tindak lanjut penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan sebelumnya di ajang SCA Expo Houston. Kunjungan ini menandai tahap realisasi kontrak pembelian kopi Arabika Kerinci senilai USD 1,9 juta.Setelah rangkaian acara WOC Jakarta, buyer AS akan melakukan kunjungan langsung ke kebun dan fasilitas pengolahan ALKO di Kerinci, untuk finalisasi Purchase Order (PO), skema pembayaran, serta inspeksi sistem produksi. Pengiriman tahap pertama direncanakan pada pertengahan Juni 2025, dengan sistem traceability penuh yang menjamin transparansi dan keberlanjutan produk.Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam membangun perdagangan kopi yang berkelanjutan antara ALKO dan perusahaan importir dari Amerika Serikat.2. Buyer dari Rusia: Penandatanganan PO dan Pengiriman ke MoskowPada kesempatan yang sama, buyer kedua dari Rusia juga mengunjungi Booth ALKO dan secara resmi melakukan penandatanganan Purchase Order (PO) untuk pengiriman kopi specialty Sumatra dan Arabika Java Preanger ke Rusia.Sebelum kunjungan ke WOC, buyer Rusia telah lebih dahulu melakukan inspeksi langsung ke gudang dan fasilitas ALKO pada bulan lalu. Dalam kunjungan tersebut, dilakukan pembahasan mendalam mengenai skema korespondensi bank, termin pembayaran, dan rencana logistik ekspor.Pengiriman kopi ke Rusia dijadwalkan mulai pertengahan Juni 2025, menjadi tonggak baru bagi ekspansi ALKO ke pasar Eropa Timur.Dengan kunjungan kedua buyer ini, PT ALKO Sumatra International semakin menunjukkan posisi strategisnya sebagai eksportir kopi spesialti yang terpercaya, mengedepankan prinsip traceability, keberlanjutan, dan pemberdayaan petani lokal.

Read More  

Admin Alko | 15/05/2025

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.