Blog

Scroll Down

Info seputar pengetahuan petani, perkopian hingga tips menarik untuk anda

BUYER ALKO DARI BELGIA DAN AMERIKA SERIKAT KUNJUNGI BOOTH ALKO DI WORLD OF COFFEE JAKARTA

Jakarta, 15 Mei 2025 — Booth PT ALKO Sumatra International di ajang World of Coffee (WOC) Jakarta Convention Center (JCC), yang berlokasi di nomor L112 dan berbagi area dengan BursaKopi, mendapatkan kunjungan istimewa dari buyer internasional asal Belgia dan Amerika Serikat.Kunjungan buyer dari Houston, Texas, Amerika Serikat ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT ALKO Sumatra International dengan mitra bisnis dari AS pada ajang SCA Expo di Houston. MoU tersebut kini telah berkembang menjadi kontrak pembelian kopi senilai USD 1,9 juta, khusus untuk kopi Arabika Kerinci.Setelah kegiatan di WOC Jakarta, buyer akan melanjutkan kunjungan ke kebun dan fasilitas pengolahan kopi ALKO di Kerinci. Agenda kunjungan ini mencakup finalisasi Purchase Order (PO), pengaturan skema pembayaran, serta inspeksi langsung terhadap sistem produksi dan rantai pasok kopi ALKO.Sebagai tindak lanjut kontrak ini, PT ALKO akan mulai memasok kopi Arabika Kerinci berbasis traceability (ketelusuran) yang menjamin asal-usul, praktik budidaya, dan keberlanjutan produksi dari tingkat petani hingga pengiriman akhir. Sistem traceability ini menjadi pilar utama dalam kerja sama antara ALKO dan perusahaan importir dari Amerika Serikat, sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun perdagangan kopi yang berkelanjutan, transparan, dan bertanggung jawab."Kolaborasi ini tidak hanya soal angka kontrak, tetapi juga soal kepercayaan, keberlanjutan, dan masa depan petani kopi Indonesia," ujar SuryonoPengiriman tahap pertama direncanakan pada pertengahan Juni 2025, menandai dimulainya kerja sama jangka panjang yang strategis bagi kedua belah pihak.Untuk informasi lebih lanjut mengenai kontrak ekspor ALKO ke Amerika Serikat, silakan kunjungi: 🔗 https://alko.id/blog/pt-alko-sumatra-kopi-tandatangani-kontrak-ekspor-usd-19-juta-di-as

Read More  

Admin Alko | 15/05/2025

Pengelolaan Tanah dan Agroforestri untuk Budidaya Kopi Berkelanjutan di Kerinci

I. PendahuluanTanah adalah fondasi utama bagi produktivitas dan kualitas kopi. Di Kerinci, dengan kondisi geografis dan topografi yang berada di sekitar Gunung Kerinci dan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), lahan kopi mendapatkan manfaat dari tanah vulkanik yang subur. Namun, tanpa pengelolaan yang baik, potensi besar ini dapat hilang.Pengelolaan tanah secara berkelanjutan, yang dipadukan dengan sistem agroforestri, menjadi kunci keberlanjutan produksi kopi specialty. Artikel ini membahas pendekatan ilmiah dan praktik implementatif dalam pengelolaan tanah serta penerapan agroforestri di wilayah kerja ALKO Sumatra Kopi.II. Karakteristik Tanah di Kerinci Jenis Tanah Dominan: Andosol (tanah vulkanik muda) yang memiliki kapasitas tukar kation tinggi dan aerasi baik. pH Tanah: Berkisar antara 4,5 – 6, ideal untuk kopi Arabika, namun membutuhkan penyesuaian bila terlalu asam. Kandungan Organik: Tinggi, tetapi bisa cepat terdegradasi jika tidak dijaga dengan penutup tanah. III. Masalah Umum dalam Pengelolaan Tanah Kopi Erosi: Curah hujan tinggi dan kemiringan lahan menyebabkan pengikisan tanah subur. Penurunan Kesuburan: Karena pemupukan tidak seimbang dan minimnya bahan organik. Kompaksi Tanah: Akibat penggunaan alat berat atau pengelolaan intensif tanpa rotasi tanaman. IV. Strategi Pengelolaan Tanah yang DirekomendasikanA. Penanaman Tanaman Penutup Tanah (Cover Crops)Menggunakan tanaman seperti kacang tanah, desmodium, atau centro untuk menjaga kelembaban, menambah nitrogen, dan mencegah erosi.B. Pemberian Pupuk Organik Secara TeraturKompos dari limbah kopi, kotoran ternak, atau pupuk kandang fermentasi ditambahkan minimal 2 kali per tahun.C. Terasering dan Pembuatan RorakTerasering mengikuti kontur untuk lahan miring, rorak atau parit ditanam vetiver untuk menangkap air dan humus.D. PengapuranJika pH < 5, dolomit atau kapur pertanian diberikan setiap 2-3 tahun.E. Uji Tanah BerkalaAnalisis tanah dilakukan tiap 2 tahun untuk mengetahui status hara dan rekomendasi pemupukan.V. Sistem Agroforestri Kopi: Model KerinciAgroforestri adalah sistem tanam kopi yang dikombinasikan dengan pohon penaung dan tanaman lainnya, membentuk ekosistem berlapis dan berkelanjutan.Komponen Agroforestri: Tanaman Utama: Kopi Arabika Pohon Penaung: Lamtoro, Dadap, Kayu Manis, Alpukat, Durian Tanaman Sela: Jahe, kunyit, porang (untuk diversifikasi) Manfaat: Menurunkan suhu ekstrem dan menjaga kelembaban Menahan erosi dan meningkatkan bahan organik Meningkatkan keanekaragaman hayati Memberikan pendapatan tambahan dari hasil panen sela VI. Implementasi di Lapangan oleh ALKO Sumatra Kopi Sekolah Lapang Agroforestri (SLA): Pelatihan petani tentang kombinasi pohon penaung dan kopi. Demoplot Konservasi Tanah: Percontohan rorak dan terasering di desa Pelompek dan Sungai Sikai. Monitoring dan Evaluasi: Tim teknis ALKO melakukan monitoring vegetasi penaung dan kualitas tanah per musim tanam. VII. Hasil dan Dampak Penurunan tingkat erosi hingga 40% di lahan miring Peningkatan kadar C-organik tanah dari 2,5% menjadi 4% Peningkatan produktivitas kopi dari 800 kg/ha menjadi 1.200 kg/ha dalam 3 tahun pada lahan agroforestri VIII. KesimpulanPengelolaan tanah bukan hanya soal meningkatkan hasil, tetapi menjaga keberlanjutan ekosistem kebun kopi dan ketahanan petani. Dengan pendekatan agroekologi yang terintegrasi melalui agroforestri dan konservasi tanah, Kerinci bisa menjadi model budidaya kopi specialty berkelanjutan di Asia Tenggara.ALKO Sumatra Kopi terus mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan setiap cangkir kopi yang dinikmati dunia berasal dari tanah yang dirawat dengan ilmu dan cinta.IX. Persiapan Lahan dan Persemaian Bibit KopiPersiapan lahan dan persemaian merupakan tahapan awal yang menentukan keberhasilan budidaya kopi. Dalam ekosistem Kerinci yang berada di daerah pegunungan, teknik budidaya harus adaptif terhadap kondisi topografi, curah hujan tinggi, dan potensi erosi.A. Pemilihan LokasiLokasi ideal untuk penanaman kopi Arabika berada di ketinggian 1.000–1.600 meter di atas permukaan laut dengan suhu 15–24°C. Lahan yang memiliki kemiringan < 30% dengan akses air dan teduhan alami sangat direkomendasikan.B. Persiapan Lahan Pembersihan Gulma: Membersihkan gulma tanpa pembakaran, menggunakan metode pemangkasan atau penutup tanah hijau. Pembuatan Teras: Untuk lahan miring, dibuat teras bangku atau guludan yang memperlambat laju air dan meminimalisir erosi. Lubang Tanam: Ukuran 60x60x60 cm, diisi campuran tanah galian atas dengan kompos dan kapur pertanian. C. Persemaian BibitBibit unggul berasal dari varietas yang telah teruji seperti Sigararutang, Andungsari, atau varietas lokal adaptif. Media Tanam: Campuran tanah, kompos, dan pasir halus dalam polybag ukuran 20x30 cm. Perawatan Bibit: Disiram setiap hari, diberi naungan 50–70%, dan diseleksi setiap minggu. Umur Siap Tanam: 4–6 bulan dengan tinggi minimal 30 cm dan memiliki 5–7 pasang daun sejati. D. Teknik TransplantasiBibit ditanam pada awal musim hujan agar adaptasi berjalan optimal. Pemindahan dilakukan sore hari untuk menghindari stres akibat suhu tinggi.E. Peran ALKO Sumatra KopiALKO mengelola pusat persemaian kolektif dengan kapasitas 200.000 bibit per tahun di beberapa desa mitra, seperti Kersik Tuo dan Gunung Labu. Melalui program "Bibit untuk Negeri," petani dapat mengakses bibit unggul dan pelatihan perawatan persemaian secara gratis.

Read More  

Admin Alko | 13/05/2025

ALKO Sumatra Kopi Hadir di World of Coffee Jakarta 2025: Membawa Kopi Berbasis Traceability dari Kerinci ke Dunia

Kerinci, 10 Mei 2025 — ALKO Sumatra Kopi, salah satu produsen kopi berkelanjutan terkemuka dari Sumatera Barat, akan berpartisipasi dalam ajang internasional World of Coffee Jakarta 2025 yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association (SCA) pada 15–17 Mei 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC).Sebagai bagian dari misi memperkenalkan kopi specialty dari Gunung Kerinci ke pasar global, ALKO akan memamerkan produk-produk unggulannya yang telah dilengkapi dengan sistem traceability digital untuk memenuhi standar keberlanjutan dan regulasi internasional seperti EU Deforestation Regulation (EUDR). “Kami ingin menunjukkan bahwa kopi dari petani Indonesia, khususnya Kerinci, tidak hanya unggul dari segi rasa, tetapi juga dari segi keterlacakan dan keberlanjutan. Setiap cangkir kopi kami memiliki cerita,” ujar Puput Sari Puspita, Project Manager ALKO Sumatra. Produk Unggulan yang Akan Ditampilkan: Arabika Kerinci (Natural, Washed, Honey) Robusta Terpilih dari dataran tinggi Sumatera Barat Kopi dalam bentuk green bean maupun roasted Sistem traceability digital berbasis blockchain ALKO juga mengundang para buyer, distributor, dan pencinta kopi untuk berinteraksi langsung dengan tim mereka, menjelajahi sistem digital petani, dan mencicipi kopi dengan karakter rasa unik khas lereng Gunung Kerinci.📍 Kunjungi Booth ALKO di World of Coffee Jakarta 2025 📅 15–17 Mei 2025 | ⏰ 10.00 – 18.00 WIB 📌 Jakarta International Convention Center (JICC), Indonesia🔗 Kunjungi website kami: Scan QR Code berikut untuk informasi lebih lanjut: 📧 Email: info@alko.id 📱 WhatsApp: +62 812 8883 5003 (Puput – Project Manager) 🌐 Website: www.alko.idTentang ALKO Sumatra Kopi ALKO Sumatra adalah bagian dari gerakan kopi berkelanjutan yang berbasis di Kerinci, Sumatera Barat. Fokus utama ALKO adalah pemberdayaan petani, konservasi lingkungan, dan ekspor kopi specialty Indonesia yang berdaya saing tinggi.

Read More  

Admin Alko | 10/05/2025

Skema Pembiayaan Inklusif dan Investasi untuk Kedaulatan Petani

Dalam dunia pertanian modern, akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu penentu keberhasilan petani dalam meningkatkan produksi dan kualitas. ALKO menyadari bahwa ketimpangan dalam akses modal merupakan akar dari ketertinggalan sektor hulu. Oleh karena itu, ALKO hadir tidak hanya sebagai pendamping teknis, tetapi juga sebagai jembatan antara petani dan sumber daya finansial yang inklusif.Pendekatan yang dibangun ALKO dalam pembiayaan berbasis petani berangkat dari prinsip keberdayaan dan gotong royong. Skema ini tidak hanya sekadar pinjaman, tetapi dirancang sebagai sistem pendukung terintegrasi yang mencakup pelatihan, pendampingan, manajemen risiko, dan penguatan kelembagaan.ALKO bekerja sama dengan berbagai lembaga keuangan, koperasi, serta platform digital untuk membangun model pembiayaan mikro dan menengah yang berbasis pada produktivitas kebun. Pendataan berbasis sistem digital ALKO memungkinkan transparansi dalam menilai kelayakan usaha tani, sekaligus memudahkan proses penyaluran dan pelaporan.Tidak hanya itu, ALKO juga mulai mengembangkan model investasi berdampak (impact investment), di mana investor nasional maupun global bisa berkontribusi pada pengembangan kopi berkelanjutan melalui skema bagi hasil, obligasi sosial, atau pembiayaan hijau (green financing). Model ini membuka peluang besar untuk memperluas pasar sekaligus mendukung kesejahteraan petani.Melalui ekosistem yang dibangun, setiap petani memiliki profil risiko dan rekam jejak yang terdata — hal ini memudahkan perbankan maupun investor dalam menilai dan menyalurkan bantuan secara tepat guna. Di sinilah digitalisasi kembali memainkan peran penting sebagai pengungkit sistem pembiayaan yang transparan dan berkeadilan.Untuk memitigasi risiko, ALKO juga mendorong asuransi berbasis cuaca dan sistem pembayaran berbasis hasil panen. Inovasi ini menjawab tantangan petani terhadap fluktuasi harga dan ancaman iklim yang semakin tidak menentu.Model pembiayaan dan investasi yang dikembangkan ALKO berpijak pada misi jangka panjang: melepaskan ketergantungan petani dari tengkulak dan rente. Petani harus menjadi pelaku ekonomi yang merdeka secara finansial, bukan sekadar penerima manfaat pasif.Selain itu, ALKO aktif memfasilitasi pelatihan keuangan inklusif bagi petani muda dan perempuan. Tujuannya agar mereka tidak hanya mampu mengakses dana, tetapi juga mengelolanya dengan bijak, membangun usaha berbasis kopi, dan memperkuat ekonomi keluarga.Dengan sistem ini, ALKO berperan sebagai kurator ekosistem yang mendukung konektivitas antara petani, lembaga keuangan, investor, dan pasar. Ini bukan sekadar perubahan sistem, tetapi perubahan paradigma: dari ketergantungan menjadi kedaulatan.Ke depan, ALKO akan memperluas jaringan mitra pembiayaan, baik dari dalam negeri seperti bank daerah dan koperasi simpan pinjam, maupun luar negeri seperti lembaga keuangan pembangunan (DFI) yang tertarik pada keberlanjutan dan dampak sosial.Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen besar ALKO untuk membangun fondasi ekonomi yang kuat bagi petani — sebuah model inklusif yang dapat direplikasi oleh komunitas kopi lainnya di Indonesia.

Read More  

Admin Alko | 10/05/2025

Transformasi Kelembagaan Petani Menuju Ekosistem Digital dan Berdaya Saing

Perjalanan ALKO dalam membangun peradaban kopi tak hanya terletak pada budidaya dan pengolahan pascapanen, tetapi juga pada upaya fundamental membenahi sistem kelembagaan petani. ALKO percaya bahwa transformasi kelembagaan adalah fondasi utama menuju pertanian yang tangguh, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.Di tengah perubahan global yang cepat, petani tidak lagi bisa berdiri sendiri. Mereka perlu terhubung dalam ekosistem yang kolaboratif, transparan, dan berbasis data. Oleh karena itu, ALKO mendorong lahirnya struktur kelembagaan petani yang demokratis namun efisien — koperasi, kelompok tani, dan forum diskusi petani yang aktif dan terintegrasi.Transformasi ini dimulai dengan memperkuat kapasitas organisasi petani, memperbaiki manajemen kelembagaan, serta membangun sistem pencatatan produksi dan transaksi yang transparan. ALKO juga memfasilitasi pelatihan rutin tentang literasi organisasi, manajemen keuangan, dan tata kelola berbasis prinsip good governance.Namun langkah penting berikutnya adalah digitalisasi kelembagaan. Melalui kerja sama dengan mitra teknologi dan dukungan platform traceability berbasis blockchain, ALKO membangun sistem data petani, kebun, produksi, dan transaksi dalam satu ekosistem digital yang aman dan terhubung.Melalui sistem ini, setiap petani memiliki ID digital, profil produksi, dan histori transaksi. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas, tetapi juga memudahkan pelacakan kopi dari kebun ke cangkir (farm-to-cup) — sebuah prasyarat penting dalam perdagangan global yang menuntut transparansi dan keberlanjutan.Transformasi digital ini juga membuka akses baru bagi petani terhadap pembiayaan, pelatihan daring, serta pasar yang lebih luas dan terkurasi. Dengan sistem digital yang terintegrasi, posisi petani diperkuat sebagai pelaku utama yang dapat mengambil keputusan berbasis data dan berpartisipasi aktif dalam rantai pasok.Ke depan, ALKO akan terus mendorong penguatan ekosistem digital berbasis petani ini melalui kerja sama multipihak, termasuk pemerintah, universitas, mitra teknologi, dan lembaga pembiayaan. Tujuannya sederhana namun strategis: menjadikan kelembagaan petani sebagai pusat inovasi, bukan sekadar pelengkap dalam sistem agrikultur nasional.Transformasi kelembagaan ini juga menciptakan ruang bagi regenerasi. Petani muda tidak hanya diajak terlibat dalam proses produksi, tetapi juga didorong untuk menjadi pemimpin baru dalam inovasi pertanian, digitalisasi, dan pengelolaan bisnis kopi berbasis komunitas.Dengan sistem kelembagaan yang kuat dan digital, ALKO meletakkan pondasi baru: dari petani yang bergantung pada pihak luar 

Read More  

Admin Alko | 09/05/2025

Mengenal Jenis-Jenis Kopi Arabika dan Potensi Varietas Lokal Kerinci: Warisan Genetik Rasa dari Gunung Berapi

Kopi Arabika (Coffea arabica) dikenal sebagai jenis kopi unggulan yang mendominasi pasar specialty dunia karena cita rasa yang kompleks, keasaman yang cerah, dan kehalusan body-nya. Namun, keunggulan rasa itu sangat ditentukan oleh satu elemen penting: varietas genetik.Di balik secangkir kopi yang istimewa, tersembunyi peran besar dari varietas kopi yang ditanam—dan di sinilah Kerinci sebagai bagian dari ring of fire Sumatra menunjukkan potensinya. Dengan tanah vulkanik yang kaya, ketinggian ideal, dan keunikan ekosistem Taman Nasional Kerinci Seblat, varietas lokal dan adaptasi Arabika unggulan tumbuh subur dan menghasilkan profil rasa yang luar biasa.I. Apa Itu Varietas Kopi? Mengapa Penting dalam Specialty?Varietas adalah sub-spesies atau ras dalam satu jenis tanaman kopi. Seperti halnya apel Fuji berbeda dari Granny Smith, kopi Arabika memiliki beragam varietas dengan karakteristik agronomis dan sensorik yang sangat bervariasi.Faktor yang Dipengaruhi oleh Varietas: Rasa: floral, fruity, nutty, herbal, chocolatey, dsb. Produktivitas: jumlah buah per pohon Ketahanan: terhadap hama dan penyakit Adaptasi iklim: kemampuan bertahan di berbagai ketinggian dan suhu Kebutuhan pemeliharaan: seperti pemupukan dan pemangkasan Dalam dunia kopi specialty, varietas adalah salah satu parameter kunci dalam traceability dan branding kopi.II. Varietas Unggul yang Dikembangkan di KerinciALKO Sumatra Kopi bekerja sama dengan peneliti, petani, dan buyer untuk memperkenalkan dan mengembangkan berbagai varietas unggul yang terbukti adaptif dan menghasilkan rasa premium di wilayah Kerinci.1. Andungsari Asal: Jawa Timur (Balittri) Karakter: rasa clean, floral, acidity cerah Keunggulan: cocok untuk proses washed dan anaerobik Populer di pasar Jepang dan Nordik 2. Sigararutang Asal: Sumatra Utara Karakter: rasa seimbang, fruity, caramel Adaptasi: tahan penyakit, cocok untuk dataran tinggi Keunggulan: hasil tinggi dan umur panen pendek 3. Typica Kerinci Asal: Typica strain lokal yang telah beradaptasi Karakter: body ringan, floral, jasmine, honey Populer: untuk microlot dan proses natural 4. P88 Asal: Ethiopia–Kolombia Karakter: full-bodied, cherry, winey Daya tarik: unik untuk kontes dan lot terbatas 5. SL-28 dan SL-34 (introduksi terbatas) Asal: Kenya Karakter: intense blackcurrant, acidity tajam Tantangan: rentan penyakit, tapi sangat diminati pasar specialty 6. Ethiopian Landrace (Heirloom strain) Proyek introduksi oleh petani-petani progresif Karakter: kompleks, spicy, floral, dengan aftertaste panjang III. Potensi Varietas Lokal Kerinci dan Konservasi GenetikKerinci memiliki potensi pengembangan varietas lokal atau strain seleksi dari Typica dan Bourbon yang telah beradaptasi selama puluhan tahun. Dengan pendekatan konservasi dan seleksi genetik, varietas lokal ini bisa menjadi identitas geografis dan sensorik yang unik dari Kerinci.Langkah-Langkah yang Dilakukan ALKO: Mapping tanaman tua (30–50 tahun) untuk identifikasi varietas Pemuliaan selektif dari pohon-pohon dengan performa rasa terbaik Pengujian cupping di laboratorium ALKO dan dengan buyer luar negeri Produksi bibit dari indukan terpilih Target jangka panjang: mengembangkan “Kerinci Heirloom” sebagai varietas khas Kerinci yang diakui secara global, dengan perlindungan hak kekayaan hayati Indonesia.IV. Dampak Langsung terhadap Petani dan EksporBagi Petani: Akses pada varietas dengan hasil tinggi dan kualitas lebih baik Harga jual lebih tinggi berkat profil rasa yang jelas Daya tahan terhadap karat daun dan penyakit akar Bagi Pasar Ekspor: Daya saing di specialty market meningkat Daya tarik terhadap buyer yang mencari profil single origin unik Peluang masuk ke kontes kopi internasional seperti Cup of Excellence, AVPA, dan SCA V. Model Implementasi: Sistem Cluster VarietasUntuk memastikan konsistensi dan efisiensi, ALKO mengembangkan sistem "cluster varietas", yakni pembagian wilayah tanam berdasarkan varietas dominan: Cluster Lokasi Varietas Utama Ketinggian I Desa Gunung Labu Andungsari, P88 1.500–1.700 mdpl II Desa Giri Mulyo Typica Lokal 1.200–1.400 mdpl III Desa Sungai Sikai Sigararutang 1.000–1.200 mdpl IV Desa Pelompek P88, Ethiopian Landrace 1.600–1.800 mdpl Sistem ini memudahkan: Tracking jejak lahan dan bibit Distribusi pupuk dan pelatihan sesuai varietas Pemasaran berdasarkan microclimate dan rasa khas VI. Penutup: Rasa Dimulai dari GenetikKopi yang baik tidak bisa diperbaiki di akhir rantai pasok. Cita rasa luar biasa harus dibangun dari akar, dimulai dari varietas pilihan yang tepat, ditanam dengan metode yang presisi, dan diolah dengan integritas. Kerinci, dengan dukungan petani, riset, dan teknologi, kini menjadi rumah bagi kebangkitan varietas kopi Arabika unggul Indonesia.Dengan terus mengembangkan varietas lokal dan introduksi baru, ALKO Sumatra Kopi tidak hanya menjual kopi, tetapi menyajikan warisan rasa dan identitas tanah Kerinci ke panggung dunia.

Read More  

Admin Alko | 07/05/2025

Mengenal Varietas Kopi Unggul Sumatra: Dari Typica, Andungsari, hingga Sigararutang

PendahuluanKualitas secangkir kopi tidak hanya ditentukan oleh tanah atau proses pasca panen, tetapi sangat dipengaruhi oleh varietas kopi yang ditanam. Varietas adalah jenis genetis dari tanaman kopi, dan masing-masing memiliki ciri khas rasa, ketahanan terhadap penyakit, serta kesesuaian terhadap iklim dan ketinggian tertentu.Di ALKO Sumatra Kopi, varietas diperlakukan sebagai dasar strategi peningkatan mutu. Kami tidak sekadar menanam kopi, tetapi memilih dan mengembangkan varietas unggul yang sesuai dengan ekosistem Gunung Kerinci dan permintaan pasar specialty dunia.1. Apa Itu Varietas Kopi?Varietas (variety) dalam dunia botani merujuk pada perbedaan genetis yang alami maupun hasil seleksi dari satu spesies. Dalam kopi arabika, beberapa varietas paling umum berasal dari: Typica (garis keturunan tertua) Bourbon Hybrido de Timor SL series (Sri Lanka) Ethiopian Landraces Setiap varietas memiliki perbedaan morfologi (bentuk daun, buah, pohon), karakter rasa, produktivitas, dan ketahanan terhadap hama/penyakit.2. Varietas Kopi di Sumatra: Akar HistorisPerkembangan kopi di Sumatra, terutama di daerah Kerinci, Gayo, dan Mandailing, telah berlangsung lebih dari satu abad. Berikut beberapa varietas penting di ekosistem kopi Sumatra:Typica Varietas warisan dari abad ke-18 Karakter rasa floral, acid tinggi, body ringan Rentan terhadap penyakit daun (CLR) Populasi menurun, tetapi masih dijaga sebagai varietas heritage Sigararutang Hasil pemuliaan dari Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia) Tahan karat daun, produktif, cocok di ketinggian 1.200–1.600 mdpl Rasa bersih, acidity medium, sweetness sedang Banyak ditanam oleh petani ALKO sejak awal 2000-an Andungsari Turunan dari Bourbon dan varietas Ethiopia Aromatik, floral, citrusy, sweetness tinggi Sensitif terhadap jamur, tapi cocok untuk proses natural Di Kerinci, banyak ditemukan di dataran tinggi Lempur dan Gunung Tujuh P88 Varietas dari Ethiopia yang dipilih untuk keasaman dan produktivitas Flavor: lemon, jasmine, stone fruit Dibudidayakan oleh kelompok petani yang mengikuti permintaan pasar Eropa 3. Eksplorasi Varietas Langka dan EksotikDalam beberapa tahun terakhir, ALKO Sumatra Kopi bekerja sama dengan petani dan peneliti untuk mengembangkan: Varietas lokal turunan Ethiopia (Gesha-like): aroma kompleks, digunakan untuk micro-lot Hybrid varietas uji coba dari Aceh dan Jember: tahan penyakit, produktivitas tinggi Varietas keturunan Bourbon: rasa manis, karamel, cocok untuk honey process 4. Peran Varietas dalam Cita Rasa SpecialtyVarietas kopi memiliki peran besar dalam membentuk flavor notes. Misalnya: Varietas Karakter Rasa Kecocokan Proses Andungsari Floral, citrus, clean Natural, Honey Sigararutang Nutty, balance, mild acidity Fullwash Typica Light body, jasmine, vanilla Washed, Anaerob P88 Lemon zest, bright acidity Natural Buyer dari Jepang dan Korea mulai meminta kopi berbasis varietas, bukan hanya asal geografis. Maka, identifikasi dan pencatatan varietas menjadi bagian penting dari traceability ALKO.5. Identifikasi dan Label Varietas: Sistem ALKOALKO telah mengembangkan sistem identifikasi varietas di level petani: Setiap lot diberi label varietas, proses, dan lokasi kebun Varietas disertakan dalam QR Code traceability Pelatihan petani untuk mengenali morfologi varietas Penyesuaian SOP pascapanen berdasarkan varietas Contoh: Andungsari diproses dengan honey dan natural karena hasil cupping menunjukkan rasa optimal pada metode tersebut. 6. Pemilihan Varietas untuk Adaptasi IklimPerubahan iklim mendorong ALKO untuk melakukan seleksi varietas yang: Tahan suhu tinggi dan curah hujan ekstrem Beradaptasi dengan tanah vulkanik Kerinci Tidak mudah rontok saat hujan deras Cocok untuk tanam tumpangsari (kopi + pohon penaung) Varietas seperti Sigararutang dan P88 terbukti lebih tahan terhadap perubahan musim.7. Bank Genetik dan Nursery ALKOUntuk mendukung keberlanjutan, ALKO mendirikan nursery varietas unggul: Menyediakan bibit bersertifikat Menjalin kerja sama dengan Puslitkoka dan Litbang Kementan Mengembangkan sistem bank benih varietas lokal Menyiapkan distribusi varietas ke petani-petani baru Target: Menanam ulang 100.000 pohon kopi varietas unggul hingga 2026. 8. Integrasi Varietas dalam Sistem Traceability dan BrandingKeberadaan varietas menjadi elemen penting dalam: Label produk (contoh: “Kerinci Andungsari Natural 87.5”) Cupping deskripsi: memperjelas sumber rasa Penentuan harga: varietas eksotik bisa premium Strategi pemasaran: buyer spesifik mengejar varietas tertentu 9. Tantangan dan Solusi Pengelolaan VarietasTantangan: Campuran varietas dalam satu kebun Kurangnya dokumentasi varietas pada tingkat petani Varietas unggul sering kalah saing dengan bibit pasar umum Solusi ALKO: Pemetaan varietas per kebun dengan aplikasi mobile Labelisasi visual di nursery Pelatihan “mengenal varietas” untuk petani baru Pendekatan insentif berbasis varietas 10. Masa Depan: Menuju Kopi Single VarietasALKO mulai mempromosikan Single Varietas Lot: Lot mikro 30–100 kg dari satu varietas, satu proses, satu petani Menjawab permintaan pasar Eropa dan Jepang Memperkuat branding traceability dan keunikan cita rasa Penutup: Varietas Adalah Akar dari KeunikanSeperti anggur dalam wine, varietas kopi menentukan warna, aroma, dan rasa yang unik. Di tangan petani yang tepat dan proses yang sesuai, varietas unggul menjadi kunci bagi kopi Indonesia untuk bersinar di panggung dunia. ALKO Sumatra Kopi berkomitmen untuk menjaga, memperbanyak, dan memperkenalkan kekayaan varietas kopi dari tanah Sumatra.

Read More  

Admin Alko | 05/05/2025

Cupping dan Evaluasi Rasa: Standar Penilaian Specialty Coffee di ALKO Sumatra Kopi

PendahuluanBagaimana kita tahu sebuah kopi enak atau tidak? Bagaimana menentukan bahwa satu lot kopi bernilai jual lebih tinggi dibanding yang lain? Jawabannya terletak pada sebuah proses yang disebut cupping — seni dan sains mengevaluasi cita rasa kopi secara objektif. Di dunia specialty coffee, cupping bukan sekadar mencicipi, melainkan sistem penilaian yang terstandar secara global.Bab ini akan mengupas bagaimana ALKO Sumatra Kopi menerapkan cupping sebagai dasar evaluasi mutu, pembinaan petani, serta penentuan harga dan pasar. Cupping bukan hanya proses akhir, tetapi juga alat edukasi, jembatan komunikasi antara petani, koperasi, roaster, dan konsumen global.1. Apa Itu Cupping?Cupping adalah metode mencicipi kopi yang telah disangrai dan digiling dengan cara: Menyeduh bubuk kopi tanpa alat (hanya air panas) Mengendus aroma sebelum dan sesudah seduh Mencicipi dengan sendok khusus, menyeruput cepat (slurp) Menilai berdasarkan panduan skor SCA Tujuan utama cupping: Menilai mutu secara obyektif Menemukan karakter rasa unik (flavor notes) Menentukan skor specialty Membedakan kualitas antar lot atau proses 2. Panduan Penilaian SCA (Specialty Coffee Association)ALKO mengikuti form cupping resmi SCA dengan 10 komponen penilaian, masing-masing diberi nilai 6.00 – 10.00: Komponen Penjelasan Fragrance/Aroma Bau kopi sebelum dan sesudah seduh Flavor Kombinasi rasa dan aroma saat dicicip Aftertaste Rasa yang tersisa setelah minum Acidity Keasaman alami kopi, bukan rasa asam buruk Body Kesan berat dan tekstur di mulut Balance Harmoni antara rasa, asam, dan body Uniformity Konsistensi rasa di semua cangkir Clean Cup Tidak ada rasa asing atau cacat Sweetness Kemanisan alami kopi Overall Kesan keseluruhan cupping Total skor ≥ 80 = masuk kategori specialty coffee. 3. Prosedur Cupping di ALKO Sumatra Kopi Sampel Sangrai Roasting dengan profil light (Agtron 65–70) untuk mengeluarkan karakter asli Disangrai oleh Q Grader bersertifikat Grinding dan Dosis Ukuran grind medium-coarse (seperti garam kasar) Rasio standar: 8.25 gram kopi per 150 ml air Penyeduhan Air suhu 93–96°C Didiamkan 4 menit sebelum "breaking the crust" Slurp cepat, kuat, untuk sebaran aroma ke seluruh rongga mulut Form Penilaian Setiap panelis mengisi secara independen Skor dihitung rata-rata untuk hasil akhir Diberi kode lot, proses, varietas, dan lokasi 4. Peran Q Grader di ALKOQ Grader adalah “sommelier”-nya dunia kopi. Mereka memiliki: Sertifikasi dari CQI (Coffee Quality Institute) Kemampuan sensorik terlatih Standar obyektif yang konsisten 5. Cupping sebagai Alat Edukasi PetaniALKO mengundang petani ikut serta dalam sesi cupping, dengan pendekatan: Farmer Cupping Day: Petani mencicipi kopi hasil kebunnya Blind Tasting: Petani menilai tanpa tahu asal biji Feedback Terbuka: Diskusi rasa dan teknik proses Skor vs Harga: Hubungan nilai sensorik dengan insentif harga Contoh implementasi: Lot dari Kelompok Tani Horti Tani mendapat skor 85.5 → insentif Rp X/kg lebih tinggi dibanding lot 82.0. 6. Menyusun Profil Rasa untuk BuyerCupping juga berfungsi menyusun flavor notes dan deskripsi sensorik untuk eksportir dan roaster.Contoh: Lot ANA-B12 Kerinci, Anaerobik Natural Skor: 87.00 Flavor Notes: Raspberry, dark chocolate, rose florals Body: Silky, Acidity: Winey Roaster Notes: Best for single origin pour over Deskripsi ini menjadi dasar katalog kopi specialty ALKO yang ditawarkan ke buyer Jepang, Korea, Eropa, hingga Amerika Serikat.7. Menghindari Bias dan StandarisasiALKO menjaga objektivitas cupping dengan: Panel cupping campuran: internal, eksternal, buyer Kode buta (blind codes) di setiap lot Cupping ulang sebelum ekspor Kalibrasi Q Grader setiap 3 bulan 8. Cupping Score dan Harga Kopi Skor cupping berbanding lurus dengan nilai jual kopi specialty. Skor Cupping Kategori Dampak Harga 80.00–82.99 Entry Specialty Naik 10–20% dari harga pasar 83.00–85.99 Premium Specialty Naik 30–50% 86.00+ Exceptional Naik 70–100%+ 88.00+ Competition Grade Dilelang, bisa naik >200% Contoh penerapan: Lot Honey dari Lempur dengan skor 85.75 dikunci buyer Jepang dengan premi harga Lot Natural Anaerobik Kerinci (87.25) dibeli oleh roaster di Berlin 9. Kolaborasi Cupping dengan BuyerALKO membuka Open Cupping untuk buyer dan mitra eksportir: Sesi cupping rutin sebelum kontrak Custom cupping session: buyer memilih lot berdasarkan rasa Cupping report: dikirim bersama setiap shipment 10. Digitalisasi Skor dan TransparansiMelalui sistem digital ALKO, setiap lot memiliki: ID Lot Proses Varietas Skor cupping Profil rasa Lokasi kebun QR Code untuk transparansi buyer Penutup: Cupping Sebagai Bahasa Kopi DuniaCupping adalah cara kopi “berbicara.” Di balik setiap rasa fruity, floral, atau chocolatey, ada cerita panjang tentang kebun, petani, proses, dan komitmen pada kualitas. ALKO Sumatra Kopi menjadikan cupping bukan hanya alat penilaian, tetapi jembatan keadilan antara kerja keras petani dan selera konsumen dunia.

Read More  

Admin Alko | 05/05/2025

Kopi ALKO Hadir di Coffee Expo Guangzhou 2025: Menjembatani Kopi ASEAN dan Pasar Tiongkok Melalui Inovasi Traceability

Guangzhou, 20 April 2025 — PT ALKO Sumatra Kopi dengan bangga berpartisipasi dalam ajang Coffee Expo Guangzhou 2025, sebuah perhelatan internasional yang diselenggarakan oleh ASEAN Coffee Federation (ACF) untuk memperkuat kerja sama regional dan menjembatani hubungan dagang kopi antara ASEAN dan Tiongkok. ACF sendiri adalah organisasi nirlaba yang berdiri sejak 2010 dan berperan sebagai wadah dialog, pengembangan kapasitas, dan promosi pasar bagi pelaku industri kopi di kawasan ASEAN, mulai dari petani, pengolah, pemanggang, hingga eksportir.Sebagai bagian dari komunitas kopi ASEAN yang dinamis, PT ALKO Sumatra Kopi mempersembahkan pendekatan berbasis inovasi, keberlanjutan, dan transparansi. Didirikan pada tahun 2019, ALKO mengelola dan memperdagangkan kopi spesialti dan premium ke pasar global dengan dukungan Koperasi Petani Alam Korintji, yang menaungi lebih dari 9.000 petani di atas lahan seluas 13.710 hektare. ALKO telah menerapkan sistem traceability berbasis blockchain dan geospasial yang memungkinkan setiap produk kopi dilacak hingga ke titik GPS kebun dan profil petani—aksesible melalui QR code di kemasan.Mengusung Model Ekspor Hijau dan Bertanggung JawabSistem keterlacakan ALKO yang dimulai sejak 2019 ini tidak hanya meningkatkan transparansi rantai pasok, tetapi juga memastikan kepatuhan terhadap berbagai regulasi perdagangan internasional seperti EU Deforestation Regulation (EUDR). Dengan dokumentasi legalitas lahan dan audit lingkungan yang ketat, ALKO menjadi pelopor dalam ekspor kopi Indonesia yang berwawasan lingkungan.Menatap Pasar Tiongkok: Kolaborasi untuk Pertumbuhan BersamaSaat ini, ALKO telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 100 pemanggang lokal dan 50+ mitra internasional di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Timur. Kehadiran di Guangzhou menjadi momentum untuk memperluas penetrasi pasar ke Tiongkok melalui pendekatan kolaboratif yang mengedepankan jejak karbon rendah, keadilan petani, dan efisiensi distribusi. Di tengah geliat industri kopi Tiongkok yang berkembang pesat, ALKO siap membangun jembatan perdagangan dan teknologi antara komunitas kopi ASEAN dan pasar Tiongkok.Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Puput Sari Puspita Project Manager PT ALKO Sumatra Kopi 📞 +62 812 8883 5003 📧 info@alko.id 🌐 www.alko.id Tentang PT ALKO Sumatra Kopi Didirikan pada 2019, PT ALKO Sumatra Kopi adalah eksportir kopi spesialti asal Kerinci, Sumatera Barat, yang mengusung prinsip keberlanjutan, keterlacakan, dan perdagangan adil. Bersama Koperasi Alam Korintji, ALKO mendampingi lebih dari 9.000 petani dan mengembangkan sistem traceability berbasis blockchain untuk menjamin kualitas dan transparansi produk. ALKO telah mengekspor kopi ke lebih dari 10 negara, dan terus memperluas pasar ke Tiongkok serta kawasan ASEAN. Tentang ASEAN Coffee Federation (ACF) ACF adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada 2010 oleh asosiasi kopi nasional negara-negara ASEAN. Bertujuan memperkuat kualitas kopi regional dan menjalin kerja sama lintas negara, ACF memfasilitasi dialog, pelatihan, serta pengembangan pasar. Dalam Coffee Expo Guangzhou, ACF mempertemukan komunitas kopi ASEAN dan Tiongkok dalam upaya membangun kolaborasi berkelanjutan dan pertumbuhan bersama industri kopi regional.

Read More  

Admin Alko | 03/05/2025

PT ALKO Sumatra Kopi Kunjungi Kantor Pusat Royal Coffee di AS: Perkuat Kemitraan Kopi Kerinci, Inovasi Traceability, dan Pemberdayaan Perempuan

Emeryville, California – April 2025 Sebagai bagian dari upaya memperluas kemitraan strategis dalam industri kopi spesialti global, delegasi dari PT ALKO Sumatra Kopi melakukan kunjungan resmi ke kantor pusat Royal Coffee, Inc. di Emeryville, California, Amerika Serikat. Delegasi ini dipimpin oleh CEO Suryono dan disambut hangat oleh Bob Fulmer, pendiri Royal Coffee, serta Max Fulmer, CEO saat ini, bersama tim manajemen mereka.Kunjungan ini menandai babak baru kolaborasi antara dua pelaku penting dalam rantai pasok kopi global. Kerinci, daerah yang terletak di kaki Gunung Kerinci, dikenal sebagai salah satu penghasil kopi Arabika terbaik di Indonesia. Kolaborasi antara ALKO dan Royal Coffee bertujuan untuk menghadirkan kopi Kerinci ke lebih banyak pasar premium di Amerika dan dunia."Pertemuan ini bukan sekadar transaksi dagang. Ini adalah langkah konkrit membangun ekosistem kopi berkelanjutan yang inklusif, memberdayakan petani, dan menjamin kualitas dari hulu ke hilir," ujar Suryono.Royal Coffee menegaskan kembali komitmennya untuk menyerap hingga 60% dari total produksi kopi ALKO sepanjang tahun 2024 dan awal 2025. Dengan dukungan ini, ALKO menargetkan peningkatan produksi sebesar 30% melalui ekspansi lahan, peningkatan kapasitas paska panen, dan pelatihan petani.Max Fulmer menambahkan, "Kami melihat peningkatan kualitas dari tahun ke tahun dari kopi Kerinci. Kami tidak hanya membeli kopi, tapi berinvestasi dalam komunitas yang memproduksinya."Dalam sesi diskusi, kedua pihak membahas pentingnya sistem traceability atau keterlacakan asal-usul kopi. Royal Coffee menggarisbawahi kebutuhan konsumen di Amerika terhadap informasi yang transparan, mulai dari lokasi kebun hingga praktik pertanian.Menanggapi hal ini, ALKO mempresentasikan inovasi sistem digital berbasis aplikasi sederhana yang dapat digunakan oleh petani secara langsung. Sistem ini memungkinkan pencatatan lokasi kebun, tanggal panen, transaksi, dan data penting lainnya secara real-time dan transparan."Kami ingin ALKO menjadi pionir digitalisasi kopi Indonesia. Sistem ini mudah digunakan, murah, dan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen di pasar global," kata Bob Fulmer.Tidak hanya dari sisi teknologi, ALKO juga menonjolkan komitmennya pada pemberdayaan perempuan. Di berbagai desa di Kerinci, ALKO membentuk kelompok perempuan tani yang berperan aktif dalam proses panen, sortasi, dan pengolahan kopi. Royal Coffee menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungannya terhadap pengembangan lot khusus kopi perempuan."Perempuan memainkan peran penting dalam rantai nilai kopi, dan mendukung mereka adalah investasi untuk masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan," tambah Max Fulmer.Ke depan, kolaborasi strategis ini akan difokuskan pada: Pengembangan produk bernilai tambah seperti kopi perempuan, kopi organik, dan kopi hutan Promosi kopi Kerinci di ajang-ajang kopi internasional Penyusunan program pelatihan lanjutan untuk petani dan pemuda desa Peningkatan infrastruktur produksi dan logistik di Kerinci Tentang PT ALKO Sumatra Kopi PT ALKO Sumatra Kopi adalah perusahaan kopi berbasis di Kerinci, Sumatera Barat, yang fokus pada produksi dan ekspor kopi spesialti berkelanjutan. ALKO bekerja langsung dengan petani melalui pendekatan koperasi, pelatihan teknis, dan digitalisasi rantai pasok.About Royal Coffee, Inc. Royal Coffee is a California-based specialty coffee importer founded in 1978. The company is known for its commitment to high quality, long-term relationships with producers, and sustainable trade practices. Kopi bukan hanya komoditas. Ia adalah jembatan budaya, alat diplomasi, dan simbol kolaborasi global. Dari lereng Gunung Kerinci hingga meja kafe di San Francisco, setiap cangkir kopi membawa cerita perjuangan, inovasi, dan harapan masa depan yang lebih baik.

Read More  

Admin Alko | 01/05/2025

Proses Pascapanen Specialty Coffee: Mengubah Biji Menjadi Cita Rasa Bernilai Tinggi

PendahuluanDi dunia kopi specialty, proses pascapanen bukan sekadar tahap setelah panen — ia adalah transformasi. Biji kopi yang sama, dengan varietas dan lokasi yang sama, dapat menghasilkan rasa yang sepenuhnya berbeda hanya karena cara prosesnya. Inilah seni dan sains dari dunia kopi specialty: bagaimana kita memperlakukan biji setelah dipetik akan menentukan kualitas, kompleksitas, dan harga jual akhir.Bab ini akan membahas secara mendalam berbagai jenis proses kopi, kelebihan dan tantangannya, serta bagaimana ALKO Sumatra Kopi menerapkannya secara terukur dan transparan untuk menciptakan kopi bernilai tinggi dari Sumatra.1. Apa Itu Proses Pascapanen dalam Kopi?Proses pascapanen adalah tahap dari buah kopi merah yang dipetik hingga menjadi green bean kering siap sangrai. Tujuan utama proses ini adalah: Memisahkan kulit, daging buah, dan lendir dari biji Fermentasi terkontrol untuk membentuk rasa Pengeringan untuk menurunkan kadar air hingga 10–12% Namun dalam specialty coffee, tujuan tambahannya adalah menciptakan karakter rasa unik, meningkatkan nilai jual, dan mengontrol kualitas secara presisi.2. Jenis-Jenis Proses Kopi Specialtya. Washed (Full Wash) Buah dikupas, lendir difermentasi dan dicuci bersih, lalu dikeringkan. Karakter rasa: bersih, terang, keasaman kompleks Cocok untuk: varietas dengan keasaman tinggi (Andungsari, Typica) b. Natural (Dry Process) Buah dikeringkan utuh tanpa dikupas terlebih dahulu. Karakter rasa: fruity, manis, body tebal Cocok untuk: iklim panas dan varietas manis c. Honey Process Buah dikupas kulit merahnya, tapi lendirnya tidak dicuci. Karakter rasa: balance antara natural dan washed, manis lembut Jenis: Yellow, Red, Black Honey (berdasarkan jumlah lendir dan durasi kering) d. Anaerobic Fermentation Biji difermentasi dalam tangki tertutup tanpa udara (anaerob). Karakter rasa: kompleks, winey, eksotis Butuh kontrol suhu dan pH ketat e. Carbonic Maceration Terinspirasi dari fermentasi anggur di Prancis. Buah utuh difermentasi dalam CO₂ pressure tank. Hasil: rasa sangat kompleks dan eksperimental f. Wet Hulled (Giling Basah) Proses khas Indonesia: pengupasan biji saat masih basah. Karakter: earthy, bold, rempah kuat Populer di Sumatra (Gayo, Kerinci) karena iklim lembab 3. Pengaruh Proses Terhadap Rasa Proses Rasa Dominan Kelebihan Risiko Washed Citrus, floral Clean cup, ringan Harus air bersih & kontrol ketat Natural Berry, winey Manis alami, kompleks Risiko over-ferment Honey Cokelat, karamel Body lembut, manis stabil Rentan jamur saat kering Anaerobic Tropical, fermented Unik dan premium Butuh fasilitas fermentasi Carbonic Mac. Floral eksotik, spice Super kompleks dan inovatif Mahal dan butuh kontrol total Wet Hulled Earthy, bold, herbal Cocok untuk pasar tradisional Tidak cocok untuk scoring specialty 4. Model Proses Specialty di ALKO Sumatra Kopia. Seleksi Bahan Baku Hanya ceri merah 95% ke atas Ceri ditimbang, disortir air, dan diproses maksimal 6 jam setelah panen b. Fermentasi Terukur ALKO menggunakan tangki stainless 500 L dan 1000 L pH, suhu, dan waktu dicatat harian Proses anaerobik diukur dengan sensor CO₂ c. Pengeringan Presisi Bed drying selama 12–25 hari Kelembapan udara dan suhu tercatat Diakhiri dengan resting (reposo) minimal 1 bulan sebelum cupping 5. Inovasi ALKO: Specialty Lab & Micro-lot ExperimentsALKO membangun micro-lot processing lab untuk eksperimen proses di level kebun. Ini mencakup: Fermentasi Anaerobik dengan buah kopi utuh Proses Natural Gula Aren (infus lokal) Honey process dengan kontrol berat lendir Kolaborasi dengan roaster Eropa dan Jepang untuk uji rasa 6. Tantangan di Lapangan Masalah Solusi ALKO Cuaca lembab saat pengeringan Rumah bed drying tertutup dan pemanas surya Petani mencampur proses Pelabelan lot dan logistik ketat Tidak ada fasilitas fermentasi Fermentasi kolektif koperasi Perubahan rasa antar musim Kalibrasi terus-menerus dengan Q Grader 7. Edukasi Petani tentang ProsesALKO menyelenggarakan: Pelatihan proses bagi petani dan kelompok tani Simulasi wet dan dry processing Kontes cuping antar petani (Farmer’s Cup Challenge) Sistem insentif berdasarkan nilai cuping: makin tinggi skor, makin tinggi insentif 8. Dampak Proses terhadap Skor dan HargaSpecialty coffee dinilai berdasarkan skor SCA. Proses yang baik bisa menaikkan skor dari 82 menjadi 86+. Misalnya: Lot Varietas Proses Skor Pasar A1 Andungsari Anaerobik Natural 87.25 Jepang B3 Sigararutang Honey 85.75 Jerman C5 Ateng Super Washed 83.50 Lokal Horeka 9. Rekomendasi Proses Berdasarkan Wilayah dan Cuaca Wilayah Proses Utama Alternatif Musiman Kayu Aro (1.500 mdpl) Natural / Anaerobic Honey saat musim hujan Siulak & Gunung Tujuh Washed Natural untuk high body Lempur & Pelompek Wet Hulled Honey / Fullwash kolektif Penutup: Proses Adalah Identitas RasaProses bukan sekadar tahapan teknis — ia adalah bagian dari cerita kopi yang akan dinikmati konsumen. Di tangan yang tepat, proses pascapanen bisa menjadi pembeda antara kopi biasa dan kopi luar biasa. ALKO Sumatra Kopi percaya bahwa dengan sains, keterampilan, dan kemitraan dengan petani, proses adalah alat untuk keadilan nilai dan ekspresi rasa terbaik dari Sumatra.

Read More  

Admin Alko | 30/04/2025

PT Alko Sumatra Kopi Tandatangani Kontrak Ekspor USD 1,9 Juta di AS

Houston, 27 April 2025 - PT Alko Sumatra Kopi berhasil menandatangani kontrak ekspor senilai USD 1,9 juta dengan importir kopi asal Amerika Serikat, Aung Nay Lin Htun Co., Ltd., dalam ajang Specialty Coffee Expo 2025 di Houston, Texas. Penandatanganan kontrak ini disaksikan langsung oleh Atase Perdagangan KBRI Washington DC.Kontrak ini mencakup pengiriman kopi spesialti asal Kerinci, Sumatra, dengan sistem traceability berbasis blockchain untuk periode April 2025 hingga April 2026. Nilai kontrak setara dengan Rp30,4 miliar (kurs Rp16.000 per USD).Direktur Utama PT Alko Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kontrak ini menjadi bukti kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas kopi Indonesia. "Kami bangga bisa membawa kopi Kerinci yang berkualitas tinggi ke pasar global," ujarnya.Ngwe Yun, CEO Aung Nay Lin Htun Co., Ltd. menyatakan antusiasmenya terhadap kerja sama ini. "Kopi dari Kerinci memiliki cita rasa unik yang sangat cocok dengan selera pasar Amerika," katanya.Keunikan kerja sama ini terletak pada penerapan teknologi blockchain yang memungkinkan pelacakan asal-usul kopi secara digital dari petani hingga ke konsumen. Sistem ini menjamin transparansi dan kualitas produk.Atase Perdagangan KBRI Washington DC, Raniya Kusumadewi, mengapresiasi pencapaian ini. "Ini membuktikan kopi Indonesia mampu bersaing di pasar global. Kami akan terus mendukung ekspor produk unggulan Indonesia," ucapnya.Kopi Kerinci yang akan diekspor memiliki skor di atas 86 menurut standar Specialty Coffee Association, dengan karakteristik rasa yang khas berupa paduan aroma bunga jeruk dan coklat hitam.Dengan kontrak ini, PT Alko Sumatra Kopi semakin memperkuat posisinya sebagai eksportir kopi spesialti terkemuka dari Indonesia di pasar internasional. Perusahaan menargetkan peningkatan volume ekspor sebesar 30% pada tahun 2026.

Read More  

Admin Alko | 28/04/2025

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.