Blog

Scroll Down

Info seputar pengetahuan petani, perkopian hingga tips menarik untuk anda

Menhut dan Ketua Komisi IV Luncurkan Ekspor Perdana Kopi KUPS ke Dubai, ALKO Perkuat Ekosistem dan Traceability

sumber foto : https://www.instagram.com/p/DLK82w4yxlV/?img_index=6&igsh=MTJxb20yNDFiaGNmcA==LIMA PULUH KOTA, SUMBAR — 21 Juni 2025 Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Ph.D. dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto resmi melepas ekspor perdana kopi dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) ke Uni Emirat Arab, dalam pembukaan acara Gelar Karya Perhutanan Sosial Proyek SSF bertema “Aka Basamo” di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (21/6/2025).Ekspor ini merupakan hasil kolaborasi antara KUPS SSF, koperasi petani ALKO Sumatra Kopi, dan mitra dagang dari Timur Tengah Greenlot Coffee, dengan total volume ekspor mencapai 19 ton, terdiri dari: 8 ton kopi robusta dari KUPS SSF (Kabupaten Lima Puluh Kota) 1 ton robusta dari petani Lampung Selatan 10 ton arabika dari Kerinci Kopi akan dikirim melalui Pelabuhan Belawan, Medan pada 29 Juni 2025, menyesuaikan jalur pengiriman yang diinginkan buyer.Jawab Tantangan EUDR: Kopi KUPS Gunakan Traceability DigitalEkspor kopi KUPS ini dilengkapi sistem traceability berbasis blockchain melalui platform QThingX, yang memungkinkan pelacakan penuh terhadap asal-usul kopi, dari kebun hingga pengapalan, serta memenuhi standar ketelusuran European Union Deforestation Regulation (EUDR).🔗 Lihat sistem traceability kopi eksporALKO Bangun Ekosistem Kopi Perhutanan Sosial Berbasis DigitalSebagai mitra dagang dan penggerak hilirisasi kopi rakyat, ALKO menjalankan peran penting dalam mendampingi petani hutan, membangun sistem pengumpulan dan logistik berbasis koperasi, serta membina kolektor lokal seperti Ahamda Yezindra dan Arsyad untuk menjadi jembatan antara petani dan pasar global.Dengan dukungan sistem keterlacakan digital, ALKO memperkuat integrasi produksi, standar mutu, dan transparansi rantai pasok kopi berbasis masyarakat.Perhutanan Sosial Jadi Proyek Strategis NasionalDalam sambutannya, Menhut Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Perhutanan Sosial kini kembali masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah telah membuka akses kelola hutan seluas 8,3 juta hektare kepada 1,4 juta keluarga, menciptakan peluang ekonomi baru tanpa mengorbankan kelestarian.Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyampaikan dukungan penuh parlemen terhadap Perhutanan Sosial melalui berbagai kebijakan lintas sektor, termasuk Permentan No. 4 Tahun 2025, yang memasukkan petani hutan sebagai penerima subsidi pupuk nasional.Gelar Karya Aka Basamo: Bukti Nyata Konservasi dan Kesejahteraan RakyatKegiatan Gelar Karya Perhutanan Sosial SSF ini dihadiri oleh jajaran kementerian, anggota DPR RI, pemerintah daerah, pelaku usaha, mitra pembangunan, serta masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.Turut hadir dalam acara: Raja Juli Antoni, Ph.D. – Menteri Kehutanan Siti Hediati Soeharto – Ketua Komisi IV DPR RI Vasko Rusemy, ST – Wakil Gubernur Sumatera Barat Safni – Bupati Lima Puluh Kota Festival ini menjadi momentum kolaborasi dan pembuktian bahwa ekosistem kopi rakyat, konservasi, dan akses pasar global dapat bersatu dalam satu sistem yang adil dan berkelanjutan.Tentang ALKOALKO Sumatra Kopi adalah koperasi pelopor rantai pasok kopi rakyat berbasis Perhutanan Sosial. Fokus ALKO adalah pada kualitas, ketelusuran, dan kemitraan strategis dengan petani dan kolektor lokal untuk menjangkau pasar global.Tentang Greenlot CoffeeGreenlot Coffee adalah perusahaan berbasis di Uni Emirat Arab yang mendukung perdagangan kopi berkelanjutan dari Indonesia dan kawasan ASEAN dengan pendekatan traceability dan transparansi digital.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2025

"Dari Kerinci ke Da Lat: ALKO Antar Petani Menembus Batas, Belajar dari Vietnam untuk Masa Depan Kopi Indonesia"

Sebagai wujud nyata hilirisasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani kopi, Koperasi ALKO Sumatra melaksanakan program pelatihan lapangan bertajuk “Coffee Farmers Go Global”. Kegiatan ini mengantar langsung para petani anggota koperasi ke pusat produksi kopi dunia — Da Lat, Vietnam — pada 17–20 Juni 2025, untuk belajar dari praktik terbaik dan menjalin kemitraan strategis lintas negara.Program ini merupakan bagian dari visi besar ALKO untuk menjadikan petani sebagai pelaku utama dalam transformasi sektor kopi, dari hulu ke hilir, dan dari lokal ke global. Rangkaian kegiatan dalam program ini meliputi:1. Elon Farm – Robusta Modern dari Petani Milenial VietnamElon Farm, milik Jenny LE Thao, adalah kebun kopi robusta seluas 12 hektare yang diolah bersama kelompok petani sekitar Thanh Pho Da Lat – Lam Dong, dengan rata-rata produksi green bean mencapai 50 ton per tahun. Kelompok ini telah dilengkapi fasilitas pengolahan kopi modern dan mekanis — dari pencucian, hulling, hingga pengemasan. Petani ALKO belajar langsung mengenai efisiensi produksi, pengelolaan kelompok tani, dan manajemen pascapanen yang berstandar ekspor.2. Thy Thy Farm – Kebun Arabika Berbasis KomunitasDikelola oleh kelompok petani muda, Le Ngoc Thy merupakan contoh sukses pengembangan kopi arabika berbasis komunitas. Kebun ini pernah mendapatkan dukungan dari NGO internasional untuk pengembangan varietas arabika unggul. Dengan populasi 2.300 batang per hektare, produksi rata-ratanya mencapai 4 ton green bean per hektare, menjadikannya model kebun produktif yang efisien dan berkelanjutan.3. Kunjungan ke Lokasi Pembibitan Kopi BersertifikatPetani ALKO juga mengunjungi lokasi pembibitan bersertifikat yang dikelola oleh EAKMAT Tay Nguyen, lembaga resmi di bawah otoritas pertanian Vietnam yang mengeluarkan benih kopi legal dan unggul. Di sini, peserta mempelajari proses legalisasi benih, seleksi varietas, serta praktik pembibitan profesional yang bisa diadopsi dalam sistem pertanian kopi di Indonesia.ALKO Dorong Kolaborasi dan Penguatan SDM PetaniMelalui program ini, ALKO menegaskan komitmennya untuk mendorong kolaborasi lintas negara dalam penguatan SDM petani kopi Indonesia. Tak hanya belajar, para petani juga membuka ruang kerja sama baru dengan petani milenial Vietnam seperti Jenny Le Thao dan Le Ngoc Thy, yang menyatakan kesiapan menjadi mitra ALKO di bidang: Adopsi sistem traceability berbasis blockchain, melalui platform digital QthingX. Pengembangan teknologi dan inovasi dalam produksi serta pemasaran kopi. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan kebun, pascapanen, hingga akses pasar global. Peserta Kegiatan: Kolaborasi Inklusif dari Hulu ke HilirPeserta kegiatan ini merupakan representasi dari seluruh ekosistem ALKO, yang terdiri dari: Pengurus Koperasi ALKO Sumatra Perwakilan petani binaan dari Lampung Perwakilan petani dari Limko Perwakilan petani dari Solok Selatan (Solsel) Perwakilan petani dari Kerinci Tim Internal Control System (ICS) dan Tim Agronomi ALKO Keberagaman latar belakang peserta memperkuat misi kolaborasi dan transfer pengetahuan yang merata di semua wilayah binaan ALKO di Indonesia.Langkah Strategis Menuju Kopi Berdaya Saing GlobalDengan semangat transformasi dan kolaborasi, program ini membuktikan bahwa petani Indonesia mampu bersaing dan berinovasi di tingkat global. ALKO percaya bahwa masa depan kopi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kualitas rasa, tetapi juga oleh kualitas SDM, kekuatan sistem, dan jejaring kemitraan global.Dari Kerinci ke Da Lat, dari petani untuk dunia. Inilah langkah konkret Koperasi ALKO membangun petani tangguh, berwawasan global, dan siap menghadapi tantangan industri kopi masa depan.

Read More  

Admin Alko | 19/06/2025

Ekspor Kopi Arabika Specialty Kerinci ke California, USA Berbasis Traceability Blockchain & Berlabel Organik – Mei 2025

Kerinci, 12 Juni 2025 – Ekspor perdana kopi Arabika Specialty dari Kerinci menuju California, Amerika Serikat resmi diberangkatkan pada Mei 2025. Pengiriman ini dilakukan oleh Koperasi ALKO Sumatra Kopi, menandai tonggak penting dalam upaya menembus pasar kopi premium dunia dengan pendekatan berkelanjutan, transparan, dan berbasis teknologi.Kopi yang dikirim merupakan produk organik berkualitas tinggi, hasil dari proses budidaya ramah lingkungan dan pascapanen yang ketat. Tak hanya unggul dari segi rasa, kopi ini juga dibekali dengan sistem traceability berbasis blockchain, melalui QThing-X Traceability Apps, yang memungkinkan konsumen menelusuri jejak kopi dari kebun hingga ke cangkir.Pengiriman ini dilakukan dari Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, menuju Royal Coffee USA, importir kopi specialty terkemuka di pasar Amerika.Ekspor ini merupakan hasil kolaborasi antara: ALKO Sumatra Kopi – sebagai produsen dan eksportir utama SABANI – sebagai mitra penjualan strategis QThing-X – sebagai penyedia sistem digital traceability Ketua Koperasi ALKO menyatakan: “Kami tidak hanya mengekspor kopi, tapi juga kepercayaan, keterbukaan, dan keberlanjutan. Bersama mitra kami, SABANI dan QThing-X, kami ingin memperlihatkan bahwa petani Indonesia siap bersaing di pasar global dengan pendekatan modern dan bertanggung jawab.” Konsumen dan mitra dagang kini bisa melacak: Asal-usul petani dan kebun Praktik pertanian organik yang digunakan Proses pascapanen Rantai distribusi Kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan Tentang ALKO Sumatra KopiALKO Sumatra Kopi adalah koperasi kopi berbasis di Kabupaten Kerinci, Jambi, yang berkomitmen pada pengembangan kopi specialty berkualitas tinggi dengan prinsip keadilan, keberlanjutan, dan teknologi digital. ALKO aktif memperluas jaringan petani dan pasar melalui kolaborasi nasional dan internasional.Narahubung Media: 📍 Puput Sari Puspita Project Manager – ALKO Sumatra Kopi 📞 +62 812 8883 5003 📧 info@alko.id 🌐 www.alko.id

Read More  

Admin Alko | 19/06/2025

Digitalisasi dan Traceability: Masa Depan Transparansi Kopi ALKO

Transparansi dalam rantai pasok kopi kini bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Konsumen global, khususnya dari Eropa, Jepang, dan Inggris, semakin menuntut kopi yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki jejak asal-usul yang jelas, ramah lingkungan, dan berpihak pada petani. Menyadari hal ini, ALKO membangun sistem digitalisasi dan traceability sebagai tulang punggung keberlanjutan dan kepercayaan pasar.Traceability bukan sekadar pelacakan lokasi kebun, tetapi mencerminkan komitmen ALKO terhadap kejujuran, keterbukaan, dan kualitas. Setiap biji kopi yang dipanen petani ALKO kini dapat ditelusuri asal-usulnya—dari petani, dusun, varietas, metode pengolahan, hingga tanggal panen. Sistem ini memperlihatkan bahwa kopi Kerinci yang dihasilkan adalah hasil kerja keras manusia dan alam yang selaras.Dengan dukungan sistem berbasis digital, ALKO mengembangkan dashboard traceability yang dapat diakses melalui website alko.id. Melalui fitur ini, buyer, mitra dagang, dan konsumen dapat melihat informasi penting terkait kopi: nama kelompok tani, ketinggian kebun, profil rasa, dan metode pasca panen. Ini bukan hanya bentuk transparansi, tapi juga penghormatan terhadap identitas dan kerja para petani.Di tingkat petani, pencatatan aktivitas budidaya, penggunaan pupuk, perlakuan terhadap tanaman, hingga waktu panen dilakukan secara sistematis dan digital. ALKO menyediakan pelatihan bagi para petani untuk mencatat dan mengelola data mereka melalui aplikasi berbasis smartphone maupun format manual yang terintegrasi ke sistem koperasi.Digitalisasi ini juga mendukung proses internal koperasi dalam pengambilan keputusan berbasis data. Tim ALKO dapat menganalisis tren produksi, penyakit tanaman, kebutuhan pelatihan, hingga efektivitas intervensi lapangan. Dengan data yang akurat dan real-time, program peningkatan mutu dapat dirancang secara lebih responsif dan tepat sasaran.Traceability juga memainkan peran penting dalam akses pasar global, khususnya setelah diberlakukannya kebijakan ketat seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR). Sistem pelacakan ALKO memungkinkan pengelompokan kebun bebas deforestasi, serta dokumen verifikasi yang dibutuhkan buyer internasional. Ini membuka peluang baru bagi ekspor kopi Kerinci ke pasar yang lebih luas.Bagi petani, sistem ini menjadi kebanggaan. Nama dan cerita mereka tidak lagi hilang dalam rantai distribusi panjang, melainkan menjadi bagian dari narasi produk. Dalam setiap kemasan kopi ALKO yang diekspor, terdapat tautan QR code yang mengarah ke profil petani dan kelompoknya. Hal ini meningkatkan nilai tambah dan membangun koneksi emosional antara konsumen dan produsen.Selain itu, ALKO mulai mengeksplorasi integrasi teknologi blockchain untuk memperkuat keamanan dan ketidakubahan data. Dengan sistem ini, setiap transaksi dan proses produksi yang tercatat tidak bisa dimanipulasi, memberikan jaminan yang lebih tinggi bagi pembeli global mengenai keaslian dan tanggung jawab produk kopi.Digitalisasi juga mendukung efisiensi dalam manajemen stok, logistik, dan pencatatan transaksi. Kopi dari setiap kelompok tani memiliki kode unik yang memudahkan pengelolaan dari gudang hingga pengiriman. Ini penting dalam menjaga konsistensi mutu dan mencegah pencampuran kopi dari sumber yang berbeda tanpa persetujuan.Langkah ALKO ini juga menjadi bagian dari pendidikan digital bagi komunitas. Generasi muda petani mulai terlibat sebagai operator traceability, data manager desa, dan fasilitator pelatihan digital. Inilah bentuk nyata regenerasi petani berbasis teknologi, dengan semangat inovatif dan adaptif terhadap tantangan zaman.Dengan sistem traceability yang kuat dan digitalisasi koperasi yang terus diperbarui, ALKO memastikan bahwa setiap cangkir kopi yang dinikmati pelanggan dunia membawa kisah yang jujur, berkualitas, dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 18/06/2025

ALKO Akademi Gelar Cuping Fun di Pasar Pagi Mangga Dua, Perkenalkan Kopi Kerinci ke Roastery dan Café

Jakarta – ALKO Akademi kembali berinovasi dalam memperluas jangkauan kopi berkualitas dari Kerinci melalui kegiatan “Cuping Fun” yang digelar di Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif promosi kopi produksi ALKO, khususnya untuk memperkenalkannya langsung kepada pelaku industri kopi seperti roastery dan café.Acara yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini menghadirkan beragam varian kopi arabika dari lereng Gunung Kerinci, yang diproses secara hati-hati oleh para petani binaan ALKO. Para peserta berkesempatan mencicipi cita rasa unik kopi Kerinci melalui sesi cupping (uji cita rasa kopi) yang dipandu oleh tim barista dan trainer dari ALKO Akademi.“Tujuan utama kami adalah mendekatkan kopi produksi petani Kerinci dengan para pelaku industri kopi di perkotaan. Lewat cupping ini, mereka bisa merasakan sendiri kualitas dan karakteristik khas dari kopi kami,” ujar Suryono, Direktur ALKO.Selain memperkenalkan produk, acara ini juga menjadi ajang berbagi pengetahuan. Dalam kesempatan yang sama, ALKO Akademi mengumumkan program pelatihan barista dasar (basic barista training) yang akan diadakan secara rutin. Program ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mempelajari dasar-dasar menyeduh kopi, mengenal karakter biji kopi, hingga teknik cupping.“Kami ingin membangun ekosistem kopi yang tidak hanya berfokus pada produk, tapi juga pada pengembangan sumber daya manusianya. Lewat pelatihan rutin ini, kami berharap bisa mencetak lebih banyak barista andal, khususnya dari kalangan muda,” tambahnya.Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, ALKO Akademi terus berkomitmen untuk mengangkat potensi kopi Kerinci sekaligus membangun keterampilan praktis bagi generasi baru pelaku industri kopi.

Read More  

Admin Alko | 15/06/2025

ALKO Academy: Membangun Literasi dan Regenerasi Petani Kopi Kayu Aro

Dalam ekosistem kopi berkelanjutan, investasi terbesar bukan hanya pada kebun atau mesin pengolahan, melainkan pada manusia. Di sinilah peran strategis ALKO Academy menjadi pusat dari upaya ALKO dalam memperkuat kapasitas petani, membangun generasi penerus, dan menciptakan budaya belajar yang dinamis dalam komunitas kopi di Kayu Aro.ALKO Academy didirikan dengan keyakinan bahwa petani bukan sekadar produsen hasil tani, tetapi aktor utama perubahan yang harus diperlengkapi dengan pengetahuan, keterampilan, dan kepemimpinan. Kurikulum yang dikembangkan dirancang kontekstual, mencakup aspek budidaya kopi, pasca panen, organisasi koperasi, ekologi, hingga digitalisasi dan traceability.Pelatihan dilakukan secara bertahap dan berjenjang. Dimulai dari Sekolah Lapang Petani di tingkat dusun, lalu berlanjut ke pelatihan regional, hingga program sertifikasi yang terintegrasi dengan lembaga profesi terkait. ALKO mendorong agar setiap petani memiliki Sertifikasi Kompetensi Kopi, termasuk dalam bidang budidaya, pasca panen, dan mutu produk. Ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme, tapi juga menjadi modal untuk daya saing pasar global.Salah satu fokus penting ALKO Academy adalah regenerasi petani muda. Melalui program “Petani Muda Berdaya”, anak-anak petani dan remaja lokal dilibatkan dalam kegiatan pertanian kopi sejak usia sekolah. Mereka tidak hanya belajar bertani, tetapi juga terpapar pada teknologi pertanian, storytelling kopi, hingga pemasaran digital. Dengan ini, ALKO membentuk generasi yang tidak hanya mau bertani, tapi bangga menjadi petani.Pengajaran tidak bersifat satu arah. ALKO menerapkan pendekatan participatory learning, di mana petani menjadi subjek pembelajar aktif, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Di banyak sesi, para petani senior yang telah sukses diberi ruang untuk menjadi fasilitator lokal, memperkuat rasa kepemilikan dan kebersamaan.Dalam beberapa tahun terakhir, ALKO Academy juga memperluas jejaringnya dengan sekolah, pesantren, dan lembaga vokasi setempat. Program magang, studi lapangan, hingga unit usaha siswa berbasis kopi mulai berkembang, membuka jembatan antara pendidikan formal dan dunia nyata petani.ALKO Academy juga menjadi tulang punggung dalam membangun literasi digital petani. Petani diajarkan cara mencatat produksi, input pertanian, serta progres tanam secara digital melalui sistem manajemen internal yang terhubung dengan situs resmi ALKO (alko.id). Ini menjadi landasan kuat bagi sistem traceability dan transparansi ALKO secara keseluruhan.Selain aspek teknis, pembelajaran di ALKO Academy juga menyentuh aspek etika, kepemimpinan lokal, dan keorganisasian koperasi. Petani diajak memahami hak dan tanggung jawab sebagai bagian dari koperasi, termasuk bagaimana mengambil peran dalam musyawarah, pengambilan keputusan kolektif, dan mengawasi jalannya program secara demokratis.Dalam dunia kopi yang terus berubah, keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh kualitas biji kopi, tetapi oleh kualitas manusianya. Dengan semangat “Petani Belajar Sepanjang Hayat”, ALKO Academy telah menjadi laboratorium sosial tempat tumbuhnya pemimpin tani masa depan.

Read More  

Admin Alko | 15/06/2025

ALKO Sumatra Silaturahmi dengan Bupati Limapuluh Kota: Siap Kembangkan Kawasan Kopi dan Dukung Ekspor

Limapuluh Kota, 10 Juni 2025 — PT ALKO Sumatra International melakukan silaturahmi strategis dengan Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, untuk membahas pengembangan kawasan kopi arabika dan robusta di wilayah Limapuluh Kota. Pertemuan ini menjadi tonggak awal kolaborasi multipihak dalam mengangkat potensi kopi lokal ke pasar ekspor.Hadir dalam pertemuan ini CEO ALKO, Suryono; Direktur IT dan Hubungan Internasional ALKO, Pebriyansah; serta Prof. Dr. Rince Alfi Fadri, Guru Besar Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang juga merupakan Advisor ALKO.Dalam kesempatan tersebut, ALKO menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra offtaker bagi kopi arabika dan robusta dari Limapuluh Kota, sekaligus mengembangkan kawasan kopi berkelanjutan yang berbasis pada pemberdayaan petani dan peningkatan kualitas produk.Pebriyansah menyampaikan pentingnya langkah awal berupa pemetaan potensi dan penetapan kawasan kopi unggulan. “Kami mendorong adanya pemetaan yang komprehensif serta penetapan kawasan potensial untuk kopi arabika dan robusta di Kabupaten Limapuluh Kota, sebagai dasar bagi pengembangan yang terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.Sementara itu, Prof. Rince Alfi Fadri menegaskan dukungannya terhadap tata kelola riset dan pengembangan kawasan.“Kami mendukung penuh tata kelola riset dan industri potensi kopi, serta pengembangan kawasan kopi di Kabupaten Limapuluh Kota. Ke depan, ALKO akan memulai ekspor produk kopi robusta dari daerah ini,” ungkapnya.CEO ALKO, Suryono, menambahkan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari visi besar untuk menjadikan Sumatera Barat sebagai salah satu sentra kopi berkualitas di Indonesia. “Kami melihat Limapuluh Kota memiliki potensi besar, dan kami siap berkolaborasi secara konkret dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan,” ujarnya.Bupati H. Safni menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah. Ia menyebut kolaborasi ini sejalan dengan arah pembangunan pertanian berbasis komoditas unggulan di Limapuluh 

Read More  

Admin Alko | 11/06/2025

CEO Aung Nay Lin Htun Co., Ltd Kunjungi Kerinci, Realisasikan Kontrak Pembelian Kopi Kerinci Senilai USD 1,9 Juta

Houston/Kerinci, 28 April 2025 – Dalam rangka merealisasikan kontrak ekspor kopi specialty senilai USD 1,9 juta (±Rp 30,4 miliar), Ngwe Tun, CEO Aung Nay Lin Htun Co., Ltd., importir kopi asal Houston, Amerika Serikat,  mengunjungi sentra produksi kopi di Kerinci, Jambi, pada Mei 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari tindak lanjut atas penandatanganan kontrak antara perusahaannya dengan PT Alko Sumatra Kopi dalam ajang Specialty Coffee Expo 2025 di Houston, AS.Kontrak ekspor ini berlaku hingga April 2026 dan mencakup pengiriman kopi specialty Kerinci yang telah menggunakan sistem traceability berbasis blockchain, memastikan transparansi dan keberlanjutan dalam rantai pasok kopi dari kebun hingga ke konsumen global.Fokus Kunjungan: Verifikasi Mutu dan Penguatan KemitraanDalam kunjungannya ke Kerinci, CEO Ngwe Yun akan: Melakukan verifikasi mutu langsung dari kebun Bertemu dengan petani dan mitra lokal Meninjau sistem digital traceability Membahas rencana pengembangan kemitraan jangka panjang Kopi Kerinci dikenal akan skor kualitas tinggi (SCA >86 poin) dengan profil rasa khas berupa floral citrus dan dark chocolate, ditanam di ketinggian 1.200–1.600 meter di atas permukaan laut. “Kunjungan ini adalah komitmen kami untuk memahami lebih dalam proses produksi kopi Kerinci dan memperkuat hubungan dengan mitra lokal,” ujar Ngwe Yun, CEO Aung Nay Lin Htun Co., Ltd. Kopi Indonesia dalam Ekosistem ALKOSebagai eksportir dan inkubator kopi unggulan Indonesia, PT Alko Sumatra Kopi membangun ekosistem kopi dari hulu ke hilir berbasis keberlanjutan dan teknologi. Ekosistem ini tidak hanya mencakup petani-petani Kerinci, tetapi juga menghubungkan berbagai wilayah kopi Indonesia — dari Gayo hingga Toraja — dalam sistem pembinaan mutu, traceability, dan akses pasar ekspor yang terintegrasi.Melalui platform ini, ALKO mempertemukan petani, koperasi, pelaku pascapanen, dan pembeli global dalam satu rantai nilai yang transparan dan inklusif. “Ekosistem kopi yang kami bangun bersama mitra nasional dan internasional bertujuan menjadikan kopi Indonesia lebih kompetitif di pasar global,” ujar Suryono, CEO PT Alko Sumatra Kopi. “Kami percaya kualitas dan transparansi adalah kunci masa depan industri kopi nasional.” Dukungan Pemerintah IndonesiaPenandatanganan kontrak ini disaksikan langsung oleh Atase Perdagangan RI di Washington DC, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan ekspor produk unggulan Indonesia.

Read More  

Admin Alko | 09/06/2025

Kopi Arabika Specialty Kerinci Tembus Pasar Amerika: Perempuan Petani Jadi Kunci Sukses Ekspor 19,2 Ton ke California

Kerinci, 7 Juni 2025 — Sebanyak 19,2 ton kopi Arabika specialty jenis wet-hulled Grade 1 resmi diekspor ke California, Amerika Serikat, menandai tonggak penting dalam sejarah kopi Kerinci. Tak hanya soal kualitas, ekspor ini menjadi istimewa karena mengedepankan nilai keberlanjutan, transparansi, dan pemberdayaan perempuan dalam rantai pasok.Kopi yang dikirim oleh Koperasi ALKO Sumatra Kopi ini diproses dan dilacak melalui sistem traceability berbasis teknologi blockchain dari QThing-X Traceability Apps, dengan dukungan teknis dari SABANI Coffee. Ekspor ini juga merupakan hasil kemitraan jangka panjang dengan Royal Coffee di Amerika Serikat.Yang membedakan ekspor ini dari sebelumnya adalah peran penting perempuan dalam seluruh proses — dari budidaya, pemetikan, hingga pasca-panen. Banyak dari anggota koperasi merupakan petani perempuan yang telah mendapatkan pelatihan tentang praktik pertanian ramah lingkungan, pengelolaan keuangan, hingga teknologi traceability.“Selama ini perempuan sering kali tidak terlihat dalam rantai pasok kopi, padahal mereka bekerja dari pagi sampai sore di kebun dan stasiun pengolahan. Dengan sistem baru ini, nama mereka tercatat, hasil kerja mereka diakui dunia,” ungkap seorang petani perempuan dari Desa Giri Mulyo, Kerinci.Langkah ini sejalan dengan komitmen ALKO dan mitra ekspor untuk mendorong kesetaraan gender di sektor pertanian, memastikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pengambil keputusan dan penerima manfaat ekonomi secara langsung.Ekspor berbasis traceability ini tidak hanya membuka pasar baru untuk kopi Kerinci, tetapi juga mengangkat kisah dan kontribusi para perempuan di balik secangkir kopi specialty yang dinikmati konsumen dunia.

Read More  

Admin Alko | 09/06/2025

ALKO Sumatra Kopi Perkuat Ekosistem KUPS Enterprise Lewat Traceability Blockchain dan Akses Pasar Ekspor

Padang, 5 Juni 2025Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan kemitraan usaha KUPS Enterprise dalam program Perhutanan Sosial, Balai Perhutanan Sosial Medan – Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar kegiatan Temu Usaha (Link and Match) pada tanggal 4–5 Juni 2025 di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat.Dalam kegiatan ini, PT ALKO Sumatra Kopi hadir sebagai mitra strategis nasional yang aktif mengembangkan ekosistem usaha kopi berkelanjutan melalui program pendampingan di kawasan KUPS Enterprise, khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.PT ALKO Sumatra Kopi memaparkan bahwa pihaknya telah mengimplementasikan sistem traceability berbasis blockchain di kawasan binaan sebagai bagian dari penguatan rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan, serta sebagai upaya menjawab tantangan perdagangan global seperti regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR).> “Traceability menjadi kunci dalam menjamin asal-usul kopi dan membangun kepercayaan pasar. Kami di PT ALKO Sumatra Kopi siap mendukung penguatan KUPS Enterprise melalui sistem ini,” ujar Pebriyansah, Direktur IT dan Hubungan Internasional PT ALKO Sumatra Kopi.Acara ini turut dihadiri oleh Ngwe Yun, CEO dari Aung Nay Lin Htun Co., Ltd. (USA), salah satu mitra pembeli internasional yang menyatakan komitmennya untuk mendukung produk kopi dari KUPS Enterprise binaan Perhutanan Sosial.> “Kami menyambut baik inisiatif traceability ini dan siap menjadi bagian dari rantai pasok yang mendukung kopi dari KUPS Enterprise Indonesia ke pasar global,” kata Ngwe Yun.Suryono, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, menegaskan bahwa kolaborasi antara lembaga pemerintah, pelaku usaha, dan buyer global sangat penting untuk menciptakan keberlanjutan di sektor kopi.> “Kami berkomitmen untuk menjadikan KUPS Enterprise naik kelas dan terhubung langsung ke pasar ekspor dengan cara yang adil, modern, dan transparan,” tegas Suryono.Ke depan, PT ALKO Sumatra Kopi akan terus memperluas implementasi sistem traceability ini ke berbagai kawasan Perhutanan Sosial lain sebagai bagian dari misi membangun ekosistem usaha kopi yang inklusif dan kompetitif di tingkat internasional.---Narahubung Media:Puput Sari PuspitaProject Manager – PT ALKO Sumatra Kopi📞 +62 812 8883 5003📧 info@alko.id

Read More  

Admin Alko | 05/06/2025

Membangun Ekonomi Sirkular dan Pengurangan Jejak Karbon melalui Pengelolaan Sampah di Ekosistem Kopi ALKO

Setelah berhasil memperkuat praktik pertanian adaptif untuk menghadapi krisis iklim, langkah strategis berikutnya yang dilakukan oleh ALKO adalah membangun sistem ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah dan limbah organik dari seluruh aktivitas kopi. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menjadi strategi nyata untuk menurunkan jejak karbon komunitas secara kolektif.Salah satu inisiatif utama dalam ekosistem ini adalah pendirian dan penguatan Bank Sampah Prima Aro, yang berfungsi sebagai pusat edukasi dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui program ini, limbah rumah tangga, limbah pascapanen kopi, dan sampah non-organik diklasifikasikan, dipilah, dan dikelola secara sistematis untuk didaur ulang atau dimanfaatkan ulang.Khusus untuk limbah organik dari kebun dan rumah produksi kopi, seperti kulit kopi basah dan daun prun, ALKO mengintegrasikannya ke dalam proses pembuatan kompos dan bioaktivator alami, yang kemudian digunakan kembali oleh petani untuk meningkatkan kesuburan lahan. Proses ini bukan hanya mengurangi emisi gas metana dari limbah yang membusuk, tetapi juga memperkuat siklus regeneratif di tanah pertanian.Di sisi lain, sampah anorganik yang dikumpulkan dari rumah tangga petani dan fasilitas pengolahan — seperti plastik bekas kemasan, botol, dan logam — ditimbang dan dikonversi menjadi insentif komunitas melalui sistem poin di bank sampah. Masyarakat dapat menukar sampah yang mereka setor dengan produk kebutuhan pokok atau paket kopi lokal, menciptakan mekanisme ekonomi sirkular yang langsung menyentuh kesejahteraan warga.Program ini juga terintegrasi dengan kampanye "1 Kg Sampah = 1 Pcs Kopi", yang secara rutin dilakukan bersama komunitas pendaki, pelajar, dan relawan lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya membersihkan area wisata dan kebun dari sampah, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya tanggung jawab kolektif terhadap sampah dan perubahan iklim.Sebagai bagian dari upaya penurunan jejak karbon, ALKO juga melakukan pencatatan dan pelaporan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dan dikelola setiap bulannya. Data ini menjadi indikator awal untuk menghitung kontribusi komunitas terhadap mitigasi emisi karbon, khususnya dari sektor sampah dan limbah domestik, yang selama ini sering luput dari perhatian.Kegiatan ini dikembangkan secara kolaboratif dengan kelompok perempuan tani, santri, dan siswa SMA/SMK yang tergabung dalam pelatihan di ALKO Academy. Mereka dilatih untuk mengelola limbah rumah tangga dan limbah kebun, serta dilibatkan dalam proyek percontohan kompos skala rumah dan ecobrick berbasis komunitas.Secara perlahan namun pasti, ALKO membentuk satu ekosistem yang menyatukan produksi kopi, manajemen limbah, pendidikan lingkungan, dan insentif sosial dalam satu sistem yang berkelanjutan. Dalam ekosistem ini, setiap cangkir kopi yang disajikan ke konsumen global bukan hanya hasil dari praktik pertanian berkualitas, tetapi juga representasi dari komitmen kolektif terhadap bumi yang lebih bersih dan rendah karbon.

Read More  

Admin Alko | 04/06/2025

Penguatan Kelembagaan dan Peran Petani dalam Rantai Nilai Kopi

I. PendahuluanDi balik secangkir kopi specialty yang disajikan di kafe ternama dunia, terdapat kerja keras petani kopi yang tersembunyi. Namun dalam rantai nilai kopi global, posisi petani seringkali berada pada titik paling lemah. Untuk itu, penguatan kelembagaan dan pemberdayaan petani menjadi strategi penting yang dijalankan ALKO Sumatra Kopi agar para petani tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pengelola, inovator, dan pemilik nilai tambah dari kopi yang mereka hasilkan.II. Konsep Kelembagaan Kopi yang Kuat Koperasi sebagai Lembaga Ekonomi: ALKO Sumatra Kopi mendorong model koperasi petani berbasis kawasan sebagai tulang punggung tata kelola produksi dan pemasaran. Kelompok Tani Berbasis Blok: Pengorganisasian petani per dusun atau blok mempermudah pelatihan, distribusi input, dan kontrol mutu. Unit Usaha Bersama: Didirikan untuk mengelola pasca panen, pengolahan, serta akses pasar bersama. Forum Petani Kopi: Menjadi ruang dialog antar petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk membahas kebijakan dan peluang usaha kopi. III. Strategi Penguatan Peran Petani Sertifikasi dan Standarisasi Petani difasilitasi untuk memahami dan menerapkan standar organik dan sistem dokumentasi mutu lainnya. Membangun sistem dokumentasi dan audit internal (Internal Control System). Transparansi Rantai Nilai Petani mengetahui harga jual akhir dan komponen biaya sepanjang rantai nilai. Penggunaan platform digital untuk mencatat transaksi dan berbagi informasi pasar. Kepemilikan Unit Pengolahan Fermentasi, pengeringan, hulling, dan grading dilakukan oleh koperasi atau kelompok petani. Nilai tambah tetap di desa, bukan hanya di kota atau eksportir. Penguatan Kewirausahaan Tani Pelatihan manajemen usaha tani, keuangan mikro, dan perencanaan produksi. Pendampingan untuk menciptakan inovasi produk turunan kopi. IV. Contoh Praktik di Lapangan (Model ALKO Sumatra Kopi) Sekolah Lapang Kelembagaan: Pelatihan rutin tentang peran, tata kelola koperasi, dan akuntabilitas. Skema Bagi Hasil dan Insentif Kualitas: Petani menerima insentif lebih tinggi untuk kopi berkualitas dengan transparansi perhitungan harga. Kepemilikan Bersama Peralatan: Mesin roasting, grader, dan alat uji kepadatan dimiliki oleh koperasi, bukan perorangan. Inkubator Bisnis Petani Muda: Mendukung generasi muda petani kopi untuk mengembangkan startup lokal berbasis kopi. V. Solusi dan Peluang Solusi Keterbatasan Modal: Kemitraan dengan lembaga keuangan mikro berbasis koperasi dan skema pendanaan kolektif pertanian. Solusi Lemahnya Kepemimpinan: Pelatihan kader petani, regenerasi pengurus koperasi, dan pemberian beasiswa pendidikan agribisnis. Peluang Ekonomi Sosial: Kelembagaan yang kuat mampu mendorong pembangunan desa kopi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi tawar petani. VI. KesimpulanPemberdayaan petani kopi harus dilakukan dengan memperkuat kelembagaan di tingkat akar rumput. Ketika petani terorganisir dengan baik, memiliki akses informasi, alat produksi, serta pengelolaan hasil, mereka tidak lagi sekadar sebagai produsen bahan mentah, tetapi sebagai pelaku utama dalam ekosistem bisnis kopi.ALKO Sumatra Kopi meyakini bahwa masa depan kopi specialty Indonesia akan semakin cerah bila dimulai dari desa yang mandiri, koperasi yang kuat, dan petani yang percaya diri sebagai penggerak perubahan. Ingin bergabung dalam pelatihan penguatan kelembagaan kopi? Hubungi ALKO Sumatra Kopi di info@alko.id atau kunjungi program ALKO Academy.

Read More  

Admin Alko | 02/06/2025

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.