sumber foto : https://www.instagram.com/p/DLK82w4yxlV/?img_index=6&igsh=MTJxb20yNDFiaGNmcA==
LIMA PULUH KOTA, SUMBAR — 21 Juni 2025
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Ph.D. dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto resmi melepas ekspor perdana kopi dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) ke Uni Emirat Arab, dalam pembukaan acara Gelar Karya Perhutanan Sosial Proyek SSF bertema “Aka Basamo” di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (21/6/2025).
Ekspor ini merupakan hasil kolaborasi antara KUPS SSF, koperasi petani ALKO Sumatra Kopi, dan mitra dagang dari Timur Tengah Greenlot Coffee, dengan total volume ekspor mencapai 19 ton, terdiri dari:
8 ton kopi robusta dari KUPS SSF (Kabupaten Lima Puluh Kota)
1 ton robusta dari petani Lampung Selatan
10 ton arabika dari Kerinci
Kopi akan dikirim melalui Pelabuhan Belawan, Medan pada 29 Juni 2025, menyesuaikan jalur pengiriman yang diinginkan buyer.
Ekspor kopi KUPS ini dilengkapi sistem traceability berbasis blockchain melalui platform QThingX, yang memungkinkan pelacakan penuh terhadap asal-usul kopi, dari kebun hingga pengapalan, serta memenuhi standar ketelusuran European Union Deforestation Regulation (EUDR).
🔗 Lihat sistem traceability kopi ekspor
Sebagai mitra dagang dan penggerak hilirisasi kopi rakyat, ALKO menjalankan peran penting dalam mendampingi petani hutan, membangun sistem pengumpulan dan logistik berbasis koperasi, serta membina kolektor lokal seperti Ahamda Yezindra dan Arsyad untuk menjadi jembatan antara petani dan pasar global.
Dengan dukungan sistem keterlacakan digital, ALKO memperkuat integrasi produksi, standar mutu, dan transparansi rantai pasok kopi berbasis masyarakat.
Dalam sambutannya, Menhut Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Perhutanan Sosial kini kembali masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah telah membuka akses kelola hutan seluas 8,3 juta hektare kepada 1,4 juta keluarga, menciptakan peluang ekonomi baru tanpa mengorbankan kelestarian.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyampaikan dukungan penuh parlemen terhadap Perhutanan Sosial melalui berbagai kebijakan lintas sektor, termasuk Permentan No. 4 Tahun 2025, yang memasukkan petani hutan sebagai penerima subsidi pupuk nasional.
Kegiatan Gelar Karya Perhutanan Sosial SSF ini dihadiri oleh jajaran kementerian, anggota DPR RI, pemerintah daerah, pelaku usaha, mitra pembangunan, serta masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Turut hadir dalam acara:
Raja Juli Antoni, Ph.D. – Menteri Kehutanan
Siti Hediati Soeharto – Ketua Komisi IV DPR RI
Vasko Rusemy, ST – Wakil Gubernur Sumatera Barat
Safni – Bupati Lima Puluh Kota
Festival ini menjadi momentum kolaborasi dan pembuktian bahwa ekosistem kopi rakyat, konservasi, dan akses pasar global dapat bersatu dalam satu sistem yang adil dan berkelanjutan.
ALKO Sumatra Kopi adalah koperasi pelopor rantai pasok kopi rakyat berbasis Perhutanan Sosial. Fokus ALKO adalah pada kualitas, ketelusuran, dan kemitraan strategis dengan petani dan kolektor lokal untuk menjangkau pasar global.
Greenlot Coffee adalah perusahaan berbasis di Uni Emirat Arab yang mendukung perdagangan kopi berkelanjutan dari Indonesia dan kawasan ASEAN dengan pendekatan traceability dan transparansi digital.