ALKO Perkuat Ekspansi di Malaysia, Buka Coffee & Artisan Festival di ISETAN KLCC

Admin Alko | 30/03/2026


Kuala Lumpur, Malaysia 30/3– Upaya memperluas jejak kopi Indonesia di pasar global kembali ditunjukkan oleh PT ALKO Sumatra Kopi melalui partisipasi strategisnya dalam ajang Coffee & Artisan Collective Festival yang diselenggarakan di ISETAN KLCC, Kuala Lumpur. Kehadiran ALKO dalam festival ini tidak hanya menjadi bagian dari promosi produk, tetapi juga mencerminkan langkah serius dalam membangun ekosistem kopi Indonesia yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri kopi dunia.

Festival yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan premium di Malaysia tersebut menjadi panggung penting bagi ALKO untuk memperkenalkan kopi Indonesia berbasis origin kepada konsumen internasional. Dengan mengusung pendekatan yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga cerita, identitas, dan nilai di balik setiap biji kopi, ALKO menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung dan pelaku industri yang hadir.

Acara pembukaan festival dihadiri oleh Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Bapak Hendra, yang secara khusus hadir memenuhi undangan dari ALKO bersama mitra lokalnya, Duddles Coffee. Kehadiran beliau menjadi simbol kuat dukungan diplomasi ekonomi Indonesia dalam mendorong ekspansi produk unggulan nasional ke pasar internasional. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur ISETAN Malaysia, Mr. Daisuke Yamai, Atase Perdagangan Indonesia di Malaysia, jajaran manajemen ALKO, Ketua Koperasi ALKO Siti, serta perwakilan petani kopi yang menjadi bagian penting dalam rantai nilai yang dibangun.

Rangkaian kegiatan pembukaan dimulai dengan kunjungan ke stand pameran ALKO, di mana para tamu undangan diperkenalkan langsung dengan berbagai varian kopi unggulan Indonesia. Dalam pameran tersebut, ALKO menampilkan kekayaan origin kopi Nusantara, mulai dari Minang, Gayo, Mandailing, Toraja, hingga Kerinci sebagai DNA utama yang menjadi identitas kuat perusahaan. Setiap kopi yang ditampilkan tidak hanya menawarkan cita rasa yang khas, tetapi juga membawa cerita tentang petani, proses produksi, serta keunikan geografis daerah asalnya.

Pendekatan ini menjadi penting di tengah perubahan tren pasar global yang semakin mengarah pada kopi specialty berbasis origin. Konsumen tidak lagi hanya mencari rasa, tetapi juga nilai, cerita, dan transparansi dari produk yang mereka konsumsi. ALKO membaca perubahan ini dengan baik dan menjadikannya sebagai bagian dari strategi pemasaran global.


Momen penting dalam acara tersebut ditandai dengan penandatanganan plakat simbolik pembukaan festival yang berlatar belakang Gunung Kerinci. Gunung ini dipilih sebagai representasi visual dari identitas kopi ALKO yang berasal dari kawasan tersebut. Penandatanganan dilakukan secara bersama oleh Wakil Duta Besar RI, Direktur ISETAN, Ketua Koperasi ALKO, serta perwakilan petani. Simbol ini tidak hanya menjadi penanda pembukaan acara, tetapi juga akan dijadikan ikon di kafe yang akan dikembangkan bersama antara ALKO dan Duddles Coffee di Kuala Lumpur.

Dalam sambutannya, Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah ALKO dalam menghadirkan produk-produk unggulan Indonesia ke pasar Malaysia. Ia menekankan bahwa dengan jumlah diaspora Indonesia yang cukup besar di Malaysia, kehadiran produk asli Indonesia memiliki nilai strategis tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi budaya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi yang konkret, di mana produk lokal Indonesia dapat tampil di pasar internasional dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Ia juga berharap agar kolaborasi seperti ini terus diperluas, sehingga semakin banyak pelaku usaha Indonesia yang mampu menembus pasar global.

Sementara itu, Direktur ISETAN Malaysia, Mr. Daisuke Yamai, menyampaikan bahwa kehadiran kopi Indonesia di jaringan retail ISETAN memberikan nilai tambah tersendiri bagi perusahaan. Ia melihat bahwa produk-produk Indonesia memiliki potensi besar untuk menarik minat konsumen, khususnya di segmen premium dan specialty.

Ia juga menyampaikan harapannya bahwa kolaborasi dengan ALKO dapat meningkatkan jumlah kunjungan pelanggan ke ISETAN, sekaligus memperkaya pilihan produk berkualitas tinggi yang tersedia bagi konsumen di Malaysia. Kehadiran kopi Indonesia dinilai mampu memberikan pengalaman baru bagi pelanggan, baik dari sisi rasa maupun cerita yang dibawa oleh produk tersebut.

Di sisi lain, Ketua Koperasi ALKO, Siti, dalam laporannya kepada pihak KBRI menyampaikan perkembangan signifikan yang telah dicapai dalam ekspor ke Malaysia. Ia menjelaskan bahwa saat ini ALKO telah melakukan ekspor kopi specialty secara rutin dengan volume rata-rata satu kontainer per bulan.

Dari sisi nilai,  ekspor kopi ALKO ke Malaysia tercatat mencapai sekitar USD 1,8 juta per tahun, yang setara dengan sekitar 10 kontainer atau rata-rata USD 180.000 per bulan, mencerminkan stabilitas permintaan pasar terhadap kopi specialty Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa pasar Malaysia merupakan salah satu pasar yang stabil dan terus berkembang bagi kopi Indonesia, khususnya di segmen specialty.

Namun, ALKO tidak berhenti pada ekspor bahan baku. Dalam kesempatan tersebut, Siti juga menyampaikan rencana ekspansi yang lebih luas, termasuk pembukaan coffee shop di Kuala Lumpur. Kafe ini nantinya akan mengusung konsep kopi berbasis origin Indonesia, dengan fokus pada pengalaman konsumen yang tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga memahami cerita di baliknya.

Lebih jauh, ALKO juga berencana mengembangkan produk kopi siap saji serta kopi kemasan retail dalam ukuran 200 gram dan 500 gram. Produk-produk ini akan dipasarkan melalui jaringan ISETAN, sehingga memungkinkan ALKO untuk masuk ke pasar konsumen langsung (B2C), bukan hanya sebagai eksportir bahan baku (B2B).

Langkah ini menandai transformasi penting dalam model bisnis ALKO, dari sekadar eksportir menjadi pelaku usaha yang menguasai rantai nilai secara lebih luas. Dengan masuk ke sektor hilir, ALKO memiliki peluang untuk meningkatkan margin, memperkuat brand, serta membangun hubungan langsung dengan konsumen.

Partisipasi dalam Coffee & Artisan Collective Festival ini juga menunjukkan bagaimana ALKO mengintegrasikan berbagai elemen dalam ekosistem kopi. Dari petani sebagai produsen di tingkat hulu, koperasi sebagai pengelola, hingga retail modern sebagai kanal distribusi, semuanya terhubung dalam satu sistem yang terintegrasi.

Pendekatan ini menjadi salah satu kekuatan utama ALKO dalam menghadapi persaingan global. Di tengah pasar yang semakin kompetitif, kemampuan untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi dengan identitas yang jelas menjadi faktor penentu keberhasilan.

Selain itu, ALKO juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dan transparansi dalam setiap lini usahanya. Dengan semakin ketatnya standar global, termasuk tuntutan traceability dan keberlanjutan, perusahaan yang mampu memenuhi standar tersebut akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.

Dari berbagai interaksi selama festival berlangsung, terlihat bahwa minat terhadap kopi Indonesia terus meningkat. Pengunjung tidak hanya tertarik untuk mencicipi kopi, tetapi juga ingin mengetahui lebih dalam tentang asal-usul, proses produksi, hingga dampak sosial dari produk tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa arah pengembangan kopi ke depan tidak lagi hanya berfokus pada volume produksi, tetapi juga pada nilai yang dapat dihadirkan kepada konsumen. Dalam konteks ini, ALKO berada pada posisi yang tepat untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Melalui langkah ekspansi di Malaysia ini, ALKO tidak hanya membuka pasar baru, tetapi juga membangun fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang. Dengan strategi yang menggabungkan kualitas produk, kekuatan brand origin, serta pendekatan pemasaran modern, ALKO berupaya membawa kopi Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Ke depan, ekspansi seperti ini diharapkan dapat direplikasi di negara lain, sehingga kopi Indonesia semakin dikenal dan dihargai di pasar global. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, mitra bisnis, dan komunitas petani, ALKO optimistis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

Pada akhirnya, langkah ALKO di Malaysia bukan hanya tentang ekspor kopi, tetapi tentang bagaimana membangun narasi baru bagi kopi Indonesia—sebagai produk yang memiliki kualitas, identitas, dan nilai yang mampu bersaing di tingkat dunia.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Kerinci, Jambi — Koperasi Alam Korintji (ALKO) Internasional kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan ekonomi berbasis anggota melalui penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tertutup Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di Kerinci, Jambi.Rapat strategis tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan pimpinan unit usaha dalam ekosistem ALKO, mulai dari Pembina Koperasi, Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, Manajer Operasional Koperasi, hingga seluruh pimpinan badan usaha yang berada di bawah naungan ekosistem ALKO.Turut hadir dalam rapat tersebut CEO ALKO Sumatra Kopi, CEO QThink-X, CEO Bank Sampah Prima Aro, CEO ALKO Academy, CEO ALKO Tourism Pesona, CEO Kahfi, serta para Kepala Kolektor Koperasi ALKO yang selama ini menjadi ujung tombak penguatan rantai pasok kopi di tingkat petani.RAT tertutup ini menjadi forum konsolidasi internal sekaligus persiapan menuju Rapat Anggota Tahunan Umum yang akan digelar pada Juli 2026, dengan agenda utama mengevaluasi capaian organisasi, memperkuat tata kelola koperasi, serta menyusun strategi pengembangan bisnis dan pemberdayaan anggota untuk tahun mendatang.Koperasi Bukan Sekadar Legalitas, tetapi Sebuah GerakanDalam sambutannya, pengurus koperasi kembali mengingatkan seluruh peserta mengenai visi besar Koperasi ALKO sebagai organisasi usaha sosial yang mengedepankan kemandirian ekonomi anggota melalui kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas.Di tengah perkembangan berbagai unit usaha yang semakin kompleks, pengurus menegaskan bahwa koperasi tetap menjadi pusat kendali dan ruh organisasi."Koperasi bagi kami bukan sekadar badan hukum atau legalitas usaha. Koperasi adalah gerakan. Koperasi adalah ruh dalam organisasi. Koperasi adalah sarana untuk menjalankan prinsip kemandirian ekonomi dan menjadi soko guru ekonomi masyarakat," demikian salah satu poin yang disampaikan dalam forum RAT.Pandangan tersebut menjadi landasan utama ALKO dalam membangun model kelembagaan yang berbeda dari kebanyakan organisasi bisnis pada umumnya.Di saat banyak koperasi hanya berfungsi sebagai wadah administratif, ALKO justru mengembangkan koperasi sebagai pusat pengambilan keputusan, pengawas ekosistem, sekaligus penggerak transformasi ekonomi anggota.Koperasi Sebagai Orkestrator EkosistemDalam evaluasi organisasi yang dipaparkan selama rapat, pengurus menegaskan bahwa posisi koperasi dalam ekosistem ALKO memiliki fungsi strategis sebagai orkestrator, instruktur, pengawas, sekaligus penjaga arah organisasi.Koperasi bertugas memastikan seluruh komponen dalam rantai bisnis berjalan sesuai prinsip tata kelola yang sehat dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.Model ini dirancang untuk menciptakan pembagian peran yang jelas antara anggota, kolektor, unit usaha, dan koperasi.Petani difokuskan sebagai produsen profesional yang bertanggung jawab menghasilkan produk berkualitas.Kolektor berperan sebagai penjaga mutu atau quality control tingkat pertama yang memastikan standar kualitas produk tetap terjaga sejak dari tingkat kebun.Sementara itu, unit-unit usaha di bawah ALKO menjalankan fungsi hilirisasi, pemasaran, perdagangan, dan ekspor secara profesional.Adapun koperasi bertindak sebagai pengawas sistem, pengendali arah kebijakan, sekaligus pemegang mandat anggota dalam memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara transparan dan akuntabel.Menurut pengurus, model tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi yang kini telah berkembang melampaui sektor kopi semata.Membangun Sistem Close Loop yang EksklusifSalah satu poin penting yang dibahas dalam RAT adalah penguatan sistem Close Loop Exclusive Ecosystem, sebuah model rantai pasok terintegrasi yang selama ini menjadi ciri khas pengembangan bisnis ALKO.Dalam sistem ini, setiap tahapan produksi hingga pemasaran berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung dan diawasi secara bersama.Pendekatan tersebut memungkinkan koperasi memiliki kendali lebih besar terhadap kualitas produk, transparansi transaksi, serta distribusi manfaat ekonomi kepada anggota.Melalui sistem ini, ALKO berhasil membangun rantai pasok kopi yang menghubungkan petani, kolektor, koperasi, eksportir, hingga pembeli internasional dalam satu sistem yang terkoneksi.Model tersebut juga didukung oleh platform digital QThink-X yang memungkinkan seluruh proses bisnis dapat ditelusuri secara transparan melalui sistem traceability berbasis blockchain.Pengurus menilai sistem ini menjadi salah satu kekuatan utama ALKO dalam menjawab tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan, keterlacakan produk, dan transparansi rantai pasok.Ke depan, model ini direncanakan untuk diperluas ke berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia bahkan ke sejumlah negara yang memiliki potensi kerja sama dengan ALKO.Dari Kopi ke Ekonomi HijauSelain membahas kinerja organisasi dan unit usaha, RAT juga menetapkan arah pengembangan bisnis koperasi untuk beberapa tahun mendatang.Jika sebelumnya fokus utama berada pada sektor kopi, kini ALKO mulai memperluas cakupan pengembangan ke berbagai sektor yang mendukung ekonomi berkelanjutan.Beberapa sektor prioritas yang menjadi fokus pengembangan antara lain:Penguatan bisnis kopi berbasis ekspor dan specialty coffeePengembangan ekowisata berbasis masyarakatPendidikan dan pelatihan petani melalui ALKO AcademyPengembangan ekonomi hijau berbasis karbonPengelolaan sampah dan ekonomi sirkularDigitalisasi koperasi dan inovasi teknologiPengembangan sistem Carbon DNA dan perdagangan karbonLangkah tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, dan ekonomi hijau.ALKO melihat bahwa masa depan pertanian tidak hanya bergantung pada produksi komoditas, tetapi juga pada kemampuan menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.Menyiapkan Koperasi Masa DepanDalam beberapa tahun terakhir, ALKO telah berkembang menjadi salah satu model koperasi modern yang mendapat perhatian berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, lembaga internasional, hingga mitra bisnis dari Jepang, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.Melalui unit-unit usaha yang terus berkembang, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai organisasi ekonomi anggota, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang menghubungkan petani dengan pasar global.Pengurus menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, penguatan tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi agenda utama organisasi."Kita ingin memastikan bahwa koperasi tetap menjadi pemilik arah, sementara unit usaha menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang profesional. Dengan demikian manfaat terbesar tetap kembali kepada anggota," ujar salah satu peserta rapat.Menuju RAT Umum Juli 2026RAT tertutup yang berlangsung pada 12 Juni ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan RAT Umum pada Juli 2026 yang akan melibatkan anggota koperasi secara lebih luas.Forum tersebut nantinya akan menjadi momentum untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, capaian usaha, rencana kerja, serta berbagai program strategis yang akan dijalankan pada periode berikutnya.Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, ALKO optimistis model koperasi berbasis kolaborasi, teknologi, dan keberlanjutan akan menjadi salah satu jawaban bagi penguatan ekonomi masyarakat di masa depan.Dengan semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama sejak awal berdiri, ALKO terus berupaya membuktikan bahwa koperasi bukan hanya warisan masa lalu, melainkan institusi masa depan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Selamat dan Sukses RAT Koperasi ALKO 2026.“Dari Petani, Oleh Petani, untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.”

Read More  

Admin Alko | 15/06/2026

KERINCI — ALKO Academy kembali menjadi pusat perhatian mitra internasional. Pada awal Juni 2026, delegasi dari Jepang yang terdiri dari perwakilan Resona Bank Tokyo dan Saka No Tochu tiba di Kerinci untuk melakukan kunjungan lapangan sekaligus evaluasi program kerja sama yang telah berjalan selama tiga tahun bersama Koperasi ALKO.Menariknya, kunjungan kali ini juga bertepatan dengan kedatangan seorang mahasiswa magang asal Paris, Prancis, yang akan mempelajari model pengembangan ekonomi berbasis kopi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan ALKO di Kabupaten Kerinci.Kehadiran tamu dari dua benua tersebut memperlihatkan bahwa praktik yang dibangun dari kawasan kaki Gunung Kerinci mulai menarik perhatian dunia sebagai contoh pengembangan komunitas berbasis pertanian berkelanjutan.Rombongan disambut di ALKO Academy, pusat pembelajaran yang selama ini menjadi ruang kolaborasi bagi petani, mahasiswa, peneliti, pelaku usaha, hingga mitra internasional yang ingin memahami ekosistem kopi Indonesia secara lebih mendalam.Menurut pihak ALKO, kunjungan tahun ini memiliki fokus yang lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain meninjau perkembangan program Carbon DNA dan pertanian berkelanjutan, delegasi juga akan mempelajari bagaimana koperasi mampu mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari produksi kopi, pendidikan petani, pengelolaan sampah, pemberdayaan perempuan, pengembangan anak muda, hingga transformasi digital berbasis blockchain.“Kerinci bukan hanya tentang kopi. Yang ingin kami tunjukkan adalah bagaimana sebuah komunitas desa dapat membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan petani, sekolah, perempuan, generasi muda, dan lingkungan dalam satu sistem yang saling terhubung,” ujar perwakilan ALKO.Selama berada di Kerinci, delegasi Jepang dijadwalkan mengunjungi kebun kopi anggota koperasi, fasilitas pengolahan pascapanen, pusat pengelolaan sampah, serta berbagai unit usaha yang berada dalam ekosistem ALKO.Mereka juga akan berdialog langsung dengan petani untuk melihat dampak penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.Sementara itu, mahasiswa magang dari Paris akan menjalani program pembelajaran lapangan yang berfokus pada model koperasi modern, pengembangan rantai pasok kopi, serta penerapan teknologi dalam pengelolaan usaha masyarakat.Program magang tersebut menjadi bagian dari semakin meningkatnya minat akademisi internasional terhadap praktik pembangunan desa yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.Dalam beberapa tahun terakhir, ALKO Academy memang berkembang menjadi ruang belajar terbuka yang menerima berbagai kunjungan dari universitas, lembaga riset, perusahaan, hingga organisasi internasional.Banyak pihak tertarik melihat bagaimana koperasi dapat bertransformasi dari sekadar lembaga ekonomi menjadi pusat inovasi yang mampu menciptakan berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat.Bagi Resona Bank dan Saka No Tochu, salah satu aspek yang paling menarik adalah kemampuan ALKO menghubungkan isu lingkungan dengan aktivitas ekonomi petani.Program Carbon DNA yang dikembangkan bersama menjadi contoh bagaimana praktik budidaya kopi dapat didokumentasikan, diukur, dan dikaitkan dengan manfaat ekonomi yang lebih luas.Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan arah pembangunan global yang kini semakin menekankan pentingnya transparansi, keberlanjutan, dan pengurangan emisi karbon.Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa magang dari Prancis menunjukkan bahwa isu keberlanjutan telah menjadi perhatian lintas negara dan lintas generasi.Banyak generasi muda di berbagai belahan dunia mulai mencari contoh nyata mengenai bagaimana komunitas lokal dapat menghadapi tantangan perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan transformasi pasar global.Kerinci, yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil kopi arabika berkualitas, kini mulai dikenal sebagai laboratorium sosial untuk berbagai praktik pembangunan berkelanjutan.Keberadaan ALKO Academy menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman lokal dengan kebutuhan pembelajaran global.Melalui kunjungan ini, para tamu tidak hanya belajar mengenai kopi, tetapi juga mengenai bagaimana masyarakat desa membangun masa depan melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong.Bagi ALKO, kedatangan mitra Jepang dan mahasiswa dari Prancis menjadi bukti bahwa praktik baik yang lahir dari desa memiliki nilai yang dapat dipelajari dunia.Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga ketahanan pangan, pengalaman petani Kerinci menunjukkan bahwa solusi tidak selalu lahir dari kota-kota besar atau pusat industri, melainkan dapat tumbuh dari kebun-kebun kopi yang dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.Kunjungan ini sekaligus mempertegas posisi ALKO Academy sebagai ruang pembelajaran internasional yang mempertemukan petani, akademisi, pelaku bisnis, dan generasi muda dalam membangun masa depan pertanian yang lebih inklusif, hijau, dan berdaya saing global.

Read More  

Admin Alko | 08/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.