Tiga Dara Kopi Sipirok: Perjalanan Anak Muda Merawat Warisan Kopi dengan Semangat Baru

Admin Alko | 14/09/2025



Awal Mula Tiga Dara

Di sebuah sudut indah Tapanuli Selatan, tepatnya di Sipirok, aroma kopi selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Wilayah pegunungan dengan udara sejuk, tanah vulkanik yang subur, dan curah hujan yang pas menjadikan daerah ini sebagai salah satu penghasil kopi berkualitas tinggi di Sumatera Utara.

Namun, di tengah tradisi panjang kopi Sipirok, ada sebuah cerita baru yang lahir dari semangat anak muda. Namanya Tika, generasi penerus yang memutuskan untuk mendirikan usaha kopi dengan bendera “Tiga Dara”. Nama ini tidak hanya unik, tetapi juga menyimpan makna tentang kekuatan, kebersamaan, dan harapan yang ia bawa dalam membangun usahanya.

Anak Muda, Kopi, dan Cita-Cita

Tika adalah gambaran nyata bagaimana anak muda bisa menjadi motor penggerak kebangkitan kopi daerah. Ia melihat kopi bukan hanya sebagai minuman atau komoditas, tetapi juga sebagai identitas budaya dan peluang masa depan.

Saat banyak generasi muda meninggalkan kampung untuk mencari pekerjaan di kota, Tika justru memilih jalan berbeda: tetap tinggal di Sipirok dan membangun usaha kopi. Baginya, inilah cara terbaik untuk memberi arti bagi tanah kelahirannya.

Melalui Tiga Dara Kopi, Tika ingin membuktikan bahwa:

  1. Kopi Sipirok memiliki kualitas unggul yang layak dikenal dunia.

  2. Anak muda bisa mengelola usaha pertanian dan pascapanen dengan cara profesional.

  3. Tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan dalam bisnis kopi.

Filosofi Tiga Dara

Nama “Tiga Dara” dipilih bukan tanpa alasan. Tiga Dara melambangkan tiga kekuatan yang menjadi dasar usaha ini:

  1. Warisan leluhur – kopi Sipirok sudah ditanam sejak zaman Belanda, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

  2. Semangat anak muda – keberanian untuk berinovasi dan mengembangkan usaha dengan cara baru.

  3. Harapan masa depan – menciptakan kopi yang bisa membawa kesejahteraan bagi petani dan dikenal luas hingga pasar global.

Filosofi ini melekat pada setiap biji kopi yang dihasilkan, mulai dari proses budidaya, pascapanen, hingga penyajiannya.

Kolaborasi Bersama ALKO

Perjalanan Tiga Dara Kopi semakin kuat ketika Tika menjalin kolaborasi dengan ALKO, sebuah lembaga yang konsisten mendampingi petani kopi di berbagai daerah. ALKO hadir sebagai mitra strategis yang membantu Tiga Dara dalam:

  • Peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan budidaya dan pascapanen.

  • Penerapan teknologi traceability agar kopi Sipirok dapat memenuhi standar global, termasuk regulasi EUDR.

  • Membuka akses pasar melalui jejaring eksportir dan buyer internasional.

  • Mendorong keberlanjutan dengan edukasi tentang konservasi lingkungan dan pengelolaan lahan secara ramah lingkungan.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan kopi lokal tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan jejaring, dukungan, dan ekosistem yang saling menguatkan. Dengan dukungan ALKO, Tiga Dara Kopi memiliki pijakan yang lebih kokoh untuk masuk ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Mengelola dengan Sentuhan Modern

Sebagai anak muda, Tika membawa sentuhan modern dalam mengelola Tiga Dara Kopi. Ia tidak hanya fokus pada pengolahan biji kopi, tetapi juga memperhatikan:

  • Traceability digital: mencatat asal-usul kopi hingga ke kebun petani, kini diperkuat dengan sistem yang dikenalkan oleh ALKO.

  • Kualitas pascapanen: menerapkan proses natural, honey, dan washed dengan standar yang konsisten.

  • Branding dan pemasaran digital: memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan kopi Sipirok ke pasar nasional.

  • Pengemasan modern: menghadirkan desain kemasan yang menarik tanpa meninggalkan ciri khas lokal.

Dengan kombinasi kreativitas anak muda dan dukungan ekosistem ALKO, kopi Sipirok kini mampu bersaing dengan brand-brand besar dari wilayah lain di Sumatera.

Pemberdayaan Petani Lokal

Keberhasilan Tiga Dara Kopi bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal pemberdayaan masyarakat. Bersama ALKO, Tika menjalin kerja sama dengan petani kopi di Sipirok untuk:

  • Membeli hasil panen dengan harga yang lebih adil.

  • Memberikan pelatihan tentang panen selektif.

  • Mengajarkan teknik pascapanen yang meningkatkan kualitas kopi.

  • Membantu petani memahami kebutuhan pasar global.

Dengan pendekatan ini, Tiga Dara Kopi menjadi lebih dari sekadar usaha pribadi. Ia tumbuh menjadi gerakan anak muda untuk mengangkat martabat petani lokal.

Perempuan dan Kopi

Hal lain yang membuat Tiga Dara Kopi istimewa adalah kepemimpinannya oleh seorang perempuan muda. Dalam dunia kopi yang sering kali didominasi laki-laki, kehadiran Tika menjadi bukti bahwa perempuan juga mampu berdiri di garis depan, mengelola usaha, dan memimpin perubahan.

Keterlibatan perempuan dalam kopi membawa perspektif baru: ketelitian, ketekunan, dan perhatian pada detail. Hal ini terlihat dalam bagaimana Tika mengawasi setiap tahap produksi dan memastikan kualitas tetap konsisten.

Tantangan yang Dihadapi

Tentu saja perjalanan membangun Tiga Dara Kopi tidak selalu mudah. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain:

  • Akses modal untuk membeli peralatan pascapanen.

  • Edukasi petani agar terbiasa dengan praktik panen selektif.

  • Persaingan pasar dengan brand kopi lain yang sudah lebih dulu dikenal.

  • Kesadaran konsumen lokal yang masih sering melihat kopi hanya dari sisi harga, bukan kualitas.

Namun, dengan dukungan ALKO dan jaringan kopi yang lebih luas, Tika tidak menghadapi tantangan sendirian. Ia memiliki komunitas dan mitra yang siap mendukung langkahnya.

Tiga Dara Kopi dan Pasar Global

Visi besar Tiga Dara Kopi adalah membawa kopi Sipirok ke pasar global. Dengan kualitas arabika khas pegunungan Sipirok, peluang ini sangat terbuka.

Beberapa langkah yang sedang ditempuh Tiga Dara Kopi antara lain:

  • Mengintegrasikan sistem traceability dari ALKO.

  • Menjalin kerja sama dengan eksportir untuk memperluas akses pasar.

  • Mengikuti pameran kopi dan festival internasional untuk memperkenalkan kopi Sipirok.

  • Mempersiapkan sertifikasi keberlanjutan yang diakui dunia.

Harapan dan Inspirasi

Tiga Dara Kopi bukan hanya usaha bisnis, tetapi juga sumber inspirasi bagi anak muda lain. Kisah Tika membuktikan bahwa:

  • Tinggal di kampung bukan berarti ketinggalan zaman.

  • Bertani kopi bisa menjadi profesi yang membanggakan.

  • Dengan kolaborasi bersama ALKO, anak muda bisa membawa kopi lokal menembus pasar global.

Penutup

Perjalanan Tiga Dara Kopi Sipirok adalah kisah tentang anak muda, warisan lokal, kolaborasi, dan semangat global. Dari sebuah desa di Sipirok, lahir brand kopi yang digerakkan oleh mimpi besar seorang perempuan muda bernama Tika.

Dengan bendera Tiga Dara, ia tidak hanya menjual kopi, tetapi juga menjual cerita tentang tradisi, perjuangan, dan harapan. Melalui kolaborasi bersama ALKO, kopi Sipirok kini punya pijakan yang lebih kuat untuk dikenal di dunia internasional.

Dari setiap cangkir Tiga Dara Kopi, tersaji bukan sekadar rasa, melainkan juga cinta pada tanah kelahiran, keberanian untuk bermimpi, dan tekad untuk mengubah masa depan pertanian Indonesia.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kerja Sama Internasional Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan, Buka Peluang Ekspor Multi-Komoditas dari KerinciKERINCI, 18 Juli 2026 – Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Capulus Bean (Private) Limited, perusahaan perdagangan komoditas asal Pakistan, dalam sebuah seremoni yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak baru kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan, khususnya dalam pengembangan rantai pasok kopi premium yang mengedepankan traceability, keberlanjutan, dan pemberdayaan petani. Tidak hanya berorientasi pada transaksi dagang, kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem perdagangan jangka panjang yang memberikan nilai tambah langsung kepada petani.MoU ditandatangani oleh Suryono, mewakili Koperasi ALKO dan PT ALKO Sumatra Kopi, serta Ameer Khurram Rathore, Chief Operating Officer Capulus Bean (Private) Limited.Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan perdagangan kopi dan komoditas unggulan lainnya, pembangunan jaringan distribusi menuju Pakistan, pertukaran informasi pasar, pengembangan sistem rantai pasok berstandar internasional, serta kolaborasi investasi untuk memperkuat perdagangan kedua negara.Dari Green Bean Menuju Ekosistem BerkelanjutanDuta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengatakan kunjungan ke Kerinci mengubah perspektifnya mengenai industri kopi Indonesia.Menurutnya, ALKO tidak sekadar menjual kopi, tetapi membangun sebuah ekosistem bisnis yang terintegrasi dari petani hingga pasar internasional."Sebelum datang ke Kerinci, kami berpikir kerja sama ini hanya tentang kopi. Namun setelah melihat langsung ALKO, kami menemukan sesuatu yang lebih besar. Yang dibangun bukan hanya perdagangan green bean, tetapi sebuah ekosistem yang menggabungkan keberlanjutan, pemberdayaan petani, inovasi, dan sistem traceability. Karena itu kami melihat peluang kerja sama tidak hanya pada kopi, tetapi juga berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya."Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan dagang Indonesia–Pakistan berpotensi berkembang ke sektor pertanian yang lebih luas, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan Pakistan terhadap produk pangan dan komoditas tropis berkualitas.Pakistan Menjadi Hub Baru PerdaganganDalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat menjadikan Pakistan sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi produk-produk ALKO menuju kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.Capulus Bean akan berperan sebagai mitra distribusi sekaligus pengembang pasar, sementara ALKO bertanggung jawab menjaga kontinuitas pasokan, kualitas produk, dan sistem ketertelusuran yang menjadi standar utama pembeli internasional.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas pasar ekspor."Kami tidak mencari pembeli yang hanya datang membeli satu kontainer, tetapi mitra yang memiliki visi membangun pasar bersama. Karena itu kerja sama ini disusun dalam kerangka jangka panjang sehingga petani memperoleh kepastian pasar sekaligus kepastian harga."Menurutnya, model bisnis ALKO dibangun dengan prinsip bahwa peningkatan ekspor harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.Traceability Menjadi Nilai TambahDirektur International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menarik perhatian mitra Pakistan adalah sistem blockchain traceability yang telah diterapkan ALKO.Melalui platform digital Qthink-X, seluruh rantai pasok dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses panen, pascapanen, hingga pengiriman ke negara tujuan.Menurut Pebriyansah, pendekatan tersebut kini menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan global."Buyer internasional saat ini tidak lagi hanya membeli kopi berkualitas. Mereka membutuhkan transparansi, data, dan kepastian bahwa produk dihasilkan melalui praktik yang berkelanjutan. Sistem traceability yang kami bangun menjadi jembatan kepercayaan antara petani di Kerinci dengan konsumen dunia."Ia menambahkan, kerja sama dengan Pakistan menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian mampu membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau.Momentum Baru Diplomasi EkonomiKunjungan Duta Besar Pakistan beserta delegasi bisnis merupakan bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan yang telah terjalin selama puluhan tahun.Dalam beberapa hari kunjungannya di Kerinci, delegasi melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari mengunjungi kebun kopi anggota ALKO, melihat proses budidaya agroforestri, mempelajari sistem pengolahan kopi, mengikuti sesi cupping, hingga berdiskusi mengenai penerapan teknologi blockchain dan keberlanjutan.Kehadiran langsung Duta Besar dinilai memberikan sinyal kuat bahwa hubungan perdagangan kedua negara kini semakin diarahkan pada kemitraan antarlembaga dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan antarpemerintah.Menuju Perdagangan Multi-KomoditasSelain kopi specialty, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama untuk berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya.Menurut ALKO, model bisnis yang dikembangkan memungkinkan berbagai komoditas pertanian dipasarkan melalui sistem yang sama, yakni berbasis kualitas, keberlanjutan, dan ketertelusuran.Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Pakistan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi produk-produk pertanian bernilai tambah lainnya.Bagi ALKO, penandatanganan MoU ini menjadi lebih dari sekadar dokumen kerja sama. Kesepakatan tersebut merupakan fondasi bagi pembangunan koridor perdagangan baru antara Kerinci dan Pakistan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok produk pertanian premium yang mampu memenuhi tuntutan pasar global melalui inovasi, teknologi, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.