Pemetikan dan Pascapanen: Kunci Menjaga Cita Rasa Kopi Berkualitas Tinggi

Admin Alko |

Pemetikan dan Pascapanen: Kunci Menjaga Cita Rasa Kopi Berkualitas Tinggi

Berikut adalah bab selanjutnya:



Pendahuluan: Saat Terbaik Menentukan Rasa

Kualitas secangkir kopi tidak hanya ditentukan oleh varietas dan lokasi penanaman, tetapi juga sangat bergantung pada waktu pemetikan dan proses pascapanen. Pemetikan yang tepat—baik dari segi waktu maupun teknik—akan menghasilkan buah kopi dengan kematangan optimal. Selanjutnya, proses pascapanen yang baik akan mempertahankan dan mengembangkan karakter rasa khas kopi tersebut.

Dalam bab ini, kita akan membahas strategi pemetikan kopi yang efektif, pengaruhnya terhadap kualitas akhir, serta berbagai metode pascapanen yang digunakan di industri kopi spesialti, termasuk implementasi standar oleh petani binaan ALKO Sumatra Kopi.


1. Pemetikan: Seni Memilih Buah yang Sempurna

a. Mengapa Pemetikan Tidak Bisa Sembarangan?

Buah kopi di satu cabang bisa memiliki tingkat kematangan yang berbeda—ada yang masih hijau, kuning, merah, hingga terlalu matang. Pemetikan yang tidak selektif (asal petik semua) akan mencampur buah yang belum matang dan terlalu matang, sehingga menciptakan rasa yang flat, tidak seimbang, dan bahkan cacat rasa (defect).

b. Kriteria Buah Siap Panen

Buah kopi dianggap matang sempurna ketika:

  • Warna berubah menjadi merah merata (varietas Arabika).

  • Tekstur agak kenyal saat ditekan.

  • Tangkai mulai melunak, tetapi tidak terlalu mudah lepas.

Buah yang terlalu matang (overripe) dapat memunculkan rasa fermentasi atau bahkan busuk, sedangkan buah yang belum matang biasanya menghasilkan rasa pahit dan astringen.

c. Metode Pemetikan

  1. Selective Picking (Petik Merah):
    Memetik hanya buah yang matang sempurna. Ini adalah metode terbaik untuk kopi spesialti.

  2. Stripping:
    Semua buah pada cabang disapu sekaligus. Cepat, tetapi merusak kualitas karena banyak buah mentah ikut tercampur.

  3. Mechanical Harvesting:
    Digunakan di perkebunan besar. Efisien, namun masih kurang selektif jika tidak disertai penyortiran ketat pascapanen.


2. Pascapanen: Proses Penentu Cita Rasa

a. Kenapa Pascapanen Sama Pentingnya dengan Pemetikan?

Pascapanen adalah serangkaian proses dari buah kopi segar hingga menjadi green bean (biji kopi hijau) siap roasting. Setiap tahapan ini akan memengaruhi karakter rasa akhir kopi—dari body, acidity, sweetness, hingga aftertaste.

Kesalahan dalam proses ini (fermentasi berlebihan, pengeringan tidak merata, atau kontaminasi) bisa menghapus seluruh potensi kualitas yang telah dibangun sejak pembibitan.


3. Metode Pascapanen dalam Industri Kopi Spesialti

a. Natural (Dry Process)

  • Buah kopi dikeringkan secara utuh, tanpa dikupas terlebih dahulu.

  • Cocok untuk daerah kering dan matahari cukup.

  • Menghasilkan rasa fruity, kompleks, dan body yang tebal.

  • Risiko: fermentasi berlebihan jika tidak diputar dan diawasi dengan baik.

b. Washed (Fully Washed)

  • Kulit dan lendir buah dihilangkan menggunakan air dan fermentasi terkontrol.

  • Cita rasa bersih, bright, dengan keasaman yang elegan.

  • Memerlukan banyak air dan peralatan fermentasi.

c. Honey Process

  • Sebagian lendir (mucilage) dibiarkan melekat saat pengeringan.

  • Kombinasi rasa bersih dan manis.

  • Ada beberapa sub-variasi: yellow, red, black honey (berdasarkan kadar lendir dan waktu pengeringan).

d. Anaerobic Fermentation

  • Buah atau biji difermentasi dalam kondisi minim oksigen (biasanya dalam drum atau tangki kedap udara).

  • Menghasilkan profil rasa eksperimental, seringkali intens dan kompleks.

  • Membutuhkan kontrol waktu, suhu, dan kelembaban secara ketat.


4. Tahapan Pascapanen Detail

1. Sortasi Buah

  • Memisahkan buah berdasarkan tingkat kematangan, ukuran, dan kondisi fisik.

  • Dapat menggunakan flotation (pengapungan air): buah matang tenggelam, buah kosong/mentah mengapung.

2. Pengupasan dan Fermentasi

  • Menggunakan mesin pulper (untuk proses washed dan honey).

  • Lendir difermentasi 12–48 jam tergantung suhu dan metode.

  • Pencucian dilakukan hingga biji terasa kesat.

3. Pengeringan

  • Pengeringan alami di African beds atau lantai jemur hingga kadar air 10–12%.

  • Diperlukan pemantauan cuaca, pembalikan rutin, dan penutupan malam hari.

4. Hulling dan Grading

  • Mengupas kulit kering (parchment) setelah biji kering sempurna.

  • Dilanjutkan dengan sortasi ukuran (grading) dan visual (warna, kerusakan, serangga).

5. Storage dan Cupping

  • Biji kopi disimpan dalam ruang sejuk, kering, dan tidak lembab.

  • Sebelum dijual atau roasting, dilakukan cupping test untuk memastikan skor dan karakteristik rasa.


5. Implementasi di ALKO Sumatra Kopi

ALKO Sumatra Kopi menerapkan standar pascapanen tinggi untuk menjaga konsistensi dan kualitas kopi dari petani-petani anggotanya:

  • Setiap petani binaan diwajibkan melakukan pemetikan selektif.

  • Tersedia fasilitas washing station dan drying beds di setiap klaster produksi.

  • Melakukan pelatihan rutin soal proses fermentasi inovatif dan manajemen kualitas.

  • Proses grading dan quality control dilakukan oleh tim terlatih sebelum kopi masuk ke tahap ekspor.

  • Hasilnya: kopi ALKO memiliki nilai cupping score rata-rata 84–86, menembus pasar Jepang, Eropa, dan Timur Tengah.


6. Studi Kasus: Dampak Pemetikan dan Pascapanen terhadap Cita Rasa

Kopi dari Desa Bukit Cinta, Kerinci

  • Proses: Natural Anaerobic

  • Pemetikan: 100% petik merah

  • Pengeringan: African beds 25 hari

  • Hasil cupping:

    • Sweetness: 8.5

    • Acidity: 7.75

    • Body: 8.25

    • Flavor Notes: Red wine, raspberry, dark chocolate

Dengan proses yang cermat dan pemetikan tepat waktu, kopi dari lokasi ini mendapat skor 86.25, salah satu yang tertinggi di lot Kerinci.


7. Kesimpulan dan Rekomendasi

Pemetikan dan pascapanen adalah puncak dari seluruh proses budidaya kopi. Gagal di tahap ini, seluruh usaha dari awal akan sia-sia.

Rekomendasi untuk petani dan pelaku pascapanen:

  1. Lakukan petik merah secara ketat untuk mendapatkan buah matang sempurna.

  2. Terapkan proses pascapanen yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan target pasar.

  3. Pantau dan dokumentasikan setiap tahapan fermentasi dan pengeringan untuk menjaga konsistensi.

  4. Tingkatkan kapasitas dengan pelatihan rutin dan praktik langsung di lapangan.

Dengan penerapan standar tinggi dalam pemetikan dan pascapanen, kopi Indonesia, khususnya dari Sumatera, dapat terus menjadi primadona di kancah kopi dunia.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.