Menjaga Warisan Kopi Gayo: Kemitraan Berkelanjutan untuk Kopi Berkualitas Dunia

Admin Alko |

Menjaga Warisan Kopi Gayo: Kemitraan Berkelanjutan untuk Kopi Berkualitas Dunia

Dataran Tinggi Gayo di Bener Meriah merupakan salah satu wilayah penghasil kopi Arabika terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Terkenal dengan karakteristik tanah vulkanik dan ketinggian yang optimal, kawasan ini menawarkan lingkungan alami yang ideal bagi tanaman kopi untuk tumbuh subur. Dengan ketinggian sekitar 1.200-1.700 meter di atas permukaan laut, kopi yang dihasilkan memiliki cita rasa unik dengan aroma yang kuat, tingkat keasaman yang seimbang, dan tubuh yang kaya. Kualitas inilah yang membuat kopi Gayo menjadi incaran para penikmat kopi di pasar internasional. Di tengah potensinya yang luar biasa, hadirnya teknologi traceability menjadi solusi yang mampu membawa kopi Gayo menuju keberlanjutan dan kesuksesan di pasar global.


PT ALKO Sumatra International, yang berkomitmen terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan tanggung jawab lingkungan, telah mengambil langkah signifikan dalam membangun sistem traceability di kawasan Gayo. Dengan adanya sistem ini, perjalanan kopi dari kebun hingga ke konsumen akhir bisa dilacak dengan detail. Penggunaan teknologi traceability tidak hanya meningkatkan transparansi rantai pasok, namun juga memastikan bahwa setiap proses yang dilalui kopi tersebut sesuai dengan standar keberlanjutan yang ketat, termasuk dalam hal ramah lingkungan dan etika kerja.


Sistem traceability yang diimplementasikan oleh ALKO berfungsi sebagai sarana untuk mengumpulkan data secara real-time dari setiap tahap produksi kopi. Dimulai dari petani yang menanam biji kopi di lahan mereka, data seperti lokasi, jenis pohon, dan praktik pertanian yang digunakan direkam dalam sistem ini. Petani kopi di Gayo juga dilatih untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sekitar, termasuk dalam hal mengurangi penggunaan bahan kimia dan mengelola limbah pertanian dengan baik. Selain itu, proses ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani tentang praktik bertani yang lebih ramah lingkungan.


Penggunaan aplikasi berbasis teknologi Dimitra memungkinkan ALKO untuk menyimpan informasi yang akurat mengenai setiap petani dan lahan yang mereka kelola. Setiap kali ada panen kopi, data yang dikumpulkan oleh aplikasi ini diperbarui dan disinkronkan dengan sistem traceability ALKO. Melalui aplikasi ini, petani dapat mencatat proses budidaya dan pengolahan kopi secara digital, sehingga memudahkan mereka untuk melaporkan hasil panen dan kondisi lahan secara konsisten. Data ini nantinya akan sangat berguna dalam proses audit keberlanjutan yang dibutuhkan oleh pasar global, khususnya Eropa, yang kini lebih ketat dalam menerapkan kebijakan anti-deforestasi.


Implementasi traceability juga memungkinkan ALKO untuk memberikan dukungan tambahan bagi petani dalam bentuk pelatihan dan pemberdayaan. Melalui program-program yang diselenggarakan secara berkala, petani di Gayo diberikan pemahaman tentang standar EUDR (European Union Deforestation Regulation) yang kini menjadi persyaratan wajib dalam perdagangan kopi di pasar Eropa. Dengan adanya pelatihan ini, petani tidak hanya memahami pentingnya keberlanjutan, namun juga mampu beradaptasi dengan perubahan regulasi pasar global yang semakin ketat.


ALKO menjalin kemitraan strategis dengan petani dan prosesor kopi lokal di Gayo. Melalui kemitraan ini, petani dan prosesor berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kopi dari proses awal hingga akhir. Selain itu, mereka bekerja sama dengan ALKO untuk memastikan proses penanganan kopi dilakukan sesuai standar keberlanjutan, sehingga kualitas kopi tetap terjaga hingga ke tangan konsumen akhir. Kerjasama ini tidak hanya menguntungkan bagi petani dan prosesor, tetapi juga memperkuat posisi kopi Gayo di pasar dunia.


Dalam prosesnya, ALKO turut memastikan bahwa seluruh kegiatan pengolahan kopi mengikuti praktik bebas dari deforestasi. Kebijakan ini diterapkan secara ketat untuk menjaga kelestarian hutan Gayo dan mencegah perluasan lahan pertanian yang merusak kawasan hutan lindung. Melalui kebijakan ini, ALKO bersama petani di Gayo berupaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan habitat yang ada, sekaligus memenuhi persyaratan dari berbagai lembaga sertifikasi internasional yang fokus pada isu lingkungan.


Pengembangan traceability juga membawa nilai tambah bagi kopi Gayo karena konsumen kini lebih sadar dan peduli terhadap asal-usul produk yang mereka konsumsi. Dengan mampu menelusuri setiap tahap produksi, konsumen dapat melihat secara transparan bagaimana kopi yang mereka nikmati diproduksi dengan praktik yang bertanggung jawab. Ini bukan hanya meningkatkan daya saing kopi Gayo, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang berkelanjutan.


Tidak hanya mengutamakan aspek keberlanjutan, ALKO juga berfokus pada pengembangan kesejahteraan petani kopi di Gayo. Dengan sistem traceability yang jelas dan transparan, petani mendapat apresiasi yang lebih layak atas hasil kerja keras mereka. Melalui transparansi harga dan sistem yang akuntabel, petani dapat menerima penghasilan yang lebih stabil dan adil, sehingga keberlanjutan ekonomi di tingkat komunitas dapat terjaga.


Pada tingkat global, implementasi traceability menjadikan kopi Gayo mampu bersaing di pasar internasional yang semakin kompetitif. Standar yang diterapkan oleh ALKO tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar Eropa, tetapi juga menarik minat pasar lain yang kini mulai menaruh perhatian pada produk yang bebas dari deforestasi dan etis. Hal ini membuka peluang baru bagi kopi Gayo untuk memperluas pangsa pasar dan mendapatkan apresiasi yang lebih besar dari konsumen mancanegara.


Bagi ALKO, penerapan traceability di Gayo bukanlah sekadar strategi bisnis, namun merupakan komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan ekosistem pertanian kopi di Indonesia. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi yang kuat, ALKO berharap dapat membangun sistem rantai pasok kopi yang sepenuhnya transparan dan bertanggung jawab. Di masa mendatang, langkah ini diharapkan mampu menjadi model bagi daerah penghasil kopi lainnya di Indonesia yang ingin memasuki pasar internasional dengan pendekatan keberlanjutan yang serupa.


Keberhasilan pembangunan traceability di dataran tinggi Gayo bukan hanya membawa manfaat bagi kopi Gayo itu sendiri, tetapi juga bagi seluruh ekosistem dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor ini. Dari hulu hingga hilir, setiap pelaku dalam rantai pasok kopi kini memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan produk yang dihasilkan. Inilah bukti bahwa dengan kolaborasi yang erat antara perusahaan, petani, dan prosesor kopi, sektor kopi Indonesia dapat bersaing di pasar global dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | www.qthinkx.io| trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.