About Us

Preserves Nature and Empowers People

ALKO memberikan pengetahuan dan teknologi agribisnis kepada para petani kopi di kawasan Gunung Kerinci, dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi, kualitas dan nilai produk mereka, dan untuk memperluas pasar global (Ekspor), Serta Pelestarian alam dan ALKO secara konsisten memberdayakan kegiatan masyarakat, salah satunya dengan mengadakan pelatihan gratis bagi petani tentang kopi GAP (Good Agriculture Practice), mulai dari pola tanam hingga pasca panen, termasuk melakukan pendampingan usaha kepada kelompok tani wanita.

Read More  

Hadir sebagai solusi untuk Petani dan Industri Kopi.

Berdiri sebagai Koperasi Alam Korintji INT pada 2014 yang fokus pada pengembangan pertanian Kopi di Kerinci  dengan dukungan program pemberdayaan WWF. ALKO bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan teknologi agribisnis kepada para petani kopi di kawasan Gunung Kerinci, dalam rangka meningkatkan kapasitas petani, produksi, kualitas dan nilai produk mereka, dan untuk memperluas pasar global (Ekspor). Pada Tahun 2017 mendirikan perusahaan  ALKO SUMATRA KOPI sebagai devisi unit usaha yang melakukan kegiatan bisnis kopi koperasi.

Visi utama ALKO adalah Menjadi Produser kopi speciality untuk global yang mengutamakan prinsif Ekonomi Hijau, Pelestarian Alam dan Pemberdayaan Masyarakat, pada awal berdiri dengan sedikitnya 625 keluarga petani yang mencakup 416Ha dari total luas lahan pertanian kopi arabika di 24 Desa, juga memiliki koordinat lahan petani yang akurat, untuk ketelusuran dan untuk memastikan tidak ada petani yang bertani di kawasan hutan lindung dan / atau Taman Nasional Kerinci Seblat. Tahun 2024 perluasan keanggotan telah berada di 8 provinsi penghasil kopi di Indonesia dengan jumlah anggota 9181 petani dan dengan luasan 710ha kopi Arabika dan 6751 ha Robusta.

Why Choose Us

Kami memproduksi kopi dengan kualitas specialty dan menerapkan prisip ketelusuran berbasis blockchain untuk pertanian kopi yang keberlanjutan

Our Product

Our Product

Our Client

Brand yang telah mempercayai kami

(USA)

(USA)

(USA)

(France)

(UK)

(New Zealand)

(USA)

(USA)

(USA)

(France)

(UK)

(New Zealand)

Menyajikan biji kopi ke roastery di beberapa negara dan lebih dari +50 brand yang tersebar di seluruh dunia

Menyajikan biji kopi ke roastery di beberapa negara dan lebih dari +50 brand yang tersebar di seluruh dunia

Our Farmers

1.516 petani kopi Arabika dan 8.575 petani kopi Robsuta, Arabika 710 hektar dan lahan Robusta 6751 hektar Telah mendampingi petani yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia

Ekosistem Koperasi Kopi Alam Korintji dimulai dari Petani sebagai Anggota dan member koperasi, lalu memiliki unit usaha berbentuk perusahaan, memiliki mitra kerja baik instansi atau lembaga kemasyarakatan lainnya dan tergabung dalam kolaborasi satu komunitas ALKO. Koperasi ALKO sangat trasparan memberikan informasi pangsa pasar dan harga Komoditas Kopi kepada petani kopi di Kerinci, berupaya meningkatkan pengetahuan petani anggota Perkumpulan dan masyarakat dengan pengetahuan wirausaha dan pengembangan teknologi dalam pertaniannya untuk memberikan nilai tambah kepada petani.

Blockchain

Meningkatkan pengalaman pelanggan untuk mengetahui perjalanan kopi

Dengan penerapan teknologi blockchain modern, menghadirkan Aplikasi Traceability kopi sejak 2019 ALKO kini menyediakan data yang dapat dilacak secara terbuka dan transparan sebagai kisah unik untuk melengkapi setiap kopi yang diproduksi dan dijualnya, dari Petani, lokasi kebun, waktu proses dan hingga perjalan kopi ke secangkir seduhan.

Our Program

Peningaktan kapasistas petani, membangung ekosistem serta pengembangan Ekonomi hijau, berkelanjutan, pemberdayaan petani dan penerapan inovasi teknologi demi pertumbuhan SDM dan Agribisnis

Our Program

Peningaktan kapasistas petani, membangung ekosistem serta pengembangan Ekonomi hijau, berkelanjutan, pemberdayaan petani dan penerapan inovasi teknologi demi pertumbuhan SDM dan Agribisnis

Blog

Info seputar pengetahuan petani, perkopian hingga tips menarik untuk anda

Blog

Info seputar pengetahuan petani, perkopian hingga tips menarik untuk anda

Aulia SyarifaPenyuluhan PertanianFakultas PertanianUniversitas AndalasAda banyak hal yang saya temukan selama menjalani magang di PT ALKO Sumatra Kopi. Bukan hanya tentang kopi, proses pengolahan, maupun dunia kerja, tetapi juga tentang bagaimana sebuah lingkungan kerja dapat menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan pengalaman-pengalaman baru yang mungkin tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya berkesempatan mengikuti pelatihan pengolahan sampah anorganik. Dalam kegiatan tersebut, kami belajar memanfaatkan limbah kemasan Masako yang sudah tidak terpakai untuk diubah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai guna, yaitu tas. Dari sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai sampah, kami belajar menciptakan sesuatu yang dapat kembali digunakan. Sederhana, tetapi memiliki makna yang begitu besar.Kegiatan ini menyadarkan saya bahwa nilai sebuah benda tidak selalu berakhir ketika fungsi awalnya selesai. Dengan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian, sesuatu yang dianggap tidak berguna dapat diberikan kesempatan kedua untuk menjadi sesuatu yang bernilai. Begitu pula dengan sampah—ketika dikelola dengan baik, ia bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk menciptakan karya dan nilai ekonomi.Yang membuat pengalaman ini semakin berharga adalah kesempatan yang diberikan kepada saya untuk turut memandu jalannya acara. Berdiri di depan peserta, mengatur alur kegiatan, menyampaikan informasi, dan memastikan acara berjalan dengan baik menjadi pengalaman yang secara perlahan membangun keberanian dalam diri saya. Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut terlihat sederhana, tetapi bagi saya, kesempatan itu menjadi salah satu ruang untuk keluar dari zona nyaman dan belajar mempercayai kemampuan diri sendiri.Saya bersyukur karena selama berada di PT ALKO Sumatra Kopi, saya tidak hanya ditempatkan sebagai seseorang yang datang untuk belajar tentang pekerjaan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan. PT ALKO Sumatra Kopi bagi saya bukan sekadar tempat melaksanakan kewajiban magang, melainkan tempat di mana saya mendapatkan banyak pelajaran tentang kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, hingga keberanian untuk mengambil peran.Di tengah kesibukan dan berbagai aktivitas selama magang, saya semakin memahami bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari nilai yang mampu diberikan kepada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. PT ALKO Sumatra Kopi menunjukkan bahwa dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Hal tersebut menjadi salah satu hal yang membuat pengalaman magang saya terasa semakin bermakna.Bagi saya, pelatihan pengolahan sampah ini bukan sekadar tentang membuat tas dari kemasan bekas. Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan tentang cara melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda: bahwa di balik sesuatu yang dianggap tidak bernilai, selalu ada kemungkinan untuk menciptakan nilai baru.Dan mungkin, begitulah perjalanan magang saya di PT ALKO Sumatra Kopi. Saya datang untuk belajar, tetapi justru pulang membawa jauh lebih banyak hal—pengalaman, keberanian, keterampilan, relasi, dan cerita yang akan saya ingat. Setiap kegiatan menjadi bagian kecil dari proses panjang dalam membentuk diri saya.Karena pada akhirnya, magang bukan hanya tentang apa yang kita kerjakan, tetapi tentang siapa diri kita setelah melewati semua pengalaman itu. Dan PT ALKO Sumatra Kopi telah menjadi salah satu tempat yang memberi saya ruang untuk tumbuh, mencoba, berkontribusi, dan belajar bahwa setiap pengalaman, sekecil apa pun, selalu memiliki nilai ketika kita mampu memaknainya.

Read More  

Admin Alko | 09/08/2026

KERINCI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah "Meningkatkan Kapasitas dan Komunitas dalam Pengolahan Sampah" yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Desa Batang Sangir, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.Pelatihan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan.Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Batang Sangir, yang sekaligus menjadi narasumber utama dengan materi mengenai pengolahan sampah organik. Dalam paparannya, Kepala Desa menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, sampah organik, khususnya limbah dapur yang setiap hari dihasilkan oleh rumah tangga, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan pekarangan pangan keluarga.Sesi praktik kemudian dilanjutkan oleh Ibu Kaliem, yang memberikan pelatihan mengenai pengolahan sampah nonorganik. Peserta diperkenalkan pada teknik pemilahan, pemanfaatan kembali (reuse), hingga pengolahan sampah plastik menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, seperti tas belanja, keranjang, dompet, tempat tisu, wadah serbaguna, serta berbagai produk kreatif lainnya yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami proses pengelolaan sampah secara aplikatif.Kegiatan ini secara khusus mendukung penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai garda terdepan dalam membangun budaya peduli lingkungan di tingkat rumah tangga. Dengan pengetahuan yang diperoleh, para anggota KWT diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah, mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai.Pelatihan diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bareng, KWT Bina Tani, KWT Sekar Tani, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Kolaborasi antara kelompok perempuan tani dan mahasiswa diharapkan mampu memperluas penyebaran pengetahuan mengenai pengelolaan sampah hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengolah sampah, tetapi juga pemahaman bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi sirkular, di mana limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Penyelenggara berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan meningkatnya kapasitas komunitas dalam mengelola sampah secara mandiri, Desa Batang Sangir diharapkan mampu menjadi contoh desa yang bersih, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

JAMBI –  ALKO Sumatra Kopi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan usaha komunitas berbasis potensi lokal melalui penerapan ekosistem traceability. Komitmen tersebut disampaikan saat ALKO menjadi panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi bertajuk "Bukti, Bukan Hanya Cerita: Valuasi Ekonomi atas Model Pemberdayaan Pengembangan Usaha Komunitas Berbasis Potensi Lokal."Webinar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku usaha yang berbagi pengalaman dalam membangun model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.Dalam forum tersebut, ALKO memaparkan perspektif pasar mengenai faktor-faktor yang menentukan keberhasilan usaha komunitas, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas produk, hingga pentingnya sistem traceability dalam menjawab tuntutan pasar global.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa daya saing komoditas Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan transparansi dan ketertelusuran pada setiap rantai pasok."Pasar internasional saat ini membeli lebih dari sekadar produk. Mereka membutuhkan kepastian mengenai asal-usul, proses produksi, keberlanjutan, dan transparansi. Karena itu kami membangun ekosistem traceability yang menghubungkan petani, koperasi, industri, hingga pembeli global dalam satu sistem yang terintegrasi," ujar Suryono.Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat posisi masyarakat, bukan menggantikan peran mereka. Melalui sistem traceability, petani memperoleh identitas digital yang mendukung akses pasar premium, meningkatkan kepercayaan pembeli, sekaligus memperkuat tata kelola usaha komunitas.Dalam paparannya, ALKO juga menjelaskan bahwa pengembangan usaha masyarakat harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pemerintah, lembaga pendamping, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga keuangan, dan pelaku pasar menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem yang mampu tumbuh secara berkelanjutan.ALKO memanfaatkan pendekatan tersebut melalui integrasi koperasi, digitalisasi rantai pasok, peningkatan kapasitas petani, penerapan standar keberlanjutan, serta pengembangan akses pasar nasional dan internasional.Pada kesempatan itu, ALKO menyampaikan apresiasi kepada KKI Warsi atas penyelenggaraan forum yang menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat."Kami mendukung penuh inisiatif KKI Warsi dalam memperkuat usaha komunitas berbasis potensi lokal. ALKO siap berkolaborasi dengan KKI Warsi, pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan berbagai mitra pembangunan untuk membangun ekosistem traceability yang lebih kuat, meningkatkan daya saing komoditas lokal, serta membuka akses pasar global bagi masyarakat," kata Suryono.Melalui kolaborasi tersebut, ALKO berharap model pemberdayaan masyarakat tidak hanya menghasilkan peningkatan ekonomi, tetapi juga menciptakan tata kelola yang transparan, memperkuat kelembagaan koperasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan usaha komunitas di Indonesia.Keikutsertaan ALKO sebagai panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi menegaskan bahwa pengalaman membangun ekosistem kopi berbasis koperasi, teknologi, dan kemitraan global di Kerinci dapat menjadi salah satu referensi pengembangan usaha komunitas yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pasar internasional.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.