Kopi Mandailing: Warisan Budaya dan Rasa dari Sumatera Utara

Admin Alko | 25/09/2025


Pendahuluan

Kopi Mandailing adalah salah satu kopi legendaris Indonesia yang berasal dari Sumatera Utara. Dikenal dengan cita rasanya yang khas, body yang kuat, dan keharuman yang kompleks, kopi ini telah lama menjadi bagian penting dari budaya dan ekonomi masyarakat Mandailing. Lebih dari sekadar minuman, kopi Mandailing adalah warisan budaya yang menyatukan identitas, sejarah, dan kebanggaan.

Tulisan ini mengulas perjalanan kopi Mandailing mulai dari asal-usulnya, peran masyarakat dalam menjaga budidaya, hingga kiprahnya di pasar dunia sebagai salah satu kopi premium Indonesia.


Asal Usul dan Sejarah Kopi Mandailing

Nama Mandailing berasal dari etnis Mandailing yang tinggal di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kopi diperkenalkan ke wilayah ini oleh Belanda pada abad ke-19. Sejak itu, kopi tumbuh subur di dataran tinggi Mandailing yang memiliki ketinggian sekitar 1.000–1.400 meter di atas permukaan laut.

Perkebunan kopi Mandailing sebagian besar dikelola oleh petani kecil. Mereka menanam kopi di lahan-lahan keluarga dengan teknik tradisional, tanpa banyak campur tangan teknologi modern. Keaslian inilah yang menjadikan kopi Mandailing memiliki karakter unik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Pada masa kolonial, kopi Mandailing menjadi salah satu komoditas ekspor penting Belanda. Bahkan, istilah “Mandheling Coffee” masih digunakan hingga kini di pasar internasional, meskipun tidak selalu berasal dari wilayah Mandailing itu sendiri.


Kopi Mandailing dan Identitas Budaya

Bagi masyarakat Mandailing, kopi bukan hanya produk pertanian tetapi juga bagian dari budaya mereka.

  • Ruang Sosial: Kopi selalu hadir dalam interaksi sosial, mulai dari pertemuan keluarga hingga acara adat.

  • Simbol Kehangatan: Menyajikan kopi adalah bentuk penghormatan bagi tamu.

  • Cerita Tradisi: Banyak kisah dan pepatah Mandailing yang mengaitkan kopi dengan kerja keras, kesabaran, dan kebersamaan.

Dengan demikian, kopi telah menjadi medium yang mempererat ikatan sosial di masyarakat Mandailing.


Karakteristik Kopi Mandailing

Kopi Mandailing dikenal sebagai salah satu Arabika dengan karakter rasa khas. Beberapa ciri utamanya adalah:

  1. Body Kuat – menghasilkan rasa penuh dan tebal saat diminum.

  2. Aroma Kompleks – dengan sentuhan cokelat, herbal, dan rempah.

  3. Acidity Sedang hingga Rendah – membuatnya lembut tetapi tetap berkarakter.

  4. Aftertaste Panjang – meninggalkan kesan mendalam di lidah.

Kombinasi inilah yang membuat kopi Mandailing menjadi favorit di kalangan pecinta kopi dunia, terutama di pasar Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.


Sistem Budidaya Kopi Mandailing

Sebagian besar kopi Mandailing ditanam dengan sistem tradisional. Petani biasanya menggunakan pola agroforestri, di mana kopi tumbuh berdampingan dengan pohon pelindung seperti lamtoro, suren, atau pohon buah. Sistem ini memberi banyak manfaat:

  • Menjaga kelembaban tanah.

  • Memberikan nutrisi tambahan melalui daun gugur.

  • Melindungi tanaman kopi dari sinar matahari langsung.

Selain itu, petani Mandailing juga mulai mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan dengan penggunaan pupuk organik dan metode panen selektif (memetik hanya buah merah).


Proses Pasca Panen

Salah satu faktor penting yang memengaruhi rasa kopi Mandailing adalah proses pasca panen. Metode yang umum digunakan adalah wet hulling atau giling basah, sebuah teknik khas Indonesia.

Proses ini menciptakan rasa earthy dengan body tebal yang menjadi ciri khas kopi Sumatera, termasuk Mandailing. Namun, seiring perkembangan pasar specialty coffee, beberapa kelompok tani juga mulai bereksperimen dengan metode natural, honey, atau fermentasi anaerobik untuk menambah variasi cita rasa.


Kopi Mandailing di Pasar Dunia

Nama kopi Mandailing telah lama dikenal di pasar internasional. Bahkan, banyak pembeli luar negeri menggunakan istilah “Mandheling Coffee” sebagai branding untuk kopi Sumatera.

Negara tujuan utama ekspor kopi Mandailing adalah:

  • Amerika Serikat.

  • Jepang.

  • Kawasan Eropa (Belanda, Italia, Jerman).

Keunikan kopi Mandailing menjadikannya salah satu kopi premium yang dihargai tinggi. Meski demikian, salah satu tantangan adalah memastikan bahwa kopi yang dipasarkan dengan nama “Mandheling” benar-benar berasal dari Mandailing, bukan sekadar kopi Sumatera yang diberi label.


Nilai Implementasi Modernisasi dan Digitalisasi

Seiring meningkatnya permintaan global akan transparansi, kopi Mandailing juga mulai beradaptasi dengan digitalisasi rantai pasok. Platform seperti Qhiting-X atau sistem traceability lainnya memungkinkan:

  • Jejak asal kopi jelas: pembeli internasional bisa melacak kopi hingga ke kebun.

  • Peningkatan branding: kopi Mandailing bisa menunjukkan keaslian dan kualitasnya.

  • Kepatuhan ekspor: membantu petani dan eksportir memenuhi regulasi seperti EUDR di Uni Eropa.

  • Keadilan bagi petani: harga lebih transparan dan sesuai kualitas.

Digitalisasi menjadi nilai implementasi yang penting agar kopi Mandailing tetap relevan di pasar dunia.


Kopi Mandailing dan Keberlanjutan

Kopi Mandailing tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan. Wilayah Mandailing memiliki hutan tropis yang menjadi habitat satwa langka. Oleh karena itu, praktik budidaya kopi berkelanjutan sangat penting.

Dengan menjaga keseimbangan alam melalui agroforestri, penggunaan pupuk organik, dan konservasi air, kopi Mandailing dapat terus diproduksi tanpa merusak lingkungan.


Kopi Mandailing sebagai Diplomasi Budaya

Selain sebagai komoditas ekonomi, kopi Mandailing juga menjadi alat diplomasi budaya. Dalam berbagai festival kopi dunia, kopi ini selalu menjadi salah satu ikon yang diperkenalkan.

Banyak kafe internasional menjadikan “Mandheling Coffee” sebagai menu unggulan, memperkenalkan nama Mandailing ke konsumen global. Dengan begitu, kopi tidak hanya menjadi minuman, tetapi juga jembatan budaya antara Indonesia dan dunia.


Penutup

Kopi Mandailing adalah bukti bahwa warisan budaya dapat hidup berdampingan dengan modernisasi. Dari kebun rakyat di Tapanuli Selatan, kopi ini mampu menggapai pasar dunia dan menjadi salah satu kopi premium Indonesia.

Kekuatan rasa, sejarah panjang, identitas budaya, serta adaptasi pada era digital menjadikan kopi Mandailing sebagai permata kopi Nusantara.

Dalam setiap tegukan kopi Mandailing, kita menikmati lebih dari sekadar minuman: kita merasakan sejarah, budaya, dan perjuangan masyarakat Mandailing yang telah menjaga warisan ini dari generasi ke generasi.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

SURABAYA — Kopi robusta premium Indonesia kembali mencatat langkah menuju pasar Eropa. Sebuah kontainer ekspor yang mengusung program “Road to Milan” menunjukkan pengiriman kopi robusta premium Indonesia berbasis traceability blockchain menuju Naples, Italia, melalui jalur logistik Surabaya pada Agustus 2026.Informasi tersebut terlihat pada penanda yang terpasang di kontainer dalam dokumentasi pengiriman. Program ini melibatkan ALKO dan menggunakan QThink-X Traceability Apps sebagai bagian dari sistem ketertelusuran produk.Penggunaan teknologi traceability menjadi bagian penting dalam upaya membawa kopi Indonesia ke pasar global. Bukan semata-mata mengenai pengiriman komoditas dari Indonesia ke Eropa, tetapi juga bagaimana perjalanan kopi dapat ditelusuri dari sumbernya hingga menjadi produk yang diterima konsumen.Pada kontainer tersebut tercantum keterangan “Ekspor Kopi Robusta Premium Indonesia Flores Berbasis Traceability Blockchain ke Naples – Agustus 2026 via Surabaya”. Identitas ALKO dan QThink-X juga ditampilkan sebagai bagian dari ekosistem program.Dari kebun ke pasar globalPenggunaan teknologi ketertelusuran menjadi semakin relevan bagi komoditas kopi. Konsumen dan pembeli di pasar internasional tidak hanya memperhatikan rasa dan kualitas biji kopi, tetapi juga semakin memperhatikan asal produk, proses produksi, keberlanjutan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok.Dalam konteks tersebut, blockchain traceability dapat digunakan untuk membangun rekam jejak digital yang lebih terstruktur. Informasi mengenai asal kopi, proses di tingkat petani, pengolahan, hingga rantai distribusi dapat menjadi bagian dari data yang mendukung transparansi produk.QThink-X diposisikan dalam ekosistem tersebut sebagai aplikasi ketertelusuran yang menghubungkan aktivitas di lapangan dengan informasi digital.Langkah ini juga sejalan dengan gagasan besar ALKO untuk membangun ekosistem kopi yang tidak berhenti pada perdagangan komoditas, tetapi memperkuat hubungan antara petani, koperasi, pengolah, pelaku usaha, hingga pembeli di pasar internasional.Dengan demikian, kopi tidak lagi hanya hadir sebagai komoditas yang dikirim dalam kontainer. Di belakang satu pengiriman terdapat cerita mengenai kebun, petani, proses produksi, kualitas, dan sistem yang memungkinkan perjalanan produk tersebut ditelusuri.Teknologi menjadi bagian dari nilai kopiPenggunaan QThink-X dalam pengiriman ini memperlihatkan bahwa teknologi mulai ditempatkan sebagai bagian dari nilai tambah kopi Indonesia.Ketertelusuran dapat menjadi instrumen untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin menuntut transparansi. Bagi petani dan pelaku usaha, data yang tercatat juga dapat menjadi dasar untuk membangun sistem produksi yang lebih terukur.Bagi pembeli, ketertelusuran memberikan informasi mengenai dari mana produk berasal dan bagaimana produk tersebut melewati rantai pasok.Model seperti ini menjadi penting ketika kopi Indonesia masuk ke pasar yang memiliki persyaratan dan ekspektasi tinggi terhadap kualitas serta keberlanjutan.Pengiriman melalui Surabaya menuju Naples juga memperlihatkan bahwa rantai kopi Indonesia semakin terhubung dengan pasar internasional. Dari wilayah produksi di Indonesia, kopi bergerak melalui jaringan logistik nasional sebelum memasuki pasar Eropa.Bukan sekadar eksporBagi ALKO, langkah ini dapat dibaca sebagai bagian dari perjalanan membangun ekosistem kopi berbasis data dan ketertelusuran.Pengembangan ekosistem tersebut sebelumnya juga dikaitkan dengan penguatan koperasi dan kelompok usaha petani, pengembangan agroforestri, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung transparansi rantai pasok.Karena itu, keberadaan QThink-X dalam pengiriman kopi bukan sekadar pelengkap administratif. Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa perjalanan kopi dari hulu hingga hilir dapat terdokumentasi.Hal ini sekaligus membuka peluang bagi kopi Indonesia untuk membawa lebih banyak informasi mengenai identitas produknya ketika memasuki pasar global.Kopi robusta premium dari Flores yang diberangkatkan melalui Surabaya menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas Indonesia dapat dipadukan dengan teknologi ketertelusuran untuk menjawab tuntutan perdagangan modern.Di tengah persaingan kopi dunia, nilai sebuah produk semakin ditentukan bukan hanya oleh apa yang ada di dalam cangkir, tetapi juga oleh cerita dan bukti di balik produk tersebut.Dari kebun, data, hingga kontainer—perjalanan kopi Indonesia menuju pasar Eropa kini membawa identitas yang semakin lengkap.

Read More  

Admin Alko | 26/08/2026

Mengabdi Tanpa Henti Untuk KerinciIbrahim Ash ShidiqHubungan InternasionalFakultas ilmu sosial dan ilmu politikUniversitas AndalasCerita Perjalanan kami selama 50 menit dari Sungai Penuh ke Desa Lolo Kecil, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci. Hamparan desa ini menjadi saksi bisu langkah awal kami dalam melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Ikatan Mahasiswa Kerinci Universitas Andalas (IMK-UNAND) tahun 2026. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama satu minggu penuh, terhitung dari tanggal 5 hingga 11 Agustus 2026. Pemerintahan desa beserta tokoh masyarakat setempat menyambut hangat kedatangan kami dalam acara pembukaan di hari pertama. Semua anggota panitia merasa sangat bersemangat untuk memulai seluruh rangkaian agenda yang telah dipersiapkan dari jauh hari.Tantangan pertama langsung menyapa kami saat mulai mengamati keseharian masyarakat setempat. Mayoritas penduduk di desa ini, mencapai angka 80 persen, menggantungkan hidup sebagai seorang petani. Mereka terbiasa berangkat ke ladang sejak pagi buta dan baru kembali pulang saat matahari mulai condong ke barat. Kondisi ini tentu saja bikin kami memutar otak dalam menyusun jadwal kegiatan agar partisipasi warga bisa maksimal. Waktu yang paling ideal untuk mengumpulkan warga ternyata sangat singkat, yakni dari setelah waktu Ashar hingga menjelang Maghrib. Keterbatasan durasi ini justru mengajarkan kami arti efisiensi dan kelincahan strategi dalam mengeksekusi sebuah acara.Beragam program kerja kami susun sedemikian rupa untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat desa. Hari kedua kami awali dengan kegiatan gotong royong membersihkan gedung pemuda desa yang akan menjadi pusat seluruh aktivitas. Sore harinya, gedung tersebut langsung digunakan untuk menggelar dua seminar penting bagi warga setempat. Seminar pertama berfokus pada kesehatan orang tua, secara khusus membahas pentingnya makanan bergizi dan kontrol gula darah. Sesi berikutnya diisi oleh perwakilan Bank 9 Jambi yang memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pentingnya menabung di instansi tersebut. Antusiasme warga terlihat sangat jelas meski mereka baru saja melepas lelah sepulang dari kebun.Rangkaian kegiatan edukatif berlanjut pada hari ketiga dengan menghadirkan praktisi berpengalaman dari PT ALKO Sumatra Kopi. Sesi diskusi kali ini mengambil fokus utama pada teknik perawatan tanaman kopi serta strategi hilirisasi produk lokal kebanggaan Kerinci. Pihak pemateri memaparkan secara rinci tahapan krusial pascapanen yang berpotensi besar mendongkrak nilai jual biji kopi di pasaran luas. Warga desa tampak menyimak setiap penjelasan tersebut dengan tingkat antusiasme yang sangat tinggi. Pemateri turut membagikan pandangan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari nilai yang mampu diberikan kepada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. PT ALKO Sumatra Kopi melalui perwakilannya menunjukkan secara langsung bahwa dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Pengetahuan ini sukses membuka wawasan para petani Lolo Kecil tentang potensi ekonomi besar yang tersembunyi di balik kebun kopi mereka.Fokus pengabdian kami kemudian beralih pada pelestarian lingkungan di hari ke empat melalui aksi penanaman bibit pohon. Kami bersama-sama menanam 20 bibit nangka dan 20 bibit jengkol di berbagai titik sekitar desa. Langkah kecil ini kami harapkan dapat memberikan manfaat sekaligus tambahan nilai ekonomis bagi warga Lolo Kecil di masa depan.Interaksi dengan anak-anak desa menjadi warna tersendiri dalam perjalanan pengabdian ini di hari kelima. Kami mengunjungi Sekolah Dasar (SD) setempat untuk melaksanakan senam pagi bersama para siswa dan guru. Keceriaan anak-anak semakin meningkat saat kami mengadakan lomba mewarnai untuk siswa kelas 1 hingga 3. Siswa kelas 4, 5, dan 6 juga tidak kalah semangat saat lomba cerdas cermat yang kami pandu. Pengalaman berharga lainnya di lingkungan sekolah kami dapatkan saat ikut menjadi petugas upacara bendera di hari Senin. Pihak sekolah sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang turut menanamkan rasa disiplin kepada para murid.Kedekatan kami dengan warga ternyata tidak hanya melalui deretan program formal yang sudah direncanakan. Pada hari minggu dengan jadwal yang telah ditetapkan kami membuat kegiatan didikan subuh untuk anak-anak Desa Lolo kecil, Siang nya kami melakukan jejak sejarah berkunjung ke rumah depati parbo lalu mendengarkan cerita sejarah depati parbo dan Kami juga menyempatkan diri untuk mengikuti pengajian rutin bersama ibu-ibu majelis taklim di saat agenda panitia sedang kosong saat sore hari. di hari terakhir kami semua panitia membantu pihak puskesmas setempat. Kami mendampingi para tenaga kesehatan dalam melakukan pengecekan medis untuk warga dewasa dan pelayanan posyandu bagi balita. Seluruh agenda resmi ini ditutup dengan acara perpisahan pada sore harinya untuk saling menyampaikan kesan dan pesan mendalam. Panitia pengabdian mulai membersihkan tempat tinggal setelah acara selesai dan bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing.Pengabdian ini pada akhirnya tidak hanya memberikan rentetan dampak bagi desa, melainkan juga bagi internal organisasi kami. Mayoritas anggota panitia yang ikut serta adalah mahasiswa semester dua yang belum pernah merasakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini secara langsung menjadi wadah pembelajaran bagi kami untuk mempraktikkan cara bersosialisasi yang baik dengan masyarakat desa. Dinamika dan ragam masalah yang muncul selama satu minggu kami jadikan bahan evaluasi untuk diselesaikan bersama. Penyelesaian masalah secara musyawarah ini menjadi bekal mental yang berharga untuk melangkah ke depannya.

Read More  

Admin Alko | 21/08/2026

JAKARTA —19/8, Upaya memperluas akses pembiayaan bagi petani kopi di wilayah Kerinci dan Bengkulu memasuki tahap baru. Alko menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk membangun kerja sama penyaluran pembiayaan dana bergulir kepada petani dalam ekosistem koperasi dan closed-loop Alko.Kerja sama tersebut menempatkan Alko sebagai mitra agregator, yang berperan menghubungkan dan mengonsolidasikan petani anggota koperasi dalam ekosistem Alko agar dapat mengakses skema pembiayaan BPDLH.Penandatanganan MoU ditandai dengan pertemuan dan penyerahan dokumen kerja sama antara perwakilan BPDLH dan Alko. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembiayaan yang lebih terstruktur bagi petani, sekaligus memperkuat praktik pertanian yang berkelanjutan.Pada tahap awal, program ditargetkan menjangkau sekitar 100 petani. Selanjutnya, cakupan program direncanakan diperluas hingga sekitar 2.000 petani anggota dalam ekosistem closed-loop Alko di wilayah Kerinci dan Bengkulu.Skema tersebut tidak hanya diarahkan pada penyaluran dana, tetapi juga akan dilengkapi dengan mekanisme mitigasi dan pemantauan berbasis teknologi. Salah satu instrumen yang disiapkan adalah pemanfaatan QThink-X untuk mendukung pengelolaan dan pemantauan program di tingkat petani.Dengan pendekatan tersebut, pembiayaan diharapkan tidak berhenti pada aspek pencairan dana. Data dan aktivitas petani dapat dipantau secara lebih terstruktur sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai tujuan dan prinsip keberlanjutan.Kerja sama ini juga memperkuat model closed-loop ecosystem yang dikembangkan Alko, yakni pendekatan yang menghubungkan petani, koperasi, pendampingan, pembiayaan, produksi, hingga akses pasar dalam satu ekosistem.Bagi petani kopi, akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kapasitas usaha. Dana yang tersedia dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan produktif petani, pengembangan kebun, peningkatan kualitas produksi, maupun penguatan praktik pertanian yang memperhatikan aspek lingkungan.Kolaborasi dengan BPDLH sekaligus membuka peluang agar agenda pembiayaan petani berjalan beriringan dengan agenda perlindungan lingkungan. Dengan demikian, penguatan ekonomi petani tidak dipisahkan dari upaya menjaga ekosistem tempat kopi tersebut dibudidayakan.Alko melihat kerja sama ini sebagai langkah awal untuk membangun model pembiayaan yang lebih dekat dengan kebutuhan petani. Setelah tahap awal berjalan, cakupan penerima manfaat akan dievaluasi dan dikembangkan secara bertahap.Target 2.000 petani dalam ekosistem closed-loop Alko menjadi bagian dari visi jangka menengah untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat posisi koperasi dan kelompok usaha petani sebagai bagian penting dari rantai nilai kopi.Pemanfaatan teknologi QThink-X nantinya diharapkan dapat membantu proses mitigasi, pemantauan wilayah, serta pengelolaan data petani. Pendekatan berbasis data ini penting untuk memastikan program pembiayaan dapat dipantau secara lebih transparan dan terukur.Kerja sama Alko dan BPDLH juga menunjukkan bahwa pengembangan komoditas kopi tidak semata-mata berbicara mengenai produksi dan pasar. Di tingkat hulu, keberlanjutan usaha petani membutuhkan dukungan pembiayaan, kelembagaan, teknologi, dan tata kelola yang saling terhubung.Bagi Kerinci dan Bengkulu, langkah tersebut memiliki arti penting karena kedua wilayah merupakan bagian dari kawasan penghasil kopi yang memiliki potensi ekonomi sekaligus nilai ekologis yang besar.Melalui kemitraan ini, Alko berharap semakin banyak petani memperoleh akses terhadap pembiayaan produktif tanpa harus berjalan sendiri. Koperasi dan ekosistem closed-loop diharapkan menjadi penghubung antara kebutuhan petani dan berbagai sumber dukungan yang tersedia.Tahap awal dengan 100 petani akan menjadi pijakan untuk melihat efektivitas model tersebut sebelum diperluas kepada ribuan anggota lainnya.Pada akhirnya, kerja sama ini diarahkan untuk membangun satu ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, pembiayaan, teknologi, lingkungan, dan pasar secara lebih terintegrasi.Bukan sekadar menyalurkan dana, kolaborasi Alko dan BPDLH ini diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat fondasi ekonomi petani kopi sekaligus memastikan pertumbuhan sektor kopi tetap berjalan sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Read More  

Admin Alko | 20/08/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.