Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Gelar RAT 2023–2024: Evaluasi Kinerja dan Pemantapan Program Kerja 2025

Admin Alko |

Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Gelar RAT 2023–2024: Evaluasi Kinerja dan Pemantapan Program Kerja 2025


Kerinci, 17 April 2025 – Dalam semangat memperkuat sinergi petani kopi dan mendorong tata kelola koperasi yang transparan, Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Int (Perkumpulan Petani Kopi Alam Korintji) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk periode 2023–2024. Acara ini berlangsung pada Rabu, 17 April 2025, di Kerinci, dan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja satu tahun terakhir sekaligus merancang program strategis menghadapi tahun 2025.

RAT ini merupakan bagian dari agenda tahunan koperasi yang bertujuan memastikan akuntabilitas dan keterlibatan aktif anggota dalam proses pengambilan keputusan. Dengan tema besar “Memantapkan Peran Koperasi dalam Meningkatkan Daya Saing dan Kesejahteraan Petani Kopi,” RAT tahun ini mengangkat dua agenda utama: Pelaporan Tahun 2024 dan Perencanaan Program Kerja 2025.

Evaluasi Kinerja Tahun 2024

RAT diawali dengan pemaparan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas koperasi yang disampaikan oleh PJ Ketua Koperasi Puputsari Puspita, SH atas pelaksanaan program kerja, keuangan, dan kegiatan kemitraan selama tahun 2024. Ketua Koperasi, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan koperasi mempertahankan stabilitas produksi dan penjualan meskipun menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga kopi dunia, perubahan iklim, dan regulasi ekspor yang semakin ketat, termasuk adaptasi terhadap European Union Deforestation Regulation (EUDR).

“Alhamdulillah, berkat kerja keras para anggota, pengurus, dan dukungan mitra, koperasi kita masih mampu menjaga kualitas produksi dan memperluas pasar ekspor, khususnya ke Eropa, Jepang, dan Maroko. Tahun ini, kita berhasil mengekspor lebih dari 60% kopi specialty dan mempertahankan relasi dagang dengan buyer utama dari Amerika, Inggris, Belanda, Jepang, Dubai, dan Maroko,” ujar Ketua Koperasi dalam laporannya.

Selain aspek penjualan, laporan juga menyoroti peningkatan partisipasi anggota saat ini mencapai 9.181 petani kopi baik arabika maupun robusta dan 3.250 petani non-kopi yang tersebar di beberapa provinsi produksi kopi di Indonesia. Dijelaskan juga bahwa titik penting keberlanjutan adalah adanya peningkatan penanaman atau perluasan lahan tanam, adanya peningkatan peserta kegiatan program pelatihan budidaya berkelanjutan, perencanaan sertifikasi organik, dan pelaksanaan traceability berbasis digital yang menjadi syarat ekspor kopi berkelanjutan serta pembuatan rekening khusus untuk seluruh anggota koperasi dalam satu bank nasional yang sedang berjalan. Disampaikan juga bahwa tingkat penggunaan aktif di aplikasi traceability blockchain kopi ALKO juga meningkat 45% menjadi 2.750 petani kopi aktif pengguna. Target di 2025, koperasi akan terus mengembangkan cabang produksi di beberapa daerah lainnya di Indonesia dan juga akan memulai mengembangkan sektor hilir dengan membuka beberapa storage produk kopi di pusat-pusat kota besar di Indonesia dan global. Dalam waktu dekat akan membuka di Jakarta berupa ALKO Sentral Storage, untuk pasar luar negeri setelah memiliki representatif storage di Osaka, London, dan Norwegia, selanjutnya akan membuka storage afiliasi di Dubai untuk intervensi pasar Timur Tengah. Pengembangan di sektor hilir dan menjadikan ALKO sebagai perusahaan menuju go publik juga akan dimulai tahun 2025.

Tim pengawas dan pembina koperasi, Bapak Suryono, juga menyampaikan hasil audit internal yang menunjukkan pengelolaan keuangan koperasi dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Pemanfaatan hasil usaha tahun 2025 harus bisa dioptimalkan untuk segera mempercepat pembuatan rekening seluruh anggota aktif koperasi agar penyaluran SHU selanjutnya bisa diberikan langsung kepada petani secara payroll.

Penyampaian tanggapan Pembina Koperasi ALKO, Buk Risa Bhinekawati, SE, MBA, Ph.D, yang datang menghadiri RAT mengatakan program pengembangan usaha juga menunjukkan progres yang terus tumbuh dan dikenal secara global sebagai satu gerakan bisnis sosial yang keterlibatan petani cukup besar dan melakukan pemberdayaan tingkat petani serta konsisten melakukan kegiatan peduli lingkungan, penanaman pohon, pemberian beasiswa, dan pemberian asuransi kesehatan kepada petani. Pengembangan promosi Koperasi ALKO sudah tembus pasar global dan tetap memperhatikan pola ekonomi yang berbasis syariah dan berkeadilan.

Laporan tersebut diapresiasi oleh para anggota dan dinyatakan diterima secara musyawarah mufakat. Beberapa perwakilan komunitas yang ikut dalam RAT juga memberikan pandangan yang positif.

Tantangan dan Inovasi

Dalam sesi diskusi terbuka, para anggota koperasi menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari akses pupuk dan bibit unggul, penurunan produktivitas lahan tua, hingga kebutuhan penguatan kelembagaan kelompok tani dan permodalan. Salah satu petani senior dari Kayu Aro mengusulkan agar koperasi fokus pada program regenerasi kebun, pembuatan pembibitan dan peremajaan tanaman kopi dengan melibatkan anak-anak muda petani.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Koperasi menjelaskan bahwa tahun 2025 koperasi akan fokus pada tiga pilar strategis: Regenerasi Petani, Digitalisasi Rantai Pasok, dan Penguatan Rantai Nilai Lokal. “Kita ingin menjadikan koperasi sebagai rumah besar inovasi petani. Program-program seperti pembibitan kopi unggul, pelatihan agronomi, hingga pelibatan generasi muda akan menjadi prioritas. Kita juga sedang menjajaki kerja sama dengan platform Qhiting Blockchain untuk pengembangan sistem traceability dan pemenuhan syarat EUDR,” jelasnya.

Selain itu, dibahas pula pentingnya koperasi memiliki cadangan modal yang memadai untuk membeli hasil panen petani dengan harga stabil, terutama saat musim panen raya. Usulan pembentukan Dana Cadangan Koperasi dan penguatan unit usaha simpan pinjam turut mendapat sorotan dalam diskusi tersebut.

Perencanaan Program Kerja 2025

Sesi kedua RAT membahas rancangan program kerja tahun 2025. Beberapa program prioritas yang disepakati antara lain:

  1. Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola

    • Pelatihan manajemen koperasi untuk pengurus dan staf lapangan.

    • Revisi AD/ART agar sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan anggota.

    • Peningkatan partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan dan monitoring program.

  2. Pengembangan Produk dan Diversifikasi Pasar

    • Penambahan varian produk kopi kemasan premium.

    • Penetrasi pasar lokal dan nasional melalui kolaborasi dengan UMKM dan marketplace.

    • Eksplorasi pasar baru di wilayah Skandinavia dan Korea Selatan.

  3. Sertifikasi dan Sistem Ketelusuran

    • Peningkatan cakupan lahan bersertifikat organik.

    • Pelatihan budidaya dan traceability untuk seluruh anggota.

    • Implementasi sistem traceability berbasis Qhiting Blockchain.

    • Pelatihan audit internal dan pencatatan digital bagi petani.

  4. Peremajaan Kebun dan Adaptasi Iklim

    • Pembagian bibit kopi unggul dan tanaman peneduh.

    • Pelatihan teknik budidaya adaptif terhadap perubahan iklim.

    • Pembangunan sistem irigasi sederhana dan pemanfaatan pupuk organik lokal.

  5. Program Petani Muda dan Inklusi Gender

    • Pendirian Sekolah Lapang Petani Muda berbasis keterampilan digital.

    • Pelibatan kelompok perempuan dalam pengolahan pasca panen dan pemasaran.

    • Penyediaan akses pembiayaan mikro berbasis koperasi.

  6. Penambahan Anggota Koperasi

    • Penambahan anggota aktif di provinsi produksi kopi di Indonesia dengan tetap menekankan prinsip ekosistem.

Program-program ini disusun dengan mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi standar baru dalam perdagangan kopi global.

Penutup: Koperasi sebagai Pilar Kedaulatan Petani

RAT Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Int ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan program kerja 2025 serta penyerahan simbolis dokumen laporan tahunan kepada seluruh anggota. Para peserta RAT juga mengadakan sesi foto bersama dan menikmati sajian kopi hasil produksi koperasi.

Melalui kegiatan ini, koperasi menegaskan kembali perannya sebagai pilar kedaulatan ekonomi petani, pusat inovasi lokal, dan aktor penting dalam mewujudkan keadilan dalam rantai nilai kopi.

Dengan semangat gotong royong dan visi jangka panjang, Koperasi Produsen Petani Alam Korintji INT (ALKO) bertekad menjadikan tahun 2025 sebagai tahun akselerasi kualitas, digitalisasi sistem, dan peningkatan kesejahteraan petani kopi di Kerinci 

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | www.qthinkx.io| trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.