Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Gelar RAT 2023–2024: Evaluasi Kinerja dan Pemantapan Program Kerja 2025

Admin Alko | 18/04/2025


Kerinci, 17 April 2025 – Dalam semangat memperkuat sinergi petani kopi dan mendorong tata kelola koperasi yang transparan, Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Int (Perkumpulan Petani Kopi Alam Korintji) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk periode 2023–2024. Acara ini berlangsung pada Rabu, 17 April 2025, di Kerinci, dan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja satu tahun terakhir sekaligus merancang program strategis menghadapi tahun 2025.

RAT ini merupakan bagian dari agenda tahunan koperasi yang bertujuan memastikan akuntabilitas dan keterlibatan aktif anggota dalam proses pengambilan keputusan. Dengan tema besar “Memantapkan Peran Koperasi dalam Meningkatkan Daya Saing dan Kesejahteraan Petani Kopi,” RAT tahun ini mengangkat dua agenda utama: Pelaporan Tahun 2024 dan Perencanaan Program Kerja 2025.

Evaluasi Kinerja Tahun 2024

RAT diawali dengan pemaparan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas koperasi yang disampaikan oleh PJ Ketua Koperasi Puputsari Puspita, SH atas pelaksanaan program kerja, keuangan, dan kegiatan kemitraan selama tahun 2024. Ketua Koperasi, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan koperasi mempertahankan stabilitas produksi dan penjualan meskipun menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga kopi dunia, perubahan iklim, dan regulasi ekspor yang semakin ketat, termasuk adaptasi terhadap European Union Deforestation Regulation (EUDR).

“Alhamdulillah, berkat kerja keras para anggota, pengurus, dan dukungan mitra, koperasi kita masih mampu menjaga kualitas produksi dan memperluas pasar ekspor, khususnya ke Eropa, Jepang, dan Maroko. Tahun ini, kita berhasil mengekspor lebih dari 60% kopi specialty dan mempertahankan relasi dagang dengan buyer utama dari Amerika, Inggris, Belanda, Jepang, Dubai, dan Maroko,” ujar Ketua Koperasi dalam laporannya.

Selain aspek penjualan, laporan juga menyoroti peningkatan partisipasi anggota saat ini mencapai 9.181 petani kopi baik arabika maupun robusta dan 3.250 petani non-kopi yang tersebar di beberapa provinsi produksi kopi di Indonesia. Dijelaskan juga bahwa titik penting keberlanjutan adalah adanya peningkatan penanaman atau perluasan lahan tanam, adanya peningkatan peserta kegiatan program pelatihan budidaya berkelanjutan, perencanaan sertifikasi organik, dan pelaksanaan traceability berbasis digital yang menjadi syarat ekspor kopi berkelanjutan serta pembuatan rekening khusus untuk seluruh anggota koperasi dalam satu bank nasional yang sedang berjalan. Disampaikan juga bahwa tingkat penggunaan aktif di aplikasi traceability blockchain kopi ALKO juga meningkat 45% menjadi 2.750 petani kopi aktif pengguna. Target di 2025, koperasi akan terus mengembangkan cabang produksi di beberapa daerah lainnya di Indonesia dan juga akan memulai mengembangkan sektor hilir dengan membuka beberapa storage produk kopi di pusat-pusat kota besar di Indonesia dan global. Dalam waktu dekat akan membuka di Jakarta berupa ALKO Sentral Storage, untuk pasar luar negeri setelah memiliki representatif storage di Osaka, London, dan Norwegia, selanjutnya akan membuka storage afiliasi di Dubai untuk intervensi pasar Timur Tengah. Pengembangan di sektor hilir dan menjadikan ALKO sebagai perusahaan menuju go publik juga akan dimulai tahun 2025.

Tim pengawas dan pembina koperasi, Bapak Suryono, juga menyampaikan hasil audit internal yang menunjukkan pengelolaan keuangan koperasi dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Pemanfaatan hasil usaha tahun 2025 harus bisa dioptimalkan untuk segera mempercepat pembuatan rekening seluruh anggota aktif koperasi agar penyaluran SHU selanjutnya bisa diberikan langsung kepada petani secara payroll.

Penyampaian tanggapan Pembina Koperasi ALKO, Buk Risa Bhinekawati, SE, MBA, Ph.D, yang datang menghadiri RAT mengatakan program pengembangan usaha juga menunjukkan progres yang terus tumbuh dan dikenal secara global sebagai satu gerakan bisnis sosial yang keterlibatan petani cukup besar dan melakukan pemberdayaan tingkat petani serta konsisten melakukan kegiatan peduli lingkungan, penanaman pohon, pemberian beasiswa, dan pemberian asuransi kesehatan kepada petani. Pengembangan promosi Koperasi ALKO sudah tembus pasar global dan tetap memperhatikan pola ekonomi yang berbasis syariah dan berkeadilan.

Laporan tersebut diapresiasi oleh para anggota dan dinyatakan diterima secara musyawarah mufakat. Beberapa perwakilan komunitas yang ikut dalam RAT juga memberikan pandangan yang positif.

Tantangan dan Inovasi

Dalam sesi diskusi terbuka, para anggota koperasi menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari akses pupuk dan bibit unggul, penurunan produktivitas lahan tua, hingga kebutuhan penguatan kelembagaan kelompok tani dan permodalan. Salah satu petani senior dari Kayu Aro mengusulkan agar koperasi fokus pada program regenerasi kebun, pembuatan pembibitan dan peremajaan tanaman kopi dengan melibatkan anak-anak muda petani.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Koperasi menjelaskan bahwa tahun 2025 koperasi akan fokus pada tiga pilar strategis: Regenerasi Petani, Digitalisasi Rantai Pasok, dan Penguatan Rantai Nilai Lokal. “Kita ingin menjadikan koperasi sebagai rumah besar inovasi petani. Program-program seperti pembibitan kopi unggul, pelatihan agronomi, hingga pelibatan generasi muda akan menjadi prioritas. Kita juga sedang menjajaki kerja sama dengan platform Qhiting Blockchain untuk pengembangan sistem traceability dan pemenuhan syarat EUDR,” jelasnya.

Selain itu, dibahas pula pentingnya koperasi memiliki cadangan modal yang memadai untuk membeli hasil panen petani dengan harga stabil, terutama saat musim panen raya. Usulan pembentukan Dana Cadangan Koperasi dan penguatan unit usaha simpan pinjam turut mendapat sorotan dalam diskusi tersebut.

Perencanaan Program Kerja 2025

Sesi kedua RAT membahas rancangan program kerja tahun 2025. Beberapa program prioritas yang disepakati antara lain:

  1. Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola

    • Pelatihan manajemen koperasi untuk pengurus dan staf lapangan.

    • Revisi AD/ART agar sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan anggota.

    • Peningkatan partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan dan monitoring program.

  2. Pengembangan Produk dan Diversifikasi Pasar

    • Penambahan varian produk kopi kemasan premium.

    • Penetrasi pasar lokal dan nasional melalui kolaborasi dengan UMKM dan marketplace.

    • Eksplorasi pasar baru di wilayah Skandinavia dan Korea Selatan.

  3. Sertifikasi dan Sistem Ketelusuran

    • Peningkatan cakupan lahan bersertifikat organik.

    • Pelatihan budidaya dan traceability untuk seluruh anggota.

    • Implementasi sistem traceability berbasis Qhiting Blockchain.

    • Pelatihan audit internal dan pencatatan digital bagi petani.

  4. Peremajaan Kebun dan Adaptasi Iklim

    • Pembagian bibit kopi unggul dan tanaman peneduh.

    • Pelatihan teknik budidaya adaptif terhadap perubahan iklim.

    • Pembangunan sistem irigasi sederhana dan pemanfaatan pupuk organik lokal.

  5. Program Petani Muda dan Inklusi Gender

    • Pendirian Sekolah Lapang Petani Muda berbasis keterampilan digital.

    • Pelibatan kelompok perempuan dalam pengolahan pasca panen dan pemasaran.

    • Penyediaan akses pembiayaan mikro berbasis koperasi.

  6. Penambahan Anggota Koperasi

    • Penambahan anggota aktif di provinsi produksi kopi di Indonesia dengan tetap menekankan prinsip ekosistem.

Program-program ini disusun dengan mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi standar baru dalam perdagangan kopi global.

Penutup: Koperasi sebagai Pilar Kedaulatan Petani

RAT Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Int ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan program kerja 2025 serta penyerahan simbolis dokumen laporan tahunan kepada seluruh anggota. Para peserta RAT juga mengadakan sesi foto bersama dan menikmati sajian kopi hasil produksi koperasi.

Melalui kegiatan ini, koperasi menegaskan kembali perannya sebagai pilar kedaulatan ekonomi petani, pusat inovasi lokal, dan aktor penting dalam mewujudkan keadilan dalam rantai nilai kopi.

Dengan semangat gotong royong dan visi jangka panjang, Koperasi Produsen Petani Alam Korintji INT (ALKO) bertekad menjadikan tahun 2025 sebagai tahun akselerasi kualitas, digitalisasi sistem, dan peningkatan kesejahteraan petani kopi di Kerinci 

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

KERINCI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah "Meningkatkan Kapasitas dan Komunitas dalam Pengolahan Sampah" yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Desa Batang Sangir, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.Pelatihan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan.Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Batang Sangir, yang sekaligus menjadi narasumber utama dengan materi mengenai pengolahan sampah organik. Dalam paparannya, Kepala Desa menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, sampah organik, khususnya limbah dapur yang setiap hari dihasilkan oleh rumah tangga, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan pekarangan pangan keluarga.Sesi praktik kemudian dilanjutkan oleh Ibu Kaliem, yang memberikan pelatihan mengenai pengolahan sampah nonorganik. Peserta diperkenalkan pada teknik pemilahan, pemanfaatan kembali (reuse), hingga pengolahan sampah plastik menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, seperti tas belanja, keranjang, dompet, tempat tisu, wadah serbaguna, serta berbagai produk kreatif lainnya yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami proses pengelolaan sampah secara aplikatif.Kegiatan ini secara khusus mendukung penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai garda terdepan dalam membangun budaya peduli lingkungan di tingkat rumah tangga. Dengan pengetahuan yang diperoleh, para anggota KWT diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah, mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai.Pelatihan diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bareng, KWT Bina Tani, KWT Sekar Tani, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Kolaborasi antara kelompok perempuan tani dan mahasiswa diharapkan mampu memperluas penyebaran pengetahuan mengenai pengelolaan sampah hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengolah sampah, tetapi juga pemahaman bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi sirkular, di mana limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Penyelenggara berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan meningkatnya kapasitas komunitas dalam mengelola sampah secara mandiri, Desa Batang Sangir diharapkan mampu menjadi contoh desa yang bersih, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

JAMBI –  ALKO Sumatra Kopi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan usaha komunitas berbasis potensi lokal melalui penerapan ekosistem traceability. Komitmen tersebut disampaikan saat ALKO menjadi panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi bertajuk "Bukti, Bukan Hanya Cerita: Valuasi Ekonomi atas Model Pemberdayaan Pengembangan Usaha Komunitas Berbasis Potensi Lokal."Webinar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku usaha yang berbagi pengalaman dalam membangun model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.Dalam forum tersebut, ALKO memaparkan perspektif pasar mengenai faktor-faktor yang menentukan keberhasilan usaha komunitas, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas produk, hingga pentingnya sistem traceability dalam menjawab tuntutan pasar global.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa daya saing komoditas Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan transparansi dan ketertelusuran pada setiap rantai pasok."Pasar internasional saat ini membeli lebih dari sekadar produk. Mereka membutuhkan kepastian mengenai asal-usul, proses produksi, keberlanjutan, dan transparansi. Karena itu kami membangun ekosistem traceability yang menghubungkan petani, koperasi, industri, hingga pembeli global dalam satu sistem yang terintegrasi," ujar Suryono.Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat posisi masyarakat, bukan menggantikan peran mereka. Melalui sistem traceability, petani memperoleh identitas digital yang mendukung akses pasar premium, meningkatkan kepercayaan pembeli, sekaligus memperkuat tata kelola usaha komunitas.Dalam paparannya, ALKO juga menjelaskan bahwa pengembangan usaha masyarakat harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pemerintah, lembaga pendamping, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga keuangan, dan pelaku pasar menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem yang mampu tumbuh secara berkelanjutan.ALKO memanfaatkan pendekatan tersebut melalui integrasi koperasi, digitalisasi rantai pasok, peningkatan kapasitas petani, penerapan standar keberlanjutan, serta pengembangan akses pasar nasional dan internasional.Pada kesempatan itu, ALKO menyampaikan apresiasi kepada KKI Warsi atas penyelenggaraan forum yang menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat."Kami mendukung penuh inisiatif KKI Warsi dalam memperkuat usaha komunitas berbasis potensi lokal. ALKO siap berkolaborasi dengan KKI Warsi, pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan berbagai mitra pembangunan untuk membangun ekosistem traceability yang lebih kuat, meningkatkan daya saing komoditas lokal, serta membuka akses pasar global bagi masyarakat," kata Suryono.Melalui kolaborasi tersebut, ALKO berharap model pemberdayaan masyarakat tidak hanya menghasilkan peningkatan ekonomi, tetapi juga menciptakan tata kelola yang transparan, memperkuat kelembagaan koperasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan usaha komunitas di Indonesia.Keikutsertaan ALKO sebagai panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi menegaskan bahwa pengalaman membangun ekosistem kopi berbasis koperasi, teknologi, dan kemitraan global di Kerinci dapat menjadi salah satu referensi pengembangan usaha komunitas yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pasar internasional.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.