ALKO Kerinci Berpartisipasi dalam Business Matching DEKOPI dan International Coffee Day 2026

Admin Alko | 03/10/2026


Jakarta, alko.id – PT ALKO Kerinci turut berpartisipasi dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) dan International Coffee Day (ICD) 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI). Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 30 September–1 Oktober 2026, di Auditorium Gedung F, Komplek Kementerian Pertanian RI, Jl. Harsono RM No. 3, Jakarta Selatan.


Acara ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari pengurus DEKOPI seluruh Indonesia, perwakilan anggota DEKOPI, instansi pemerintah, dan swasta terkait. Rangkaian kegiatan meliputi talkshow, business matching, pameran, serta promosi peralatan mesin dan sarana industri perkopian.

Business Matching Pertemukan Seller dan Buyer

Pada hari pertama, Rabu (30/9/2026), agenda utama diisi dengan Coffee Business Forum dan Business Matching. Forum ini mempertemukan buyer dari Jakarta dan sekitarnya dengan seller UMKM kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut dipandu oleh Ketua II DEKOPI, Bapak Syafrudin.

PT ALKO Kerinci menjadi salah satu seller yang terdaftar dalam acara business matching tersebut. Dalam forum itu, ALKO Kerinci dihadiri oleh Chief Operating Officer (COO) Puput Puspita Sari. Kehadiran ALKO Kerinci dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat jaringan pemasaran kopi Kerinci ke buyer Jakarta dan pasar nasional.

Selain ALKO Kerinci, sejumlah seller lain yang turut berpartisipasi antara lain Koperasi Kopi Baburrayyan (Takengon, Aceh), Koperasi Kopi Mal Agri (Medan, Sumatera Utara), Koperasi Wanoja (Jawa Barat), Koperasi Kopi Robusta Temanggung (Jawa Tengah), Gravfarms (Ciwidey, Jawa Barat), dan petani kopi robusta dari Provinsi Lampung.


Coffee Tasting & Cupping dan Munas DEKOPI

Masih di hari yang sama, agenda dilanjutkan dengan Coffee Tasting & Cupping yang menampilkan UMKM kopi dari Aceh sampai Papua. Sesi ini juga dipandu oleh Ketua II DEKOPI, Bapak Syafrudin.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan Musyawarah Nasional DEKOPI yang dipandu oleh Ketua Munas DEKOPI, Bapak Mahatma Gandhi.


ICD Celebration dan National Coffee Forum

Pada hari kedua, Kamis (1/10/2026), digelar ICD Celebration and National Coffee Forum. Acara dibuka dengan laporan Ketua Umum DEKOPI periode 2026–2030, dilanjutkan sambutan Menteri Pertanian RI, Bapak Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., sekaligus acara Sruput Kopi bersama Menteri Pertanian RI.

Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan Program Kopi Diplomat yang dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Bapak Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M.

Agenda berlanjut dengan Dialog Nasional Kopi (Coffee Talk) bertema "Masa Depan Kopi Indonesia dari Petani ke Pasar Dunia". Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Prof. Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, M.S., Dr. Herdrajad Natawidjaja, Moelyono Soesilo, Dr. Ir. Purwadi, dan Ahmad Supriyono. Diskusi dimoderatori oleh Ibu Dini Astika Sari, M.Biotech (Kepala Puslitkoka), dengan penanggap Bapak Dr. Surip Mawardi dan Bapak Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin.

Beberapa isu yang dibahas dalam dialog tersebut meliputi masa depan kopi Indonesia, isu sustainability melalui konsep Indonesia Sustainable of Coffee, hilirisasi kopi untuk mendorong nilai tambah dari kebun sampai industri, serta isu regenerasi petani melalui pembangunan Sekolah Kopi Nusantara.


Acara kemudian ditutup oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.


Komitmen ALKO Kerinci

Partisipasi PT ALKO Kerinci dalam Business Matching DEKOPI dan International Coffee Day 2026 menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendukung pengembangan industri kopi nasional, khususnya kopi Kerinci. Melalui forum ini, ALKO Kerinci berharap dapat memperluas jaringan kemitraan dengan buyer nasional dan meningkatkan daya saing kopi Kerinci di pasar yang lebih luas.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan kemitraan PT ALKO Kerinci, silakan menghubungi kanal resmi perusahaan.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Jakarta, alko.id – PT ALKO Kerinci turut berpartisipasi dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) dan International Coffee Day (ICD) 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI). Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 30 September–1 Oktober 2026, di Auditorium Gedung F, Komplek Kementerian Pertanian RI, Jl. Harsono RM No. 3, Jakarta Selatan.Acara ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari pengurus DEKOPI seluruh Indonesia, perwakilan anggota DEKOPI, instansi pemerintah, dan swasta terkait. Rangkaian kegiatan meliputi talkshow, business matching, pameran, serta promosi peralatan mesin dan sarana industri perkopian.Business Matching Pertemukan Seller dan BuyerPada hari pertama, Rabu (30/9/2026), agenda utama diisi dengan Coffee Business Forum dan Business Matching. Forum ini mempertemukan buyer dari Jakarta dan sekitarnya dengan seller UMKM kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut dipandu oleh Ketua II DEKOPI, Bapak Syafrudin.PT ALKO Kerinci menjadi salah satu seller yang terdaftar dalam acara business matching tersebut. Dalam forum itu, ALKO Kerinci dihadiri oleh Chief Operating Officer (COO) Puput Puspita Sari. Kehadiran ALKO Kerinci dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat jaringan pemasaran kopi Kerinci ke buyer Jakarta dan pasar nasional.Selain ALKO Kerinci, sejumlah seller lain yang turut berpartisipasi antara lain Koperasi Kopi Baburrayyan (Takengon, Aceh), Koperasi Kopi Mal Agri (Medan, Sumatera Utara), Koperasi Wanoja (Jawa Barat), Koperasi Kopi Robusta Temanggung (Jawa Tengah), Gravfarms (Ciwidey, Jawa Barat), dan petani kopi robusta dari Provinsi Lampung.Coffee Tasting & Cupping dan Munas DEKOPIMasih di hari yang sama, agenda dilanjutkan dengan Coffee Tasting & Cupping yang menampilkan UMKM kopi dari Aceh sampai Papua. Sesi ini juga dipandu oleh Ketua II DEKOPI, Bapak Syafrudin.Kegiatan hari pertama ditutup dengan Musyawarah Nasional DEKOPI yang dipandu oleh Ketua Munas DEKOPI, Bapak Mahatma Gandhi.ICD Celebration dan National Coffee ForumPada hari kedua, Kamis (1/10/2026), digelar ICD Celebration and National Coffee Forum. Acara dibuka dengan laporan Ketua Umum DEKOPI periode 2026–2030, dilanjutkan sambutan Menteri Pertanian RI, Bapak Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., sekaligus acara Sruput Kopi bersama Menteri Pertanian RI.Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan Program Kopi Diplomat yang dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Bapak Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M.Agenda berlanjut dengan Dialog Nasional Kopi (Coffee Talk) bertema "Masa Depan Kopi Indonesia dari Petani ke Pasar Dunia". Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Prof. Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, M.S., Dr. Herdrajad Natawidjaja, Moelyono Soesilo, Dr. Ir. Purwadi, dan Ahmad Supriyono. Diskusi dimoderatori oleh Ibu Dini Astika Sari, M.Biotech (Kepala Puslitkoka), dengan penanggap Bapak Dr. Surip Mawardi dan Bapak Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin.Beberapa isu yang dibahas dalam dialog tersebut meliputi masa depan kopi Indonesia, isu sustainability melalui konsep Indonesia Sustainable of Coffee, hilirisasi kopi untuk mendorong nilai tambah dari kebun sampai industri, serta isu regenerasi petani melalui pembangunan Sekolah Kopi Nusantara.Acara kemudian ditutup oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.Komitmen ALKO KerinciPartisipasi PT ALKO Kerinci dalam Business Matching DEKOPI dan International Coffee Day 2026 menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendukung pengembangan industri kopi nasional, khususnya kopi Kerinci. Melalui forum ini, ALKO Kerinci berharap dapat memperluas jaringan kemitraan dengan buyer nasional dan meningkatkan daya saing kopi Kerinci di pasar yang lebih luas.Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan kemitraan PT ALKO Kerinci, silakan menghubungi kanal resmi perusahaan.

Read More  

Admin Alko | 03/10/2026

PADANG,  – Aspek pemberdayaan perempuan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi pembahasan utama dalam sesi bertema "Mengulik Bisnis Kopi" pada Musyawarah Daerah (Musda) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat. Dalam forum tersebut, Koperasi ALKO hadir sebagai narasumber untuk memaparkan bagaimana kedua isu tersebut menjadi kunci nilai tambah sebuah produk kopi di era industri hospitality yang semakin sadar akan keberlanjutan.Suryono, perwakilan dari Koperasi ALKO, menjelaskan bahwa nilai tambah sebuah produk kopi saat ini tidak lagi bisa diukur hanya dari cita rasanya semata. Ada faktor krusial lain yang menentukan daya saing di pasar, terutama di sektor perhotelan, yakni keterlacakan (traceability) serta komitmen terhadap pemberdayaan perempuan (women empowerment) dalam rantai produksinya."Kami ingin mengangkat narasi bahwa kopi yang baik adalah kopi yang peduli pada keberlangsungan lingkungan dan pemberdayaan perempuan di rantai produksinya," ujar Suryono dalam presentasinya, Rabu (30/9/2026).Menurut Suryono, konsumen modern, termasuk tamu hotel, kini semakin sadar dan menghargai produk yang memiliki dampak sosial dan lingkungan yang positif. Hal ini menjadikan isu keberlanjutan sebagai nilai jual yang relevan dengan tren industri hospitality saat ini. Ia mencontohkan bagaimana hotel-hotel berbintang di kota-kota besar mulai menuntut produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki jejak produksi yang jelas dan ramah lingkungan.Traceability sebagai Fondasi KepercayaanDalam pemaparannya, Suryono menekankan bahwa traceability atau keterlacakan produk menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan konsumen. Ia menjelaskan bahwa setiap biji kopi yang dihasilkan oleh ALKO dapat dilacak asal-usulnya, mulai dari kebun tempat biji kopi ditanam, siapa petani yang mengelolanya, hingga proses pascapanen yang dilalui."Traceability bukan sekadar formalitas. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada konsumen. Ketika sebuah hotel menyajikan kopi kami, mereka bisa dengan bangga menceritakan kepada tamunya bahwa kopi ini berasal dari petani tertentu di Kerinci, diolah dengan metode tertentu, dan memberikan dampak positif bagi komunitas lokal," jelas Suryono.Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sistem keterlacakan ini juga memungkinkan ALKO untuk memastikan bahwa praktik pertanian yang digunakan oleh para mitra petaninya tetap ramah lingkungan. Misalnya, penggunaan pupuk organik, pengelolaan air yang efisien, serta penghindaran deforestasi dalam proses perluasan lahan kopi."Kami tidak hanya menjual kopi. Kami menjual cerita dan nilai. Dan nilai itu harus bisa dibuktikan, bukan hanya diklaim," tegasnya.Pemberdayaan Perempuan di Rantai Produksi KopiSalah satu poin yang paling disorot dalam presentasi ALKO adalah komitmen terhadap pemberdayaan perempuan. Suryono memaparkan bahwa perempuan memainkan peran yang sangat penting dalam rantai produksi kopi, mulai dari penanaman, pemetikan, sortasi biji, hingga proses pengolahan pascapanen. Namun, sering kali kontribusi mereka tidak terlihat dan tidak dihargai secara ekonomi."Di banyak komunitas petani kopi, perempuan adalah tulang punggung produksi. Mereka yang memetik dengan teliti, mereka yang menyortir biji terbaik, dan mereka yang memastikan kualitas tetap terjaga. Tapi sayangnya, suara dan kesejahteraan mereka sering terabaikan," ujar Suryono.Melalui program pemberdayaan yang dijalankan ALKO, perempuan-perempuan di komunitas petani kopi Kerinci diberikan pelatihan, akses terhadap sumber daya, serta posisi yang lebih setara dalam pengambilan keputusan. ALKO juga memastikan bahwa upah yang diterima oleh pekerja perempuan setara dengan pekerja laki-laki untuk pekerjaan yang sama."Kami percaya bahwa kopi yang baik lahir dari sistem yang adil. Jika perempuan sejahtera, maka kualitas kopi yang dihasilkan juga akan semakin baik," tambahnya.Suryono juga menyoroti bahwa isu pemberdayaan perempuan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya tujuan kelima tentang kesetaraan gender dan tujuan kedelapan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.Ajakan Kolaborasi dengan Industri HospitalityDalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, Suryono mengajak para pelaku industri hospitality di Sumatera Barat untuk berkolaborasi. Ia berharap Kopi Kerinci dapat masuk dan disajikan di berbagai hotel serta restoran di Sumbar sebagai produk unggulan yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan."Kopi Kerinci memiliki keunggulan kompetitif. Bukan hanya dari segi rasa, tetapi juga karena produk ini peduli terhadap isu keberlanjutan dan lingkungan," ujar Suryono.Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara produsen kopi dan industri perhotelan dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Hotel-hotel dapat menawarkan pengalaman kopi yang autentik dan bermakna kepada tamunya, sementara petani kopi lokal mendapatkan akses pasar yang lebih stabil dan harga yang lebih adil."Kami ingin hotel-hotel di Sumbar menjadi duta kopi Kerinci. Setiap cangkir yang disajikan adalah cerita tentang petani lokal, tentang perempuan yang berdaya, dan tentang lingkungan yang terjaga," ungkapnya.Suryono juga menyampaikan bahwa ALKO terbuka untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan PHRI Sumbar, termasuk dalam hal pelatihan barista, penyediaan biji kopi berkualitas, serta program edukasi tentang kopi berkelanjutan bagi para staf hotel dan restoran.Respons Positif dari Peserta MusdaAjakan kolaborasi yang disampaikan oleh ALKO mendapat respons positif dari para peserta Musda PHRI Sumbar. Beberapa perwakilan hotel dan restoran yang hadir menyatakan ketertarikan mereka untuk menjajaki kerja sama dengan ALKO, terutama untuk menyediakan kopi lokal berkualitas tinggi bagi tamu mereka."Kami sangat mengapresiasi inisiatif ALKO. Isu keberlanjutan dan pemberdayaan perempuan adalah nilai tambah yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini," ujar salah satu peserta Musda.Peserta lain menambahkan bahwa wisatawan, terutama yang berasal dari luar negeri, semakin menghargai produk-produk yang memiliki cerita dan dampak sosial yang jelas. Hal ini menjadi peluang bagi industri hospitality Sumbar untuk menonjolkan keunikan produk lokal seperti Kopi Kerinci.Membangun Masa Depan Kopi yang BerkelanjutanDi akhir presentasinya, Suryono menegaskan bahwa visi ALKO bukan hanya tentang menjual kopi, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi semua pihak yang terlibat dalam rantai produksi. Ia berharap bahwa apa yang dilakukan oleh ALKO dapat menjadi contoh bagi koperasi dan produsen kopi lain di Indonesia."Kami ingin membuktikan bahwa bisnis kopi bisa menjadi kekuatan untuk perubahan positif. Kopi bisa menjadi alat untuk memberdayakan perempuan, menjaga lingkungan, dan memperkuat ekonomi lokal," pungkasnya.Dengan mengangkat isu pemberdayaan perempuan dan lingkungan di forum bergengsi seperti Musda PHRI Sumbar, ALKO berharap dapat membuka jalan bagi Kopi Kerinci untuk bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus membuktikan bahwa produk lokal Sumatera Barat mampu memenuhi standar global yang mengedepankan praktik ramah lingkungan dan keadilan sosial.Melalui ajakan kolaborasi ini, ALKO berharap industri hospitality Sumbar dapat menjadi pionir dalam mengangkat produk kopi lokal yang berwawasan lingkungan, sekaligus memperkuat posisi Kopi Kerinci di pasar nasional dan internasional. (*)

Read More  

Admin Alko | 01/10/2026

BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT — Pengembangan kopi berbasis agroforestri membuka peluang kolaborasi antara Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan dan Koperasi Alam Korintji Internasional (ALKO). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghubungkan rehabilitasi hutan dan lahan dengan penguatan ekonomi petani, keberlanjutan produksi, traceability dan akses pasar internasional.Peluang tersebut mengemuka dalam kegiatan Temu Usaha, Pembelajaran dan Pengembangan Kemitraan Kelompok Tani yang berlangsung di Bukittinggi, 16–18 September 2026.Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPDAS Agam Kuantan Yanthes Donniko, S.Hut., M.Si. serta Apriadi, S.TP., Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan DAS.Dalam kegiatan tersebut, Pebriyansah dari ALKO hadir sebagai narasumber dengan materi “Model Agroforestri Kopi Robusta Berbasis Lanskap dan Karbon: Meningkatkan Produktivitas, Kelestarian Hutan dan Pendapatan Kelompok.”Materi tersebut membahas pengembangan kopi dalam sistem agroforestri yang mengintegrasikan produktivitas, fungsi ekologis dan peningkatan pendapatan masyarakat.RHL dan Penguatan Ekonomi PetaniDalam kegiatan tersebut, rehabilitasi hutan dan lahan dibahas tidak hanya dari sisi penanaman, tetapi juga bagaimana kelembagaan kelompok dan pengelolaan lahan dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat ekologis dan ekonomi.Penguatan kelembagaan menjadi bagian penting karena kelompok tani merupakan salah satu aktor utama dalam menjaga keberlanjutan kegiatan di tingkat tapak.Pendekatan agroforestri memberikan ruang untuk mengembangkan tanaman produktif seperti kopi bersama tanaman kehutanan dengan tetap memperhatikan kondisi lanskap dan fungsi DAS.Dalam konteks tersebut, keberhasilan RHL tidak hanya dilihat dari keberhasilan penanaman, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga, mengelola dan mengembangkan lahan secara berkelanjutan.Belajar Langsung dari Kebun Kopi Lasi MerapiPembelajaran kemudian dilanjutkan melalui kunjungan lapangan ke kebun dan unit pengolahan kopi Lasi Merapi.Lokasi tersebut dikelola Anton Efendi, salah satu prosesor dalam ekosistem ALKO.Peserta melihat secara langsung proses pengelolaan kopi mulai dari kebun, pascapanen hingga pengolahan.Anton Efendi membawakan materi “Perjalanan Lapangan Peningkatan Nilai Tambah Kopi Robusta melalui Pascapanen dan Traceability: Dari Kebun hingga Pasar.”Kunjungan tersebut memberikan gambaran bahwa peningkatan nilai tambah kopi tidak berhenti pada produksi di tingkat kebun. Kualitas pascapanen, pengolahan, pencatatan asal produk dan traceability menjadi bagian dari proses membangun rantai pasok kopi yang lebih transparan.Traceability Jadi Agenda KolaborasiBagi ALKO, pembelajaran bersama kelompok RHL tersebut membuka peluang untuk melanjutkan kolaborasi pada aspek sustainability dan traceability.Implementasi traceability dapat dikembangkan melalui pendataan petani dan kebun, informasi produksi, proses pascapanen, pengolahan serta asal-usul kopi.Sistem tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun rantai pasok yang lebih transparan sekaligus meningkatkan kesiapan produk untuk memasuki pasar yang membutuhkan informasi mengenai asal dan proses produksi.Dalam konteks penguatan kelembagaan, agenda tersebut dapat dikembangkan bersama kelompok tani sehingga data dan kapasitas kelompok menjadi bagian dari kesiapan mereka membangun kemitraan usaha.ALKO Siap Kolaborasi dengan BPDASDari pertemuan tersebut, ALKO melihat adanya ruang untuk membangun agenda kolaborasi lanjutan dengan BPDAS Agam Kuantan.Kolaborasi dapat diarahkan mulai dari pemetaan kelompok dan kebun kopi, pengembangan agroforestri berkelanjutan, penguatan kapasitas petani, penerapan traceability, peningkatan kualitas pascapanen hingga pengembangan kemitraan offtake.Selanjutnya, kopi yang memiliki data dan ketertelusuran dapat dipersiapkan untuk terhubung dengan pasar yang lebih luas, termasuk pembeli internasional.Pebriyansah dari ALKO menyampaikan bahwa pendekatan tersebut penting untuk membangun hubungan yang lebih kuat antara program rehabilitasi, kelompok petani dan pasar.Peluang kolaborasi ke depan dapat diarahkan untuk membangun ekosistem yang menghubungkan lanskap, petani, kopi berkelanjutan, pengolahan, traceability, offtake dan pasar internasional.Dari Kelompok RHL Menuju Pasar GlobalKolaborasi BPDAS Agam Kuantan dan ALKO diharapkan dapat menghasilkan model pengembangan kopi yang memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus mendukung pengelolaan lanskap secara berkelanjutan.Bagi kelompok RHL, pendekatan tersebut membuka peluang untuk mengembangkan usaha produktif. Bagi prosesor, terdapat ruang untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah. Sementara bagi offtaker dan pembeli internasional, sistem traceability dapat menjadi dasar untuk mendapatkan informasi yang lebih transparan mengenai rantai pasok.ALKO siap melanjutkan komunikasi dan penjajakan kolaborasi dengan BPDAS Agam Kuantan, kelompok tani, prosesor, koperasi, mitra teknologi dan pasar untuk mengembangkan kopi berkelanjutan yang memiliki ketertelusuran dan siap memasuki pasar global.Agenda kolaborasi tersebut dapat dirangkum dalam satu rantai nilai:Landscape → Farmer Group → Sustainable Coffee → Processing → Traceability → Offtake → International MarketDengan pendekatan ini, rehabilitasi hutan dan lahan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan pemulihan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan ekosistem usaha kopi berkelanjutan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.ALKO siap berkolaborasi untuk menghubungkan lanskap, kelembagaan petani, sustainability, traceability dan pasar internasional melalui kopi Indonesia.

Read More  

Admin Alko | 20/09/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.