Alan Fauzi dari ALKO Sumatra Kopi Raih Juara 2 Nasional Arabika Wash di Kontes Kopi Spesialti Indonesia 2025

Admin Alko | 26/10/2025


Kopi Kayu Aro Kembali Harum di Panggung Nasional


Prestasi membanggakan kembali datang dari dataran tinggi Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Alan Fauzi, prosesor muda binaan Koperasi ALKO Sumatra Kopi, berhasil meraih Juara 2 Nasional kategori Arabika Wash proses Wethulled atau giling basah yang merupakan proses Clasik khas kopi Sumatera dalam ajang bergengsi Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-17 tahun 2025.


Keberhasilan ini menegaskan kembali reputasi Kopi Kerinci sebagai salah satu penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia, dengan cita rasa yang khas dan kualitas yang konsisten. Dalam kompetisi nasional yang mempertemukan ratusan petani dan prosesor terbaik dari berbagai daerah, Alan berhasil membawa nama Kerinci naik ke podium kehormatan — sebuah pencapaian luar biasa yang menjadi kebanggaan bagi seluruh ekosistem kopi ALKO.



Perjalanan Alan Fauzi: Dari Lereng Gunung ke Panggung Nasional


Alan Fauzi bukan nama baru di dunia kopi Kerinci. Lahir dan besar di tengah lingkungan petani kopi, Alan telah mengenal proses budidaya sejak remaja. Namun, ia tidak berhenti pada tradisi. Ia terus belajar mengenai teknik pascapanen modern, terutama metode washed process (Wethulled) — salah satu teknik pengolahan kopi giling basah  menggunakan wet Milling yang menuntut ketelitian tinggi untuk menghasilkan cita rasa yang bersih, jernih, dan kompleks.


Dalam proses washed (Wethulled), buah kopi yang telah dipanen dikupas dan difermentasi dengan kontrol ketat sebelum dicuci dan dikeringkan. Tantangannya besar: suhu, waktu, dan kadar air harus dijaga dengan presisi dan proses penjemuran labu yang harus mendapatkan perhatian khusus. Namun bagi Alan, inilah ruang untuk berinovasi. Ia memadukan ketelitian ilmiah dengan intuisi petani yang lahir dari pengalaman.


Hasilnya, kopi Alan menampilkan profil rasa seimbang antara keasaman cerah, manis alami, dan aroma citrus yang lembut — ciri khas tanah andosol vulkanik Kayu Aro yang subur di ketinggian 1.400–1.600 meter di atas permukaan laut.



Dari ALKO untuk Kopi Kerinci yang Berdaya Saing


Sebagai anggota aktif dari Koperasi ALKO Sumatra Kopi, Alan mendapat dukungan pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan. ALKO selama ini konsisten mendorong para petani dan prosesor muda untuk fokus pada kualitas, konsistensi, dan keberlanjutan.


Pendekatan ALKO berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan kopi rakyat tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh kemampuan menjaga mutu dari hulu ke hilir. Karena itu, ALKO membangun sistem yang mendukung:


Pendampingan pascapanen berbasis standar cupping internasional


Penerapan traceability digital untuk memastikan setiap batch kopi bisa dilacak asal-usulnya


Pelatihan proses basah, honey, dan natural agar petani memahami karakter rasa dan pasar


Dengan sistem ini, para petani seperti Alan memiliki ruang belajar dan berkembang tanpa harus meninggalkan identitas lokal. ALKO menjadi wadah yang menghubungkan tradisi dengan inovasi — dari kearifan desa menuju kualitas ekspor.



Ajang KKSI: Puncak Pengakuan Kualitas Kopi Spesialti Nasional


Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh PS Foundation, Puslit Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) bersama sejumlah lembaga pendukung sektor kopi nasional. Ajang ini menjadi wadah penting bagi petani dan prosesor dari seluruh Indonesia untuk memperkenalkan hasil terbaiknya kepada para penilai profesional dan pelaku industri.


Kategori Arabika Wash dikenal sebagai salah satu kategori paling bergengsi. Penilaian dilakukan secara ketat melalui metode blind cupping, yang menilai aspek aroma, cita rasa, body, keasaman, keseimbangan, dan aftertaste tanpa mengetahui asal daerah kopi.


Dari total 651 sampel yang dikirim, hanya beberapa yang mampu menembus posisi tiga besar — dan Alan Fauzi berhasil membawa Kopi Kayu Aro ke posisi Juara 2 Nasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa kopi rakyat dari Kerinci memiliki standar yang mampu bersaing dengan kopi dari daerah penghasil besar lainnya seperti Gayo, Toraja, dan Flores.


Kebanggaan yang Menginspirasi


Kemenangan Alan bukan hanya hasil kerja keras individu, tetapi juga simbol keberhasilan kerja kolektif petani Kerinci yang tergabung dalam ekosistem ALKO. Dalam setiap tahap, Alan mendapat dukungan dari tim quality control, para roaster pendamping, serta rekan sesama petani yang saling berbagi pengalaman.


“Cita rasa kopi bukan datang dari keberuntungan, tapi dari konsistensi dan kesabaran dalam proses. Saya belajar bahwa setiap tahap harus dilakukan dengan tanggung jawab. Dari pemetikan buah matang sempurna hingga pengeringan terakhir, semuanya harus dijaga,” ujar Alan dengan rendah hati.


Semangatnya mencerminkan nilai-nilai yang dipegang kuat oleh ALKO: integritas, kolaborasi, dan keberlanjutan. Alan menjadi wajah muda dari semangat baru kopi rakyat Indonesia — petani yang memahami teknologi, menghargai lingkungan, dan fokus pada kualitas.


Kopi Kayu Aro: Dari Dataran Tinggi untuk Indonesia


Wilayah Kayu Aro di Kerinci dikenal luas sebagai salah satu kawasan penghasil kopi arabika tertinggi di Asia Tenggara. Kombinasi tanah vulkanik Gunung Kerinci, suhu dingin, dan curah hujan ideal menghasilkan profil rasa unik yang tidak dimiliki daerah lain.


Keunikan inilah yang menjadikan kopi Kerinci mendapat tempat khusus di hati para pecinta kopi. Bagi ALKO, menjaga kekhasan rasa Kayu Aro sama pentingnya dengan memperkuat posisi petani dalam rantai nilai. Melalui pelatihan dan sertifikasi internal, ALKO memastikan bahwa setiap prosesor memiliki kemampuan menjaga karakter rasa tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.



Makna Juara 2 bagi Komunitas ALKO



Kemenangan Alan Fauzi membawa energi positif bagi seluruh anggota koperasi. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan kemauan belajar bisa membawa petani ke panggung nasional. Bagi ALKO, prestasi ini adalah cerminan keberhasilan pendekatan kolaboratif antara petani, pendamping, dan sistem mutu yang terukur.


Selain menjadi kebanggaan komunitas, keberhasilan ini juga diharapkan membuka peluang lebih luas bagi kopi Kerinci untuk masuk ke pasar domestik premium dan menjadi inspirasi bagi generasi petani muda lainnya di Indonesia.


“Alan adalah contoh bahwa petani muda bisa menjadi agen perubahan. Kami di ALKO berkomitmen untuk terus mendorong lebih banyak Alan-Alan lain di berbagai desa. Potensi besar kopi Kerinci baru akan benar-benar terasa jika semua generasi berani melangkah dan berinovasi,” kata Puput Sari Puspita, Project Manager ALKO Sumatra Kopi

Penutup: Kopi, Kebanggaan, dan Harapan Baru


Keberhasilan Alan Fauzi di Kontes Kopi Spesialti Indonesia 2025 menjadi kisah yang menyatukan banyak hal: cinta terhadap tanah, komitmen terhadap kualitas, dan semangat untuk terus tumbuh. Dari lereng Gunung Kerinci, kopi ini membawa pesan sederhana — bahwa hasil terbaik selalu lahir dari kerja yang jujur dan proses yang dijaga dengan sepenuh hati.


Bagi masyarakat Kerinci, kemenangan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian dan pengakuan nasional. Dari tangan-tangan muda yang bekerja di bawah kabut Kayu Aro, aroma kopi juara kini menembus batas wilayah, membawa harapan baru untuk masa depan kopi Indonesia yang berdaulat dan berdaya saing.


Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

KERINCI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah "Meningkatkan Kapasitas dan Komunitas dalam Pengolahan Sampah" yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Desa Batang Sangir, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.Pelatihan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan.Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Batang Sangir, yang sekaligus menjadi narasumber utama dengan materi mengenai pengolahan sampah organik. Dalam paparannya, Kepala Desa menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, sampah organik, khususnya limbah dapur yang setiap hari dihasilkan oleh rumah tangga, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan pekarangan pangan keluarga.Sesi praktik kemudian dilanjutkan oleh Ibu Kaliem, yang memberikan pelatihan mengenai pengolahan sampah nonorganik. Peserta diperkenalkan pada teknik pemilahan, pemanfaatan kembali (reuse), hingga pengolahan sampah plastik menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, seperti tas belanja, keranjang, dompet, tempat tisu, wadah serbaguna, serta berbagai produk kreatif lainnya yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami proses pengelolaan sampah secara aplikatif.Kegiatan ini secara khusus mendukung penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai garda terdepan dalam membangun budaya peduli lingkungan di tingkat rumah tangga. Dengan pengetahuan yang diperoleh, para anggota KWT diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah, mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai.Pelatihan diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bareng, KWT Bina Tani, KWT Sekar Tani, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Kolaborasi antara kelompok perempuan tani dan mahasiswa diharapkan mampu memperluas penyebaran pengetahuan mengenai pengelolaan sampah hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengolah sampah, tetapi juga pemahaman bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi sirkular, di mana limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Penyelenggara berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan meningkatnya kapasitas komunitas dalam mengelola sampah secara mandiri, Desa Batang Sangir diharapkan mampu menjadi contoh desa yang bersih, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

JAMBI –  ALKO Sumatra Kopi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan usaha komunitas berbasis potensi lokal melalui penerapan ekosistem traceability. Komitmen tersebut disampaikan saat ALKO menjadi panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi bertajuk "Bukti, Bukan Hanya Cerita: Valuasi Ekonomi atas Model Pemberdayaan Pengembangan Usaha Komunitas Berbasis Potensi Lokal."Webinar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku usaha yang berbagi pengalaman dalam membangun model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.Dalam forum tersebut, ALKO memaparkan perspektif pasar mengenai faktor-faktor yang menentukan keberhasilan usaha komunitas, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas produk, hingga pentingnya sistem traceability dalam menjawab tuntutan pasar global.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa daya saing komoditas Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan transparansi dan ketertelusuran pada setiap rantai pasok."Pasar internasional saat ini membeli lebih dari sekadar produk. Mereka membutuhkan kepastian mengenai asal-usul, proses produksi, keberlanjutan, dan transparansi. Karena itu kami membangun ekosistem traceability yang menghubungkan petani, koperasi, industri, hingga pembeli global dalam satu sistem yang terintegrasi," ujar Suryono.Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat posisi masyarakat, bukan menggantikan peran mereka. Melalui sistem traceability, petani memperoleh identitas digital yang mendukung akses pasar premium, meningkatkan kepercayaan pembeli, sekaligus memperkuat tata kelola usaha komunitas.Dalam paparannya, ALKO juga menjelaskan bahwa pengembangan usaha masyarakat harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pemerintah, lembaga pendamping, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga keuangan, dan pelaku pasar menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem yang mampu tumbuh secara berkelanjutan.ALKO memanfaatkan pendekatan tersebut melalui integrasi koperasi, digitalisasi rantai pasok, peningkatan kapasitas petani, penerapan standar keberlanjutan, serta pengembangan akses pasar nasional dan internasional.Pada kesempatan itu, ALKO menyampaikan apresiasi kepada KKI Warsi atas penyelenggaraan forum yang menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat."Kami mendukung penuh inisiatif KKI Warsi dalam memperkuat usaha komunitas berbasis potensi lokal. ALKO siap berkolaborasi dengan KKI Warsi, pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan berbagai mitra pembangunan untuk membangun ekosistem traceability yang lebih kuat, meningkatkan daya saing komoditas lokal, serta membuka akses pasar global bagi masyarakat," kata Suryono.Melalui kolaborasi tersebut, ALKO berharap model pemberdayaan masyarakat tidak hanya menghasilkan peningkatan ekonomi, tetapi juga menciptakan tata kelola yang transparan, memperkuat kelembagaan koperasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan usaha komunitas di Indonesia.Keikutsertaan ALKO sebagai panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi menegaskan bahwa pengalaman membangun ekosistem kopi berbasis koperasi, teknologi, dan kemitraan global di Kerinci dapat menjadi salah satu referensi pengembangan usaha komunitas yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pasar internasional.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.