“Tukar Sampah Gunung dengan Kopi Kerinci”

Admin Alko | 18/08/2025


Program Edukasi Lingkungan yang Menjadi Daya Tarik Wisata Baru di Kerinci


Kerinci, 17–18 Agustus 2025 

Gunung Kerinci, sebagai puncak tertinggi di Pulau Sumatra dan salah satu ikon Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga tantangan konservasi yang menyertainya. Ribuan pendaki dari dalam dan luar negeri setiap tahunnya menapaki jalur-jalur pendakian untuk menyaksikan keagungan alam. Namun, di balik itu, masalah sampah gunung masih menjadi persoalan serius yang kerap mencoreng wajah pariwisata alam Indonesia.


Menjawab tantangan tersebut, sebuah program kreatif dan penuh makna kembali hadir di Kerinci: “Tukar Sampah Gunung dengan Kopi Kerinci.” Kegiatan ini digelar pada 17–18 Agustus 2025, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Program yang dipelopori oleh Koperasi ALKO bersama para petani kopi Kerinci ini bertujuan mengajak para pendaki dan wisatawan agar lebih peduli terhadap kebersihan gunung.


Prinsipnya sederhana namun berdampak: setiap 1 kilogram sampah gunung yang dikumpulkan dan dibawa turun, bisa ditukar dengan 1 bungkus kopi Kerinci.


Antusiasme Pengunjung dan Pendaki

Sejak pagi hari, ratusan pendaki berdatangan ke pos registrasi. Beberapa di antara mereka membawa kantong sampah hasil pungutan di sepanjang jalur pendakian. Pemandangan para pendaki yang tidak hanya membawa perlengkapan mendaki, tetapi juga kantong penuh sampah, menjadi simbol baru: bahwa menjaga gunung sama pentingnya dengan menaklukkan puncaknya.


Bapak Umar, seorang pengunjung asal Lampung, dengan penuh semangat menyampaikan kesan positifnya. Menurutnya, program ini memberi motivasi tambahan bagi pendaki untuk peduli terhadap sampah.


 “Saya senang sekali ikut program ini. Sepanjang jalan banyak sampah yang bisa kita kumpulkan, mulai dari plastik makanan, botol minuman, hingga bungkus mie instan. Dengan adanya program tukar sampah ini, pendaki merasa ada penghargaan sekaligus dorongan untuk lebih disiplin menjaga kebersihan,” ujar Umar dengan wajah gembira.


Bagi Umar, kopi Kerinci yang harum dan nikmat bukan hanya hadiah, tetapi juga simbol persahabatan antara alam dan manusia. “Kopi ini hasil kerja petani Kerinci, dan kita sebagai pendaki ikut menjaga tanah tempat kopi itu tumbuh,” tambahnya.


Dukungan Internasional

Kegiatan ini juga mendapat perhatian internasional. Kiko Nam, perwakilan dari Resona, hadir langsung untuk menyaksikan jalannya acara. Ia tidak hanya memantau, tetapi juga melakukan wawancara dengan beberapa pengunjung dan pihak pengelola.


Dalam wawancaranya, Kiko Nam mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif lokal yang memiliki dampak global. “Ini bukan sekadar program pengumpulan sampah. Ini adalah bentuk diplomasi lingkungan yang sangat kuat. Dari Kerinci, pesan peduli lingkungan bisa menginspirasi dunia,” ungkapnya.


Keterlibatan mitra internasional seperti Resona menegaskan bahwa isu lingkungan tidak mengenal batas negara. Inisiatif kecil yang dilakukan komunitas lokal dapat menjadi inspirasi bagi dunia dalam upaya menjaga bumi.


Tanggapan Kepala Resort TNKS

Di sisi lain, pihak pengelola kawasan juga menyambut baik program ini. Pak Eko, Kepala Resort Kerinci Utara Balai Taman Nasional, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah berjalan konsisten selama lima tahun terakhir.


 “Kami sangat senang dengan kolaborasi ini. Program ini mampu menjadi daya tarik wisata tambahan, di samping mendaki gunung. Pendaki tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga diajak aktif menjaga kelestarian alam,” jelas Pak Eko.


Ia juga mengingatkan bahwa aturan di kawasan TNKS sangat tegas. Pendaki wajib menjaga kebersihan, tidak boleh merusak ekosistem, dan harus menaati prosedur pendakian.


“Teknis pendakian diatur dengan jelas. Saat mendaftar, pendaki melapor dan menyerahkan ID card. Semua logistik yang dibawa diinventarisir. Saat turun, sampah wajib dibawa kembali. Jika ada pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan,” tegasnya.


Pak Eko juga menambahkan bahwa sesuai aturan baru, jumlah pengunjung yang diberi izin maksimal 85 orang per hari. Dari tanggal 14 hingga 17 Agustus 2025 saja, tercatat hampir 300 pendaki naik dan turun Gunung Kerinci.


Lokasi Kegiatan: Kayu Aro dan Danau Gunung Tujuh


Tahun ini, kegiatan dipusatkan di dua lokasi utama, yaitu Kayu Aro dan Danau Gunung Tujuh. Kayu Aro dikenal sebagai salah satu sentra kopi terbaik dunia, sedangkan Danau Gunung Tujuh adalah danau tertinggi di Asia Tenggara yang menjadi magnet wisata alam.


Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Di Kayu Aro, para petani kopi menjadi saksi nyata bagaimana kebersihan lingkungan memengaruhi kualitas hasil pertanian. Sementara di Danau Gunung Tujuh, para pendaki dan wisatawan bisa langsung merasakan betapa pentingnya menjaga ekosistem air bersih dan kawasan pegunungan.


Suasana di Lapangan

Suasana acara sangat meriah. Panitia menyiapkan pos penukaran sampah dengan kopi di pintu masuk pendakian. Tumpukan sampah yang berhasil dikumpulkan pendaki terlihat menggunung, mulai dari plastik sekali pakai, botol minuman, hingga kaleng makanan.


Para petani kopi Kerinci yang tergabung dalam Koperasi ALKO dengan penuh semangat membagikan kopi kepada para pendaki yang menukarkan sampah. Senyum dan tawa terlihat di wajah para pendaki ketika menerima kopi sebagai apresiasi atas usaha kecil mereka menjaga kebersihan gunung.


Selain penukaran sampah dengan kopi, acara juga diisi dengan edukasi singkat tentang pentingnya pengelolaan sampah, diskusi lingkungan, dan ajakan gotong royong membersihkan jalur pendakian.


Dampak Jangka Panjang

Program ini tidak hanya berdampak pada kebersihan gunung, tetapi juga memiliki efek berantai yang lebih luas.


1. Bagi lingkungan, jumlah sampah yang menumpuk di jalur pendakian berkurang drastis. Gunung lebih bersih, ekosistem lebih terjaga.


2. Bagi wisatawan, kegiatan ini memberi pengalaman baru yang lebih bermakna. Mereka tidak hanya menikmati alam, tetapi juga berkontribusi nyata.


3. Bagi petani kopi, kegiatan ini menjadi ajang promosi kopi Kerinci. Kopi tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena nilai keberlanjutannya.


4. Bagi masyarakat lokal, program ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.


Harapan ke Depan

Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di Gunung Kerinci, tetapi juga bisa diperluas ke daerah lain.


“Kami berharap ke depan program ini bisa menjangkau kawasan wisata lain di Sumatra. Semakin banyak pendaki, semakin besar pula kesempatan untuk mengedukasi tentang kebersihan dan konservasi,” ujar salah satu panitia.


Dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional menjadi modal utama agar kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan.


Penutup

“Tukar Sampah Gunung dengan Kopi Kerinci” adalah bukti nyata bahwa solusi sederhana bisa memberi dampak besar. Dari Kerinci, sebuah gerakan kecil lahir, menghubungkan kopi, pendakian, dan konservasi. Program ini telah berjalan lima tahun, namun semangatnya terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat.


Gunung Kerinci kini bukan hanya tempat pendakian, tetapi juga laboratorium hidup untuk belajar bagaimana manusia dan alam bisa hidup berdampingan. Dan kopi Kerinci, dengan aroma khasnya, menjadi simbol persahabatan itu.


Dengan semangat gotong royong, dukungan komunitas, dan kepedulian lingkungan, program ini diharapkan terus berlanjut, menginspirasi lebih banyak orang, dan menjadikan Kerinci sebagai contoh sukses harmoni antara pariwisata, lingkungan, dan pemberdayaan petani.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Kerinci, Jambi — Koperasi Alam Korintji (ALKO) Internasional kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan ekonomi berbasis anggota melalui penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tertutup Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di Kerinci, Jambi.Rapat strategis tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan pimpinan unit usaha dalam ekosistem ALKO, mulai dari Pembina Koperasi, Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, Manajer Operasional Koperasi, hingga seluruh pimpinan badan usaha yang berada di bawah naungan ekosistem ALKO.Turut hadir dalam rapat tersebut CEO ALKO Sumatra Kopi, CEO QThink-X, CEO Bank Sampah Prima Aro, CEO ALKO Academy, CEO ALKO Tourism Pesona, CEO Kahfi, serta para Kepala Kolektor Koperasi ALKO yang selama ini menjadi ujung tombak penguatan rantai pasok kopi di tingkat petani.RAT tertutup ini menjadi forum konsolidasi internal sekaligus persiapan menuju Rapat Anggota Tahunan Umum yang akan digelar pada Juli 2026, dengan agenda utama mengevaluasi capaian organisasi, memperkuat tata kelola koperasi, serta menyusun strategi pengembangan bisnis dan pemberdayaan anggota untuk tahun mendatang.Koperasi Bukan Sekadar Legalitas, tetapi Sebuah GerakanDalam sambutannya, pengurus koperasi kembali mengingatkan seluruh peserta mengenai visi besar Koperasi ALKO sebagai organisasi usaha sosial yang mengedepankan kemandirian ekonomi anggota melalui kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas.Di tengah perkembangan berbagai unit usaha yang semakin kompleks, pengurus menegaskan bahwa koperasi tetap menjadi pusat kendali dan ruh organisasi."Koperasi bagi kami bukan sekadar badan hukum atau legalitas usaha. Koperasi adalah gerakan. Koperasi adalah ruh dalam organisasi. Koperasi adalah sarana untuk menjalankan prinsip kemandirian ekonomi dan menjadi soko guru ekonomi masyarakat," demikian salah satu poin yang disampaikan dalam forum RAT.Pandangan tersebut menjadi landasan utama ALKO dalam membangun model kelembagaan yang berbeda dari kebanyakan organisasi bisnis pada umumnya.Di saat banyak koperasi hanya berfungsi sebagai wadah administratif, ALKO justru mengembangkan koperasi sebagai pusat pengambilan keputusan, pengawas ekosistem, sekaligus penggerak transformasi ekonomi anggota.Koperasi Sebagai Orkestrator EkosistemDalam evaluasi organisasi yang dipaparkan selama rapat, pengurus menegaskan bahwa posisi koperasi dalam ekosistem ALKO memiliki fungsi strategis sebagai orkestrator, instruktur, pengawas, sekaligus penjaga arah organisasi.Koperasi bertugas memastikan seluruh komponen dalam rantai bisnis berjalan sesuai prinsip tata kelola yang sehat dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.Model ini dirancang untuk menciptakan pembagian peran yang jelas antara anggota, kolektor, unit usaha, dan koperasi.Petani difokuskan sebagai produsen profesional yang bertanggung jawab menghasilkan produk berkualitas.Kolektor berperan sebagai penjaga mutu atau quality control tingkat pertama yang memastikan standar kualitas produk tetap terjaga sejak dari tingkat kebun.Sementara itu, unit-unit usaha di bawah ALKO menjalankan fungsi hilirisasi, pemasaran, perdagangan, dan ekspor secara profesional.Adapun koperasi bertindak sebagai pengawas sistem, pengendali arah kebijakan, sekaligus pemegang mandat anggota dalam memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara transparan dan akuntabel.Menurut pengurus, model tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi yang kini telah berkembang melampaui sektor kopi semata.Membangun Sistem Close Loop yang EksklusifSalah satu poin penting yang dibahas dalam RAT adalah penguatan sistem Close Loop Exclusive Ecosystem, sebuah model rantai pasok terintegrasi yang selama ini menjadi ciri khas pengembangan bisnis ALKO.Dalam sistem ini, setiap tahapan produksi hingga pemasaran berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung dan diawasi secara bersama.Pendekatan tersebut memungkinkan koperasi memiliki kendali lebih besar terhadap kualitas produk, transparansi transaksi, serta distribusi manfaat ekonomi kepada anggota.Melalui sistem ini, ALKO berhasil membangun rantai pasok kopi yang menghubungkan petani, kolektor, koperasi, eksportir, hingga pembeli internasional dalam satu sistem yang terkoneksi.Model tersebut juga didukung oleh platform digital QThink-X yang memungkinkan seluruh proses bisnis dapat ditelusuri secara transparan melalui sistem traceability berbasis blockchain.Pengurus menilai sistem ini menjadi salah satu kekuatan utama ALKO dalam menjawab tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan, keterlacakan produk, dan transparansi rantai pasok.Ke depan, model ini direncanakan untuk diperluas ke berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia bahkan ke sejumlah negara yang memiliki potensi kerja sama dengan ALKO.Dari Kopi ke Ekonomi HijauSelain membahas kinerja organisasi dan unit usaha, RAT juga menetapkan arah pengembangan bisnis koperasi untuk beberapa tahun mendatang.Jika sebelumnya fokus utama berada pada sektor kopi, kini ALKO mulai memperluas cakupan pengembangan ke berbagai sektor yang mendukung ekonomi berkelanjutan.Beberapa sektor prioritas yang menjadi fokus pengembangan antara lain:Penguatan bisnis kopi berbasis ekspor dan specialty coffeePengembangan ekowisata berbasis masyarakatPendidikan dan pelatihan petani melalui ALKO AcademyPengembangan ekonomi hijau berbasis karbonPengelolaan sampah dan ekonomi sirkularDigitalisasi koperasi dan inovasi teknologiPengembangan sistem Carbon DNA dan perdagangan karbonLangkah tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, dan ekonomi hijau.ALKO melihat bahwa masa depan pertanian tidak hanya bergantung pada produksi komoditas, tetapi juga pada kemampuan menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.Menyiapkan Koperasi Masa DepanDalam beberapa tahun terakhir, ALKO telah berkembang menjadi salah satu model koperasi modern yang mendapat perhatian berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, lembaga internasional, hingga mitra bisnis dari Jepang, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.Melalui unit-unit usaha yang terus berkembang, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai organisasi ekonomi anggota, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang menghubungkan petani dengan pasar global.Pengurus menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, penguatan tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi agenda utama organisasi."Kita ingin memastikan bahwa koperasi tetap menjadi pemilik arah, sementara unit usaha menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang profesional. Dengan demikian manfaat terbesar tetap kembali kepada anggota," ujar salah satu peserta rapat.Menuju RAT Umum Juli 2026RAT tertutup yang berlangsung pada 12 Juni ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan RAT Umum pada Juli 2026 yang akan melibatkan anggota koperasi secara lebih luas.Forum tersebut nantinya akan menjadi momentum untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, capaian usaha, rencana kerja, serta berbagai program strategis yang akan dijalankan pada periode berikutnya.Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, ALKO optimistis model koperasi berbasis kolaborasi, teknologi, dan keberlanjutan akan menjadi salah satu jawaban bagi penguatan ekonomi masyarakat di masa depan.Dengan semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama sejak awal berdiri, ALKO terus berupaya membuktikan bahwa koperasi bukan hanya warisan masa lalu, melainkan institusi masa depan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Selamat dan Sukses RAT Koperasi ALKO 2026.“Dari Petani, Oleh Petani, untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.”

Read More  

Admin Alko | 15/06/2026

KERINCI — ALKO Academy kembali menjadi pusat perhatian mitra internasional. Pada awal Juni 2026, delegasi dari Jepang yang terdiri dari perwakilan Resona Bank Tokyo dan Saka No Tochu tiba di Kerinci untuk melakukan kunjungan lapangan sekaligus evaluasi program kerja sama yang telah berjalan selama tiga tahun bersama Koperasi ALKO.Menariknya, kunjungan kali ini juga bertepatan dengan kedatangan seorang mahasiswa magang asal Paris, Prancis, yang akan mempelajari model pengembangan ekonomi berbasis kopi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan ALKO di Kabupaten Kerinci.Kehadiran tamu dari dua benua tersebut memperlihatkan bahwa praktik yang dibangun dari kawasan kaki Gunung Kerinci mulai menarik perhatian dunia sebagai contoh pengembangan komunitas berbasis pertanian berkelanjutan.Rombongan disambut di ALKO Academy, pusat pembelajaran yang selama ini menjadi ruang kolaborasi bagi petani, mahasiswa, peneliti, pelaku usaha, hingga mitra internasional yang ingin memahami ekosistem kopi Indonesia secara lebih mendalam.Menurut pihak ALKO, kunjungan tahun ini memiliki fokus yang lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain meninjau perkembangan program Carbon DNA dan pertanian berkelanjutan, delegasi juga akan mempelajari bagaimana koperasi mampu mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari produksi kopi, pendidikan petani, pengelolaan sampah, pemberdayaan perempuan, pengembangan anak muda, hingga transformasi digital berbasis blockchain.“Kerinci bukan hanya tentang kopi. Yang ingin kami tunjukkan adalah bagaimana sebuah komunitas desa dapat membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan petani, sekolah, perempuan, generasi muda, dan lingkungan dalam satu sistem yang saling terhubung,” ujar perwakilan ALKO.Selama berada di Kerinci, delegasi Jepang dijadwalkan mengunjungi kebun kopi anggota koperasi, fasilitas pengolahan pascapanen, pusat pengelolaan sampah, serta berbagai unit usaha yang berada dalam ekosistem ALKO.Mereka juga akan berdialog langsung dengan petani untuk melihat dampak penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.Sementara itu, mahasiswa magang dari Paris akan menjalani program pembelajaran lapangan yang berfokus pada model koperasi modern, pengembangan rantai pasok kopi, serta penerapan teknologi dalam pengelolaan usaha masyarakat.Program magang tersebut menjadi bagian dari semakin meningkatnya minat akademisi internasional terhadap praktik pembangunan desa yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.Dalam beberapa tahun terakhir, ALKO Academy memang berkembang menjadi ruang belajar terbuka yang menerima berbagai kunjungan dari universitas, lembaga riset, perusahaan, hingga organisasi internasional.Banyak pihak tertarik melihat bagaimana koperasi dapat bertransformasi dari sekadar lembaga ekonomi menjadi pusat inovasi yang mampu menciptakan berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat.Bagi Resona Bank dan Saka No Tochu, salah satu aspek yang paling menarik adalah kemampuan ALKO menghubungkan isu lingkungan dengan aktivitas ekonomi petani.Program Carbon DNA yang dikembangkan bersama menjadi contoh bagaimana praktik budidaya kopi dapat didokumentasikan, diukur, dan dikaitkan dengan manfaat ekonomi yang lebih luas.Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan arah pembangunan global yang kini semakin menekankan pentingnya transparansi, keberlanjutan, dan pengurangan emisi karbon.Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa magang dari Prancis menunjukkan bahwa isu keberlanjutan telah menjadi perhatian lintas negara dan lintas generasi.Banyak generasi muda di berbagai belahan dunia mulai mencari contoh nyata mengenai bagaimana komunitas lokal dapat menghadapi tantangan perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan transformasi pasar global.Kerinci, yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil kopi arabika berkualitas, kini mulai dikenal sebagai laboratorium sosial untuk berbagai praktik pembangunan berkelanjutan.Keberadaan ALKO Academy menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman lokal dengan kebutuhan pembelajaran global.Melalui kunjungan ini, para tamu tidak hanya belajar mengenai kopi, tetapi juga mengenai bagaimana masyarakat desa membangun masa depan melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong.Bagi ALKO, kedatangan mitra Jepang dan mahasiswa dari Prancis menjadi bukti bahwa praktik baik yang lahir dari desa memiliki nilai yang dapat dipelajari dunia.Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga ketahanan pangan, pengalaman petani Kerinci menunjukkan bahwa solusi tidak selalu lahir dari kota-kota besar atau pusat industri, melainkan dapat tumbuh dari kebun-kebun kopi yang dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.Kunjungan ini sekaligus mempertegas posisi ALKO Academy sebagai ruang pembelajaran internasional yang mempertemukan petani, akademisi, pelaku bisnis, dan generasi muda dalam membangun masa depan pertanian yang lebih inklusif, hijau, dan berdaya saing global.

Read More  

Admin Alko | 08/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.