“Tukar Sampah Gunung dengan Kopi Kerinci”

Admin Alko | 18/08/2025


Program Edukasi Lingkungan yang Menjadi Daya Tarik Wisata Baru di Kerinci


Kerinci, 17–18 Agustus 2025 

Gunung Kerinci, sebagai puncak tertinggi di Pulau Sumatra dan salah satu ikon Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga tantangan konservasi yang menyertainya. Ribuan pendaki dari dalam dan luar negeri setiap tahunnya menapaki jalur-jalur pendakian untuk menyaksikan keagungan alam. Namun, di balik itu, masalah sampah gunung masih menjadi persoalan serius yang kerap mencoreng wajah pariwisata alam Indonesia.


Menjawab tantangan tersebut, sebuah program kreatif dan penuh makna kembali hadir di Kerinci: “Tukar Sampah Gunung dengan Kopi Kerinci.” Kegiatan ini digelar pada 17–18 Agustus 2025, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Program yang dipelopori oleh Koperasi ALKO bersama para petani kopi Kerinci ini bertujuan mengajak para pendaki dan wisatawan agar lebih peduli terhadap kebersihan gunung.


Prinsipnya sederhana namun berdampak: setiap 1 kilogram sampah gunung yang dikumpulkan dan dibawa turun, bisa ditukar dengan 1 bungkus kopi Kerinci.


Antusiasme Pengunjung dan Pendaki

Sejak pagi hari, ratusan pendaki berdatangan ke pos registrasi. Beberapa di antara mereka membawa kantong sampah hasil pungutan di sepanjang jalur pendakian. Pemandangan para pendaki yang tidak hanya membawa perlengkapan mendaki, tetapi juga kantong penuh sampah, menjadi simbol baru: bahwa menjaga gunung sama pentingnya dengan menaklukkan puncaknya.


Bapak Umar, seorang pengunjung asal Lampung, dengan penuh semangat menyampaikan kesan positifnya. Menurutnya, program ini memberi motivasi tambahan bagi pendaki untuk peduli terhadap sampah.


 “Saya senang sekali ikut program ini. Sepanjang jalan banyak sampah yang bisa kita kumpulkan, mulai dari plastik makanan, botol minuman, hingga bungkus mie instan. Dengan adanya program tukar sampah ini, pendaki merasa ada penghargaan sekaligus dorongan untuk lebih disiplin menjaga kebersihan,” ujar Umar dengan wajah gembira.


Bagi Umar, kopi Kerinci yang harum dan nikmat bukan hanya hadiah, tetapi juga simbol persahabatan antara alam dan manusia. “Kopi ini hasil kerja petani Kerinci, dan kita sebagai pendaki ikut menjaga tanah tempat kopi itu tumbuh,” tambahnya.


Dukungan Internasional

Kegiatan ini juga mendapat perhatian internasional. Kiko Nam, perwakilan dari Resona, hadir langsung untuk menyaksikan jalannya acara. Ia tidak hanya memantau, tetapi juga melakukan wawancara dengan beberapa pengunjung dan pihak pengelola.


Dalam wawancaranya, Kiko Nam mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif lokal yang memiliki dampak global. “Ini bukan sekadar program pengumpulan sampah. Ini adalah bentuk diplomasi lingkungan yang sangat kuat. Dari Kerinci, pesan peduli lingkungan bisa menginspirasi dunia,” ungkapnya.


Keterlibatan mitra internasional seperti Resona menegaskan bahwa isu lingkungan tidak mengenal batas negara. Inisiatif kecil yang dilakukan komunitas lokal dapat menjadi inspirasi bagi dunia dalam upaya menjaga bumi.


Tanggapan Kepala Resort TNKS

Di sisi lain, pihak pengelola kawasan juga menyambut baik program ini. Pak Eko, Kepala Resort Kerinci Utara Balai Taman Nasional, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah berjalan konsisten selama lima tahun terakhir.


 “Kami sangat senang dengan kolaborasi ini. Program ini mampu menjadi daya tarik wisata tambahan, di samping mendaki gunung. Pendaki tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga diajak aktif menjaga kelestarian alam,” jelas Pak Eko.


Ia juga mengingatkan bahwa aturan di kawasan TNKS sangat tegas. Pendaki wajib menjaga kebersihan, tidak boleh merusak ekosistem, dan harus menaati prosedur pendakian.


“Teknis pendakian diatur dengan jelas. Saat mendaftar, pendaki melapor dan menyerahkan ID card. Semua logistik yang dibawa diinventarisir. Saat turun, sampah wajib dibawa kembali. Jika ada pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan,” tegasnya.


Pak Eko juga menambahkan bahwa sesuai aturan baru, jumlah pengunjung yang diberi izin maksimal 85 orang per hari. Dari tanggal 14 hingga 17 Agustus 2025 saja, tercatat hampir 300 pendaki naik dan turun Gunung Kerinci.


Lokasi Kegiatan: Kayu Aro dan Danau Gunung Tujuh


Tahun ini, kegiatan dipusatkan di dua lokasi utama, yaitu Kayu Aro dan Danau Gunung Tujuh. Kayu Aro dikenal sebagai salah satu sentra kopi terbaik dunia, sedangkan Danau Gunung Tujuh adalah danau tertinggi di Asia Tenggara yang menjadi magnet wisata alam.


Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Di Kayu Aro, para petani kopi menjadi saksi nyata bagaimana kebersihan lingkungan memengaruhi kualitas hasil pertanian. Sementara di Danau Gunung Tujuh, para pendaki dan wisatawan bisa langsung merasakan betapa pentingnya menjaga ekosistem air bersih dan kawasan pegunungan.


Suasana di Lapangan

Suasana acara sangat meriah. Panitia menyiapkan pos penukaran sampah dengan kopi di pintu masuk pendakian. Tumpukan sampah yang berhasil dikumpulkan pendaki terlihat menggunung, mulai dari plastik sekali pakai, botol minuman, hingga kaleng makanan.


Para petani kopi Kerinci yang tergabung dalam Koperasi ALKO dengan penuh semangat membagikan kopi kepada para pendaki yang menukarkan sampah. Senyum dan tawa terlihat di wajah para pendaki ketika menerima kopi sebagai apresiasi atas usaha kecil mereka menjaga kebersihan gunung.


Selain penukaran sampah dengan kopi, acara juga diisi dengan edukasi singkat tentang pentingnya pengelolaan sampah, diskusi lingkungan, dan ajakan gotong royong membersihkan jalur pendakian.


Dampak Jangka Panjang

Program ini tidak hanya berdampak pada kebersihan gunung, tetapi juga memiliki efek berantai yang lebih luas.


1. Bagi lingkungan, jumlah sampah yang menumpuk di jalur pendakian berkurang drastis. Gunung lebih bersih, ekosistem lebih terjaga.


2. Bagi wisatawan, kegiatan ini memberi pengalaman baru yang lebih bermakna. Mereka tidak hanya menikmati alam, tetapi juga berkontribusi nyata.


3. Bagi petani kopi, kegiatan ini menjadi ajang promosi kopi Kerinci. Kopi tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena nilai keberlanjutannya.


4. Bagi masyarakat lokal, program ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.


Harapan ke Depan

Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di Gunung Kerinci, tetapi juga bisa diperluas ke daerah lain.


“Kami berharap ke depan program ini bisa menjangkau kawasan wisata lain di Sumatra. Semakin banyak pendaki, semakin besar pula kesempatan untuk mengedukasi tentang kebersihan dan konservasi,” ujar salah satu panitia.


Dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional menjadi modal utama agar kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan.


Penutup

“Tukar Sampah Gunung dengan Kopi Kerinci” adalah bukti nyata bahwa solusi sederhana bisa memberi dampak besar. Dari Kerinci, sebuah gerakan kecil lahir, menghubungkan kopi, pendakian, dan konservasi. Program ini telah berjalan lima tahun, namun semangatnya terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat.


Gunung Kerinci kini bukan hanya tempat pendakian, tetapi juga laboratorium hidup untuk belajar bagaimana manusia dan alam bisa hidup berdampingan. Dan kopi Kerinci, dengan aroma khasnya, menjadi simbol persahabatan itu.


Dengan semangat gotong royong, dukungan komunitas, dan kepedulian lingkungan, program ini diharapkan terus berlanjut, menginspirasi lebih banyak orang, dan menjadikan Kerinci sebagai contoh sukses harmoni antara pariwisata, lingkungan, dan pemberdayaan petani.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kerja Sama Internasional Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan, Buka Peluang Ekspor Multi-Komoditas dari KerinciKERINCI, 18 Juli 2026 – Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Capulus Bean (Private) Limited, perusahaan perdagangan komoditas asal Pakistan, dalam sebuah seremoni yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak baru kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan, khususnya dalam pengembangan rantai pasok kopi premium yang mengedepankan traceability, keberlanjutan, dan pemberdayaan petani. Tidak hanya berorientasi pada transaksi dagang, kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem perdagangan jangka panjang yang memberikan nilai tambah langsung kepada petani.MoU ditandatangani oleh Suryono, mewakili Koperasi ALKO dan PT ALKO Sumatra Kopi, serta Ameer Khurram Rathore, Chief Operating Officer Capulus Bean (Private) Limited.Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan perdagangan kopi dan komoditas unggulan lainnya, pembangunan jaringan distribusi menuju Pakistan, pertukaran informasi pasar, pengembangan sistem rantai pasok berstandar internasional, serta kolaborasi investasi untuk memperkuat perdagangan kedua negara.Dari Green Bean Menuju Ekosistem BerkelanjutanDuta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengatakan kunjungan ke Kerinci mengubah perspektifnya mengenai industri kopi Indonesia.Menurutnya, ALKO tidak sekadar menjual kopi, tetapi membangun sebuah ekosistem bisnis yang terintegrasi dari petani hingga pasar internasional."Sebelum datang ke Kerinci, kami berpikir kerja sama ini hanya tentang kopi. Namun setelah melihat langsung ALKO, kami menemukan sesuatu yang lebih besar. Yang dibangun bukan hanya perdagangan green bean, tetapi sebuah ekosistem yang menggabungkan keberlanjutan, pemberdayaan petani, inovasi, dan sistem traceability. Karena itu kami melihat peluang kerja sama tidak hanya pada kopi, tetapi juga berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya."Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan dagang Indonesia–Pakistan berpotensi berkembang ke sektor pertanian yang lebih luas, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan Pakistan terhadap produk pangan dan komoditas tropis berkualitas.Pakistan Menjadi Hub Baru PerdaganganDalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat menjadikan Pakistan sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi produk-produk ALKO menuju kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.Capulus Bean akan berperan sebagai mitra distribusi sekaligus pengembang pasar, sementara ALKO bertanggung jawab menjaga kontinuitas pasokan, kualitas produk, dan sistem ketertelusuran yang menjadi standar utama pembeli internasional.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas pasar ekspor."Kami tidak mencari pembeli yang hanya datang membeli satu kontainer, tetapi mitra yang memiliki visi membangun pasar bersama. Karena itu kerja sama ini disusun dalam kerangka jangka panjang sehingga petani memperoleh kepastian pasar sekaligus kepastian harga."Menurutnya, model bisnis ALKO dibangun dengan prinsip bahwa peningkatan ekspor harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.Traceability Menjadi Nilai TambahDirektur International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menarik perhatian mitra Pakistan adalah sistem blockchain traceability yang telah diterapkan ALKO.Melalui platform digital Qthink-X, seluruh rantai pasok dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses panen, pascapanen, hingga pengiriman ke negara tujuan.Menurut Pebriyansah, pendekatan tersebut kini menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan global."Buyer internasional saat ini tidak lagi hanya membeli kopi berkualitas. Mereka membutuhkan transparansi, data, dan kepastian bahwa produk dihasilkan melalui praktik yang berkelanjutan. Sistem traceability yang kami bangun menjadi jembatan kepercayaan antara petani di Kerinci dengan konsumen dunia."Ia menambahkan, kerja sama dengan Pakistan menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian mampu membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau.Momentum Baru Diplomasi EkonomiKunjungan Duta Besar Pakistan beserta delegasi bisnis merupakan bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan yang telah terjalin selama puluhan tahun.Dalam beberapa hari kunjungannya di Kerinci, delegasi melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari mengunjungi kebun kopi anggota ALKO, melihat proses budidaya agroforestri, mempelajari sistem pengolahan kopi, mengikuti sesi cupping, hingga berdiskusi mengenai penerapan teknologi blockchain dan keberlanjutan.Kehadiran langsung Duta Besar dinilai memberikan sinyal kuat bahwa hubungan perdagangan kedua negara kini semakin diarahkan pada kemitraan antarlembaga dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan antarpemerintah.Menuju Perdagangan Multi-KomoditasSelain kopi specialty, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama untuk berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya.Menurut ALKO, model bisnis yang dikembangkan memungkinkan berbagai komoditas pertanian dipasarkan melalui sistem yang sama, yakni berbasis kualitas, keberlanjutan, dan ketertelusuran.Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Pakistan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi produk-produk pertanian bernilai tambah lainnya.Bagi ALKO, penandatanganan MoU ini menjadi lebih dari sekadar dokumen kerja sama. Kesepakatan tersebut merupakan fondasi bagi pembangunan koridor perdagangan baru antara Kerinci dan Pakistan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok produk pertanian premium yang mampu memenuhi tuntutan pasar global melalui inovasi, teknologi, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.