“Tukar Sampah Gunung dengan Kopi Kerinci”

Admin Alko |

“Tukar Sampah Gunung dengan Kopi Kerinci”


Program Edukasi Lingkungan yang Menjadi Daya Tarik Wisata Baru di Kerinci


Kerinci, 17–18 Agustus 2025 

Gunung Kerinci, sebagai puncak tertinggi di Pulau Sumatra dan salah satu ikon Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga tantangan konservasi yang menyertainya. Ribuan pendaki dari dalam dan luar negeri setiap tahunnya menapaki jalur-jalur pendakian untuk menyaksikan keagungan alam. Namun, di balik itu, masalah sampah gunung masih menjadi persoalan serius yang kerap mencoreng wajah pariwisata alam Indonesia.


Menjawab tantangan tersebut, sebuah program kreatif dan penuh makna kembali hadir di Kerinci: “Tukar Sampah Gunung dengan Kopi Kerinci.” Kegiatan ini digelar pada 17–18 Agustus 2025, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Program yang dipelopori oleh Koperasi ALKO bersama para petani kopi Kerinci ini bertujuan mengajak para pendaki dan wisatawan agar lebih peduli terhadap kebersihan gunung.


Prinsipnya sederhana namun berdampak: setiap 1 kilogram sampah gunung yang dikumpulkan dan dibawa turun, bisa ditukar dengan 1 bungkus kopi Kerinci.


Antusiasme Pengunjung dan Pendaki

Sejak pagi hari, ratusan pendaki berdatangan ke pos registrasi. Beberapa di antara mereka membawa kantong sampah hasil pungutan di sepanjang jalur pendakian. Pemandangan para pendaki yang tidak hanya membawa perlengkapan mendaki, tetapi juga kantong penuh sampah, menjadi simbol baru: bahwa menjaga gunung sama pentingnya dengan menaklukkan puncaknya.


Bapak Umar, seorang pengunjung asal Lampung, dengan penuh semangat menyampaikan kesan positifnya. Menurutnya, program ini memberi motivasi tambahan bagi pendaki untuk peduli terhadap sampah.


 “Saya senang sekali ikut program ini. Sepanjang jalan banyak sampah yang bisa kita kumpulkan, mulai dari plastik makanan, botol minuman, hingga bungkus mie instan. Dengan adanya program tukar sampah ini, pendaki merasa ada penghargaan sekaligus dorongan untuk lebih disiplin menjaga kebersihan,” ujar Umar dengan wajah gembira.


Bagi Umar, kopi Kerinci yang harum dan nikmat bukan hanya hadiah, tetapi juga simbol persahabatan antara alam dan manusia. “Kopi ini hasil kerja petani Kerinci, dan kita sebagai pendaki ikut menjaga tanah tempat kopi itu tumbuh,” tambahnya.


Dukungan Internasional

Kegiatan ini juga mendapat perhatian internasional. Kiko Nam, perwakilan dari Resona, hadir langsung untuk menyaksikan jalannya acara. Ia tidak hanya memantau, tetapi juga melakukan wawancara dengan beberapa pengunjung dan pihak pengelola.


Dalam wawancaranya, Kiko Nam mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif lokal yang memiliki dampak global. “Ini bukan sekadar program pengumpulan sampah. Ini adalah bentuk diplomasi lingkungan yang sangat kuat. Dari Kerinci, pesan peduli lingkungan bisa menginspirasi dunia,” ungkapnya.


Keterlibatan mitra internasional seperti Resona menegaskan bahwa isu lingkungan tidak mengenal batas negara. Inisiatif kecil yang dilakukan komunitas lokal dapat menjadi inspirasi bagi dunia dalam upaya menjaga bumi.


Tanggapan Kepala Resort TNKS

Di sisi lain, pihak pengelola kawasan juga menyambut baik program ini. Pak Eko, Kepala Resort Kerinci Utara Balai Taman Nasional, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah berjalan konsisten selama lima tahun terakhir.


 “Kami sangat senang dengan kolaborasi ini. Program ini mampu menjadi daya tarik wisata tambahan, di samping mendaki gunung. Pendaki tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga diajak aktif menjaga kelestarian alam,” jelas Pak Eko.


Ia juga mengingatkan bahwa aturan di kawasan TNKS sangat tegas. Pendaki wajib menjaga kebersihan, tidak boleh merusak ekosistem, dan harus menaati prosedur pendakian.


“Teknis pendakian diatur dengan jelas. Saat mendaftar, pendaki melapor dan menyerahkan ID card. Semua logistik yang dibawa diinventarisir. Saat turun, sampah wajib dibawa kembali. Jika ada pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan,” tegasnya.


Pak Eko juga menambahkan bahwa sesuai aturan baru, jumlah pengunjung yang diberi izin maksimal 85 orang per hari. Dari tanggal 14 hingga 17 Agustus 2025 saja, tercatat hampir 300 pendaki naik dan turun Gunung Kerinci.


Lokasi Kegiatan: Kayu Aro dan Danau Gunung Tujuh


Tahun ini, kegiatan dipusatkan di dua lokasi utama, yaitu Kayu Aro dan Danau Gunung Tujuh. Kayu Aro dikenal sebagai salah satu sentra kopi terbaik dunia, sedangkan Danau Gunung Tujuh adalah danau tertinggi di Asia Tenggara yang menjadi magnet wisata alam.


Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Di Kayu Aro, para petani kopi menjadi saksi nyata bagaimana kebersihan lingkungan memengaruhi kualitas hasil pertanian. Sementara di Danau Gunung Tujuh, para pendaki dan wisatawan bisa langsung merasakan betapa pentingnya menjaga ekosistem air bersih dan kawasan pegunungan.


Suasana di Lapangan

Suasana acara sangat meriah. Panitia menyiapkan pos penukaran sampah dengan kopi di pintu masuk pendakian. Tumpukan sampah yang berhasil dikumpulkan pendaki terlihat menggunung, mulai dari plastik sekali pakai, botol minuman, hingga kaleng makanan.


Para petani kopi Kerinci yang tergabung dalam Koperasi ALKO dengan penuh semangat membagikan kopi kepada para pendaki yang menukarkan sampah. Senyum dan tawa terlihat di wajah para pendaki ketika menerima kopi sebagai apresiasi atas usaha kecil mereka menjaga kebersihan gunung.


Selain penukaran sampah dengan kopi, acara juga diisi dengan edukasi singkat tentang pentingnya pengelolaan sampah, diskusi lingkungan, dan ajakan gotong royong membersihkan jalur pendakian.


Dampak Jangka Panjang

Program ini tidak hanya berdampak pada kebersihan gunung, tetapi juga memiliki efek berantai yang lebih luas.


1. Bagi lingkungan, jumlah sampah yang menumpuk di jalur pendakian berkurang drastis. Gunung lebih bersih, ekosistem lebih terjaga.


2. Bagi wisatawan, kegiatan ini memberi pengalaman baru yang lebih bermakna. Mereka tidak hanya menikmati alam, tetapi juga berkontribusi nyata.


3. Bagi petani kopi, kegiatan ini menjadi ajang promosi kopi Kerinci. Kopi tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena nilai keberlanjutannya.


4. Bagi masyarakat lokal, program ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.


Harapan ke Depan

Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di Gunung Kerinci, tetapi juga bisa diperluas ke daerah lain.


“Kami berharap ke depan program ini bisa menjangkau kawasan wisata lain di Sumatra. Semakin banyak pendaki, semakin besar pula kesempatan untuk mengedukasi tentang kebersihan dan konservasi,” ujar salah satu panitia.


Dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional menjadi modal utama agar kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan.


Penutup

“Tukar Sampah Gunung dengan Kopi Kerinci” adalah bukti nyata bahwa solusi sederhana bisa memberi dampak besar. Dari Kerinci, sebuah gerakan kecil lahir, menghubungkan kopi, pendakian, dan konservasi. Program ini telah berjalan lima tahun, namun semangatnya terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat.


Gunung Kerinci kini bukan hanya tempat pendakian, tetapi juga laboratorium hidup untuk belajar bagaimana manusia dan alam bisa hidup berdampingan. Dan kopi Kerinci, dengan aroma khasnya, menjadi simbol persahabatan itu.


Dengan semangat gotong royong, dukungan komunitas, dan kepedulian lingkungan, program ini diharapkan terus berlanjut, menginspirasi lebih banyak orang, dan menjadikan Kerinci sebagai contoh sukses harmoni antara pariwisata, lingkungan, dan pemberdayaan petani.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.