Transformasi Kopi Kayu Aro: Dari Kualitas Lokal Menjadi Standar Baru Nasional

Admin Alko |

Transformasi Kopi Kayu Aro: Dari Kualitas Lokal Menjadi Standar Baru Nasional


Prestasi Alan Fauzi sebagai juara 2 nasional bukanlah episode yang berdiri sendiri. Ia merupakan puncak dari sebuah perjalanan panjang yang menunjukkan bagaimana Kayu Aro—dengan seluruh ekosistem petani, prosesor, dan anak muda penggeraknya—telah memasuki fase baru dalam industri kopi Indonesia. Fase di mana kualitas tidak lagi sebatas cita-cita, melainkan standar baru yang mulai diakui secara nasional.

Transformasi ini tidak terjadi dalam semalam. Ia tumbuh dari kerja kolektif yang jarang diperhatikan: tangan-tangan petani yang menanam dan merawat pohon kopi, prosesor yang menyempurnakan metode pascapanen, komunitas lokal yang menjaga budaya, serta lembaga seperti ALKO yang terus menanamkan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran.
Hari ini, perubahan itu semakin terlihat—bukan hanya dari gelar juara, tetapi dari cara Kayu Aro membentuk identitas baru dalam dunia specialty coffee Indonesia.


1. Ketika Kualitas Menjadi Bahasa Bersama

Banyak daerah memiliki kopi; tetapi tidak semua daerah menjadikan kualitas sebagai budaya bersama. Di Kayu Aro, transformasi ini mulai terasa beberapa tahun terakhir—saat petani, prosesor, dan pembeli mulai berbicara dengan bahasa yang sama: kualitas.

Kesadaran baru ini lahir dari banyak proses:

  • Peningkatan pemahaman tentang standar specialty
    Petani tidak lagi hanya mengandalkan panen besar, tetapi juga panen bersih, matang seragam, dan ditangani dengan seleksi ketat.

  • Penggunaan metode pascapanen yang makin presisi
    Mulai dari washed, honey, natural, hingga variasi kontemporer yang lebih terkontrol.

  • Kebiasaan cupping di tingkat lokal
    Cita rasa tidak lagi abstrak; ia menjadi alat ukur yang dipahami bersama.

Hal-hal kecil yang dilakukan konsisten ini akhirnya membangun pondasi kuat untuk menjadikan Kayu Aro sebagai salah satu rujukan kualitas kopi di Sumatra—bahkan di Indonesia.


2. Peran Prosesor Lokal Sebagai Motor Inovasi

Di balik transformasi Kayu Aro, ada generasi baru prosesor yang mendorong batas-batas kualitas. Alan Fauzi adalah salah satu representasi paling nyata dari gelombang ini.
Tetapi penting dicatat: ia bukan satu-satunya. Ada banyak pemuda lokal yang mulai menaruh perhatian pada detail proses—mulai dari fermentasi, pencucian, pengeringan, hingga grading.

Para prosesor ini tidak bekerja untuk mendapatkan reputasi semata. Mereka bekerja untuk memastikan bahwa kopi Kayu Aro dapat berbicara tentang dirinya sendiri di panggung nasional.

Beberapa aspek penting yang mereka kuasai:

  • Fermentasi yang bersih dan terukur
    Tidak terlalu lama, tidak terlalu cepat, dan sesuai karakter biji.

  • Pengeringan yang konsisten
    Pengawasan kelembapan yang ketat menjadi kunci untuk menghasilkan rasa bersih dan stabil.

  • Grading dan sortasi berlapis
    Kesalahan kecil dalam sortasi dapat menghilangkan potensi kopi; langkah ini kini dianggap krusial.

Dengan pendekatan seperti ini, Kayu Aro tidak lagi dianggap sebagai penghasil kopi yang “cukup bagus,” tetapi sebagai produsen kopi berkualitas tinggi yang siap bersaing.


3. ALKO dan Ekosistem Berbasis Ketertelusuran

Transformasi Kayu Aro tidak dapat dilepaskan dari peran ekosistem yang dibangun oleh ALKO. Dalam beberapa tahun terakhir, ALKO fokus memperkuat dua fondasi utama:

a. Ketertelusuran (Traceability)

Ketertelusuran bukan hanya tuntutan pasar internasional, tetapi juga cara memastikan setiap proses terdokumentasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan sistem yang semakin modern, ALKO mendorong:

  • pencatatan petani, kebun, dan lot secara detail,

  • digitalisasi data melalui platform yang kredibel,

  • pemetaan kebun untuk memastikan keberlanjutan,

  • integrasi informasi dari hulu ke hilir.

Ketika kualitas tumbuh, transparansi menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.

b. Penguatan Kapasitas Pelaku Lokal

Pelatihan pascapanen, cupping, manajemen kebun, dan pembinaan generasi muda adalah kegiatan yang terus berjalan.
Transformasi Kayu Aro tidak hanya fisik—ia juga transformasi pengetahuan.

Dengan pendekatan yang kolaboratif, ALKO memposisikan diri sebagai rumah besar bagi petani dan prosesor untuk berkembang.


4. Dampak Pengakuan Nasional Terhadap Daerah

Prestasi nasional seperti yang diraih Alan Fauzi memiliki efek domino yang sangat besar. Gelar juara bukan hanya tentang satu orang; ia adalah cermin dari ekosistem yang mendukungnya.

Dampaknya antara lain:

a. Meningkatnya kepercayaan pasar

Buyer dan roaster semakin yakin bahwa Kayu Aro adalah sumber kopi berkualitas stabil.

b. Motivasi kolektif untuk meningkatkan standar

Ketika satu orang berhasil, yang lain terdorong mengikuti.
Prestasi ini menjadi standar baru—bahkan menjadi target bersama.

c. Identitas baru Kayu Aro di peta kopi Indonesia

Dulu, Kayu Aro lebih banyak dikenal karena sejarah pertaniannya.
Kini, ia dikenal karena kopinya.


5. Kopi Kayu Aro Sebagai Inspirasi Generasi Baru

Salah satu transformasi paling menarik adalah tumbuhnya kebanggaan di kalangan generasi muda Kayu Aro terhadap dunia kopi.
Profesi prosesor, roaster, cupper, hingga exporter—yang dulu dianggap jauh—kini mulai dianggap pekerjaan masa depan.

Anak-anak muda melihat bahwa kopi tidak hanya soal bertani, tetapi juga:

  • mengembangkan bisnis berbasis kreativitas,

  • menciptakan produk baru,

  • membangun brand lokal,

  • memperkenalkan Kayu Aro ke dunia.

Ketika suatu daerah mulai melahirkan generasi yang percaya pada potensi kampung halamannya, maka transformasi itu sudah mencapai fase paling penting: transformasi mentalitas.


6. Masa Depan yang Semakin Terbuka

Apa arti transformasi ini bagi Kayu Aro?

Pertama, kualitas bukan lagi pengecualian—tetapi menjadi identitas.
Kedua, kopi Kayu Aro memasuki babak baru, di mana persaingan bukan lagi soal kuantitas, tetapi nilai.
Ketiga, pasar nasional dan global mulai melihat Kayu Aro sebagai origin yang wajib diperhitungkan.

Ke depan, peluang semakin besar:

  • diversifikasi proses pascapanen yang lebih kreatif,

  • ekspansi pasar specialty,

  • integrasi sistem digital seperti EUDR dan traceability,

  • penguatan koperasi dan struktur rantai pasok,

  • peningkatan kompetensi SDM.

Transformasi ini baru dimulai, dan Kayu Aro berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pusat kualitas kopi Indonesia yang paling berpengaruh.


Penutup: Dari Kayu Aro Untuk Indonesia

Transformasi Kayu Aro menunjukkan bahwa kualitas dapat tumbuh dari tempat mana pun—selama ada komitmen, kolaborasi, dan semangat untuk belajar.
Kemenangan Alan Fauzi adalah bukti nyata bahwa kerja kolektif dapat menghasilkan sesuatu yang besar.

Hari ini, Kayu Aro tidak hanya menghasilkan kopi;
Kayu Aro menghasilkan standar baru dalam industri kopi Indonesia.

Dan perjalanan ini masih panjang.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | www.qthinkx.io| trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.