Teknik Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Kopi

Admin Alko |

Teknik Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Kopi


Pendahuluan: Mengapa Pemupukan Sangat Penting?

Dalam budidaya kopi, pemupukan merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan produksi. Pupuk berperan dalam menyediakan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman untuk tumbuh optimal, menghasilkan buah yang berkualitas, serta meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit.

Kopi membutuhkan keseimbangan nutrisi yang tepat, yang bisa diperoleh dari pupuk organik maupun anorganik. Kesalahan dalam pemupukan, baik dari segi dosis, jenis, atau waktu aplikasi, dapat berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Oleh karena itu, memahami teknik pemupukan yang tepat menjadi hal yang sangat penting bagi petani kopi.

Artikel ini akan membahas berbagai jenis pupuk yang dibutuhkan tanaman kopi, cara aplikasi yang benar, serta strategi pemupukan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi.


1. Kebutuhan Unsur Hara dalam Tanaman Kopi

Tanaman kopi membutuhkan berbagai jenis unsur hara yang terbagi menjadi tiga kategori utama:

a. Unsur Hara Makro

Unsur hara makro adalah unsur yang dibutuhkan dalam jumlah besar oleh tanaman kopi, meliputi:

  • Nitrogen (N): Membantu pertumbuhan daun dan batang, serta meningkatkan kadar klorofil untuk fotosintesis.

  • Fosfor (P): Berperan dalam pembentukan akar, mempercepat pembungaan, dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit.

  • Kalium (K): Membantu dalam pembentukan buah, meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan, serta memperkuat struktur tanaman.

  • Kalsium (Ca): Meningkatkan kekuatan jaringan tanaman dan membantu penyerapan unsur hara lainnya.

  • Magnesium (Mg): Berperan dalam pembentukan klorofil dan meningkatkan fotosintesis.

b. Unsur Hara Mikro

Selain unsur hara makro, tanaman kopi juga membutuhkan unsur hara mikro dalam jumlah kecil tetapi sangat penting, seperti:

  • Zat Besi (Fe): Berperan dalam pembentukan enzim dan klorofil.

  • Seng (Zn): Mempengaruhi pertumbuhan tunas dan daun muda.

  • Boron (B): Membantu pembentukan bunga dan buah.

  • Tembaga (Cu): Berperan dalam metabolisme tanaman dan pembentukan enzim.

c. Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Fase Pertumbuhan

Setiap fase pertumbuhan tanaman kopi memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda:

  1. Fase Vegetatif (0-2 tahun): Memerlukan lebih banyak nitrogen untuk pertumbuhan daun dan akar.

  2. Fase Generatif (2-4 tahun): Memerlukan lebih banyak fosfor dan kalium untuk pembentukan bunga dan buah.

  3. Fase Produksi (4 tahun ke atas): Memerlukan keseimbangan semua unsur hara untuk mempertahankan produktivitas dan kualitas buah.


2. Jenis Pupuk yang Digunakan dalam Budidaya Kopi

Pemupukan kopi dapat dilakukan menggunakan pupuk organik maupun anorganik, tergantung pada kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

a. Pupuk Organik: Meningkatkan Kesuburan Tanah Secara Alami

Pupuk organik berasal dari bahan alami yang mengalami dekomposisi dan memberikan nutrisi secara bertahap.

Jenis pupuk organik yang umum digunakan:

  • Pupuk kandang: Mengandung nitrogen dan bahan organik tinggi, baik untuk memperbaiki struktur tanah.

  • Kompos: Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah dan memperbaiki aerasi tanah.

  • Biochar: Memperbaiki kapasitas tukar kation tanah, meningkatkan retensi air, dan mengurangi emisi karbon.

  • Pupuk hijau: Menggunakan tanaman leguminosa sebagai sumber nitrogen alami.

b. Pupuk Anorganik: Penambah Nutrisi Secara Cepat

Pupuk anorganik memberikan unsur hara dalam bentuk yang mudah diserap oleh tanaman.

Jenis pupuk anorganik yang digunakan dalam kopi:

  • Urea (46% N): Sumber utama nitrogen untuk pertumbuhan vegetatif.

  • SP-36 (36% P2O5): Memacu pembentukan akar dan mempercepat pembungaan.

  • KCl (60% K2O): Meningkatkan kualitas buah dan ketahanan terhadap hama.

  • Dolomit (CaMg(CO3)2): Menyeimbangkan pH tanah dan meningkatkan penyerapan unsur hara.

Pupuk anorganik harus digunakan secara hati-hati agar tidak merusak struktur tanah atau mencemari lingkungan.


3. Teknik Aplikasi Pupuk yang Efektif

Agar pemupukan berjalan efektif, penting untuk mengetahui metode aplikasi yang tepat.

a. Metode Pemupukan

  1. Pemupukan dalam lubang tanam: Dilakukan sebelum penanaman dengan menambahkan kompos dan pupuk dasar seperti SP-36 dan dolomit.

  2. Pemupukan sebar: Menyebarkan pupuk di sekitar tanaman dengan jarak tertentu.

  3. Pemupukan dalam larikan: Membuat alur kecil di sekitar tajuk tanaman dan memasukkan pupuk ke dalamnya.

  4. Pemupukan daun (foliar): Menyemprotkan pupuk cair langsung ke daun agar cepat terserap.

b. Waktu Pemupukan yang Ideal

  • Awal musim hujan: Untuk mendukung pertumbuhan daun dan akar.

  • Menjelang pembungaan: Untuk memastikan bunga tidak rontok dan pembentukan buah optimal.

  • Setelah panen: Untuk memulihkan kondisi tanaman setelah produksi buah.

c. Dosis Pemupukan yang Tepat

Berikut adalah dosis pupuk yang umum digunakan dalam budidaya kopi:

Umur Tanaman Urea (g/tanaman) SP-36 (g/tanaman) KCl (g/tanaman)
0-1 tahun 20-40 10-20 10-20
2-3 tahun 50-100 30-50 30-50
4 tahun ke atas 150-250 50-100 50-100

Catatan: Dosis dapat disesuaikan berdasarkan kondisi tanah dan hasil analisis laboratorium.


4. Pemupukan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

Penerapan sistem pemupukan berkelanjutan bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan produktivitas jangka panjang.

Strategi pemupukan berkelanjutan:

  • Mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik dengan mengombinasikan pupuk organik dan mikroba tanah.

  • Menerapkan pola agroforestri untuk meningkatkan siklus nutrisi secara alami.

  • Melakukan analisis tanah secara berkala untuk menyesuaikan dosis pemupukan.

  • Menerapkan pupuk hayati yang mengandung mikroorganisme bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah.


5. Implementasi di Perkebunan ALKO Sumatra Kopi

Di ALKO Sumatra Kopi, teknik pemupukan yang diterapkan berfokus pada pendekatan organik dan berkelanjutan. Beberapa praktik yang telah diterapkan antara lain:

  • Penggunaan kompos dan biochar untuk meningkatkan kesuburan tanah.

  • Penerapan pupuk hayati berbasis mikroba untuk meningkatkan serapan nutrisi oleh tanaman.

  • Rotasi tanaman penutup tanah untuk menekan gulma dan meningkatkan ketersediaan nitrogen alami.

Hasil dari penerapan strategi ini menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 20% lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.


6. Kesimpulan dan Rekomendasi

Pemupukan yang tepat akan meningkatkan pertumbuhan tanaman, produktivitas hasil panen, serta kualitas kopi yang dihasilkan.

Rekomendasi utama dalam pemupukan kopi:

  1. Gunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik sesuai kebutuhan tanaman.

  2. Terapkan metode aplikasi pupuk yang efisien untuk menghindari pemborosan.

  3. Lakukan pemupukan pada waktu yang tepat untuk hasil optimal.

  4. Gunakan pendekatan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan tanah dan lingkungan.

Dengan penerapan strategi pemupukan yang baik, petani dapat menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan hasil yang lebih stabil dan berkelanjutan.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.