Seminar Internasional "Petani Kopi Go Global"

Admin Alko | 21/08/2024



Kerinci, 19 Agustus 2024 – Seminar Internasional Bagian-8 bertajuk "Petani Kopi Go Global" sukses digelar di Pelangi Café, Giri Mulyo, Kerinci. Acara yang diselenggarakan oleh ALKO Academy ini menghadirkan para narasumber terkemuka  yang memberikan wawasan berharga tentang peluang dan tantangan bagi kopi Kerinci di pasar internasional. Yg di lakukan online dna ofline.


Acara ini dibuka dengan sambutan hangat dari Erna Yunita, selaku Direktur Alko Akademy dan juga moderator acara, yang menekankan pentingnya membangun konektivitas global bagi para petani kopi Kerinci agar dapat bersaing di kancah internasional. Erna Menyampaikan Tunjuan acara ini adalah ingin membuka wawasan petani tentang penting nya mengetahui Posisi kopi Indonesia khusus dari Kerinci untuk dapat di terima secara Global serta menyoroti pentingnya kerjasama dan inovasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah kopi lokal serta dapat menumbuhkan semangat para Petani. Juga ingin mengetahui sejarah perjalanan kopi kerinci koperasi ALKO yang saat ini sdh masuk lebih di 16 negara Asia, Eropa dan juga Usa 


Pembicara pertama Syafrudin, mantan Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), dan Wakil Dekopi berbagi pandangan mengenai perkembangan industri kopi specialty di Indonesia dan pentingnya penguatan komunitas petani serta peningkatan standar produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar specialty global. Menurut nya perhatian Dekopi menekankan tentang keberlanjutan pertanian kopi secara nasional yang harus terus di tingkatkan. Keunikan kopi setiap daerah menjadi nilai jual tinggi namun perhatian di kuantitas dan kualitas untuk keberlanjutan jg sangat penting, koperasuli alko harus terus meningkatkan dampak positif kopi ini lebij besar lagi.


Saya Miyazaki buyer Kopi dari Uminomukou Coffee, Jepang, memaparkan tren kopi specialty di Jepang serta bagaimana kopi Kerinci sejak 2020 sdh menerapkan proses transparansi  tracebility untuk mengetahui proses dari petani, waktu panen sampai ke proses roasting di Cafe Uminomuko Uno di jepang dan sebagai buyer selalu bersama membangun komunikasi yg baik untuk terus meningkatkan kualitas serta dapat memenuhi ekspektasi konsumen Jepang yang sangat memperhatikan kualitas, Perhatian terhadap lingkungan, tracebility dan juga fair trade juga menjadi

Kontribusi ALKO dalam isu pemberdayaan perempuan di industri kopi global.


Agung Wibowo, senior advisor Koperasi ALKO, memaparkan secara detail tetang pentingnya penguatan setiap peran dari rantai pasok (suplay chain) kopi yg sdh ditampilkan didalam apalikasi tracebility alko. Agung juga menekannya peran penting wanita dalam industri kopi. Ia menyoroti bahwa 45% dari kegiatan trading ALKO melibatkan wanita dalam posisi kunci seperti manajemen, pengembangan teknologi traceability, dan pengambilan keputusan. Agung juga menjelaskan kontribusi ALKO dalam isu pemberdayaan perempuan di industri kopi global. Alko terus dikawal dalam pengembangan pertanian sustainblenya dan penguatan di isu Social, eviromental dan ekonomi dalam pengebangnnya kedepan.


Bagas Hapsoro menyampaikan isu terkait EUDR dan standar lingkungan yang harus diperhatikan dalam dunia perkopian untuk pasar global. Bagas menekankan bahwa ALKO telah melakukan berbagai kegiatan empowering, sustainability, dan transparansi traceability sejak 2020, menjadikannya keunggulan yang unik ALKO dalam bersaing dan diterima di pasar internasional.

Menuritnya, Indonesia memiliki keistimewaan pada kopi spesialtinya, mengingat  single origins yang terbanyak di dunia, pengakuan terhadap indikasi geografis (IG) nya. Kopi tidak sekedar komoditi namun memiliki nilai kebudayaan dan ekosistem yang erat.


Untuk itu di dalam negeri perlu diteruskan cara-cara yang inovatif dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pengusaha dan akademisi agar kopi spesialti Indonesia tetap unggul.


Pemerintah perlu menambah modal, insentive, memberikan pembinaan, pendampingan dan pelatihan usaha dengan coffee experts dalam ekosistem kopi.


CEO ALKO, dalam presentasinya, menjelaskan perjalanan sejarah kopi ALKO, dimulai dengan bimbingan dari *Prof. Msnardumi Moenir, aktivis lingkungan dan founder AlKO mengajarkan tentang perlu nya petani dan pelaku usaha paham tantang ekosistem dan jasa alam, tokoh umkm Nasional Budi Satria Isman membimbing alko dalam membangun bisnis berkelanjutan dan sehat Prof. Surep Mawardi, yang dikenal sebagai Bapak Kopi Indonesia. Prof. Mawardi telah memberikan pelatihan intensif tentang budidaya kopi dan melakukan kunjungan langsung ke petani Kerinci peran besar Surip yg membawa kopi kerinci ke pasar USA dan masuk di ritail kopi terbesar dunia, ada Pak **Syafrudin* berperan sebagai pintu awal dalam membawa kopi ALKO masuk ke pasar Eropa dan Amerika Serikat pada tahun 2019, sementara *Pak Agung* memberikan bimbingan dalam pengembangan agroforestry. Selain itu, peran para duta besar yang terus membantu mempromosikan kopi ALKO juga sangat signifikan.

 


Perwakilan Buyer, USA  dalam Diskusi juga turut serta membahas prospek ekspor kopi Kerinci ke Amerika Serikat, menekankan pentingnya keberlanjutan dan keterlacakan dalam rantai pasok kopi, yang menjadi perhatian utama bagi pembeli internasional dan kualitas kopi kerinci yang harus di jaga.


Seminar yang berlangsung dari pukul *09:00 AM hingga 02:00 PM acara ini di dukung oleh bank resona, dan BRI Sungai Penuh. Acara  diisi dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta, sebagian besar petani kopi dan pelaku usaha kopi lokal, dapat berdiskusi langsung dengan narasumber. Antusiasme peserta terlihat jelas dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait strategi masuk ke pasar internasional.


Acara ini diakhiri dengan pesan inspiratif dari penyelenggara, ALKO Academy, yang mengajak seluruh petani kopi di Kerinci untuk terus berinovasi dan beradaptasi agar kopi Kerinci dapat mendunia. Dan mengajak lebih aktif petani dalam penerapan kopi berkelanjutan dalam budidaya dan keberlanjutan dalam penerapan teknology tracebility berbasis blockchain yg terus dinmkembangkan oleh ALKO.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

KERINCI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah "Meningkatkan Kapasitas dan Komunitas dalam Pengolahan Sampah" yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Desa Batang Sangir, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.Pelatihan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan.Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Batang Sangir, yang sekaligus menjadi narasumber utama dengan materi mengenai pengolahan sampah organik. Dalam paparannya, Kepala Desa menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, sampah organik, khususnya limbah dapur yang setiap hari dihasilkan oleh rumah tangga, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan pekarangan pangan keluarga.Sesi praktik kemudian dilanjutkan oleh Ibu Kaliem, yang memberikan pelatihan mengenai pengolahan sampah nonorganik. Peserta diperkenalkan pada teknik pemilahan, pemanfaatan kembali (reuse), hingga pengolahan sampah plastik menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, seperti tas belanja, keranjang, dompet, tempat tisu, wadah serbaguna, serta berbagai produk kreatif lainnya yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami proses pengelolaan sampah secara aplikatif.Kegiatan ini secara khusus mendukung penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai garda terdepan dalam membangun budaya peduli lingkungan di tingkat rumah tangga. Dengan pengetahuan yang diperoleh, para anggota KWT diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah, mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai.Pelatihan diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bareng, KWT Bina Tani, KWT Sekar Tani, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Kolaborasi antara kelompok perempuan tani dan mahasiswa diharapkan mampu memperluas penyebaran pengetahuan mengenai pengelolaan sampah hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengolah sampah, tetapi juga pemahaman bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi sirkular, di mana limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Penyelenggara berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan meningkatnya kapasitas komunitas dalam mengelola sampah secara mandiri, Desa Batang Sangir diharapkan mampu menjadi contoh desa yang bersih, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

JAMBI –  ALKO Sumatra Kopi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan usaha komunitas berbasis potensi lokal melalui penerapan ekosistem traceability. Komitmen tersebut disampaikan saat ALKO menjadi panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi bertajuk "Bukti, Bukan Hanya Cerita: Valuasi Ekonomi atas Model Pemberdayaan Pengembangan Usaha Komunitas Berbasis Potensi Lokal."Webinar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku usaha yang berbagi pengalaman dalam membangun model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.Dalam forum tersebut, ALKO memaparkan perspektif pasar mengenai faktor-faktor yang menentukan keberhasilan usaha komunitas, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas produk, hingga pentingnya sistem traceability dalam menjawab tuntutan pasar global.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa daya saing komoditas Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan transparansi dan ketertelusuran pada setiap rantai pasok."Pasar internasional saat ini membeli lebih dari sekadar produk. Mereka membutuhkan kepastian mengenai asal-usul, proses produksi, keberlanjutan, dan transparansi. Karena itu kami membangun ekosistem traceability yang menghubungkan petani, koperasi, industri, hingga pembeli global dalam satu sistem yang terintegrasi," ujar Suryono.Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat posisi masyarakat, bukan menggantikan peran mereka. Melalui sistem traceability, petani memperoleh identitas digital yang mendukung akses pasar premium, meningkatkan kepercayaan pembeli, sekaligus memperkuat tata kelola usaha komunitas.Dalam paparannya, ALKO juga menjelaskan bahwa pengembangan usaha masyarakat harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pemerintah, lembaga pendamping, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga keuangan, dan pelaku pasar menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem yang mampu tumbuh secara berkelanjutan.ALKO memanfaatkan pendekatan tersebut melalui integrasi koperasi, digitalisasi rantai pasok, peningkatan kapasitas petani, penerapan standar keberlanjutan, serta pengembangan akses pasar nasional dan internasional.Pada kesempatan itu, ALKO menyampaikan apresiasi kepada KKI Warsi atas penyelenggaraan forum yang menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat."Kami mendukung penuh inisiatif KKI Warsi dalam memperkuat usaha komunitas berbasis potensi lokal. ALKO siap berkolaborasi dengan KKI Warsi, pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan berbagai mitra pembangunan untuk membangun ekosistem traceability yang lebih kuat, meningkatkan daya saing komoditas lokal, serta membuka akses pasar global bagi masyarakat," kata Suryono.Melalui kolaborasi tersebut, ALKO berharap model pemberdayaan masyarakat tidak hanya menghasilkan peningkatan ekonomi, tetapi juga menciptakan tata kelola yang transparan, memperkuat kelembagaan koperasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan usaha komunitas di Indonesia.Keikutsertaan ALKO sebagai panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi menegaskan bahwa pengalaman membangun ekosistem kopi berbasis koperasi, teknologi, dan kemitraan global di Kerinci dapat menjadi salah satu referensi pengembangan usaha komunitas yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pasar internasional.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.