Potensi Besar Perkebunan Kayu Aro dan Peran ALKO dalam Mendorong Ekspansi Kopi Kerinci Berkelanjutan

Admin Alko |

Potensi Besar Perkebunan Kayu Aro dan Peran ALKO dalam Mendorong Ekspansi Kopi Kerinci Berkelanjutan


Kayu Aro, yang terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi, merupakan salah satu wilayah dengan potensi agraris terbesar di Indonesia. Kawasan ini dikenal sebagai penghasil teh berkualitas tinggi serta kopi spesialti yang semakin mendapat perhatian di pasar internasional. Dengan kelas tanah 1 yang sangat subur, Kayu Aro menjadi lahan strategis bagi pengembangan komoditas pertanian unggulan, terutama kopi Arabika Kerinci.

Lahan perkebunan di Kayu Aro memiliki ketinggian antara 1.400 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut, dengan kondisi tanah vulkanik yang kaya akan unsur hara. Faktor ini menjadikan kawasan ini sangat ideal untuk pertumbuhan kopi dengan profil rasa yang kompleks dan berkualitas tinggi. Kombinasi ketinggian, suhu sejuk, dan kelembaban yang optimal menghasilkan kopi dengan karakteristik acidity yang seimbang, body yang kuat, serta aroma yang khas.

Dalam upaya mengoptimalkan potensi ini, ALKO (ALKO Sumatra International) berperan aktif dalam mendorong ekspansi perkebunan kopi Kerinci dengan konsep keberlanjutan dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP). ALKO melihat peluang besar dalam peningkatan luas area tanam kopi di Kayu Aro yang sebelumnya didominasi oleh teh. Pergeseran ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kopi di wilayah tersebut, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Keunggulan Tanah Kelas 1 di Kayu Aro untuk Kopi

Kelas tanah 1 di Kayu Aro menunjukkan bahwa lahan di wilayah ini memiliki kualitas unggul untuk aktivitas pertanian dengan produktivitas tinggi. Beberapa faktor utama yang membuat lahan ini sangat potensial bagi kopi adalah:

  1. Kesuburan Tanah Tinggi – Kandungan mineral dan unsur hara yang kaya membuat pertumbuhan tanaman lebih optimal tanpa ketergantungan tinggi terhadap pupuk sintetis.
  2. Drainase yang Baik – Struktur tanah yang gembur dan berpori memungkinkan akar tanaman kopi berkembang dengan baik dan menghindari risiko genangan air.
  3. Iklim Ideal – Dengan suhu rata-rata antara 16-22°C, Kayu Aro memiliki kondisi iklim yang sangat mendukung pertumbuhan kopi berkualitas tinggi.
  4. Minim Risiko Hama dan Penyakit – Ketinggian yang cukup tinggi dan lingkungan alami yang masih terjaga mengurangi risiko serangan hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman kopi.

ALKO Mendorong Perluasan Perkebunan Kopi dengan Konsep Keberlanjutan


Sebagai salah satu entitas yang aktif dalam pengembangan kopi di Sumatra, ALKO berkomitmen untuk memperluas perkebunan kopi di Kayu Aro dengan menerapkan prinsip keberlanjutan. Hal ini diwujudkan melalui beberapa langkah strategis:

  1. Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) ALKO memastikan bahwa petani kopi di wilayah Kayu Aro mendapatkan pendampingan dalam menerapkan praktik pertanian yang baik. GAP mencakup penggunaan pupuk organik, pengelolaan air yang efisien, pemangkasan tanaman secara berkala, serta pemanenan selektif untuk menjaga kualitas biji kopi.

  2. Integrasi Agroforestri Untuk menjaga keseimbangan ekosistem, ALKO mendorong petani agar menerapkan sistem agroforestri dengan menanam tanaman penaung seperti alpukat, lamtoro, dan pohon lainnya di sekitar perkebunan kopi. Ini membantu mempertahankan kelembaban tanah, mengurangi erosi, serta menciptakan habitat bagi keanekaragaman hayati.

  3. Pelatihan dan Edukasi bagi Petani ALKO secara aktif mengadakan pelatihan bagi petani kopi dalam aspek budidaya, pascapanen, hingga pemasaran. Dengan demikian, petani memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi mereka secara berkelanjutan.

  4. Peningkatan Akses Pasar dan Sertifikasi ALKO juga memfasilitasi petani dalam memperoleh sertifikasi seperti Fair Trade, Organic, dan Rainforest Alliance, yang memberikan nilai tambah bagi produk kopi mereka di pasar global. Selain itu, ALKO membangun jaringan pemasaran yang luas untuk memastikan bahwa kopi dari Kayu Aro dapat menjangkau pasar ekspor dengan harga yang kompetitif.

  5. Digitalisasi dan Teknologi dalam Pertanian ALKO memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan perkebunan. Dengan penggunaan aplikasi berbasis blockchain, sistem manajemen data pertanian, dan teknologi pemetaan lahan, ALKO membantu petani dalam melakukan pencatatan yang lebih akurat terkait produktivitas dan keberlanjutan lahan mereka.

Sinergi Penguatan SDM dan Membangun Ekosistem Bersama

Dalam upaya membangun ekosistem pertanian kopi yang kuat dan berkelanjutan, ALKO tidak hanya berfokus pada aspek teknis budidaya, tetapi juga pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Sinergi yang dibangun melibatkan berbagai pihak, termasuk petani, akademisi, sektor swasta, dan pemerintah, untuk menciptakan sistem yang mendukung pertumbuhan industri kopi Kerinci secara keseluruhan.

  1. Pemberdayaan Petani dan Generasi Muda ALKO mendorong regenerasi petani kopi dengan melibatkan generasi muda dalam industri kopi. Program pelatihan dan edukasi bagi anak-anak petani serta pemuda lokal diharapkan dapat menciptakan wirausaha muda di sektor kopi yang mampu mengadopsi teknologi dan inovasi baru.

  2. Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan dan Riset ALKO menjalin kemitraan dengan universitas dan lembaga penelitian untuk mengembangkan teknik budidaya dan pengolahan kopi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penelitian tentang varietas unggul, pengendalian hama alami, serta teknik fermentasi inovatif menjadi bagian penting dari kerja sama ini.

  3. Pembangunan Infrastruktur dan Dukungan Pemerintah Sinergi dengan pemerintah daerah juga menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Dukungan berupa infrastruktur jalan, akses listrik, serta fasilitas pengolahan kopi modern akan membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing kopi Kerinci.

Dampak Positif Ekspansi Perkebunan Kopi di Kayu Aro

Inisiatif ALKO dalam mendorong ekspansi perkebunan kopi di Kayu Aro memberikan dampak positif yang signifikan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Beberapa manfaat yang telah dirasakan antara lain:

  1. Peningkatan Pendapatan Petani – Dengan kualitas yang lebih baik dan akses ke pasar premium, petani kopi dapat menjual produknya dengan harga lebih tinggi dibandingkan kopi komersial biasa.
  2. Pengurangan Ketergantungan pada Monokultur Teh – Diversifikasi tanaman dengan kopi memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
  3. Konservasi Lingkungan – Dengan sistem pertanian berkelanjutan dan agroforestri, ekosistem lokal lebih terjaga, mengurangi risiko deforestasi dan degradasi tanah.
  4. Peningkatan Daya Saing Kopi Kerinci di Pasar Global – Dengan standar mutu yang tinggi dan keberlanjutan yang terjamin, kopi dari Kayu Aro semakin diminati di pasar ekspor, khususnya di Eropa dan Amerika.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.