Peningkatan SDM Petani Kopi ALKO melalui Kurikulum Kopi Terintegrasi

Admin Alko |

Peningkatan SDM Petani Kopi ALKO melalui Kurikulum Kopi Terintegrasi


Salah satu kunci keberhasilan ALKO Sumatra International dalam menjaga kualitas kopi adalah fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), terutama petani kopi di wilayah Kerinci dan sekitarnya. ALKO memahami bahwa keberlanjutan dan kualitas produk yang dihasilkan tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada kapasitas dan pengetahuan petani. Oleh karena itu, ALKO mengembangkan Kurikulum Kopi Terintegrasi yang dirancang untuk memberikan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan kepada petani, mulai dari budidaya hingga pemasaran hasil kopi.

Mengapa Kurikulum Kopi Dibutuhkan?

Dalam industri kopi yang terus berkembang, petani tidak hanya dituntut untuk memahami cara menanam dan memanen kopi, tetapi juga harus memahami aspek lain seperti:

  • Praktik pertanian berkelanjutan
  • Peningkatan kualitas hasil panen
  • Proses pasca-panen yang sesuai standar internasional
  • Pemasaran produk ke pasar global
  • Pentingnya traceability dalam rantai pasok kopi

Kurikulum Kopi ALKO hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan modul pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif, yang dapat langsung diterapkan oleh petani di lapangan.

Tujuan Kurikulum Kopi Terintegrasi ALKO

Kurikulum ini dirancang dengan beberapa tujuan utama, yaitu:

  1. Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Petani
    Petani dilatih untuk memahami praktik pertanian modern yang berkelanjutan dan teknik budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas biji kopi.

  2. Mengajarkan Proses Pasca-Panen yang Baik
    Proses pasca-panen, seperti fermentasi, pencucian, dan pengeringan, memiliki peran penting dalam menentukan rasa dan kualitas kopi. ALKO memberikan panduan dan pelatihan kepada petani untuk memastikan bahwa setiap proses dilakukan dengan standar yang tinggi.

  3. Meningkatkan Kesadaran akan Keberlanjutan
    ALKO menekankan pentingnya praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, termasuk pelestarian hutan dan penggunaan sumber daya alam secara bijak.

  4. Membekali Petani dengan Pengetahuan tentang Pasar Global
    Selain aspek teknis, petani juga dibekali pengetahuan tentang kebutuhan dan tren pasar global, termasuk preferensi konsumen dan regulasi ekspor seperti EUDR (EU Deforestation Regulation).

Modul Kurikulum Kopi ALKO

Kurikulum Kopi ALKO terdiri dari beberapa modul yang mencakup berbagai aspek dalam proses produksi kopi, di antaranya:

  1. Modul Budidaya Kopi Berkelanjutan
    Meliputi pemilihan bibit, teknik penanaman, perawatan tanaman, dan manajemen hama penyakit dengan pendekatan ramah lingkungan.

  2. Modul Proses Pasca-Panen
    Mengajarkan teknik fermentasi, pencucian, pengeringan, dan penyimpanan biji kopi yang sesuai standar internasional.

  3. Modul Kualitas dan Cupping Kopi
    Melatih petani untuk mengenali karakteristik kopi yang berkualitas melalui proses cupping atau penilaian cita rasa.

  4. Modul Pemasaran dan Branding Produk
    Memberikan wawasan kepada petani tentang cara memasarkan kopi mereka, baik di pasar lokal maupun internasional, serta membangun brand story yang menarik bagi buyer.

  5. Modul Traceability dan Digitalisasi
    Mengajarkan pentingnya pencatatan data dalam proses produksi kopi dan penggunaan teknologi digital, termasuk sistem traceability berbasis blockchain.

Metode Pembelajaran yang Interaktif dan Praktis

Kurikulum Kopi ALKO dirancang agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh petani. ALKO menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan praktis, seperti:

  • Pelatihan di lapangan (on-farm training)
    Pelatihan langsung di kebun kopi, di mana petani dapat mempraktikkan apa yang mereka pelajari.

  • Workshop dan diskusi kelompok
    Sesi diskusi yang melibatkan petani untuk berbagi pengalaman dan solusi terhadap tantangan yang dihadapi di lapangan.

  • Pendampingan berkelanjutan
    Petani tidak hanya dilatih sekali, tetapi diberikan pendampingan secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa pengetahuan yang mereka peroleh dapat diterapkan dengan baik.

Kolaborasi dengan Mitra Lokal dan Internasional

Untuk mengembangkan Kurikulum Kopi Terintegrasi ini, ALKO bekerja sama dengan berbagai pihak, baik lokal maupun internasional. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkaya kurikulum dengan best practices dari berbagai negara produsen kopi dan menyesuaikannya dengan kondisi lokal di Kerinci.

Hasil yang Diharapkan dari Kurikulum Kopi ALKO

Dengan mengimplementasikan kurikulum ini, ALKO berharap dapat mencapai beberapa hasil positif, antara lain:

  1. Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Kopi
    Petani yang teredukasi akan mampu meningkatkan hasil panen mereka baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

  2. Petani yang Lebih Mandiri dan Kompetitif
    Petani yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik akan menjadi lebih mandiri dan mampu bersaing di pasar global.

  3. Meningkatkan Kepercayaan Buyer dan Konsumen
    Dengan adanya kurikulum ini, ALKO dapat memastikan bahwa kopi yang diproduksi oleh petani mitra memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan yang tinggi, sehingga meningkatkan kepercayaan buyer dan konsumen.

  4. Menciptakan Generasi Petani Muda yang Inovatif
    Kurikulum ini juga ditujukan untuk menarik minat generasi muda agar terjun ke dunia pertanian kopi dengan pendekatan yang modern dan inovatif.

Kurikulum Kopi ALKO sebagai Model Pendidikan Berbasis Komunitas

ALKO percaya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membangun komunitas petani kopi yang tangguh dan berdaya saing. Oleh karena itu, Kurikulum Kopi Terintegrasi ALKO bukan hanya sekadar program pelatihan, tetapi menjadi model pendidikan berbasis komunitas yang dapat diadopsi oleh komunitas petani lainnya di seluruh Indonesia.

Kurikulum ini akan terus diperbarui dan disesuaikan dengan perkembangan tren di industri kopi serta kebutuhan petani di lapangan. Dengan begitu, ALKO dapat terus memberikan nilai tambah yang signifikan bagi petani, buyer, dan konsumen kopi.

Penutup: Menuju Masa Depan Kopi yang Lebih Berkelanjutan

Melalui Kurikulum Kopi Terintegrasi, ALKO tidak hanya menciptakan produk kopi yang berkualitas tinggi, tetapi juga memberdayakan petani untuk menjadi aktor utama dalam rantai pasok kopi global. ALKO percaya bahwa masa depan kopi terletak pada SDM yang berkualitas dan komunitas petani yang sejahtera. Dengan langkah ini, ALKO siap membawa kopi Kerinci menuju masa depan yang lebih cerah, berkelanjutan, dan penuh inovasi.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.