Penerapan Teknologi Traceability Berbasis Blockchain dalam Rantai Pasok Kopi ALKO

Admin Alko |

Penerapan Teknologi Traceability Berbasis Blockchain dalam Rantai Pasok Kopi ALKO


Dalam industri kopi global, traceability atau kemampuan melacak asal-usul produk menjadi aspek penting yang tidak bisa diabaikan. Konsumen dan buyer internasional semakin menuntut transparansi, terutama terkait dengan praktik pertanian yang berkelanjutan, legalitas lahan, dan dampak lingkungan. Menyadari pentingnya hal ini, ALKO Sumatra International telah mengadopsi teknologi traceability berbasis blockchain untuk memastikan transparansi dan kepercayaan dalam rantai pasok kopi mereka.

Mengapa Traceability Penting untuk Kopi ALKO?

Traceability bukan hanya soal mencatat asal-usul produk, tetapi juga menjadi alat yang kuat untuk membangun kepercayaan antara petani, koperasi, buyer, dan konsumen akhir. Berikut beberapa alasan mengapa traceability menjadi fokus utama ALKO:

  1. Memenuhi Regulasi Internasional
    Regulasi seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) mensyaratkan bahwa produk yang masuk ke pasar Eropa harus bebas dari deforestasi. Sistem traceability membantu ALKO memverifikasi bahwa kopi yang mereka ekspor berasal dari lahan yang legal dan tidak merusak hutan.

  2. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
    Konsumen di pasar global, terutama di Eropa dan Amerika, semakin peduli dengan asal-usul produk yang mereka konsumsi. Dengan sistem traceability, ALKO dapat memberikan informasi transparan kepada buyer tentang asal kopi, proses produksi, hingga praktik keberlanjutan yang diterapkan.

  3. Memberdayakan Petani
    Dengan sistem pencatatan digital, petani dapat lebih memahami proses produksi mereka sendiri, termasuk mencatat hasil panen, praktik pasca-panen, dan pengelolaan lahan. Hal ini meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha mereka secara profesional.

Cara Kerja Teknologi Blockchain dalam Traceability ALKO

ALKO menggunakan teknologi blockchain untuk memastikan data yang tercatat dalam sistem traceability tidak dapat diubah atau dimanipulasi. Berikut langkah-langkah proses traceability yang diterapkan ALKO:

  1. Pencatatan Data di Tingkat Petani
    Setiap petani yang tergabung dalam ALKO diberikan pelatihan tentang pentingnya pencatatan data. Petani mencatat informasi seperti lokasi kebun, varietas kopi, metode budidaya, dan hasil panen mereka.

  2. Pengumpulan dan Verifikasi Data oleh Koperasi
    Data yang dikumpulkan dari petani kemudian diverifikasi oleh koperasi. Verifikasi ini meliputi legalitas lahan, praktik pertanian, dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.

  3. Penyimpanan Data di Blockchain
    Setelah data diverifikasi, informasi tersebut disimpan dalam sistem blockchain. Blockchain memastikan bahwa data tersebut tidak dapat diubah dan dapat dilacak oleh pihak yang berkepentingan.

  4. Akses Data oleh Buyer dan Konsumen
    Buyer dan konsumen dapat mengakses data traceability melalui platform digital yang disediakan oleh ALKO. Mereka dapat melihat informasi tentang asal kopi, proses pasca-panen, hingga sertifikasi keberlanjutan yang dimiliki.

Manfaat Teknologi Blockchain bagi Petani dan Buyer

Penerapan teknologi blockchain memberikan berbagai manfaat, baik bagi petani maupun buyer, di antaranya:

  1. Petani Mendapatkan Pengakuan yang Layak
    Dengan sistem traceability, petani mendapatkan pengakuan atas kerja keras mereka dalam memproduksi kopi berkualitas tinggi. Nama petani dan lokasi kebun mereka dapat diketahui oleh buyer, sehingga meningkatkan nilai produk yang dihasilkan.

  2. Buyer Mendapatkan Kepastian Kualitas dan Legalitas Produk
    Buyer internasional membutuhkan kepastian bahwa kopi yang mereka beli memenuhi standar kualitas dan legalitas yang berlaku. Teknologi blockchain memastikan bahwa informasi ini tersedia dan dapat diverifikasi secara transparan.

  3. Mengurangi Risiko Pelanggaran Hukum dan Etika
    Dengan traceability yang kuat, ALKO dapat memastikan bahwa produk mereka tidak melanggar hukum atau prinsip etika, seperti penggunaan lahan ilegal atau eksploitasi tenaga kerja.

Implementasi Traceability dalam Proses Pasca-Panen

Proses traceability tidak hanya berhenti pada tahap produksi di kebun, tetapi juga berlanjut hingga proses pasca-panen di pabrik pengolahan. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan ALKO:

  1. Pencatatan Batch Produk
    Setiap batch kopi yang diproses dicatat dengan kode unik yang memuat informasi tentang asal-usul kopi, metode pengolahan, dan tanggal produksi.

  2. Penyimpanan Data di Blockchain
    Informasi tentang setiap batch produk disimpan dalam blockchain, sehingga dapat dilacak hingga ke tingkat petani.

  3. Pelabelan dan Sertifikasi
    Produk yang telah melalui proses traceability diberi label khusus yang menunjukkan bahwa kopi tersebut telah diverifikasi dan dapat dilacak hingga ke sumbernya.

Kolaborasi dengan Mitra untuk Meningkatkan Traceability

ALKO bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk koperasi petani, pemerintah daerah, dan buyer internasional, untuk memastikan bahwa sistem traceability berjalan dengan baik. Kolaborasi ini meliputi:

  1. Pelatihan Petani tentang Digitalisasi Data
    ALKO memberikan pelatihan kepada petani tentang cara menggunakan aplikasi digital untuk mencatat data mereka.

  2. Audit dan Verifikasi Berkala
    ALKO secara rutin melakukan audit dan verifikasi data yang tercatat dalam sistem traceability untuk memastikan akurasi dan keandalannya.

  3. Pengembangan Platform Digital
    ALKO terus mengembangkan platform digital yang dapat diakses oleh buyer dan konsumen untuk melihat informasi traceability produk mereka.

Tantangan dalam Implementasi Teknologi Blockchain

Meskipun memberikan banyak manfaat, penerapan teknologi blockchain dalam traceability juga menghadapi beberapa tantangan, antara lain:

  1. Keterbatasan Akses Teknologi di Tingkat Petani
    Tidak semua petani memiliki akses ke perangkat digital dan internet yang memadai. ALKO mengatasi tantangan ini dengan memberikan perangkat dan pelatihan kepada petani.

  2. Penyesuaian dengan Regulasi Lokal dan Internasional
    Sistem traceability harus disesuaikan dengan regulasi yang berlaku di tingkat lokal maupun internasional. ALKO terus memantau perkembangan regulasi untuk memastikan kepatuhan mereka.

  3. Biaya Implementasi Teknologi
    Penerapan teknologi blockchain memerlukan investasi yang cukup besar. Namun, ALKO melihat ini sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan nilai tambah bagi produk mereka.

Masa Depan Traceability Kopi ALKO

ALKO berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem traceability mereka dan menjadikannya sebagai standar dalam rantai pasok kopi. Beberapa langkah yang akan diambil ke depan meliputi:

  1. Ekspansi ke Komoditas Lain
    Selain kopi, ALKO berencana menerapkan sistem traceability ini untuk komoditas lain yang mereka kelola, seperti rempah-rempah dan produk pertanian lainnya.

  2. Peningkatan Teknologi Digital
    ALKO akan terus mengembangkan platform digital mereka untuk memudahkan petani dalam mencatat data dan buyer dalam mengakses informasi traceability.

  3. Promosi ke Pasar Global
    ALKO akan mempromosikan sistem traceability mereka sebagai nilai tambah bagi buyer di pasar global, terutama di Eropa dan Amerika.

Dengan adopsi teknologi traceability berbasis blockchain, ALKO Sumatra International tidak hanya memastikan kualitas dan legalitas produk kopi mereka, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan rantai pasok yang lebih transparan dan berkelanjutan. Teknologi ini menjadi bukti bahwa ALKO siap menghadapi tantangan industri kopi global di masa depan dengan inovasi dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | www.qthinkx.io| trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.