Penerapan Teknologi Traceability Berbasis Blockchain dalam Rantai Pasok Kopi ALKO

Admin Alko | 16/01/2025


Dalam industri kopi global, traceability atau kemampuan melacak asal-usul produk menjadi aspek penting yang tidak bisa diabaikan. Konsumen dan buyer internasional semakin menuntut transparansi, terutama terkait dengan praktik pertanian yang berkelanjutan, legalitas lahan, dan dampak lingkungan. Menyadari pentingnya hal ini, ALKO Sumatra International telah mengadopsi teknologi traceability berbasis blockchain untuk memastikan transparansi dan kepercayaan dalam rantai pasok kopi mereka.

Mengapa Traceability Penting untuk Kopi ALKO?

Traceability bukan hanya soal mencatat asal-usul produk, tetapi juga menjadi alat yang kuat untuk membangun kepercayaan antara petani, koperasi, buyer, dan konsumen akhir. Berikut beberapa alasan mengapa traceability menjadi fokus utama ALKO:

  1. Memenuhi Regulasi Internasional
    Regulasi seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) mensyaratkan bahwa produk yang masuk ke pasar Eropa harus bebas dari deforestasi. Sistem traceability membantu ALKO memverifikasi bahwa kopi yang mereka ekspor berasal dari lahan yang legal dan tidak merusak hutan.

  2. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
    Konsumen di pasar global, terutama di Eropa dan Amerika, semakin peduli dengan asal-usul produk yang mereka konsumsi. Dengan sistem traceability, ALKO dapat memberikan informasi transparan kepada buyer tentang asal kopi, proses produksi, hingga praktik keberlanjutan yang diterapkan.

  3. Memberdayakan Petani
    Dengan sistem pencatatan digital, petani dapat lebih memahami proses produksi mereka sendiri, termasuk mencatat hasil panen, praktik pasca-panen, dan pengelolaan lahan. Hal ini meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha mereka secara profesional.

Cara Kerja Teknologi Blockchain dalam Traceability ALKO

ALKO menggunakan teknologi blockchain untuk memastikan data yang tercatat dalam sistem traceability tidak dapat diubah atau dimanipulasi. Berikut langkah-langkah proses traceability yang diterapkan ALKO:

  1. Pencatatan Data di Tingkat Petani
    Setiap petani yang tergabung dalam ALKO diberikan pelatihan tentang pentingnya pencatatan data. Petani mencatat informasi seperti lokasi kebun, varietas kopi, metode budidaya, dan hasil panen mereka.

  2. Pengumpulan dan Verifikasi Data oleh Koperasi
    Data yang dikumpulkan dari petani kemudian diverifikasi oleh koperasi. Verifikasi ini meliputi legalitas lahan, praktik pertanian, dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.

  3. Penyimpanan Data di Blockchain
    Setelah data diverifikasi, informasi tersebut disimpan dalam sistem blockchain. Blockchain memastikan bahwa data tersebut tidak dapat diubah dan dapat dilacak oleh pihak yang berkepentingan.

  4. Akses Data oleh Buyer dan Konsumen
    Buyer dan konsumen dapat mengakses data traceability melalui platform digital yang disediakan oleh ALKO. Mereka dapat melihat informasi tentang asal kopi, proses pasca-panen, hingga sertifikasi keberlanjutan yang dimiliki.

Manfaat Teknologi Blockchain bagi Petani dan Buyer

Penerapan teknologi blockchain memberikan berbagai manfaat, baik bagi petani maupun buyer, di antaranya:

  1. Petani Mendapatkan Pengakuan yang Layak
    Dengan sistem traceability, petani mendapatkan pengakuan atas kerja keras mereka dalam memproduksi kopi berkualitas tinggi. Nama petani dan lokasi kebun mereka dapat diketahui oleh buyer, sehingga meningkatkan nilai produk yang dihasilkan.

  2. Buyer Mendapatkan Kepastian Kualitas dan Legalitas Produk
    Buyer internasional membutuhkan kepastian bahwa kopi yang mereka beli memenuhi standar kualitas dan legalitas yang berlaku. Teknologi blockchain memastikan bahwa informasi ini tersedia dan dapat diverifikasi secara transparan.

  3. Mengurangi Risiko Pelanggaran Hukum dan Etika
    Dengan traceability yang kuat, ALKO dapat memastikan bahwa produk mereka tidak melanggar hukum atau prinsip etika, seperti penggunaan lahan ilegal atau eksploitasi tenaga kerja.

Implementasi Traceability dalam Proses Pasca-Panen

Proses traceability tidak hanya berhenti pada tahap produksi di kebun, tetapi juga berlanjut hingga proses pasca-panen di pabrik pengolahan. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan ALKO:

  1. Pencatatan Batch Produk
    Setiap batch kopi yang diproses dicatat dengan kode unik yang memuat informasi tentang asal-usul kopi, metode pengolahan, dan tanggal produksi.

  2. Penyimpanan Data di Blockchain
    Informasi tentang setiap batch produk disimpan dalam blockchain, sehingga dapat dilacak hingga ke tingkat petani.

  3. Pelabelan dan Sertifikasi
    Produk yang telah melalui proses traceability diberi label khusus yang menunjukkan bahwa kopi tersebut telah diverifikasi dan dapat dilacak hingga ke sumbernya.

Kolaborasi dengan Mitra untuk Meningkatkan Traceability

ALKO bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk koperasi petani, pemerintah daerah, dan buyer internasional, untuk memastikan bahwa sistem traceability berjalan dengan baik. Kolaborasi ini meliputi:

  1. Pelatihan Petani tentang Digitalisasi Data
    ALKO memberikan pelatihan kepada petani tentang cara menggunakan aplikasi digital untuk mencatat data mereka.

  2. Audit dan Verifikasi Berkala
    ALKO secara rutin melakukan audit dan verifikasi data yang tercatat dalam sistem traceability untuk memastikan akurasi dan keandalannya.

  3. Pengembangan Platform Digital
    ALKO terus mengembangkan platform digital yang dapat diakses oleh buyer dan konsumen untuk melihat informasi traceability produk mereka.

Tantangan dalam Implementasi Teknologi Blockchain

Meskipun memberikan banyak manfaat, penerapan teknologi blockchain dalam traceability juga menghadapi beberapa tantangan, antara lain:

  1. Keterbatasan Akses Teknologi di Tingkat Petani
    Tidak semua petani memiliki akses ke perangkat digital dan internet yang memadai. ALKO mengatasi tantangan ini dengan memberikan perangkat dan pelatihan kepada petani.

  2. Penyesuaian dengan Regulasi Lokal dan Internasional
    Sistem traceability harus disesuaikan dengan regulasi yang berlaku di tingkat lokal maupun internasional. ALKO terus memantau perkembangan regulasi untuk memastikan kepatuhan mereka.

  3. Biaya Implementasi Teknologi
    Penerapan teknologi blockchain memerlukan investasi yang cukup besar. Namun, ALKO melihat ini sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan nilai tambah bagi produk mereka.

Masa Depan Traceability Kopi ALKO

ALKO berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem traceability mereka dan menjadikannya sebagai standar dalam rantai pasok kopi. Beberapa langkah yang akan diambil ke depan meliputi:

  1. Ekspansi ke Komoditas Lain
    Selain kopi, ALKO berencana menerapkan sistem traceability ini untuk komoditas lain yang mereka kelola, seperti rempah-rempah dan produk pertanian lainnya.

  2. Peningkatan Teknologi Digital
    ALKO akan terus mengembangkan platform digital mereka untuk memudahkan petani dalam mencatat data dan buyer dalam mengakses informasi traceability.

  3. Promosi ke Pasar Global
    ALKO akan mempromosikan sistem traceability mereka sebagai nilai tambah bagi buyer di pasar global, terutama di Eropa dan Amerika.

Dengan adopsi teknologi traceability berbasis blockchain, ALKO Sumatra International tidak hanya memastikan kualitas dan legalitas produk kopi mereka, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan rantai pasok yang lebih transparan dan berkelanjutan. Teknologi ini menjadi bukti bahwa ALKO siap menghadapi tantangan industri kopi global di masa depan dengan inovasi dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL โ€” PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.โ€œPasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,โ€ ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.โ€œPasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,โ€ ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.โ€œTarget kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,โ€ kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Kerinci, Jambi โ€” Koperasi Alam Korintji (ALKO) Internasional kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan ekonomi berbasis anggota melalui penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tertutup Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di Kerinci, Jambi.Rapat strategis tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan pimpinan unit usaha dalam ekosistem ALKO, mulai dari Pembina Koperasi, Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, Manajer Operasional Koperasi, hingga seluruh pimpinan badan usaha yang berada di bawah naungan ekosistem ALKO.Turut hadir dalam rapat tersebut CEO ALKO Sumatra Kopi, CEO QThink-X, CEO Bank Sampah Prima Aro, CEO ALKO Academy, CEO ALKO Tourism Pesona, CEO Kahfi, serta para Kepala Kolektor Koperasi ALKO yang selama ini menjadi ujung tombak penguatan rantai pasok kopi di tingkat petani.RAT tertutup ini menjadi forum konsolidasi internal sekaligus persiapan menuju Rapat Anggota Tahunan Umum yang akan digelar pada Juli 2026, dengan agenda utama mengevaluasi capaian organisasi, memperkuat tata kelola koperasi, serta menyusun strategi pengembangan bisnis dan pemberdayaan anggota untuk tahun mendatang.Koperasi Bukan Sekadar Legalitas, tetapi Sebuah GerakanDalam sambutannya, pengurus koperasi kembali mengingatkan seluruh peserta mengenai visi besar Koperasi ALKO sebagai organisasi usaha sosial yang mengedepankan kemandirian ekonomi anggota melalui kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas.Di tengah perkembangan berbagai unit usaha yang semakin kompleks, pengurus menegaskan bahwa koperasi tetap menjadi pusat kendali dan ruh organisasi."Koperasi bagi kami bukan sekadar badan hukum atau legalitas usaha. Koperasi adalah gerakan. Koperasi adalah ruh dalam organisasi. Koperasi adalah sarana untuk menjalankan prinsip kemandirian ekonomi dan menjadi soko guru ekonomi masyarakat," demikian salah satu poin yang disampaikan dalam forum RAT.Pandangan tersebut menjadi landasan utama ALKO dalam membangun model kelembagaan yang berbeda dari kebanyakan organisasi bisnis pada umumnya.Di saat banyak koperasi hanya berfungsi sebagai wadah administratif, ALKO justru mengembangkan koperasi sebagai pusat pengambilan keputusan, pengawas ekosistem, sekaligus penggerak transformasi ekonomi anggota.Koperasi Sebagai Orkestrator EkosistemDalam evaluasi organisasi yang dipaparkan selama rapat, pengurus menegaskan bahwa posisi koperasi dalam ekosistem ALKO memiliki fungsi strategis sebagai orkestrator, instruktur, pengawas, sekaligus penjaga arah organisasi.Koperasi bertugas memastikan seluruh komponen dalam rantai bisnis berjalan sesuai prinsip tata kelola yang sehat dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.Model ini dirancang untuk menciptakan pembagian peran yang jelas antara anggota, kolektor, unit usaha, dan koperasi.Petani difokuskan sebagai produsen profesional yang bertanggung jawab menghasilkan produk berkualitas.Kolektor berperan sebagai penjaga mutu atau quality control tingkat pertama yang memastikan standar kualitas produk tetap terjaga sejak dari tingkat kebun.Sementara itu, unit-unit usaha di bawah ALKO menjalankan fungsi hilirisasi, pemasaran, perdagangan, dan ekspor secara profesional.Adapun koperasi bertindak sebagai pengawas sistem, pengendali arah kebijakan, sekaligus pemegang mandat anggota dalam memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara transparan dan akuntabel.Menurut pengurus, model tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi yang kini telah berkembang melampaui sektor kopi semata.Membangun Sistem Close Loop yang EksklusifSalah satu poin penting yang dibahas dalam RAT adalah penguatan sistem Close Loop Exclusive Ecosystem, sebuah model rantai pasok terintegrasi yang selama ini menjadi ciri khas pengembangan bisnis ALKO.Dalam sistem ini, setiap tahapan produksi hingga pemasaran berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung dan diawasi secara bersama.Pendekatan tersebut memungkinkan koperasi memiliki kendali lebih besar terhadap kualitas produk, transparansi transaksi, serta distribusi manfaat ekonomi kepada anggota.Melalui sistem ini, ALKO berhasil membangun rantai pasok kopi yang menghubungkan petani, kolektor, koperasi, eksportir, hingga pembeli internasional dalam satu sistem yang terkoneksi.Model tersebut juga didukung oleh platform digital QThink-X yang memungkinkan seluruh proses bisnis dapat ditelusuri secara transparan melalui sistem traceability berbasis blockchain.Pengurus menilai sistem ini menjadi salah satu kekuatan utama ALKO dalam menjawab tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan, keterlacakan produk, dan transparansi rantai pasok.Ke depan, model ini direncanakan untuk diperluas ke berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia bahkan ke sejumlah negara yang memiliki potensi kerja sama dengan ALKO.Dari Kopi ke Ekonomi HijauSelain membahas kinerja organisasi dan unit usaha, RAT juga menetapkan arah pengembangan bisnis koperasi untuk beberapa tahun mendatang.Jika sebelumnya fokus utama berada pada sektor kopi, kini ALKO mulai memperluas cakupan pengembangan ke berbagai sektor yang mendukung ekonomi berkelanjutan.Beberapa sektor prioritas yang menjadi fokus pengembangan antara lain:Penguatan bisnis kopi berbasis ekspor dan specialty coffeePengembangan ekowisata berbasis masyarakatPendidikan dan pelatihan petani melalui ALKO AcademyPengembangan ekonomi hijau berbasis karbonPengelolaan sampah dan ekonomi sirkularDigitalisasi koperasi dan inovasi teknologiPengembangan sistem Carbon DNA dan perdagangan karbonLangkah tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, dan ekonomi hijau.ALKO melihat bahwa masa depan pertanian tidak hanya bergantung pada produksi komoditas, tetapi juga pada kemampuan menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.Menyiapkan Koperasi Masa DepanDalam beberapa tahun terakhir, ALKO telah berkembang menjadi salah satu model koperasi modern yang mendapat perhatian berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, lembaga internasional, hingga mitra bisnis dari Jepang, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.Melalui unit-unit usaha yang terus berkembang, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai organisasi ekonomi anggota, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang menghubungkan petani dengan pasar global.Pengurus menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, penguatan tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi agenda utama organisasi."Kita ingin memastikan bahwa koperasi tetap menjadi pemilik arah, sementara unit usaha menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang profesional. Dengan demikian manfaat terbesar tetap kembali kepada anggota," ujar salah satu peserta rapat.Menuju RAT Umum Juli 2026RAT tertutup yang berlangsung pada 12 Juni ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan RAT Umum pada Juli 2026 yang akan melibatkan anggota koperasi secara lebih luas.Forum tersebut nantinya akan menjadi momentum untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, capaian usaha, rencana kerja, serta berbagai program strategis yang akan dijalankan pada periode berikutnya.Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, ALKO optimistis model koperasi berbasis kolaborasi, teknologi, dan keberlanjutan akan menjadi salah satu jawaban bagi penguatan ekonomi masyarakat di masa depan.Dengan semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama sejak awal berdiri, ALKO terus berupaya membuktikan bahwa koperasi bukan hanya warisan masa lalu, melainkan institusi masa depan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Selamat dan Sukses RAT Koperasi ALKO 2026.โ€œDari Petani, Oleh Petani, untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.โ€

Read More  

Admin Alko | 15/06/2026

KERINCI โ€” ALKO Academy kembali menjadi pusat perhatian mitra internasional. Pada awal Juni 2026, delegasi dari Jepang yang terdiri dari perwakilan Resona Bank Tokyo dan Saka No Tochu tiba di Kerinci untuk melakukan kunjungan lapangan sekaligus evaluasi program kerja sama yang telah berjalan selama tiga tahun bersama Koperasi ALKO.Menariknya, kunjungan kali ini juga bertepatan dengan kedatangan seorang mahasiswa magang asal Paris, Prancis, yang akan mempelajari model pengembangan ekonomi berbasis kopi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan ALKO di Kabupaten Kerinci.Kehadiran tamu dari dua benua tersebut memperlihatkan bahwa praktik yang dibangun dari kawasan kaki Gunung Kerinci mulai menarik perhatian dunia sebagai contoh pengembangan komunitas berbasis pertanian berkelanjutan.Rombongan disambut di ALKO Academy, pusat pembelajaran yang selama ini menjadi ruang kolaborasi bagi petani, mahasiswa, peneliti, pelaku usaha, hingga mitra internasional yang ingin memahami ekosistem kopi Indonesia secara lebih mendalam.Menurut pihak ALKO, kunjungan tahun ini memiliki fokus yang lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain meninjau perkembangan program Carbon DNA dan pertanian berkelanjutan, delegasi juga akan mempelajari bagaimana koperasi mampu mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari produksi kopi, pendidikan petani, pengelolaan sampah, pemberdayaan perempuan, pengembangan anak muda, hingga transformasi digital berbasis blockchain.โ€œKerinci bukan hanya tentang kopi. Yang ingin kami tunjukkan adalah bagaimana sebuah komunitas desa dapat membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan petani, sekolah, perempuan, generasi muda, dan lingkungan dalam satu sistem yang saling terhubung,โ€ ujar perwakilan ALKO.Selama berada di Kerinci, delegasi Jepang dijadwalkan mengunjungi kebun kopi anggota koperasi, fasilitas pengolahan pascapanen, pusat pengelolaan sampah, serta berbagai unit usaha yang berada dalam ekosistem ALKO.Mereka juga akan berdialog langsung dengan petani untuk melihat dampak penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.Sementara itu, mahasiswa magang dari Paris akan menjalani program pembelajaran lapangan yang berfokus pada model koperasi modern, pengembangan rantai pasok kopi, serta penerapan teknologi dalam pengelolaan usaha masyarakat.Program magang tersebut menjadi bagian dari semakin meningkatnya minat akademisi internasional terhadap praktik pembangunan desa yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.Dalam beberapa tahun terakhir, ALKO Academy memang berkembang menjadi ruang belajar terbuka yang menerima berbagai kunjungan dari universitas, lembaga riset, perusahaan, hingga organisasi internasional.Banyak pihak tertarik melihat bagaimana koperasi dapat bertransformasi dari sekadar lembaga ekonomi menjadi pusat inovasi yang mampu menciptakan berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat.Bagi Resona Bank dan Saka No Tochu, salah satu aspek yang paling menarik adalah kemampuan ALKO menghubungkan isu lingkungan dengan aktivitas ekonomi petani.Program Carbon DNA yang dikembangkan bersama menjadi contoh bagaimana praktik budidaya kopi dapat didokumentasikan, diukur, dan dikaitkan dengan manfaat ekonomi yang lebih luas.Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan arah pembangunan global yang kini semakin menekankan pentingnya transparansi, keberlanjutan, dan pengurangan emisi karbon.Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa magang dari Prancis menunjukkan bahwa isu keberlanjutan telah menjadi perhatian lintas negara dan lintas generasi.Banyak generasi muda di berbagai belahan dunia mulai mencari contoh nyata mengenai bagaimana komunitas lokal dapat menghadapi tantangan perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan transformasi pasar global.Kerinci, yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil kopi arabika berkualitas, kini mulai dikenal sebagai laboratorium sosial untuk berbagai praktik pembangunan berkelanjutan.Keberadaan ALKO Academy menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman lokal dengan kebutuhan pembelajaran global.Melalui kunjungan ini, para tamu tidak hanya belajar mengenai kopi, tetapi juga mengenai bagaimana masyarakat desa membangun masa depan melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong.Bagi ALKO, kedatangan mitra Jepang dan mahasiswa dari Prancis menjadi bukti bahwa praktik baik yang lahir dari desa memiliki nilai yang dapat dipelajari dunia.Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga ketahanan pangan, pengalaman petani Kerinci menunjukkan bahwa solusi tidak selalu lahir dari kota-kota besar atau pusat industri, melainkan dapat tumbuh dari kebun-kebun kopi yang dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.Kunjungan ini sekaligus mempertegas posisi ALKO Academy sebagai ruang pembelajaran internasional yang mempertemukan petani, akademisi, pelaku bisnis, dan generasi muda dalam membangun masa depan pertanian yang lebih inklusif, hijau, dan berdaya saing global.

Read More  

Admin Alko | 08/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

ยฉ 2021 ALKO - All Rights Reserved.