Kayu Aro, 22 Februari, Para petani di Desa Batang Sangir, Kayu Aro, baru saja mengikuti pelatihan intensif mengenai praktik pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi pertanian modern. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani dalam menghadapi tantangan pertanian masa kini serta memperkuat jejaring antarpetani dalam berbagi ilmu dan pengalaman. Acara pelatihan budidaya dan pasca panen serta penguatan SDM secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Batang Sangir, Basuki.
Pertanian merupakan sektor utama bagi masyarakat di Desa Batang Sangir, Kayu Aro. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, penurunan kualitas tanah, hingga akses terbatas terhadap teknologi pertanian terbaru. Pelatihan ini hadir sebagai solusi untuk membantu petani mengatasi hambatan tersebut dengan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Program pelatihan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Koperasi ALKO Sumatra dan BUMDes Batang Sangir, yang berkontribusi dalam bentuk pendanaan, tenaga ahli, dan pendampingan pasca-pelatihan.

Pelatihan ini dirancang dengan tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan kesadaran petani tentang pertanian berkelanjutan. Petani diberikan pemahaman tentang teknik pertanian yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik, pengendalian hama alami, dan rotasi tanaman. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kedua, memperkenalkan teknologi pertanian modern. Dalam sesi ini, para peserta diperkenalkan dengan teknologi baru Blochain Trecibility Kopi, pendataan kebun secara Mandiri, Praktek Budidaya Kopi berkelanjutan . . Program ini mendorong terbentuknya komunitas petani yang aktif berbagi pengalaman dan solusi atas berbagai permasalahan di lapangan.
Materi pelatihan mencakup beberapa topik utama. Pertama, pengenalan dasar-dasar budidaya kopi berkelanjutan, termasuk prinsip dasar Good Agricultural Practices (GAP) dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan dalam budidaya kopi. Kedua, teknik budidaya kopi dan praktik lapangan, seperti teknik pemeliharaan tanaman kopi (pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama) serta praktik lapangan di kebun percontohan. Ketiga, traceability dan pemasaran kopi berkelanjutan, meliputi pengenalan sistem traceability dan blockchain untuk kopi, praktik traceability di lapangan, serta strategi pemasaran kopi berkelanjutan. Keempat, teknik pemupukan kopi, termasuk jenis-jenis pupuk, tata cara pemupukan, dan waktu pemupukan yang tepat.
Narasumber pelatihan terdiri dari ahli budidaya kopi Tovan Mahennata, SP, praktisi traceability dan blockchain Pebriyansah, ahli pemupukan Ardian Destyawan, serta tim pendataan dan dokumentasi kegiatan. Pelatihan ini diikuti oleh kelompok tani di Desa Batang Sangir dengan total luas lahan yang direncanakan untuk perluasan. Menurut Kepala Desa Batang Sangir, Basuki, desa tersebut telah melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos dan menggunakan insinerator untuk sampah anorganik. Pupuk organik yang dihasilkan telah melalui uji laboratorium dan digunakan dalam pemupukan di lahan pertanian.
Dampak ekonomi dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kopi dan memperbaiki kualitas hasil panen, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani. Dengan penerapan teknik pemupukan yang lebih efisien, biaya produksi dapat ditekan. Selain itu, akses pasar yang lebih luas melalui traceability dan sertifikasi berkelanjutan akan memberikan nilai tambah bagi produk kopi petani.
Metode pelaksanaan pelatihan meliputi kelas teori, praktik lapangan, diskusi kelompok, dan kunjungan lapangan. Kelas teori memberikan dasar pemahaman tentang teknik pertanian berkelanjutan, sementara praktik lapangan memperkenalkan teknologi dan teknik budidaya kopi secara nyata. Diskusi kelompok memungkinkan peserta berbagi tantangan dan solusi, sedangkan kunjungan lapangan memberikan kesempatan untuk melihat implementasi praktik terbaik di kebun kopi milik petani sukses.
Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan pendampingan berkelanjutan oleh Koperasi ALKO Sumatra, monitoring dan evaluasi setiap tiga bulan, serta pelatihan lanjutan seperti strategi pemasaran digital dan sertifikasi kopi berkelanjutan. Pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi bagi pertanian berkelanjutan di Desa Batang Sangir dan sekitarnya.
Kegiatan pelatihan budidaya kopi Kopi berkelanjutan dipandu oleh Tovan Mahernnata, praktisi perkopian internasional dengan pengalaman di bidang agronomi, agroforestri, dan pertanian regeneratif. Materi pelatihan mencakup teknik pemangkasan dan rejuvenasi, pembuatan rorak, teknik pemupukan, cara pemetikan kopi arabika yang baik, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PT Alko Sumatra Kopi dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Indonesia.
Dengan komitmen bersama, pelatihan ini tidak hanya menjadi satu kegiatan sekali jalan, tetapi akan menjadi fondasi bagi pertanian berkelanjutan di Desa Batang Sangir dan sekitarnya. Pada kesempatan tersebut di lakukan demostrasi lapangan Pemangkasan dan pembuatan rorak di kebun petani Batang sangir, para petani sangat antusius mengikuti kegitan ini baik materi di dalam kelas dan di luar kelas, mereka langsung bisa bertanya , pratek dan dialog interaktif dengan para fasilitator terkait kegiatan Budidaya kopi.
Desa batang sangir merupakan desa yang memiliki lahan kopi yang luas dan sangat produktif dengan jenis tanah kelas satu, hal ini sangat mendukung untuk di budidyakan kopi dengan massal . Kepala Desa batang sangir sangat Berkomitmen dengan para perwakilan kelompok untuk menerpakan model kerjasama dan pratek pertanian kopi dengan GAP untuk mendukung produktivitas kopi. Karena dengan Budiaya kopi yang baik akan menghasilkan buah yang produktif, sehingga memberikan dampak ekomoni langsung bagi petani kopi di desa Batang Sangir.
secara Lembaga ALKO sangat komit untuk melakukan kegiatan pendampingan dan pemasaran Kopi dari kelompok tani batang sangir dengan membangun ekosistem bersama dan menerpakan teknologi Blokchain trecibility untuk mendukung Proses kopi berkelanjutan