Pelatihan Petani Desa Batang Sangir: Meningkatkan Keberlanjutan dan Produktivitas Pertanian Kopi

Admin Alko | 23/02/2025


Kayu Aro, 22 Februari, Para petani di Desa Batang Sangir, Kayu Aro, baru saja mengikuti pelatihan intensif mengenai praktik pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi pertanian modern. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani dalam menghadapi tantangan pertanian masa kini serta memperkuat jejaring antarpetani dalam berbagi ilmu dan pengalaman. Acara pelatihan budidaya dan pasca panen serta penguatan SDM secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Batang Sangir, Basuki.  


Pertanian merupakan sektor utama bagi masyarakat di Desa Batang Sangir, Kayu Aro. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, penurunan kualitas tanah, hingga akses terbatas terhadap teknologi pertanian terbaru. Pelatihan ini hadir sebagai solusi untuk membantu petani mengatasi hambatan tersebut dengan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Program pelatihan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Koperasi ALKO Sumatra dan BUMDes Batang Sangir, yang berkontribusi dalam bentuk pendanaan, tenaga ahli, dan pendampingan pasca-pelatihan.  


Pelatihan ini dirancang dengan tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan kesadaran petani tentang pertanian berkelanjutan. Petani diberikan pemahaman tentang teknik pertanian yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik, pengendalian hama alami, dan rotasi tanaman. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kedua, memperkenalkan teknologi pertanian modern. Dalam sesi ini, para peserta diperkenalkan dengan teknologi baru Blochain Trecibility Kopi, pendataan kebun secara Mandiri, Praktek Budidaya Kopi berkelanjutan . . Program ini mendorong terbentuknya komunitas petani yang aktif berbagi pengalaman dan solusi atas berbagai permasalahan di lapangan.  


Materi pelatihan mencakup beberapa topik utama. Pertama, pengenalan dasar-dasar budidaya kopi berkelanjutan, termasuk prinsip dasar Good Agricultural Practices (GAP) dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan dalam budidaya kopi. Kedua, teknik budidaya kopi dan praktik lapangan, seperti teknik pemeliharaan tanaman kopi (pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama) serta praktik lapangan di kebun percontohan. Ketiga, traceability dan pemasaran kopi berkelanjutan, meliputi pengenalan sistem traceability dan blockchain untuk kopi, praktik traceability di lapangan, serta strategi pemasaran kopi berkelanjutan. Keempat, teknik pemupukan kopi, termasuk jenis-jenis pupuk, tata cara pemupukan, dan waktu pemupukan yang tepat.  


Narasumber pelatihan terdiri dari ahli budidaya kopi Tovan Mahennata, SP, praktisi traceability dan blockchain Pebriyansah, ahli pemupukan Ardian Destyawan, serta tim pendataan dan dokumentasi kegiatan. Pelatihan ini diikuti oleh kelompok tani di Desa Batang Sangir dengan total luas lahan yang direncanakan untuk perluasan. Menurut Kepala Desa Batang Sangir, Basuki, desa tersebut telah melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos dan menggunakan insinerator untuk sampah anorganik. Pupuk organik yang dihasilkan telah melalui uji laboratorium dan digunakan dalam pemupukan di lahan pertanian.  


Dampak ekonomi dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kopi dan memperbaiki kualitas hasil panen, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani. Dengan penerapan teknik pemupukan yang lebih efisien, biaya produksi dapat ditekan. Selain itu, akses pasar yang lebih luas melalui traceability dan sertifikasi berkelanjutan akan memberikan nilai tambah bagi produk kopi petani.  


Metode pelaksanaan pelatihan meliputi kelas teori, praktik lapangan, diskusi kelompok, dan kunjungan lapangan. Kelas teori memberikan dasar pemahaman tentang teknik pertanian berkelanjutan, sementara praktik lapangan memperkenalkan teknologi dan teknik budidaya kopi secara nyata. Diskusi kelompok memungkinkan peserta berbagi tantangan dan solusi, sedangkan kunjungan lapangan memberikan kesempatan untuk melihat implementasi praktik terbaik di kebun kopi milik petani sukses.  


Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan pendampingan berkelanjutan oleh Koperasi ALKO Sumatra, monitoring dan evaluasi setiap tiga bulan, serta pelatihan lanjutan seperti strategi pemasaran digital dan sertifikasi kopi berkelanjutan. Pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi bagi pertanian berkelanjutan di Desa Batang Sangir dan sekitarnya.  


Kegiatan pelatihan budidaya kopi Kopi berkelanjutan dipandu oleh Tovan Mahernnata, praktisi perkopian internasional dengan pengalaman di bidang agronomi, agroforestri, dan pertanian regeneratif. Materi pelatihan mencakup teknik pemangkasan dan rejuvenasi, pembuatan rorak, teknik pemupukan, cara pemetikan kopi arabika yang baik, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PT Alko Sumatra Kopi dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Indonesia.  


Dengan komitmen bersama, pelatihan ini tidak hanya menjadi satu kegiatan sekali jalan, tetapi akan menjadi fondasi bagi pertanian berkelanjutan di Desa Batang Sangir dan sekitarnya. Pada kesempatan tersebut di lakukan demostrasi lapangan Pemangkasan dan pembuatan rorak di kebun petani Batang sangir, para petani sangat antusius mengikuti kegitan ini baik materi di dalam kelas dan di luar kelas, mereka langsung bisa bertanya , pratek dan dialog interaktif dengan para fasilitator terkait kegiatan Budidaya kopi. 

Desa batang sangir merupakan desa yang memiliki lahan kopi yang luas dan sangat produktif dengan jenis tanah kelas satu, hal ini sangat mendukung untuk di budidyakan kopi dengan massal . Kepala Desa batang sangir sangat Berkomitmen dengan para perwakilan kelompok untuk menerpakan model kerjasama dan pratek pertanian kopi dengan GAP untuk mendukung produktivitas kopi. Karena dengan Budiaya kopi yang baik akan menghasilkan buah yang produktif, sehingga memberikan dampak ekomoni langsung bagi petani kopi di desa Batang Sangir. 


secara Lembaga ALKO sangat komit untuk melakukan kegiatan pendampingan dan pemasaran Kopi dari kelompok tani batang sangir dengan membangun ekosistem bersama dan menerpakan teknologi Blokchain trecibility untuk mendukung Proses kopi berkelanjutan 

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

KERINCI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah "Meningkatkan Kapasitas dan Komunitas dalam Pengolahan Sampah" yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Desa Batang Sangir, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.Pelatihan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan.Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Batang Sangir, yang sekaligus menjadi narasumber utama dengan materi mengenai pengolahan sampah organik. Dalam paparannya, Kepala Desa menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, sampah organik, khususnya limbah dapur yang setiap hari dihasilkan oleh rumah tangga, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan pekarangan pangan keluarga.Sesi praktik kemudian dilanjutkan oleh Ibu Kaliem, yang memberikan pelatihan mengenai pengolahan sampah nonorganik. Peserta diperkenalkan pada teknik pemilahan, pemanfaatan kembali (reuse), hingga pengolahan sampah plastik menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, seperti tas belanja, keranjang, dompet, tempat tisu, wadah serbaguna, serta berbagai produk kreatif lainnya yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami proses pengelolaan sampah secara aplikatif.Kegiatan ini secara khusus mendukung penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai garda terdepan dalam membangun budaya peduli lingkungan di tingkat rumah tangga. Dengan pengetahuan yang diperoleh, para anggota KWT diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah, mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai.Pelatihan diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bareng, KWT Bina Tani, KWT Sekar Tani, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Kolaborasi antara kelompok perempuan tani dan mahasiswa diharapkan mampu memperluas penyebaran pengetahuan mengenai pengelolaan sampah hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengolah sampah, tetapi juga pemahaman bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi sirkular, di mana limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Penyelenggara berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan meningkatnya kapasitas komunitas dalam mengelola sampah secara mandiri, Desa Batang Sangir diharapkan mampu menjadi contoh desa yang bersih, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

JAMBI –  ALKO Sumatra Kopi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan usaha komunitas berbasis potensi lokal melalui penerapan ekosistem traceability. Komitmen tersebut disampaikan saat ALKO menjadi panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi bertajuk "Bukti, Bukan Hanya Cerita: Valuasi Ekonomi atas Model Pemberdayaan Pengembangan Usaha Komunitas Berbasis Potensi Lokal."Webinar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku usaha yang berbagi pengalaman dalam membangun model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.Dalam forum tersebut, ALKO memaparkan perspektif pasar mengenai faktor-faktor yang menentukan keberhasilan usaha komunitas, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas produk, hingga pentingnya sistem traceability dalam menjawab tuntutan pasar global.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa daya saing komoditas Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan transparansi dan ketertelusuran pada setiap rantai pasok."Pasar internasional saat ini membeli lebih dari sekadar produk. Mereka membutuhkan kepastian mengenai asal-usul, proses produksi, keberlanjutan, dan transparansi. Karena itu kami membangun ekosistem traceability yang menghubungkan petani, koperasi, industri, hingga pembeli global dalam satu sistem yang terintegrasi," ujar Suryono.Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat posisi masyarakat, bukan menggantikan peran mereka. Melalui sistem traceability, petani memperoleh identitas digital yang mendukung akses pasar premium, meningkatkan kepercayaan pembeli, sekaligus memperkuat tata kelola usaha komunitas.Dalam paparannya, ALKO juga menjelaskan bahwa pengembangan usaha masyarakat harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pemerintah, lembaga pendamping, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga keuangan, dan pelaku pasar menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem yang mampu tumbuh secara berkelanjutan.ALKO memanfaatkan pendekatan tersebut melalui integrasi koperasi, digitalisasi rantai pasok, peningkatan kapasitas petani, penerapan standar keberlanjutan, serta pengembangan akses pasar nasional dan internasional.Pada kesempatan itu, ALKO menyampaikan apresiasi kepada KKI Warsi atas penyelenggaraan forum yang menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat."Kami mendukung penuh inisiatif KKI Warsi dalam memperkuat usaha komunitas berbasis potensi lokal. ALKO siap berkolaborasi dengan KKI Warsi, pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan berbagai mitra pembangunan untuk membangun ekosistem traceability yang lebih kuat, meningkatkan daya saing komoditas lokal, serta membuka akses pasar global bagi masyarakat," kata Suryono.Melalui kolaborasi tersebut, ALKO berharap model pemberdayaan masyarakat tidak hanya menghasilkan peningkatan ekonomi, tetapi juga menciptakan tata kelola yang transparan, memperkuat kelembagaan koperasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan usaha komunitas di Indonesia.Keikutsertaan ALKO sebagai panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi menegaskan bahwa pengalaman membangun ekosistem kopi berbasis koperasi, teknologi, dan kemitraan global di Kerinci dapat menjadi salah satu referensi pengembangan usaha komunitas yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pasar internasional.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.