Kerinci, 14 Agustus 2025 – Kabupaten Kerinci kembali menjadi pusat perhatian dunia kopi internasional. Selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Agustus 2025, rombongan Malaysia Specialty Coffee Association (MSCA) bersama mitra dari Singapura dan Indonesia mengadakan kunjungan kerja, belajar, dan kolaborasi langsung dengan petani, koperasi, serta pelaku industri kopi di Kerinci.
Kunjungan ini diikuti oleh sepuluh peserta yang mewakili lembaga dan perusahaan penting dalam industri kopi global. Mereka adalah Coffexx Coffee dari Malaysia, Bettr e dari Singapura, Joe Coffee, perwakilan Malaysia Judge Coffee Official, serta delegasi dari Dewan Kopi Indonesia.
Selain sebagai ajang pertukaran pengetahuan, kunjungan ini juga bertujuan memperkuat jejaring perdagangan, promosi, dan kolaborasi pendidikan kopi antara Kerinci dan pelaku kopi internasional.
Tanggal 10 Agustus 2025, rombongan MSCA tiba di Kerinci dan langsung disambut oleh perwakilan koperasi ALKO serta asosiasi kopi setempat. Perjalanan dimulai menuju perkebunan kopi di lereng Gunung Kerinci, sebuah kawasan yang terkenal dengan pemandangan memukau, udara sejuk, dan tanah vulkanik yang subur.
Di tengah suasana alam yang menenangkan, peserta diajak melihat langsung teknik budidaya kopi yang diterapkan petani Kerinci. Mereka mempraktikkan penanaman ramah lingkungan dengan pola agroforestry, memanfaatkan pohon pelindung, dan menggunakan pupuk organik untuk menjaga kualitas tanah.
“Kerinci ini istimewa. Tidak hanya karena rasa kopinya unik, tapi juga karena para petaninya benar-benar menjaga alam,” ujar salah satu perwakilan dari Coffexx Coffee, yang kagum melihat keberlanjutan sebagai bagian integral dari proses produksi.
Pada 11 Agustus 2025, peserta mengikuti kelas Plantation Coffee di ALKO Academy, pusat pelatihan kopi yang didirikan untuk meningkatkan kapasitas petani dan pelaku industri kopi lokal.
Materi yang dibahas mencakup sejarah kopi Kerinci, proses budidaya berkelanjutan, dan manajemen pasca panen untuk menjaga kualitas biji. Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah paparan mengenai traceability digital. Sistem ini memungkinkan setiap batch kopi terlacak dari petani, kebun, hingga proses pengolahan, yang sangat penting untuk memenuhi permintaan pasar internasional, khususnya Eropa dan Asia Timur.
Perwakilan dari Bettr e Singapura berbagi pengalaman tentang pentingnya pelatihan barista dan keterampilan sensorik untuk meningkatkan nilai tambah kopi. “Kopi yang hebat bukan hanya soal biji berkualitas, tapi juga orang-orang yang mampu mengolah dan menyajikannya dengan sempurna,” ungkapnya.
Tanggal 12 Agustus 2025, kegiatan dimulai dengan sesi cupping di laboratorium ALKO. Berbagai sampel kopi Kerinci disajikan, mulai dari yang memiliki aroma floral dan fruity, hingga yang bercita rasa cokelat dengan body yang kuat.
Para Malaysia Judge Coffee Official yang hadir memuji kualitas kopi Kerinci. Menurut mereka, karakter rasa yang kompleks dan kebersihan cangkir (clean cup) adalah kekuatan utama kopi Kerinci di pasar internasional.
Usai cupping, rombongan mengunjungi kebun ALKO untuk menyaksikan pemetikan selektif, proses fermentasi, dan pengeringan biji dengan metode washed, honey, dan natural. Perwakilan dari Joe Coffee mengaku terkesan dengan konsistensi kualitas yang dijaga dari hulu ke hilir. “Inilah yang membuat kopi Kerinci punya cerita yang bisa dijual di pasar global,” ujarnya.
Puncak kegiatan terjadi pada 13 Agustus 2025 dengan digelarnya diskusi antara peserta internasional dan Asosiasi Kopi Kerinci. Pertemuan ini berlangsung hangat, dengan pembahasan yang mencakup peluang, tantangan, dan langkah konkret untuk kolaborasi.
Beberapa agenda strategis yang dibicarakan antara lain:
Penguatan branding kopi Kerinci di pasar global, termasuk pemanfaatan Indikasi Geografis (IG).
Kemitraan pelatihan dan sertifikasi di bidang Q-Grader, Barista, dan manajemen pasca panen.
Peningkatan akses pasar melalui pameran internasional dan platform digital.
Kerjasama riset untuk pengembangan varietas unggul dan inovasi metode pengolahan.
Diskusi ini menghasilkan rencana awal untuk program exchange learning, di mana petani Kerinci dapat belajar ke Malaysia dan Singapura, sementara pelaku kopi dari negara tersebut bisa mengikuti magang di Kerinci.
Kunjungan MSCA membawa dampak positif yang signifikan bagi ekosistem kopi Kerinci. Dari sisi perdagangan, ada minat kuat untuk membangun jalur direct trade antara eksportir Kerinci dan pembeli dari Malaysia. Dari sisi edukasi, ada komitmen untuk mengembangkan program pelatihan berkelanjutan, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing kopi Kerinci.
Selain itu, keberadaan perwakilan Dewan Kopi Indonesia memastikan bahwa hasil diskusi dan kerjasama ini terintegrasi dengan strategi nasional pengembangan kopi. Hal ini membuka peluang bagi Kerinci untuk mendapat dukungan kebijakan, promosi, dan akses ke pasar yang lebih luas.
Lima hari yang dilalui bersama telah membentuk jembatan yang menghubungkan Kerinci dengan dunia internasional, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga dalam pengetahuan, teknologi, dan budaya kopi.
Kerinci membuktikan dirinya sebagai produsen kopi yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga berkomitmen pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya dukungan dari jaringan internasional seperti MSCA, Bettr e Singapura, dan Dewan Kopi Indonesia, masa depan kopi Kerinci semakin cerah untuk menembus pasar global.
Seperti yang terungkap dalam diskusi terakhir, semua pihak sepakat bahwa kunjungan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerjasama jangka panjang yang akan membawa kopi Kerinci ke panggung dunia.