Masa Depan Kopi Indonesia: Strategi Budidaya dan Pascapanen Berkelanjutan untuk Specialty Coffee Pendahuluan: Urgensi Budidaya dan Pascapanen Kopi Berkelanjutan

Admin Alko |

Masa Depan Kopi Indonesia: Strategi Budidaya dan Pascapanen Berkelanjutan untuk Specialty Coffee Pendahuluan: Urgensi Budidaya dan Pascapanen Kopi Berkelanjutan


Pendahuluan:

Urgensi Budidaya dan Pascapanen Kopi Berkelanjutan

1. Latar Belakang Industri Kopi Global dan Peran Indonesia

Kopi adalah salah satu komoditas pertanian paling berharga di dunia, dengan lebih dari 2,5 miliar cangkir dikonsumsi setiap hari. Sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia memainkan peran kunci dalam rantai pasok global. Dengan berbagai varietas kopi yang tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Bali, dan Flores, Indonesia dikenal dengan kopi berkualitas tinggi yang memiliki karakter rasa khas.

Namun, di balik potensi besar ini, industri kopi Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Produktivitas kebun kopi di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara pesaing seperti Brasil dan Vietnam. Selain itu, perubahan iklim, degradasi lahan, serta ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan specialty coffee menjadi faktor yang dapat menghambat perkembangan industri ini.

Di sisi lain, tren kopi global mengalami pergeseran signifikan. Konsumen kini lebih peduli pada keberlanjutan, transparansi, dan kualitas dalam rantai pasok kopi. Ini menuntut petani dan pelaku industri untuk mengadopsi metode budidaya yang lebih efisien serta teknik pascapanen yang menghasilkan kopi dengan nilai tambah lebih tinggi.

2. Tantangan yang Dihadapi Petani Kopi di Indonesia

a. Rendahnya Produktivitas dan Kesuburan Tanah

Sebagian besar perkebunan kopi di Indonesia masih dikelola secara tradisional dengan praktik budidaya yang belum optimal. Tanaman kopi yang berusia tua, pemupukan yang kurang tepat, serta teknik konservasi tanah yang belum maksimal menjadi penyebab utama rendahnya hasil panen.

b. Dampak Perubahan Iklim

Perubahan pola cuaca berdampak besar pada produksi kopi. Naiknya suhu global mengakibatkan pergeseran zona tumbuh kopi ke daerah yang lebih tinggi, sementara pola hujan yang tidak menentu dapat mengganggu proses berbunga dan pematangan buah kopi.

c. Kurangnya Akses ke Pasar dan Harga yang Fluktuatif

Banyak petani kecil kesulitan mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas, sehingga mereka bergantung pada tengkulak yang sering kali membeli kopi dengan harga rendah. Fluktuasi harga kopi di pasar global juga membuat pendapatan petani tidak stabil.

d. Kurangnya Pemahaman tentang Pascapanen dan Specialty Coffee

Proses pascapanen sangat menentukan kualitas akhir kopi. Sayangnya, banyak petani yang masih menggunakan metode yang kurang presisi, sehingga hasil kopi mereka tidak memenuhi standar specialty coffee yang dihargai lebih tinggi di pasar internasional.

3. Urgensi Penerapan Metode Berbasis Sains dan Teknologi

Untuk mengatasi tantangan tersebut, penerapan pendekatan berbasis sains, teknologi, dan inovasi dalam budidaya dan pascapanen kopi menjadi keharusan. Berikut adalah beberapa pendekatan yang dapat meningkatkan daya saing kopi Indonesia:

a. Pemanfaatan Teknologi dalam Budidaya

  • Penggunaan drone dan sensor tanah untuk memantau kesehatan tanaman dan tingkat kesuburan tanah.
  • Sistem irigasi presisi untuk mengoptimalkan penggunaan air, terutama di daerah yang rentan kekeringan.
  • Penerapan blockchain dalam sistem traceability, sehingga setiap tahap produksi kopi dapat didokumentasikan dengan transparan.

b. Peningkatan Teknik Pascapanen

  • Pelatihan petani dalam proses pengolahan washed, honey, dan natural yang sesuai standar specialty coffee.
  • Penggunaan metode fermentasi terkontrol untuk meningkatkan kompleksitas rasa kopi.
  • Implementasi uji sensoris dan cupping untuk memastikan konsistensi kualitas.

c. Model Bisnis yang Lebih Berkelanjutan

  • Membangun koperasi petani berbasis inklusif agar mereka memiliki daya tawar lebih tinggi di pasar.
  • Kemitraan dengan perusahaan kopi global yang menerapkan konsep fair trade.
  • Penerapan sertifikasi keberlanjutan seperti Rainforest Alliance, Organic, dan Fair Trade untuk meningkatkan nilai jual kopi.

4. Peran ALKO Sumatra International dalam Meningkatkan Kualitas dan Keberlanjutan Kopi

Sebagai perusahaan yang berfokus pada kopi berkualitas tinggi, ALKO Sumatra International berperan dalam mengembangkan ekosistem kopi yang berkelanjutan melalui beberapa inisiatif berikut:

a. Penguatan Kapasitas Petani melalui Pelatihan dan Pendampingan

ALKO tidak hanya membeli kopi dari petani, tetapi juga memberikan edukasi mengenai teknik budidaya dan pascapanen yang lebih baik. Program ini mencakup:

  • Pelatihan pengelolaan kebun kopi berbasis agroforestri untuk meningkatkan kesuburan tanah.
  • Workshop teknik pemetikan selektif, sehingga hanya ceri kopi yang benar-benar matang yang dipanen.
  • Kelas cupping untuk petani, agar mereka memahami standar kualitas kopi yang dihargai lebih tinggi di pasar.

b. Pengolahan Kopi Berstandar Specialty

ALKO menerapkan metode pengolahan yang sesuai dengan standar specialty coffee, termasuk:

  • Fermentasi terkontrol untuk meningkatkan keunikan karakter rasa kopi.
  • Metode natural dan honey process untuk meningkatkan kompleksitas dan body kopi.
  • Penyortiran dan grading yang ketat agar hanya biji kopi terbaik yang masuk ke pasar ekspor.

c. Digitalisasi dan Transparansi dalam Rantai Pasok

ALKO menggunakan sistem blockchain dan digital traceability untuk memastikan setiap tahap dalam rantai pasok kopi dapat dipantau dengan jelas. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga memungkinkan petani mendapatkan harga yang lebih adil berdasarkan kualitas kopi mereka.

d. Program Keberlanjutan dan Konservasi Lingkungan

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap lingkungan, ALKO menjalankan berbagai program keberlanjutan, termasuk:

  • Reforestasi lahan kopi dengan menanam pohon penaung yang mendukung ekosistem mikro.
  • Program pengelolaan sampah dan limbah kopi, sehingga proses produksi tidak mencemari lingkungan.
  • Peningkatan standar karbon kopi, yang memungkinkan petani mendapatkan manfaat dari pasar karbon global.

5. Kesimpulan dan Rekomendasi

Budidaya dan pascapanen kopi berkelanjutan bukan hanya sebuah pilihan, tetapi keharusan untuk menjaga daya saing kopi Indonesia di pasar global. Dengan berbagai tantangan seperti perubahan iklim, rendahnya produktivitas, dan kurangnya pemahaman mengenai specialty coffee, diperlukan pendekatan yang lebih ilmiah dan berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan petani kopi.

Rekomendasi utama untuk industri kopi Indonesia:

  1. Adopsi teknologi dalam budidaya kopi → Petani harus didorong untuk menggunakan metode pemantauan berbasis data agar hasil panen lebih optimal.
  2. Peningkatan standar pascapanen → Fermentasi terkontrol dan metode pengolahan berkualitas tinggi dapat meningkatkan harga jual kopi.
  3. Pembangunan ekosistem bisnis yang berkelanjutan → Koperasi petani, sistem fair trade, dan sertifikasi keberlanjutan harus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
  4. Edukasi dan pelatihan berkelanjutan → Petani harus terus diberikan wawasan mengenai tren kopi global agar bisa menghasilkan kopi yang sesuai dengan permintaan pasar specialty.

Melalui komitmen ALKO Sumatra International dalam memberdayakan petani, meningkatkan kualitas kopi, dan menerapkan praktik berkelanjutan, kopi Indonesia dapat semakin dikenal di pasar internasional sebagai kopi yang tidak hanya lezat, tetapi juga berkontribusi positif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.