Mahasiswa KKN Tematik UNP Desa Sungai Sikai Lakukan Kunjungan Edukatif ke PT. ALKO Sumatra Kopi

Admin Alko |

Mahasiswa KKN Tematik UNP Desa Sungai Sikai Lakukan Kunjungan Edukatif ke PT. ALKO Sumatra Kopi


Kerinci, 11 Juli 2025 – Dalam rangka memperluas wawasan dan pengalaman praktis mahasiswa, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Padang (UNP) 2025 yang ditempatkan di Desa Sungai Sikai, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, secara resmi mengajukan permohonan kunjungan ke PT. ALKO Sumatra Kopi. Permohonan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani langsung oleh Ketua KKN, Rezal Fahlepi (NIM 23338070) dan Sekretaris KKN, Yolanda Syafitri (NIM 23368101), sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja mereka di lapangan.

Kunjungan ini bertujuan sebagai media pembelajaran langsung bagi para mahasiswa untuk memahami lebih dalam proses hilirisasi produk pertanian, khususnya kopi, yang menjadi salah satu komoditas unggulan Kerinci dan menjadi perhatian utama dalam pengembangan ekonomi masyarakat desa. PT. ALKO Sumatra Kopi, yang dikenal aktif dalam pemberdayaan petani kopi, keberlanjutan lingkungan, dan pengolahan kopi berkualitas ekspor, dipandang sebagai mitra strategis untuk membuka wawasan mahasiswa terhadap realitas industri agribisnis berbasis komunitas.


KKN Tematik sebagai Laboratorium Sosial Mahasiswa

Kegiatan KKN Tematik UNP tahun 2025 yang dilaksanakan di Desa Sungai Sikai mengusung tema besar “Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan UMKM Berbasis Potensi Lokal”. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan kampus, tetapi juga sebagai bagian dari agen perubahan sosial yang diharapkan mampu berkontribusi nyata terhadap pengembangan desa. Program kerja mereka meliputi berbagai bidang, antara lain pendidikan, kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Dalam konteks ekonomi lokal, mahasiswa melihat pentingnya memahami alur dan tantangan UMKM secara langsung di lapangan. Oleh karena itu, kunjungan ke PT. ALKO Sumatra Kopi tidak hanya menjadi pelengkap program kerja, tetapi menjadi bagian integral dari proses pembelajaran yang berbasis realitas.


PT. ALKO Sumatra Kopi: Model UMKM Berbasis Komunitas

PT. ALKO Sumatra Kopi merupakan perusahaan yang berangkat dari koperasi petani kopi dan tumbuh menjadi pelaku ekspor kopi yang mengedepankan kualitas, keberlanjutan, dan jejak sosial. Perusahaan ini berada di bawah naungan Koperasi ALKO (Alam Kerinci Lestari), yang telah lama berkontribusi dalam pendampingan petani, peningkatan kualitas produksi kopi, dan pengembangan ekosistem pertanian ramah lingkungan.

Dengan filosofi kerja “dari petani, oleh petani, untuk dunia,” PT. ALKO Sumatra Kopi telah memposisikan dirinya sebagai pelopor dalam membangun hubungan yang transparan antara petani dan pasar global. Mereka memanfaatkan teknologi traceability berbasis blockchain, mengembangkan edukasi petani secara berkala, dan aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan seperti kampanye "Gunung Kerinci Bersih dari Sampah" dan penanaman pohon rutin.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN Tematik UNP berharap dapat melihat langsung bagaimana sebuah UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan dan profesional, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan sosial kemasyarakatan.


Membangun Sinergi Kampus dan Dunia Industri Lokal

Ketua KKN, Rezal Fahlepi, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kunjungan ini dirancang tidak hanya sebagai studi banding, tetapi juga sebagai upaya untuk menjembatani kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor swasta lokal. “Kami ingin belajar dari ALKO bagaimana membangun usaha yang tetap berakar pada masyarakat. Kami percaya bahwa mahasiswa harus paham dunia nyata, bukan hanya teori,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris KKN, Yolanda Syafitri, menambahkan bahwa ALKO menjadi contoh nyata integrasi antara pertanian, industri, dan inovasi digital. “Kami juga membawa misi untuk membantu promosi produk lokal melalui media sosial dan publikasi digital. Kami melihat potensi sinergi yang sangat baik jika mahasiswa dilibatkan dalam branding dan digitalisasi UMKM seperti ALKO,” ucapnya.

Pihak KKN berharap bahwa dari kunjungan ini, mereka dapat menyusun laporan dan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan ke kampus dan pemangku kepentingan lokal, khususnya dalam penguatan UMKM berbasis potensi desa.


Kegiatan Kunjungan: Edukasi, Dialog, dan Praktik Lapangan

Adapun kegiatan kunjungan yang dirancang mencakup beberapa agenda utama:

  1. Pemaparan Profil dan Jejak Usaha PT. ALKO Sumatra Kopi
    Mahasiswa akan mendapatkan penjelasan langsung dari tim manajemen ALKO mengenai sejarah berdirinya perusahaan, tantangan awal, hingga strategi ekspor kopi ke Jepang, Eropa, dan Amerika.

  2. Sesi Edukasi dan Diskusi
    Akan diselenggarakan diskusi tentang pentingnya sertifikasi, pengolahan pasca panen, peran koperasi, sistem traceability digital, dan integrasi ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam bisnis.

  3. Observasi Proses Produksi Kopi
    Mahasiswa akan diajak melihat langsung proses sortasi biji kopi, roasting, pengemasan, dan sistem penyimpanan.

  4. Interaksi dengan Petani dan Tim Lapangan
    Dalam semangat participatory learning, mahasiswa juga akan berdiskusi dengan petani binaan ALKO, mendengar pengalaman mereka dalam menjaga kualitas dan standar internasional.

  5. Kolaborasi Promosi Produk
    Mahasiswa dari jurusan komunikasi dan teknologi informasi akan diberikan tantangan untuk membuat konten edukatif dan promosi digital selama kunjungan berlangsung.


Dampak Jangka Panjang: Menyemai Kepedulian dan Inspirasi

Kegiatan ini diharapkan dapat memberi dampak jangka panjang bagi semua pihak. Bagi mahasiswa, ini menjadi ajang peningkatan kapasitas personal dan profesional dalam memahami dunia kerja serta membentuk karakter kewirausahaan sosial. Bagi PT. ALKO Sumatra Kopi, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberi energi dan perspektif baru, serta membuka jalan untuk kolaborasi dengan institusi pendidikan.

Bagi masyarakat Desa Sungai Sikai, kegiatan ini turut menunjukkan bahwa desa bukan sekadar lokasi pelaksanaan KKN, tetapi menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.


Penutup: Kolaborasi adalah Kunci

Surat resmi yang diajukan oleh Tim KKN Tematik UNP dengan segala kesantunan dan semangat belajar ini menjadi simbol pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, institusi pendidikan, dan pelaku usaha lokal. Dalam dunia yang terus berubah, pendekatan kolaboratif semacam ini sangat diperlukan untuk menciptakan model pembangunan yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan.

Dengan disahkannya kunjungan ini nantinya oleh pihak PT. ALKO Sumatra Kopi, harapan besar disematkan bahwa akan lahir para sarjana muda yang bukan hanya unggul di atas kertas, tetapi juga paham realitas dan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.