KOPERASI KOPI ALAM KERINCI EKSPOR KULIT MANIS KE JEPANG MENGGUNAKAN SISTEM TRACEABILITY BLOCKCHAIN

Admin Alko | 19/10/2025


Kerinci, Jambi – Oktober 2025.
Langkah bersejarah kembali tercipta di dataran tinggi Kerinci. Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO), yang selama ini dikenal sebagai pelopor ekspor kopi dan rempah berkelanjutan dari Sumatra, secara resmi melepas ekspor kulit manis (cinnamon) dalam bentuk Stik dan Bubuk ke Kobe, Jepang.
Yang membedakan ekspor kali ini dari pengiriman sebelumnya adalah penerapan teknologi traceability berbasis blockchain, bekerja sama dengan platform QThink-X, yang menjamin transparansi dan keaslian setiap produk hingga ke sumber kebun petani.

Pengiriman ini menjadi tonggak penting bagi petani dan pelaku koperasi di Kerinci karena menandai era baru ekspor rempah Indonesia yang lebih transparan, modern, dan berkelanjutan.


Kerinci: Dataran Tinggi Penghasil Rempah Dunia

Daerah Kerinci di Provinsi Jambi sudah dikenal selama berabad-abad sebagai penghasil kayu manis terbaik di dunia. Berada di kaki Gunung Kerinci yang menjulang setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut, tanah Kerinci merupakan jenis andisol vulkanik yang sangat subur. Kondisi tanah dan iklim inilah yang menjadikan wilayah ini sangat ideal untuk pertanian rempah seperti kayu manis, cengkih, Teh dan kopi.

Petani di Kerinci telah lama menerapkan sistem agroforestri alami sebagai Kearifan Lokal, di mana kayu manis tumbuh berdampingan dengan tanaman pangan dan kopi di bawah naungan pepohonan hutan. Pola ini bukan hanya menjaga keberlanjutan ekosistem, tetapi juga menjamin hasil bumi yang kaya aroma dan rasa alami.
Kayu manis Kerinci memiliki karakteristik khas — kulitnya tebal, aromanya kuat, dan rasanya manis lembut — yang menjadikannya favorit di pasar dunia, khususnya di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.



Dari Petani untuk Dunia: ALKO dan Jejak Ekspor Berkelanjutan

Sebagai koperasi yang menghimpun ratusan petani kopi dan rempah, Koperasi Alam Korintji terus memperkuat peran petani dalam rantai nilai global. Dalam beberapa tahun terakhir, Koperasi ALKO tidak hanya dikenal sebagai eksportir kopi specialty dari Kerinci, tetapi juga sebagai pelopor sistem perdagangan yang adil (fair trade) dan transparan.

Ekspor kayu manis ke Jepang kali ini menjadi bukti nyata bagaimana Koperasi ALKO bertransformasi menjadi pusat produksi rempah berstandar ekspor. Melalui kolaborasi dengan  PT. Krinci Agro Cinnamon dan mitra Kelompok Usaha Petani ICN Kerinci (Indonesian Coffee Nature), untuk memastikan setiap tahap produksi – mulai dari panen, pengeringan, hingga pengepakan – memenuhi standar internasional.

"Kami ingin menunjukkan bahwa petani Kerinci mampu menghasilkan produk berkualitas dunia dengan cara yang berkelanjutan dan transparan," ujar salah satu pengurus Koperasi. "Dengan bantuan teknologi blockchain, setiap produk kami bisa ditelusuri hingga ke petaninya."


Blockchain Traceability: Transparansi dari Kebun ke Konsumen

Salah satu inovasi terbesar dalam ekspor kali ini adalah penerapan QThink-X Traceability Apps, sebuah sistem berbasis blockchain yang memungkinkan setiap produk memiliki jejak digital yang tidak dapat diubah.

Melalui aplikasi ini, setiap batch kayu manis diberi kode QR unik. Ketika kode tersebut dipindai, pembeli atau konsumen di Jepang dapat melihat seluruh informasi rantai pasok — mulai dari:

  • Nama dan lokasi petani penghasil,
  • Koordinat kebun dan tanggal panen,
  • Proses pengeringan dan penyortiran,
  • Hingga tanggal dan pelabuhan ekspor.

Data tersebut tersimpan permanen di jaringan blockchain, menjamin transparansi, keaslian, dan keamanan data.
Sistem ini juga membantu pembeli internasional memastikan bahwa produk berasal dari lahan non-deforestasi dan diproduksi dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Menurut  koordinator lapangan koperasi ALKO untuk proyek traceability, “Dengan sistem ini, kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga kepercayaan. Pembeli di luar negeri bisa melihat langsung siapa petani di balik setiap batang kayu manis yang mereka nikmati.”


Jejak Keberlanjutan: Preserves Nature and Empowers People

ALKO dikenal memiliki slogan “Preserves Nature and Empowers People” — menjaga alam dan memberdayakan manusia. Prinsip ini diwujudkan dalam setiap kegiatan produksi dan ekspor.
Setiap kilogram kayu manis yang diekspor adalah hasil dari kerja keras petani yang menjaga kelestarian lingkungan, menanam kembali pohon baru setelah panen, dan mempraktikkan pertanian tanpa merusak hutan.

Dalam proses pengolahan ini menggunakan metode alami: pengeringan dilakukan dengan sinar matahari, tanpa bahan kimia tambahan, untuk mempertahankan aroma dan warna alami kayu manis.
Di sisi lain, koperasi juga membuat ruang pelatihan rutin kepada petani melalui ALKO Academy, mencakup manajemen kebun, sertifikasi organik, dan penggunaan aplikasi digital untuk pencatatan hasil panen.

Dengan dukungan mitra seperti Pembeli Jepang, program ini tidak hanya memperkuat ekonomi petani, tetapi juga mendorong Kerinci menjadi sentra rempah berkelanjutan yang diakui dunia.


Kolaborasi dan Dampak Sosial

Proyek ekspor ini melibatkan banyak pihak:

  • Petani, koperasi ALKO di berbagai desa seperti Gunung Tujuh, Lempur, Siulak dan Kayu Aro;
  • Tim teknis dari QThink-X yang membangun sistem blockchain traceability;
  • Mitra buyer di Jepang yang menjalin kontrak jangka panjang untuk pasokan berkelanjutan; serta
  • ALKO Academy dan tim sosial koperasi yang mengelola pelatihan, sertifikasi, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Dampak sosial dari program ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan petani karena mereka kini dapat menembus pasar ekspor dengan harga yang lebih adil. Selain itu, sistem traceability memastikan fair recognition bagi setiap petani — nama mereka tercatat dan diakui secara global.

Sebagian keuntungan dari ekspor juga dikembalikan kepada masyarakat melalui program Petani Peduli Kerinci Bersih, yaitu kegiatan bersih gunung tukar 1kg sampah gunung dengan 1pcs kopi, penghijauan, dan edukasi lingkungan yang rutin dilakukan bersama sekolah dan komunitas lokal dan di suport oleh mitra pembeli dan Lembaga dari Jepang.


Menuju Masa Depan Rempah Digital Indonesia

Langkah Koperasi ALKO mengekspor kulit manis dengan sistem traceability digital ini menjadi contoh nyata transformasi digital pertanian Indonesia.
Sistem serupa ke depan akan diterapkan pula untuk produk kopi, cengkih, Teh dan pala dari Kerinci, sehingga seluruh komoditas dapat terhubung dalam satu ekosistem digital berstandar global.

Dengan dukungan platform QThink-X, ALKO berkomitmen mendukung regulasi internasional seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) dan kebijakan ketelusuran produk pangan global.
Hal ini akan memastikan bahwa rempah Indonesia tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena integritas dan tanggung jawab sosialnya.


Kampanye Global: Dari Kerinci untuk Dunia

Ekspor ini bukan akhir, tetapi awal dari gerakan besar. Melalui kampanye global bertajuk “Anything from Kerinci is an Export Quality Product”, ALKO ingin mengajak seluruh pihak — pemerintah, koperasi, dan masyarakat — untuk bersama-sama mempromosikan produk pertanian Kerinci ke dunia.

"Kami ingin setiap produk yang keluar dari Kerinci — baik kopi, kayu manis, maupun hasil bumi lainnya — diakui sebagai produk berkualitas ekspor yang membawa nama baik Indonesia dan ini sebagai satu branding produk Kerinci" ujar perwakilan ALKO.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi teknologi, Kerinci kembali menegaskan posisinya sebagai “Land of Spices and Sustainability” — tanah rempah yang menjaga harmoni antara manusia dan alam.


Tentang Koperasi ALKO

Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO) adalah koperasi berbasis petani di Kabupaten Kerinci, Jambi, yang berfokus pada pengembangan produk kopi dan rempah berkelanjutan. ALKO aktif mengekspor kopi specialty dan kayu manis ke berbagai negara, menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta sistem blockchain traceability untuk menjamin transparansi rantai pasok.


Kontak Media:
ALKO Sumatra Kopi
📞 +62 813 1234 5003
🌐 www.alko.id
📍 Kerinci, Jambi, Indonesia



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Kerinci, Jambi — Koperasi Alam Korintji (ALKO) Internasional kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan ekonomi berbasis anggota melalui penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tertutup Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di Kerinci, Jambi.Rapat strategis tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan pimpinan unit usaha dalam ekosistem ALKO, mulai dari Pembina Koperasi, Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, Manajer Operasional Koperasi, hingga seluruh pimpinan badan usaha yang berada di bawah naungan ekosistem ALKO.Turut hadir dalam rapat tersebut CEO ALKO Sumatra Kopi, CEO QThink-X, CEO Bank Sampah Prima Aro, CEO ALKO Academy, CEO ALKO Tourism Pesona, CEO Kahfi, serta para Kepala Kolektor Koperasi ALKO yang selama ini menjadi ujung tombak penguatan rantai pasok kopi di tingkat petani.RAT tertutup ini menjadi forum konsolidasi internal sekaligus persiapan menuju Rapat Anggota Tahunan Umum yang akan digelar pada Juli 2026, dengan agenda utama mengevaluasi capaian organisasi, memperkuat tata kelola koperasi, serta menyusun strategi pengembangan bisnis dan pemberdayaan anggota untuk tahun mendatang.Koperasi Bukan Sekadar Legalitas, tetapi Sebuah GerakanDalam sambutannya, pengurus koperasi kembali mengingatkan seluruh peserta mengenai visi besar Koperasi ALKO sebagai organisasi usaha sosial yang mengedepankan kemandirian ekonomi anggota melalui kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas.Di tengah perkembangan berbagai unit usaha yang semakin kompleks, pengurus menegaskan bahwa koperasi tetap menjadi pusat kendali dan ruh organisasi."Koperasi bagi kami bukan sekadar badan hukum atau legalitas usaha. Koperasi adalah gerakan. Koperasi adalah ruh dalam organisasi. Koperasi adalah sarana untuk menjalankan prinsip kemandirian ekonomi dan menjadi soko guru ekonomi masyarakat," demikian salah satu poin yang disampaikan dalam forum RAT.Pandangan tersebut menjadi landasan utama ALKO dalam membangun model kelembagaan yang berbeda dari kebanyakan organisasi bisnis pada umumnya.Di saat banyak koperasi hanya berfungsi sebagai wadah administratif, ALKO justru mengembangkan koperasi sebagai pusat pengambilan keputusan, pengawas ekosistem, sekaligus penggerak transformasi ekonomi anggota.Koperasi Sebagai Orkestrator EkosistemDalam evaluasi organisasi yang dipaparkan selama rapat, pengurus menegaskan bahwa posisi koperasi dalam ekosistem ALKO memiliki fungsi strategis sebagai orkestrator, instruktur, pengawas, sekaligus penjaga arah organisasi.Koperasi bertugas memastikan seluruh komponen dalam rantai bisnis berjalan sesuai prinsip tata kelola yang sehat dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.Model ini dirancang untuk menciptakan pembagian peran yang jelas antara anggota, kolektor, unit usaha, dan koperasi.Petani difokuskan sebagai produsen profesional yang bertanggung jawab menghasilkan produk berkualitas.Kolektor berperan sebagai penjaga mutu atau quality control tingkat pertama yang memastikan standar kualitas produk tetap terjaga sejak dari tingkat kebun.Sementara itu, unit-unit usaha di bawah ALKO menjalankan fungsi hilirisasi, pemasaran, perdagangan, dan ekspor secara profesional.Adapun koperasi bertindak sebagai pengawas sistem, pengendali arah kebijakan, sekaligus pemegang mandat anggota dalam memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara transparan dan akuntabel.Menurut pengurus, model tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi yang kini telah berkembang melampaui sektor kopi semata.Membangun Sistem Close Loop yang EksklusifSalah satu poin penting yang dibahas dalam RAT adalah penguatan sistem Close Loop Exclusive Ecosystem, sebuah model rantai pasok terintegrasi yang selama ini menjadi ciri khas pengembangan bisnis ALKO.Dalam sistem ini, setiap tahapan produksi hingga pemasaran berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung dan diawasi secara bersama.Pendekatan tersebut memungkinkan koperasi memiliki kendali lebih besar terhadap kualitas produk, transparansi transaksi, serta distribusi manfaat ekonomi kepada anggota.Melalui sistem ini, ALKO berhasil membangun rantai pasok kopi yang menghubungkan petani, kolektor, koperasi, eksportir, hingga pembeli internasional dalam satu sistem yang terkoneksi.Model tersebut juga didukung oleh platform digital QThink-X yang memungkinkan seluruh proses bisnis dapat ditelusuri secara transparan melalui sistem traceability berbasis blockchain.Pengurus menilai sistem ini menjadi salah satu kekuatan utama ALKO dalam menjawab tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan, keterlacakan produk, dan transparansi rantai pasok.Ke depan, model ini direncanakan untuk diperluas ke berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia bahkan ke sejumlah negara yang memiliki potensi kerja sama dengan ALKO.Dari Kopi ke Ekonomi HijauSelain membahas kinerja organisasi dan unit usaha, RAT juga menetapkan arah pengembangan bisnis koperasi untuk beberapa tahun mendatang.Jika sebelumnya fokus utama berada pada sektor kopi, kini ALKO mulai memperluas cakupan pengembangan ke berbagai sektor yang mendukung ekonomi berkelanjutan.Beberapa sektor prioritas yang menjadi fokus pengembangan antara lain:Penguatan bisnis kopi berbasis ekspor dan specialty coffeePengembangan ekowisata berbasis masyarakatPendidikan dan pelatihan petani melalui ALKO AcademyPengembangan ekonomi hijau berbasis karbonPengelolaan sampah dan ekonomi sirkularDigitalisasi koperasi dan inovasi teknologiPengembangan sistem Carbon DNA dan perdagangan karbonLangkah tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, dan ekonomi hijau.ALKO melihat bahwa masa depan pertanian tidak hanya bergantung pada produksi komoditas, tetapi juga pada kemampuan menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.Menyiapkan Koperasi Masa DepanDalam beberapa tahun terakhir, ALKO telah berkembang menjadi salah satu model koperasi modern yang mendapat perhatian berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, lembaga internasional, hingga mitra bisnis dari Jepang, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.Melalui unit-unit usaha yang terus berkembang, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai organisasi ekonomi anggota, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang menghubungkan petani dengan pasar global.Pengurus menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, penguatan tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi agenda utama organisasi."Kita ingin memastikan bahwa koperasi tetap menjadi pemilik arah, sementara unit usaha menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang profesional. Dengan demikian manfaat terbesar tetap kembali kepada anggota," ujar salah satu peserta rapat.Menuju RAT Umum Juli 2026RAT tertutup yang berlangsung pada 12 Juni ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan RAT Umum pada Juli 2026 yang akan melibatkan anggota koperasi secara lebih luas.Forum tersebut nantinya akan menjadi momentum untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, capaian usaha, rencana kerja, serta berbagai program strategis yang akan dijalankan pada periode berikutnya.Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, ALKO optimistis model koperasi berbasis kolaborasi, teknologi, dan keberlanjutan akan menjadi salah satu jawaban bagi penguatan ekonomi masyarakat di masa depan.Dengan semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama sejak awal berdiri, ALKO terus berupaya membuktikan bahwa koperasi bukan hanya warisan masa lalu, melainkan institusi masa depan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Selamat dan Sukses RAT Koperasi ALKO 2026.“Dari Petani, Oleh Petani, untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.”

Read More  

Admin Alko | 15/06/2026

KERINCI — ALKO Academy kembali menjadi pusat perhatian mitra internasional. Pada awal Juni 2026, delegasi dari Jepang yang terdiri dari perwakilan Resona Bank Tokyo dan Saka No Tochu tiba di Kerinci untuk melakukan kunjungan lapangan sekaligus evaluasi program kerja sama yang telah berjalan selama tiga tahun bersama Koperasi ALKO.Menariknya, kunjungan kali ini juga bertepatan dengan kedatangan seorang mahasiswa magang asal Paris, Prancis, yang akan mempelajari model pengembangan ekonomi berbasis kopi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan ALKO di Kabupaten Kerinci.Kehadiran tamu dari dua benua tersebut memperlihatkan bahwa praktik yang dibangun dari kawasan kaki Gunung Kerinci mulai menarik perhatian dunia sebagai contoh pengembangan komunitas berbasis pertanian berkelanjutan.Rombongan disambut di ALKO Academy, pusat pembelajaran yang selama ini menjadi ruang kolaborasi bagi petani, mahasiswa, peneliti, pelaku usaha, hingga mitra internasional yang ingin memahami ekosistem kopi Indonesia secara lebih mendalam.Menurut pihak ALKO, kunjungan tahun ini memiliki fokus yang lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain meninjau perkembangan program Carbon DNA dan pertanian berkelanjutan, delegasi juga akan mempelajari bagaimana koperasi mampu mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari produksi kopi, pendidikan petani, pengelolaan sampah, pemberdayaan perempuan, pengembangan anak muda, hingga transformasi digital berbasis blockchain.“Kerinci bukan hanya tentang kopi. Yang ingin kami tunjukkan adalah bagaimana sebuah komunitas desa dapat membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan petani, sekolah, perempuan, generasi muda, dan lingkungan dalam satu sistem yang saling terhubung,” ujar perwakilan ALKO.Selama berada di Kerinci, delegasi Jepang dijadwalkan mengunjungi kebun kopi anggota koperasi, fasilitas pengolahan pascapanen, pusat pengelolaan sampah, serta berbagai unit usaha yang berada dalam ekosistem ALKO.Mereka juga akan berdialog langsung dengan petani untuk melihat dampak penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.Sementara itu, mahasiswa magang dari Paris akan menjalani program pembelajaran lapangan yang berfokus pada model koperasi modern, pengembangan rantai pasok kopi, serta penerapan teknologi dalam pengelolaan usaha masyarakat.Program magang tersebut menjadi bagian dari semakin meningkatnya minat akademisi internasional terhadap praktik pembangunan desa yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.Dalam beberapa tahun terakhir, ALKO Academy memang berkembang menjadi ruang belajar terbuka yang menerima berbagai kunjungan dari universitas, lembaga riset, perusahaan, hingga organisasi internasional.Banyak pihak tertarik melihat bagaimana koperasi dapat bertransformasi dari sekadar lembaga ekonomi menjadi pusat inovasi yang mampu menciptakan berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat.Bagi Resona Bank dan Saka No Tochu, salah satu aspek yang paling menarik adalah kemampuan ALKO menghubungkan isu lingkungan dengan aktivitas ekonomi petani.Program Carbon DNA yang dikembangkan bersama menjadi contoh bagaimana praktik budidaya kopi dapat didokumentasikan, diukur, dan dikaitkan dengan manfaat ekonomi yang lebih luas.Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan arah pembangunan global yang kini semakin menekankan pentingnya transparansi, keberlanjutan, dan pengurangan emisi karbon.Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa magang dari Prancis menunjukkan bahwa isu keberlanjutan telah menjadi perhatian lintas negara dan lintas generasi.Banyak generasi muda di berbagai belahan dunia mulai mencari contoh nyata mengenai bagaimana komunitas lokal dapat menghadapi tantangan perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan transformasi pasar global.Kerinci, yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil kopi arabika berkualitas, kini mulai dikenal sebagai laboratorium sosial untuk berbagai praktik pembangunan berkelanjutan.Keberadaan ALKO Academy menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman lokal dengan kebutuhan pembelajaran global.Melalui kunjungan ini, para tamu tidak hanya belajar mengenai kopi, tetapi juga mengenai bagaimana masyarakat desa membangun masa depan melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong.Bagi ALKO, kedatangan mitra Jepang dan mahasiswa dari Prancis menjadi bukti bahwa praktik baik yang lahir dari desa memiliki nilai yang dapat dipelajari dunia.Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga ketahanan pangan, pengalaman petani Kerinci menunjukkan bahwa solusi tidak selalu lahir dari kota-kota besar atau pusat industri, melainkan dapat tumbuh dari kebun-kebun kopi yang dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.Kunjungan ini sekaligus mempertegas posisi ALKO Academy sebagai ruang pembelajaran internasional yang mempertemukan petani, akademisi, pelaku bisnis, dan generasi muda dalam membangun masa depan pertanian yang lebih inklusif, hijau, dan berdaya saing global.

Read More  

Admin Alko | 08/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.