KOPERASI KOPI ALAM KERINCI EKSPOR KULIT MANIS KE JEPANG MENGGUNAKAN SISTEM TRACEABILITY BLOCKCHAIN

Admin Alko |

KOPERASI KOPI ALAM KERINCI EKSPOR KULIT MANIS KE JEPANG MENGGUNAKAN SISTEM TRACEABILITY BLOCKCHAIN


Kerinci, Jambi – Oktober 2025.
Langkah bersejarah kembali tercipta di dataran tinggi Kerinci. Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO), yang selama ini dikenal sebagai pelopor ekspor kopi dan rempah berkelanjutan dari Sumatra, secara resmi melepas ekspor kulit manis (cinnamon) dalam bentuk Stik dan Bubuk ke Kobe, Jepang.
Yang membedakan ekspor kali ini dari pengiriman sebelumnya adalah penerapan teknologi traceability berbasis blockchain, bekerja sama dengan platform QThink-X, yang menjamin transparansi dan keaslian setiap produk hingga ke sumber kebun petani.

Pengiriman ini menjadi tonggak penting bagi petani dan pelaku koperasi di Kerinci karena menandai era baru ekspor rempah Indonesia yang lebih transparan, modern, dan berkelanjutan.


Kerinci: Dataran Tinggi Penghasil Rempah Dunia

Daerah Kerinci di Provinsi Jambi sudah dikenal selama berabad-abad sebagai penghasil kayu manis terbaik di dunia. Berada di kaki Gunung Kerinci yang menjulang setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut, tanah Kerinci merupakan jenis andisol vulkanik yang sangat subur. Kondisi tanah dan iklim inilah yang menjadikan wilayah ini sangat ideal untuk pertanian rempah seperti kayu manis, cengkih, Teh dan kopi.

Petani di Kerinci telah lama menerapkan sistem agroforestri alami sebagai Kearifan Lokal, di mana kayu manis tumbuh berdampingan dengan tanaman pangan dan kopi di bawah naungan pepohonan hutan. Pola ini bukan hanya menjaga keberlanjutan ekosistem, tetapi juga menjamin hasil bumi yang kaya aroma dan rasa alami.
Kayu manis Kerinci memiliki karakteristik khas — kulitnya tebal, aromanya kuat, dan rasanya manis lembut — yang menjadikannya favorit di pasar dunia, khususnya di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.



Dari Petani untuk Dunia: ALKO dan Jejak Ekspor Berkelanjutan

Sebagai koperasi yang menghimpun ratusan petani kopi dan rempah, Koperasi Alam Korintji terus memperkuat peran petani dalam rantai nilai global. Dalam beberapa tahun terakhir, Koperasi ALKO tidak hanya dikenal sebagai eksportir kopi specialty dari Kerinci, tetapi juga sebagai pelopor sistem perdagangan yang adil (fair trade) dan transparan.

Ekspor kayu manis ke Jepang kali ini menjadi bukti nyata bagaimana Koperasi ALKO bertransformasi menjadi pusat produksi rempah berstandar ekspor. Melalui kolaborasi dengan  PT. Krinci Agro Cinnamon dan mitra Kelompok Usaha Petani ICN Kerinci (Indonesian Coffee Nature), untuk memastikan setiap tahap produksi – mulai dari panen, pengeringan, hingga pengepakan – memenuhi standar internasional.

"Kami ingin menunjukkan bahwa petani Kerinci mampu menghasilkan produk berkualitas dunia dengan cara yang berkelanjutan dan transparan," ujar salah satu pengurus Koperasi. "Dengan bantuan teknologi blockchain, setiap produk kami bisa ditelusuri hingga ke petaninya."


Blockchain Traceability: Transparansi dari Kebun ke Konsumen

Salah satu inovasi terbesar dalam ekspor kali ini adalah penerapan QThink-X Traceability Apps, sebuah sistem berbasis blockchain yang memungkinkan setiap produk memiliki jejak digital yang tidak dapat diubah.

Melalui aplikasi ini, setiap batch kayu manis diberi kode QR unik. Ketika kode tersebut dipindai, pembeli atau konsumen di Jepang dapat melihat seluruh informasi rantai pasok — mulai dari:

  • Nama dan lokasi petani penghasil,
  • Koordinat kebun dan tanggal panen,
  • Proses pengeringan dan penyortiran,
  • Hingga tanggal dan pelabuhan ekspor.

Data tersebut tersimpan permanen di jaringan blockchain, menjamin transparansi, keaslian, dan keamanan data.
Sistem ini juga membantu pembeli internasional memastikan bahwa produk berasal dari lahan non-deforestasi dan diproduksi dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Menurut  koordinator lapangan koperasi ALKO untuk proyek traceability, “Dengan sistem ini, kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga kepercayaan. Pembeli di luar negeri bisa melihat langsung siapa petani di balik setiap batang kayu manis yang mereka nikmati.”


Jejak Keberlanjutan: Preserves Nature and Empowers People

ALKO dikenal memiliki slogan “Preserves Nature and Empowers People” — menjaga alam dan memberdayakan manusia. Prinsip ini diwujudkan dalam setiap kegiatan produksi dan ekspor.
Setiap kilogram kayu manis yang diekspor adalah hasil dari kerja keras petani yang menjaga kelestarian lingkungan, menanam kembali pohon baru setelah panen, dan mempraktikkan pertanian tanpa merusak hutan.

Dalam proses pengolahan ini menggunakan metode alami: pengeringan dilakukan dengan sinar matahari, tanpa bahan kimia tambahan, untuk mempertahankan aroma dan warna alami kayu manis.
Di sisi lain, koperasi juga membuat ruang pelatihan rutin kepada petani melalui ALKO Academy, mencakup manajemen kebun, sertifikasi organik, dan penggunaan aplikasi digital untuk pencatatan hasil panen.

Dengan dukungan mitra seperti Pembeli Jepang, program ini tidak hanya memperkuat ekonomi petani, tetapi juga mendorong Kerinci menjadi sentra rempah berkelanjutan yang diakui dunia.


Kolaborasi dan Dampak Sosial

Proyek ekspor ini melibatkan banyak pihak:

  • Petani, koperasi ALKO di berbagai desa seperti Gunung Tujuh, Lempur, Siulak dan Kayu Aro;
  • Tim teknis dari QThink-X yang membangun sistem blockchain traceability;
  • Mitra buyer di Jepang yang menjalin kontrak jangka panjang untuk pasokan berkelanjutan; serta
  • ALKO Academy dan tim sosial koperasi yang mengelola pelatihan, sertifikasi, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Dampak sosial dari program ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan petani karena mereka kini dapat menembus pasar ekspor dengan harga yang lebih adil. Selain itu, sistem traceability memastikan fair recognition bagi setiap petani — nama mereka tercatat dan diakui secara global.

Sebagian keuntungan dari ekspor juga dikembalikan kepada masyarakat melalui program Petani Peduli Kerinci Bersih, yaitu kegiatan bersih gunung tukar 1kg sampah gunung dengan 1pcs kopi, penghijauan, dan edukasi lingkungan yang rutin dilakukan bersama sekolah dan komunitas lokal dan di suport oleh mitra pembeli dan Lembaga dari Jepang.


Menuju Masa Depan Rempah Digital Indonesia

Langkah Koperasi ALKO mengekspor kulit manis dengan sistem traceability digital ini menjadi contoh nyata transformasi digital pertanian Indonesia.
Sistem serupa ke depan akan diterapkan pula untuk produk kopi, cengkih, Teh dan pala dari Kerinci, sehingga seluruh komoditas dapat terhubung dalam satu ekosistem digital berstandar global.

Dengan dukungan platform QThink-X, ALKO berkomitmen mendukung regulasi internasional seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) dan kebijakan ketelusuran produk pangan global.
Hal ini akan memastikan bahwa rempah Indonesia tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena integritas dan tanggung jawab sosialnya.


Kampanye Global: Dari Kerinci untuk Dunia

Ekspor ini bukan akhir, tetapi awal dari gerakan besar. Melalui kampanye global bertajuk “Anything from Kerinci is an Export Quality Product”, ALKO ingin mengajak seluruh pihak — pemerintah, koperasi, dan masyarakat — untuk bersama-sama mempromosikan produk pertanian Kerinci ke dunia.

"Kami ingin setiap produk yang keluar dari Kerinci — baik kopi, kayu manis, maupun hasil bumi lainnya — diakui sebagai produk berkualitas ekspor yang membawa nama baik Indonesia dan ini sebagai satu branding produk Kerinci" ujar perwakilan ALKO.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi teknologi, Kerinci kembali menegaskan posisinya sebagai “Land of Spices and Sustainability” — tanah rempah yang menjaga harmoni antara manusia dan alam.


Tentang Koperasi ALKO

Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO) adalah koperasi berbasis petani di Kabupaten Kerinci, Jambi, yang berfokus pada pengembangan produk kopi dan rempah berkelanjutan. ALKO aktif mengekspor kopi specialty dan kayu manis ke berbagai negara, menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta sistem blockchain traceability untuk menjamin transparansi rantai pasok.


Kontak Media:
ALKO Sumatra Kopi
📞 +62 813 1234 5003
🌐 www.alko.id
📍 Kerinci, Jambi, Indonesia



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.