KOPERASI KOPI ALAM KERINCI EKSPOR KULIT MANIS KE JEPANG MENGGUNAKAN SISTEM TRACEABILITY BLOCKCHAIN

Admin Alko | 19/10/2025


Kerinci, Jambi – Oktober 2025.
Langkah bersejarah kembali tercipta di dataran tinggi Kerinci. Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO), yang selama ini dikenal sebagai pelopor ekspor kopi dan rempah berkelanjutan dari Sumatra, secara resmi melepas ekspor kulit manis (cinnamon) dalam bentuk Stik dan Bubuk ke Kobe, Jepang.
Yang membedakan ekspor kali ini dari pengiriman sebelumnya adalah penerapan teknologi traceability berbasis blockchain, bekerja sama dengan platform QThink-X, yang menjamin transparansi dan keaslian setiap produk hingga ke sumber kebun petani.

Pengiriman ini menjadi tonggak penting bagi petani dan pelaku koperasi di Kerinci karena menandai era baru ekspor rempah Indonesia yang lebih transparan, modern, dan berkelanjutan.


Kerinci: Dataran Tinggi Penghasil Rempah Dunia

Daerah Kerinci di Provinsi Jambi sudah dikenal selama berabad-abad sebagai penghasil kayu manis terbaik di dunia. Berada di kaki Gunung Kerinci yang menjulang setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut, tanah Kerinci merupakan jenis andisol vulkanik yang sangat subur. Kondisi tanah dan iklim inilah yang menjadikan wilayah ini sangat ideal untuk pertanian rempah seperti kayu manis, cengkih, Teh dan kopi.

Petani di Kerinci telah lama menerapkan sistem agroforestri alami sebagai Kearifan Lokal, di mana kayu manis tumbuh berdampingan dengan tanaman pangan dan kopi di bawah naungan pepohonan hutan. Pola ini bukan hanya menjaga keberlanjutan ekosistem, tetapi juga menjamin hasil bumi yang kaya aroma dan rasa alami.
Kayu manis Kerinci memiliki karakteristik khas — kulitnya tebal, aromanya kuat, dan rasanya manis lembut — yang menjadikannya favorit di pasar dunia, khususnya di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.



Dari Petani untuk Dunia: ALKO dan Jejak Ekspor Berkelanjutan

Sebagai koperasi yang menghimpun ratusan petani kopi dan rempah, Koperasi Alam Korintji terus memperkuat peran petani dalam rantai nilai global. Dalam beberapa tahun terakhir, Koperasi ALKO tidak hanya dikenal sebagai eksportir kopi specialty dari Kerinci, tetapi juga sebagai pelopor sistem perdagangan yang adil (fair trade) dan transparan.

Ekspor kayu manis ke Jepang kali ini menjadi bukti nyata bagaimana Koperasi ALKO bertransformasi menjadi pusat produksi rempah berstandar ekspor. Melalui kolaborasi dengan  PT. Krinci Agro Cinnamon dan mitra Kelompok Usaha Petani ICN Kerinci (Indonesian Coffee Nature), untuk memastikan setiap tahap produksi – mulai dari panen, pengeringan, hingga pengepakan – memenuhi standar internasional.

"Kami ingin menunjukkan bahwa petani Kerinci mampu menghasilkan produk berkualitas dunia dengan cara yang berkelanjutan dan transparan," ujar salah satu pengurus Koperasi. "Dengan bantuan teknologi blockchain, setiap produk kami bisa ditelusuri hingga ke petaninya."


Blockchain Traceability: Transparansi dari Kebun ke Konsumen

Salah satu inovasi terbesar dalam ekspor kali ini adalah penerapan QThink-X Traceability Apps, sebuah sistem berbasis blockchain yang memungkinkan setiap produk memiliki jejak digital yang tidak dapat diubah.

Melalui aplikasi ini, setiap batch kayu manis diberi kode QR unik. Ketika kode tersebut dipindai, pembeli atau konsumen di Jepang dapat melihat seluruh informasi rantai pasok — mulai dari:

  • Nama dan lokasi petani penghasil,
  • Koordinat kebun dan tanggal panen,
  • Proses pengeringan dan penyortiran,
  • Hingga tanggal dan pelabuhan ekspor.

Data tersebut tersimpan permanen di jaringan blockchain, menjamin transparansi, keaslian, dan keamanan data.
Sistem ini juga membantu pembeli internasional memastikan bahwa produk berasal dari lahan non-deforestasi dan diproduksi dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Menurut  koordinator lapangan koperasi ALKO untuk proyek traceability, “Dengan sistem ini, kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga kepercayaan. Pembeli di luar negeri bisa melihat langsung siapa petani di balik setiap batang kayu manis yang mereka nikmati.”


Jejak Keberlanjutan: Preserves Nature and Empowers People

ALKO dikenal memiliki slogan “Preserves Nature and Empowers People” — menjaga alam dan memberdayakan manusia. Prinsip ini diwujudkan dalam setiap kegiatan produksi dan ekspor.
Setiap kilogram kayu manis yang diekspor adalah hasil dari kerja keras petani yang menjaga kelestarian lingkungan, menanam kembali pohon baru setelah panen, dan mempraktikkan pertanian tanpa merusak hutan.

Dalam proses pengolahan ini menggunakan metode alami: pengeringan dilakukan dengan sinar matahari, tanpa bahan kimia tambahan, untuk mempertahankan aroma dan warna alami kayu manis.
Di sisi lain, koperasi juga membuat ruang pelatihan rutin kepada petani melalui ALKO Academy, mencakup manajemen kebun, sertifikasi organik, dan penggunaan aplikasi digital untuk pencatatan hasil panen.

Dengan dukungan mitra seperti Pembeli Jepang, program ini tidak hanya memperkuat ekonomi petani, tetapi juga mendorong Kerinci menjadi sentra rempah berkelanjutan yang diakui dunia.


Kolaborasi dan Dampak Sosial

Proyek ekspor ini melibatkan banyak pihak:

  • Petani, koperasi ALKO di berbagai desa seperti Gunung Tujuh, Lempur, Siulak dan Kayu Aro;
  • Tim teknis dari QThink-X yang membangun sistem blockchain traceability;
  • Mitra buyer di Jepang yang menjalin kontrak jangka panjang untuk pasokan berkelanjutan; serta
  • ALKO Academy dan tim sosial koperasi yang mengelola pelatihan, sertifikasi, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Dampak sosial dari program ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan petani karena mereka kini dapat menembus pasar ekspor dengan harga yang lebih adil. Selain itu, sistem traceability memastikan fair recognition bagi setiap petani — nama mereka tercatat dan diakui secara global.

Sebagian keuntungan dari ekspor juga dikembalikan kepada masyarakat melalui program Petani Peduli Kerinci Bersih, yaitu kegiatan bersih gunung tukar 1kg sampah gunung dengan 1pcs kopi, penghijauan, dan edukasi lingkungan yang rutin dilakukan bersama sekolah dan komunitas lokal dan di suport oleh mitra pembeli dan Lembaga dari Jepang.


Menuju Masa Depan Rempah Digital Indonesia

Langkah Koperasi ALKO mengekspor kulit manis dengan sistem traceability digital ini menjadi contoh nyata transformasi digital pertanian Indonesia.
Sistem serupa ke depan akan diterapkan pula untuk produk kopi, cengkih, Teh dan pala dari Kerinci, sehingga seluruh komoditas dapat terhubung dalam satu ekosistem digital berstandar global.

Dengan dukungan platform QThink-X, ALKO berkomitmen mendukung regulasi internasional seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) dan kebijakan ketelusuran produk pangan global.
Hal ini akan memastikan bahwa rempah Indonesia tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena integritas dan tanggung jawab sosialnya.


Kampanye Global: Dari Kerinci untuk Dunia

Ekspor ini bukan akhir, tetapi awal dari gerakan besar. Melalui kampanye global bertajuk “Anything from Kerinci is an Export Quality Product”, ALKO ingin mengajak seluruh pihak — pemerintah, koperasi, dan masyarakat — untuk bersama-sama mempromosikan produk pertanian Kerinci ke dunia.

"Kami ingin setiap produk yang keluar dari Kerinci — baik kopi, kayu manis, maupun hasil bumi lainnya — diakui sebagai produk berkualitas ekspor yang membawa nama baik Indonesia dan ini sebagai satu branding produk Kerinci" ujar perwakilan ALKO.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi teknologi, Kerinci kembali menegaskan posisinya sebagai “Land of Spices and Sustainability” — tanah rempah yang menjaga harmoni antara manusia dan alam.


Tentang Koperasi ALKO

Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO) adalah koperasi berbasis petani di Kabupaten Kerinci, Jambi, yang berfokus pada pengembangan produk kopi dan rempah berkelanjutan. ALKO aktif mengekspor kopi specialty dan kayu manis ke berbagai negara, menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta sistem blockchain traceability untuk menjamin transparansi rantai pasok.


Kontak Media:
ALKO Sumatra Kopi
📞 +62 813 1234 5003
🌐 www.alko.id
📍 Kerinci, Jambi, Indonesia



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kerja Sama Internasional Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan, Buka Peluang Ekspor Multi-Komoditas dari KerinciKERINCI, 18 Juli 2026 – Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Capulus Bean (Private) Limited, perusahaan perdagangan komoditas asal Pakistan, dalam sebuah seremoni yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak baru kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan, khususnya dalam pengembangan rantai pasok kopi premium yang mengedepankan traceability, keberlanjutan, dan pemberdayaan petani. Tidak hanya berorientasi pada transaksi dagang, kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem perdagangan jangka panjang yang memberikan nilai tambah langsung kepada petani.MoU ditandatangani oleh Suryono, mewakili Koperasi ALKO dan PT ALKO Sumatra Kopi, serta Ameer Khurram Rathore, Chief Operating Officer Capulus Bean (Private) Limited.Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan perdagangan kopi dan komoditas unggulan lainnya, pembangunan jaringan distribusi menuju Pakistan, pertukaran informasi pasar, pengembangan sistem rantai pasok berstandar internasional, serta kolaborasi investasi untuk memperkuat perdagangan kedua negara.Dari Green Bean Menuju Ekosistem BerkelanjutanDuta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengatakan kunjungan ke Kerinci mengubah perspektifnya mengenai industri kopi Indonesia.Menurutnya, ALKO tidak sekadar menjual kopi, tetapi membangun sebuah ekosistem bisnis yang terintegrasi dari petani hingga pasar internasional."Sebelum datang ke Kerinci, kami berpikir kerja sama ini hanya tentang kopi. Namun setelah melihat langsung ALKO, kami menemukan sesuatu yang lebih besar. Yang dibangun bukan hanya perdagangan green bean, tetapi sebuah ekosistem yang menggabungkan keberlanjutan, pemberdayaan petani, inovasi, dan sistem traceability. Karena itu kami melihat peluang kerja sama tidak hanya pada kopi, tetapi juga berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya."Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan dagang Indonesia–Pakistan berpotensi berkembang ke sektor pertanian yang lebih luas, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan Pakistan terhadap produk pangan dan komoditas tropis berkualitas.Pakistan Menjadi Hub Baru PerdaganganDalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat menjadikan Pakistan sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi produk-produk ALKO menuju kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.Capulus Bean akan berperan sebagai mitra distribusi sekaligus pengembang pasar, sementara ALKO bertanggung jawab menjaga kontinuitas pasokan, kualitas produk, dan sistem ketertelusuran yang menjadi standar utama pembeli internasional.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas pasar ekspor."Kami tidak mencari pembeli yang hanya datang membeli satu kontainer, tetapi mitra yang memiliki visi membangun pasar bersama. Karena itu kerja sama ini disusun dalam kerangka jangka panjang sehingga petani memperoleh kepastian pasar sekaligus kepastian harga."Menurutnya, model bisnis ALKO dibangun dengan prinsip bahwa peningkatan ekspor harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.Traceability Menjadi Nilai TambahDirektur International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menarik perhatian mitra Pakistan adalah sistem blockchain traceability yang telah diterapkan ALKO.Melalui platform digital Qthink-X, seluruh rantai pasok dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses panen, pascapanen, hingga pengiriman ke negara tujuan.Menurut Pebriyansah, pendekatan tersebut kini menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan global."Buyer internasional saat ini tidak lagi hanya membeli kopi berkualitas. Mereka membutuhkan transparansi, data, dan kepastian bahwa produk dihasilkan melalui praktik yang berkelanjutan. Sistem traceability yang kami bangun menjadi jembatan kepercayaan antara petani di Kerinci dengan konsumen dunia."Ia menambahkan, kerja sama dengan Pakistan menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian mampu membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau.Momentum Baru Diplomasi EkonomiKunjungan Duta Besar Pakistan beserta delegasi bisnis merupakan bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan yang telah terjalin selama puluhan tahun.Dalam beberapa hari kunjungannya di Kerinci, delegasi melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari mengunjungi kebun kopi anggota ALKO, melihat proses budidaya agroforestri, mempelajari sistem pengolahan kopi, mengikuti sesi cupping, hingga berdiskusi mengenai penerapan teknologi blockchain dan keberlanjutan.Kehadiran langsung Duta Besar dinilai memberikan sinyal kuat bahwa hubungan perdagangan kedua negara kini semakin diarahkan pada kemitraan antarlembaga dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan antarpemerintah.Menuju Perdagangan Multi-KomoditasSelain kopi specialty, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama untuk berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya.Menurut ALKO, model bisnis yang dikembangkan memungkinkan berbagai komoditas pertanian dipasarkan melalui sistem yang sama, yakni berbasis kualitas, keberlanjutan, dan ketertelusuran.Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Pakistan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi produk-produk pertanian bernilai tambah lainnya.Bagi ALKO, penandatanganan MoU ini menjadi lebih dari sekadar dokumen kerja sama. Kesepakatan tersebut merupakan fondasi bagi pembangunan koridor perdagangan baru antara Kerinci dan Pakistan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok produk pertanian premium yang mampu memenuhi tuntutan pasar global melalui inovasi, teknologi, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.