KOPERASI ALKO KERINCI DAN DONOR JEPANG KEMBANGKAN MODEL PERTANIAN RENDAH KARBON: DARI KULIT MANIS HINGGA KOPI RAMAH IKLIM

Admin Alko |

KOPERASI ALKO KERINCI DAN DONOR JEPANG KEMBANGKAN MODEL PERTANIAN RENDAH KARBON: DARI KULIT MANIS HINGGA KOPI RAMAH IKLIM


Kerinci, Jambi –20 Oktober 2025.
Langkah besar menuju pertanian berkelanjutan dan ekonomi hijau kembali lahir dari lereng Gunung Kerinci. Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO) bersama mitra Jepang, Saka no Tochu Co., Ltd, mendapat dukungan pemerintah Jepang melalui Ministry of Economy, Trade and Industry (Japanese Government) - METI (kementrian Perdaganagn Jepang) meluncurkan studi kelayakan dekarbonisasi rantai pasok kopi dan rempah di Kabupaten Kerinci, Jambi yang bertempat di Koperasi Alam Korintji.
Acara peluncuran resmi ini dihadiri langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi ,S.Sos,.M.Si, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya menjadikan Kerinci sebagai sentra “Kopi Ramah Karbon” pertama di Indonesia.

Kegiatan ini sekaligus menandai pengiriman ekspor kulit manis (cinnamon) dari Kerinci ke Kobe, Jepang, menggunakan sistem traceability berbasis blockchain yang transparan dan berorientasi pada pengurangan emisi karbon.


KOMITMEN PEMERINTAH DAERAH: KERINCI MENUJU SENTRA PERTANIAN BERKELANJUTAN

Dalam sambutannya, Bupati Kerinci, Monadi, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi oleh Koperasi ALKO bersama mitra internasional. Beliau menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi pengembangan ekonomi daerah dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami menginginkan agar kegiatan ini dapat memberikan dukungan nyata bagi peningkatan nilai tambah kopi Kerinci yang sudah dikenal luas, serta mendorong studi-studi serupa agar terus berkembang,” ujar Bupati Kerinci.
“Kami juga mendorong kerja sama dengan universitas agar mampu menghasilkan benih asli Kerinci yang unggul dan sesuai karakter wilayah kita.”

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mendukung langkah-langkah yang dilakukan ALKO dalam membangun sistem pertanian berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi ekspor, tetapi juga melindungi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani.


DONOR JEPANG DUKUNG LABEL “KOPI KERINCI RAMAH KARBON”

Perwakilan peneliti dari Saka no Tochu Co., Ltd, dan Ministry of Economy, Trade and Industry (Japanese Government) - METI selaku donor utama proyek ini, menyampaikan bahwa Jepang memiliki perhatian besar terhadap isu perubahan iklim dan ketelusuran produk pertanian dari negara produsen.

“Kami berharap studi ini dapat membantu meningkatkan nilai tambah bagi petani melalui penerapan teknologi hijau dan penilaian emisi karbon di setiap tahap produksi,”  ujar Yukiko Isayama perwakilan Saka no Tochu.
“Kami mendukung agar Kerinci dapat mengembangkan label ‘Kopi Kerinci Ramah Karbon’, yang menjadi simbol bahwa setiap biji kopi dan rempah yang dihasilkan di sini diproduksi secara bertanggung jawab terhadap bumi.”

Inisiatif ini menjadi bagian dari program Green Transformation (GX) Model, yaitu proyek lintas negara untuk mengurangi emisi karbon dalam rantai pasok kopi di Papua Nugini, Thailand, dan Indonesia. ALKO ditunjuk sebagai mitra pelaksana utama di Indonesia karena rekam jejaknya dalam ekspor kopi dan rempah berkelanjutan.


STUDI KELAYAKAN DEKARBONISASI: MENGUKUR JEJAK KARBON DARI KEBUN KE CANGKIR


Tujuan utama studi kelayakan ini adalah untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang peran sektor pertanian kopi dan rempah dalam pengurangan emisi karbon.
Melalui pendekatan ilmiah berbasis Life Cycle Assessment (LCA), proyek ini akan memetakan sumber-sumber emisi pada setiap tahapan rantai pasok – mulai dari budidaya, pengolahan, transportasi, hingga penjualan.

Harapannya, studi ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk petani agar produktivitas meningkat sekaligus menekan emisi.
Selain itu, hasil penelitian ini juga akan membantu merumuskan model pertanian karbon positif, di mana lahan pertanian tidak hanya menghasilkan komoditas ekonomi tetapi juga menyerap karbon dari atmosfer.


INOVASI TEKNOLOGI: BLOCKCHAIN UNTUK KETELUSURAN DAN EMISI RENDAH

Dalam kegiatan ekspor kulit manis ke Jepang, Koperasi ALKO telah menerapkan sistem traceability digital berbasis blockchain melalui aplikasi QThink-X.
Setiap batch kulit manis yang dikirim kini dilengkapi dengan kode QR unik berisi informasi detail tentang petani, lokasi kebun, waktu panen, proses pengeringan, serta estimasi emisi karbon yang dihasilkan.

Teknologi ini memungkinkan pembeli di luar negeri menelusuri jejak produk secara transparan dan memastikan bahwa kulit manis Kerinci diproduksi dari lahan bebas deforestasi serta menggunakan praktik ramah lingkungan.
Selain itu, data digital yang tercatat di blockchain menjadi dasar untuk menghitung jejak karbon (carbon footprint) secara akurat.


AGROFORESTRI DAN BIOCHAR: PENYERAPAN KARBON DARI ALAM KERINCI

ALKO dan para petani anggota telah lama menerapkan sistem agroforestri alami, yaitu pola tanam campuran antara kayu manis, kopi, dan tanaman keras lain di bawah naungan pohon hutan.
Sistem ini tidak hanya menjaga ekosistem tanah, tetapi juga meningkatkan penyerapan karbon di tanah (soil carbon sequestration).
Setiap pohon kayu manis dewasa di perkebunan Kerinci dapat menyerap  karbon per tahunnya, menjadikan praktik ini sebagai solusi nyata mitigasi iklim.

Selain itu, ALKO tengah menguji penerapan biochar, yaitu arang hayati hasil pembakaran limbah organik pada suhu rendah yang mampu menyimpan karbon dalam tanah selama puluhan tahun.
Kedua pendekatan ini berkontribusi langsung pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GHG) di sektor pertanian.


EUDR DAN TRANSPARANSI GLOBAL

Langkah dekarbonisasi ini juga memperkuat posisi Kerinci di pasar global yang semakin ketat terhadap regulasi keberlanjutan.
Kegiatan produksi ALKO telah diverifikasi melalui Dimitra.io Due Diligence Report dan dinyatakan bebas deforestasi (Zero or Negligible Deforestation Risk) pada area seluas 10,17 hektare di Kabupaten Kerinci.
Kepatuhan terhadap European Union Deforestation Regulation (EUDR) menjadi bukti bahwa Kerinci siap bersaing di pasar dunia dengan standar keberlanjutan yang tinggi.


JADWAL IMPLEMENTASI PROYEK GX

Proyek GX Model dijalankan dengan tahapan terukur selama satu tahun:

  • September 2025: Persiapan survei lapangan dan koordinasi dengan lembaga pemerintah serta koperasi mitra.

  • Oktober–November 2025: Pelaksanaan survei lapangan di Indonesia, Papua Nugini, dan Thailand.

  • Desember 2025: Analisis rantai pasok dan penghitungan awal emisi karbon (LCA).

  • Januari–Februari 2026: Penyusunan model GX dan desain teknis proyek percontohan.

  • Maret–Mei 2026: Pelaksanaan uji coba teknologi hijau, seperti biochar, agroforestri, dan green logistics.

  • Juni–Agustus 2026: Pemantauan, penghitungan pengurangan emisi, serta penyusunan laporan hasil proyek dan rencana kelanjutan.

Melalui jadwal ini, proyek diharapkan melahirkan model rantai pasok kopi dan rempah rendah karbon yang dapat direplikasi di seluruh wilayah Asia Tenggara.


DAMPAK BAGI PETANI DAN PEREKONOMIAN LOKAL

Implementasi sistem dekarbonisasi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga langsung meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan adanya sistem traceability dan transparansi, harga kulit manis dan kopi Kerinci meningkat 15 hingga 20 persen, karena pasar internasional memberikan nilai tambah bagi produk berlabel ramah karbon.

Petani juga mendapat manfaat dari pelatihan yang diselenggarakan oleh ALKO Academy, yang mencakup pencatatan digital hasil panen, perhitungan emisi, penggunaan pupuk organik, dan teknik konservasi tanah.
Selain itu, petani kini mulai memahami bahwa setiap praktik ramah lingkungan berpotensi menghasilkan insentif karbon (carbon credit) yang dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi tambahan.


VISI: KERINCI SEBAGAI MODEL PERTANIAN KARBON POSITIF

Koperasi ALKO menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kerinci sebagai model pertanian karbon positif pertama di Indonesia — di mana setiap ton hasil bumi yang dihasilkan mampu menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskan.
Prinsip ini sejalan dengan semangat koperasi: Preserves Nature and Empowers People — menjaga alam sambil memberdayakan manusia.

“Transformasi hijau bukan hanya soal teknologi,” ungkap perwakilan ALKO.
“Ini adalah perubahan budaya dan cara berpikir. Petani kita tidak sekadar menanam untuk hidup, tetapi juga untuk melindungi bumi.”


MENUJU LABEL “KOPI KERINCI RAMAH KARBON”

Melalui kerja sama dengan mitra Jepang dan dukungan pemerintah daerah, ALKO sedang menyiapkan peluncuran label “Kopi Kerinci Ramah Karbon” sebagai identitas baru kopi dari dataran tinggi Sumatra.
Label ini akan menjamin bahwa setiap produk kopi Kerinci diproduksi melalui proses rendah emisi, bebas deforestasi, dan sesuai dengan prinsip perdagangan adil (fair trade).

Label tersebut juga diharapkan menjadi nilai tambah ekonomi bagi petani sekaligus membuka akses pasar premium di Jepang dan Eropa yang kini memprioritaskan produk hijau.


DARI KERINCI UNTUK DUNIA

Dari dataran tinggi di kaki Gunung Kerinci, aroma kulit manis dan kopi kini membawa pesan baru bagi dunia: Indonesia siap memimpin transformasi hijau di sektor pertanian.
Koperasi ALKO bersama pemerintah daerah, universitas, dan mitra internasional menunjukkan bahwa dekarbonisasi bukan sekadar konsep, tetapi bisa diterapkan secara nyata oleh petani kecil.

Melalui sinergi ini, Kerinci menegaskan dirinya sebagai “Land of Spices and Sustainability” — tanah rempah yang menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan masa depan.


Tentang Koperasi ALKO

Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO) adalah koperasi petani berbasis di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia, yang berfokus pada pengembangan kopi dan rempah berkelanjutan.
ALKO aktif mengekspor kopi specialty dan kulit manis ke berbagai negara dengan menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta sistem blockchain traceability.

Kontak Media:
ALKO Sumatra Kopi – Kerinci, Jambi, Indonesia
www.alko.id
+62 813 1234 5003



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | www.qthinkx.io| trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.