Jejak Kopi Sumatera: Dari Lereng Gunung Hingga Cangkir Dunia

Admin Alko |

Jejak Kopi Sumatera: Dari Lereng Gunung Hingga Cangkir Dunia


Kopi bukan sekadar minuman. Ia adalah kisah panjang tentang tanah, manusia, dan budaya. Di Sumatera, kopi telah menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat sejak berabad-abad lalu. Dari lereng-lereng gunung yang hijau di Aceh, Mandailing, hingga Kerinci, kopi tumbuh subur dengan karakter rasa yang khas, unik, dan tak tergantikan. Tidak heran jika kopi Sumatera dikenal sebagai salah satu primadona dunia, disejajarkan dengan kopi dari Amerika Latin dan Afrika.

Namun, di balik setiap tegukan kopi Sumatera yang harum, terdapat perjalanan panjang: dari petani yang merawat pohon kopi dengan penuh kesabaran, hingga eksportir yang mengantarkan biji kopi ke berbagai penjuru dunia. Tulisan ini mengupas jejak kopi Sumatera—sebuah perjalanan budaya, ekonomi, dan diplomasi yang menjadikan komoditas ini sebagai ikon kebanggaan Indonesia.


Sejarah Kopi di Sumatera

Kopi pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-17 melalui VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Dari Batavia, biji kopi kemudian menyebar ke berbagai daerah termasuk Sumatera. Catatan sejarah menyebutkan bahwa kopi mulai ditanam di daerah Minangkabau dan Mandailing sejak abad ke-18, lalu berkembang ke Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.

Khususnya di Aceh, kopi Arabika Gayo dikenal sebagai salah satu kopi terbaik dunia. Sementara itu, Mandailing di Sumatera Utara melahirkan kopi dengan profil rasa berat dan pekat yang khas. Kerinci di Sumatera Barat juga kini naik daun sebagai salah satu penghasil kopi berkualitas premium dengan citarasa kompleks.

Perjalanan panjang ini membuktikan bahwa kopi di Sumatera bukan hanya hasil pertanian, tetapi juga bagian dari sejarah interaksi global: perdagangan internasional, kolonialisme, hingga diplomasi budaya.


Kopi dan Identitas Sosial Budaya

Bagi masyarakat Sumatera, kopi bukan sekadar komoditas ekonomi. Ia melekat erat dalam kehidupan sosial dan budaya.

  • Di Gayo, Aceh: kopi menjadi simbol keramahan. Setiap tamu yang datang disambut dengan secangkir kopi.

  • Di Mandailing: kopi adalah identitas, bahkan “Kopi Mandailing” sudah menjadi brand internasional meski sering kali disalahgunakan oleh perusahaan asing.

  • Di Kerinci, Sumatera Barat: kopi menjadi bagian dari perjuangan masyarakat menjaga hutan. Petani kopi di sana menerapkan praktik agroforestri untuk melindungi ekosistem Taman Nasional Kerinci Seblat.

Budaya minum kopi di Sumatera pun khas. Warung kopi bukan hanya tempat bersantai, tetapi juga ruang sosial untuk bertukar pikiran, berdiskusi politik, hingga merancang masa depan komunitas.


Karakter Kopi Sumatera

Kopi Sumatera dikenal dunia dengan profil rasa yang unik: body tebal, acidity rendah, dan aroma rempah yang kuat. Beberapa karakter utama:

  1. Kopi Gayo (Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues)

    • Profil rasa: herbal, spicy, earthy, dengan aftertaste manis.

    • Sertifikasi: Fair Trade dan Organik, salah satu kopi terpopuler di pasar Eropa dan Amerika.

  2. Kopi Mandailing (Sumatera Utara)

    • Profil rasa: bold, cokelat, dan rempah.

    • Sering dijuluki sebagai “champagne of coffees” karena kompleksitasnya.

  3. Kopi Kerinci (Sumatera Barat, Jambi)

    • Profil rasa: fruity, floral, dengan sentuhan citrus.

    • Sering diproses dengan metode modern (natural, honey, anaerobic fermentation).

  4. Kopi Lintong (Sumatera Utara)

    • Profil rasa: earthy, nutty, dan sedikit floral.

    • Populer di Jepang dan Amerika.

Kekuatan karakter inilah yang membuat kopi Sumatera dicari oleh para roaster internasional, baik untuk dijadikan single origin maupun blending.


Kopi Sebagai Motor Ekonomi Rakyat

Kopi adalah salah satu tulang punggung perekonomian Sumatera. Jutaan petani bergantung pada kopi sebagai sumber penghidupan.

  • Aceh: lebih dari 90 ribu hektar lahan kopi dengan ratusan ribu petani.

  • Sumatera Utara: kopi Mandailing dan Lintong menghidupi puluhan ribu keluarga.

  • Kerinci dan Sumatera Barat: kopi kini menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor.

Selain membuka lapangan kerja, kopi juga menggerakkan rantai ekonomi panjang: pengumpul, koperasi, prosesor, eksportir, hingga barista. Bahkan, kopi juga menjadi sumber devisa negara dengan kontribusi ekspor yang terus meningkat.


Diplomasi Kopi: Dari Sumatera ke Dunia

Kopi Sumatera bukan hanya hadir di meja kafe kecil di Medan, Banda Aceh, atau Padang. Ia juga hadir di kedai-kedai ternama dunia, dari Starbucks hingga roaster independen di Eropa dan Amerika.

  • Kopi Gayo pernah dipilih oleh Starbucks sebagai salah satu varian unggulan dengan label “Gayo Sumatra.”

  • Kopi Mandailing menjadi primadona di Jepang, dengan permintaan stabil selama puluhan tahun.

  • Kopi Kerinci kini mulai dikenal di pasar specialty coffee dunia, terutama di Eropa.

Melalui kopi, Sumatera melakukan diplomasi budaya dan ekonomi. Setiap biji kopi yang diekspor membawa cerita tentang tanah, petani, dan budaya Sumatera.


Nilai Implementasi Kopi Digitalisasi dan Blockchain

Di era modern, kopi Sumatera mulai memasuki babak baru dengan digitalisasi. Platform seperti Qhiting-X dan sistem berbasis blockchain mulai digunakan untuk:

  1. Transparansi Rantai Pasok
    Konsumen dapat menelusuri asal-usul kopi hingga ke petani. Ini menambah kepercayaan dan meningkatkan nilai jual.

  2. Peningkatan Pendapatan Petani
    Dengan data yang jelas, petani dapat memperoleh harga yang lebih adil tanpa terlalu bergantung pada tengkulak.

  3. Akses Pasar Global
    Sistem digital membuka jalan lebih luas bagi kopi Sumatera untuk masuk ke pasar internasional dengan standar yang lebih ketat (EUDR, traceability, fair trade).

  4. Branding Daerah
    Setiap origin kopi Sumatera dapat membangun citra yang lebih kuat di pasar global dengan data yang akurat.

Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kopi Sumatera yang telah mendunia harus memastikan keberlanjutan dan transparansi untuk terus bersaing.


Nilai Kopi dalam Lingkungan dan Keberlanjutan

Kopi Sumatera juga menjadi benteng terakhir dalam menjaga ekosistem hutan. Banyak kebun kopi ditanam dengan pola agroforestri—pohon kopi tumbuh berdampingan dengan pohon pelindung lain. Hal ini:

  • Mengurangi risiko deforestasi.

  • Menjaga keanekaragaman hayati.

  • Memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan lingkungan.

Inisiatif seperti Petani Peduli Kerinci Bersih bahkan menggabungkan kopi dengan gerakan lingkungan: menukar sampah dengan kopi, menanam pohon di sekitar lahan kopi, dan mendidik generasi muda tentang keberlanjutan.


Penutup

Jejak kopi Sumatera adalah kisah panjang yang menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan. Dari sejarah kolonial hingga diplomasi modern, dari warung kopi sederhana hingga festival kopi internasional, dari ladang petani hingga kafe di kota besar dunia—kopi Sumatera adalah cerita tentang kebanggaan, perjuangan, dan masa depan.

Kopi bukan hanya komoditas. Ia adalah identitas, simbol keberlanjutan, dan jembatan diplomasi. Dan di setiap cangkir kopi Sumatera yang kita nikmati, tersimpan doa, kerja keras, dan harapan petani dari lereng-lereng gunung di tanah yang subur ini.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.