Eksport Kopi Arabika Specialty Kerinci ke Amerika Serikat dengan Teknologi Blockchain di Awal Tahun 2025

Admin Alko | 17/01/2025


Kerinci, Januari 2025 – Koperasi ALKO Sumatra Kopi kembali mencatat sejarah dengan melakukan ekspor perdana di tahun 2025. Dua Kontainer Pertama Kopi Arabika Specialty asal Kerinci berhasil diberangkatkan menuju Royal Coffee, yang berlokasi di Oakland, California, USA dan New York. Proses ekspor ini menggunakan teknologi Traceability Blockchain, yang menjamin transparansi dan keberlanjutan dalam rantai pasok kopi.


Keberangkatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri kopi specialty di Indonesia, khususnya di Sumatera. Kopi Kerinci telah lama dikenal karena cita rasanya yang unik dan kualitas yang konsisten, membuatnya menjadi salah satu kopi premium yang diminati di pasar global. Dengan ekspor kali ini, Koperasi ALKO memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri kopi specialty.


Implementasi teknologi blockchain adalah langkah maju dalam menjawab kebutuhan pasar internasional akan transparansi. Teknologi ini memungkinkan setiap tahap proses, mulai dari penanaman, panen, hingga pengemasan, dapat ditelusuri dengan mudah. Dengan demikian, para pembeli seperti Royal Coffee di Amerika Serikat dapat memastikan bahwa kopi yang mereka terima memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan.


Royal Coffee, salah satu importir kopi ternama di Amerika Serikat, memilih Kopi Kerinci untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat akan kopi specialty. Selain di New York Lokasi mereka di Oakland, California, merupakan pusat distribusi strategis yang melayani berbagai kafe dan roaster premium di seluruh wilayah Amerika Utara. Kepercayaan dari Royal Coffee ini menjadi bukti pengakuan atas kualitas Kopi Kerinci di panggung global./

Proses ekspor ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Koperasi ALKO dengan mitra-mitra strategis seperti Sabani Coffee, QThink-X Traceability Apps, dan Konaglo Communities. Sinergi ini memungkinkan implementasi sistem blockchain yang canggih, memastikan data yang akurat dan terpercaya sepanjang rantai pasok. Kolaborasi ini juga menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung petani lokal dalam mengakses pasar internasional.

Kopi Arabika Specialty Kerinci yang diekspor ini berasal dari kebun-kebun yang dikelola oleh petani lokal dengan praktik-praktik yang berkelanjutan. Setiap biji kopi dipanen secara selektif untuk memastikan hanya buah terbaik yang diolah. Proses ini tidak hanya meningkatkan kualitas, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi para petani.

Keberhasilan ekspor ini menjadi bukti nyata dari upaya Koperasi ALKO untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Teknologi traceability blockchain memberikan nilai lebih bagi konsumen, yang kini semakin peduli pada asal-usul produk yang mereka konsumsi. Hal ini juga mendukung agenda keberlanjutan global dengan memastikan bahwa proses produksi tidak merusak lingkungan.

Kopi Kerinci telah mendapatkan berbagai sertifikasi internasional yang menjadi bukti komitmen terhadap kualitas dan keberlanjutan. Mulai dari sertifikasi organik hingga fair trade, semua ini memberikan jaminan tambahan bagi para pembeli internasional. Sertifikasi ini juga membantu memperkuat daya saing Kopi Kerinci di pasar global.

Royal Coffee di Oakland dikenal sebagai importir yang selektif dalam memilih mitranya. Mereka hanya bekerja dengan pemasok yang dapat menjamin kualitas, transparansi, dan keberlanjutan. Dengan menjalin kerja sama dengan Koperasi ALKO, Royal Coffee menunjukkan kepercayaan yang besar pada produk Kopi Kerinci dan sistem yang mendukungnya.

Ekspor kali ini juga menjadi contoh bagaimana teknologi dapat membantu memajukan industri tradisional seperti kopi. Dengan blockchain, informasi seperti asal kopi, metode pengolahan, dan dampak lingkungan dapat diakses dalam hitungan detik. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen.

Keberangkatan satu kontainer Kopi Kerinci ini menjadi awal yang baik di tahun 2025 bagi Koperasi ALKO. Mereka berharap ekspor ini dapat membuka peluang lebih besar di pasar internasional, tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di negara-negara lain yang menghargai kopi berkualitas tinggi.

Kopi Kerinci memiliki karakteristik rasa yang unik, dengan aroma floral, acidity yang seimbang, dan aftertaste yang manis. Karakteristik ini menjadikannya pilihan favorit bagi para penikmat kopi specialty. Dengan ekspor ini, Koperasi ALKO ingin memperkenalkan rasa  khas ini kepada lebih banyak orang di seluruh dunia.

Penggunaan teknologi blockchain juga membantu meningkatkan nilai jual Kopi Kerinci. Konsumen di pasar global kini semakin menghargai produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki cerita di baliknya. Blockchain memungkinkan cerita tersebut diceritakan dengan cara yang transparan dan terpercaya.

Proses pengiriman ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, koperasi, hingga perusahaan logistik. Semua pihak bekerja sama untuk memastikan bahwa kopi sampai di tujuan dengan kualitas terbaik. Kerja sama ini menunjukkan pentingnya sinergi dalam mendukung ekspor produk lokal.

Keberhasilan ini juga memberikan dampak positif bagi para petani di Kerinci. Dengan akses ke pasar internasional, mereka dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Hal ini sejalan dengan misi Koperasi ALKO untuk memberdayakan petani lokal dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, keberhasilan ekspor ini menjadi motivasi bagi Koperasi ALKO dan mitranya untuk terus berinovasi. Mereka berkomitmen untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan, sekaligus memperluas pasar untuk Kopi Kerinci.

Royal Coffee, sebagai mitra utama dalam ekspor ini, juga berperan penting dalam mempromosikan Kopi Kerinci di pasar internasional. Mereka telah bekerja dengan berbagai roaster dan kafe premium yang menghargai kualitas dan keunikan produk ini. Kerja sama ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa depan. Sebagai salah satu kopi specialty terbaik dari Indonesia, Kopi Kerinci memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar global. Ekspor ini hanyalah awal dari perjalanan panjang untuk membawa produk ini ke lebih banyak konsumen di seluruh dunia.

Koperasi ALKO juga berharap dapat menginspirasi koperasi lain di Indonesia untuk mengadopsi teknologi dan inovasi dalam mendukung ekspor. Dengan memanfaatkan teknologi seperti blockchain, koperasi dapat meningkatkan daya saing dan membuka peluang baru di pasar internasional. Di tengah tantangan seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar, teknologi blockchain memberikan solusi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Dengan cara ini, industri kopi dapat lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.


Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta, Koperasi ALKO optimis bahwa ekspor Kopi Kerinci akan terus meningkat. Mereka berkomitmen untuk terus mendukung petani lokal dan menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik-praktik yang berkelanjutan. Ekspor ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat citra Indonesia sebagai produsen kopi berkualitas tinggi di pasar global. Dengan produk seperti Kopi Kerinci, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam industri kopi specialty.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi, produk lokal dapat bersaing di pasar internasional. Kopi Kerinci adalah contoh nyata dari potensi besar yang dimiliki oleh produk-produk lokal Indonesia.

Dengan ekspor ini, Koperasi ALKO berharap dapat terus membawa dampak positif bagi komunitas lokal, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Mereka berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan menjaga keberlanjutan, demi masa depan yang lebih baik bagi industri kopi Indonesia.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kerja Sama Internasional Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan, Buka Peluang Ekspor Multi-Komoditas dari KerinciKERINCI, 18 Juli 2026 – Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Capulus Bean (Private) Limited, perusahaan perdagangan komoditas asal Pakistan, dalam sebuah seremoni yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak baru kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan, khususnya dalam pengembangan rantai pasok kopi premium yang mengedepankan traceability, keberlanjutan, dan pemberdayaan petani. Tidak hanya berorientasi pada transaksi dagang, kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem perdagangan jangka panjang yang memberikan nilai tambah langsung kepada petani.MoU ditandatangani oleh Suryono, mewakili Koperasi ALKO dan PT ALKO Sumatra Kopi, serta Ameer Khurram Rathore, Chief Operating Officer Capulus Bean (Private) Limited.Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan perdagangan kopi dan komoditas unggulan lainnya, pembangunan jaringan distribusi menuju Pakistan, pertukaran informasi pasar, pengembangan sistem rantai pasok berstandar internasional, serta kolaborasi investasi untuk memperkuat perdagangan kedua negara.Dari Green Bean Menuju Ekosistem BerkelanjutanDuta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengatakan kunjungan ke Kerinci mengubah perspektifnya mengenai industri kopi Indonesia.Menurutnya, ALKO tidak sekadar menjual kopi, tetapi membangun sebuah ekosistem bisnis yang terintegrasi dari petani hingga pasar internasional."Sebelum datang ke Kerinci, kami berpikir kerja sama ini hanya tentang kopi. Namun setelah melihat langsung ALKO, kami menemukan sesuatu yang lebih besar. Yang dibangun bukan hanya perdagangan green bean, tetapi sebuah ekosistem yang menggabungkan keberlanjutan, pemberdayaan petani, inovasi, dan sistem traceability. Karena itu kami melihat peluang kerja sama tidak hanya pada kopi, tetapi juga berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya."Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan dagang Indonesia–Pakistan berpotensi berkembang ke sektor pertanian yang lebih luas, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan Pakistan terhadap produk pangan dan komoditas tropis berkualitas.Pakistan Menjadi Hub Baru PerdaganganDalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat menjadikan Pakistan sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi produk-produk ALKO menuju kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.Capulus Bean akan berperan sebagai mitra distribusi sekaligus pengembang pasar, sementara ALKO bertanggung jawab menjaga kontinuitas pasokan, kualitas produk, dan sistem ketertelusuran yang menjadi standar utama pembeli internasional.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas pasar ekspor."Kami tidak mencari pembeli yang hanya datang membeli satu kontainer, tetapi mitra yang memiliki visi membangun pasar bersama. Karena itu kerja sama ini disusun dalam kerangka jangka panjang sehingga petani memperoleh kepastian pasar sekaligus kepastian harga."Menurutnya, model bisnis ALKO dibangun dengan prinsip bahwa peningkatan ekspor harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.Traceability Menjadi Nilai TambahDirektur International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menarik perhatian mitra Pakistan adalah sistem blockchain traceability yang telah diterapkan ALKO.Melalui platform digital Qthink-X, seluruh rantai pasok dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses panen, pascapanen, hingga pengiriman ke negara tujuan.Menurut Pebriyansah, pendekatan tersebut kini menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan global."Buyer internasional saat ini tidak lagi hanya membeli kopi berkualitas. Mereka membutuhkan transparansi, data, dan kepastian bahwa produk dihasilkan melalui praktik yang berkelanjutan. Sistem traceability yang kami bangun menjadi jembatan kepercayaan antara petani di Kerinci dengan konsumen dunia."Ia menambahkan, kerja sama dengan Pakistan menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian mampu membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau.Momentum Baru Diplomasi EkonomiKunjungan Duta Besar Pakistan beserta delegasi bisnis merupakan bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan yang telah terjalin selama puluhan tahun.Dalam beberapa hari kunjungannya di Kerinci, delegasi melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari mengunjungi kebun kopi anggota ALKO, melihat proses budidaya agroforestri, mempelajari sistem pengolahan kopi, mengikuti sesi cupping, hingga berdiskusi mengenai penerapan teknologi blockchain dan keberlanjutan.Kehadiran langsung Duta Besar dinilai memberikan sinyal kuat bahwa hubungan perdagangan kedua negara kini semakin diarahkan pada kemitraan antarlembaga dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan antarpemerintah.Menuju Perdagangan Multi-KomoditasSelain kopi specialty, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama untuk berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya.Menurut ALKO, model bisnis yang dikembangkan memungkinkan berbagai komoditas pertanian dipasarkan melalui sistem yang sama, yakni berbasis kualitas, keberlanjutan, dan ketertelusuran.Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Pakistan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi produk-produk pertanian bernilai tambah lainnya.Bagi ALKO, penandatanganan MoU ini menjadi lebih dari sekadar dokumen kerja sama. Kesepakatan tersebut merupakan fondasi bagi pembangunan koridor perdagangan baru antara Kerinci dan Pakistan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok produk pertanian premium yang mampu memenuhi tuntutan pasar global melalui inovasi, teknologi, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.