Didukung KBRI Roma, ALKO Teken Kontrak Ekspor 100 Kontainer Kopi ke Italia Senilai USD 15 Juta

Admin Alko | 21/03/2026


Kerja sama dengan Best Coffee SRL dorong kopi Indonesia naik kelas melalui traceability, keberlanjutan, dan penguatan peran petani dalam rantai pasok global


Roma, Italia — Upaya mendorong kopi Indonesia naik kelas di pasar global kembali menunjukkan hasil konkret. PT ALKO Sumatra Kopi menandatangani kontrak ekspor dengan perusahaan importir asal Italia, Best Coffee SRL, dengan nilai kerja sama sekitar USD 15 juta dan target pengiriman hingga 100 kontainer sepanjang tahun 2026.

Penandatanganan kontrak tersebut berlangsung di Aula KBRI Roma pada 20 Maret 2026, disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang. Kehadiran perwakilan diplomatik Indonesia dalam momen ini mempertegas bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan bagian dari strategi diplomasi ekonomi untuk memperluas akses pasar produk unggulan nasional.

Kesepakatan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi penguatan ekspor kopi Indonesia di tengah dinamika pasar global yang semakin kompetitif dan menuntut standar yang lebih tinggi.


Menembus Pasar Premium Eropa

Italia selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri kopi dunia. Budaya konsumsi kopi yang kuat, serta standar kualitas yang tinggi, menjadikan negara tersebut sebagai pasar yang prestisius sekaligus menantang bagi produsen kopi global.

Keberhasilan ALKO menandatangani kontrak ekspor skala besar ke pasar Italia menunjukkan bahwa kopi Indonesia semakin diakui kualitasnya di tingkat internasional. Tidak hanya dari sisi rasa, tetapi juga dari aspek sistem produksi, keberlanjutan, dan transparansi.

Lebih jauh, Italia juga memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk ke pasar Eropa yang lebih luas. Dengan menjalin kerja sama di negara ini, peluang ekspansi ke negara lain seperti Jerman, Prancis, dan Belanda menjadi semakin terbuka.


Lebih dari Sekadar Volume Ekspor

Kontrak ekspor sebesar 100 kontainer dalam satu tahun bukan hanya soal angka. Bagi model usaha berbasis koperasi seperti ALKO, capaian ini mencerminkan perubahan skala dalam sistem perdagangan kopi.

Jika sebelumnya ekspor kopi sering dilakukan dalam volume terbatas dan bersifat sporadis, kini pola tersebut mulai bergeser menuju sistem yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kontrak jangka panjang.

Bagi petani, perubahan ini membawa dampak yang signifikan. Kepastian pasar menjadi lebih terjamin, harga menjadi lebih stabil, dan peluang untuk meningkatkan kualitas produksi semakin terbuka.

Di sisi lain, bagi pelaku usaha, kontrak jangka panjang memberikan ruang untuk merencanakan produksi, logistik, dan distribusi secara lebih efisien.


Kekuatan Origin: Identitas Kopi Indonesia

Salah satu pendekatan yang diusung dalam kerja sama ini adalah penekanan pada origin atau asal-usul kopi. ALKO tidak hanya menjual kopi sebagai komoditas, tetapi sebagai produk dengan identitas geografis yang kuat.

Kopi yang menjadi bagian dari kontrak ini berasal dari beberapa wilayah utama di Indonesia, antara lain:

  • Sumatra dengan karakter rasa yang kuat dan kompleks

  • Jawa dengan keseimbangan cita rasa yang khas

  • Flores dengan profil rasa yang unik dan semakin diminati pasar specialty

Pendekatan berbasis origin ini memberikan nilai tambah yang signifikan, karena konsumen global semakin tertarik pada cerita di balik produk yang mereka konsumsi—mulai dari asal-usul, proses produksi, hingga komunitas yang terlibat.


Transformasi Melalui Teknologi Traceability

Di tengah meningkatnya tuntutan pasar global, transparansi menjadi faktor kunci dalam perdagangan komoditas. Konsumen dan buyer tidak lagi hanya melihat kualitas produk, tetapi juga ingin mengetahui asal-usul dan proses produksi secara detail.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT ALKO Sumatra Kopi mengembangkan sistem traceability berbasis teknologi menggunakan platform Qthink.

Melalui sistem ini, seluruh rantai pasok kopi terdokumentasi secara digital, mulai dari:

  • Identitas petani

  • Lokasi kebun

  • Metode budidaya

  • Proses pengolahan

  • Distribusi hingga ke pasar

Setiap produk memiliki identitas yang dapat ditelusuri, sehingga meningkatkan transparansi dan kepercayaan.

Lebih dari itu, ALKO juga telah mengimplementasikan standar European Union Deforestation Regulation melalui sistem tersebut. Implementasi ini memastikan bahwa kopi yang diekspor bebas dari praktik deforestasi dan memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan oleh Uni Eropa.


Peran Diplomasi Ekonomi

Keterlibatan KBRI Roma dalam proses ini menunjukkan pentingnya peran diplomasi ekonomi dalam mendukung ekspor produk nasional.

Tidak hanya sebagai tuan rumah acara, KBRI juga berperan dalam:

  • Memfasilitasi pertemuan bisnis

  • Membuka akses jaringan pasar

  • Meningkatkan kepercayaan buyer

  • Mendukung promosi produk Indonesia

Dalam sambutannya, Duta Besar RI menekankan bahwa kerja sama seperti ini perlu terus diperluas, karena memberikan dampak langsung bagi perekonomian nasional, khususnya bagi sektor berbasis masyarakat seperti koperasi.


Penghargaan untuk Mitra Internasional

Sebagai bagian dari rangkaian acara, KBRI Roma juga memberikan penghargaan kepada Best Coffee SRL atas kontribusinya dalam mengembangkan pasar kopi Indonesia di Italia.

Penghargaan tersebut mencerminkan pengakuan atas komitmen dalam menjalankan perdagangan berbasis:

  • Keberlanjutan

  • Transparansi

  • Kualitas

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa hubungan bisnis yang kuat tidak hanya dibangun atas dasar keuntungan ekonomi, tetapi juga atas kesamaan nilai dan visi.


Dampak Nyata bagi Petani

Di balik angka ekspor yang besar, terdapat dampak nyata bagi ribuan petani kopi di Indonesia.

Dengan adanya sistem yang terintegrasi, petani mendapatkan:

  • Akses langsung ke pasar global

  • Harga yang lebih kompetitif

  • Insentif untuk meningkatkan kualitas

  • Dukungan dalam pengelolaan data dan produksi

Model ini mengubah posisi petani dalam rantai nilai, dari yang sebelumnya berada di bagian paling bawah menjadi aktor penting dalam sistem perdagangan global.


Membangun Ekosistem Berbasis Data

Langkah ALKO ini juga mencerminkan upaya membangun ekosistem kopi berbasis data. Dalam sistem ini, data menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan.

Data digunakan untuk:

  • Perencanaan produksi

  • Pengendalian kualitas

  • Penelusuran produk

  • Akses pembiayaan

Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh aktor dalam rantai pasok dapat bekerja lebih efisien dan transparan.


Tantangan dan Peluang ke Depan

Meskipun peluang pasar global terbuka lebar, tantangan tetap ada. Standar kualitas yang tinggi, regulasi yang ketat, serta persaingan dengan negara produsen lain menjadi faktor yang harus dihadapi.

Namun demikian, dengan pendekatan berbasis teknologi, kolaborasi, dan penguatan kelembagaan, tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang.

Langkah ALKO menunjukkan bahwa koperasi Indonesia mampu beradaptasi dan bersaing di tingkat global.


Penutup

Penandatanganan kontrak ekspor 100 kontainer kopi ke Italia dengan dukungan KBRI Roma menjadi bukti bahwa kopi Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar global.

Melalui kombinasi antara kualitas produk, kekuatan origin, pemanfaatan teknologi, serta dukungan diplomasi ekonomi, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kopi utama dunia.

Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi simbol transformasi sektor pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan—di mana petani menjadi bagian penting dari ekosistem global yang terus berkembang.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

KERINCI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah "Meningkatkan Kapasitas dan Komunitas dalam Pengolahan Sampah" yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Desa Batang Sangir, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.Pelatihan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan.Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Batang Sangir, yang sekaligus menjadi narasumber utama dengan materi mengenai pengolahan sampah organik. Dalam paparannya, Kepala Desa menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, sampah organik, khususnya limbah dapur yang setiap hari dihasilkan oleh rumah tangga, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan pekarangan pangan keluarga.Sesi praktik kemudian dilanjutkan oleh Ibu Kaliem, yang memberikan pelatihan mengenai pengolahan sampah nonorganik. Peserta diperkenalkan pada teknik pemilahan, pemanfaatan kembali (reuse), hingga pengolahan sampah plastik menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, seperti tas belanja, keranjang, dompet, tempat tisu, wadah serbaguna, serta berbagai produk kreatif lainnya yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami proses pengelolaan sampah secara aplikatif.Kegiatan ini secara khusus mendukung penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai garda terdepan dalam membangun budaya peduli lingkungan di tingkat rumah tangga. Dengan pengetahuan yang diperoleh, para anggota KWT diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah, mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan, serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang bernilai.Pelatihan diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bareng, KWT Bina Tani, KWT Sekar Tani, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Kolaborasi antara kelompok perempuan tani dan mahasiswa diharapkan mampu memperluas penyebaran pengetahuan mengenai pengelolaan sampah hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengolah sampah, tetapi juga pemahaman bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi sirkular, di mana limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Penyelenggara berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan meningkatnya kapasitas komunitas dalam mengelola sampah secara mandiri, Desa Batang Sangir diharapkan mampu menjadi contoh desa yang bersih, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

JAMBI –  ALKO Sumatra Kopi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan usaha komunitas berbasis potensi lokal melalui penerapan ekosistem traceability. Komitmen tersebut disampaikan saat ALKO menjadi panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi bertajuk "Bukti, Bukan Hanya Cerita: Valuasi Ekonomi atas Model Pemberdayaan Pengembangan Usaha Komunitas Berbasis Potensi Lokal."Webinar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku usaha yang berbagi pengalaman dalam membangun model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.Dalam forum tersebut, ALKO memaparkan perspektif pasar mengenai faktor-faktor yang menentukan keberhasilan usaha komunitas, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas produk, hingga pentingnya sistem traceability dalam menjawab tuntutan pasar global.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa daya saing komoditas Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan transparansi dan ketertelusuran pada setiap rantai pasok."Pasar internasional saat ini membeli lebih dari sekadar produk. Mereka membutuhkan kepastian mengenai asal-usul, proses produksi, keberlanjutan, dan transparansi. Karena itu kami membangun ekosistem traceability yang menghubungkan petani, koperasi, industri, hingga pembeli global dalam satu sistem yang terintegrasi," ujar Suryono.Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat posisi masyarakat, bukan menggantikan peran mereka. Melalui sistem traceability, petani memperoleh identitas digital yang mendukung akses pasar premium, meningkatkan kepercayaan pembeli, sekaligus memperkuat tata kelola usaha komunitas.Dalam paparannya, ALKO juga menjelaskan bahwa pengembangan usaha masyarakat harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pemerintah, lembaga pendamping, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga keuangan, dan pelaku pasar menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem yang mampu tumbuh secara berkelanjutan.ALKO memanfaatkan pendekatan tersebut melalui integrasi koperasi, digitalisasi rantai pasok, peningkatan kapasitas petani, penerapan standar keberlanjutan, serta pengembangan akses pasar nasional dan internasional.Pada kesempatan itu, ALKO menyampaikan apresiasi kepada KKI Warsi atas penyelenggaraan forum yang menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat."Kami mendukung penuh inisiatif KKI Warsi dalam memperkuat usaha komunitas berbasis potensi lokal. ALKO siap berkolaborasi dengan KKI Warsi, pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan berbagai mitra pembangunan untuk membangun ekosistem traceability yang lebih kuat, meningkatkan daya saing komoditas lokal, serta membuka akses pasar global bagi masyarakat," kata Suryono.Melalui kolaborasi tersebut, ALKO berharap model pemberdayaan masyarakat tidak hanya menghasilkan peningkatan ekonomi, tetapi juga menciptakan tata kelola yang transparan, memperkuat kelembagaan koperasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan usaha komunitas di Indonesia.Keikutsertaan ALKO sebagai panelis dalam Webinar Nasional KKI Warsi menegaskan bahwa pengalaman membangun ekosistem kopi berbasis koperasi, teknologi, dan kemitraan global di Kerinci dapat menjadi salah satu referensi pengembangan usaha komunitas yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pasar internasional.

Read More  

Admin Alko | 03/08/2026

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.