Didukung KBRI Roma, ALKO Teken Kontrak Ekspor 100 Kontainer Kopi ke Italia Senilai USD 15 Juta

Admin Alko |

Didukung KBRI Roma, ALKO Teken Kontrak Ekspor 100 Kontainer Kopi ke Italia Senilai USD 15 Juta


Kerja sama dengan Best Coffee SRL dorong kopi Indonesia naik kelas melalui traceability, keberlanjutan, dan penguatan peran petani dalam rantai pasok global


Roma, Italia — Upaya mendorong kopi Indonesia naik kelas di pasar global kembali menunjukkan hasil konkret. PT ALKO Sumatra Kopi menandatangani kontrak ekspor dengan perusahaan importir asal Italia, Best Coffee SRL, dengan nilai kerja sama sekitar USD 15 juta dan target pengiriman hingga 100 kontainer sepanjang tahun 2026.

Penandatanganan kontrak tersebut berlangsung di Aula KBRI Roma pada 20 Maret 2026, disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang. Kehadiran perwakilan diplomatik Indonesia dalam momen ini mempertegas bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan bagian dari strategi diplomasi ekonomi untuk memperluas akses pasar produk unggulan nasional.

Kesepakatan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi penguatan ekspor kopi Indonesia di tengah dinamika pasar global yang semakin kompetitif dan menuntut standar yang lebih tinggi.


Menembus Pasar Premium Eropa

Italia selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri kopi dunia. Budaya konsumsi kopi yang kuat, serta standar kualitas yang tinggi, menjadikan negara tersebut sebagai pasar yang prestisius sekaligus menantang bagi produsen kopi global.

Keberhasilan ALKO menandatangani kontrak ekspor skala besar ke pasar Italia menunjukkan bahwa kopi Indonesia semakin diakui kualitasnya di tingkat internasional. Tidak hanya dari sisi rasa, tetapi juga dari aspek sistem produksi, keberlanjutan, dan transparansi.

Lebih jauh, Italia juga memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk ke pasar Eropa yang lebih luas. Dengan menjalin kerja sama di negara ini, peluang ekspansi ke negara lain seperti Jerman, Prancis, dan Belanda menjadi semakin terbuka.


Lebih dari Sekadar Volume Ekspor

Kontrak ekspor sebesar 100 kontainer dalam satu tahun bukan hanya soal angka. Bagi model usaha berbasis koperasi seperti ALKO, capaian ini mencerminkan perubahan skala dalam sistem perdagangan kopi.

Jika sebelumnya ekspor kopi sering dilakukan dalam volume terbatas dan bersifat sporadis, kini pola tersebut mulai bergeser menuju sistem yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kontrak jangka panjang.

Bagi petani, perubahan ini membawa dampak yang signifikan. Kepastian pasar menjadi lebih terjamin, harga menjadi lebih stabil, dan peluang untuk meningkatkan kualitas produksi semakin terbuka.

Di sisi lain, bagi pelaku usaha, kontrak jangka panjang memberikan ruang untuk merencanakan produksi, logistik, dan distribusi secara lebih efisien.


Kekuatan Origin: Identitas Kopi Indonesia

Salah satu pendekatan yang diusung dalam kerja sama ini adalah penekanan pada origin atau asal-usul kopi. ALKO tidak hanya menjual kopi sebagai komoditas, tetapi sebagai produk dengan identitas geografis yang kuat.

Kopi yang menjadi bagian dari kontrak ini berasal dari beberapa wilayah utama di Indonesia, antara lain:

  • Sumatra dengan karakter rasa yang kuat dan kompleks

  • Jawa dengan keseimbangan cita rasa yang khas

  • Flores dengan profil rasa yang unik dan semakin diminati pasar specialty

Pendekatan berbasis origin ini memberikan nilai tambah yang signifikan, karena konsumen global semakin tertarik pada cerita di balik produk yang mereka konsumsi—mulai dari asal-usul, proses produksi, hingga komunitas yang terlibat.


Transformasi Melalui Teknologi Traceability

Di tengah meningkatnya tuntutan pasar global, transparansi menjadi faktor kunci dalam perdagangan komoditas. Konsumen dan buyer tidak lagi hanya melihat kualitas produk, tetapi juga ingin mengetahui asal-usul dan proses produksi secara detail.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT ALKO Sumatra Kopi mengembangkan sistem traceability berbasis teknologi menggunakan platform Qthink.

Melalui sistem ini, seluruh rantai pasok kopi terdokumentasi secara digital, mulai dari:

  • Identitas petani

  • Lokasi kebun

  • Metode budidaya

  • Proses pengolahan

  • Distribusi hingga ke pasar

Setiap produk memiliki identitas yang dapat ditelusuri, sehingga meningkatkan transparansi dan kepercayaan.

Lebih dari itu, ALKO juga telah mengimplementasikan standar European Union Deforestation Regulation melalui sistem tersebut. Implementasi ini memastikan bahwa kopi yang diekspor bebas dari praktik deforestasi dan memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan oleh Uni Eropa.


Peran Diplomasi Ekonomi

Keterlibatan KBRI Roma dalam proses ini menunjukkan pentingnya peran diplomasi ekonomi dalam mendukung ekspor produk nasional.

Tidak hanya sebagai tuan rumah acara, KBRI juga berperan dalam:

  • Memfasilitasi pertemuan bisnis

  • Membuka akses jaringan pasar

  • Meningkatkan kepercayaan buyer

  • Mendukung promosi produk Indonesia

Dalam sambutannya, Duta Besar RI menekankan bahwa kerja sama seperti ini perlu terus diperluas, karena memberikan dampak langsung bagi perekonomian nasional, khususnya bagi sektor berbasis masyarakat seperti koperasi.


Penghargaan untuk Mitra Internasional

Sebagai bagian dari rangkaian acara, KBRI Roma juga memberikan penghargaan kepada Best Coffee SRL atas kontribusinya dalam mengembangkan pasar kopi Indonesia di Italia.

Penghargaan tersebut mencerminkan pengakuan atas komitmen dalam menjalankan perdagangan berbasis:

  • Keberlanjutan

  • Transparansi

  • Kualitas

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa hubungan bisnis yang kuat tidak hanya dibangun atas dasar keuntungan ekonomi, tetapi juga atas kesamaan nilai dan visi.


Dampak Nyata bagi Petani

Di balik angka ekspor yang besar, terdapat dampak nyata bagi ribuan petani kopi di Indonesia.

Dengan adanya sistem yang terintegrasi, petani mendapatkan:

  • Akses langsung ke pasar global

  • Harga yang lebih kompetitif

  • Insentif untuk meningkatkan kualitas

  • Dukungan dalam pengelolaan data dan produksi

Model ini mengubah posisi petani dalam rantai nilai, dari yang sebelumnya berada di bagian paling bawah menjadi aktor penting dalam sistem perdagangan global.


Membangun Ekosistem Berbasis Data

Langkah ALKO ini juga mencerminkan upaya membangun ekosistem kopi berbasis data. Dalam sistem ini, data menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan.

Data digunakan untuk:

  • Perencanaan produksi

  • Pengendalian kualitas

  • Penelusuran produk

  • Akses pembiayaan

Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh aktor dalam rantai pasok dapat bekerja lebih efisien dan transparan.


Tantangan dan Peluang ke Depan

Meskipun peluang pasar global terbuka lebar, tantangan tetap ada. Standar kualitas yang tinggi, regulasi yang ketat, serta persaingan dengan negara produsen lain menjadi faktor yang harus dihadapi.

Namun demikian, dengan pendekatan berbasis teknologi, kolaborasi, dan penguatan kelembagaan, tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang.

Langkah ALKO menunjukkan bahwa koperasi Indonesia mampu beradaptasi dan bersaing di tingkat global.


Penutup

Penandatanganan kontrak ekspor 100 kontainer kopi ke Italia dengan dukungan KBRI Roma menjadi bukti bahwa kopi Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar global.

Melalui kombinasi antara kualitas produk, kekuatan origin, pemanfaatan teknologi, serta dukungan diplomasi ekonomi, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kopi utama dunia.

Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi simbol transformasi sektor pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan—di mana petani menjadi bagian penting dari ekosistem global yang terus berkembang.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | www.qthinkx.io| trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.