Didukung KBRI Roma, ALKO Teken Kontrak Ekspor 100 Kontainer Kopi ke Italia Senilai USD 15 Juta

Admin Alko | 21/03/2026


Kerja sama dengan Best Coffee SRL dorong kopi Indonesia naik kelas melalui traceability, keberlanjutan, dan penguatan peran petani dalam rantai pasok global


Roma, Italia — Upaya mendorong kopi Indonesia naik kelas di pasar global kembali menunjukkan hasil konkret. PT ALKO Sumatra Kopi menandatangani kontrak ekspor dengan perusahaan importir asal Italia, Best Coffee SRL, dengan nilai kerja sama sekitar USD 15 juta dan target pengiriman hingga 100 kontainer sepanjang tahun 2026.

Penandatanganan kontrak tersebut berlangsung di Aula KBRI Roma pada 20 Maret 2026, disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang. Kehadiran perwakilan diplomatik Indonesia dalam momen ini mempertegas bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan bagian dari strategi diplomasi ekonomi untuk memperluas akses pasar produk unggulan nasional.

Kesepakatan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi penguatan ekspor kopi Indonesia di tengah dinamika pasar global yang semakin kompetitif dan menuntut standar yang lebih tinggi.


Menembus Pasar Premium Eropa

Italia selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri kopi dunia. Budaya konsumsi kopi yang kuat, serta standar kualitas yang tinggi, menjadikan negara tersebut sebagai pasar yang prestisius sekaligus menantang bagi produsen kopi global.

Keberhasilan ALKO menandatangani kontrak ekspor skala besar ke pasar Italia menunjukkan bahwa kopi Indonesia semakin diakui kualitasnya di tingkat internasional. Tidak hanya dari sisi rasa, tetapi juga dari aspek sistem produksi, keberlanjutan, dan transparansi.

Lebih jauh, Italia juga memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk ke pasar Eropa yang lebih luas. Dengan menjalin kerja sama di negara ini, peluang ekspansi ke negara lain seperti Jerman, Prancis, dan Belanda menjadi semakin terbuka.


Lebih dari Sekadar Volume Ekspor

Kontrak ekspor sebesar 100 kontainer dalam satu tahun bukan hanya soal angka. Bagi model usaha berbasis koperasi seperti ALKO, capaian ini mencerminkan perubahan skala dalam sistem perdagangan kopi.

Jika sebelumnya ekspor kopi sering dilakukan dalam volume terbatas dan bersifat sporadis, kini pola tersebut mulai bergeser menuju sistem yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kontrak jangka panjang.

Bagi petani, perubahan ini membawa dampak yang signifikan. Kepastian pasar menjadi lebih terjamin, harga menjadi lebih stabil, dan peluang untuk meningkatkan kualitas produksi semakin terbuka.

Di sisi lain, bagi pelaku usaha, kontrak jangka panjang memberikan ruang untuk merencanakan produksi, logistik, dan distribusi secara lebih efisien.


Kekuatan Origin: Identitas Kopi Indonesia

Salah satu pendekatan yang diusung dalam kerja sama ini adalah penekanan pada origin atau asal-usul kopi. ALKO tidak hanya menjual kopi sebagai komoditas, tetapi sebagai produk dengan identitas geografis yang kuat.

Kopi yang menjadi bagian dari kontrak ini berasal dari beberapa wilayah utama di Indonesia, antara lain:

  • Sumatra dengan karakter rasa yang kuat dan kompleks

  • Jawa dengan keseimbangan cita rasa yang khas

  • Flores dengan profil rasa yang unik dan semakin diminati pasar specialty

Pendekatan berbasis origin ini memberikan nilai tambah yang signifikan, karena konsumen global semakin tertarik pada cerita di balik produk yang mereka konsumsi—mulai dari asal-usul, proses produksi, hingga komunitas yang terlibat.


Transformasi Melalui Teknologi Traceability

Di tengah meningkatnya tuntutan pasar global, transparansi menjadi faktor kunci dalam perdagangan komoditas. Konsumen dan buyer tidak lagi hanya melihat kualitas produk, tetapi juga ingin mengetahui asal-usul dan proses produksi secara detail.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT ALKO Sumatra Kopi mengembangkan sistem traceability berbasis teknologi menggunakan platform Qthink.

Melalui sistem ini, seluruh rantai pasok kopi terdokumentasi secara digital, mulai dari:

  • Identitas petani

  • Lokasi kebun

  • Metode budidaya

  • Proses pengolahan

  • Distribusi hingga ke pasar

Setiap produk memiliki identitas yang dapat ditelusuri, sehingga meningkatkan transparansi dan kepercayaan.

Lebih dari itu, ALKO juga telah mengimplementasikan standar European Union Deforestation Regulation melalui sistem tersebut. Implementasi ini memastikan bahwa kopi yang diekspor bebas dari praktik deforestasi dan memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan oleh Uni Eropa.


Peran Diplomasi Ekonomi

Keterlibatan KBRI Roma dalam proses ini menunjukkan pentingnya peran diplomasi ekonomi dalam mendukung ekspor produk nasional.

Tidak hanya sebagai tuan rumah acara, KBRI juga berperan dalam:

  • Memfasilitasi pertemuan bisnis

  • Membuka akses jaringan pasar

  • Meningkatkan kepercayaan buyer

  • Mendukung promosi produk Indonesia

Dalam sambutannya, Duta Besar RI menekankan bahwa kerja sama seperti ini perlu terus diperluas, karena memberikan dampak langsung bagi perekonomian nasional, khususnya bagi sektor berbasis masyarakat seperti koperasi.


Penghargaan untuk Mitra Internasional

Sebagai bagian dari rangkaian acara, KBRI Roma juga memberikan penghargaan kepada Best Coffee SRL atas kontribusinya dalam mengembangkan pasar kopi Indonesia di Italia.

Penghargaan tersebut mencerminkan pengakuan atas komitmen dalam menjalankan perdagangan berbasis:

  • Keberlanjutan

  • Transparansi

  • Kualitas

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa hubungan bisnis yang kuat tidak hanya dibangun atas dasar keuntungan ekonomi, tetapi juga atas kesamaan nilai dan visi.


Dampak Nyata bagi Petani

Di balik angka ekspor yang besar, terdapat dampak nyata bagi ribuan petani kopi di Indonesia.

Dengan adanya sistem yang terintegrasi, petani mendapatkan:

  • Akses langsung ke pasar global

  • Harga yang lebih kompetitif

  • Insentif untuk meningkatkan kualitas

  • Dukungan dalam pengelolaan data dan produksi

Model ini mengubah posisi petani dalam rantai nilai, dari yang sebelumnya berada di bagian paling bawah menjadi aktor penting dalam sistem perdagangan global.


Membangun Ekosistem Berbasis Data

Langkah ALKO ini juga mencerminkan upaya membangun ekosistem kopi berbasis data. Dalam sistem ini, data menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan.

Data digunakan untuk:

  • Perencanaan produksi

  • Pengendalian kualitas

  • Penelusuran produk

  • Akses pembiayaan

Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh aktor dalam rantai pasok dapat bekerja lebih efisien dan transparan.


Tantangan dan Peluang ke Depan

Meskipun peluang pasar global terbuka lebar, tantangan tetap ada. Standar kualitas yang tinggi, regulasi yang ketat, serta persaingan dengan negara produsen lain menjadi faktor yang harus dihadapi.

Namun demikian, dengan pendekatan berbasis teknologi, kolaborasi, dan penguatan kelembagaan, tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang.

Langkah ALKO menunjukkan bahwa koperasi Indonesia mampu beradaptasi dan bersaing di tingkat global.


Penutup

Penandatanganan kontrak ekspor 100 kontainer kopi ke Italia dengan dukungan KBRI Roma menjadi bukti bahwa kopi Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar global.

Melalui kombinasi antara kualitas produk, kekuatan origin, pemanfaatan teknologi, serta dukungan diplomasi ekonomi, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kopi utama dunia.

Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi simbol transformasi sektor pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan—di mana petani menjadi bagian penting dari ekosistem global yang terus berkembang.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Kerinci, Jambi — Koperasi Alam Korintji (ALKO) Internasional kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan ekonomi berbasis anggota melalui penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tertutup Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di Kerinci, Jambi.Rapat strategis tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan pimpinan unit usaha dalam ekosistem ALKO, mulai dari Pembina Koperasi, Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, Manajer Operasional Koperasi, hingga seluruh pimpinan badan usaha yang berada di bawah naungan ekosistem ALKO.Turut hadir dalam rapat tersebut CEO ALKO Sumatra Kopi, CEO QThink-X, CEO Bank Sampah Prima Aro, CEO ALKO Academy, CEO ALKO Tourism Pesona, CEO Kahfi, serta para Kepala Kolektor Koperasi ALKO yang selama ini menjadi ujung tombak penguatan rantai pasok kopi di tingkat petani.RAT tertutup ini menjadi forum konsolidasi internal sekaligus persiapan menuju Rapat Anggota Tahunan Umum yang akan digelar pada Juli 2026, dengan agenda utama mengevaluasi capaian organisasi, memperkuat tata kelola koperasi, serta menyusun strategi pengembangan bisnis dan pemberdayaan anggota untuk tahun mendatang.Koperasi Bukan Sekadar Legalitas, tetapi Sebuah GerakanDalam sambutannya, pengurus koperasi kembali mengingatkan seluruh peserta mengenai visi besar Koperasi ALKO sebagai organisasi usaha sosial yang mengedepankan kemandirian ekonomi anggota melalui kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas.Di tengah perkembangan berbagai unit usaha yang semakin kompleks, pengurus menegaskan bahwa koperasi tetap menjadi pusat kendali dan ruh organisasi."Koperasi bagi kami bukan sekadar badan hukum atau legalitas usaha. Koperasi adalah gerakan. Koperasi adalah ruh dalam organisasi. Koperasi adalah sarana untuk menjalankan prinsip kemandirian ekonomi dan menjadi soko guru ekonomi masyarakat," demikian salah satu poin yang disampaikan dalam forum RAT.Pandangan tersebut menjadi landasan utama ALKO dalam membangun model kelembagaan yang berbeda dari kebanyakan organisasi bisnis pada umumnya.Di saat banyak koperasi hanya berfungsi sebagai wadah administratif, ALKO justru mengembangkan koperasi sebagai pusat pengambilan keputusan, pengawas ekosistem, sekaligus penggerak transformasi ekonomi anggota.Koperasi Sebagai Orkestrator EkosistemDalam evaluasi organisasi yang dipaparkan selama rapat, pengurus menegaskan bahwa posisi koperasi dalam ekosistem ALKO memiliki fungsi strategis sebagai orkestrator, instruktur, pengawas, sekaligus penjaga arah organisasi.Koperasi bertugas memastikan seluruh komponen dalam rantai bisnis berjalan sesuai prinsip tata kelola yang sehat dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.Model ini dirancang untuk menciptakan pembagian peran yang jelas antara anggota, kolektor, unit usaha, dan koperasi.Petani difokuskan sebagai produsen profesional yang bertanggung jawab menghasilkan produk berkualitas.Kolektor berperan sebagai penjaga mutu atau quality control tingkat pertama yang memastikan standar kualitas produk tetap terjaga sejak dari tingkat kebun.Sementara itu, unit-unit usaha di bawah ALKO menjalankan fungsi hilirisasi, pemasaran, perdagangan, dan ekspor secara profesional.Adapun koperasi bertindak sebagai pengawas sistem, pengendali arah kebijakan, sekaligus pemegang mandat anggota dalam memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara transparan dan akuntabel.Menurut pengurus, model tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi yang kini telah berkembang melampaui sektor kopi semata.Membangun Sistem Close Loop yang EksklusifSalah satu poin penting yang dibahas dalam RAT adalah penguatan sistem Close Loop Exclusive Ecosystem, sebuah model rantai pasok terintegrasi yang selama ini menjadi ciri khas pengembangan bisnis ALKO.Dalam sistem ini, setiap tahapan produksi hingga pemasaran berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung dan diawasi secara bersama.Pendekatan tersebut memungkinkan koperasi memiliki kendali lebih besar terhadap kualitas produk, transparansi transaksi, serta distribusi manfaat ekonomi kepada anggota.Melalui sistem ini, ALKO berhasil membangun rantai pasok kopi yang menghubungkan petani, kolektor, koperasi, eksportir, hingga pembeli internasional dalam satu sistem yang terkoneksi.Model tersebut juga didukung oleh platform digital QThink-X yang memungkinkan seluruh proses bisnis dapat ditelusuri secara transparan melalui sistem traceability berbasis blockchain.Pengurus menilai sistem ini menjadi salah satu kekuatan utama ALKO dalam menjawab tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan, keterlacakan produk, dan transparansi rantai pasok.Ke depan, model ini direncanakan untuk diperluas ke berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia bahkan ke sejumlah negara yang memiliki potensi kerja sama dengan ALKO.Dari Kopi ke Ekonomi HijauSelain membahas kinerja organisasi dan unit usaha, RAT juga menetapkan arah pengembangan bisnis koperasi untuk beberapa tahun mendatang.Jika sebelumnya fokus utama berada pada sektor kopi, kini ALKO mulai memperluas cakupan pengembangan ke berbagai sektor yang mendukung ekonomi berkelanjutan.Beberapa sektor prioritas yang menjadi fokus pengembangan antara lain:Penguatan bisnis kopi berbasis ekspor dan specialty coffeePengembangan ekowisata berbasis masyarakatPendidikan dan pelatihan petani melalui ALKO AcademyPengembangan ekonomi hijau berbasis karbonPengelolaan sampah dan ekonomi sirkularDigitalisasi koperasi dan inovasi teknologiPengembangan sistem Carbon DNA dan perdagangan karbonLangkah tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, dan ekonomi hijau.ALKO melihat bahwa masa depan pertanian tidak hanya bergantung pada produksi komoditas, tetapi juga pada kemampuan menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.Menyiapkan Koperasi Masa DepanDalam beberapa tahun terakhir, ALKO telah berkembang menjadi salah satu model koperasi modern yang mendapat perhatian berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, lembaga internasional, hingga mitra bisnis dari Jepang, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.Melalui unit-unit usaha yang terus berkembang, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai organisasi ekonomi anggota, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang menghubungkan petani dengan pasar global.Pengurus menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, penguatan tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi agenda utama organisasi."Kita ingin memastikan bahwa koperasi tetap menjadi pemilik arah, sementara unit usaha menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang profesional. Dengan demikian manfaat terbesar tetap kembali kepada anggota," ujar salah satu peserta rapat.Menuju RAT Umum Juli 2026RAT tertutup yang berlangsung pada 12 Juni ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan RAT Umum pada Juli 2026 yang akan melibatkan anggota koperasi secara lebih luas.Forum tersebut nantinya akan menjadi momentum untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, capaian usaha, rencana kerja, serta berbagai program strategis yang akan dijalankan pada periode berikutnya.Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, ALKO optimistis model koperasi berbasis kolaborasi, teknologi, dan keberlanjutan akan menjadi salah satu jawaban bagi penguatan ekonomi masyarakat di masa depan.Dengan semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama sejak awal berdiri, ALKO terus berupaya membuktikan bahwa koperasi bukan hanya warisan masa lalu, melainkan institusi masa depan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Selamat dan Sukses RAT Koperasi ALKO 2026.“Dari Petani, Oleh Petani, untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.”

Read More  

Admin Alko | 15/06/2026

KERINCI — ALKO Academy kembali menjadi pusat perhatian mitra internasional. Pada awal Juni 2026, delegasi dari Jepang yang terdiri dari perwakilan Resona Bank Tokyo dan Saka No Tochu tiba di Kerinci untuk melakukan kunjungan lapangan sekaligus evaluasi program kerja sama yang telah berjalan selama tiga tahun bersama Koperasi ALKO.Menariknya, kunjungan kali ini juga bertepatan dengan kedatangan seorang mahasiswa magang asal Paris, Prancis, yang akan mempelajari model pengembangan ekonomi berbasis kopi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan ALKO di Kabupaten Kerinci.Kehadiran tamu dari dua benua tersebut memperlihatkan bahwa praktik yang dibangun dari kawasan kaki Gunung Kerinci mulai menarik perhatian dunia sebagai contoh pengembangan komunitas berbasis pertanian berkelanjutan.Rombongan disambut di ALKO Academy, pusat pembelajaran yang selama ini menjadi ruang kolaborasi bagi petani, mahasiswa, peneliti, pelaku usaha, hingga mitra internasional yang ingin memahami ekosistem kopi Indonesia secara lebih mendalam.Menurut pihak ALKO, kunjungan tahun ini memiliki fokus yang lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain meninjau perkembangan program Carbon DNA dan pertanian berkelanjutan, delegasi juga akan mempelajari bagaimana koperasi mampu mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari produksi kopi, pendidikan petani, pengelolaan sampah, pemberdayaan perempuan, pengembangan anak muda, hingga transformasi digital berbasis blockchain.“Kerinci bukan hanya tentang kopi. Yang ingin kami tunjukkan adalah bagaimana sebuah komunitas desa dapat membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan petani, sekolah, perempuan, generasi muda, dan lingkungan dalam satu sistem yang saling terhubung,” ujar perwakilan ALKO.Selama berada di Kerinci, delegasi Jepang dijadwalkan mengunjungi kebun kopi anggota koperasi, fasilitas pengolahan pascapanen, pusat pengelolaan sampah, serta berbagai unit usaha yang berada dalam ekosistem ALKO.Mereka juga akan berdialog langsung dengan petani untuk melihat dampak penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.Sementara itu, mahasiswa magang dari Paris akan menjalani program pembelajaran lapangan yang berfokus pada model koperasi modern, pengembangan rantai pasok kopi, serta penerapan teknologi dalam pengelolaan usaha masyarakat.Program magang tersebut menjadi bagian dari semakin meningkatnya minat akademisi internasional terhadap praktik pembangunan desa yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.Dalam beberapa tahun terakhir, ALKO Academy memang berkembang menjadi ruang belajar terbuka yang menerima berbagai kunjungan dari universitas, lembaga riset, perusahaan, hingga organisasi internasional.Banyak pihak tertarik melihat bagaimana koperasi dapat bertransformasi dari sekadar lembaga ekonomi menjadi pusat inovasi yang mampu menciptakan berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat.Bagi Resona Bank dan Saka No Tochu, salah satu aspek yang paling menarik adalah kemampuan ALKO menghubungkan isu lingkungan dengan aktivitas ekonomi petani.Program Carbon DNA yang dikembangkan bersama menjadi contoh bagaimana praktik budidaya kopi dapat didokumentasikan, diukur, dan dikaitkan dengan manfaat ekonomi yang lebih luas.Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan arah pembangunan global yang kini semakin menekankan pentingnya transparansi, keberlanjutan, dan pengurangan emisi karbon.Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa magang dari Prancis menunjukkan bahwa isu keberlanjutan telah menjadi perhatian lintas negara dan lintas generasi.Banyak generasi muda di berbagai belahan dunia mulai mencari contoh nyata mengenai bagaimana komunitas lokal dapat menghadapi tantangan perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan transformasi pasar global.Kerinci, yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil kopi arabika berkualitas, kini mulai dikenal sebagai laboratorium sosial untuk berbagai praktik pembangunan berkelanjutan.Keberadaan ALKO Academy menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman lokal dengan kebutuhan pembelajaran global.Melalui kunjungan ini, para tamu tidak hanya belajar mengenai kopi, tetapi juga mengenai bagaimana masyarakat desa membangun masa depan melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong.Bagi ALKO, kedatangan mitra Jepang dan mahasiswa dari Prancis menjadi bukti bahwa praktik baik yang lahir dari desa memiliki nilai yang dapat dipelajari dunia.Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga ketahanan pangan, pengalaman petani Kerinci menunjukkan bahwa solusi tidak selalu lahir dari kota-kota besar atau pusat industri, melainkan dapat tumbuh dari kebun-kebun kopi yang dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.Kunjungan ini sekaligus mempertegas posisi ALKO Academy sebagai ruang pembelajaran internasional yang mempertemukan petani, akademisi, pelaku bisnis, dan generasi muda dalam membangun masa depan pertanian yang lebih inklusif, hijau, dan berdaya saing global.

Read More  

Admin Alko | 08/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.