Blockchain dan Petani Gunung Kerinci

Admin Alko | 12/02/2026

Oleh: Suryono, CEO ALKO Diskusi di satu grup memantik perbincangan yang lebih hangat di grup lainnya, hingga menjadi trend center: bagaimana perpaduan teknologi dapat menjadi salah satu jalan menuju pertanian berkelanjutan. Cerita ini dimulai dari penerapan media atau alat berbasis IoT (Internet of Things) dan Blockchain. IoT adalah seperangkat alat yang menjadi sumber pencatatan data awal di lapangan. Sementara blockchain berfungsi sebagai penampung sekaligus pengolah data tersebut. Dengan perpaduan keduanya, informasi dari kegiatan pertanian dapat terdeteksi lebih cepat, akurat, dan valid. Sebagai contoh, pada tanaman padi: IoT dapat mendeteksi serangan hama—jenis serangga apa yang datang, tingkat intensitasnya, dan kondisi lingkungan saat itu. Data tersebut kemudian direkam oleh blockchain, yang selanjutnya dapat terhubung dengan sistem solusi—misalnya pengendalian berbasis suara tertentu atau teknologi lainnya. Manfaat lanjutannya adalah hasil produksi menjadi terukur. Informasi kuantitas, kualitas, produktivitas, estimasi panen, hingga proses budidaya tersimpan dalam sistem blockchain melalui mekanisme smart contract. Data ini menyajikan informasi lengkap kepada konsumen—mulai dari proses awal berbasis IoT, pencatatan smart contract, hingga riwayat produksi—yang dapat diakses hanya dengan memindai QR code. Inilah revolusi di mana petani dapat “bertemu” langsung dengan konsumennya melalui transparansi data. Mungkin terdengar rumit dalam bahasa teknologi, namun sebenarnya sangat mudah diterapkan. Ekosistem pertanian—dari tanam, serangan hama, hingga panen—adalah aktivitas yang setiap hari dijalani petani. Yang dibutuhkan hanyalah wadah, seperti koperasi atau relawan, untuk mendigitalisasi ekosistem tersebut. Apa yang dilakukan Koperasi ALKO adalah membangun sistem berbasis blockchain untuk komoditas kopi Sumatra. Aplikasi yang kami kembangkan sendiri mengintegrasikan IoT, smart contract, NFT, dan sistem traceability dalam satu ekosistem digital. Sekilas terlihat canggih, namun sejatinya teknologi hanyalah alat bantu. Intinya tetap pada bisnis riil di lapangan. Peran teknologi besar karena data yang terolah dengan baik memberikan petani strategi ke depan—memahami potensi, kendala, cara penanganan, hingga pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Berdasarkan pengalaman kami sejak awal membangun aplikasi ini: Apakah blockchain mahal? Saat ini relatif sangat murah. Pada 2019, ketika ALKO mulai mengembangkan aplikasi berbasis blockchain, biayanya memang masih tinggi. Namun kini biaya operasionalnya bahkan bisa lebih murah dibandingkan membeli pulsa telepon seluler. Apakah membuat aplikasi berbasis blockchain sulit? Tergantung pada kompleksitas alur dan coding yang dibangun. Namun teknologi seharusnya mempermudah. Saat ini, dengan dukungan AI, proses coding dapat diselesaikan jauh lebih cepat. Dahulu kami membutuhkan sekitar tiga bulan untuk menyesuaikan alur aplikasi dengan kondisi lapangan. Sekarang, secara teknis, bisa diselesaikan dalam hitungan jam. Namun yang paling penting bukanlah cepat atau canggihnya aplikasi, melainkan: apakah ada penggunanya? Banyak aplikasi gagal karena tidak relevan dengan kondisi lapangan dan tidak melibatkan petani sebagai pengguna utama dalam proses pembuatannya. Apa manfaat terbesar teknologi di pertanian? Selama lima tahun kami menggunakan blockchain untuk traceability kopi, manfaat yang kami rasakan antara lain: peningkatan nilai jual, ketersediaan data produksi dan pasar, pengambilan keputusan yang cepat, bahan analisa finansial dan proyeksi, kepuasan pelanggan, menciptakan customer advocate, membangun kepercayaan koperasi secara global, serta mendukung keberlanjutan. Apa manfaat aplikasi traceability kopi ALKO dan siapa penggunanya? Manfaat utama bagi konsumen adalah hak untuk mendapatkan informasi produk yang lengkap, transparan, dan fair trade. Pengguna aplikasi mencakup seluruh pemangku kepentingan kopi: petani, pengepul, eksportir, importir, kafe, hingga penikmat kopi. Saat ini, pengguna terbanyak justru berasal dari negara-negara maju. Manfaat lainnya adalah transparansi rantai pasok. Berapa jumlah pengguna aktif dan apa kendalanya? Pengguna aktif berkisar antara 915 hingga 2.400 petani. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan sinyal, petani yang lupa melakukan input data, kekurangan tenaga validator, serta kebutuhan sosialisasi yang berkelanjutan. Blockchain hanya dapat berjalan jika ada semangat kebersamaan. Setiap aktor dalam rantai pasok harus mau berkontribusi membagikan informasi kegiatannya. Karena prinsip blockchain adalah desentralisasi—satu pengguna satu pencatatan. Data yang telah dimasukkan tidak dapat diubah atau dihapus. Jika satu aktor berhenti mencatat, maka rantai traceability akan terputus. Data yang diinput tersimpan dalam akun masing-masing pengguna, dapat diakses melalui cloud atau email, dan hanya dapat terhubung dengan izin pemegang kunci blockchain. Aplikasi yang dibangun ALKO bernama: https://www.qthinkx.com Aplikasi ini dihibahkan secara gratis dan dapat digunakan oleh seluruh petani kopi di Indonesia maupun global. Tim IT ALKO siap membantu petani atau koperasi lain yang ingin berdiskusi dan mengembangkan manfaat aplikasi ini lebih luas lagi. Lima tahun lalu, tidak ada yang menyangka aplikasi ini akan menjadi teknologi yang dibutuhkan dalam perdagangan komoditas global hari ini. Salam, ALKO Koperasi

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

SUMATERA — Koperasi Alam Korintji Internasional (ALKO) kembali mengirimkan kopi Arabika specialty Indonesia ke Oman melalui jalur laut dari Pelabuhan Belawan pada September 2026. Pengiriman ini menjadi bagian dari empat kali transaksi pengiriman kopi Sumatra ke pasar Oman dalam kurun empat bulan, terdiri dari dua pengiriman melalui jalur udara dan dua melalui jalur laut.Pengiriman terbaru tersebut mengusung model traceability berbasis blockchain melalui aplikasi QThink-X Traceability Apps. Pendekatan ini dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran kopi, sehingga informasi mengenai asal-usul dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi.Berdasarkan informasi pengiriman sebelumnya, salah satu pengiriman melalui jalur udara mencapai volume 8 ton. Pada pengiriman terbaru, kopi Arabika specialty dikirim menggunakan kontainer melalui Pelabuhan Belawan dengan tujuan Oman.Traceability, dari Kebun hingga Pasar InternasionalBagi ALKO, ekspor kopi tidak hanya berorientasi pada pengiriman komoditas, tetapi juga pada pembangunan sistem rantai pasok yang lebih transparan dan dapat ditelusuri.Melalui model traceability, informasi mengenai asal kopi, data petani dan kebun, proses produksi, penanganan pascapanen, pengolahan hingga tahapan perdagangan dapat dihimpun sesuai ketersediaan dan verifikasi data.Penggunaan teknologi blockchain dalam ekosistem QThink-X diarahkan untuk mendukung pencatatan data dan riwayat produk. Dengan pendekatan tersebut, informasi ketertelusuran dapat menjadi bagian dari dokumentasi rantai pasok yang dapat diperiksa oleh pihak terkait sesuai akses dan data yang tersedia.Model ini penting bagi pengembangan kopi specialty karena nilai produk tidak hanya ditentukan oleh karakter rasa dan kualitas fisik, tetapi juga oleh kejelasan asal-usul, konsistensi mutu dan transparansi proses produksi.Empat Pengiriman dalam Empat BulanDalam empat bulan terakhir, pasar Oman telah melakukan empat kali pembelian kopi Sumatra dari ALKO. Rangkaian tersebut mencakup dua pengiriman melalui udara dan dua pengiriman melalui jalur laut.Pengiriman melalui udara memberikan alternatif untuk kebutuhan logistik tertentu, sedangkan jalur laut menjadi pilihan untuk pengiriman menggunakan kontainer. Penggunaan kedua moda tersebut memberikan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pembeli internasional.Pengiriman terbaru melalui Belawan sekaligus memperlihatkan bagaimana ekspor kopi dapat dikembangkan bersama sistem ketertelusuran digital. Dengan dokumentasi yang semakin terstruktur, ALKO berupaya memperkuat hubungan antara pasokan dari Indonesia dan kebutuhan pasar tujuan.Membangun Kepercayaan melalui DataDalam perdagangan internasional, traceability dapat membantu pembeli memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai asal dan perjalanan produk. Namun, kelengkapan dan akurasi informasi tetap bergantung pada data yang dikumpulkan, diverifikasi dan diperbarui sepanjang rantai pasok.Karena itu, pengembangan traceability perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pencatatan produksi, penerapan praktik pascapanen yang baik, pengendalian mutu dan tata kelola data.Bagi ALKO, pendekatan ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem kopi berkelanjutan yang menghubungkan petani, kelompok tani, koperasi, prosesor, teknologi dan pembeli internasional.Memperkuat Posisi Kopi SumatraPembelian berulang dari Oman memberikan peluang bagi ALKO untuk memperkuat hubungan dagang dan mengembangkan pasokan kopi Sumatra secara berkelanjutan.Ke depan, pengembangan pasar tidak hanya bertumpu pada kontinuitas pasokan dan kualitas kopi, tetapi juga pada kemampuan membangun informasi asal-usul produk yang transparan dan terdokumentasi.Melalui integrasi kopi specialty dengan model traceability berbasis blockchain, ALKO berupaya membangun rantai nilai yang menghubungkan kebun, petani, pengolahan, ketertelusuran digital, ekspor dan pasar internasional.Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing kopi Indonesia melalui kombinasi kualitas produk, keberlanjutan dan transparansi rantai pasok.Dari kebun di Sumatra hingga pasar Oman, traceability menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan memperkuat masa depan perdagangan kopi Indonesia.

Read More  

Admin Alko | 10/10/2026

Limapuluh Kota - Kolaborasi untuk melahirkan _local champion_ ekspor kopi Minang terwujud berkat peran Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumatera Barat.Dalam rangkaian kunjungan APINDO Sumbar ke anggotanya yang merupakan pelaku usaha ekspor, APINDO mempertemukan Koperasi Alam Korintji (ALKO) dengan perusahaan lokal asal Payakumbuh, PT. Salimbado Jaya Indonesia (SJI) sebagai prosesor kopi ekspor dari Kabupaten Lima Puluh Kota.Dari pertemuan tersebut, disepakati kemitraan strategis untuk menyiapkan 400 ribu benih kopi robusta yang akan ditanam di kawasan sekitar Gunung Sago.Kolaborasi ini menjadi langkah pengembangan kopi Minang secara masif. Pasalnya, ALKO telah memiliki pasar ekspor khusus untuk kopi Minang, namun suplai belum terpenuhi."Sejak 2019 ALKO telah membangun komunikasi pasar dari hulu ke hilir untuk kopi Minang, namun permintaan buyer ekspor hingga saat ini belum dapat dipenuhi karena produksi kopi Minang yang lolos ekspor masih sedikit," ujar Suryono, Direktur Utama ALKO.Kehadiran ALKO ingin menjadi standar Quality Control (QC) kopi Minang siap ekspor dan diekspor oleh perusahaan lokal dari Sumbar sendiri. Direktur Operasional ALKO Sumatra Barat Pebriansyah menambahkan, "Dilihat dari data perdagangan eksportir, belum tercatat perusahaan kopi lokal Sumbar yang mengekspor kopi dari Sumbar selain ALKO. Tentu perlu ada gerakan untuk menumbuhkan _local champion_ menjadi eksportir kopi Minang. Terima kasih kepada APINDO Sumbar yang telah memfasilitasi pertemuan ini."Sementara itu, Direktur PT. Salimbado Jaya Indonesia, Sepdi Tito, menjelaskan Gunung Sago memiliki potensi besar untuk robusta. Kepastian pasar dari ALKO membuatnya yakin menggerakkan petani."Kerja sama dengan ALKO memberikan kepastian pasar, membuat kami yakin untuk menggerakkan petani lokal agar kembali menanam di lahan-lahan yang masih kosong. Kami bersama ALKO akan menyiapkan 400 ribu benih untuk dibagikan kepada petani dengan skema koperasi dan petani plasma. Saat ini benih yang siap tanam baru 80 ribu," jelas Sepdi Tito.Sepdi Tito menambahkan, pihaknya bersama APINDO Sumbar akan meminta dukungan Pemda Lima Puluh Kota agar ada sinergi pemerintah daerah untuk memenuhi permintaan pasar kopi Minang yang besar."Permintaan buyer pasar kopi Minang ini sudah ada sejak 2021. Kalau dari data produksi kita ada ribuan ton, tapi untuk memenuhi 1 kontainer saja belum ada _local champion_ yang muncul. Dengan banyaknya kelompok tani kopi dan adanya asosiasi kopi saat ini, pekerjaan itu seharusnya bisa lebih mudah dengan kolaborasi yang difasilitasi APINDO ini," tutupnya.Pebriansyah menjalelaskan kerjsama ini akan menerapkan aplikasi Qthink-X untuk penerapan prinsip-prinsip traceability berbasis blockchain kopi Minang.  untuk dapat mengetahui sumber dari kebun kopi di tanam 

Read More  

Admin Alko | 10/10/2026

Vietnam,  – PT ALKO Kerinci memperluas jaringan kerja sama internasional dengan menggandeng empat mitra kopi Vietnam, yakni Robo Farm, Elon Farm, Thy Thy Farm, dan Like Farm. Kemitraan ini menjadi bagian dari strategi ALKO membangun rantai pasok kopi global yang transparan, terverifikasi, dan siap menembus pasar Eropa.Langkah ini menegaskan posisi kopi ALKO tidak hanya sebagai produk lokal, tetapi sebagai brand kopi yang mulai bergerak di panggung internasional. Dengan mengusung traceability blockchain, ALKO ingin memastikan setiap biji kopi yang diproduksi dan diekspor memiliki jejak asal-usul yang jelas, mulai dari kebun hingga pasar tujuan.Robo Farm Jadi Markas Processing ALKO di VietnamDalam kerja sama ini, SG Robo Factory atau Robo Farm Coffee Factory akan menjadi markas processing standar ALKO untuk ekspor kopi Vietnam berbasis blockchain. Robo Factory memiliki fasilitas processing kopi lengkap di Vietnam dan siap dijadikan tempat processing bagi ALKO.Keunggulan prosesor Vietnam tersebut adalah fasilitasnya yang berstandar tinggi. Kerja sama dengan ALKO diharapkan membuka pasar kopi Vietnam berbasis traceability blockchain. Robo Factory akan menjadi hub processing ALKO di Vietnam sekaligus markas ALKO di sana.Founder dan Direktur Robo Farm Coffee Factory adalah Ms. Le Thi Huyen Trang. Lokasinya berada di Tan Ha, Lam Dong, Vietnam. Ms. Le Thi Huyen Trang juga tercatat sebagai anggota Koperasi Alam Korintji.Perkebunan Thy Thy  dan Arabika Specialty VietnamKerja sama dengan petani prosesor sebagai hilir di Vietnam dilakukan dengan Thy Thy Farm. Thy Thy Farm merupakan pemilik kebun kopi Arabika Specialty Vietnam dengan tanaman varietas kopi Arabika baru dan tingkat produktivitas tinggi, hampir rata-rata 4 ton per hektar green bean.Kebun ini telah menerapkan traceability menggunakan aplikasi Qthink-X. Pemilik kebun, Ms. Le Huyen Ngoc Thy, merupakan ketua kelompok tani wanita Kebun Arabika Thy Thy Farm.Elon Farm dan Like Farm Perkuat Kopi RobustaUntuk komoditas Robusta, ALKO bekerja sama dengan Ms. Jenny dari Elon Farm. Elon Farm merupakan prosesor kopi yang memiliki lima petani anggota suplier. Selain memiliki kebun, Elon Farm juga memiliki homestay untuk tamu yang berkunjung. Elon Farm sebagai petani Vietnam mitra koperasi pertama telah menerapkan traceability berbasis blockchain Qthink-X sejak tahun lalu.Petani robusta lain yang terlibat adalah Mr. Mia Huyen Nguyen Quoc Thang, owner Like Farm. Like Farm merupakan unit perkebunan kopi Robusta skala besar yang mencapai 40 hektar di Lam Dong. Kerja sama ini mencakup penerapan traceability blockchain Qthink-X dan menjadikan Like Farm sebagai mitra koperasi ALKO dalam produksi kopi Vietnam untuk pasar Eropa menggunakan blockchain.Blockchain Jadi Nilai Jual Kopi ALKO di Pasar GlobalMelalui empat mitra tersebut, ALKO membangun ekosistem kopi global yang tidak hanya berorientasi pada volume produksi, tetapi juga pada kualitas, keterlacakan, dan kepercayaan pasar. Penerapan Qthink-X di kebun-kebun mitra Vietnam menjadi salah satu kunci untuk memenuhi permintaan pasar internasional, khususnya Eropa, yang semakin ketat terhadap aspek sustainability dan transparansi rantai pasok.Dengan kerja sama ini, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia dan kopi Vietnam di pasar global. Empat kelompok mitra yang terlibat, yaitu Robo Farm, Elon Farm, Thy Thy Farm, dan Like Farm, menjadi fondasi awal bagi ALKO dalam membangun jaringan kopi global berbasis blockchain.

Read More  

Admin Alko | 03/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.