ALKO Sumatra Kopi Dorong Eskalasi Kopi Sumbar ke Pasar Ekspor: Posisi Kopi Indonesia Semakin Strategis dalam Perdagangan Global

Admin Alko | 11/12/2025


Workshop Standar Mutu Kopi – Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Payakumbuh, 11 Desember 2025 — ALKO Sumatra Kopi kembali menegaskan perannya sebagai salah satu motor penggerak industri kopi di Sumatera Barat dalam memasuki pasar global. Hal ini terlihat dalam Workshop Standar Mutu Kopi yang digelar di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, sebuah kegiatan strategis yang diselenggarakan dalam rangka Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi.


CEO ALKO Sumatra Kopi, Suryono, didapuk sebagai salah satu narasumber yang membuka diskusi tentang posisi kopi Indonesia di pasar ekspor dan bagaimana Sumatera Barat dapat memperkuat kembali posisinya dalam rantai pasok global melalui inovasi mutu, standardisasi proses, dan sistem ketertelusuran (traceability).


Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Kopi Dunia


Dalam pemaparan pembuka, Suryono menggambarkan situasi global yang menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam perdagangan kopi dunia. Meskipun secara volume Indonesia berada di posisi keempat atau peringkat ketiga tahun 2025 sebagai produsen kopi global, nilai tambah dan citra kopi Indonesia—terutama dari segmen specialty—masih memiliki ruang peningkatan pasar yang sangat besar.


“Dunia sudah berubah. Pembeli global bukan lagi hanya mencari volume, tetapi mencari cerita, nilai keberlanjutan penguatan petani, jejak asal, dan konsistensi mutu. Indonesia memiliki itu semua, namun perlu ditata dalam sistem yang standar dan bisa diverifikasi,” ujar Suryono di hadapan peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pelaku industri, komunitas asosiasi kopi Sumbar dan petani.


Ia menekankan perubahan pasar yang kini mengarah ke transparansi rantai pasok. Negara-negara tujuan ekspor seperti Uni Eropa, Timur Tengah, dan Asia Timur kini mewajibkan data ketertelusuran mulai dari petani, kebun, proses, hingga lot siap ekspor. ALKO menjadi salah satu pionir di Sumatera yang menerapkan sistem traceability digital untuk menjawab kebutuhan ini yang telah dimulai export kopi dari petani dampingan ALKO di Solok Selatan, Lima puluh kota dan Lasi.


ALKO Sumatra Kopi: Model Rantai Pasok Berbasis Mutu & Data


Suryono menjelaskan bagaimana ALKO membangun rantai pasok kopi berbasis mutu dan data sejak 2018. Pendekatan ini tidak hanya bertumpu pada penyeragaman standar pascapanen, tetapi juga memperkuat posisi petani sebagai aktor utama yang terhubung langsung dengan kebutuhan pasar.


“Kopi Sumbar, dan khususnya Kerinci, telah memiliki reputasi global. Tetapi reputasi itu harus dijaga dengan standar yang tidak boleh turun. Mutu tidak boleh musiman. Standar harus presisi. Setiap lot kopi harus punya identitas,” jelasnya.


Model ALKO mencakup:


1. Standardisasi Pascapanen


Mulai dari natural, fullwash, honey, wet hulled, hingga experimental aerob. Semua proses didokumentasikan sehingga setiap lot memiliki process sheet yang dapat ditelusuri.


2. Digital Traceability System


Setiap petani, titik kebun, dan batch kopi dicatat. Hal ini menjadi nilai tambah terutama untuk buyer dari Eropa, Dubai, dan Asia Timur, yang kini meminta akses data sebelum pembelian.


3. Konsistensi Cupping dan Kalibrasi Mutu


ALKO memiliki laboratorium cupping sendiri yang menjadi tempat evaluasi mutu sebelum pengiriman. Penilaian dilakukan oleh cupper bersertifikat, memastikan kopi yang keluar dari Kerinci dan Sumbar berada dalam rentang kualitas yang diterima pasar internasional.


4. Kolaborasi dengan Pendidikan Vokasi


Workshop di Payakumbuh adalah bagian dari jejaring peningkatan pengetahuan. Kampus vokasi berperan penting dalam penyediaan SDM yang memahami standar mutu, keamanan pangan, dan dinamika ekspor kopi.


Eskalasi Permintaan Kopi Sumbar dari Pasar Internasional


Dalam paparannya, Suryono juga membeberkan perkembangan terbaru terkait permintaan buyer internasional terhadap kopi Minang Sumatra Barat. Dubai, Turkic countries, Eropa Timur, serta pasar Jepang mulai meningkatkan permintaan baik untuk arabika maupun robusta fine.


Beberapa tren yang ditekankan:


⭐ Natural Kerinci Menjadi Primadona Pasar Dubai


Buyer kini mencari profil fruity–sweet dengan proses terkontrol. Batch ALKO mendapatkan skor cupping tinggi di sesi Dubai Multi Commodities Centre (DMCC) akhir Oktober lalu.


⭐ Experimental Aerob Lasi Mulai Diminati Pasar Premium


Kopi dengan proses aerob, anaerob, atau mixed fermentation kini bernilai tinggi karena menawarkan karakter unik. Permintaan 1 ton batch experimental Lasi Marapi dari buyer Dubai menjadi contoh kuatnya respon pasar.


⭐ Robusta Fine Sumbar Menembus Pasar Eropa Timur Solok Selatan dan pesisir selatan


Terutama Ukraine, yang kini mencari robusta fine dengan ketelusuran jelas. ALKO menjadi salah satu pemasok dari Kerinci yang konsisten menyediakan mutu robusta sesuai standar ekspor.


“Pasar luar itu tidak melihat kabupaten atau provinsi. Mereka melihat konsistensi mutu dan ketelusuran. Kalau kita bisa jaga mutu, Sumbar akan kembali menjadi kekuatan baru kopi dunia,” tegas Suryono.


Peran Kampus Vokasi dalam Penguatan Standar Mutu


Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menjadi ruang penting komitmen peningkatan kualitas melalui pendidikan terapan. Suryono menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran besar dalam mencetak SDM yang mampu mengelola proses pascapanen secara presisi, terukur, dan sesuai standar ekspor.


“Sertifikasi mutu, keamanan pangan, dan traceability bukan lagi pilihan. Ini sudah menjadi kewajiban. Dan di sinilah kampus vokasi punya peran: mengisi ruang kompetensi itu,” tambahnya.


Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan sesi praktik, diskusi teknis pascapanen, manajemen mutu, standar keamanan pangan, hingga strategi hubungan buyer dan eksportir.


Tantangan Global dan Arah Penguatan Kopi Sumbar


Suryono menyampaikan beberapa tantangan besar yang perlu dihadapi agar kopi Sumatra Barat mampu bersaing:


1. Konsistensi Proses di Setiap Level Petani


Masih banyak proses manual tanpa SOP baku, sehingga mutu sering berubah-ubah.


2. Pemahaman Traceability


Petani dan prosesor perlu terbiasa dengan pencatatan data. Ini bukan beban; ini nilai tambah.


3. Kebutuhan Kalibrasi Rasa


Cupper lokal perlu terus dilatih agar mampu membaca tren rasa global.


4. Percepatan Logistik Ekspor


Bandara dan pelabuhan di Sumbar perlu memperbaiki manajemen logistik agar eksportir tidak harus transit ke provinsi lain.


5. Penambahan luas lahan penanam kopi di Sumbar.


"Produksi kopi Sumbar yg terus menurun mengharuskan dukungan di perkuat di tingkat petani itu yang Paling fundamental" ujar Suryono. Petani atau hulu sebagai kata kunci, Harapan dari Paparan tentang potensi pasar export ini dapat dilihat oleh petani sebagai peluang kepastian pasar sehingga petani tidak ragu untuk terus menanam disamping ada sebagain kecil untuk pasar kopi specialty. Kepastian pasar dan suport pengadaan benih unggul untuk petani harus menjadi program utama pemerintah Sumbar.


Namun, Suryono optimistis Petani kopi Sumbar memiliki masa depan cerah.


“Di Kerinci, Lampung, Aceh, Agam, dan Solok Selatan, kita punya ekosistem. Ini fondasi yang kuat. Tinggal kita naikkan kelasnya melalui mutu dan data. Kalau ini terus jalan, dalam lima tahun Sumbar bisa menjadi pusat ekspor kopi biggest scale di Sumatra berbasis ekosistem”


ALKO sebagai Role Model Pengembangan Kopi Berbasis Ekspor


Workshop di Payakumbuh ini menjadi salah satu momen penting yang menegaskan bahwa ALKO Sumatra Kopi bukan hanya eksportir, tetapi juga knowledge hub yang membawa standar mutu ke tingkat yang lebih tinggi.


Pesan penting Suryono:

“Kita tidak boleh lagi berpikir bahwa kopi hanya soal hasil panen. Kopi adalah soal kesejahteraan petani, soal data, proses, konsistensi, dan reputasi. Dan reputasi ditingkat petani binaan yang harus di jaga itu yang dapat membawa kopi Sumbar melanjutkan perjalanan ke pasar global.”


Dengan pendekatan komprehensif yang mencakup mutu, teknologi, edukasi, dan kolaborasi, ALKO terus mendorong agar kopi Sumatera Barat memiliki posisi strategis dalam perdagangan internasional.


Workshop di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menjadi bukti kuat bahwa sinergi antara industri dan pendidikan vokasi mampu membawa standar baru dalam tata kelola kopi Indonesia.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

BENGKULU,  Sejarah baru bagi Provinsi Bengkulu terukir pada Senin, 7 September 2026. Untuk pertama kalinya, kopi asal Bumi Rafflesia resmi diekspor langsung dengan identitas daerah sendiri. Sebanyak 1,92 ton biji kopi robusta dengan branding "Ngopi Bengkulu" dilepas ke Italia, menandai babak baru dalam perjalanan komoditas unggulan daerah menuju panggung dunia.Acara pelepasan ekspor perdana ini berlangsung di Kabupaten Kepahiang dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Bupati Kepahiang H. Zurdinata, unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, pelaku usaha, serta puluhan wartawan ekonomi.Momen ini bukan sekadar seremoni. Selama ini, kopi Bengkulu yang merupakan produsen kopi peringkat 5 nasional dengan produksi mencapai 55 ribu ton atau 7,23 persen dari total produksi nasional pada 2023, kerap keluar negeri tanpa identitas daerah. Aktivitas ekspor kopi memang telah berlangsung, namun komoditas tersebut belum sepenuhnya tercatat sebagai ekspor yang berasal langsung dari Bengkulu.Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menegaskan bahwa ekspor perdana ini menjadi momentum penting bagi Provinsi Bengkulu."Ekspor kopi sering kali dilakukan, bahkan mungkin setiap hari. Tetapi ekspor yang tercatat berasal dari Bengkulu, dengan Surat Keterangan Asal atau Certificate of Origin yang berasal dari Bengkulu, mungkin baru dilakukan hari ini," ujar Wahyu.Menurutnya, kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan perekonomian Provinsi Bengkulu. Ia berharap momentum ekspor perdana ini dapat menjadi awal bagi semakin banyak komoditas unggulan daerah yang tercatat sebagai produk ekspor Bengkulu.Wakil Gubernur: Ini Langkah Awal, Tak Ada Lagi Kopi Bengkulu Bernama Kopi LampungWakil Gubernur Bengkulu dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ekspor perdana ini. Ia menegaskan bahwa momentum ini menjadi langkah awal yang sangat penting bagi Provinsi Bengkulu."Saya mendukung penuh kegiatan perdana ini. Ke depannya, ini menjadi langkah awal yang menentukan. Tidak boleh lagi ada kopi Bengkulu yang keluar dengan nama kopi Lampung. Kopi Bengkulu harus punya nama sendiri, identitas sendiri, dan kita mulai hari ini," tegas Wakil Gubernur.Pernyataan ini merespons kondisi selama ini di mana kopi Bengkulu yang memiliki kualitas baik kerap dipasarkan melalui provinsi lain sehingga tercatat sebagai ekspor daerah lain. Dengan adanya Surat Keterangan Asal (SKA) Bengkulu dan branding "Ngopi Bengkulu", identitas kopi daerah kini mulai terbangun.Wakil Gubernur juga mengapresiasi peran PT ALKO Sumatera Kopi yang telah menjadi motor penggerak ekosistem kopi Bengkulu, mulai dari pendampingan petani hingga fasilitasi ekspor langsung ke pasar internasional."Ngopi Bengkulu": Dari Identitas Daerah Menuju Merek GlobalSelama ini kopi Bengkulu memiliki kualitas yang baik, namun masih menghadapi tantangan pada aspek branding, hilirisasi, dan akses pasar. Sebagian besar kopi Bengkulu dipasarkan melalui provinsi lain sehingga identitas kopi daerah kurang dikenal langsung di pasar internasional.Bupati Kepahiang H. Zurdinata menyatakan bahwa ekspor kopi melalui Pelabuhan Pulau Baai memberikan nilai tersendiri bagi Provinsi Bengkulu. Sebab, kopi yang dikirim ke pasar luar negeri tersebut membawa nama Bengkulu sebagai daerah penghasil kopi."Ekspor kopi kali ini Bengkulu dapat nama, karena diekspor lewat Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Terbentuk pasar di internasional ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani kopi," ujar Zurdinata.Menurutnya, ekspor perdana tersebut tidak hanya sebatas kegiatan perdagangan, tetapi menjadi awal untuk membangun "branding kopi Bengkulu" agar semakin dikenal di pasar dunia. Dengan terbentuknya pasar internasional, rantai ekonomi komoditas kopi diharapkan semakin kuat dan memberikan manfaat lebih besar bagi petani.Zurdinata menyebutkan, Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang merupakan daerah penghasil kopi Robusta yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bersama. Penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) di tiga daerah tersebut dinilai penting untuk membangun kolaborasi pertanian yang mampu menembus pasar global.Bantuan Sarana Produksi dari BI untuk UMKM Binaan ALKODalam acara yang sama, dilakukan penyerahan bantuan sarana produksi kepada dua UMKM binaan ALKO, yaitu:1. Koperasi Belirang Bumi Persada2. Koperasi Sinar Alamat SentosaBantuan berupa mesin roasting dan mesin sortasi ini diberikan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kapasitas produksi kopi daerah. Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas olahan kopi sehingga nilai tambah produk semakin tinggi."Kami dari BI Bengkulu memberikan bantuan mesin roasting dan mesin sortasi kepada dua koperasi binaan ALKO. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung penguatan kapasitas petani dan pelaku usaha kopi di Bengkulu agar siap ekspor," ujar Wahyu.Lima KUPS dan Koperasi Ikut dalam Ekspor PerdanaSelain dua koperasi penerima bantuan, ekspor perdana kali ini juga melibatkan 3 KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) binaan Warsi yang kopinya ikut dikirim dalam container ekspor ALKO ke Italia, yaitu:1. KUPS Pesona Bukit Resam2. KUPS Kopi Sako Lemunakai3. KUPS Sumur Alam (Bengkulu Utara)Kelima entitas petani ini menjadi bagian dari ekosistem kopi Bengkulu yang kini mulai terhubung langsung dengan pasar ekspor. Produksi kopi mereka dikonsolidasikan oleh ALKO sebagai agregator dan dikirim bersama dalam ekspor perdana yang bersejarah ini.ALKO dan BI Jalin Kerja Sama Inklusif Bangun Petani Siap EksporDirektur PT ALKO Sumatera Kopi menegaskan bahwa perusahaan memiliki kerja sama yang inklusif dengan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu dalam membangun petani siap ekspor di Kabupaten Rejang Lebong dan sekitarnya."ALKO memiliki kerja sama inklusif dengan BI Bengkulu untuk membangun petani siap ekspor di Rejang Lebong dan Bengkulu. Kami bersama BI melakukan pendampingan mulai dari hulu, peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan, hingga akses pasar ekspor," jelas perwakilan ALKO.Kerja sama ini mencakup berbagai aspek, antara lain:· Pendampingan teknis budidaya kopi berkualitas· Pelatihan pascapanen dan pengolahan· Penguatan kelembagaan koperasi dan KUPS· Fasilitasi akses pembiayaan· Penggunaan teknologi traceability QThink-X· Pendampingan sertifikasi dan standar eksporQThink-X: Teknologi Traceability untuk Transparansi Rantai PasokALKO juga memperkenalkan implementasi sistem QThink-X, platform traceability berbasis blockchain yang memungkinkan asal-usul kopi dapat ditelusuri mulai dari petani, lahan, proses pasca panen, hingga distribusi ekspor. Teknologi ini dinilai penting untuk menjawab tuntutan pasar global yang kini semakin ketat terhadap standar keberlanjutan dan transparansi produk.Direktur Operasional PT ALKO Sumatra Kopi, Hongly Fernando, dalam forum diskusi sebelumnya menyoroti pentingnya transformasi industri kopi nasional yang tidak hanya fokus pada produksi bahan baku, tetapi juga pada pembangunan identitas daerah, transparansi rantai pasok, dan penguatan merek kopi Indonesia di pasar dunia."Pasar global hari ini tidak hanya membeli kopi, tetapi juga membeli cerita, asal-usul, keberlanjutan, dan transparansi produk. Karena itu kopi Bengkulu memiliki peluang besar jika dibangun dengan ekosistem yang kuat," ujar Hongly.Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung petani, Koperasi Petani Alam Korintji (ALKO) memberikan akses penggunaan platform QThink-X secara gratis kepada petani dan kelompok tani di Bengkulu. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi sektor pertanian sekaligus membantu petani memenuhi standar pasar global tanpa beban biaya tambahan.Dukungan BI Bengkulu dan Kolaborasi Lintas SektorBank Indonesia Perwakilan Bengkulu memainkan peran penting dalam mendorong penguatan komoditas kopi daerah agar mampu menembus pasar internasional secara langsung. BI juga menekankan pentingnya peran perbankan dalam mendukung pelaku usaha, khususnya UMKM dan eksportir kopi.Wahyu mengatakan dukungan perbankan diperlukan tidak hanya dalam pembiayaan pengembangan produksi, tetapi juga pada tahap transaksi perdagangan internasional."Kalau kita ingin berusaha agar UMKM lebih kuat lagi, perbankan menjadi kunci, baik untuk pengembangan produksi maupun nanti pada saat fasilitasi untuk kredit ekspor," jelasnya.Ia menambahkan, bank devisa memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekspor, termasuk fasilitasi penerbitan Letter of Credit (LC) serta berbagai kebutuhan transaksi perdagangan internasional lainnya.BI Bengkulu juga terus mendorong pelaku UMKM kopi untuk meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, serta memperluas akses pasar hingga tingkat nasional dan internasional. BI bahkan mengarahkan kopi Bengkulu untuk membangun kerja sama dengan jaringan kedai kopi berskala nasional dan internasional, termasuk Starbucks dan Tomoro Coffee.Potensi Besar dan Tantangan ke DepanProvinsi Bengkulu memiliki potensi signifikan pada kopi robusta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Bengkulu merupakan produsen kopi terbesar ke-5 di Indonesia dengan produksi mencapai 55 ribu ton. Namun, tantangan pada aspek tata kelola usaha, kelembagaan, serta mutu pascapanen masih menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama.Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki daerah, khususnya sektor kopi dan perhutanan sosial, harus mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, pada awal tahun 2026 telah diluncurkan Program Kopi Merah Putih, yang menjadi salah satu strategi percepatan hilirisasi kopi dan penguatan ekonomi masyarakat desa. Program tersebut kini sejalan dengan peluncuran Strategi dan Transformasi Ekonomi Komunitas Perhutanan Sosial (PS) yang fokus pada pengembangan model bisnis berbasis masyarakat.Provinsi Bengkulu menjadi salah satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang menjadi lokus intervensi program tersebut, dengan total dukungan anggaran sebesar USD 1.453.904 atau setara Rp23,55 miliar dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan RI.Harapan Besar untuk Kesejahteraan PetaniDengan adanya branding dan pengiriman langsung dari Bengkulu, diharapkan Kopi Bengkulu dapat dikenal di tingkat dunia. Hal ini diyakini akan berdampak pada peningkatan permintaan, kenaikan harga, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Provinsi Bengkulu.Bupati Kepahiang dalam sambutannya menegaskan bahwa ini bukan sekadar ekspor biasa."Ini adalah langkah awal kita untuk membawa nama Kopi Bengkulu ke dunia. Kalau sudah dikenal dunia, pasarnya pasti banyak, pembelinya pasti banyak, dan ujungnya harga kopi petani kita naik. Harapan kita satu: meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Provinsi Bengkulu," tegasnya.Wakil Gubernur Bengkulu menutup sambutannya dengan optimisme tinggi."Ini langkah awal kita. Tidak boleh lagi ada kopi Bengkulu yang keluar dengan nama daerah lain. Kita mulai dari sekarang, kita bangun bersama, dan saya yakin kopi Bengkulu akan dikenal dunia," pungkasnya.BI Bengkulu berharap ekspor perdana ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pintu masuk untuk memperkuat rantai pasok kopi Bengkulu dari hulu hingga hilir. Mulai dari peningkatan kualitas produksi, pengolahan pascapanen, pembiayaan, sertifikasi, penguatan kelembagaan petani, hingga pemasaran internasional perlu dilakukan secara berkesinambungan.Ekspor perdana ini juga menunjukkan bahwa kopi Bengkulu memiliki peluang untuk menembus pasar global. BI Bengkulu selanjutnya berupaya memperluas akses pasar agar produk kopi daerah tidak berhenti pada pasar ekspor, tetapi juga masuk ke rantai pasok perusahaan dan jaringan usaha berskala besar.Sinergi antara pemerintah daerah, BI, perbankan, eksportir, pelaku UMKM, dan petani dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan. Dengan terbukanya peluang ekspor dan rencana kemitraan dengan jaringan kedai kopi besar, kopi Bengkulu diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu produk unggulan daerah dan membawa manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.

Read More  

Admin Alko | 07/09/2026

KERINCI, JAMBI — Koperasi Alam Korintji Internasional (ALKO) bersama Petani Kopi Kerinci akan menyelenggarakan Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kayu Aro Kerinci 2026 pada 11–12 September 2026 di Aula Podium/Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jambi.Festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem kopi Kerinci dari hulu hingga hilir. Petani dan kelompok tani, koperasi, UMKM, pelaku usaha, pemerintah, asosiasi, akademisi, hingga mitra pasar dari dalam dan luar negeri akan dipertemukan dalam satu rangkaian kegiatan.Bagi ALKO, festival ini bukan sekadar agenda perayaan petani kopi. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peran dalam membangun masa depan kopi Kerinci secara bersama-sama.Mempertemukan Petani dan PasarSejumlah agenda telah disiapkan dalam festival, mulai dari pembukaan, seminar dan diskusi, business matching, forum hilirisasi, hingga pengenalan kebun dan proses pengolahan kopi.Melalui business matching, petani, koperasi, UMKM dan pelaku usaha akan memperoleh ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan calon mitra pasar.Forum tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru sekaligus memperkuat hubungan antara produsen kopi di tingkat lokal dengan pasar yang lebih luas.Sementara itu, forum hilirisasi akan membahas bagaimana kopi Kerinci dapat dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas bahan baku, tetapi juga menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih besar.Traceability Kopi Agroforestry Berbasis BlockchainSalah satu agenda inti festival adalah talk show dengan tema:“Upaya Membangun Ekosistem Traceability Kopi Agroforestry Kerinci Berbasis Blockchain Web 3.0 sebagai Kekuatan Nilai Tambah Kopi Kerinci untuk Pasar Global.”Tema ini menjadi bagian penting dalam festival karena perkembangan industri kopi semakin membutuhkan transparansi dan ketertelusuran.Melalui sistem traceability, informasi mengenai perjalanan kopi dari tingkat kebun hingga pasar dapat dikembangkan secara lebih terstruktur.Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan terhadap produk kopi Kerinci, sekaligus memberikan ruang bagi identitas petani, kebun, proses produksi dan karakter wilayah untuk tetap menjadi bagian dari cerita produk.Bagi ALKO, teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi diharapkan menjadi infrastruktur yang membantu memperkuat hubungan antara petani, koperasi, pelaku usaha dan pasar.Melihat Kopi dari KebunFestival juga akan membawa peserta lebih dekat dengan sumber produksi melalui pengenalan kebun dan proses pengolahan kopi.Agenda ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung bagaimana kopi diproduksi dan diproses sebelum menjadi produk yang dipasarkan.Pendekatan tersebut penting untuk memperlihatkan bahwa di balik secangkir kopi terdapat proses panjang yang melibatkan petani, lingkungan, pengetahuan lokal, pengolahan dan rantai perdagangan.Khusus bagi kopi Kerinci, aspek agroforestry menjadi bagian penting dari pembicaraan mengenai keberlanjutan produksi.Pengembangan kopi dalam sistem agroforestry dapat mempertemukan kepentingan ekonomi petani dengan upaya menjaga keberagaman tanaman dan lingkungan.Ruang KolaborasiFestival Pesta Rakyat Petani Kopi Kayu Aro Kerinci 2026 diharapkan menjadi ruang bertemunya berbagai perspektif.Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan kebijakan dan ekosistem pendukung. Akademisi dapat berkontribusi melalui pengetahuan dan riset. Pelaku usaha membuka akses terhadap pengolahan dan pasar. Sementara petani menjadi aktor utama yang menghasilkan kopi dari tingkat kebun.Koperasi kemudian menjadi salah satu penghubung yang memperkuat posisi petani dalam ekosistem tersebut.Kolaborasi lintas pihak inilah yang menjadi salah satu gagasan utama festival.Menguatkan Kopi KerinciMelalui festival ini, ALKO bersama petani kopi Kerinci ingin mendorong agar pengembangan kopi dilakukan secara lebih terintegrasi.Tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga mencakup kelembagaan petani, kualitas, pengolahan, hilirisasi, teknologi traceability, akses pembiayaan, pemasaran dan hubungan dengan pasar.Dengan pendekatan tersebut, festival diharapkan menghasilkan lebih dari sekadar diskusi. Pertemuan antarpihak dapat menjadi awal dari kerja sama dan program yang memberikan manfaat nyata bagi petani.Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kayu Aro Kerinci 2026 akan berlangsung:Tanggal: 11–12 September 2026Tempat: Aula Podium/Lapangan Desa Batang SangirKabupaten: Kerinci, Provinsi JambiDari Kayu Aro, festival ini membawa satu pesan utama: masa depan kopi Kerinci dibangun bersama—dari kebun petani, melalui koperasi dan teknologi, hingga terhubung dengan pasar.

Read More  

Admin Alko | 04/09/2026

MEDAN — Aktivitas perdagangan kopi Arabika specialty Indonesia kembali dilakukan ALKO Sumatra Kopi melalui pengiriman menuju Malaysia. Pengiriman pada Agustus 2026 ini dilakukan melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, sebagai bagian dari aktivitas ekspor rutin ALKO ke pasar regional.Pengiriman tersebut mengusung tema “Road to Ekspor Kopi Arabika Specialty Indonesia Berbasis Traceability Blockchain ke Malaysia – Agustus 2026 via Belawan.” Dalam dokumentasi pengiriman, kopi telah dipersiapkan dalam kemasan ekspor dan ditempatkan di fasilitas logistik sebelum diberangkatkan menuju Malaysia.Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengiriman ini adalah penggunaan pendekatan traceability melalui QThink-X Traceability Apps. Sistem tersebut dikembangkan untuk mendukung pencatatan dan keterlacakan rantai pasok kopi, sehingga informasi mengenai perjalanan produk dari sumber produksi hingga perdagangan dapat dikelola secara lebih terstruktur.Ekspor Rutin, Bukan Sekadar PengirimanBagi ALKO, aktivitas ekspor ke Malaysia merupakan bagian dari kesinambungan perdagangan kopi Indonesia dengan pasar internasional. Karena itu, pengiriman ini tidak ditempatkan sebagai sekadar pencapaian satu kali, melainkan bagian dari upaya menjaga kontinuitas pasokan dan hubungan dagang dengan mitra di luar negeri.Malaysia juga menjadi salah satu pasar regional yang strategis bagi kopi Indonesia. Kedekatan geografis dengan Indonesia membuka peluang pengembangan perdagangan sekaligus memungkinkan terbentuknya rantai pasok yang lebih efisien.Namun, perkembangan perdagangan kopi saat ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyediakan produk. Pembeli semakin membutuhkan informasi mengenai asal-usul, proses produksi, kualitas, dan perjalanan produk.Dalam konteks tersebut, traceability menjadi bagian penting dari pengembangan perdagangan kopi.Menghubungkan Petani dengan PasarPenggunaan QThink-X diarahkan untuk mendukung keterhubungan antara data di tingkat hulu dengan aktivitas perdagangan di tingkat hilir.Bagi ekosistem kopi, pendekatan ini memiliki arti penting karena nilai sebuah kopi specialty tidak hanya berada pada produk akhirnya. Identitas wilayah, petani, proses budidaya, pascapanen, pengolahan dan rantai perdagangan turut membentuk nilai produk.Dengan sistem ketertelusuran, informasi tersebut dapat dikelola secara lebih sistematis sehingga hubungan antara petani, koperasi, pengolah, eksportir dan pembeli dapat dibangun dalam satu ekosistem data.Konsep tersebut juga membuka peluang pengembangan layanan yang lebih luas di masa mendatang, termasuk penguatan akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar keberlanjutan dan pengelolaan risiko rantai pasok.Dari Belawan Menuju MalaysiaPemilihan Belawan sebagai jalur pengiriman memperlihatkan peran penting pelabuhan di Sumatera Utara dalam mendukung perdagangan komoditas dari Sumatera menuju pasar regional.Kopi yang telah dipersiapkan untuk ekspor kemudian masuk dalam proses logistik sebelum diberangkatkan ke Malaysia. Dokumentasi pengiriman pada 20 Agustus 2026 menunjukkan komoditas telah berada di fasilitas logistik di kawasan Surabaya sebelum proses pengiriman melalui jalur Belawan.Dengan demikian, rantai logistik kopi membutuhkan koordinasi dari titik pengumpulan dan pengolahan hingga pelabuhan keberangkatan.Bagi ALKO, aspek tersebut menjadi bagian dari proses membangun perdagangan kopi yang tidak hanya berorientasi pada volume, tetapi juga pada konsistensi kualitas, ketertelusuran dan keberlanjutan hubungan dagang.Teknologi sebagai Infrastruktur KepercayaanPerdagangan kopi specialty membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi antara produsen dan pembeli. Teknologi traceability kemudian menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu menyediakan informasi tersebut.Melalui QThink-X, ALKO mengembangkan pendekatan digital untuk mendukung pencatatan rantai pasok. Teknologi ditempatkan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antara produksi kopi di tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Model ini sejalan dengan arah perkembangan industri kopi global yang semakin menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam rantai pasok.Karena itu, ekspor rutin ke Malaysia sekaligus menjadi ruang untuk terus mengembangkan penerapan teknologi dalam perdagangan kopi Indonesia.Menjaga Nilai Tambah di Tingkat PetaniPada akhirnya, penguatan ekspor diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas perdagangan, tetapi juga memberikan dampak lebih besar bagi petani kopi.Ketika asal-usul dan perjalanan produk dapat terdokumentasi dengan baik, identitas kopi dari wilayah produksi dapat dipertahankan ketika produk memasuki pasar. Hal ini menjadi penting bagi pengembangan kopi specialty yang memiliki karakter dan nilai berdasarkan daerah asalnya.ALKO menempatkan petani dan kelembagaan ekonomi mereka sebagai bagian dari rantai nilai tersebut. Dengan dukungan teknologi, perdagangan dan pengelolaan data diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi.Pengiriman kopi Arabika specialty Indonesia ke Malaysia melalui Belawan pada Agustus 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana perdagangan rutin, logistik dan teknologi traceability mulai berjalan dalam satu ekosistem.Bagi kopi Indonesia, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar bagaimana produk dapat masuk ke pasar internasional, tetapi bagaimana hubungan dagang dapat dijaga secara konsisten, produk dapat ditelusuri, dan nilai tambah dapat semakin dirasakan di tingkat petani.Dari kebun ke pasar, kopi Indonesia tidak hanya dikirim—tetapi juga membawa data, identitas, dan cerita dari para petaninya.

Read More  

Admin Alko | 03/09/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.