ALKO Sumatra Kopi Dorong Eskalasi Kopi Sumbar ke Pasar Ekspor: Posisi Kopi Indonesia Semakin Strategis dalam Perdagangan Global

Admin Alko |

ALKO Sumatra Kopi Dorong Eskalasi Kopi Sumbar ke Pasar Ekspor: Posisi Kopi Indonesia Semakin Strategis dalam Perdagangan Global


Workshop Standar Mutu Kopi – Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Payakumbuh, 11 Desember 2025 — ALKO Sumatra Kopi kembali menegaskan perannya sebagai salah satu motor penggerak industri kopi di Sumatera Barat dalam memasuki pasar global. Hal ini terlihat dalam Workshop Standar Mutu Kopi yang digelar di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, sebuah kegiatan strategis yang diselenggarakan dalam rangka Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi.


CEO ALKO Sumatra Kopi, Suryono, didapuk sebagai salah satu narasumber yang membuka diskusi tentang posisi kopi Indonesia di pasar ekspor dan bagaimana Sumatera Barat dapat memperkuat kembali posisinya dalam rantai pasok global melalui inovasi mutu, standardisasi proses, dan sistem ketertelusuran (traceability).


Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Kopi Dunia


Dalam pemaparan pembuka, Suryono menggambarkan situasi global yang menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam perdagangan kopi dunia. Meskipun secara volume Indonesia berada di posisi keempat atau peringkat ketiga tahun 2025 sebagai produsen kopi global, nilai tambah dan citra kopi Indonesia—terutama dari segmen specialty—masih memiliki ruang peningkatan pasar yang sangat besar.


“Dunia sudah berubah. Pembeli global bukan lagi hanya mencari volume, tetapi mencari cerita, nilai keberlanjutan penguatan petani, jejak asal, dan konsistensi mutu. Indonesia memiliki itu semua, namun perlu ditata dalam sistem yang standar dan bisa diverifikasi,” ujar Suryono di hadapan peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pelaku industri, komunitas asosiasi kopi Sumbar dan petani.


Ia menekankan perubahan pasar yang kini mengarah ke transparansi rantai pasok. Negara-negara tujuan ekspor seperti Uni Eropa, Timur Tengah, dan Asia Timur kini mewajibkan data ketertelusuran mulai dari petani, kebun, proses, hingga lot siap ekspor. ALKO menjadi salah satu pionir di Sumatera yang menerapkan sistem traceability digital untuk menjawab kebutuhan ini yang telah dimulai export kopi dari petani dampingan ALKO di Solok Selatan, Lima puluh kota dan Lasi.


ALKO Sumatra Kopi: Model Rantai Pasok Berbasis Mutu & Data


Suryono menjelaskan bagaimana ALKO membangun rantai pasok kopi berbasis mutu dan data sejak 2018. Pendekatan ini tidak hanya bertumpu pada penyeragaman standar pascapanen, tetapi juga memperkuat posisi petani sebagai aktor utama yang terhubung langsung dengan kebutuhan pasar.


“Kopi Sumbar, dan khususnya Kerinci, telah memiliki reputasi global. Tetapi reputasi itu harus dijaga dengan standar yang tidak boleh turun. Mutu tidak boleh musiman. Standar harus presisi. Setiap lot kopi harus punya identitas,” jelasnya.


Model ALKO mencakup:


1. Standardisasi Pascapanen


Mulai dari natural, fullwash, honey, wet hulled, hingga experimental aerob. Semua proses didokumentasikan sehingga setiap lot memiliki process sheet yang dapat ditelusuri.


2. Digital Traceability System


Setiap petani, titik kebun, dan batch kopi dicatat. Hal ini menjadi nilai tambah terutama untuk buyer dari Eropa, Dubai, dan Asia Timur, yang kini meminta akses data sebelum pembelian.


3. Konsistensi Cupping dan Kalibrasi Mutu


ALKO memiliki laboratorium cupping sendiri yang menjadi tempat evaluasi mutu sebelum pengiriman. Penilaian dilakukan oleh cupper bersertifikat, memastikan kopi yang keluar dari Kerinci dan Sumbar berada dalam rentang kualitas yang diterima pasar internasional.


4. Kolaborasi dengan Pendidikan Vokasi


Workshop di Payakumbuh adalah bagian dari jejaring peningkatan pengetahuan. Kampus vokasi berperan penting dalam penyediaan SDM yang memahami standar mutu, keamanan pangan, dan dinamika ekspor kopi.


Eskalasi Permintaan Kopi Sumbar dari Pasar Internasional


Dalam paparannya, Suryono juga membeberkan perkembangan terbaru terkait permintaan buyer internasional terhadap kopi Minang Sumatra Barat. Dubai, Turkic countries, Eropa Timur, serta pasar Jepang mulai meningkatkan permintaan baik untuk arabika maupun robusta fine.


Beberapa tren yang ditekankan:


⭐ Natural Kerinci Menjadi Primadona Pasar Dubai


Buyer kini mencari profil fruity–sweet dengan proses terkontrol. Batch ALKO mendapatkan skor cupping tinggi di sesi Dubai Multi Commodities Centre (DMCC) akhir Oktober lalu.


⭐ Experimental Aerob Lasi Mulai Diminati Pasar Premium


Kopi dengan proses aerob, anaerob, atau mixed fermentation kini bernilai tinggi karena menawarkan karakter unik. Permintaan 1 ton batch experimental Lasi Marapi dari buyer Dubai menjadi contoh kuatnya respon pasar.


⭐ Robusta Fine Sumbar Menembus Pasar Eropa Timur Solok Selatan dan pesisir selatan


Terutama Ukraine, yang kini mencari robusta fine dengan ketelusuran jelas. ALKO menjadi salah satu pemasok dari Kerinci yang konsisten menyediakan mutu robusta sesuai standar ekspor.


“Pasar luar itu tidak melihat kabupaten atau provinsi. Mereka melihat konsistensi mutu dan ketelusuran. Kalau kita bisa jaga mutu, Sumbar akan kembali menjadi kekuatan baru kopi dunia,” tegas Suryono.


Peran Kampus Vokasi dalam Penguatan Standar Mutu


Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menjadi ruang penting komitmen peningkatan kualitas melalui pendidikan terapan. Suryono menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran besar dalam mencetak SDM yang mampu mengelola proses pascapanen secara presisi, terukur, dan sesuai standar ekspor.


“Sertifikasi mutu, keamanan pangan, dan traceability bukan lagi pilihan. Ini sudah menjadi kewajiban. Dan di sinilah kampus vokasi punya peran: mengisi ruang kompetensi itu,” tambahnya.


Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan sesi praktik, diskusi teknis pascapanen, manajemen mutu, standar keamanan pangan, hingga strategi hubungan buyer dan eksportir.


Tantangan Global dan Arah Penguatan Kopi Sumbar


Suryono menyampaikan beberapa tantangan besar yang perlu dihadapi agar kopi Sumatra Barat mampu bersaing:


1. Konsistensi Proses di Setiap Level Petani


Masih banyak proses manual tanpa SOP baku, sehingga mutu sering berubah-ubah.


2. Pemahaman Traceability


Petani dan prosesor perlu terbiasa dengan pencatatan data. Ini bukan beban; ini nilai tambah.


3. Kebutuhan Kalibrasi Rasa


Cupper lokal perlu terus dilatih agar mampu membaca tren rasa global.


4. Percepatan Logistik Ekspor


Bandara dan pelabuhan di Sumbar perlu memperbaiki manajemen logistik agar eksportir tidak harus transit ke provinsi lain.


5. Penambahan luas lahan penanam kopi di Sumbar.


"Produksi kopi Sumbar yg terus menurun mengharuskan dukungan di perkuat di tingkat petani itu yang Paling fundamental" ujar Suryono. Petani atau hulu sebagai kata kunci, Harapan dari Paparan tentang potensi pasar export ini dapat dilihat oleh petani sebagai peluang kepastian pasar sehingga petani tidak ragu untuk terus menanam disamping ada sebagain kecil untuk pasar kopi specialty. Kepastian pasar dan suport pengadaan benih unggul untuk petani harus menjadi program utama pemerintah Sumbar.


Namun, Suryono optimistis Petani kopi Sumbar memiliki masa depan cerah.


“Di Kerinci, Lampung, Aceh, Agam, dan Solok Selatan, kita punya ekosistem. Ini fondasi yang kuat. Tinggal kita naikkan kelasnya melalui mutu dan data. Kalau ini terus jalan, dalam lima tahun Sumbar bisa menjadi pusat ekspor kopi biggest scale di Sumatra berbasis ekosistem”


ALKO sebagai Role Model Pengembangan Kopi Berbasis Ekspor


Workshop di Payakumbuh ini menjadi salah satu momen penting yang menegaskan bahwa ALKO Sumatra Kopi bukan hanya eksportir, tetapi juga knowledge hub yang membawa standar mutu ke tingkat yang lebih tinggi.


Pesan penting Suryono:

“Kita tidak boleh lagi berpikir bahwa kopi hanya soal hasil panen. Kopi adalah soal kesejahteraan petani, soal data, proses, konsistensi, dan reputasi. Dan reputasi ditingkat petani binaan yang harus di jaga itu yang dapat membawa kopi Sumbar melanjutkan perjalanan ke pasar global.”


Dengan pendekatan komprehensif yang mencakup mutu, teknologi, edukasi, dan kolaborasi, ALKO terus mendorong agar kopi Sumatera Barat memiliki posisi strategis dalam perdagangan internasional.


Workshop di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menjadi bukti kuat bahwa sinergi antara industri dan pendidikan vokasi mampu membawa standar baru dalam tata kelola kopi Indonesia.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.