ALKO Resmi Terapkan Teknologi Ketelusuran Berbasis Blockchain untuk Ekspor Kopi Arabika Specialty Kerinci ke Seattle, USA – November 2025

Admin Alko |

ALKO Resmi Terapkan Teknologi Ketelusuran Berbasis Blockchain untuk Ekspor Kopi Arabika Specialty Kerinci ke Seattle, USA – November 2025


Kerinci, November 2025 — PT ALKO Sumatra International bersama Koperasi Alam Korintji (ALKO Cooperative) menegaskan langkah besarnya menuju pasar global dengan memulai program Road to Export kopi Arabika specialty Kerinci ke Seattle, Amerika Serikat. Pengiriman internasional yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025 ini bukan hanya menjadi momentum penting bagi komoditas kopi Kerinci, tetapi juga menandai era baru industri kopi Indonesia dengan penerapan teknologi traceability berbasis blockchain.

Pada dokumentasi lapangan yang diambil di Rumah Pengolahan Kopi PT ALKO Sumatra International di Gunung Tujuh, tampak para pekerja dan tim operasional ALKO memegang spanduk bertuliskan “Road to Ekspor Kopi Arabika Specialty Indonesia Kerinci Berbasis Traceability Blockchain ke Seattle – November 2025.” Di belakang mereka terlihat truk ekspedisi yang sedang memuat karung-karung kopi siap kirim. Foto ini bukan sekadar penanda dimulainya proses logistik, tetapi simbol dari transformasi digital yang membawa kopi Kerinci memasuki rantai pasok global yang jauh lebih transparan, akurat, dan terpercaya.


Transformasi Besar: Dari Lereng Gunung Kerinci ke Pasar Premium Amerika

Kopi Arabika Kerinci telah dikenal luas sebagai salah satu kopi specialty terbaik di Indonesia, dengan karakter rasa yang kompleks, bersih, dan khas pegunungan vulkanik. Namun dalam beberapa tahun terakhir, tuntutan pasar global—terutama Eropa dan Amerika—tidak hanya menginginkan kopi berkualitas tinggi, tetapi juga kopi yang dapat ditelusuri secara penuh dari kebun hingga ke cangkir (farm-to-cup).

Permintaan terhadap ketelusuran ini semakin meningkat terutama karena regulasi global seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) dan standar sustainability pasar Amerika. Di sinilah ALKO mengambil posisi strategis sebagai pelopor, dengan menerapkan sistem blockchain sebagai fondasi utama transparansi data.

ALKO memahami bahwa pasar specialty membutuhkan tiga hal utama:

1. Kualitas rasa yang konsisten


2. Keberlanjutan (sustainability) dan bebas deforestasi


3. Ketelusuran data yang tidak dapat dimanipulasi


Melalui penerapan blockchain, ketiga hal tersebut kini bisa dipenuhi secara menyeluruh dan dapat divalidasi langsung oleh pembeli di Seattle.


Blockchain: Standar Baru Ketelusuran Kopi Kerinci

Teknologi blockchain memberikan ketelusuran yang tidak bisa diubah dan tidak bisa dipalsukan (immutable). Setiap proses dari kebun hingga ekspor dicatat menjadi rantai data yang saling terhubung dan diverifikasi secara digital.

ALKO menerapkan sistem ini melalui aplikasi QThink-X Traceability Apps, yang terintegrasi dengan sistem Sabani untuk pengolahan data lapangan. Sistem ini memungkinkan:

1. Pencatatan Identitas Petani dan Lokasi Kebun

Setiap petani memiliki ID digital

Koordinat kebun diambil secara GPS

Luas lahan, jumlah pohon, dan praktik budidaya terekam otomatis


2. Pencatatan Proses Pascapanen

Mulai dari cherry picking, fermentasi, pencucian, penjemuran, grading, hingga proses dry mill di pabrik ALKO, semua data dicatat ke dalam sistem blockchain.

3. Validasi Anti-Deforestasi

Sistem mendeteksi apakah kebun berada di area non-deforestasi, sesuai standar permintaan pasar global dan NGO lingkungan.

4. Pelacakan Logistik

Setiap karung kopi memiliki batch code dan QR traceable. Pembeli di Seattle dapat melihat:

siapa petaninya

kapan dipanen

bagaimana diproses

kapan dikirim dari Kerinci

kapan tiba di pelabuhan USA


Teknologi ini menjadikan ALKO salah satu pelaku industri kopi Indonesia yang memiliki rantai pasok terlengkap, terdigitalisasi, dan paling transparan.


Kolaborasi Internasional: Kerinci–Seattle

Ekspor ini dilakukan melalui kerja sama dengan Royal Coffee (USA), salah satu importir specialty coffee terbesar di Amerika. Royal memilih Kerinci bukan hanya karena kualitas rasa, tetapi juga karena komitmen ALKO terhadap ketelusuran dan keberlanjutan.

Seattle dipilih sebagai tujuan utama karena kota tersebut merupakan pusat industri kopi internasional—rumah bagi roaster, importir, dan komunitas kopi paling aktif di dunia.

Pengiriman yang dijadwalkan pada November 2025 akan menjadi tonggak baru, menempatkan kopi Kerinci sejajar dengan kopi-kopi terbaik dunia seperti Kolombia, Ethiopia, dan Guatemala.


Kesiapan Lapangan: Pekerja, Petani, dan Sistem Logistik yang Terintegrasi

Dalam proses pemuatan yang terdokumentasi, terlihat bagaimana setiap karung kopi disortir, ditumpuk, dan disiapkan sesuai standar ekspor. Pekerja ALKO:

memakai perlengkapan keselamatan

memastikan karung tetap kering dan aman

mencatat batch setiap pengiriman

memindai QR code sebelum dimasukkan ke truk


Di area pemuatan, terlihat mesin, karung bahan baku, serta fasilitas pengolahan ALKO yang telah memenuhi standar export-ready facility. Semua ini menunjukkan bahwa Kerinci siap bersaing dengan negara produsen besar dunia dari sisi kualitas sekaligus teknologi.


Dampak Ekonomi bagi Petani Kerinci

Penerapan blockchain tidak hanya menguntungkan pembeli internasional. Ini menjadi terobosan besar bagi petani karena:

1. Harga Premium dari Transparansi Data

Kopi dengan data lengkap lebih mudah diterima pasar specialty sehingga petani mendapat harga yang lebih tinggi.

2. Petani Mendapatkan Identitas Digital

ID digital petani membuat mereka terhubung dengan ekosistem pembeli global.

3. Akses Program Keberlanjutan

Petani yang terekam dalam sistem lebih mudah mendapat:

pelatihan

bantuan alat

akses finansial

program sertifikasi


4. Rantai Pasok yang Adil (Fair Value Chain)

Blockchain membuat margin lebih transparan sehingga petani mendapat bagian lebih adil dari nilai jual.


Komitmen ALKO untuk Keberlanjutan

ALKO sejak awal mengembangkan model bisnis berbasis:

edukasi petani

pengelolaan sampah kebun

agroforestri

konservasi

pemberdayaan komunitas


Dengan sistem blockchain, komitmen ini kini dapat dibuktikan dan diverifikasi oleh pembeli global, bukan sekadar klaim.


Menuju 2025: Kerinci Menjadi Pusat Kopi Berstandar Global

Dengan adanya Road to Export Seattle 2025, ALKO menargetkan:

1. Meningkatkan volume ekspor

Kopi Kerinci harus mampu mengisi pasar specialty USA yang terus tumbuh.

2. Memperluas adopsi blockchain ke seluruh petani mitra

Sistem ini akan diperluas untuk 3.000 petani dalam dua tahun.

3. Menjadikan Kerinci sebagai daerah kopi traceable nomor satu di Indonesia

Sebagai pusat inovasi digital pertanian dan keberlanjutan.

4. Membangun kredibilitas Kerinci di panggung global

Melalui konsistensi kualitas dan transparansi data.

Pernyataan Resmi dari Tim Operasional ALKO

Ketua Tim Operasional ALKO menyampaikan:

 “Langkah ini adalah batu loncatan besar untuk membawa kopi Kerinci menjadi salah satu specialty coffee paling terpercaya di dunia. Teknologi blockchain bukan hanya memenuhi permintaan pasar, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Transparansi adalah masa depan kopi, dan ALKO siap menjadi pelopornya.”




---

Penutup: Kerinci Menatap Dunia

Dengan dimulainya persiapan ekspor ini, ALKO menegaskan bahwa industri kopi Kerinci telah memasuki era modern. Tidak lagi hanya mengandalkan kualitas rasa, tetapi juga mengedepankan:

teknologi digital

keberlanjutan

transparansi data

keadilan rantai pasok


Kopi Kerinci kini berdiri sejajar dengan kopi terbaik dunia, bukan hanya karena cita rasa, tetapi karena integritasnya.

Perjalanan menuju Seattle hanyalah awal. Masa depan kopi Indonesia ada pada ketelusuran, teknologi, dan inovasi. Dan ALKO berada di garis depan perubahan itu.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kopi, dari Kebun hingga Pasar: Bagaimana QThink-X Membantu Membangun Ketertelusuran Kopi Berbasis Digital

QThinkX – Secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Di balik setiap biji kopi terdapat cerita tentang petani, kebun, proses panen, pengolahan, koperasi, hingga pembeli di pasar domestik maupun internasional.Namun, di tengah perubahan perdagangan global, kualitas rasa saja tidak lagi cukup. Pembeli semakin membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul kopi, siapa yang memproduksinya, bagaimana kopi dibudidayakan, dan bagaimana produk tersebut bergerak sepanjang rantai pasok.Bagi petani kecil dan kelompok tani hutan, tuntutan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi yang selama ini tersimpan dalam catatan kelompok, ingatan petani, atau dokumen transaksi perlu dikelola menjadi data yang lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.Di sinilah digitalisasi rantai pasok mulai memainkan peran penting.Dari Catatan Petani Menuju Data DigitalSelama bertahun-tahun, rantai pasok kopi banyak bergantung pada pencatatan manual. Informasi mengenai petani, lokasi produksi, volume panen, kualitas, dan transaksi sering kali tersebar di berbagai pihak.Kondisi tersebut membuat informasi asal-usul kopi tidak selalu mudah dikumpulkan ketika dibutuhkan oleh koperasi, eksportir, maupun pembeli.Melalui pengembangan QThink-X, ALKO mendorong pendekatan digital untuk memperkuat sistem ketertelusuran kopi. Pengembangan sistem ini telah dipersiapkan sejak 2017, sejalan dengan kebutuhan membangun rantai pasok yang lebih transparan dan terdokumentasi.QThink-X mengembangkan pendekatan pencatatan digital berbasis teknologi blockchain untuk mendukung pengelolaan informasi rantai pasok. Dengan sistem ini, data yang dicatat dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan produk, mulai dari tingkat produsen hingga proses perdagangan.Tujuannya bukan sekadar memindahkan catatan kertas ke aplikasi, tetapi membangun sistem informasi yang dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memahami kondisi rantai pasok mereka.Ketertelusuran Bukan Hanya untuk PembeliBagi ALKO, data petani bukan hanya dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Data juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha koperasi dan pelayanan kepada anggota.Informasi produksi dapat membantu koperasi memahami kapasitas pasokan. Catatan kualitas dapat menjadi masukan untuk perbaikan proses pascapanen. Informasi asal produk dapat membantu memperkuat komunikasi dengan pembeli dan mendukung kebutuhan verifikasi rantai pasok.Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika kopi berasal dari kawasan agroforestri dan wilayah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan hutan.Dalam konteks tersebut, ketertelusuran dapat membantu menghubungkan informasi komoditas dengan lokasi produksi dan praktik pengelolaan lahan. Data yang terdokumentasi dengan baik dapat mendukung proses pemeriksaan dan pengambilan keputusan, meskipun verifikasi keberlanjutan tetap membutuhkan metode dan bukti yang sesuai.Menghubungkan Kopi Agroforestri dengan Pasar BerkelanjutanTantangan pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi. Petani juga membutuhkan akses pasar, peningkatan kualitas, kelembagaan yang kuat, dan kemitraan dengan pembeli.Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros, Sulawesi Selatan.Mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha KTH Menuju Pasar yang Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, koperasi, asosiasi kopi, dan pelaku usaha.Dalam agenda tersebut, ALKO mendapatkan ruang untuk berbagi mengenai Traceability Kopi sebagai Jaminan Kualitas dan Perlindungan Alam. Pembahasan ini menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan pasar.Selain diskusi, kegiatan juga mencakup pengujian mutu fisik biji kopi, cupping, serta Bursa Kopi Forest Programme IV. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa akses pasar membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan produk. Petani perlu memahami standar kualitas, kebutuhan pembeli, dan informasi yang menyertai produk mereka.Teknologi Harus Kembali Memberikan Manfaat kepada PetaniSalah satu tantangan dalam digitalisasi pertanian adalah memastikan teknologi tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan administrasi atau pembeli, tetapi juga memberikan manfaat bagi komunitas produsen.Data yang dikumpulkan di tingkat petani seharusnya dapat membantu koperasi mengidentifikasi kebutuhan anggota, memahami kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan merencanakan pengembangan usaha.Karena itu, penerapan QThink-X perlu berjalan bersama penguatan kapasitas petani, pendampingan kelompok, dan kelembagaan koperasi. Teknologi akan memberikan nilai lebih ketika orang-orang yang berada di tingkat produksi dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan.Bagi ALKO, digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua bagian yang saling terhubung dalam pengembangan ekosistem kopi. Ketertelusuran yang dibangun sejak tingkat petani diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengelolaan rantai pasok yang lebih bertanggung jawab.Dari Kebun ke Dunia, Membangun Masa Depan Kopi yang TransparanPerubahan pasar global membawa tantangan sekaligus peluang bagi kopi Indonesia. Asal-usul produk, kualitas, transparansi, dan praktik produksi yang bertanggung jawab semakin menjadi bagian penting dalam membangun hubungan perdagangan.Melalui ALKO dan pengembangan QThink-X, pendekatan yang dibangun adalah menghubungkan petani dengan sistem informasi rantai pasok yang lebih terstruktur, sehingga perjalanan kopi tidak berhenti pada transaksi penjualan, tetapi juga membawa informasi mengenai produsen dan wilayah asalnya.Pada akhirnya, ketertelusuran bukan hanya tentang mengetahui dari mana kopi berasal. Lebih jauh, ketertelusuran adalah tentang memberikan pengakuan terhadap petani, memperkuat kelembagaan produsen, membangun kepercayaan pembeli, dan membuka peluang ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan.Dari kebun petani hingga pasar dunia, setiap biji kopi memiliki cerita. QThink-X membantu membangun cara agar cerita tersebut dapat terdokumentasi, ditelusuri, dan memberikan nilai bagi seluruh pelaku rantai pasok.Tentang ALKO dan QThink-XALKO merupakan ekosistem koperasi dan usaha kopi yang mengembangkan kemitraan dengan petani serta pelaku pasar. QThink-X merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mendukung ketertelusuran dan transparansi rantai pasok melalui teknologi digital dan blockchain.Website: www.alko.id | qthinkx.io trace.qthinkx.io

Read More  

Admin Alko | 05/11/2026

ALKO Konsisten Ekspor Kopi Arabika Specialty Sumatra Berbasis Blockchain ke Pasar Amerika Serikat

Medan — Eksportir komoditas kopi nasional, ALKO Sumatra Kopi, terus memperkuat penetrasi pasar specialty coffee di kawasan Amerika Utara. ALKO secara konsisten mengirimkan kontainer kopi arabika specialty asal Sumatra berbasis teknologi traceability blockchain menuju Vancouver, Kanada, dan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.Pengiriman armada kargo bernomor lambung CAAU 242586 8 tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan transparansi rantai pasok (supply chain) digital serta pemenuhan standar regulasi pasar internasional.Dalam pengiriman ini, ALKO memberangkatkan puluhan ton biji kopi arabika mutu tinggi (specialty grade) yang dikemas dalam karung goni standar ekspor mitra internasional, Royal Coffee.Konsistensi aktivitas ekspor ini menandai bahwa produk agribisnis Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global secara berkelanjutan. Pasar global saat ini tidak hanya menilai skor cita rasa (cupping score), tetapi juga menuntut kejelasan asal-usul, legalitas lahan, dan etika produksi. Pengiriman rutin berbasis teknologi blockchain ini menjadi langkah nyata kepatuhan terhadap standar pasar internasional sekaligus perlindungan terhadap petani lokal.Integrasi Teknologi Blockchain QThink-XGuna memenuhi tuntutan rantai pasok bebas deforestasi dan beretika, ALKO mengintegrasikan platform pencatatan digital QThink-X. Aplikasi berbasis blockchain ini mencatat seluruh rekam jejak pengolahan kopi secara terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable).Setiap kemasan karung goni 60 kilogram di dalam kontainer terhubung dengan data digital yang mencakup:Geolokasi Kebun: Koordinat presisi lahan tani untuk memastikan kopi tidak ditanam di kawasan hutan lindung.Identitas Kelompok Tani: Data pembudidaya lokal yang merawat dan memanen buah kopi.Catatan Pascapanen: Data teknis pengolahan, termasuk kadar air dan metode giling basah (wet hulled) khas Sumatra.Resi Logistik: Jejak alur angkut dari gudang konsolidasi hingga pemuatan kapal di Pelabuhan Belawan.Dengan adanya sistem ini, pihak importir maupun roaster di Vancouver dapat melakukan pemindaian kode digital untuk memverifikasi keabsahan produk secara real-time.Menjaga Mutu Maritim via Pelabuhan BelawanPerjalanan logistik lintas lautan yang dimulai dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Vancouver membutuhkan penanganan teknis intensif. Untuk mencegah kerusakan mutu akibat perubahan suhu dan kelembapan lautan, ALKO melapisi setiap karung goni dengan kemasan kedap udara (hermetic bag).Langkah perlindungan ganda ini memastikan profil rasa (flavor profile) khas kopi Arabika Sumatra—seperti full body, keasaman seimbang, serta aroma rempah—tetap terjaga stabil hingga sampai di destination port.Hubungan kemitraan jangka panjang dengan institusi internasional seperti Royal Coffee menjadi indikator bahwa sistem kontrol kualitas (quality control) dan integritas data yang dibangun ALKO di Pelabuhan Belawan telah diakui secara global.Dampak pada Kesejahteraan Petani TapakPenerapan rantai pasok digital transparan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi petani mitra di Sumatra. Dengan terpangkasnya rantai tengkulak yang tidak efisien, nilai tambah dari harga kopi specialty di pasar ekspor dapat dialokasikan kembali kepada petani dalam bentuk premium harga (quality bonus).ALKO juga memberikan pendampingan rutin terkait Good Agricultural Practices (GAP) agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat tanpa merusak ekosistem sekitar. Integrasi teknologi dan kemitraan inklusif ini memastikan reputasi kopi Indonesia di mata dunia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para petaninya di tingkat tapak.

Read More  

Admin Alko | 01/11/2026

ALKO Perkenalkan QThink-X untuk Perkuat Ketertelusuran Kopi di Forest Programme IV

MAROS, ALKO.id – Koperasi Alam Koerintji (ALKO) mendorong penguatan ketertelusuran atau traceability kopi melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Festival Kopi Forest Programme IV Tahun 2026 di Maros, Sulawesi Selatan.Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Grand Town Hotel Maros ini mengangkat tema “Kopi, Agroforestri, dan Penguatan Ekosistem Usaha Kelompok Tani Hutan Menuju Pasar yang Berkelanjutan”. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, kelompok tani hutan, asosiasi kopi, koperasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai nilai kopi dari tingkat petani hingga pasar.Dalam agenda kegiatan, ALKO dijadwalkan membawakan materi mengenai traceability kopi sebagai jaminan kualitas dan perlindungan alam. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan pasar terhadap informasi asal produk, proses produksi, serta transparansi rantai pasok.QThink-X Dukung Transparansi Rantai Pasok KopiSalah satu pendekatan yang dapat diperkenalkan untuk mendukung ketertelusuran kopi adalah QThink-X, platform digital yang dikembangkan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan informasi rantai pasok.Melalui sistem ketertelusuran, informasi mengenai asal kopi, kelompok petani, dan perjalanan produk dalam rantai pasok dapat terdokumentasi secara lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi koperasi dan pelaku usaha untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi dengan calon pembeli.Ketertelusuran juga dapat membantu menghubungkan informasi di tingkat produksi dengan kebutuhan pasar. Namun, manfaatnya bergantung pada kualitas data, konsistensi pencatatan, serta keterlibatan petani, koperasi, dan pelaku usaha dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan informasi.Bagi kelompok tani hutan, penguatan sistem ini berpotensi menjadi bagian dari persiapan memasuki pasar yang semakin memperhatikan kualitas produk, asal-usul bahan baku, dan praktik produksi yang bertanggung jawab.Menghubungkan Agroforestri dengan Akses PasarFestival Kopi Forest Programme IV tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga penguatan ekosistem usaha kelompok tani hutan. Agenda kegiatan mencakup diskusi mengenai agroforestri kopi, standardisasi dan branding, peluang pasar global, serta pengembangan kemitraan bisnis.Panitia juga menjadwalkan Bursa Kopi Forest Programme IV yang memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, menjajaki kemitraan, dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.Selain itu, kegiatan uji fisik biji kopi dan uji cita rasa atau cupping dirancang untuk membantu kelompok tani memahami mutu kopi yang dihasilkan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi masukan untuk perbaikan kualitas dan pengembangan strategi pemasaran.Kombinasi peningkatan kualitas, akses pasar, dan ketertelusuran digital menjadi pendekatan penting dalam membangun rantai nilai kopi yang lebih transparan dan berkelanjutan.Mendukung Usaha Petani dan Kelestarian LingkunganPengembangan usaha kopi berbasis agroforestri membuka peluang untuk menghubungkan peningkatan pendapatan masyarakat dengan pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab. Dalam konteks kelompok tani hutan, keberlanjutan usaha perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan memperkuat kelembagaan petani.Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku pasar, pengembangan ketertelusuran dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertata serta memperluas peluang kemitraan.Bagi ALKO, penguatan traceability melalui pendekatan digital seperti QThink-X merupakan salah satu jalur untuk mendukung transparansi rantai pasok dan menghubungkan kopi dari tingkat petani dengan kebutuhan pasar.Dengan mengintegrasikan agroforestri, peningkatan kualitas, kemitraan usaha, dan ketertelusuran digital, kopi kelompok tani hutan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Read More  

Admin Alko | 20/10/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started WhatsApp

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.